27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14164

Qory Lebih Memilih Layar Lebar

Setelah sukses bermain dalam Film Purple Love 2011 lalu, Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva kini tampil kembali di film ‘Mother Keder: Emakku Emang Ajaib’. Ia pun mengaku ingin fokus dalam dunia akting.

Walaupun banyak tawaran tertuju padanya, dara berdarah Aceh Ini tetap selektif dalam pemilihan jenis Film yang akan diperankanya.Dirinya tidak mau menerima tawaran untuk bermain dalam jenis film yang mengharuskan dirinya beradegan Vulgar.

‘Yang berhubungan dengan seks, saya nggak akan terima. Ada aturan yang harus saya jaga. Kalau yang berhubungan dengan edukasinya, itu nggak masalah,” kata Qory saat ditemui di FX Senayan, Jakarta.

Kedepanya wanita 21 tahun ini akan lebih mengasah kemampunya dalam berakting dengan mengikuti kegiatan teater. Saat ditanya apakah dirinya akan menerima tawaran bermain sinetron, Qory pun menjawab dengan tegas bahwa dirinya lebih memilih berakting dilayar lebar ketimbang bermain sinetron. Ia merasa tampil di sinetron striping tidak membuat aktingnya maksimal.

“Saya pengennya main film layar lebar atau FTV. Nggak mau stripping. Saya kesulitan mempertahankan naturalisasi akting. Kalau film bisa eksplore dan total,” pungkasnya. (kpl)

Ditangkap di Jakarta, Langsung Diproses di Madina

Kasus Pembakaran Basecamp dan Alat Berat PT Alam

Dua dari empat tersangka diduga pelaku pembakaran basecamp dan alat berat PT Anugrah Langkat Makmur (Alam) di Mandailing Natal segera diproses. Keduanya ditangkap pada Jumat (13/1) di rumah kos tersangka yang terletak di kawasan Komplek Buaran Baru Jakarta Timur.
“Selanjutnya kedua tersangka akan dibawa ke Madina untuk proses pengembangan penyidikan,” kata Kasubdit III Reskrimum Polda Sumut, AKBP Andry Setyawan, Jumat (13/1).

Sebelumnya dua tersangka tiba di Bandara Polonia Medan dengan maskapai Lion Air Nomor Penerbangan JT 396. Para tersangka yang pergi ke Jakarta setelah kejadian dikawal oleh beberapa petugas kepolisian dengan pakaian sipil. Para tersangka yang pergi ke Jakarta setelah kejadian dikawal oleh beberapa petugas kepolisian dengan pakaian sipil.

kedua tersangka yang diamankan yakni Izuddin Marzuki Siregar (56) merupakan pensiunan PNS, warga Jalan P Ali Basa Siregar Gang Cendana No 3, Kelurahan Timbang, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Sidimpuan. Kemudian, Zikron Batubara (46) seorang petani, warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Madina.

“Prinsipnya kami dalam hal ini memback up Polres Madina dalam melakukan pengejaran ini sehingga malam ini (Sabtu malam, lalu) kedua tersangka dibawa ke Polres Madina untuk penyelidikan lebih lanjut, untuk masalah hak-haknya dapat diperhatikan Polres Madina” ujar pria yang memakai baju kaos Police ini.

Dijelaskan perwira polisi ini, akibat perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 170 Kuhp dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. “Dalam penangkapan ini tidak ada perlawanan mereka pada prinsipnya kooperatif, ditangkap pada saat salat tahajud, itu keterangannya” terangnya.
Selain itu, masih 2 orang DPO lain yang belum ditangkap pihaknya saat ini masih dalam pengejaran.

“Dalam mengungkapkan pembakaran base camp dan alat berat PT Alam itu, kita memiliki rekaman. Berangkat dari sini, kita telah menetapkan empat orang masuk DPO dan satu orang diduga kuat sebagai penyandang dana yang kita masih terus memburunya,” kata Kasat Reskrim Polres Madina AKP Sarluman Siregar, saat dengar pendapat dengan Tim Pencari Fakta (TPF) DPRD Madina yang diketuai Ali Mutiara Rangkuti yang juga merupakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Madina, beberapa waktu lalu.

Kasat reskrim di hadapan TPF saat itu mengungkapkan, pada Rabu (14/12) sekitar pukul 12.00 WIB terjadi pembakaran dua alat berat, pembakaran base camp, pembakaran pos jaga, dan mobil Mitsubishi yang dibuang ke sungai. “Sedangkan sekitar pukul 15.00 WIB pada saat kejadian itu, warga menahan tiga orang karyawan perusahaan dan menyekapdalam satu ruangan ketiga orang itu. Mereka Martulus Manalu, Bitler Manulang, dan Romeo Siagian,” jelas Sarluman.

Dia melanjutkan, pada Jumat (16/12) dipimpin langsung oleh Kapolres Madina dengan kekuatan personel 50 orang dari Polres Madina ditambah satu pleton Brimob, masuk ke Desa Suka Makmur Muara Batang Gadis untuk pengamanan wilayah.

“Alhamdulillah masuknya kami ke desa sekitar tiga kilometer dari basecamp PT Alam tidak ada perlawanan, masyarakat sangat menerima kedatangan kami dan langsung mengadakan koordinasi dengan pak sekdes karena kades sudah lari,” imbuhnya.

Menurut Sarluman, empat orang provokator dan aktor intelektual terdiri dari Parlindungan Hasibuan, Kepala Desa Kahirun Nasution, Zikron Batubara (sudah ditangkap), Izuddin Marzuki Siregar (sudah ditangkap, dan masih ada yang diduga peyandang dana dalam pengejaran. (jon/gus/bbs)

Arumi Bachsin, Tampil Hot di Film Terbaru

Arumi Bachsin  tampil hot di film terbaru KK Dheeraj, Kafan Sundel Bolong.  “Ya emang buat peran kali ini, aku harus berani tampil seksi. Mama sempat nggak ngasih izin (ditentang). Lama berdebat, tapi setelah diberi tahu, pelan-pelan ngerti juga tuh,” ungkap Arumi.

Selama ini, film-film garapan KK Dheeraj dikenal sering mengumbar kesek­sian pemain wanitanya. Makanya Arumi sadar, begitu teken kontrak, dia harus berani beradegan seksi dan panas. Apalagi ini kali pertama dia main layar lebar setelah lama vakum.

“Mamaku paham juga. Itu kan tuntutan peran. Kalau dia membatasi semua, kan aku nggak bisa mengembangkan diri. Apalagi kerjaanku artis, ya main film juga. Mama sempat khawatir, tapi dia sendiri bilang aku harus fokus karena itu memang duniaku,” jelasnya.

Tak cuma tampil seksi, Arumi juga harus mendalami peran horor. Ingin maksimal, Arumi pun belajar banyak dari akting ratu horor Indonesia (alm) Suzanna. “Saya penggemar berat Suzanna. Banyak masyarakat Indonesia mengidolakannya. Suzanna juga pernah memerankan tokoh sundel bolong. Jadi, sebagai bentuk penghormatan saya kepada almarhumah,” paparnya. (rm)

Jamsostek Sediakan Rp50 Juta untuk Renovasi Rumah

Bunga Kredit 6 Persen, Masa Tenor 10 Tahun

JAKARTA-Bagi Anda peserta Jamsostek dan berkeinginan untuk merenovasi tempat tinggal, tak perlu pusing lagi soal biaya. Pasalnya, PT Jamsostek (Persero) akan meminjam dana untuk merenovasi rumah dengan memberikan pinjaman maksimal Rp50 juta serta bunga 6 persen.
Hal ini disampaikan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (16/1). “Pinjam uang untuk renovasi maksimal Rp50 juta,” tuturnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan program baru Jamsostek. Namun perseroan menetapkan persyaratan khusus diantaranya terdapat batas minimal gaji dari debitur yang berminat.

Anggota Jamsostek dapat meminjam dana Rp50 juta jika upahnya minimal Rp10 juta per bulan. Sementara anggota yang memiliki gaji tetap Rp5-10 juta dapat pinjaman dana sebesar Rp35 juta. “Sementara yang sampai (dibawah) Rp5 juta, dapat maksimal dana Rp20 juta. Bunga sama 6 perserta dengan tenor 10 tahun,” tambahnya.

Jamsostek bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dalam pemasaran dan penagihan. “Masuk melalui BTN. Kalau dengan program uang muka misalnya, setiap bulan bayar. Yang punya Jamsostek langsung masuk rekening Jamsostek,” imbuh Hotbonar.
Program yang sama telah berjalan tahun 2011 namun plafon kredit maksimal Rp30 juta. Sepanjang tahun lalu realisasi penyerapan kredit renovasi baru Rp5 miliar. “Target yang Rp30 juta sudah cukup banyak. Baru Rp5 miliar. Untuk yang Rp50 juta, masih proses. Belum tanda tangan,” pungkasnya. (net/jpnn)

Devisa Hasil Ekspor Wajib di Perbankan Indonesia

Perkuat Perbankan dan Ekonomi Indonesia

MEDAN- Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan lalu lintas devisa terkait dengan penerimaan devisa hasil ekspor (DHE) dan devisa penarikan utang luar negeri (DULN).  Dengan kebijakan itu, eksportir diwajibkan menerima DHE melalui bank devisa di Indonesia. Begitu juga debitor utang luar negeri diwajibkan menarik DULN melalui bank devisa di Indonesia.

Kebijakan yang mulai berlaku 2 Januari 2012 itu diyakini dapat meningkatkan kesinambungan pasokan devisa ke pasar valas domestik, sehingga ketergantungan terhadap dana jangka pendek yang bersifat spekulatif (hot money) berkurang dan nilai tukar rupiah akan lebih stabil.
Peraturan itu sesuai dengan UU No 24/1999 mengenai Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar yang mewajibkan eksportir dan debitor untuk beberapa lama menyimpan DHE dan DULN di perbankan dalam negeri dan atau mengonversi ke mata uang rupiah. Selain itu, kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas statistik ekspor, impor, utang luar negeri, neraca pembayaran, dan monitoring devisa sehingga mendukung kebijakan moneter serta kebijakan perpajakan dan kepabeanan.

Peneliti Madya Senior Bank Indonesia Muqorobin mengatakan, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) ini untuk mendapatkan data yang akurat dari ekspor, karena selama ini data untuk menanda kan bahwa itu ekspor murni atau rakitan tidak diketahui sama sekali. “Kan ada ekspor yang disini hanya rakit, tapi yang tercatat kan ekspor. Nah ini yang mau kita jalankan kebijakannya,” ujar Muqorobin, Senin (16/1) di Bank Indonesia Medan.
Selain itu, lanjutnya, dengan penyimpanan DHE ini untuk mengaktifkan pasar valuta asing di dalam negeri, memperkuat stabilitas nilai tukar dan ketahanan eksternal. Ini yang terpenting untuk memperkuat perbankan dan perekonomian Indonesia. “Kalau ekonomi nasional kuat, maka perbankan juga menjadi kuat dan sehat,” ujar Muqorobin.

Nantinya, pihak BI akan memantau jalannya kebijakan ini, dengan melihat data dari perbankan dan juga Bea Cukai. Maksimal 90 hari, eksportir sudah memasukkan dananya ke bank devisa di Indonesia. “Tidak masalah bila uang itu hanya di parkir, yang penting harus masuk dulu ke bank di Indonesia,” tambah Muqorobin.

Tapi, lanjut dia, bila eksportir tidak memasukkan uangnya ke bank di Indonesia, maka akan mendapat sangsi. Maknya diharapkan, dana yang masuk ke bank devisa di Indonesia tersebut 100 persen, kalau pun tidak mencukupi, harus ada keterangan. “Kalau berkurang sekitar 10 persen, masih ditoleransi. Tetapi kalau sudah di atas tersebut, wajib ada keterangan yang lebih lanjut,” ungkap nya.

Sekretaris Eksekutif GPEI Sumut Sofyan Subang mengatakan, untuk Sumut para eksportir yang jumahnya berkisar 500-an eksportir ini menyambut baik kebijakan ini. “Tujuannya lainnya untuk pendataan nilai ekspor, yang selama ini mendapat data dari Bea Cukai. Selain untuk kebaikan secara nasional dapat menstabilkan nilai rupiah di pasar dalam dan luar negeri. “Bagi eksportir ini tidak menjadi masalah, karena nantinya kita terima juga rupiah kan,” ujar Sofyan Subang kepada wartawan Sumut Pos.

Diakuinya, kebijakan ini bakal mempersulit perusahaan asing yang ada di Indonesia. Pasalnya, pada umumnya perusahaan asing menerima dana dari bank di luar negeri karena bunganya ringan, sekitar 4 hingga 5 persen. Sedangkan di Indonesia, bunga pinjaman berkisar 12 persen.  “Bukan masalah serius, hanya saja pasti ada dampaknya, karena perusahaan asing harus menyimpan dana ke dalam negeri. Sementara kreditnya ada di luar negeri,” tambah Sofian.

Dia bilang, perjalanan devisa ini, eksportir memberikan data bank penerima LC (Li of Credit), sedangkan bayer (pembeli) memberikan dana melalui banknya yang memberikan LC. Dari bank tersebut dikirim ke bank yang ada di Indonesia. (ram)

Kapolresta Medan Terkejut Geng Motor Beraksi Lagi

MEDAN-Apa reaksi orang nomor satu di jajaran polisi di Kota Medan ketika tahu geng motor beraksi lagi? Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga langsung  terkejut. Tagam pun menyuruh ajudannya untuk mengeceknya.

“Tanya sama kanit atau kapolsek masalah geng motor yang terjadi minggu dini hari di Jalan Menteng 7,” ujar Kombes Pol Tagam Sinaga kepada ajudannya, saat ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi Masalah Pertanahan di depan Aula Kamtibmas Polda Sumut, Senin (16/1).

Disinggung masalah penindakan terhadap geng motor, Tagam mengaku mendapat bantuan 150 personel dari Polda Sumut.
“Yang menjadi target kita jalan-jalan atau tempat nongkrong yang kerap dijadikan tempat kumpul kawanan geng motor,” ujar Tagam. (mag-5)

M Fauzy Juara Umum

Sibiru-biru Super Grasstrack 2012

MEDAN- M Fauzy perkasa tampil sebagai Juara Umum pada Sibiru-biru Super Grasstrack 2012 yang digelar Speed’er Motor Sport Indonesia di Kecamatan Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang, Minggu (15/1).

M Fauzy yang mengusung bendera KRT Kuala Namu Racing mendapat perlawanan dari D Koko (Kuala). Persaingan pun begitu sengit sejak Sabtu (14/1). Hingga akhirnya M Fauzy menutup lomba dengan mengumpulkan total 47 poin. D Koko (Kuala) sendiri harus puas dengan 45 poin.

Hasil ini disambut baik oleh Abdullah, Manajer KRT Kuala Namu Racing. Ia meminta M Fauzy tetap berlatih serius dan meningkatkan kualitasnya agar menjadi pembalap handal ke depan. “Ini hasil yang memuaskan, padahal KRT Kuala Namu hanya menurunkan dua pembalap di kejuaraan ini. Ini sekaligus persiapan untuk mengikuti Kejurda,” jelas Abdullah.

Dirinya bertekad melahirkan pembalap grasstrack berkualitas dan handal dari Deli Serdang sekaligus ikut mendukung pembinaan IMI Sumut untuk melahirkan pembalap-pembalap yang bisa mengharumkan nama Sumut ke depan.

“Saya yakin ke depan akan lahir pembalap-pembalap grasstrack yang handal dari Sumut ini,” jelasnya.

Gunawan MC, selaku panitia mengatakan bahwa kejuaraan yang diikuti 131 starter ini memperlihatkan bibit-bibit handal pembalap grasstrack semakin berkembang. Dibuktikan dengan tampilnya M Fauzy dari KRT Kuala Namu Racing sebagai Juara Umum di Sibiru-biru Super Grasstrack 2012. Sedangkan di kelas junior tampil sebagai juara umum Robby Nasution (ABR) dengan 47 poin. Dan kelas Pemula, juara umum diraih Solihin (Ahmad H) dengan 45 poin.
“Kejuaraan ini membina sekaligus mengasah mental dan kualitas para pembalap grasstrack di daerah ini,” tukasnya. (jul)

Peterhansel Juara Reli Dakar

Gelar ke-10

LIMA- Setelah mengikuti stage demi stage, akhirnya Pereli Prancis, Stephane Peterhansel berhasil menyabet gelar juara usai memenangi klasemen hingga stage terakhir lomba. Ini adalah gelar Peterhansel ke-10 di ajang Reli Dakar.

Peterhansel sebelumnya telah memenangi tiga titel di kategori mobil dan enam di kategori motor. Namun, ini adalah titel pertamanya pengendara Mini tersebut sejak lomba dipindahkan ke Amerika Selatan pada 2009 silam.

Dikutip dari AFP, Peterhansel menyelesaikan stage terakhir yang berjarak 29 kilometer dari Pisco ke Lima, Peru, Minggu (15/1) dengan catatan waktu 25 menit 55 detik.

Sedangkan lomba ini sendiri dimenangi oleh rekan se-tim Peterhansel, Robby Gordon dengan 22 menit 43 detik diikuti Ricardo Leal dos Santos dengan selisih 21 detik dan Kryztof Holowczyc dengan selisih 38 detik.

Hasil itu membuat Peterhansel memuncaki klasemen akhir dengan total waktu 38 jam 54 menit 46 detik. Pereli Spanyol, Nani Roma di posisi runner-up dan Giniel de Villiers menempati peringkat ketiga.

Di kategori motor, Cyril Despres tampil sebagai kampiun usai mencatatkan waktu total 43 jam 28 menit 11 detik setelah menyelesaikan stage terakhir di urutan ke-10.

Nasib malang justru menimpa Marc Coma yang harus puas menjadi runner-up usai mengalami masalah gearbox kendati sukses finis kedua dengan 23 menit 34 detik di bawah juara stage, Pal Anders Unllevalseter.

Helder Rodrigues melengkapi podium setelah finis di urutan delapan dengan waktu tiga menit 41 detik di belakang Ullevalseter.
Sedangkan di kategori truk, Gerard De Rooy tampil sebagai jawara setelah menyelesaikan stage lomba terakhir di posisi keenam. Pengendara Iveco itu memenangi klasemen dengan total waktu 45 menit 20 menit 47 detik.

Kompatriotnya Hans Stacey tampil sebagai juara kedua setelah mengakhiri balapan terakhir di posisi ketiga. Posisi ketiga dihuni pereli Kazakhstan, Artur Ardavichus yang menyelesaikan lomba dengan posisi kelima.

Pereli Italia yang juga mengendari Iveco, Miki Miasion memenangi stage dengan 27 menit 22 detik lebih cepat 1 menit 26 detik dari Ilgrizar Mardeev. (net/jpnn)

SSB Kurnia Juara

Festival HUT Rajawali Ke-III U-14

MEDAN- Sekolah Sepak Bola (SSB) Kurnia A Medan Berhasil menjadi juara Festival  sepak bola U-14. Hal itu diraih setelah  Kurnia mengalahkan SSB Generasi Kosek dengan skor 2-0, di Lapangan SSB Rajawali Jalan Swasa Raya Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Minggu (15/1).
Kedua gol  SSB Kurnia A Medan berhasil diciptakan Muhammad Jodi pada menit ke-15 dan Hafizal di menit ke- 25. Atas kemenangan itu, Ketua SSB Kurnia A Medan Sumantraji SH mengaku bangga melihat anak-anak asuhannya dapat meraih juara dalam Festival Sepak Bola U-14 itu.

“Keikutsertaan dalam mengikuti festival sepak bola U-14 di SSB Rajawali merupkan try out. Pasalnya, tim tersebut dalam waktu dekat ini akan mengikuti kompetisi sepak bola ASSBI Under 16 tahun pada 4-8 April di Medan,” bilangnya.
Untuk itu Sumantraji berharap anak-anak yang telah meraih juara ini jangan merasa bangga dulu. Pasalnya, masih banyak festival sepak bola yang akan dilakoni.

Hal senada juga diungkapkan Pelatih Yunus Saragih. Dia bilang di awal pertandingan final, anak-anak asuhannya telah menunjukkan permain yang sangat baik. Itu terlihat dari kerjasama yang dibentuk dan operan bola.

“Terpenting saya selalu ingatkan kepada anak-anak, untuk selalu bekerjsama dalam tim. Tanpa kerjasama dalam tim, sulit untuk meraih kemenangan,” ungkap Yunus.

Lebih lanjut Yunus berharap kepada anak-anak asuhnya untuk selalu giat mengikuti latihan.
Pasalnya dengan mengikuti latihan, anak-anak mampu menjadi pemain sepak bola yang andal di arena lapangan menghadapi sang lawan.
Sementara itu pada peringkat ketiga berhasil ditempati oleh SSB Medan Utara setelah mengalahkan SSB Surya Putra Marindal dengan hasil akhir 3-1.
Lalu, untuk pemain terbaiknya di U-14 disandang Dimas Satria Roja dari SSB Bumi Serdang Damai (BSD) serta penjaga gawang terbaik diraih Andy Prayoga dari SSB Karisma.

Ada pun para pemain SSB Kurnia A U-14 adalah Rio Angga Pratama, Rahmat, Rio Darma, Fachrul Reza, Rahmad Budi Setiawan, Dedi S, Fajar, Tanezn Prakas, Reza Surya, Ramadhani, Muhammad Syahputra, Rinaldi, dan Indra Irawan.(omi)

Arsenal Kalah, tak Masuk Akal

SWANSEA – Kans Arsenal menjuarai Premier League musim ini bisa dipastikan tertutup setelah mereka menyerah 2-3 di kandang Swansea. Arsene Wenger menyalahkan pertahanan timnya yang buruk dan keputusan wasit yang keliru.

Wenger menilai keputusan wasit Michael Oliver yang memberikan penalti yang akhirnya menjadi gol pertama Swansea adalah salah besar. Menurutnya, benturan antara Aaron Ramsey kepada Nathan Dyer seharusnya tidak perlu sampai dihukum penalti.

Sang Profesor semakin frustrasi melihat fakta bahwa dengan pengalaman yang ada, para pemainnya justru seakan mengulangi kesalahan yang sama sewaktu melawat ke kandang Fulham awal bulan ini.

“Saya masih belum bisa mengerti kenapa wasit memutuskan penalti. Pertahanan kami juga membuat beberapa kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan,” kata Wenger seperti dikutip BBC, Senin (16/1).

“Ketika kedudukan 2-2, kami tahu bisa mencetak gol ketiga. Tapi di laga terakhir kami membuat kesalahan yang sulit dijelaskan. Tak bisa dipercaya, apa yang terjadi di Fulham terjadi lagi di sini,” jelas Wenger.

“Kami kalah karena yang kami hadapi adalah tim bagus, kami tak beruntung dihukum penalti yang seharusnya bukan penalti, dan kami juga membuat kesalahan. Bagi tim dengan pengalaman dan ambisi seperti kami, kekalahan ini sulit dijelaskan,” tutur Wenger.
Sementara itu di tempat terpisah pelatih Swansea Brendan Rogers, mengungkapkan kunci kemenangan anak asuhnya saat menghadapi Swansea adalah respon pemain yang sangat luar biasa.

“Petualangan selama 18 bulan belakangan. Sungguh luar biasa sehingga mampu mengalahkan klub dan manajer top jelas fantastis,” kata Rodgers seperti dikutip Sky Sports, Senin (16/1).

“Kami tidak memulai dengan baik. Pertahanan kami tidak dalam performa terbaiknya. Tapi respon kami setelah tertinggal luar biasa. Seperti saya bilang, terkadang kami membuat kesalahan, tapi saya punya keyakinan sangat kuat bahwa mereka mampu bermain dan mengumpan bahkan melawan tim terbaik sekalipun. Para pemain menunjukkan keberanian luar biasa dalam melakukan umpan,” tandas Rodgers.
“Pemain tampil luar biasa hari ini. Saya sangat, sangat bangga,” tegas pelatih asal Irlandia Utara berusia 38 tahun tersebut. (bbs/jpnn)