Home Blog Page 14163

The Magpies Harus Kembali Oke

NEWCASTLE-Enam laga terakhir tanpa kemenangan dinilai tak cukup baik bagi Newcastle United. Setelah sempat mencuri perhatian dengan performa impresif di awal musim, Newcastle United menunjukkan penurunan kualitas penampilan.

Dalam enam laga terakhir mereka, tak satu pun kemenangan bisa dicatat skuad asuhan Alan Pardew. Bagi Fabrizio Coloccini, hasil itu tak bisa dinilai sebagai kegagalan biasa. Dia pun mengharapkan Newcastle bisa kembali menemukan performa terbaik mereka seperti di awal musim.

“Ketika kami memulai musim ini, kami berpikir untuk bisa sesegera mungkin meraih angka, karena kami memikirkan degradasi dan tetap menjauh dari papan bawah,” paparnya seperti dikutip Sky Sports.

“Tapi kemudian kami mulai bermain, tampil bagus dan mendapatkan hasil yang diharapkan dan kini kami menatap untuk bisa berada di posisi tertinggi kami di akhir musim,” tandas Coloccini.

Terkait penampilannya bersama The Magpies, Colloccini mengaku tak menemukan halangan apapun juga. Bahkan Coloccini merasa jika saat ini dia telah menjadi orang Inggris Fabrizio Coloccini baru bergabung dari Spanyol ke Inggris tiga tahun lalu, tapi dia merasa sudah banyak kecocokan dirasakan setelah berada di negaranya Ratu Elizabeth itu.

Bek Newcastle United itu bahkan mengungkapkan banyak perubahan terjadi dalam dirinya sejak pindah ke Inggris. “Saya merasa lebih memiliki mental dan karakter pemain Inggris sekarang,” curhatnya seperti dilansir Sky Sports.
“Kami tinggal di sini dan demikian juga keluarga saya. Anak-anak saya juga bersekolah di sini. Mungkin di Spanyol makan malam kami dimulai pukul 10.00 atau 10.30 malam. Sekarang, pukul 7.00 atau 8.00 malam kami sudah makan malam karena anak-anak sudah kelelahan,” tambahnya.

“Sebuah perubahan besar dalam hidup saya. Tak ada lagi siestas. Saya suka tinggal di Inggris. Saya senang dengan orang-orang Inggris dan budaya di sini. Ini negara yang fantastis dan saya beruntung bisa tinggal di kota yang saya cintai,” pungkas pemain yang lahir di Cordoba, Argentina itu. (net/jpnn)

Makan Cuma Sekali, Harapkan Perawat Menyuapi

Korban Luka Bakar Lewati Malam Natal di RSU Pirngadi

Andreas Janter (21), yang mengalami luka bakar 70 persen, harus melewatkan malam Natal di bangsal Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan. Dengan kondisi kesehatan yang masih sangat memprihatinkan, tak satupun keluarganya menjenguk. Bahkan, Andreas harus melakukan segala sesuatunya seorang diri.

Farida Noris Ritonga, Medan

Saat wartawan Sumut Pos menjenguknya di Lantai 4 Ruang 8 gedung baru RSU dr Pirngadi Medan, Senin (26/12) bau tak sedap dan sangat menyengat dari ruangan tersebut sangat menusuk hidung. Kedua tangan Andreas masih dibalut perban akibat luka bakar dan patah.

Sesekali, Andreas mengangkat kepalanya dan melihat orang di sekitarnya. Untuk merebahkan tubuhnya saja, dia tidak bisa, karena luka bakar itu masih belum kering. Bukan itu saja, tak jarang semut merah hinggap di tubuhnya. Namun, Andreas hanya bisa membiarkan semut-semut itu mengerumuni lukanya. Sebab untuk bergerak saja baginya terlalu sulit.

Di meja kecil samping tempat tidurnya, ada beberapa bungkus roti dan pampers yang merupakan pemberian para perawat yang telah membawanya berobat di RSUD dr Pirngadi Medan. Namun, roti itu tidak disentuhnya. Andreas merupakan warga asal Tanjungbalai. Namun, dirinya tidak mengetahui di mana keberadaan keluarganya itu. Di Medan, Andreas memiliki keluarga angkat di kawasan KM 7,5 Kampung Lalang. Tapi, Andreas tidak mau menyebutkan alamat pastinya.

“Agak susah kalau mau makan. Aku harus menunggu perawat yang memberi. Aku malu sama kondisi ku. Kadang aku hanya makan sehari sekali, karena nunggu mereka memberi aku makan. Kata perawat di sini, saya akan dioperasi pembersihan. Untuk operasi kan membutuhkan biaya besar. Aku tidak tahu, terserah mereka sajalah. Keluarga nggak tau saya di sini. Biarlah mereka nggak tau. Saya nggak mau menyusahkan orangtua. Apalagi ibu saya baru saja sembuh dari sakit,” urainya sedih.

Diceritakannya, luka bakar itu dialaminya akibat dituduh mencuri sepeda motor milik Feri (26), di rumah kos-kosan Jalan Harmonika, Kelurahan Selayang II, Medan Selayang, pada Februari 2011 lalu. Saat itu, dirinya hanya disuruh oleh temannya Dedi Sitanggang warga Jalan Meteorologi menjaga sepeda motor tersebut. Dia tidak tahu apa yang dilakukan temannya. Ternyata, Dedi berusaha mencuri sepeda motor tersebut dan ketahuan oleh warga.

Karena melihat Dedi dikejar warga, Andreas juga ikut lari. Namun, Dedi meninggalkannya. Naas, warga langsung memukulinya dan menyiramkan bensin lalu membakarnya. Lalu, petugas kepolisian menolongnya dan membawa Andreas dalam kondisi yang kritis ke RS Bhayangkara Medan. Setelah satu bulan lamanya dirawat, luka bakar tersebut tak kunjung sembuh dan menggeluarkan aroma tak sedap, dan dirinya pun dipulangkan.

Dia juga sempat mendapat pertolongan di rumah temannya. Bahkan, dia sempat tinggal di semak-semak sebelum akhirnya ditemukan warga dan dibawa ke RSUD dr Pirngadi Medan. Luka bakar yang dideritanya dan pelayanan yang didapatnya di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut, membuat Andreas putus asa. Ia pun lebih memilih tidak dirawat dan jadi gelandangan. “Lebih baik saya keluar dari rumah sakit ini dan jadi gelandangan, dari pada seperti ini. Mengganti perban dan pempers saya saja mereka nggak mau,” ungkapnya.

Menanggapi pengakuan Andreas tersebut, Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengatakan, itu merupakan hak pasien yang merasa tidak dilayani. Karena, kewajiban rumah sakit melayani pasien dengan sebaik-baiknya. “Pengakuan boleh saja-saja. Kalau kita tidak pernah menelantarkan pasien. Karena rumah sakit wajib merawat pasien. Persoalan biaya tidak kita persoalkan itu,” bebernya.(*)

Doni Akui Ikut Berjudi

ROMA-  Tabir yang menyelimuti skandal pengaturan skor di sepak bola Italia perlahan mulai terkuak.  Cristiano Doni yang menjadi salah satu aktor skandal tersebut, mengakui kalau dirinya terlibat.  Mantan kapten Atalanta itu sudah diamankan pihak berwajib bersama 16 tersangka lainnya sejak Selasa lalu (20/12).

Dari 16 tersangka itu, beberapa diantaranya cukup familier di telinga publik bola Italia.  Yakni mantan pemain timnas Luigi Sartor, mantan bintang Serie B Alessandro Zamperini, dan Carlo Gervasoni dan Filippo Carobbio, yang saat ini masih aktif bermain dengan Piacenza dan Spezia.

Nah, setelah lima hari mendekam di tahanan, kemarin (25/12) Doni bisa menghirup udara bebas. Tapi, sebelumnya Doni yang didampingi pengacarannya harus menjawab sejumlah pertanyaan dari jaksa penyidik. Dari jawaban yang dilontarkan Doni, terungkap fakta bahwa pemain 38 tahun itu terlibat dalam pengaturan skor pertandingan Atalanta melawan Piacenza dan Ascoli. “Ya, sama memang mengetahui adanya pengaturan skor untuk pertandingan Atalanta melawan Piacenza. Saya menyetujui dan ikut berjudi (bertaruh),” kata Doni, seperti dilansir Football Italia.

“Saya juga melakukan hal serupa ketika pertandingan melawan Ascoli. Tetapi itu adalah inisiatif saya pribadi dan bukanlah bagian dari organisasi. Klub sama sekali tidak mengetahui apa pun soal ini,” ungkap pemain yang punya tujuh caps bersama timnas Italia itu.

Saat menghadapi Atalanta, Piacenza saat itu dihajar tiga gol tanpa balas. Sedangkan, ketika menghadapi Ascoli, pertandingan berakhir imbang 1-1. Beluam diketahui sejauh mana peran Doni dalam pengaturan skor yang menghebohkan itu.

Namun, pengacara Doni, Salvatore Pino, kepada Sky Sport Italia, menegaskan bahwa keterlibatan kliennya dalam pengaturan skor itu minor. “Anda mengetahui bahwa dia terlibat, hanya keterlibatannya tidak signifikan,” kata Pino.
Menurutnya, sebagian besar pertanyaan dalam penyidikan itu terkait dengan keterlibatannya dalam pengaturan skor pertandingan Atalanta melawan Piacenza. “Banyak yang berpikir, Atalanta terlibat di dalamnya, tapi itu hanya pikiran mereka,” kata Pino.

Sebelumnya, atas keterlibatannya skandal pengaturan skor di Serie A dan Serie B pada 2009-2010 dan 2010-2011, Doni telah meneriman sanksi berat dari FIGC (asosiasi sepak bola Italia). Dia dijatuhi hukuman larangan terlibat di sepak bola selama tiga tahun enam bulan.

Sementara itu, kubu Atalanta mengakui persiapan mereka pada pertandingan terakhir tahun ini melawan Cesena (21/12) sempat terganggu akibat skandal Doni. Namun, mereka akhirnya bisa menaklukkan Cesena 4-1.
“Sangat sulit mempersiapkan tim karena pada saat bersamaan berita tentang Doni begitu menyita perhatian. Untunglah, tim ini sudah belajar banyak dan terbiasa mengatasi masalah seperti itu selama enam bulan terakhir,” kata Stefano Colantuono, pelatih Atalanta.

Musim ini Atalanta memulai petualangan di Serie A dengan minus enam angka. Itu dampak dari sanksi yang dijatuhkan FIGC. Namun, karena mengawali kompetisi dengan baik, mereka mampi menjaga posisinya di papan tengah. (ham/bas/jpnn)

Pembangunan Jaringan Limbah Terbengkalai

MEDAN- Pembangunan jaringan limbah yang dikerjakan PT Nugraha Adi Taruna diperkirakan bakal tak selesai hingga akhir tahun ini. Pasalnya, adanya larangan dari aparat pemerintahan setempat, mengakibatkan pembangunan di delapan zona terbengkalai.

Akibat terbengkalainya pembangunan jaringan limbah tersebut, mengakibatkan kawasan Jalan Amaliun dan sekitarnya terkesan kumuh. Selain jalanan berlubang, beberapa material bekas pengorekan parit juga berserakan di badan jalan. Kondisi ini dapat membahayakan pengendara saat melintas di kawasan tersebut.

Kepada wartawan, Ari Sinik selaku pelaksana pengerjaan menjelaskan, terbengkalainya pengerjaan proyek pembangunan pipa limbah tadi dikarenakan adanya larangan dari aparat pemerintahan di tingkat kecamatan, lurah dan kepling.
“Sebenarnya pengerjaan galian pipa untuk jaringan limbah ini bisa diselesaikan sebagaimana jadwal kegiatan. Namun karena adanya larangan dari pemerintah setempat, pembangunan delapan zona terbengkalai,” terangnya.

Terpisah, Lurah Komat II Eswin yang dikonfirmasi wartawan via ponsel membenarkan, kalau pihaknya melarang pembangunan jaringan pipa limbah tersebut. “Ya, kita melarang pembangunannya. Karena itu perintah atasan langsung,” ujarnya tanpa menjelaskan alasan larangan pembangunan tersebut.(ade)

Apresiasi untuk si Pelapor

KARIR Simone Farina di kancah Liga Italia mungkin dikategorikan biasa-biasa saja. Namun soal kejujuran dan loyalitas kepada klub, pemain berusia 29 tahun itu harus diberikan acungan jempol. Bahkan pelatih timnas Italia Cesare Prandelli pun turut angkat topi atas sikap Farina.

Bagi yang belum mengenal Farina, dialah whistle blower dalam sebuah percobaan pengaturan skor di Coppa Italia. Tepatnya 30 November lalu, Farina yang berkostum Gubbio ditawari untuk kongkalikong dan mengatur skor dalam laga Gubbio versus Cesena.

Tawaran uang untuk turut menjadi bagian dari skandal itu sebenarnya cukup menggiurkan. Yakni 260 ribu dolar US (Rp 2,35 Miliar). Jumlah uang tersebut bisa dibilang dua kali gaji yang diterima Farina dalam satu tahun.
Dan aktor yang mengajak Farina adalah mantan rekannya di AS Roma Alessandro Zamperini. Tak senang dengan ulah Zamperini tersebut, Farina malah melaporkan tawaran suap itu ke polisi. Tak ayal lagi, Zamperini kini ditahan oleh polisi karena tindakannya itu.

Seperti diberitakan AP, atas keberanian Farina untuk mengungkapkan tawaran suap itu membuat Prandelli menawari Farina satu kesempatan emas. Yakni diberi kesempatan menonton dan berlatih bersama timnas Italia. “Ini adalah salah satu cara kepadanya,” kata Prandelli.

Mantan pelatih Fiorentina memuji bahwa apa yang dicontohkan Farina bisa menjadi teladan bagi ribuan pemain yang bermain di kompetisi Italia. Hal tersebut mengingat kompetisi Italia dalam sepuluh tahun terakhir memang kerap dilanda skandal. Yang mencuat misalnya saja calciomercato.

Menurut Prandelli ada pesan moral penting dari sikap penolakan Farina tersebut. Yakni jangan memandang pemain-pemain di kasta kedua, Serie B, adalah sekumpulan pemain tak berharga. “Kualitas seseorang tak bisa hanya dinilai di level mana dia bermain,” tutur Prandelli.

Timnas Italia sendiri saat ini sedang dalam masa sentralisasi. Pasalnya Kamis (29/12) mendatang, Gli Azzuri akan melakoni pertandingan uji coba melawan timnas Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden Klub Gubbio, Marco Fionti menganggap sikap Farina itu biasa-biasa saja. Fionti menolak memperlakukan Farina tak ubahnya pahlawan bagi klubnya. “Farina menunjukkan sikap normal. Yakni orang biasa yang menyuarakan prinsip di hatinya. Dia layak dikagumi karena keberanian yang diperlihatkannya, tapi jangan jadikan ia seorang pahlawan,” ujar Fionti. (dra/jpnn)

Pengusaha Bisa Dipenjara 5 Tahun

Pengawasan Barang tak Layak Jual di Pusat Perbelanjaan

MEDAN- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan akan menerapkan sanksi tegas terhadap pelaku usaha di pusat perbelanjaan yang masih membandel. Jika pelaku usaha tetap menjual barang-barang tak layak jual atau tak layak konsumsi, akan dikenakan sanksi pidana lima tahun penjara dan denda sebesar Rp2 miliar.

“Kita sudah ingatkan kepada pelaku usaha, khususnya di pusat perbelanjaan, seperti mal, supermarket, plaza dan swalayan untuk tidak menjual produk yang tidak layak jual. Kalau hal itu tetap dilakukan, secara tegas kita akan menerapkan sanksinya,” kata Kepala Disperindag Kota Medan Syahrizal Arif didampingi Kabid Perdagangan Disperindag Medan Irfan Syarif Siregar, Senin (26/12).

Dijelaskan Syahrizal, sanksi tegas itu sudah diatur sesuai UU Nomor 8 tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen. Di mana setiap pelaku usaha yang menjual produk yang tak layak jual serta produk tak layak konsumsi yang merugikan konsumen, akan dikenakan sanksi pidana 5  tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

“Meskipun sudah berulang kali Disperindag Medan melakukan sosialisasi UU Perlindungan Konsumen kepada pelaku usaha, tetap saja dari beberapa pusat perbelanjaan masih terdapat produk yang tak layak jual serta tak layak konsumsi dijual,” ucapnya.

Selama ini, tambah Syahrizal, pihaknya terus mengedukasi konsumen untuk lebih kritis memilih produk. “Selama ini, kami telah melakukan sosialisasi tentang UU Perlindungan Konsumen dan kami juga telah menyebaran brosur dan baliho di tempat umum, seperti swalayan, supermarket sekaligus membuat kotak pengaduan konsumen,” terangnya.

Namun, yang paling penting, diharapkan kepada masyarakat, apabila mendapatkan atau mengalami kerugian akibat dari pelaku usaha, dapat segera melaporkan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Medan di Jalan Jenderal Abdul Haris Nasution No. 17 Medan. “Kita harap dengan laporan konsumen , kasus itu bisa  dapat segera kita tindak lanjuti,” tegasnya.(adl)

140 Penumpang Batal Terbang ke Nias

MEDAN- Sebanyak 140 orang penumpang pesawat maskapai milik PT Air Survey Penas batal terbang ke Bandara Nias Binaka, Sabtu (26/12) siang. Akibatnya, para calon penumpang kecewa dan terlibat cekcok dengan petugas maskapai penerbangan tersebut di loket Terminal Keberangkatan Domestik.

“Saya kesal, padahal rencananya saya harus balik ke Nias hari ini juga. Katanya pesawat mengalami kerusakan, tapi kami tak tahu bagian pesawat mana yang rusak. Tanya saja langsung sama mereka,” kata H Halawa (45), calon penumpang.
Jony Kurniawan, Staff Groundheandling PT Wawasan yang menangani para calon penumpang menuturkan, pesawat batal terbang karena mengalami kerusakan pada bagian flaps (penutup sayap) pesawat sehingga tidak bisa terbang dan mendarat.

Jony mengaku, saat ini para calon penumpang sudah diberikan fasilitas menginap di Hotel Medan Fill, Jalan Multatuli. Selain itu, jelasnya, para calon penumpang akan diberangkatkan hari ini.

, Selasa (27/12). “25 orang calon penumpang sudah diberangkatkan menggunakan Merpati, karena mereka meminta terbang sekarang. Sedangkan sisanya berada di hotel,” sebutnya.

Menurut Jony, PT Air Survey Penas baru setengah bulan beroperasi dan setiap harinya melayani penerbangan 2 kali sehari. “Saat ini PT Air Survey Penas sedang menunggu spare part dari Jakarta. Jika tiba hari ini, para penumpang diberangkatkan besok,” tuturnya.

Sementara Staff Duty Manager OIC Bandara Polonia Medan, Djamal, mengaku, pihaknya sudah meminta agar penumpang secepat mungkin diberikan pelayanan agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. “Kita sudah meminta PT Air Survey Penas menangani masalah ini secepat mungkin agar tidak berlarut-larut. Kini para penumpang sudah berada di hotel,” pungkasnya didalam Kantor OIC Bandara Polonia Medan.(jon)

Pemprovsu Kurang Memenuhi Harapan Rakyat

Refleksi dan Evaluasi Akhir Tahun 2011 DPD PDI P dan Anggota Fraksi PDI P DPRD Sumut

Dalam refleksi akhir tahun yang digelar di Kantor DPD PDI P Sumut Jalan Hayam Wuruk Medan, Senin (26/12), segenap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI P) Sumut juga segenap anggota Fraksi PDI P DPRD Sumut menilai, tiga tahun kepemimpinan pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (Syampurno) dengan jargonnya Rakyat Tidak Bodoh, Rakyat Tidak Lapar dan Rakyat Tidak Sakit kurang memenuhi harapan.

Tampak hadir, Budiman Nadapdap (Ketua Fraksi PDI P DPRD Sumut dan Wakil Ketua DPD PDI P Sumut, Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga), Analisman Zalukhu (Anggota DPRD Sumut dan Wakil Ketua Bidang Keanggotaan DPD PDI P Sumut), Eddi Rangkuti (Anggota DPRD Sumut dan Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPD PDI P Sumut), Brillian Moktar (Anggota DPRD Sumut dan Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olah Raga DPD PDI P Sumut), HM Affan SS (Wakil Ketua DPRD Sumut dan Sekretaris DPD PDI P Sumut) dan a,nggota DPD PDI P Sumut lainnya.

Ada beberapa parameter yang dikumandangkan para politisi partai berlambang Moncong Putih ini. Yakni, pencapaian di bidang ekonomi yang bergantung pada infrastruktur yang baik, birokrasi yang bersih dan syarat-syarat lain yang mengizinkan stabilitas investasi, juga keterlibatan rakyat untuk turut serta dalam pembangunan ekonomi dan pertumbuhan-pertumbuhan di sektor lain.

DPD PDI P Sumut dan Fraksi PDI P DPRD Sumut juga menyoroti kasus tanah di Sumut yang lebih kurang 700 kasus belum terselesaikan. Kemudian persoalan pengambilalihan Inalum yang masih simpang siur, dimana dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak memiliki dan menunjukkan political will dalam upaya ke arah itu.

Untuk sektor pendidikan, PDI P Sumut dan anggota Fraksi PDI P DPRD Sumut menilai, pembangunan pendidikan di Sumut masih terkesan Base On Project, bukan Base On Program. Sektor kesehatan yang belum mencapai masyarakat luas. Begitu pula dengan sektor kesejahteraan buruh, petani, dan nelayan yang masih dibelenggu kemiskinan di sepanjang 2011 ini.

Yang juga menjadi sorotan PDI P Sumut adalah mengenai Upah Minimum Provinsi (UMP) yang belum signifikan, diharapkan bisa lebih ditingkatkan. Tak terkecuali, PDI P Sumut juga menyoroti masalah pembangunan Bandara Kuala Namu yang terkesan masih dalam angan-angan.

Dengan evaluasi dan capaian itu, PDI P Sumut dan segenap anggota Fraksi PDI P DPRD Sumut menegaskan, menjadi oposisi terhadap pemerintahan yang ada demi membela hak rakyat kecil demi mendapat kesejahteraan. “Kita sebagai partai oposisi. Jika pemerintahan salah, maka kita akan menggebuk (memukul, red) nya. Kalau pemerintah benar, kita akan menggendongnya,” tegas Ketua Fraksi PDI P DPRD Sumut Budiman Nadapdap.

Sekretaris PDI P Sumut yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut, HM Affan SS juga mengingatkan banyaknya persoalan yang belum teratasi dan terealisasi. Sehingga wajar bila PDI P sebagai partai yang peduli untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI P Sumut bidang Pemuda dan Olah Raga Brillian Moktar menyatakan, selain persoalan-persoalan itu, masih ada persoalan-persoalan lain yang luput dari perhatian Pemprovsu antara lain, pariwisata. “Kita punya Danau Toba, Berastagi dan asset pariwisata lainnya tapi tidak diberi perhatian oleh Pemprovsu,” tegasnya. (ari)

Menunggak, 103 Ribu Pelanggan PLN Terancam Diputus

MEDAN- PT PLN (Persero) Cabang Medan pada akhir Desember ini akan melaksanakan Operasi Pemutusan Aliran Listrik besar-besaran terhadap 103.000 pelanggan yang memiliki tunggakan rekening listrik. Dan tindakan ini akan diterapkan PLN pada semua golongan pelanggan, tanpa terkecuali.

Menurut Manager PLN Cabang Medan Wahyu Bintoro, langkah ini diambil PLN karena dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi peningkatan jumlah tunggakan listrik hingga mencapai Rp42,1 miliar. “Selain mengganggu kondisi keuangan PLN, juga akan berpengaruh pada kemampuan PLN melayani pelanggan,” tegas Wahyu.

Menurutnya, sesuai aturan yang berlaku, pelanggan yang memiliki tunggakan rekening listrik satu bulan akan dikenai tindakan pemutusan sementara, sedangkan bagi pelanggan yang telah menunggak tiga bulan atau lebih akan dilakukan bongkar rampung. “Jika sampai aliran listrik dikenai bongkar rampung, maka pelanggan diharuskan membayar biaya penyambungan kembali disamping melunasi tunggakan listriknya terlebih dahulu bila ingin menyambung listrik lagi,” tambahnya.(ila)

Belanja Kado Natal di Menit-menit Terakhir

David Beckham

DIA mungkin adalah pesepakbola superkaya dengan gaji jutaan dolar. Namun, kemakmuran ekonomi tidak selalu membuat David Beckham menjadi sosok yang elite.  Pemain yang mengunjungi Indonesia 30 November lalu itu tetap merupakan seorang pria biasa. Pada malam Natal, ayah empat anak itu tertangkap berlarian di kawasan belanja London Timur.

Beckham ingin membelikan hadiah untuk keempat orang anaknya. Menurut sumber Daily Mail, Beckham sangat terburu-buru. Dia tidak ingin membuang waktu karena pertokoan akan tutup. Dari foto-foto yang dilansir tabloid Inggris tersebut, wajah David Beckham juga terlihat serius.

Sementara, istrinya, Victoria, sedang santai di rumahnya Beckingham Palace di Sawbridgeworth, Hertfordshire. Beckham pontang-panting berburu hadiah.

Kehadiran Beckham tentu saja sangat menarik perhatian pengunjung lain. Namun, pesepak bola berusia 36 tahun itu cuek. Dengan setelan resmi dan sepatu sepatu pantofel, Beckham sibuk mencari barang-barang incaran.
Saat tidak menemukan barang yang dimaksud, pemain yang diisukan akan berlabuh ke klub Perancis PSG itu lari ke toko lain. Pengunjung beberapa toko seperti Beckton Triangle Retail Park seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

Mantan bintang Real Madrid itu juga mengunjungi toko seperti Marks & Spencer di Cheshunt, Herts, dan Tesco. “Tetapi Beckham selalu keluar dari pertokoan tersebut dengan tangan kosong,” kata seorang pengunjung.
Meski hampir sepuluh tahun tinggal di Madrid dan Los Angeles, namun tiap kali Natal, keluarga Beckham selalu menghabiskan waktunya bersama keluarga di Inggris.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasangan chef selebriti Gordon dan Tana Ramsay selalu membikinkan kalkun untuk keluarga Beckham. Namun. tahun ini keduanya absen. Gordon memandu acara Natal bertajuk Cookaling di Channel 4. Tetapi sebelumnya, Gordon memberi Beckham sejumlah resep dan trik memasak.

Keluarga Beckham sendiri tiba di Inggris dari Los Angeles pekan lalu. Rencananya mantan pemain Manchester United itu akan menghabiskan waktu selama dua pekan di Inggris selama liburan Natal.

Perayaan tahun ini bakal spesial. Sebab inilah untuk kali pertama anak Beckham yang baru berusia lima bulan Harper Seven merayakan Natal. “Victoria sendiri sudah habis-habis mendekorasi rumahnya. Dia ingin agar perayaan Natal tahun ini menjadi sangat spesial,” begitu tulis Daily Mail. (nur/diq/jpnn)