24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 14167

RD Ancam Tinggalkan Timnas

JAKARTA – Dilarangnya pemain yang berkompetisi di liga yang tidak diakui PSSI untuk bergabung dengan timnas sangat merugikan siapa pun yang menjadi pelatih. Sebab, dia tidak bisa memilih pemain terbaik di Indonesia. Apalagi, fakta menunjukkan bahwa mayoritas pemain timnas senior dan U-23 berasal dari Indonesia Super League (ISL), kompetisi yang tidak diakui PSSI.

Kabarnya, akibat adanya larangan itu, pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan segera mengundurkan diri dari timnas. Dia memilih menerima tawaran menjadi pelatih di salah satu klub ISL. Sebab, RD (sapaan Rahmad Darmawan) tidak mau dibatasi dalam membentuk skuad terbaik di timnas Merah Putih. “Sabar ya, Mas. Saya masih ingin istirahat. Senin atau Selasa ya (jawabannya, Red)”. Demikian SMS balasan yang dikirimkan Rahmad kepada Jawa Pos kemarin (9/12).”

Sementara itu, kepada wartawan di Hotel Sultan kemarin sore, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengungkapkan bahwa pembangunan kembali timnas Indonesia akan dipimpin pelatih Wim Rijsbergen. PSSI akan mencari pemain-pemain baru untuk menghadapi pertandingan internasional yang masuk dalam agenda timnas Merah Putih berikutnya.

“Kami akan rapat minggu depan dengan seluruh pelatih soal bagaimana model yang kita inginkan di timnas ke depan. Tugas mereka bukan hanya untuk timnas, tapi juga upgrade pemain,” ujarnya. Menurut Djohar, Wim tetap akan dipertahankan sebagai pelatih timnas senior meski rapornya merah. Johar menjelaskan, Wim akan memandu program pengembangan pemain di Indonesia. (ali/c9/aww/jpnn)

Sekdaprovsu Dukung Liga Futsal SIWO

MEDAN- Pemprovsu menyambut gembira kejuaran futsal yang dilaksanakan SIWO PWI Sumatera Utara, apalagi yang diperebutkan adalah trophy bergilir Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

Demikian disampaikan Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM saat menerima audiensi panitia pelaksana Kejuaraan Futsal SIWO PWI Sumatera Utara. Sekdaprovsu yang didampingi Kepala Biro Umum Setdaprovsu Hj Nurlela, yang mewakili Kepala Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial Setdaprovsu dan Kasubbag Humas Pimpinan Dian Tito SH dan Kasubbag Protokol berharap event seperti ini akan terus ditingkatkan untuk membawa nama baik Sumatera Utara, khususnya PWI Sumatera Utara.

“Pemprovsu mendukung event yang bergulir dalam rangka persiapan mengikuti Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas) 2013 mendatang di Surabaya,” ujar Sekdaprovsu. Rencananya, turnamen futsal SIWO PWI Sumut ini akan dibuka hari ini di QS Futsal oleh Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. (ari)

Selebriti Bela Barca

REAL MADRID vs BARCELONA

Sejumlah mantan penggawa Blaugrana -julukan lain Barcelona seperti Ronaldinho, Rafael Marquez, dan Deco sudah pasti mendukung anak asuh Josep Guardiola tersebut. Ronaldinho yang kini membela Flamengo juga mengaku tak sabar menanti bergulirnya El Clasico. “Saya berharap mereka mendapatkan keberuntungan di el clasico. Barca, saya harap mereka menang,” kata Ronaldinho kepada Goal. Ronaldinho memang sulit melupakan El Clasico. Terutama ketika dia mendapat standing aplaus dari pendukung Real di Santiago Bernabeu November 2005 lalu. Ketika itu Barca menang 3-0.

“Saya mengingat pertandingan itu dengan sangat baik. Itu pertandingan yang unik. Saya cukup beruntung karena mencetak dua gol dan mendapatkan tepuk tangan dari fans rival. Saya tak pernah melupakannya,” jelas Ronaldinho. Para selebritis juga lebih memihak Barca, terutama penyanyi pop asal Kolombia Shakira yang nota bene adalah kekasih bek Gerard Pique. “Tentu saja, saya sekarang resmi fans Barca,” kata Shakira kepada Marca. Dukungan buat skuad Catalan juga datang dari Miss Spanyol 2011 Andrea Huisgen Serrano.

Perempuan 21 tahun itu menjadi pendukung setia Barca karena dia memang punya darah Catalan. Darah Barcelona di tubuh Andrea diwariskan dari sang ibu yang asli Catalan, sementara ayahnya dari Jerman. “Meski mereka tertinggal di klasemen, saya tetap percaya Barca bisa menang. Saya tidak pernah melihat Barca bermain buruk,” ucap Andrea. (ham/bas)

Sepuluh Tahun Berlatih dan Bermain Sumo, tak Pernah Cedera

MEDAN-Olahraga Sumo merupakan salah satu seni tradisional budaya negara Jepang yang sudah melalui proses kulturisasi. Melihat permainan ini sontak terbayang pelakunya yang rentan mengalami cedera. Tapi benarkah seperti itu? Ternyata tidak. Setidaknya itu yang dialami oleh Koji Tashiro (73) sudah hampir sepuluh tahun menjadi pemain sumo. Diungkapkannya bahwa selama menekuni olahraga sumo, dirinya tidak pernah mengalami cedera.

“Saya bukan atlet profesional, namun saya tak pernah mengalami cedera. Sebenarnya saya memiliki niat untuk menekuni olahraga ini secara profesional, namun saya memiliki kendala untuk itu. Jadi, saat ini saya hanya tampil pada acara eksebisi saja,” kata Koji melalui istrinya Shelly, saat acara Japan Day- Medan Mega Fair Sister City-Ichikawa di Open Stage PRSU Tapian Daya, Medan, Jumat (9/12) siang. Dengan bahasa Indonesia yang masih terputus-putus, Koji menjelaskan bahwa para pelaku olahraga sumo terbagi dala dua kelompok, yakni kelompok amatir dan profesional.

“ Kalau untuk yang profesional disebut dengan nama Ozumo,” ungkapnya lagi. Selanjutnya Koji menuturkan bahwa dalam permainan sumo tidak mengenal batasan usia. Ini bisa dilihat dari berbagai pertandingan sumo, tatkala seorang pesumo yang telah berusia lanjut membanting dan mengalahkan lawannya. “Saya berlatih setiap hari. Sampai hari ini saya masih mampu membanting lawan,” ujarnya Pada pertunjukan kemarinShellymembantuparapengunjunguntuk mengetahui permainan sumo secara menyeluruh. Sata persatu istilah dalam permainan sumo diterangkannya kepada pengunjung. “Dohyo atau dalam bahasa Indonesianya adalah Arena, biasanya dibuat diatas tanah dalam bentuk bulat dengan berdiameter 455 cm,” ucapnya.

Diuraikannya, bahwa bagi para pesumo yang ingin bertanding sebelumnya harus membacakan syair dengan mengetuk bambu kuning ditambah aksesoris benang merah yang saling ditautkan sehingga menimbulkan suara ketukan. Arti dalam syair tersebut, mempunyai arti cinta antara dua ekor binatang yang berbeda jenis. “Syair tersebut mengartikan pembicaraan antara seekor bangau dan kurakura tentang cinta mereka yang berakhir sedih. Bangau meminta cintanya diterima oleh kura-kura, sayangnya permintaan itu ditolak. Ironisnya, penolakan tersebut bukan dikarenakan, paruh bangau yang panjang. Melainkan kehidupan didunia ini yang berbeda. Kura-kura menjawab kalau Kura-kura bisa hidup di dunia 10 ribu tahun lamanya.

Sedangkan bangau hanya 10 tahun. “Bagimana dengan sisa hidup 9000 tahun lagi. Saya tak bisa hidup tanpamu, makanya cinta itu ditolak. Begitu kira-kira bunyi syairnya,” jelas Shelly. Selanjutnya Shelly menerangkan pakaian penutup kemaluan yang digunakan pesumo. “Pakaian itu disebut Mawashi yang terbuat dari sepotong kain tebal yang panjangnya mencapai 8 meter dengan lebar 45 cm. Cara memakainya dengan melipat kain tersebut menjadi 4 lipatan dan dilingkarkan ke pinggang. Peraturan didalam permainan Sumo harus memulai dan mengakhiri permainan dengan Rei yang artinya hormat,” cetusnya. Dilanjutkannya bahwa seeblum memulai permainan, kedua pesumo harus saling memberi hormat dengan menjongkok yang dalam bahasa Jepang disebut Songkyo.

Yang kemudian membentangkan kedua belah tangan yang diartikan tidak ada senjata apapun ditangan. “Pemain memulai dengan Shiko yang menjadi dasar untuk latihan sumo. Dalam pertandingan sumo tidak ada istilah start seperti pertandingan ataupun perlombaan lainnya. Kedua pesumo harus saling jongkok dan menunggu timing yang tepat untuk mulai. Tetapi seblum mulai keduanya harus menyentuh lantai dengan kedua tangan mereka,” urai Shelly. Mengenai peraturan menang dan kalah, Shelly menyebutkan jika masingmasing pesumo akan mendorong lawan hingga keluar batas arena (ring). Hal itu untuk menentukan kalah menangnya pemain dalam pertandingan.

“Sebenarnya ada 84 point untuk menentukannya. Tetapi hari ini hanya diperagakan 5 point saja,” jelasnya. Dijelaskannya, untuk point pertama adalah Oshidasi yang artinya saling menolak lawan sampai dia keluar dari batas ring dan dinyatakan kalah. Kemudian, Yorikiri mengeluarkan lawan degan menarik Mawashinya. Yang dilanjutkan dengan Tsuridashi berusaha mengeluarkan lawan dengan mengangkat Mawashi. “Kemudian pointnya, Uwakinage dengan mencoba mengeluarkan lawan dengan membantingkan ke lantai dan yang terakhir Sotokake atau disebut juga Ashiwake yang menjatuhkan lawan dengan kaki,” paparnya yang langsung diperagakan para pesumo.(adl)

Sengketa Lahan di Pasar Simpang Limun

PT Inatex Menang, Eksekusi Ricuh

MEDAN- Pengadilan Negeri (PN) Medan melakukan eksekusi terhadap 13 lapak pedagang ikan di Pasar Simpang Limun Medan, Jumat (9/12). Eksekusi tersebut berlangsung ricuh, karena para pedagang menolak eksekusi tersebut. Para pedagang yang menolak eksekusi itu melempari aparat keamanan dengan ikan saat Ketua juru sita PN Medan Abdul Rahman membacakan surat eksekusi berdasarkan putusan MA yang memenangkan PT Inatex atas keluarga almarhum Liat Barus. Perlawanan para pedagang yang terdiri dari kaum ibu ini dihadang polisi wanita (polwan). Tidak sedikit pedagang yang terjatuh karena bentrok dengan petugas, akibat tidak mau dikeluarkan dari lokasi pasar.

Suasana semakin tak kondusif, para pedagang ikan tersebut terus melakukan perlawanan dan meneriaki ketua juru sita PN Medan. Bahkan, sempat terjadi penyiraman air ikan terhadap aparat keamanan dan petugas eksekusi PN Medan.

Untuk meredam emosi pedagang, petugas menunda eksekusi hingga usai salat Jumat. Sekira pukul 15.00 WIB, petugas berhasil melakukan eksekusi di hadapan keluarga almarhum Liat Barus dan para pedagang, dengan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat gabungan, yang terdiri dari Polisi Militer, Brimob, Sabhara, Satpol PP dan Koramil. “Ekekusi ini dilakukan karena klain kita PT Inatex, telah memenangkan gugatan perdata terhadap keluarga Liat Barus dari PN Medan hingga Mahkamah Agung.

Proses panjang ini kita menangkan di MA,” tegas Irvan Surya Harahap SH selaku kuasa hukum PT Inatex. Eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung, sambung Irvan Surya Harahap SH, menyebutkan areal yang dieksekusi itu Jalan Kemiri, akan tetapi dilakukan di daerah Pasar Simpang Limun dekat kawasan Jalan Sisingamangaraja. “Putusan sengketa ini sesuai dengan perintah Mahkamah Agung yang telah memenangkan perkara mereka dalam waktu dekat akan memagari lahan tersebut, dan seluruh areal sengketa tersebut juga telah menjadi hak milik PT Inatex,” tegas Irvan. (rud)

Menjelang Natal dan Tahun Baru Tempat Hiburan Harus Tutup

MEDAN-Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro meminta kepada seluruh pemilik tempat hiburan malam untuk me nutup usahanya sejak tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2012.
Tujuannya, agar perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Medan berjalan tertib, nyaman dan tenang. “Semua itu diharapkan agar semangat kebersamaan kepada teman-teman agar dapat beribadah dengan tenang, tekun dan nyaman,” kata Wisjnu, usai acara silaturahmi bersama Pangdam I/BB, Wali Kota Medan dengan lintas agama di Grand Aston Medan, Kamis (8/12) siang.

Sedangkan untuk pengamanan di gereja, lanjut Wisjnu, personel gabungan dari polisi, Pemda dan Satpol PP akan menjaga seluruh gereja yang melaksanakan kebaktian. “Dari personel polisi yang dikerahkan sebanyak 2/3 dari Polresta Medan, Polda Sumut sifatnya hanya memback up saja.

Bila ada kekurangan di wilayah lain, personel Brimob akan diminta juga membantu,” ujarnya Diharapkan Wisjnu, keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumut bisa berjalan dengan baik. “Mari kita berdoa bersama, semoga kambtibmas berjalan dengan baik, termasuk juga saat pergantian tahun,” bebernya. Ketika disinggung jumlah personel yang berjaga di setiap gereja, Wisjnu mengaku tergantung dengan banyaknya umat beribadah di gereja tersebut.
“Jadi kalau banyak personel kita juga akan banyak ditempatkan. Untuk mengatasinya, polisi akan berpakaian dinas setiap melakukan penjagaan dan juga personel jihandak,” bebernya. Sementara Wali Kota Medan, Rahudman Harahap menambahkan dengan pertemuan bersama seluruh lintas agama dan unsur muspika dapat membentuk forum komunikasi masyarakat.

“Dalam membangun kota yang sudah kondusif tidak akan berjalan bila Pemko Medan bersama pihak kepolisian tidak bersatu,” jelasnya. Menurutnya, dengan silaturahmi ini sekalian juga untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru harus melibatkan beberapa tokoh. Sementara itu surat edaran Wali Kota Medan No 503/14505 tanggal 19 Juli 2011, tentang larangan membuka tempat hiburan malam di hari-hari besar sudah berjalan sejak Ramadan dan Idul Fitri 1432 Hijriyah.
“Surat edaran tersebut sudah ada, penertiban dilakukan terhadap tempat hiburan umum, seperti diskotek, gelanggang permainan ketangkasan, karaoke, bar/pub dan panti pijat/spa. Kita akan terus melakukan pengawasan ke lokasi tempat hiburan. Sedangkan lokasi yang tidak akan ditindak pusat permainan anak-anak dan taman rekreasi keluarga,” jelasnya. Sementara itu, Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan pihaknya telah mempersiapkan personel untuk melakukan pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Namun, Tagam enggan membeberkan jumlah personel yang dikerahkan di sejumlah titik rawan tindak kriminal. Selama pelaksaan Natal di gereja, lanjut Tagam, personel polisi diharuskan menggunakan pekaian dinas untuk pengamanan di gereja Kota Medan. “Itu sudah terobosan baru dari Pak Kapolda, personel yang mengamankan ikut ibadah selama ini bisa berpakaian preman. Nah, sekarang dianjurkan berpakain dinas,” terangnya. Dikatakan Tagam, ada sekitar 625 gereja yang tercatat di Kota Medan. Kabag Ops Polresta Medan Kompol Yushfi Nasution mengatakan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian pemberatan (curat) menjadi atensi petugas kepolisian menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi segala kemungkinan potensi tindak kejahatan terjadi di akhir tahun ini, Polresta Medan melakukan operasi cipta kondisi yakni 14 hari menggelar operasi zebra, dan H-7 meng gelar operasi lilin toba. “Operasi lilin toba kita gelar setelah melakukan operasi zebra yang mengerahkan seluruh kekuatan personel jajaran Polresta Medan sebanyak 150-an personel polisi,” jelasnya.(adl/gus)

Bertaji Kembali

PSMS vs Persisam

Kemenangan perdana PSMS pada laga lanjutan ISL, kontra Persisam di Stadion Teladan, Kamis (8/12) sore, mengobati rindu kemenangan publik Medan. Taji Ayam Kinantan sempat tumpul seakan kembali tajam.

Namun, penam pilan perdana anak-anak Medan dianggap belum maksimal oleh Pelatih PSMS, Raja Isa. Pasalnya, anak-anak asuhannya ini masih kurang fokus menghadapi pertandingan.

”Pemain masih kurang tanggap saat harus menentukan keputusan pergerakannya dalam pertandingan. Harusnya mereka bisa lebih cepat mengambil keputusan untuk pergerakan, saat mereka menghadapi bola atau pun saat tanpa bola,” ungkapnya usai laga.

Ke depan, ia akan lebih memfokuskan latihan bagi tiap pemain agar bisa lebih cepat mengambil keputusan pergerakan. Raja Isa melihat, pada awal pertandingan anak-anak asuhannya bermain tegang. “Mereka terlihat kurang percaya diri. Mereka memang main ngotot tapi hasilnya mereka melakukan kesalahan yang tak seharusnya. Pada masa itu, mereka juga terlihat kurang kompak. Namun, bisa bermain lebih baik pada babak kedua.”

Pelatih berkebangsaan Malaysia ini juga mengatakan, pada babak Ayam Kinantan berjudi dengan tetap melakukan serangan untuk menambah pundi-pundi gol. “Kita memang berusaha terus melakukan tekanan. Bermain dengan tempo lambat, merupakan skema strategi yang harus diterapkan,” tuturnya.

Menurut Raja Isa, jika PSMS mengikuti langgam Persisam yang bermain cepat, maka PSMS akan kalah. Karena Persisam memiliki Gonzales, Yongki, dan Fagundes yang bisa bermain baik dalam kecepatan tinggi.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persisam Henry Susilo menuturkan, kekalahan tim berjuluk Elang Borneo ini karena faktor lapangan yang kurang bagus. Kendati demikian ia sendiri mengaku tak ada lapangan di Indonesia yang memenuhi standar baik. “Persisam cenderung bermain dalam tempo tinggi dan umpan serta passing pendek. Tentu itu harus didukung kondisi lapangan yang memadai. Karena itu, anak-anak tak bermain sesuai yang diharapkan,” tegasnya.
Namun begitu, sambung Henry, ia tak menampik memang tak ada lapangan yang memenuhi standar bagus. “Tapi di kandang kami bisa bermain baik,” ujarnya seolah mendiskreditkan lapangan di Stadion Teladan lebih buruk dibanding lapangan di Stadion Segiri Samarinda.

Mengenai kepemimpinan wasit, Henry tak mau berkomentar. “No Comment. Anda lihat pertandingan tadi kan? Silakan simpulkan sendiri,” ujarnya dengan nada kesal.

Pada pertandingan kali ini, PSMS langsung menekan sejak menit awal. Ini terbukti dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan pemain Persisam yang menghasilkan tendangan bebas bagi PSMS.

Menit ke-2 dan ke-5 tendangan bebas yang dialgojoi Inkyun Oh masih kandas di tangan Usman Pribadi yang bermain cukup apik pada laga itu, karena melakukan banyak aksi penyelamatan.

Begitu pula yang terjadi pada menit ke-3 umpan Zulkarnain dari sisi kiri lapangan yang diarahkan ke Saha tak mampu dieksekusi dengan baik. Lagi-lagi penyelamatan gemilang dilakukan Usman.

Menit ke-10 juga terjadi kemelut di depan gawang Persisam, peluang terjadi dua kali. Saat usaha menjebol gawang tak didapat Saha, Zulkarnain menyambut bola liar yang tetap belum bisa menghasilkan gol.

Di menit ke-19, pendukung PSMS sempat dikagetkan dengan blunder yang dilakukan kiper PSMS Markus Haris Maulana. Bola terlepas dari tangannya, namun langsung bisa diamankan kembali.

Umpan matang yang datang dari Saha pada menit ke-23 belum mampu dimaksimalkan bek sayap PSMS Wawan Widiantoro. Tak mau kalah, pada menit ke-30, Persisam menekan ke jantung pertahanan PSMS yang menyebabkan kemelut di depan gawang yang dikawal Markus. Namun, algojo Persisam Gonzales tak mampu melesakkan si kulit bundar karena tendangan melebar.

Pada menit ke-38 peluang matang kembali terjadi bagi skuad PSMS. Namun, Saha bermain kurang kolektif sehingga Zulkarnain yang berdiri bebas tak mendapat asupan bola yang harusnya bisa mencetak gol.

Sundulan Gonzales kembali menusuk gawang PSMS pada menit ke-41. Sangat mungkin berbuah gol jika saat itu Rahmad tak berdiri tepat di arah datangnya bola dan menyundul bola keluar dari lini pertahanan PSMS.

Serang berbalas serang, pertahanan sama kuat, akhirnya pada menit akhir babak pertama PSMS mampu menghasilkan sebuah gol melalui umpan yang diarahkan ke Zulkarnain. Peluang ini menjadi memiliki peluang besar gol karena bek Persisam menyangka Zulkarnain berada pada posisi offside. Namun, hakim garis menilai hal tersebut bukan offside dan meneruskan pertandingan. Tanpa kawalan, Zulkarnain dengan mudah memperdaya Usman dari sisi kanan gawang dan melesakkan gol. Namun sayang, Zulkarnain harus menerima kartu kuning karena merayakan gol secara berlebihan. PSMS unggul 1-0, peluit tanda turun minum berbunyi.

Di babak kedua, praktis tak banyak perubahan skema strategi yang diterapkan. Pertandingan semakin sengit ditandai pada babak kedua terdapat enam kartu kuning yang dikoleksi para pemain PSMS maupun Persisam.
Pada menit ke-49 Gonzales kembali membahayakan gawang Markus. Namun, tendangan melebar. Beruntun pada menit ke-50 giliran Fandi Mochtar yang menusuk pertahanan PSMS. Namun, tendangan keras di dalam kotak penalti PSMS masih dapat diselamatkan Markus.

Di menit ke-63, umpan dari sisi kanan lapangan melalui Rahmad, menghasilkan sundulan oleh Saha yang melakukan umpan kembali ke arah Zulkarnain. Namun, kembali Zulkarnain tak mampu menyelesaikan dengan baik.

Kartu kuning kedua dikeluarkan wasit yang dikoleksi Djayusman karena mengganjal Saha pada menit ke-58. Menyusul Gonzales yang melakukan tendangan ke arah paha Novi pada menit ke-74 juga menghasilkan kartu kuning.

Kembali Persisam mengoleksi kartu kuning pada menit ke-81 yang diberikan kepada Eka yang tak mampu menahan emosi permainannya. Disusul menit ke-82 Inkyun Oh mendapat kartu kuning karena tak senang diganjal pemain Persisam dan hampir beradu jotos.

Pertandingan terus berjalan dengan saling silih berganti melakukan penyerangan ke lini pertahanan. Kerasnya pertandingan terlihat dari kartu kuning yang kerap terjadi hingga jelang akhir pertandingan.

Menit ke-87 kartu kuning kembali dicatatkan untuk Fajar Legian yang menggantikan Akbar Rasid pada menit ke-55.
Pergantian juga dilakukan kubu PSMS terhadap Luis Alejandro Pena dengan memasukkan Sulaiman pada menit ke-70. Dan pada injury time, PSMS kembali melakukan pergantian pemain dengan manarik Zulkarnain dan digantikan Arie Supriatna.

Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Dengan torehan tiga poin di kandang ini melejitkan posisi PSMS dari peringkat 11 ke peringkat 4 klasemen sementara, di bawah Persipura dan di atas Persija dengan mengoleksi masing-masing 4 poin, hanya berbeda selisih gol. (saz)

Pesta Danau Toba Lebih Baik Ditunda

Bupati Samosir Anggap Tidak Efektif

MEDAN- Pesta Danau Toba (PDT) 2011, yang tinggal hitungan beberapa hari lagi tengah dihadapkan pada masalah klasik yakni, kekurangan biaya. Dengan kenyataan yang ada, membuat banyak pihak pesimis dengan perhelatan tahunan tersebut. Dengan kondisi itu pula, diusulkan agar PDT 2011 dibatalkan.

“Ya, dengan kekurangan biaya tersebut dipastikan panitia akan memutar otak, karena hari H pelaksanaan sudah mepet. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp4,2 miliar, sedangkan kekurangannya sekitar 50 persen lebih atau Rp2,2 miliar lebih. Jangan sampai pada akhirnya, pihak panitia melakukan lobi-lobi ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memenuhi jumlah kekurangan anggaran tersebut. Karena akan berdampak nantinya pada persoalan hukum,” ungkap pengamat anggaran Sumut Elfenda Ananda kepada Sumut Pos, Kamis (8/12).

Karena itu, menurut Elfanda, lebih baik injak bumi alias sadar diri. “Ya, lebih baik even tersebut dievaluasi. Jika tidak memungkinkan, dibatalkan saja dan diselenggarakan pada tahun selanjutnya dengan perencanaan yang lebih matang,” tambahnya.

Lebih lanjut Elfenda menuturkan, pengkajian atau evaluasi yang dilakukan dalam bidang anggaran penyelenggaraan, akan lebih mematangkan pelaksaan PDT selanjutnya. Daripada harus memaksa, penyelenggaraan tetap dilangsungkan namun akan memberi efek atau dampak negatif seusai acara tersebut.

Pemerhati ekonomi asal Universitas Sumatera Utara (USU) Ami Dilham SE mengutarakan, pada prinsipnya even PDT bukan hanya tahun ini saja yang dirasa belum siap, terlebih ketika berbicara mengenai sarana dan prasaran pendukung penyelenggaraan PDT itu sendiri.

Ami Dilham menyoroti, hal yang paling tidak siap dalam menyambut penyelenggaraan PDT 2011 tidak lain adalah masalah infrastruktur jalan. Dikatakannya, infrastruktur jalan ke dan dari daerah penyelenggaraan sangat buruk. Secara otomatis akan mengurangi minat pengunjung, yang berkorelasi dengan tinggi-rendahnya pengunjung yang datang nantinya pada PDT tersebut.

“Dari tahun ke tahun penyelenggaraan PDT, tidak ada yang baru. Jangan berbicara dulu mengenai penyelenggaraannya, berbicara kesiapan daerah setempat untuk menyambut acara itu saja belum tepat. Salah satunya mengenai infrastruktur jalan, yang sama sekali tidak mendukung untuk penyelenggaraan even tersebut. Dan ini merupakan tanggungjawab Pemprovsu. Namun nyatanya, Pemprovsu tidak peduli dengan itu. Dan itu yang kita sayangkan,” ungkapnya.

Maka, secara otomatis efek yang dihasilkan dari sisi ekonomi dalam penyelenggaraan PDT tersebut, tidak serta merta dirasakan masyarakat setempat. “Soal PDT ini, dampaknya jangka panjang. Namun, dengan kondisi yang ada dari tahun ke tahun tidak ada perkembangan signifikan bagi masyarakat. Harus ada perencanaan yang matang, koordinasi dan konsolidasi dari semua instansi terkait. Agar pelaksanaan bisa memberi efek positif, baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah setempat,” bebernya.

Bagaimana dengan kekurangan anggaran yang terjadi, dan apa tidak sebaiknya PDT kali ini dibatalkan saja?
Menyikapi pertanyaan itu, Ami Dilham mengungkapkan, jalan yang bisa ditempuh pihak panitia tidak lain adalah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dan menggandeng pemerintah daerah setempat, dalam upaya memobilisasi penambahan anggaran yang dibutuhkan. “Atau lebih baik, ditunda penyelenggaraannya,” katanya.

Di sisi lain, Dewan Pembina Forum Tapanuli Daulat Manurung mengatakan, seandainya pengelolahan lebih maksimal maka hasil akan lebih baik. “Kita sudah mendengar janji-janji pemerintah provinsi ataupun kabupaten, untuk menjadikan Danau Toba mutiaranya Indonesia. Namun, kenyataannya hanya nol belaka alias omong kosong,” tegasnya kemarin.

Daulat Manurung juga sangat pesimis PDT akan membawa dampak ekonomi masyarakat di kabupaten di sekitar Danau Toba. “Bagaimana turis asing mau dating, jalan menuju Danau Toba begitu buruk dan sempit. Turis juga tidak mau datang karena sekarang ini banyak kerambah ikan milik masyarakat dan pengusaha luar daerah, sehingga air Danau Toba tercemar dengan adanya makanan ikan (pelet), sehingga turis asing dan lokal enggan untuk mandi,” tegas Daulat Manurung.

Menariknya, Bupati Samosir Mangindar Simbolon juga tidak membantah kalau PDT dinilai tidak efektif. Hanya dia mengatakan, PDT hanya puncaknya saja. Di tingkat kabupaten/kota se-Sumut, sebelum pesta puncak, sudah digelar pesta budaya. Jadi, katanya, PDT sudah melibatkan masyarakat luas.

Pesta budaya di tingkat kabupaten/kota ini, lanjutnya, dianggap penting. Alasannya, selain memacu Danau Toba sebagai ikon wisata Sumut, masalah pelestarian budaya tetap harus beriringan. “Pesta Danau Toba nantinya hanya menjadi salah satu bagian saja dari Rencana Terpadu Menyeluruh. Bisa saja nanti Pesta Danau Toba cukup dua atau tiga tahun sekali, tapi boleh juga sekali setahun,” cetusnya.

Namun, dia punya kritikan juga terhadap PDT yang digelar 27-30 Desember 2011 mendatang. Pertama, acara PDT dari tahun ke tahun panitianya selalu berganti. Akibatnya, kekurangan pelaksaan tahun sebelumnya tidak diketahui panitia saat ini. “Orangnya berubah-ubah, jadi tak ada perbaikan,” cetusnya.

Kedua, pelaksanaan yang tidak bertepatan dengan libur anak sekolah, dianggap tidak efektif. “Mestinya di hari libur, sehingga anak-anak sekolah yang dari Jawa pun bisa hadir,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut, Parlindungan Purba, mengatakan, pemilihan tanggal pelaksanaan, yakni 27-30 Desember, juga sudah melalui pertimbangan yang matang. Yakni, bertepatan dengan masa Natal. “Akan banyak yang pulang kampung, sekalian nostalgia ke Danau Toba,” ujar Parlindungan yang juga Penasihat PDT 2012 ini.

Terlepas dari itu, menurut Mangindar, pengembangan Danau Toba sebagai kawasan industri wisata andalan Sumut akan digarap secara lebih terencana mulai 2012. Mangindar menyebutkan, perencanaan pengembangan Danau Toba mulai 2012 melibatkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, selain tentunya pemda-pemda di sekitar Danau Toba.

“Kementrian Pariwisata sudah punya Rencana Terpadu Menyeluruh untuk pengembangan Danau Toba, mulai 2012. Ini rencana aplikatif, bukan hanya teori,” ujar Mangindar ditemui koran ini di sela-sela menghadiri acara di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis (8/12). Mangindar sendiri menjadi ketua Lake Toba Regional Management, yang anggotanya para bupati/wali kota di sekitar Danau Toba.

Sebelumnya, saat acara Konperensi Pariwisata Nasional, Senin (5/12), Mangindar merasa senang karena perhatian pusat cukup baik kepada Danau Toba. Disebutkan, untuk tahun depan saja, APBN melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menganggarkan Rp20 miliar untuk Danau Toba. Dana ini antara lain untuk menyusun master plan pembuatan geopark yang harus sudah kelar akhir 2011 ini.

Selanjutnya, pada 2012 sudah mulai dibangun atalase sebagai tempat untuk memamerkan keunikan-keunikan Danau Toba. Pemkab Samasir sudah menyediakan lahan 22 hektar untuk pembangunan atalase ini. (ari/sam/rud)

Percepat Peningkatan Status JR Saragih

MEDAN-Pernyataan Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani, yang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera  melakukan penetapan tersangka terhadap Bupati Simalungun JR Saragih, serta mengadilinya diamini oleh sejumlah anggota DPRD Simalungun. Salah satunya Trully Antho Sinaga, anggota Komisi 4 DPRD Simalungun yang dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (8/12).

“Kita sepakat dengan itu, agar ada kepastian hukum terhadap kasus yang ditangani KPK, terlebih saat ini pimpinan KPK sudah baru. Banyak harapan atas penanganan dan penuntasan kasus-kasus korupsi tanpa terkecuali kasus-kasus yang diduga dilakukan Bupati Simalungun JR Saragih. Kalau barang bukti sudah kuat, maka secepatnya ada peningkatan status dan diproses ke pengadilan,” ungkapnya.

Namun, Trully Antho Sinaga menyatakan, seandainya KPK telah menetapkan Bupati Simalungun JR Saragih sebagai tersangka, kemudian mensupervisi atau menyerahkan pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) daerah, sebaiknya KPK melakukan pengawasan ketat.Karena menurutnya, Pengadilan Tipikor di daerah terkesan tidak serius dan cenderung lebih lemah. “Kita mendukung percepatan proses kasus-kasus yang korupsi yang ada, untuk segera ditangani. Namun, jangan hanya begitu saja diserahkan ke pengadilan di daerah. Mesti ada pengawasan ketat dari KPK. Karena melihat kenyataan yang ada, ternyata ada kasus yang dilimpahkan ke pengadilan Tipikor di daerah, ternyata tersangkanya bisa bebas. Kalau bebas berarti ada apa-apanya. Mungkin adanya transaksional dan sebagainya,” pungkasnya.

Begitupun anggota DPRD Simalungun lainnya Bernhard Damanik yang notabene merupakan pelapor dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Simalungun Tahun 2010 sebesar Rp48 miliar, ke KPK pada September lalu, tidak setuju jika nantinya setelah Bupati Simalunggun JR Saragih ditetapkan tersangka kemudian peradilannya dilimpahkan ke pengadilan Tipikor di daerah.

“Kita sepakat, bila pimpinan KPK yang baru berjanji akan menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi yang ada. Dan kita sepakat pula, bila dalam kasus-kasus yang diduga dilakukan Bupati Simalungun JR Saragih, bila barang buktinya sudah kuat untuk segera ditetapkan sebagai tersangka dan diadili, untuk kepastian hukum. Namun, saya tidak sependapat bila nantinya peradilan terhadap yang bersangkutan, atau kasus-kasus kepala daerah lainnya diserahkan kepada pengadilan Tipikor di daerah,” katanya.

Kalau di daerah, menurut Bernhard, bisa saja JR bebas. “Kita tidak percaya, karena sudah terbukti pelaku-pelaku korupsi yang diadili di pengadilan Tipikor daerah bisa mendapat vonis bebas. Kita meminta, agar nantinya pengadilan terhadap Bupati Simalungun dilakukan di Tipikor KPK saja,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai laporannya ke KPK, Bernhard Damanik mengaku, sampai sejauh ini belum menerima laporan atau pemberitahuan mengenai kelanjutan kasus tersebut dari KPK.

“Belum ada penjelasan sejauhmana perkembangan kasus yang kita laporkan itu. Kita khawatir, tidak diproses di KPK,” katanya.

Diketahui, Bupati Simalungun JR Saragih terseret sejumlah kasus diantaranya, kasus dugaan suap ke Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sebesar Rp1 miliar lebih. Kemudian kasus dugaan suap kepada Ketua Pokja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Simalungun Robert Ambarita senilai Rp50 juta. Ada juga kasus dugaan pengalihan dana insentif guru non PNS di Simalungun sebesar Rp1,2 miliar serta kasus dugaan penyelewengan APBD Simalungun 2010 sebesar Rp48 miliar. (ari)

Malam Ini, Gerhana Bulan Total

Ulama Medan Imbau Salat Gerhana Bulan

MEDAN-Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara mengajak umat Islam untuk melaksanakan Salat Gerhana Bulan pada Sabtu, 10 Desember 2011.

Ketua PW Persis Sumut Muhammad Nuh mengatakan berdasarkan surat edaran Ketua PP Persis, Prof KH Abdurrahman, menyebutkan bahwa pada Sabtu (10/12) yang bertepatan dengan 14 Muharram 1433 Hijriyah, akan terjadi gerhana bulan total.

“Diperkirakan kontak awal gerhana mulai pukul 19.45 WIB. Awal total gerhana sekitar pukul 21.05 WIB
Pertengahan gerhana pukul 21.31 WIB, akhir total gerhana pukul 21.57 WIB dan kontak akhir gerhana pukul 23.18 WIB,” ujar Nuh di ruang kerjanya, Kamis (8/12).

Menurutnya, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan Salat Gerhana. Hal ini sesuai hadist Rasulullah SAW yang berbunyi, Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan adalah tanda kekuasaan Allah SWT. Maka jika melihat gerhana itu, dianjurkan untuk salat berdoa sampai selesai gerhana tersebut.

“Kami sendiri berencana menggelar Salat Gerhana Bulan itu secara berjamaah di Masjid Hj Khairuna Fauzi, di Kompleks Kejaksaan Simpang Selayang, Medan Tuntungan,” kata pria yang juga anggota DPRD Sumut ini.

Dia menambahkan sebagai informasi tata cara salat gerhana agak berbeda dengan tata cara salat pada umumnya. Di mana, salat dilaksanakan dengan berjamaah. Sesudah takbiratul ihram dan membaca iftitah, imam membaca Al Fatihah dan surah atau ayat yang panjang.

Kemudian rukuk, bangkit dari rukuk, lalu imam membaca lagi surah yang panjang tapi lebih pendek dari yang pertama. Lalu rukuk kembali, bangkit kemudian sujud. Hal yang sama dilakukan di rakaat kedua. “Jadi salat gerhana dilaksanakan dua rakaat dengan empat rukuk dan empat kali sujud,” pungkas Nuh.(ari)