Home Blog Page 14167

LSDI Gelar Diskusi Publik Pilgubsu

Hadirkan Rahmat Shah, Irham Buana Nasution dan Faisal Riza

Lembaga Studi Demokrasi Indonesia (LSDI) menggelar diskusi publik Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2013 di Hotel Madani Medan, Sabtu (24/12).

LSDI didirikan pada Agustus 2007 di mana beberapa mahasiswa pascasarjana IAIN Sumut diskusi membahas ‘Kemana Arah Demokrasi Indonesia’. Guna mewujudkan pemikiran tersebut, LSDI melaksanakan penelitian, pendidikan dan diskusi.

Dalam diskusi publik yang diikuti berbagai elemen masyarakat di Hotel Madani ini menghadirkan tiga pembicara yakni Direktur LSDI Faisal Riza MA, Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution SH MHum dan Anggota DPD RI DR Rahmat Shah.

Direktur LSDI Faisal Riza mengemukakan, setelah orde baru tumbang tahun 1998 terbuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menggunakan demokrasi. ‘’Sampai kini telah empat kali berganti presiden, tiga kali pemilu legislatif dan ratusan pemilihan kepala daerah (pilkada),’’ sebutnya.

Namun, Faisal menyebut Indonesia belum dapat keluar dari jebakan transisional beserta kompleksitas yang include di dalamnya. ‘’Otot-otot demokrasi melemah disebabkan proses memapankan sistem pemilu, penguatan lembaga hukum dan banyak hal lainnya belum mengkonfirmasi kebaikan,’’ jelasnya.

Dia menilai kondisi ini bukanlah dibebankan kepada pemerintah semata yang harus didukung dengan partisipasi aktif masyarakat. Karenanya, Faisal mempertanyakan apakah melalui dua gelombang pilkada 2005-2010 di Sumut dan Pilgubsu 2008 lalu bisa dijadikan indikator meningkatnya demokrasi di Sumut. “Lalu bagaimana dengan Pilgubsu 2013 mendatang? Apakah sekadar rutinitas demokrasi belaka tanpa ada kualitas yang diharapkan?” ucapnya.
Direktur LSDI berharap demokrasi harus lebih baik, lebih berbelas kasihan dan lebih memperhatikan serta bertanggung jawab untuk kesejahteraan rakyat.

Anggota DPD RI DR Rahmat Shah menambahkan, pihaknya mendorong terus berkembangnya kehidupan berdemokrasi di Sumut yang sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia antara lain melalui amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

Berkaitan dengan Pilgubsu, Rahmat Shah mengingatkan masyarakat untuk terus menagih janji-janji yang disampaikan para kepala derah terpilih. Demikian pula untuk Pilgubsu 2013, masyarakat harus berperan aktif dalam proses pengawasan.

Dia mengkiritisi masih banyaknya permasalahan tanah di Sumut, pembangunan Bandara Kualanamu,  pembangunan Islamic Centre, perbaikan jalan Aek Latong yang sudah mendapat kucuran dana Rp650 miliar, pengadaan air bersih dan sejumlah permasalahan lainnya.

Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution SH MHum mengingatkan masyarakat untuk melakukan pergerakan terstruktur agar tercipta penataan demokrasi di Sumut. Ia mengkritisi banyak peraturan daerah yang dibuat justru dijadikan alat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) padahal rakyat bisa mengelolanya sendiri.
Irham berharap Pilgubsu 2013 masih dilaksanakan dengan pemilihan secara langsung di mana rakyat secara merdeka memilih calon kepala daerahnya. (*)

Buruh Bangunan Tewas Tertimpa Tembok

MEDAN- Seorang buruh bangunan tewas tertimpa tembok saat membongkar bangunan rumah di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Sabtu (24/12) siang pukul 13.30 WIB. Buruh bangunan tersebut, Siswadi (39), warga Jalan Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Menurut seorang pekerja, saat itu mereka disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Suwandi yang bekerja tanpa dilengkapi alat keselamatan seperti helm, se dang memukul dinding bagian bawahn dengan mengunakan palu. Sedangkan tembok di bagunan tua ini pada bagian atas tidak ada penyangganya, rentan dan akhirnya rubuh sehingga menimpah Siswadi. Seketika Siswadi tewas dengan kondisi kepala pecah.

“Dia (Siswadi) baru bekerja dua hari. Saya belum mengenal dia. Kami beda bagian kerja,” ungkap pekerja tersebut sebelum dibawa polisi ke dalam mobil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi di Mapolsekta Medan Barat.
Sementara menurut warga sekitar, pembongkaran bangunan tersebut telah lama berlangsung. Sebelumnya, bangunan tua tersebut digunakan untuk usaha rumah makan. “Dulu, waktu masih ada Kesawan Square, bangunan itu digunakan untuk usaha rumah makan. Sekarang ini tidak tahu, mau dijadikan apa,” ungkap warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara menurut informasi yang diterima dari petugas Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan, saat itu korban tengah merubuhkan bangunan di kawasan tersebut. Naas, korban yang berada di ketinggian empat meter itu tiba-tiba terjatuh dan tertimpa reruntuhan batu.

Korban tewas dengan mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Petugas kepolisian Polsek Medan Barat langsung ke kelokasi kejadian untuk olah TKP. Selanjutnya, jenazah korban langsung dievakuasi dengan mobil ambulans ke rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

“Kami juga nggak tahu kenapa dia jatuh. Tapi saat itu posisi dia di atas bangunan itu dan mau merubuhkan tiang. Tidak tahu kenapa, korban jatuh dan reruntuhan bangunan menimpa tubuhnya,” ujar Sudarman, seorang rekan kerja korban.

Melihat kejadian itu, dirinya dan teman kerjanya yang lain mencoba memberikan bantuan. Namun, nyawa korban tidak tertolong. Korban tewas tanpa sempat mendapat penanganan medis.

“Badannya tertimpa batu bangunan yang jatuh dari atas bangunan juga. Sempat kita tolong, tapi korban telah tewas karena lukanya cukup parah ya. Terutama pada kepalanya, banyak mengeluarkan darah,” jelas Sudarman.
Sementara itu Kapolsekta Medan Barat AKP Nasrun Pasaribu saat dikonfirmasi di lokasi menuturkan, pihaknya masih mennyelidiki peristiwa tersebut. “Kami belum bisa memastikan penyebab tewasnya korban. Apakah karena ambruknya tembok itu atau korban terjatuh. Kita masih memeriksa lima pekerja bangunan,” ungkapnya.
Selain memeriksa pekerja bangunan, Nasrun menambahkan, pihaknya mencari mandor pekerjaan dan pemilik bangunan tersebut. “Pemilik bangunan masih dicari. Siapa yang menyuruh pekerjaan ini juga masih kita cari. Mandornya belum diketahui siapa,” tuturnya.(gus/mag-11)

BLH Sumut Tanam Bibit Pohon

Ciptakan Danau Toba Hijau

MEDAN- Untuk menciptakan Danau Toba Hijau dan bersih, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut kembali melakukan penanaman pohon bersama Muspida Plus Kabupaten Samosir yang dilaksanakan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (21/12).

“Kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran kita untuk senantiasa melestarikan Danau Toba,” ujar Kepala BLH Sumut Dr Ir Hj Hidayati MSi kepada pers di sela-sela gotong royong yang di laksanakan di tanah ponggol dirangkai dengan penamaman bibit pohon.

Menurut Ir Hidayati, dengan mengusung tema “Melalui Gotong Royong, Kita Ciptakan Danau Toba Bersih,” kawasan Danau Toba diharapkan menjadi kawasan bersih dan hijau bebas dari sampah.

Hadir dalam acara ini Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 0210/TU. Mayor Inf Risa Wilsi SH, Kepala BRI Cabang Medan/Pangururuan/Siantar yang berpartisipasi dalam menyumbangkan bibit pohon, Bupati Samosir  Ir  Mangindar Simbolon, Ketua PKK Kabupaten Samosir, Ny R Artha M Simbolon, kelompok tani dan karang taruna dan para PNS, unsur LSM dan masyarakat. Acara pembersihan (clean-up) yang digelar BLH Sumut  ini sejalan dengan akan diselenggarakannya Pesta  Danau Toba (PDT) pada 27-30 Desember 2011.

Lebih jauh, Kepala BLH Sumut, Ir Hidayati menjelaskan, untuk mensukseskan  perayaan Pesta Danau Toba Tahun 2011 yang dilaksanakan pada tanggal 27-30 Desember 2011, Badan Lingkungan Hidup Sumatera Utara akan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang terkait dengan sektor lingkungan hidup.

Diantaranya adalah dengan kegiatan  gotong-royong yang bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan aparatur pemerintah untuk mengaktifkan kembali Gerakan Jumat Bersih. Pesta dan Festival Danau Toba yang dirayakan setiap tahun sekali perlu dilaksanakan dengan warna yang berbeda dengan melibatkan semua sektor
Selanjutnya, tambah Hidayati, untuk membersihkan kawasan Danau Toba dari sampah plastik, kaleng bekas di pantai dan enceng gondok di perairan danau. Serta mewujudkan Danau Toba yang bersih sebagai wujud  komitmen dan aksi kita bersama dalam mensukseskan pelaksanaan   PDT 2011.

“ Yang mana pada saat Pesta Danau Toba berlangsung, ada puluhan relawan  dengan tong sampah berjalan akan membersihkan  kawasan kegiatan  PDT seketika itu juga, sehingga ketika  acara usai, kawasan Danau Toba sudah bersih seperti semula’ ujarnya.

Ir Hidayati mengajak pemerintah kabupaten di kawasan Danau Toba terus-menerus mengajak warga setempat melestarikan Danau Toba. Karena, sampah yang terbuang ke kawasan danau tidak hanya limbah domestik dari pemukiman di pinggir danau. Tetapi juga dari pemukiman di pegunungan dan limbah pertanian. Sehingga sampah di daratan seharusnya dikelola mulai dari rumah tangga.

Sementara itu, 3.000 bibit pohon yang ditanam secara simbolis oleh Kepala  BLH Ir Hidayati merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Sumut. Bantuan bibit dan penanaman pohon ini diserahkan secara simbolis kepada Pemkab Samosir melalui Badan Lingkungan Hidup Samosir  sebanyak 1.000 pohon, untuk selanjutnya diserahkan kepada kantor-kantor pemerintahan, yakni Panitia Pesta Danau Toba 2011 sebanyak 600 pohon, kepada TNI 500 pohon, LSM Green Samosir sebanyak 400 pohon dan Sekolah-sekolah sebanyak 500 pohon.

Pada kegiatan ini, dalam sambutannya Bupati Samosir Ir Mangindar  Simblon memberikan apresiasinya. Di masa mendatang, agar Danau Toba bersih, perlu dilakukan berbagai langkah- langkah  praktis tidak hanya teori, yakni mengurangi limbah dan sampah dari sumbernya dan sampah tidak lagi menjadi permasalahan yang harus  dihindari . (*/ade)

Warga Sumut Menghargai Kemajemukan

MEDAN- Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Utara, DR H Rahmat Shah menyadari bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas berbagai suku, agama dan ras serta adat dan istiadat serta budaya lokal yang bermacam-macam. Dalam kaitan ini, Rahmat menekankan perlunya kedewasaan sikap masyarakat Indonesia untuk menerima perbedaan dan kemajemukan tersebut.

Namun Rahmat juga mengakui bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya merupakan muslim dan muslimah mempunyai keterikatan khusus kepada sistem penanggalan hijriyah untuk kepentingan pelaksanaan ibadah mereka. Karenanya, atas dasar jaminan negara atas kemerdekaan penduduk untuk melaksanakan dan mengamalkan agama dan keyakinannya tersebut, sistem penanggalan hijriyah dapat diterima dan dipergunakan oleh umat Islam Indonesia.  Beberapa hari besar dan hari libur keagamaan umat Islam senantiasa ditetapkan berdasarkan sistem penanggalan muslim, yakni sistem kalender hijriyah.

Hal di atas disampaikan Rahmat melalui Staff Ahli DPD RI, Bechta Perkasa Asky kepada media usai  menghadiri acara “Peluncuran Perdana Penyebaran Kalender Hijriyah 1433 Hijriyah (H)” yang dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia

Peluncuran Perdana Penyebaran Kalender Hijriyah 1433 H, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan tahun Baru Islam 1433 H yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut. Peluncuran itu sendiri dilaksanakan dengan penyerahan secara simbolis Kalender Hijriyah 1433 H kepada tokoh masyarakat muslim dan perwakilan ormas Islam yang ada di Sumatera Utara. (*/ila)

Jual Togel untuk Beli Sepatu Anak

Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tak mampu dinilai dengan apapun. Bahkan, sang ibu rela berkorban apa saja untuk kebahagiaan anaknya. Seperti yang dilakukan Lie Jong alias Jong (44), warga Jalan Rahayu, Gang Pribadi, Kelurahan Bantan Timur, Medan Tembung.

Dia nekat menjadi juru tulis (jurtul) togel agar dapat membeli sepatu anaknya. Namun naas, baru dua hari menjalani pekerjaan haram itu, dia sudah tertangkap personel Unit Judi Dit Reskrim Polda Sumut, akhir pekan lalun
Ibu dua anak ini ditangkap berkat laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas pemjualan togel di kawasan itu. Atas informasi tersebut, petugas Unit Judi Dit Reskrimum Polda Sumut melakukan penyelidikan dan diketahui, dalam menjalankan bisnisnya Jong menerima pesanan nomor togel via ponselnya.

Setelah mendapatkan bukti-bukti lengkap, petugas pun menggerebek rumah Jong. Saat itu, Jong sedang menerima pesanan nomor togel yang ditulis di sebuah kalender.

Dari hasil penggrebekan tersebut, petugas menyita dua unit HP Nokia dan satu kalender berisikan nomor pesanan angka togel.

Kepada petugas, Jong mengaku baru dua hari menjalani bisnis togelnya tersebut. “Aku mau membelikan sepatu untuk anakku,” kata Jong sambil menangis sesungukan saat dimintai keterangan oleh penyidik. Saat ditanya lebih lanjut, Jong hanya tertunduk dan tak mau banyak bicara. “Omsetnya cuma Rp50 ribu sampai Rp70 ribu sekali putar,” pungkasnya.(mag-5)

Peternak Babi tak Mau Bayar Denda

MEDAN- Sidang ternak kaki empat (babi) yang digelar Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Medan di Rumah Potong Hewan (RPH), Jumat (23/12) lalu berlangsung ricuh. Pasalnya, pemilik ternak menolak membayar denda sebesar Rp30 ribu sesuai keputusan hakim.

Hadir dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) tersebut hakim ketua Zulkifli SH MH dari Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jaksa, Lila Nasution dari Kejari Medan, dan Panitera Zulkarnain, serta dua orang warga yang merupakan pemilik ternak babi yakni DN Siagian dan Martha Merry Boru Pardede, yang keduanya merupakan warga Kecamatan Helvetia.

DN Siagian dan Martha Merry Boru Pardede menolak membayar denda sebesar Rp30 ribu, karena mereka mengira dipanggil untuk mengambil ternak babi miliknya yang sudah disita negara di RPH. “Kami tak mau membayar itu. Kami kira dipanggil di sini karena ternak kami akan dipulangkan rupanya tidak. Justru kami pula yang harus mengeluarkan uang,” ucap DN Siagian.

Mereka juga tidak bersedia kalau ternak miliknya yang sudah disita akan dilelang. Kericuhan yang terjadi sempat diamankan oleh 6 orang aparat dari Polresta Belawan. Ternak milik DN Siagian sendiri disita sebanyak 2 ekor sedangkan ternak milik Martha Merry Boru Pardede sebanyak 1 ekor.

Meski kedua pemilik ternak menolak membayar, keputusan hakim tetap dijalankan. Kejari Medan akan segera melakukan pelelangan. Dimana, sidang ternak babi ini memang membuat Kejaksaan pusing. Sementara, biaya pelelangan cukup besar, tapi ternak yang awalnya diperkirakan akan dimusnahkan memiliki nilai jual.
Kadistanla Medan Wahid melalui Kabid Produksi Peternakan Distanla Medan Emilia Lubis mengatakan, sebelumnya Kejaksaan sudah menyita sebanyak 31 ekor ternak babi dari 28 KK atau pemilik ternak. Namun, ketika digelar sidang hanya dua KK pemilik ternak yang hadir. “Ternak babi yang disita ini merupakan ternak hasil penertiban Distanla Medan beberapa waktu lalu yakni di kecamatan Helvetia, Medan Area, Barat, Petisah, Selayang dan Tuntungan,” kata Emilia.

Dijelaskannya, sidang ternak babi ini telah diatur dalam Perda Nomor 4 tahun 1995 tentang Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK). Dalam aturan itu dinyatakan, ternak babi yang sudah ditertibkan Distanla Medan akan dieksekusi Kejari Medan dan sebelumnya digelar sidang terhadap pemilik ternak.

“Semua ternak babi telah kami serahkan ke Kejaksaan dan menjadi sitaan negara. Dalam sidang dinayatakan oleh Hakim, masing-masing pemilik harus membayar denda sebesar Rp50 ribu per orang, namun kemudian diputuskan hanya membayar Rp30 ribu per orang, atau kurungan 3 bulan penjara. “Tapi pemilik menolak. Asumsi mereka, ternak akan dipulangkan kepada mereka, rupanya disidang mereka justru harus membayar denda karena telah melanggar aturan,” terang Emilia.(adl)

Istana Maimun Bakal Jadi Ikon Kota Medan

MEDAN- Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumut terus berbenah diri menjadi besar, maju dan moderen menuju Kota Metropolitan. Infrastruktur moderen menopang Kota Medan untuk menjadi kota besar Megapolitan. Namun, ikon Kota Medan sebagai kota besar sama sekali tidak dimiliki yang dapat mencerminkan sebuah kota.

“Perkembangan kota Medan tidak dapat semata-mata memprioritaskan hanya pada infrastruktur fisik saja namun harus memperhatikan infrastruktur sosial lain termasuk budaya agar mengantarkan kota ini menjadi Kota Metropolitan. Dalam infrastruktur budaya salah satu ciri penting kota adalah penanda atau ikon kota yang menarik secara kuat perhatian visual masyarakat dan menjadi cerminan kota,” kata Ketua DPRD Medan H Amiruddin dalam sambutannya sekaligus membuka Acara Seminar Brainstorming Identifikasi Ikon Kota Medan di Hotel Garuda Plaza, kemarin (24/12).

Dikatakannya, secara umum yang dianggap sebagai penanda, lambang atau ikon kota adalah bersifat suci, agung dan memiliki makna mendalam dalam kehidupan bersama. Penanda, lambang atau ikon itu merupakan bagian integral dan inheren dari sebuah kota karena akan dapat menolong publik untuk mengenal kota secara utuh, sehingga keberadaan kota akan lebih mudah diingat dan dikenang publik.

“Kota Paris terkenal dengan ikon Menara Eiffel-nya, Amerika terkenal dengan Patung Liberty-nya dan Jakarta terkenal dengan Tugu Monas-nya. Jika di negara atau daerah lain terdapat ikon, simbol atau lambang kota, meski menjadi salah satu kota terbesar sampai sekarang ini Medan belum memiliki ikon kota. Belum adanya ikon kota ini lebih terkait dengan pluralitas masyarakat di wilayah ini,” ujarnya.

Dia menilai sangat apresiasi dan menyambut gembira atas digelarnyua seminar curah pendapat identifikasi ikon Kota Medan ini menuju Kota Metropolitan. Dia berharap dengan seminar yang digelar High Level Policy Forum (HLPF), Medan City Metropolitan (MCM) dan Disbudpar Kota Medan bekerjasama dengan PT Jamsostek itu dapat menemukan ikon Kota Medan yang selama ini tidak ada.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap diwakili oleh Kepala Bappeda Kota Medan Zulkarnain menyambut baik digelarnya acara sumbang saran itu. Zul menilai perlu dipikirkan bersama mengenai ikon Kota Medan yang sampai saat ini masih belum ada.”Apresiasi yang besar disampaikan Walikota Medan dengan digelarnya kegiatan ini. Perlu bersama-sama memikirkan ikon Kota Medan kita tercinta ini. Ikon tersebut dapat mencerminkan kota dan masyarakatnya secara umum. Selain itu, dalam kesempatan ini juga saya memperkenalkan motto Kota Medan yang baru yakni Medan Metropolitan, Medanku Medan Medan Mantap! ,” jelas Zul membacakan sambutan Wali Kota yang diikuti peserta lain saat mencetuskan motto Kota Medan.

Sementara itu, hadir sebagai narasumber antara lain Ketua Dewan Kota/Pemerintahan Afiffudin Lubis, Antropolog Dr Fikarwin, Sejarahwan Dr Budi Agustono, Ekonom Prof Zulkarnain Lubis PHD, Dr Bisara Tobing MPH. Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Kota Afiffuddin Lubis menegaskan, bahwa Istana Maimun sangat cocok dijadikan ikon Kota Medan.

“Dengan nilai historis dan sejarahnya, kalau menurut saya Istana Maimun yang paling cocok dijadikan ikon Kota Medan,” saran Afiffudin Lubis. (adl)

XLangkah Lebih Maju Gelar Konser Dukung Karya Indonesia

Hadirkan Ayu Ting Ting

MEDAN- Memberikan layanan seluler yang berkualitas merupakan tanggung jawab PT XL Axiata Tbk (XL) sebagai operator penyedia layanan, termasuk layanan konten (VAS/value added service). Guna memberikan kenyamanan pelanggan dalam memanfaatkan layanan seluler, jauh-jauh hari XL telah melakukan sejumlah inisiatif peningkatan sistem keamanan bagi pelanggan untuk memastikan semua proses registrasi dan aktivasi benar-benar diketahui secara sadar oleh pelanggan yang bersangkutan.

Dalam hal ini, XL Kampanye Dukung Karya Indonesia ini salah satunya disampaikan melalui Konser “XLangkah Lebih Maju Dukung Karya Indonesia” yang diadakan di GOR Binjai, Medan, Jumat (23/12) lalu.

Hanya dengan mengaktifkan salah satu konten layanan berlangganan XL VAS (XLCuaps, XL Vuclip, Celebrity SMS, atau RBT), masyarakat Medan dapat menikmati konser yang dimeriahkan oleh Ayu Tingting, Nicky Tirta & Vanessa Angel, dan Treeji, serta berkesempatan memenangkan grand prize kemarin.

Pengunjung Konser “XLangkah Lebih Maju Dukung Karya Indonesia” juga dapat mengikuti Goyang Gayung Competition dengan cara meng-upload video gaya Goyang Gayung mereka melalui social media.
Selain di Medan, konser ini telah berlangsung di Depok (4 Desember 2011), Sukabumi (11 Desember 2011), Mataram (13 Desember), dan Magelang (19 Desember). Kampanye Dukung Karya Indonesia diharapkan dapat membuka kesempatan bagi industri kreatif Indonesia untuk menjadi selangkah lebih maju.

GM Sales Northern, Swandi Tjia mengatakan, sejak jauh sebelumnya XL telah menyadari untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pelanggan layanan VAS.

“Kini kami berharap jaminan atas keamanan dan kenyaman pelanggan ini akan bisa menjadi awal untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat atas layanan VAS. Bagaimanapun juga industri VAS dan kreatif ini perlu dibangkitkan kembali secara sehat,” sebutnya.

Swandi menegaskan, XL juga sudah lama menerapkan SMS Gateway yang bisa mencegah pengiriman konten melalui SMS oleh CP tanpa sepengetahuan XL. Selain itu XL juga menyediakan beberapa mekanisme yang mempermudah pelanggan untuk mengetahui layanan konten di nomornya, yaitu melalui *123*572#.
Selain itu, promo layanan VAS dari XL juga sudah transparan. XL juga sudah melakukan penerapan pengiriman notifikasi secara berkala kepada pelanggan untuk mengingatkan dan memastikan status berlangganan layanan VAS yang aktif.

Dari sisi promo, XL memastikan menerapkan promo yang transparan sehingga publik dan pelanggan memahami ketentuan berlangganan suatu VAS.

Panduan cara berpromosi yang transparan ini juga diterapkan oleh setiap penyedia konten (CP/content provider) yang menjadi partner XL.  Selain itu XL juga telah memastikan semua CP yang menyediakan layanan konten dan menjadi partner telah terdaftar di BRTI dan mengikuti regulasi yang berlaku.

Menurut Swandi, XL akan mulai kembali berusaha menumbuhkan kepercayaan pelanggan pada layanan VAS. Sejumlah inisiatif telah disiapkan, antara lain menyelenggarakan program edukasi yang komprehensif kepada pelanggan melalui berbagai saluran. Untuk hal ini, XL akan selalu berpegang pada aturan yang berlaku.
Selanjutnya, XL bersama dengan mitra CP dan Label yang menaungi para pelaku industri kreatif juga terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri kreatif nasional melalui kampanye Dukung Karya Indonesia, di antaranya meningkatkan penyediaan dan penawaran konten-konten lokal dan bermuatan positif bagi pelanggan, dan sebagainya. XL melihat potensi ekonomi yang dimiliki sektor ini cukup besar sejalan dengan terus berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. (ila)

UU Perlindungan Konsumen Masuk Kurikulum Sekolah

MEDAN- Pemahaman mengenai undang-undang perlindungan konsumen harus ditekankan sejak dini terhadap para siswa agar nantinya, para siswa yang merupakan konsumen lebih cerdas dan pelaku usaha dapat lebih bertanggungjawab akan produk yang dipasarkannya. Untuk itu, Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen diharapkan masuk dalam kurikulum pengetahuan di dunia pendidikan.

Ketua Lembaga Kepedulian Konsumen Indonesia (LKKI) Sumut, Aman Situngkir mengatakan, berdasarkan hasil survey yang dilakukan LKKI Sumut, masyarakat yang mengerti tentang UU Perlindungan Konsumen ini hanya 20 % dan 20 % masyarakat yang tidak mau tahu serta 60 % masyarakat tidak mengerti dan tidak mengetahui
“Masyarakat di Indonesia khususnya di Sumut sama sekali masih buta tentang UU Perlindungan Konsumen. Kita mengharapkan kepada pemerintah baik Kabupaten/Kota dapat mengupayakan UU Perlindungan Konsumen masuk dalam kurikulum pendidikan,” kata Aman Situngkir yang juga Ketua Lembaga Kepedulian Problematika Anak Bangsa Indonesia (LKPABI) Sumatera Utara (Sumut), usai sosialisasi UU Perlindungan Konsumen di Yayasan Pendidikan Jambi, Jalan Pertiwi, Medan Tembung, Kamis (22/12).

Menurutnya, kurangnya pemahaman tentang UU perlindungan konsumen ini, mengakibatkan pelaku usaha seenaknya ‘mengobok-obok’ tanpa memikirkan kesehatan masyarakat. “Jika masyarakat pintar dan memahami UU perlindungan konsumen, maka pelaku usaha tidak lagi seenaknya memasarkan makanan atau jajanan yang mengandung zat berbahaya yang menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan konsumen. Belum lama ini kami temukan dalam kemasan minuman botol ada lumut,” ungkapnya.

Sementara, Staf Ahli Wali Kota Medan, H M Rasyid SH mengakui banyaknya masyarakat yang tidak mengerti UU perlindungan Konsumen, merugikan konsumen itu sendiri. “Dengan sosialisasi seperti ini mudah-mudahan konsumen mengerti apa itu UU Perlindungan Konsumen. Jika masyarakat pintar, pelaku usaha tidak bisa lagi sembarangan mendistribusikan barangnya ke konsumen,” terangnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ikrimah Hamidi menyebutkan, untuk melindungi konsumen dari pelaku usaha yang nakal memang diperlukan efek jera. Jadi diperlukan suatu sistem yang benar baik dan aturan yang baik. “Harus ada undang-undang yang benar-benar kuat tentang makanan halal dan baik. Lebel tersebut wajib muncul. Karena dengan begitu akan ada sanksi yang lebih tegas dan jelas karena ada undang-undang yang mengikat sehingga sanksi pidananya lebih kuat,” tegasnya. (mag-11)

Pemko Siapkan Akses Internet di 151 Kelurahan

MEDAN- Berkembangnya sistem pendidikan salah satunya lewat website  www.AyoSekolah.com menunjukkan sebuah kemajuan dalam membuat sejarah untuk kota Medan.

Lewat program try out ujian nasional melalui online yang pertama di Indonesia ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,  dalam tujuan memajukan pendidikan sebagai pilar pembangunan kota Medan.
“Jangan kita yang memulai namun orang lain yang memanfaatkan. Kita harapkan ini terus kita yang kembangkan dalam mendukung kota Medan sebagai kota metropolitan,” ujar Wali Kota Medan Rahudman Harahap, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi acara try out UN SMK-SMA se- Kota Medan, di Hotel Madani Kamis (22/12).

Bahkan bentuk dukungan kemajuan dalam pendidikan, bilang Rahudman, akan dikembangkan lewat program internet di  seluruh kelurahan kota Medan.

“Dalam waktu dekat akan kita siapkan acces internet (Wi-Fi)  di 151 kelurahan di Kota Medan untuk memudahkan masyarakat dalam upaya menambah pengetahuan khususnya internet,” ujarnya.
Rahudman diakhir sambutannya mengakui masih banyaknya tantangan dan hambatan  kedepannya yang harus dilalui.
Sehinggakomunisasi dengan seluruh kepala sekolah sebaiknya terus dibina khususnya oleh Kepala Dinas Pendidikan kota Medan.

“Pembahasan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya sebatas di dinas pendidikan saja, namun seluruh stake holder pendidikan.Untuk memajukan kota Medan butuh kerjasama dari seluruh elemen ,”tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, DR Rajab Lubis, menganggap kemajuan pendidikan di Kota Medan terus memperlihatkan perkembangan.

Menurutnya, dengan berkembangnya pendidikan akan merubah, dan bisa mengangkat harkat martabat yang mampu mengentaskan kemiskinan.

“Apapun yang kita lakukan hari ini adalah untuk anak-anak kita. Lewat Ayo Sekolah akan menumbuhkan minat anak untuk belajar. Sekaligus sangat bermanfaat dalam meningkatkan prestasi seorang anak,” ucapnya.
Sesuai tujuan utama saat menjabat Kadis Pendidikan Kota Medan, Rajab memilki tugas utama yakni mengangkat martabat dan marwah guru.

“Guru-guru tidak membutuhkan tunjangan yang besar melainkan naiknya marwah dan martabatnya yang pastinya akan meningkatkan kualitas siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus salah satu pencetus website Ayo Sekolah, M Ilham Bintang,  mengatakan, www.Ayo Sekolah.com awalnya merupakan ide sensitif, dari dampak negatif yang timbul akibat kegagalan ujian seperti stress hingga berakhir kepada bunuh diri.

Selain itu dampak negatif yang ditimbulkan oleh jejaring Facebook  yang pernah diharamkan oleh pemerintah, turut  mempengaruhi prilaku para pelajar.
Melihatkondisi ini melatar belakangi Plaza 99 membuat sebuah situs yang bersifat positif dan mendidik, yakni www. Ayo Sekolah. Com .(uma)