24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 14166

Poldasu Diminta Serius Usut Kasus Kadishut Tapsel

MEDAN- Pasca ditetapkannya status tersangka kepada Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahgiman Siregar bersama Herry Gusman. Hingga kini, Syahgiman masih berkeliaran. Melihat itu, puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Rakyat Peduli Tapsel mendesak Poldasu segera menahan Kadishut tersebut. Desakan mahasiswa itu disampaikan langsung di Mapoldasu saat menggelar unjuk rasa damai, Jumat (9/12). Dalam tuntutannya, mahasiswa menyebutkan Kadishut tersebut membantu Herry Gusman mencuri dan menggelapkan kayu milik PT Panei Lika Sejahtera (PLS).

Akibatnya, perusahaan tersebut rugi miliaran rupiah. “Bapak Kapoldasu yang terhormat, kami minta jangan jangan bermain-main dengan kasus ini, karena ini kasus serius,” sebut pengunjuk rasa. Pada kesempatan itu, massa juga meminta Kapoldasu untuk segera menahan Syahgiman Siregar. Pasalnya, pria yang kerap mengenakan kaca mata itu sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit II Harta Benda Tanah dan Bangunan (Harda Tahbang) Dit Reskrimum Poldasu.

Puluhan mahasiswa itu menyebutkan, Syahgiman Siregar merupakan aktor dibalik rusaknya hutan Tapsel. Bahkan, selama ini ada dugaan tersangka Syahgima.

Gudang Sekolah Taman Siswa Terbakar

MEDAN- Gudang tempat penyimpanan kayu dan material bagunan di Sekolah SMP Yayasan Taman siswa Jalan Tilak Medan nyaris musnah terbakar, Jumat (9/12) siang pukul 13.00 WIB.

Beruntung api yang membakar gudang itu tidak sampai merembet ke bangunan lain. Kebakaran ini pertama kali diketahui Rumadi yang juga pegawai tata usaha sekolah tersebut. Namun dia tidak tahu dari mana asal api.

Tiba-tiba asap mengepul dari gudang penyimpanan kayu yang ada di lantai III Sekolah. Beruntung saat kejadian tersebut tidak ada kegiatan belajar- mengajar di dalam sekolah.

“Tidak tahu dari mana asal api, saya lihat sudah banyak asap yang ngempul dari lantai II, saya mencoba mencari bantuan untuk memadami api,” ungkapnya. Selanjutnya Rumadi dibantu beberapa orang warga mencoba memadamkan api dengan mempergunakan alat seadanya dan melaporkan kejadian itu ke Kepala Sekolah SMP Taman Siswa Muhammad Marzuki. Selanjutnya dia menghubungi pemadam kebakaran untuk memadamkan api. (gus)

Vaksin Polio Tersedia, Balita Bisa Diimunisasi

LUBUK PAKAM- Setelah dinyatakan kekosong vaksin polio di Sumut, Dinas Kesehatan Deli Serdang akhirnya mengumumkan vaksin tersebut sudah kembali terisi dan bisa digunakan. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Deli Serdang, Nisrjudin, Jumat (9/12). “Stok vaksin polio sudah tersedia.

Memang sempat kosong, tapi saat ini sudah tersedia kembali. ibu ibu dipersilahkan membawa balitanya ke Posyandu untuk imunisasi,”ucapnya. Dia mengakui, kekosong vaksin di Deli Serdang dikarenakan jatah dari Dinkes Provinsi terlambat datang. Sehingga, memaksa petugas posyandu tidak melakukan vaksinasi polio tehadap balita.

Padahal, seharusnya balita wajib mendapat vaksinasi untuk mencegah tertularnya penyakit polio. “Sekarang ini kami ingatkan kepada kaum ibu-ibu agar membawa anak-anaknya untuk divaksin polio di Posyandu, karena vaksin itu penting,”imbaunya Lebih lanjut, dia menyebutkan kebutuhan vaksin polio di Deli Serdang sebanyak 24000 piar (botol obat) atau 2000 piar perbulannya. Tapi, karena stok di Dinkes Provinsi kosong membuat stok di Dinas Kesehatan Deli Serdang juga ikut kosong. Pasalnya vaksin itu cara pengambilanya sebulan sekali. (btr)

Pegunungan di Sumut Rawan Longsor

MEDAN- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan mengimbau bagi warga yang berada di wilayah pegunungan dan Pantai Barat untuk tetap mengantisipasi terjadinya banjir dan longsor. Karena hujan semakin rutin terjadi hingga awal Januari mendatang. Imbauan itu disampaikan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Wilayah I Bandara Polonia Medan, Hartanto di ruang kerjanya, Jumat (9/12).

Menurut dia, hujan dan cuaca berawan secara merata akan terjadi di wilayah pantai barat dan pegunungan di Sumut. “Tapi, suhu udara 31 derajat celcius di Pantai Timur dan Medan. Walaupun dikategorikan ringan tapi warga harus antisipasi,” paparnya. Sementara itu, khususnya untuk penerbangan, sejauh ini penerbangan masih aman. Tapi, bagi nelayan di Pantai Timur-Selat Malaka sebaiknya mengantisipasi cuaca buruk. Kemudian, cuaca buruk di Pantai Barat biasanya terjadi dari malam hingga pagi harinya.(jon)

Tiap Hari Dipukuli Suami

GARA-GARA dituduh selingkuh, Ummi Kalsum (21), warga Jalan Mega, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Sunggal, setiap hari dipukuli suaminya.

Tak tahan diperlakukan begitu, dia pun mengadu suaminya Ismanto (28), ke Polsekta Sunggal, kemarin (8/12). Dengan menggendong anaknya yang masih berusia 1 tahun, Ummi langsung mengungkapkan kekesalannya kepada petugas jaga di Mapolsekta Sunggal. “Bukan sekali ini saja aku dipukulinya Pak. Pokoknya aku mau melaporkan dia (Ismanto, Red), karena setiap hari aku dipukulinya,” kata Ummi kepada petugas. Tak sampai di situ, Ummi terus mengoceh untuk meluapkan kekesalannya atas perbuatan suaminya itu. Mendengar Ummi yang terus mengoceh, petugas pun sempat kebingungungan. Lantas, petugas itu pun menyuruh Ummi masuk ke ruang pemeriksaan untuk dimintai keterangan. Dengan nafas terengah-engah, Ummi menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Menurut ibu muda ini, siang itu dia berada di rumah kakaknya yang tidak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba Ismanto datang dan menyuruhnya pulang. Awalnya Ummi menolak, karena dia takut disiksa suaminya itu. Karena menolak, Ismanto pun memaksanya dan menyeret Ummi dari rumah kakaknya yang berjarak 200 meter dari rumah mereka.

Sesampainya di rumah, Ismanto langsung memukulinya dengan gagang sapu. Rambut Ummi pun dijambak dan kepalanya dibenturkan ke dinding rumah. Akibatnya, bibir dan jidat Ummi berdarah. Untungnya Ummi berhasil melarikan diri dengan membawa anak semata wayangnya. Dengan menumpang becak, Ummi pun mendatangi Polsekta Sunggal.

“Tolonglah Pak, tangkap segera suami ku itu, sudah ikhlas aku kalau dia di penjara. Aku pun akan segera minta cerai,” katanya sambil mengusap air matanya. “Dia kerjaannya cuma mabuk-mabukan dan main judi saja. Dia cemburu buta, aku dituduhnya selingkuh, makanya dia memukuliku,” ucapnya. Selanjutnya, petugas meminta Ummi untuk melakukan visum. Dengan mengendarai becak, Ummi pun pergi ke RSU Bina Kasih Jalan tak jauh dari Mapolsekta Sunggal untuk divisum. (ris/smg)

KO, Petinju Rusia Tewas

MOSKOW- Untuk ke sekian kali kabar duka beredar dari ring tinju. Petinju kelas berat ringan asal Rusia, Roman Simakov tewas setelah kalah KO dari lawannya Sergei Kovalev dalam duel memperebutkan gelar WBC Asian Boxing Council di Moscow Senin (5/12) lalu. Simakov tak langsung tewas. Ia sempat mendapatkan perawatan selama tiga hari. Simakov menghembuskan nafas terakhirnya Kamis (8/12) karena mengalami cedera di otaknya.

Tragedi bermula pada ronde keenam. Simakov mencium kanvas pada ronde itu. Sempat bisa melanjutkan pertarungan, Simakov kemudian mendapat serangkaian pukulan di kepala dan akhirnya terjerembab di ronde ketujuh. Simakov kemudian mesti ditandu meninggalkan ring dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Di sana petinju berusia 27 tahun tersebut mendapatkan operasi otak tetapi tidak kunjung siuman.

Simakov akhirnya dinyatakan tutup usia. “Saya hanya bisa bilang kalau penyelidikan mengenai kematiannya sedang dilakukan,” ujar ofisial RBF Igor Maruzov kepada media lokal, seperti dikutip Reuters. Ironisnya, kekalahan yang menewaskan dirinya merupakan KO pertama untuk Simakov yang rekor pertarungannya kini terhenti abadi di angka 19 kali menang (KO 9), 2 kali kalah, dan 1 kali imbang.

“Tujuanku adalah mengalahkan Simakov dalam bertinju, tidak perlu sampai membuatnya KO,” aku Kovalev yang menjadi lawan terakhir Simakov, seolah tak percaya dengan tragedi itu. “Tetapi setelah ronde keempat, aku melihat ada yang salah dengan Simakov. Aku yakin pukulan terakhirku tidak sekuat pukulan sebelum nya,” pungkas Kovalev. (bbs/jpnn)

Johar Akui Rekomendasi Pencoretan Persipura

JAKARTA – PSSI akhirnya mengaku mengirimkan surat rekomendasi pencoretan Persipura dari Liga Champions Asia (LCA). Kepada wartawan di Hotel Sultan kemarin sore (9/12), ketum PSSI Djohar Arifin Husin mengakui PSSI telah mengirimkan surat rekomendasi pencoretan Persipura dari LCA. “Tapi surat itu dibuat lewat proses yang panjang. Sebenarnya, kami sudah mengantar formulir langsung ke Jayapura dan kami sudah mendaftarkan Persipura. Tapi karena mereka tidak menggelar pertandingan melawan Arema, jadi kami terpaksa mengirim surat yang menyatakan Persipura tidak ikut LCA,” jelas Djohar.

Dalam konsultasi dengan AFC pada 21-23 November, Djohar menyatakan bahwa PSSI harus menyerahkan daftar peserta kompetisi ke AFC. Selain itu, Djohar juga mengklaim bahwa AFC mengatakan bahwa klub yang tidak ambil bagian dalam kompetisi resmi PSSI atau Indonesia Premier League tidak bisa berlaga di LCA. Pernyataan Djohar itu mengonfirmasikan soal jawaban dari departemen media AFC yang menyebutkan bahwa Persipura dicoret dari ACL lantaran rekomendasi PSSI. AFC juga mengatakan bahwa mereka masih menunggu laporan resmi dari PSSI soal penyelenggaraan Indonesian Super League (ISL). Dikonfirmasi tentang hal tersebut, Djohar mengatakan bahwa PSSI masih berharap klub-klub ISL kembali ke jalan yang benar.

“Ini rumah kita semua. Kalau kita laporkan, berapa yang jadi korban? Jika berdasarkan emosi, kita kirim saja laporan. Kami masih berharap mereka kembali. Apalagi banyak pemain timnas di klub ISL,” bebernya. Sementara itu, pendukung Persipura melakukan demo di depan kantor PSSI Kamis lalu (8/12) dan kemarin. Mereka meminta pertanggung jawaban PSSI terkait dengan gagalnya Persipura ikut dalam LCA 2012. Ratusan suporter Persipura menggelar aksi damai. Mereka secara bergantian melakukan orasi di depan Kantor PSSI. Sayangnya tidak ada satu pun pengurus PSSI yang hadir, bahkan pintu kantor PSSI tertutup rapat. Para pengunjuk rasa ini meminta PSSI menjelaskan alasan mengapa Persipura dicoret dari keikutsertaan LCA musim ini.

Mereka mengaku datang untuk mengugah naluri para pengurus PSSI yang dinilai sangat berperan dalam proses pencoretan tersebut. “Mengapa Persipura harus di coret. Persoalaannya apa? Berlaga di LCA merupakan hak Persipura sebagai juara Liga Indonesia musim lalu. Ini tidak hubungannya dengan keikutsertaan Persipura di liga saat ini kan. Sebaiknya kan kalau ada persoalan mari kita duduk bersama,” ungkap suporter Persipura Jakarta, Dorus Wakum. Para pendukung Persipura itu dating dengan membawa beragam spanduk yang isinya menghujat pengurus PSSI. (ali/ko/jpnn)

Fariz, Dari Karate ke Senam

MEDAN-Saat ini tak perlu lagi merasa heran jika melihat seorang mencapai prestasi puncak, namun prestasinya itu justru sama sekali diluar apa yang telah direncanakannya. Setidaknya itu yang dialami oleh M Fariz Nasution Atlit kelahiran 07 Juli 1987 di Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun ini mengatakan bahwa dirinya sudah cukup lama menggeluti cabang senam, tepatnya sejak dirinya menduduki kelas 2 SMP. Padahal, masih menurutnya, diawal ketertarikannya menggeluti cabamg olahraga, karate justru menjadi pilihan pertamanya.

“Saya sangat suka sekali melihat aksi bintang film action. Itu menginspirasi saya untuk menggeluti olahraga karate,” kenang Fariz. Melihat besarnya minat Fariz untuk menggeluti karate, sang ayah Ibnu Nazib Nasution mendukungnya dan menyarankan sang buah hati untuk mengajaka tetangganya untuk berlatih juga. Sayangnya, ketika Fariz mendatangi tempat latihan karate yang dituju, dirinya mendapati fakta bahwa tempat berlatih karate yang ada di aula senam jalan Jefta Hutabarat sudah tutup.

Tak mendapati apa yang diinginkannya, Fariz pun melihat-lihat aksi para pesenam yang beraltih di aula tadi. Tanpa sadar dirinya menyukai dan tertarik untuk menekuni senam. Sejak saat itu Fariz pun secara rutin mengikuti latihan senam.

Melihat bakat yang dimiliki Fariz, para pelatih menganjrkannay untuk melanjutkan sekolahnya ke SMP Ragunan sehingga tak mengganggu program latihan. Prestasi perdana Fariz adalah sebagai runner- up untuk nomor palang sejajar pada Popnas tahun 2000-an di Palembang. Selanjutnya setelah lolos di Pelatnas dirinya juga pernah mengikuti seleknas persiapan Sea-Games yang diadakan di Hanoi. Selain itu Fariz pun sukses meraih medali emas pada Popnas tahun 2008. Selanjutnya beragam gelar diraih Fariz diantaranya Kejuaraan Seac Gon tahun 2005 di Singapura serta seabrek prestasti tingkat nasional lainnya. (mag-10)

650 Prajurit Yonif 122/TS Jaga Perbatasan RI-PNG

SIANTAR- Sebanyak 650 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 122 Tombak Sakti Pematangsiantar diberangkatkan untuk Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini di Papua. Kepergian prajurit ditandai dengan upacara pemberangkatan di Lapangan Apel Mako Yonif 122/TS, Jumat (9/12).

Komandan Brigadir Infanteri (Brigif) 7 Rimba Raya sekaligus komandan upacara, Kolonel Inf Syafrudin dalam amanatnya mengatakan, ada tiga wilayah perbatasan yang rawan keamanan dan harus dilakukan pengamanan. Di antaranya perbatasan Kalimantan dengan Malaysia, NTB dengan Timor Leste dan Papua dengan PNG. “Kini yang paling rawan adalah perbatasan di Papua yang sarat ancaman. Bukan hanya masalah patok batas wilayah, di sana ada kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Terlebih mereka menganggap TNIPolri menghalangi niat mereka untuk memisahkan diri,” katanya. Untuk itu kepada prajurit harus menjaga kehormatan dan harga diri Republik Indonesia, TNI, Kodam I/BB dan Yonif 122/TS. Bekali diri dengan keimanan dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta adakan pendekatan dengan penduduk asli Papua.

“Prajurit diharapkan bisa membina warga asli Papua. Jangan ada tebang pilih antara warga pendatang dengan penduduk asli. Jadilah contoh yang taat akan hukum dan terhindar dari perbuatan tidak terpuji serta jangan pernah ragu melaksanakan tugas,” tegasnya. Syafrudin menambahkan daerah operasi yang dituju adalah kawasan yang penuh kekerasan. Prajurit dituntut bertugas dengan disiplin tinggi, bisa menghindari segala macam godaan dan mampu mengatasi tantangan. “Dalam beberapa kasus, ada prajurit yang terkena virus HIV usai bertugas dari sana, Kita harus hindari itu semua. Tindakan apapun yang dilakukan, harus mendapat izin dan lapor pimpinan,” tukasnya. Sementara Komandan Yonif 122/TS Letkol Inf Martin Susilo Martopo Turnip kepada METRO (Grup Sumut Pos) mengatakan, masa tugas operasi pengamanan perbatasan ini berlangsung selama delapan bulan hingga satu tahun. “Saya sendiri yang memimpin dan menjadi Komandan Satgas yang membawa para prajurit ke perbatasan. Idealnya, masa tugas berlangsung selama delapan bulan, namun bisa saja berkurang atau bahkan lebih,” katanya. Waktu keberangkatan bisa sampai 10 hari dengan menumpang kapal laut dari Belawan dan akan transit di beberapa kota “Keberangkatan akan dilepas Pangdam I/BB besok (hari ini, red) di Pelabuhan Belawan. Kita berharap mampu melaksanakan tugas negara dengan sebaikbaiknya.

Selalu dalam lindungan tuhan,sehat selalu dan selamat sampai kembali ke sini,” ungkap Turnip. Sebelumnya, upacara pemberangkatan diisi dengan pemeriksaan kesiapan pasukan terakhir oleh Dan Brigif/7 Rimba Raya, diiringi salam kesiagaan pasukan. Di hari yang sama, Danrem 022/ PT Kolonel Inf Karsiyanto melalui Kasi Ops Letkol Inf EH. Limbong menutup latihan uji tempur tingkat kompi Yonif 126 Kala Cakti di Lapangan Tanjung Dolok, Aek Natolu. Dalam amanatnya, Danrem 022/PT mengatakan, agar kemampuan yang telah diperoleh selama latihan Uji Siap Tempur terus dipelihara dan ditingkatkan. Dengan demikian Kompi Yonif 126/KC tetap memiliki kesiapan tempur sesuai standarisasi kemampuan yang telah ditentukan. Danrem 022/PT juga meminta Danyonif 126/KC, untuk mengevaluasi berbagai kelemahan yang dihadapi selama latihan, baik menyangkut kesiapan peralatan tempur, maupun kemahiran taktis dan teknis melalui upaya Binsat. Sebagai prajurit TNI, diminta dapat merespon dan mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi, serta dituntut memiliki kemampuan dan keterampilan yang handal sehingga layak dikategorikan profesional. Metodologi untuk mewujudkan tuntutan tersebut hanya dapat dicapai denganmenumbuhkanbudayabekerja, belajar dan berlatih. (hez/smg)

Pemain PSMS Kunjungi SSB Patriot

MEDAN-Sejumlah pemain PSMS Medan yang tampil di Indonesian Super League (ISL) musim 2011-2012 menyempatkan diri mengunjungi SSB Patriot di Lapangan Jl Air Bersih Medan, Jumat (9/12) sore. Kehadiran mantan kiper Timnas Indonesia, Markus Horison cs tidak lain untuk memberikan motivasi kepada para pemain sepakbola muda binaan Drs Hendra DS itu. Ini kali pertama skuad asuhan Raja Isa mengunjungi SSB dan berbaur dengan para pendukung.

Selain Markus, turut serta pelatih Rajah Isa dan empat pemain asing Ayam Kinantan, yakni Ikpefua Osas M Saha, Luis Alejandro Pena, Sasa Zecevic, dan Inkyun Oh. Tampak juga bintang lokal Zulkarnaen dan Novi Hendriawan. Meski singkat, dalam kunjungan sore itu setiap pemain, termasuk legiun asing, bersedia memberikan kata-kata motivasi. Intinya, para pemain ingin anak-anak SSB Patriot serius dan gigih dalam berlatih jika ingin menjadi pemain hebat.

“Jangan pernah bosan berlatih, kalian harus selalu merasa enjoy main bola dalam kondisi apapun,” ucap Sasa yang asal Serbia itu. Hal senada diungkapkan Inkyun Oh, pemain asal Korsel ini berpesan kepada siswa SSB Patriot untuk berlatih dengan serius. Dia juga mengingatkan para pemain untuk menjaga pola makan yang baik dan tidak merokok di usia muda. Markus Horison tak ketinggalan memberikan motivasi. Menurut Markus, bermain bola jangan pernah melupakan sekolah. Kunci menjadi pemain hebat adalah kerja keras, baik dalam berlatih maupun saat bertanding. Lain halnya dengan pelatih Raja Isa yang menekankan kepada para pemain muda SSB Patriot untuk selalu dekat dengan bola.

“Kalau bisa saat kalian makan dan tidur, bola ada bersama kalian. Intinya, jangan pernah jauh dari bola kalau mau jadi pemain hebat,” ucap pelatih asal Malaysia itu. Ketua Umum SSB Patriot, Drs Hendra DS, berharap kehadiran para punggara PSMS Medan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SSB Patriot dalam menggapai mimpi menjadi pemain hebat.

“Kami mengucapikan terimakasih kepada Markus dan kawan-kawan, termasuk juga pelatih Raja Isa yang sudah meluangkan waktu mengunjungi SSB Patriot. Meski hanya sesaat, saya yakin kehadiran para pemain telah meninggalkan kesan tersendiri bagi anak-anak,” pungkas Hendra yang juga Manajer Operasional Tim PSMS. (jun)