29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14165

Laskar Tinta Tekuk PPP All Star

MEDAN- Laskar Tinta  julukan Tim Futsal Jurnalis, berhasil melumpuhkan Tim Partai Persatuan Pembangunan (PPP) All Star, dengan skor 7-6 dalam Turnamen Futsal PPP kategori Eksebisi di Lapangan Futsal Jalan Suka Teguh, Minggu (15/1) malam pukul 22.30 WIB .

Ketujuh gol Tim Futsal Jurnalis Laskar Tinta diciptakan, Jhonris  (menit ke-5, 9, 15 dan 18), Fahmi (menit ke-13 dan 30), dan Bana (menit ke-45).
Sementara keenam gol  Tim Futsal PPP All Star berhasil diciptakan Drs H Hasrul Azwar, MM (menit ke-8, 12, 32, dan 35), dan Irsal Fikri (menit ke- 6, dan 41)
Sementara itu, pada laga final lainnya, Tim Futsal Isori Medan juga berhasil menaklukkan Tim Futsal  Ligasu dengan skor 3-2.

Pada partai final itu tim Isori Medan versus tim futsal Ligasu, terlihat Kakanwil Kemenagsu Abdul Rahim, Ketua KNPI Sumut, Ketua Badan Futsal Sumut, Ketua DPC PPP Medan, Anggota DPRD Medan Ir H Ahmad Parlindungan Batubara, Anggota DPRD Sumut Ali Jabbar dan sejumlah tokoh masyarakat ikut menyaksikan pertandingan antara Isori vs Ligasu.

Atas kemanangan yang diraih, maka para pemenang  berhak mendapatkan piala dan uang  serta kain sarung.
Untuk juara I Tim Isori berhak atas hadiah Rp15 juta ditambah piala dari PPP serta kain sarung yang diserahkan oleh Kakanwil Kemenag Sumut H Abdul Rahim.

Lalu, pada juara II ditempati Tim Ligasu  dengan perolehan piala dan uang pembinaan Rp 10 juta yang diserahkan oleh Ketua KNPI Sumut.
Selanjutnya untuk Juara III diraih Tim Futsal Black Pear, berhak memperoleh hadiah Rp 5 Juta yang  diserahkan langsung oleh Anggota DPRDSU Ali Jabbar Napitupulu.  Top Score disandang Syafii dengan mengumpulkan 32 gol,  berhak atas uang Rp 3 juta yang diserahkan oleh Ketua DPC PPP Kota Medan.
Ketua Panitia Futsal H Irsal Fikri, SSos  menyebutkan, setelah Isori Medan berhasil mengkandaskan Ligasu di partai final dengan skor 3-2, maka usai sudah turnamen futsal PPP. (omi)

8 Nigel de Jong Berubah karena Figur Ayah

Tukang Jagal, Anjing Pitbull, atau Mesin Pemotong Rumput. Itu adalah beberapa julukan untuk Nigel de Jong mengacu gaya permainan kesar bahkan cenderung brutal dari gelandang bertahan Manchester City tersebut.

Lihat saja tendangan kungfu-nya kepada gelandang Spanyol Xabi Alonso di final Piala Dunia 2010, lalu mematahkan kaki gelandang Bolton Stuart Holden dan winger Newcastle United Hatem Ben Arfa.

Namun, karakter itu hanya ada di lapangan. Di luar lapangan, De Jong adalah pribadi yang manis. Dia juga seorang  family man, dan De Jong mulai merasakan transisi tersebut pada 2000. Yakni, ketika dirinya menyandang status sebagai ayah.
“Sebagai seorang ayah, Anda harus bisa mengambil mana keputusan yang tepat dan memberi contoh bagus bagi anak-anaknya, karena Anda mungkin idola mereka,” kata De Jong dalam wawancara dengan Daily Mirror.

Figur ayah sekaligus membangkitkan memori masa kecilnya. De Jong pernah sangat membenci ayahnya, Jerry, karena menceraikan ibunya, Marja, saat dirinya akan masuk akademi Ajax  (usia 9 tahun). Jerry, 47, yang pernah tiga kali membela timnas Belanda di awal dekade 1990-an itu juga pernah ketahuan mencuri dompet rekan seklubnya di MVV Maastricht.

De Jong baru bisa memaafkan perilaku ayahnya setelah bergabung City dua tahun lalu. “Saya mungkin tidak mendapat kasih sayang yang cukup darinya dan tidak memahami jalan hidupnya, tapi saya membutuhkannya sebagai ayah saya dan kakek anak saya. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya,” papar mantan pemain Hamburger SV itu.(dns/bas/jpnn)

The Reds Harus Maksimal di Anfield

LIVERPOOL-Penampilan buruk Liverpool di kandang sendiri membuat Jamie Carragher frustrasi. Carra mendesak rekan-rekan setimnya untuk mengatasi masalah ini guna mencapai target finis empat besar di akhir musim.
Liverpool kini bertengger di urutan tujuh klasemen sementara, terpaut lima angka dari Chelsea yang menduduki peringkat empat dengan perolehan 40 poin.

Memang sampai saat kini Anfield masih ‘suci’ alias belum menelan kekalahan dalam 11 laga sejak awal musim. Meski demikian, The Reds telah memetik tujuh kali imbang di mana yang terakhir tercipta skor 0-0 kala menjamu Stoke City, Sabtu (14/1).
Fakta bahwa Liverpool telah membuang 14 poin merupakan hal yang fatal. Carra yakin apabila timnya tak segera meningkatkan permainannya maka akan sulit mewujudkan ambisi finis di zona Liga Champions.

“Itu bukan hasil yang kami inginkan tapi Stoke adalah tim yang tangguh dan mereka telah membuktikan itu berulang-ulang di musim ini,” tukas bek senior Inggris itu di Sky Sports.

“Mereka memiliki pertahanan yang bagus dan sayang sekali kami tidak bisa membongkarnya. Itu adalah masalah kami di Anfield pada musim ini,” sambung Carra.

“Kami harus segera memperbaiki masalah itu sebelum akhir musim jika kami masih ingin kembai ke tempat yang kami inginkan yang itu tentu saja adalah empat teratas,” ungkapnya.

Terpisah, pelatih Stoke City Tony Pulis merasa bangga anak asuhnya dapat mencuri satu angka dari Liverpool.
“Terlepas dari performa di Sunderland dan Bolton, performa tandang kami saat ini adalah yang terbaik sejak kami promosi ke Liga Primer dan satu atau dua perubahan yang kami lakukan sejak kalah di Reebok Stadium, membawa dampak positif bagi kami,” ujar Pulis.
“Ada empat atau lima momen ketika kami berhasil memanfaatkan tim tuan rumah yang menerapkan strategi menyerang dan jika kami ingin menjadi tim yang lebih baik, kami harus memperbaiki penguasaan bola,” tuntas Pulis. (bbs/jpnn)

Tiga Pegawai di Kejatisu Dipecat

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memecat 3 orang pegawai tata usaha di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait ketidakdisiplinan.
“Sebanyak 35 orang pegawai di lingkungan kejaksaan yang bermasalah ditindak dari tahun 2010-2011 yang terdiri dari, jaksa 28 orang dan 7 orang pegawai tata usaha,” tegas Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare SH  kepada wartawan, Senin (16/1).

Menurutnya, untuk hukuman ringan sebanyak 8 orang jaksa, hukuman sedang sebanyak 12 orang dan pegawai tata usaha 4 orang.
“Sedangkan untuk hukuman berat 13 orang jaksa dan tata usaha 3 orang. Untuk jaksa-jaksa  yang bermasalah dalam haln tidak disiplin yaitu tidak masuk kerja dan melakukan tindak pidana umum,” tegasnya.

Khusus untuk kategori hukuman berat, lanjut Marcos, untuk para jaksa yang jumlahnya 13 orang ini akan diberikan sanksi berupa penurunan pangkat atau pencabutan jabatan yang dipegangnya.

“Sedangkan bagi 3 pegawai tata usaha yang masih dalam kategori hukuman berat adalah mendapatkan sanksi pemecatan dari kejaksaan,” tegasnya.(rud)

Sembuhkan Cedera, Gunakan Raket Berat

Rafael Nadal melakukan seuatu yang gila untuk menyembuhkan cedera bahu kananya. Dia berencana menggunakan raket yang lebih berat di ajang Australia Open.

Dengan raket tersebut, Rafael Nadal berharap dirinya akan memiliki kekuatan lebih dalam melakukan pukulan dan mengembalikan bola dengan lebih agresif.

“Anda tak bisa melakukan pergantian gila hanya dalam waktu sepekan. Ini hanya perubahan kecil saja. Anda tak bisa melakukan perubahan drastis dalam hidup Anda,” ujarnya sebagaimana dilansir AFP.

“Raket ini akan memberikan saya kekuatan lebih. Itu saja. Raket ini hanya lebih berat tiga gram saja. Rasanya, hal itu tidak akan terasa ketika Anda menggenggam raket. Tapi, di bagian atas, itu akan membuat perubahan besar,” sambunya lagi.

“Saya akan memberitahukan Anda apakah saya setuju dengan teori ini apa tidak. Saya mencoba melakukannya karena saya percaya hal itu akan memberikan banyak bantuan dalam aspek permainan saya,” pungkasnya.(net/jpnn)

Karateka UMSU Optimis di Piala Bakrie

MEDAN- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) optimis untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Karate Mahasiswa Bakrie Cup  tahun 2012 di Sasana Budaya Ganesha ITB Bandung, 19 hingga 23 Januari 2012 mendatang. UMSU mengirim 9 karateka untuk mengikuti even tersebut.

Wakil Rektor III UMSU HM Arifin Gultom SH di Kampus UMSU, Senin (16/1) mengatakan, UMSU mendapat undangan dari ITB Bandung untuk mengikuti even tersebut, sehingga mereka mengirim 9 karateka yang terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Atlet tersebut didampingi pelatih Takashi Hadi SH dan Ketua Kontingen Rahmat Kartolo Simanjuntak ST MT. “Atlet yang kita kirim asli mahasiswa UMSU, tidak ada atlet dari luar,” jelasnya.
Arifin Gultom mengharapkan agar atlet yang dikirim tersebut bisa menorehkan prestasi yang membanggakan. Apalagi, atlet yang dikirim tersebut rata-rata memiliki prestasi di tingkat nasional dan internasional. Bahkan, ada atlet yang telah mamastikan lolos ke PON 2012 mendatang. “Jadi, even ini adalah persiapan kematangan bagi atlet yang akan membala Sumatera Utara di PON 2012 mendatang,” jelasnya.

Gultom menilai, even ini sangat bergengsi, karena merupakan salah satu ajang seleksi untuk menghadapi Olimpiade Karate tingkat mahasiswa. “Kita berharap agar ada atlet UMSU yang terpantau dan memperkuat Indonesia di Olimpiade Karate tingkat Mahasiswa mendatang,” paparnya.
Gultom menambahkan, UMSU sudah melakukan persiapan matang dengan melakukan TC untuk menghadapi even ini. Karena itu, pihaknya berharap agar atlet dapat menjaga kesehatan, sehingga dapat bertanding dengan baik.

Sedangkan, Ketua Kontingen UMSU Rahmat Kartolo Simanjuntak ST MT mengatakan, UMSU telah siap untuk menghadapi even tersebut, karena TC telah dilakukan sejak tanggal 17 Desember 2012 lalu. “Kita sangat optimis, selain persiapan yang telah matang, atlet kita juga merupakan juara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2011 lalu dan telah memastikan lolos PON 2012,” paparnya.

Meskipun demikian, Rahmat tidak anggap remeh terhadap lawan-lawannya, khususnya Pulau Jawa, apalagi even ini merupakan yang pertama kali digelar, sehingga sangat sulit untuk membuat target.

“Tapi, kita optimis untuk meraih 3 atau 4 medali emas, karena atlet sangat antusias untuk mengikuti latihan selama ini,” ucapnya.
Sementara itu, pelatih Takashi Hadi SH mengatakan, kontingen UMSU telah melakukan TC sejak 19 Desember 2011 lalu, dengan latihan rutin tiga kali seminggu. Bahkan, pada minggu kedua Januari, para atlet latihan setiap hari. “Kita cukup yakin dengan kekuatan atlet kita pada even kali ini,” tandasnya.(jun)

Dongkrak Pariwisata, Indonesia Datangkan 36 Kapal Pesiar

JAKARTA-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkirakan bahwa industri pariwisata tetap bertahan, meski saat ini sedang dihantui krisis ekonomi di Eropa.

Untuk mendongkrak industri pariwisata Indonesia, tahun ini tercatat 36 kapal pesiar yang sudah menyatakan diri akan datang ke Indonesia sebanyak 213 kali. Bali sendiri kebagian sekitar 49 kedatangan kapal. “Bayangkan, sekali kunjungan minimal penumpangnya 1.000 orang dari berbagai negara,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar.

Dengan jumlah tersebut, target untuk kunjungan kapal pesiar ke Indonesia sudah terpenuhi. “Destinasi Indonesia sangat menarik untuk dikunjungi,” tegasnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya menyambut baik kunjungan kapal pesiar “Legend of the Seas” ke Bali. Sebab, kapal sepanjang 264 meter itu mengangkut sekitar 3.000 wisatawan mancanegara.

“Bali masih menarik untuk mereka (wisatawan asing). Dampaknya, promosi ke negara mereka bahwa Indonesia adalah negara aman dan nyaman untuk dikunjungi. Dan juga untuk perputaran ekonomi cukup besar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Kementerian Perhubungan, Kemal Heryandri mengatakan, ke depan akan ada banyak kapal pesiar jenis serupa, bahkan lebih besar yang akan bersandar ke Bali.

Menyambut itu, pihaknya pun melakukan berbagai persiapan. Salah satunya telah melakukan pendalaman dan pemotongan karang. “Kedalaman kolam akan kami tingkatkan tiap tahunnya. Tahun ini juga akan ada pemotongan karang lagi,” tuturnya.

General Manager Pelabuhan Benoa, Iwan Sabatini, mengaku pihaknya terus berbenah menyambut hal itu. “Kami berbenah untuk menyambut program pemerintah tentang MP3EI pada 2012,” pungkasnya. (net/jpnn)

Subsidi BBM Masih Tinggi

JAKARTA-Menteri ESDM Jero Wacik, mengatakan, untuk menghasilkan Bahan Bakar Premium 1 liter menghabiskan Rp8.200 termasuk pajak-pajaknya.  Padahal, premium dijual ke masyarakat hanya seharga Rp4.500 per liter.

“Artinya subsidi masih tinggi, ada Rp3.700 per liter. Kalau subdisi kena masyarakat menengah ke bawah, berarti niat pemerintah kesampaian. Tetapi, kalau kena kelompok satu lagi (menengah ke atas), itu ditegur DPR,” kata Jero, usai raker dengan Komisi VII DPR membahas masalah rencana pembatasan BBM bersubsidi di Jakarta, Senin (16/1).

Jero Wacik menegaskan, asas keadilan inilah yang harus dijaga. “Jadi harus kita atur,” katanya.

Ditambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyetujui pilihan mengurangi subsidi dengan cara menaikkan harga BBM bersubsidi. “Presiden berpesan ini semua untuk rakyat. Kita sayang rakyat. Kalau masih ada cara lain, janganlah (dinaikkan),” ungkap Jero menirukan ucapan SBY.
Karena itu, lanjut dia, pemerintah mendorong pemakaian bahan bakar gas. “Kita akan dorong gas, selain untuk penghematan juga mengurangi polusi udara.
Nah, untuk kendaraan harus dipasang konverter kit. Memang ribet, tapi manfaatnya untuk jangka panjang. Mari kita kawal kebijakan ini, tentu masih ada kekurangan. Karena harus mengerjakan hampir dua  juta mobil dengan konverter kit,” jelasnya.

Mengapa konverter kit harus diimpor, Jero Wacik menambahkan, jika semua kebutuhan konverter kit bisa dipenuhi dari dalam negeri, maka tidak akan ada kebijakan impor. Sebab, tahun ini diperlukan sekitar  44 ribu konverter kit utk CNG, 250 ribu konverter kit untuk LGV.
“Kalau bisa dibuat semuanya di sini, itu yang paling baik. Tapi, untuk sekaligus tidak bisa. Memang kita utamakan dulu dari dalam negeri. Kalau sudah keteteran baru impor,” katanya.

Jero Wacik meyakinkan bahwa konverter kit buatan dalam negeri sangat aman digunakan. Karena, sudah mendapatkan sertifikat standar SNI dan standar internasional. “Tapi, jumlahnya masih sedikit,” katanya. (boy/jpnn)

Pengusaha Sepatu Bentuk Shoes FC

MEDAN- Pengrajin sepatu, Dasman  Koto  membentuk klub bola yang diberi nama Shoes FC.

“Sesuai dengan namanya, Shoes FC sengaja saya bentuk untuk mengajak anak-anak pengrajin dan pengusaha sepatu di Kota Medan untuk mempererat hubungan silaturahmi,” tandas Dasman Koto selaku manajer tim Shoes FC tersebut kepada wartawan di Lapangan SSB Patriot Jalan Air Bersih Medan, kemarin (16/1).

Dia menjelaskan untuk sementara, pemain Shoes FC berjumlah 60 orang yang terdiri dari dua kelurahan, yakni Kelurahan Kota Matsum dan Kelurahan Bromo Medan Area.

Klub yang baru dibentuk 24 Desember 2011 ini adalah di bawah bimbingan Pelatih Patriot.

Dasman mengucapkan terimasih atas dukungan dari segenap lapisan masyarakat dan tidak terlepas dari dukungan setiap orangtua anggota klub Shoes FC yang memberikan perhatian penuh kepada klub yang baru terbentuk itu.

“Kalau masih ada yang hendak bergabun ke klub ini, silahkan menghubungi langsung kepada Dasmankoto di Jalan Amaliun Gang TK Medan,” pungkasnya. (mag-10)

Target Lima Dapat 10

PON Sumut vs PTPN 3

TANJUNG GADING: Laga terakhir Pool A Inalum Cup 2012 antara kesebelasan PON Sumut kontra PTPN 3, Senin (16/1) diwarnai hujan gol.        PON Sumut berhasil bikin 10 gol pada laga itu yang hanya mampu dua kali dibalas PTPN 3.  Dengan kemenangan telak ini, PON Sumut pun memastikan ke babak semi final sebagai juara Pool A.

Sejak awal-awal laga, PTPN 3 tampak sudah down begitu bek mereka Ari Kesuma dikartu kuning wasit di menit pertama, karena melakukan tekel berbahaya terhadap pemain PON.

Dan benar saja, pasca kartu kuning itu dalam tempo tiga menit tepatnya menit ke empat, PON Sumut berhasil unggul lewat sundulan Edy Syahputra. Gol bermula dari sepak pojok yang dikonversi olehnya menjadi gol. Skor 1-0.

Selanjutnya, serangan tentu saja masih dikuasai oleh PON Sumut yang diasuh Rudi Saari dan asisten Mardiyanto tersebut. Pada menit 11, gol spektakuler dibuat PON Sumut, lagi-lagi masih via tendangan Edy Syahputra.

Edy yang sebenarnya memiliki tendangan terkuat di kaki kanan, mencoba mengambil tendangan sudut menggunakan kaki kiri di sebelah kanan pertahanan PTPN 3. Dan, bola yang dilesakkannya berhasil membelok ke sudut kanan gawang PTPN 3 yang dikawal Andriansyah. Tendangan langsung dari corner yang menjadi gol itu menambah skor PON Sumut menjadi 2-0.

Sadar ada titik lemah di bawah mistar, pemain PON Sumut mulai ‘usil’  dengan terus menggeber serangan dari luar kotak penalti. Rupanya, gaya itu berhasil dengan baik. Hanya empat menit berselang tepatnya menit 14, PON Sumut kembali menambah pundi golnya.

Kali ini lewat aksi M Irfan yang mengeksekusi tendangan bebas dari luar kotak penalti. Irfan juga sebenarnya memiliki kekuatan di kaki kanan, namun dia melakukan tendangan bebas dengan kaki kirinya. Bola meluncur bagus dan masuk gawang Andriansyah. Skor 3-0 untuk tim yang dipersiapkan untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau itu.

Serangan masih didominasi PON Sumut. Menit 24, aksi satu dua Syafri Koto dan Edy Syahputra nyaris menambah gol. Namun bola yang dilesakkan masih bisa diamankan Andriansyah.

Tapi pada menit 29, Zulkifli kembali memaksa Andriansyah memungut bola dari gawangnya untuk kali ke empat. Tendangan menyusur tanah dari luar kotak penalti yang dilesakkannya tak mampu diantisipasi oleh  Andriansyah.

Begitulah, selanjutnya peluang demi peluang emas masih didominasi PON Sumut yang tampil perkasa. Sementara PTPN 3 tampaknya tak ada gairah untuk menang. Padahal saat melawan PSMS U-21, PTPN 3 tampil penuh percaya diri meski akhirnya kandas juga 2-1.

Meski demikian, aksi duet sayap PTPN 3 yang dimotori dua bersaudara, Johan dan Ricko Simanjuntak memang yahud. Mereka tak kenal lelah untuk mencoba memberikan perlawanan bagi lini pertahanan PON Sumut. Hingga akhirnya di menit 40 aksi sporadis yang digalang Johan berbuah penalti.
Kiper PON Sumut, Fandi Rahmadani menghentikan secara paksa terobosan Johan di kotak penalti. Wasit memberi penalti, dan yang maju jadi algojo adalah Ahmad Affandi, yang merupakan adik kandung mantan pemain PSMS Affan Lubis. Affandi yang didaulat jadi kapten pada laga itu berhasil menempatkan bola di sudut kiri gawang PON Sumut. Skor jadi 4-1 yang bertahan hingga usai laga babak pertama.

Di babak kedua, hujan turun cukup deras. Lapangan tak tergenang namun tentu saja licin. Hal itu langsung dimanfaatkan dengan baik oleh pemain PON Sumut, yang langsung menggeber serangan. Kali ini gol PON Sumut disumbangkan Syafri Koto yang memanfaatkan umpan silang Irfan. Dengan sekali heading, Syafri membawa PON Sumut unggul 5-1.

Menit 59, PON Sumut unggul lagi. M Irfan yang mencatatkan namanya untuk kali kedua setelah tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tak bisa ditahan Andriansyah. Skor bertambah jadi 6-1. Empat menit berselang gol PON Sumut lahir lagi. Kali ini lewat M Solih yang juga melakukan tembakan keras dari luar kotak penalti. Skor jadi 7-1.

Hanya satu menit berselang tepatnya menit 64, pemain pengganti Bambang Riadi menambah pundi gol PON Sumut menjadi 8-1. Mendapat bola matang, Bambang tak terkawal dan menggiring bola ke kotak penalti dengan melewati beberapa bek dan kiper.

Memasuki menit 75, Bambang kembali dapat peluang cetak gol ketika dia tak terkawal dan berhasil masuk kotak penalti PTPN 3. Namun dia memilih memberikan umpan kepada rekannya yang baru masuk, Enggrocson Silaen. Enggrocson berhasil membayar kepercayaan Bambang dengan menambah skor untuk timnya menjadi 9-1.

Asyik menyerang, PON Sumut tampak lengah di lini pertahanan. Dan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Johan Simanjuntak yang berhasil memperdaya penjaga gawang PON Sumut, Fandi Rahmadani. Ketertinggalan PTPN 3 mengecil jadi 9-2. Ketika hasil tampaknya bakal berakhir 9-2, PON Sumut rupanya masih belum puas. Menit 86, Edy Syahputra melengkapi hat-tricknya dan menggenapi skor menjadi 10-2.

Usai laga, pelatih PON Sumut Rudi Saari yang didampingi Mardianto tampak kerap melontarkan senyum tanda puas. Menurut Rudi, apa yang diperagakan anak asuhnya cukup memuaskan. “Awalnya saya memang menargetkan agar tim menang 5 gol. Ternyata anak-anak mampu melewati target dan bikin 10 gol. Ini tentu saja hasil yang bagus,” kata Rudi.

Meski puas, namun Rudi mengaku masih banyak kekurangan skuadnya. Utamanya dari segi finishing. “Penyelesaian masih kurang oke. Kalau bagus tadi sudah lebih 10 gol yang bisa kita buat. Pasti ini akan kita benahi lagi,” janji Rudi. (ful)