Home Blog Page 14161

Pria Bugil Ditemukan Tewas di Sumur Tua

PANCURBATU- Seorang pria diperkirakan berusia 35 tahun di temukan tewas di dalam sumur tua yang tak dipakai lagi. Mayat itu ditemukan tak berpakaian (bugil, Red) di belakang rumah kontrakan milik Almarhum Namaken Tarigan di Jalan Sentosa, Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu, Deli Serdang, pada Senin (26/12)  sekira pukul 10.00 Wib.

Informasi yang dihimpun Posmetro Medan (Grup Sumut Pos)  di lapangan, mayat itu ditemukan dengan kondisi membusuk dan beraroma tak sedap. Sedangkan di luar sumut ditemukan sandal jepit warna putih sebelah kiri, dan di sekitar lokasi kejadian di temukan sehelai baju kaos warna putih.

Di temui di lokasi kejadian, anak pemilik rumah kontrakan, Evi Br Tarigan (30) warga Jalan Sentosa Desa Tengah mengaku mencium aroma tak sedap. Spontan, Evi bergegas ke belakang dan berencana membakar sampah yang menumpuk di sekitar sumur tua tersebut. Karena selama ini keluarganya selalu membuang usus ikan yang sering mereka konsumsi ke belakang.

Evi menyebutkan, saat melintas dari sumur tersebut, sempat terlihat rambut di dalam sumur. Namun, keanehan itu disangkanya hanya melihat ijuk saja.

Sementara, abang Evi, Abadi Tarigan juga mengaku mencium aroma tak sedap itu, dan Abadi langsung ke belakang, sesampainya di belakang Abadi bertanya ke pada Evi dari mana asal-usul bau tak sedab tersebut. Tapi, Evi hanya mengatakan dari bangkai ikan yang sering dibuang ke pembuangan sampah di belakang tersebut. Merasa tidak puas dengan jawaban adiknya, Abadi melihat ke dalam sumur tua yang sudah lebih 10 tahun tak digunakan. Setelah di amati Abadi, terlihat sosok mayat pria tanpa busana tenggelam di dalam sumur tersebut.

Abadi terkejut dan langsung melaporkan temuannya itu ke Kepala Desa Tengah Eben Ezer. Mendapat laporan tentang temuan mayat di Desanya, Eben langsung melaporkannya ke Mapolsek Pancurbatu. Mendapat informasi penemuan mayat petugas polsek Pancurbatu yang dipimpin Kapolsek Pancurbatu AKP Ruruh Wicaksono Sik SH MH di dampingi Kanit Reskrim Iptu Gunawan SH datang ke lokasi kejadian, dan memasang garis polisi.

Kapolsek langsung menghubungi Tim Basarnas dan tim Identifikasi Polresta Medan guna mengevakuasi jenazah Mr X tersebut. Setelah berjuang lebih dari 2 jam, jenazah Mr X berhasil di evakuasi. Dengan menggunakan Mobil Ambulans PMI, jenazah korban di evakuasi ke RSUP H Adam malik Medan guna keperluan autopsi.

Kepala Desa Tengah Eben Ezer ditemui di sekitar lokasi mengatakan,sampai sekarang belum ada warga yang melaporkan tentang kehilangan anggota keluarganya.

Kapolsek Pancurbatu AKP Ruruh Wicaksono Sik SH MH membenarkan penemuan jenazah pria bugil di dalam sumur tua yang lebih dari 10 tahun tak digunakan. (roy/smg)

SMK-SMAN3 Medan Dominasi Hasil Try Out

MEDAN- Try out ujian nasional lewat website  www.Ayo Sekolah.com yang dilombakan untuk tingkat SMA-SMK se-kota Medan menunjukan hasil yang memuaskan.

Dari 5.000 lebih peserta yang mengikuti, siswa SMKN3 Medan dan SMAN3 Medan terpilih menjadi yang terbaik sesuai jenjang yang diperlombakan.

“Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (22/12) dan berkhir Jumat (23/12) kemarin, mendapatkan antusias yang cukup tinggi dari peserta. Sistemnya sendiri kita lakukan seleksi dari seluruh peserta untuk mengambil 100 siswa terbaik dari jenjang SMK dan 100 siswa terbaik dari jenjang SMA. Dan dalam kesempatan tersebut, SMKN3 meraih nilai tertinggi  untuk tingkat SMK dan tingkat SMA diraih oleh siswa  SMAN3,” sebut Dicky Zulkarnaen SE MSi, selaku salah seorang pencetus website Ayo Sekolah.com, saat dikonfirmasi Minggu (25/12).

Dicky juga mengatakan, kegitan try uot yang dilasanakan oleh Plaza 99 ini, nantinya akan dilaksanakan setiap bulannya, dengan soal ujian yang terus dimodifikasi.

Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan prestasi siswa Sumatera Utara agar mampu bersaing dan memberikan hasil yang terbaik.

Dicky juga menilai, keberhasilan langkah awal tersebut, akan dikembangkan untuk  mengagendakan olimpiade UN secara online dan pertama di Indonesia pada Februari 2012 mendatang.

“Jika ini nantinya terealisasi, maka kita akan hadir di seluruh sekolah yang ada di kota Medan untuk membuatkan Website akademik online untuk mengakses daftar  kehadiran siswa yang bisa dikoneksikan langsung ke orangtua murid,” terangnya.

Adapun nama-nama peraih nilai tertinggi UN tingkat SMA yakni, juara 1 diraih Budiono Rahmad (SMA Negeri 3 Medan), juara 2 diraih Didit P. Haryanto (SMA Negeri 3 Medan) dan juara 3 diraih Holong Witra Lestari (SMA Negeri 16 Medan ).

Sedangkan untuk tingkat SMK,Juara 1 diraih Dilvi Anri Munda (SMK Negeri 3 medan), juara 2 diraih Abdul Aziz (SMK Negeri 3 Medan) dan juara 3 diraih Aulia Septiana (SPAN). Seluruh pemenang tersebut berhak mendapatkan sejumlah hadiah seperti Handphone dan gadget.

Melihat hasil positif yang diraih siswanya, kepala SMKN 3 Medan H Usman Lubis, merasa puas dengan kemajuan yang ditunjukkan oleh siswa didiknya.

Usman menilai, bimbingan persiapan UN yang diberikan guru pembimbing terhadap para siswa khususnya kelas III berjalan sesuai dengan target sekolah yakni meraih kelulusan 100 persen pada 2012 mendatang.
“Melihat hasil ini, memberikan motivasi yang tinggi bagi para siswa untuk terus belajar dalam mempersiapkan UN yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Kita harapkan nantinya para siswa bisa meraih hasil maksimal yakni mampu mencapai kelulusan 100 persen,” harapnya. (uma)

Perempuan Jadi Pejuang Keluarga Sejahtera

Memperingati Hari Ibu PT Bank Sumut

Anda dan kami, kita semua sama. Begitulah slogan PT Bank Sumut disampaikan saat menggelar temu ramah dengan 1.100 orang perempuan, yang tergabung dalam kelompok keuangan mikro (KKM) di bawah naungan PT Bank Sumut cabang utama Kota Medan.

Ribuan perempuan antara usia 21 hingga 65 tahun berkumpul pada Kamis (22/12) di Restoran Kenanga Internasional Indonesia di Jalan Jamin Ginting, Medan. Para perempuan itu berkumpul untuk menghadiri silaturahmi dengan Direktur Utama PT Bank Sumut, H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM sekaligus memperingati hari ibu ke-83.
Para perempuan itu rela menunggu kehadiran Gus Irawan dari pukul 11.00 WIB demi mendapatkan pencerahan bagaimana cara mengelola usaha dan mendapatkan permodalan dari bank milik Pemprovsu itu. Ribuan perempuan itu melalui account officer lapangan PT Bank Sumut dikelompokkan menjadi 57 kelompok, tak jarang mereka saling mencoba bertukar informasi untuk mengelola usahanya.

“Ia usaha katering masih banyak dibutuhkan, karena usaha ini tak mengenal libur. Cuma itu, koneksi saja yang masih kurang. Kalau ada hubungi kelompok kami ya,” celetuk ibu dari Kelompok Dahlia. Layaknya berbalas pantun, perempuan lainnya berucap, bila butuh pelaminan dan rias pengantin hubungi kelompok Mawar. Begitulah percakapan ribuan perempuan yang ketika itu dikumpulkan oleh PT Bank Sumut cabang utama Medan.

Di tengah percakapan itu, sembari diiringi lantunan musik yang dinyanyikan oleh anggota kelompok, yang ketika itu saling menunjukkan kebolehannya. Ternyata, orang yang ditunggu Direktur Utama PT Bank Sumut, H Gus Irawan Pasaribu hadir sekira pukul 14.45 WIB. Sementara, musik langsung berganti menjadi alunan musik khas adat  Batak Karo, Gus Irawan digiring hingga ke atas panggung dan diulosi.  Acara mulai dibuka sekira pukul 15.00 WIB.
Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Bank Sumut, Kepala Cabang Utama PT Bank Sumut, Kepala Cabang Sukaramai dan kepala PT Bank Sumut Syariah Medan.

Kepala PT Bank Sumut cabang utama Medan, Fahrul Imam Ritonga didaulat menyampaikan kata sambutannya, dia menyebutkan sebenarnya di bawah PT Bank Sumut cabang utama Medan ada sebanyak 57 KKM dengan jumlah orang sebanyak 1.900. Dari jumlah itu, secara keseluruhannya merupakan pelaku usaha mikro kecil.
“Tapi, yang bersedia hadir dan bergabung berjumlah 1.100 orang. Lainnya berhalangan hadir karena ada kesibukan lain,” ujarnya.

Dia menyebutkan kehadiran Direktur Utama PT Bank Sumut selain memberikan pencerahan, para perempuan ini berkumpul untuk saling bertukar informasi cara mengelola usaha, dan pemasaran produknya diantara para kelompok.
Mewakili ribuan perempuan yang hadir, Nelyza dari KKM Tulip menyampaikan, mengawali usaha itu perlu modal, jadi walaupun memiliki keahlian belum tentu bisa mendatangkan untung. Kesulitan itulah yang banyak dirasakan kaum perempuan, akhirnya PT Bank Sumut dengan syarat yang cukup mudah yakni membuat kelompok dan menunjukkan usaha serta foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) sudah bisa mendapatkan modal. “Alhamdulillah usaha anggota kelompok kami maju, kalau dulu kami mengharapkan uang dari gaji suami, tapi kami sudah bisa membantu perekonomian keluarga, menyekolahkan anak, beli televisi dan barang lainnya,” ucapnya.

Tapi, dia mengharapkan agar PT Bank Sumut segera merealisasikan kredit Sumut Sejahrtera II dengan pinjaman Rp5- 50 juta. Karena selama ini, kelompoknya lancar mengembalikan uang pinjaman modal saat menjadi peserta Sumut Sumatera I.

Mendengar itu, bergegas Gus Irawan menjawab,  program yang diusungnya untuk perempuan menjadi tonggak perjuangan keluarga sejahtera merupakan keinginan PT Bank Sumut.

Melalui peringatan hari ibu ke-83, Gus Irawan yang biasa disapa Bang Gus mengatakan aktualisasi bagi kaum perempuan tak hanya dilakukan melalui peringatan upacara, tapi sudah dilakukan setiap harinya dengan mendampingi sebanyak 2.600 KKM dengan jumlah anggota 60 ribu lebih di Sumut. Tapi, jumlah itu belum cukup dan akan terus ditambah ke pelosok penjuru Sumut.

Dia menerangkan di PT Bank Sumut mengawalinya pada 2011 lalu, dengan produk percontohan pelaku usaha mikro kecil pasca bencana alam gempa dan tsunami di Kepulauan Nias. Bekerjasama dengan lembaga keuangan di Filipina untuk menyalurkan kredit, inilah yang bisa digunakan oleh ribuan ibu-ibu di Sumut untuk mendirikan usaha.
“Sekarang saya sudah melakukan kerjasama dengan Jerman untuk menyalurkan kredit SS-II, kerjasama ini untuk penyaluran kredit SS-II. Kredit ini pakai agunan. Tapi, agunananya bisa apa saja kwitansi pembelian tanah saja bisa jadi agunan,” paparnya.

Sementara itu, dia mengingatkan apabila ada dari anggota kelompok yang sakit atau anaknya sakit dan berakibat usahanya terganggung. Mengatasinya kembalilah ke kelompoknya masing-masing, awalnya kelompok didirikan atas dasar kebersamaan. Jadi tak ada salahnya kelompoklah yang membantunya untuk membayar kredit, tapi setelah sembuh barulah dibayarkan ke kelompok.

Diakhir pertemuannya, dia berujar dengan berkelompok ini, sebaiknya ibu-ibu jangan lagi membeli produk dari luar, melainkan gunakanlah produk hasil dari kelompok sendiri atau kelompok lain. Sehingga semuanya semakin terbantu. (ril)

MPW PP: Tindak Pengusaha yang Abaikan Jamsostek

MEDAN- Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumut mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah untuk menertibkan perusahaan, yang mengabaikan jaminan sosial tenagakerja (Jamsostek) terhadap pegawainya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Bidang Usaha dan Ketenagakerjaan Pokja Humas MPW PP Sumut, Mirza SE didamping Wakil Koordinator Pokja Humas Indra Gunawan, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan, Sufriadi SE MM,  Ketua Bidang Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah, Syafrudin, Wakil Sekretaris Yulinda Dinata saat menggelar konfrensi pers di Hotel Grand Aston Medan, Senin (26/12).

Mirza mengaku, Ketua MPW PP Sumut, Anuar Shah SE “Aweng”  secara tegas sudah memerintahkan Pokja MPW PP Sumut untuk melakukan investigasi terhadap sejumlah perusahaan di Sumut yang nakal terhadap pegawainya tersebut.
Dia membeberkan persoalan jaminan sosial tenaga kerja, seperti yang berhubungan dengan industrial selama ini memang kerab terabaikan. Tak pelak, banyak tenaga kerja yang dirugikan karena mereka tidak memiliki jaminan hari tua atau malah harus kehilangan nyawa sia-sia karena kecelakaan kerja. Terang saja, kondisi tersebut mengusik hati nurani Ketua MPW PP Sumut.

“Berdasarkan data yang kami miliki memang baru sekitar 30 persen perusahaan di Sumut yang memberikan jaminan sosial seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan pemeliharaan kesehatan, dan jaminan hari tua kepada karyawan dan keluarganya. Ini sangat disesalkan. Sesuai arahan Ketua Aweng maka kami akan bekerja mensosialisasikan maupun mendorong pemerintah dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan untuk menindak perusahaan-perusahaan nakal tersebut,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Pokja Humas MPW PP Sumut, Indra Gunawan menegaskan agar pemerintah benar-benar mengawasi pemberlakukan Upah Minimum Propinsi (UMP) sebesar Rp 1,2 juta perbulan.  “UMP tahun 2012  harus benar-benar berjalan dan mendapat pengawasan dari pemerintah,” ujarnya.(ari)

Ukir Prestasi Demi Cita-cita Keliling Dunia

Melda Risdayanti, Siswi Berprestasi di SMKN 1 Medan

Berawal dari ketertarikannya terhadap tayangan televisi yang menggambarkan begitu banyaknya rakyat Indonesia yang masih jauh tertinggal dalam mendapatkan hak-haknya seperti kesehatan, kesejahteraan dan jaminan hidup yang layak, membuat Melda Risdayanti, siswi kelas II SMKN 1 Medan, jurusan Usaha Perjalanan Wisata (UPW) ini, tergerak hatinya untuk memperjuangkan nasib bangsanya sendiri.

Salah satu langkah memperbaiki nasib bangsa ini yakni, dimulai dari diri sendiri.

“Aku sangat sedih melihat bangsa sendiri yang begitu banyak tertindas, makanya saya bercita-cita ingin menjadi seorang politikus yang memperjuangkan hak-hak orang lemah,” ungkapnya.

Keseriusan wanita yang lahir di Surabaya, 14 Mei 1995 silam, dibuktikannya lewat beragam prestasi membanggakan bagi dirinya, sekolah dan keluarga.

Diantara prestasi membanggakan yang telah ditorehkan buah hati pasangan Risdinal Latief dan Muryanthi ini, Juara I Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Kota Medan, Oktober 2011 lalu, dalam perlombaan tourism industri.
Dengan kemenangannya di Kota Medan tersebut, memberikan kesempatan besar untuk Melda mengikuti LKS di jenjang  Nasional di Bali 2012 mendatang.

Pasalnya, daerah lain tidak memiliki peserta untuk dilombakan dalam mata lomba tourism industri ini.
“Untuk tingkat Provinsi tidak ada, karena daerah lain tidak memiliki peserta. Rencananya saya langsung mengikuti LKS tingkat Nasional yang direncanakan berlangsung di Bali,” ungkap Melda, yang memiliki cita-cita sebagai Pramugari dan Politikus ini.

Sebelumnya, Melda juga mampu menasbihkan diri sebagai yang terbaik dalam Gelar Prestasi dan Bela Negara (GPBN) untuk lomba Bahasa Inggris tingkat Kota Medan dan tingkat Provinsi Sumatera Utara, Maret 2011 lalu.
Dengan hasil positif yang telah diraihnya itu, kini Melda juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba di ajang Nasional yang akan berlangsung di Jakarta pada 2012 mendatang.

Untuk persiapannya sendiri, Melda mengaku, untuk mata lomba Bahasa Inggris kini dirinya tengah mengikuti kursus bahasa Inggris di sebuah lembaga kursus di Kota Medan.

“Berhubung jadwalnya tidak berbenturan, mungkin saya akan mengikuti kedua lomba tingkat Nasional yang akan berlangsung tahun depan. Sedang untuk persiapan  mata lomba tourism industri, rencananya saya akan dilatih di Akademi Keperawatan,” sebutnya.

Untuk targetnya di ajang Nasional dalam dua lomba yang berbeda, Melda mengaku tak memiliki target muluk. Bagi anak sulung dari tiga bersaudara ini, berbuat yang terbaik untuk Sumut, keluarga dan khususnya sekolah adalah upaya terbaik sebagai modal nantinya.

“Saya gak pernah mikirin untuk menang, bagi saya berbuat yang terbaik adalah langkah nyata. Karena orangtua saya juga menasehati untuk tidak terlalu memporsir waktu dan berupaya menjalaninya tanpa beban,” sebutnya.(uma)

Anggota SMECK Diadukan ke Polisi

MEDAN-Kelompok pendukung PSMS yang tergabung di SMECK Hooligan oleh sebagian masyarakat dinilai semakin beringas. Ini ditandai dengan kian seringnya kelompok suporter ini terlibat bentrok dengan kelompok suporter lain, seperti PSMS Fans Club (PFC) maupun KAMPAK FC.

Kali terakhir SMECK terlibat bentrok dengan kelompok pendukung lainnya adalah saat berlangsungnya pertandingan persahabatan antara PSMS versus Perak FC di Stadion Teladan Medan, Jumat (23/12) lalu.  Akibat bentrok itu lima anggota PFC menderita luka di bagian wajah dan tubuh.

Tak senang anggotanya menjadi korban pemukulan, Ketua PFC Rahmat Nur Lubis menempuh jalur hukum dengan membuat pengaduan ke Polsekta Medan Kota, Sabtu (24/12) malam. Dan pengaduan tersebut direspon pihak kepolisian.

Namun, berdasarkan hasil visum yang dilakukan di RS Bakti, didapati bahwa cedera yang dialami oleh para anggota PFC tadi belum cukup kuat untuk menjerat para pelaku pemukulan tadi ke ranah hukum.

Pasalnya, pihak korban terlalu lama membuat pengaduan, sehingga luka yang dialami korban pemukulan tadi tak lagi lebam.

Selain itu, anggota PFC yang menjadi korban penukulan tadi juga tak mampu menandai pelaku pengeroyokan. Karenanya pihak kepolisian sulit untuk menangkap pelaku.

“Kami sangat kecewa dengan pemukulan yang dilakukan anggota SMECK. Apalagi peristiwa seperti ini telah terjadi berulangkali,” ungkap Ketua PFC Rahmat Nur Lubis, Senin (26/12).

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsekta Medan Kota AKP  S Simaremare membenarkan bahwa pihak PFC melakukan pengaduan terhadap angggotanya yang menjadi korban pemukulan anggota SMECK. “Benar mereka telah melakukan pengaduan. Sayangnya, mereka terlalu lama membuat pengaduan sehingga hasil visum tak cukup kuat untuk menjerat pelaku. Seharusnya, pihak PFC melakukan pengaduan saat anggotanya dipukuli. Selain itu, para korban juga tak bisa menandai siapa-siapa saja anggota SMECK yang terlibat pemukulan itu.,” tuturnya.

Disebutkannya, jika pengaduan PFC diteruskan maka kecil kemungkinan para pelaku dijerat proses hukum. Jadi, kami imbau bila ke depan terjadi lagi kasus pemukulan,   ada baiknya insiden itu segera dilaporkan kepada pihak berwajib sehingga pelaku secepatnya ditangkap untuk diproses lewat jalur hukum. (saz)

Pelatih Kiper PSMS IPL Denny Paslah Tutup Usia

MEDAN- Pelatih kiper PSMS IPL, Denny Paslah menghembuskan nafas terakhirnya Senin (26/12) sekitar pukul 19.00 WIB di Jakarta. Denny Paslah meninggal dalam usia 63 tahun. Kabar duka itu langsung menyelimuti seluruh punggawa PSMS yang main di IPL.

Kabarnya, secara tiba-tiba, Denny yang sedang menyaksikan pertandingan sepak bola di Stadion Bea Cukai Jalan Ahmad Yani Rawamangun tidak sadarkan diri sekitar Pukul 18.30 WIB.

“Om Denny sebelumnya enggak ada sakit apa-apa. Tapi waktu nonton pertandingan sepak bola di stadion Bea Cukai, dia mendadak pingsan. Sempat, dibawa ke Rumah Sakit Rawamangun, tapi dalam perjalanan ke sana, beliau sudah tidak ada,” ujar keponakan Denny Pasla, Resi Pasla saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon seluler Senin (26/12) malam.

Jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka Jalan Wadas di daerah Jati Waringin dan rencananya akan dikebumikan Selasa (27/12). “Rencananya besok dikebumikan. Sebelumnya, beliau enggak ada keluhan sakit atau apa. Kemarin (Minggu 25/12), kami sempat berbincang, bercanda. Beliau memang orangnya suka bercanda,” kata Resi.

Denny yang sebelumnya melatih kiper PSMS Decky Ardian dan Irwin Ramadhana pulang ke Jakarta selama PSMS diliburkan sejak Jumat (23/12) lalu untuk merayakan Natal bersama keluarganya.

Selama di Medan, adik kandung legenda kiper Indonesia Ronny Pasla juga tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Kabar duka cita ini diterima PSMS sekitar pukul 20.00 WIB. Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan Arif Bargot Siregar langsung berangkat ke Jakarta untuk melayat ke rumah duka mewakili manajemen PSMS Medan.

Sementara ofisial PSMS Halim Panggabean mengaku mendapat kabar meninggalnya Denny dari adik iparnya Jajang Nurjaman dan mantan pemain PSMS Zulkarnain Lubis. “Jajang bilang, sampai jam empat tadio sore (26/12), dirinya masih BBM-an dengan Denny,” bebernya.

Manajer PSMS Medan Doli Sinomba Siregar mewakili tim PSMS Medan mengaku terkejut mendengar kabar duka tersebut. “Keluarga besar PSMS Medan mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya bang Denny Pasla. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi tuhan, dan keluarga tetap tabah ” tandas Doli.

Pelatih PSMS Fabio Lopez yang berada di Malaysia dan  mengetahui kabar tersebu cukup terkejut. “Dia ramah dan mudah senyum. Dari apa yang saya lihat, dia sangat senang bisa bekerjasama dengan orang-orang lain di PSMS,” tulis Fabio lewat pesan singkat.

Kabar duka juga diterima awak koran ini dari rekannya sesama pelatih, Donny Latuperisa yang kini melatih kiper di Persiba Balikpapan. “Saya dapat kabar Denny meninggal tiba-tiba tadi. Kami tentu sangat berduka atas kepergiannya,” kata Donny. (ful)

Aji Santoso Tangani Timnas U-23

JAKARTA- Lain Rahmad Darmawan, lain pula sikap yang ditunjukkan Aji Santoso. Jika Rahmad memilih mundur dari kursi pelatih Timnas U-23, tak demikian dengan Aji. Mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut memilih tetap bertahan sebagai pelatih. PSSI pun akhirnya menunjuk mantan arsitek Persema Malang tersebut sebagai suksesor Rahmad di Timnas U-23.

Hal itu diungkapkan koordinator Timnas Bob Hippy. Pengalaman Aji sebagai asisten pelatih di SEA Games 2011 dianggap sebagai nilai lebih. Aji dianggap banyak mengetahui karakter para pemain Timnas.
“Aji akan mulai menjalankan tugasnya Januari mendatang. Nantinya dia akan dibantu dua asisten pelatih,” terang Bob kemarin (26/12).

Namun, dari dua asisten pelatih yang direncanakan itu, PSSI baru menunjuk mantan bomber Timnas Widodo Cahyono Putro. Sebelumnya, keduanya saling bahu membahu membantu Rahmad di SEA Games 2011. Widodo sendiri mengaku siap jika memang ditunjuk sebagai asisten pelatih.

“Kalau saya ditempatkan di manapun selalu siap. Tapi hingga saat ini (kemarin) saya belum menerima surat atau konfirmasi dari PSSI,” ucap Widodo.

Tapi, pencetak gol terbaik di Piala Asia 1996 tersebut mesti membagi peran. Pasalnya, dia juga didaulat sebagai pelatih timnas U-20 yang akan diturunkan di Piala Hassanal Bolqiah di Brunei Darussalam 25 Februari- 5 Maret 2012 mendatang.

Nah, tangan dingin Aji bakal dilihat saat Timnas terjun di Piala AFF U-23 yang menurut rencana akan digeber Juni 2012 mendatang. Namun, agenda tersebut juga masih tentatif. Artinya, ada kemungkinan batal. (ru/jpnn)

21 Tim Berlaga di Turnamen Futsal PPP

MEDAN-Tim Futsal PPP Sunggal FC  berhasil meraih kemenangan perdana di Turnamen Futsal Harlah PPP ke 39 yang berlangsung di Lapangan Futsal Multi Fungsi Jalan Suka Amal/STM. Pada pertandingan yang berlangsung Minggu (25/12), PPP Sunggal FC menaklukkan Sukma FC dengan Skor 4-2.

Keempat gol bagi tim futsal PPP Sunggal FC diciptakan Sapta, Zarot, dan Aminan (dua gol). Sedang dua gol bagi Sukma FC dilesakkan Rudi dan Wira. Berkat kemenangannya itu, maka hari ini PPP Sunggal FC akan berhadapan dengan SMR FC.
Sebelumnya, H Hasrul Azwar MM, Wakil Ketua Umum DPP PPP yang juga penggagas even mengatakan bahwa  event futsal yang pertama kali berlangsung sejak tahun 2009 itu bertujuan menjaring pemain berbakat.

Selanjutnya Hasrul mengatakan bahwa even ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-39 PPP.
Sementara itu ketua panitia H Irsal Fikri S.Sos menyebutkan bahwa turnamen kali ini diikuti 21 tim dan memperebutkan total hadiah Rp39 juta.

Adapun ke 21 tim futsal yang berlaga di turnamen kali ini adalah VHI FC, Liga SU FC, Delapan PPP, LP3I Glugur FC , SE PPP Adanfg FC, PD Pasar FC, PPP Helvetia FC, Kantin FISIP UMSU FC, Black Pearl FC, Silva FC, Zoemanjie FC, Jurnalis Prestasi FC, PPP Medan Sunggal FC, Gastrom, ISORI FC, LP3I Gajah Mada FC, SMR FC, Sukma Amal Delapan FC dan LP3I SM Raja FC. (omi)

FORMI Sumut Gelar Rakerda

MEDAN – Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Sumatera Utara menggelar Rakerda di Hotel Asean Medan, Sabtu (24/12) lalu.

Ketua FORMI, Drs Sujamrat Amro MM menjelaskan,  sepanjang 2011, FORMI Sumut berhasil mengemas prestasi, antara lain, memperoleh dua medali emas Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) Oktober 2011, melalui atlet  FORMI Sumut, Ardika Winata yang berhasil menjuarai kompetisi BMX Freestyle. Ardika tampil juara pada kategori pemula dan junior.

Selain itu, Formi Sumut juga berhasil mengemas prestasi terbaik menjadi juara I terompa panjang wanita pada gelaran Kejuaraan Olahraga Tradisional Terompa Panjang dan Enggrang Tingkat Nasional 2011 di Jakarta pada 19-20 November lalu.

Formi Sumut bekerjasama dengan Perhimpunan Kebugaran Masyarakat Indonesia (PMKI) Sumut, juga meraih sukses penyelenggaraan pelatihan kebugaran dan lomba aerobik se-Sumatera yang diikuti 200 an peserta dari NAD, Riau dan Sumut, 3-4 Desember 2011 lalu.

Rapat kerja FORMI Sumut di ketuai Drs HM Joharis Lubis MM, MPd, dihadiri unsur Pengurus FORMI Sumut, Wakil Ketua Azwar Pilly Ketua Harian Jamila Aziz serta, Sekretaris RM Asnawi.

Rakerda tersebut diikuti 24 cabang olahraga dan rekreasi masyarakat, antara lain, ABI Sumut, Asosiasi Low Rider Indonesia (ALRI) Sumut, Asiafi, Domino Batu (Domba), POPTI Sumut, Pengrang Sumut, Parkour Sumut, Old Motorcycle Asosiasion (OMA), Gaz Auto Club (GAC) Sumut, Willys Auto Club (WAC), PTSI, Falundafa, Vespa Owner Club dan FORMI Kabupaten/Kota se Sumatera Utara.

Ditambahkan Sujamrat, peran olahraga masyarakat dan rekreasi cukup penting dan strategis pada kehidupan manusia. Pasalnya, olahraga masyarakat dan rekreasi ini telah dikenalkan sejak manusia masih dalam kandungan, kegiatannya melalui ibu yang melaksanakan olahraga hamil hingga dilakukan manusia yang telah lanjut usianya.
Karenanya Sujamrat berharap, olahraga rekreasi semakin berkembang. Agar masyarakat semakin gemar untuk berolahraga dan bisa menjadi atlet kebangaan Indonesia. “Atlet bisa muncul dari sebuah bangsa yang gemar berolahraga,” bilang Sujamrat Amro. (ful)