24 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 14171

Korea GP Gold Tommy Melaju

JEONNAM- Tommy Sugiarto berhasil lolos ke perempatfinal usai melewati laga tiga game melawan pebulutangkis China Taipei, Kamis (8/12). Sayangnya, sukses Tommy gagal diikuti pebulutangkis tunggal putri Maria Febe Kusmastuti, Sony Dwi Kuncoro dan Dyonisius Hayom Rumbaka.

Tommy terus menjaga Indonesia di nomor tunggal putra. Memainkan laga babak ketiga dengan menundukkan Hsu Jen Hao 21-15 15-21 24-14.

Tugas berat menanti Tommy di laga selanjutnya. Unggulan ketiga sekaligus favorit tuan rumah, Lee Hyun Il akan menjadi lawannya guna memperebutkan satu tempat di babak semifinal.

Sedangkan di partai babak kedua yang digelar sebelumnya, Febe masih terlalu lemah buat unggulan lima asal China, Li Xuerui. Dalam waktu 33 menit, Febe dipaksa menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 13-21.
Kegagalan Febe menyudai kiprah tunggal putri di turnamen ini. Satu tunggal putri yang turut ikut serta, Aprilia Yuswandari sudah tereliminasi lebih dulu.

Hasil negatif lainnya diterima oleh dua ganda putri “Merah Putih”. Yang pertama adalah pasangan Della Destiara Harris/Andini Suci Rizky menyerah dari Sun In Jang/Yoon Yeo Sook 16-21 14-21 sementara Komala Dewi yang berpasangan dengan Jenna Gozali juga takluk dari Eom Hye Won/Jang Ye Na 13-21 13-21.

Nasib lebih baik diterima ganda putra Ricky Karanda Suwardi/Muhammad Ulinnuha dengan menghentikan pasangan Jin Ji Hoon/Lee Sang Joon dalam duel tiga gim 22-20 13-21 21-15.

Di babak perempatfinal Ricky/Ulin akan melawan pasangan unggulan dua, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Song yang sebelumnya mengalahkan kompatriotnya Choi Sol Kyu/Park Se Woong 21-14 21-11.

Demikian juga dengan tunggal putra Indonesia Sony Dwi Kuncoro dan Dyonisius Hayom Rumbaka. Mereka tak mampu melanjutkan kiprahnya usai terhenti di babak kedua, di Hwansun Indoor Stadium.

Sony terlibat pertarungan sengit melawan Hong Ji Hoon. Namun setelah melalui tiga game, Sony harus mengakui keunggulan pebulutangkis Korea itu dengan skor 22-24 24-22 19-21.

Nasib tak jauh berbeda dialami oleh Hayom. Tampil sebagai unggulan ketujuh, Hayom kalah dari pebulutangkis non-unggulan tuan rumah Choi Young Woo 13-21 12-21 dalam permainan selama 39 menit.(bbs/jpnn)

Vettel Cari Pesaing Baru

MUNICH- Juara dunia Formula Satu, Sebastian Vettel, menilai musim balap 2012 tidak akan semudah musim ini. Kini Vettel mencari penantang baru.

Vettel unggul 122 poin atas runner-up Jenson Button, yang menggunakan McLaren, untuk merebut gelar juara 2011. Sementara Red Bull mantap menjuarai gelar konstruktor dengan keunggulan sampai 153 poin dari McLaren.
Namun, sang juara dunia mengingatkan timnya untuk tidak bersantai-santai dan menunjukan McLaren akan menjadi rival utama musim depan.

“Anda tidak pernah masuk musim baru dengan target meraih hasil lebih buruk dari musim sebelumnya,” ujar Vettel pada Sportvibe.

“Tentu saja kami tidak meraih 100 persen  tahun ini. Masih ada kesalahan yang harus kita pelajari, semoga saja begitu,” ungkapnya.

“Tentu saja persaingan akan semakin ketat, terutama dengan McLaren yang tampil kuat di akhir musim dengan Jenson dan Lewis (Hamilton). Jadi tahun depan tidak akan mudah,” pungkas pembalap asal Jerman itu.
Sementara itu, Mark Webber menepis spekulasi tahun 2012 akan menjadi musim terakhirnya di F1. Driver Red Bull itu masih ingin mengejar titel juara.

Dengan usia yang sudah menginjak angka 35, Webber dispekulasikan akan segera mengakhiri karir di ‘Jet Darat’ saat musim 2012 berakhir.

Akan tetapi, spekulasi itu ditepis Webber. Pria asal Australia tersebut mengaku masih ingin membalap di arena F1, kendati memberi indikasi hanya akan teken kontrak per satu tahun saja.

“Yeah, aku sudah pasti bisa melihat diriku membalap lebih lama lagi. (Penasihat Red Bull) Helmut (Marko) selama ini suka melakukan kontrak per tahun dan itu juga tidak buruk buatku,” ujar Webber di Crash.

“Begitulah kebiasaannya selama tiga atau empat tahun. Selama ini seperti itu dan seperti biasa, sampai pertengahan musim kami akan duduk bersama dan membahas situasinya,” lanjutnya.

Keinginan terus membalap itu sangat mungkin didasari tekad Webber untuk berusaha menjadi juara dunia, sebuah gelar yang selama dua musim terakhir dikuasai rekan setimnya sendiri, Sebastian Vettel.

“(Musim 2011) Aku tidak mendapat kemenangan sebanyak yang aku mau, tetapi dalam urusan poin, aku pikir diriku dan Jenson (Button) mendulang poin cukup untuk jadi juara musim sebelumnya,” katanya.(bbs/jpnn)
“(Hanya saja) Tahun ini poinnya butuh lebih besar lagi karena Seb menjalani musim luar biasa. Terkada memang seperti itu di olahraga ketika ada yang sedang mendapat momentum. Tergantung kepada kami (para pembalap F1) untuk memastikan itu tidak terjadi lagi tahun depan,” seru Webber.(bbs/jpnn)

Indonesia Tuan Rumah One Fighting Championship

JAKARTA- Event mixed martial arts (olahraga bela diri campuran) terbesar di Asia tahun depan akan digelar di Indonesia. One Fighting Championship akan mempertemukan petarung-petarung lokal dan internasional.
One Fighting Championship merupakan turnamen yang mempertemukan petarung dari seluruh dunia dari berbagai disiplin cabang bela diri. Mereka kemudian diadu berdasarkan kelas yang terdiri dari tujuh tingkatan berdasarkan bobot tubuh.

Turnamen ini terhitung masih baru karena edisi pertamanya baru digelar pada September 2011 lalu di Singapura. Namun untuk 2012 mendatang penyelenggaraannya akan dikembangkan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
“Indonesia memiliki penggemar yang besar terhadap petarung profesional. Kami tak sabar untuk bisa menggelar acara perdana kami di tahun 2012 di Jakarta,” ujar pemilik sekaligus Presiden One Fighting Championship, Victor Cui, dalam konferensi pers di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (12/8) siang WIB.

“Asia merupakan akar dari banyak disiplin bela diri yang ada di dunia. Di event ini bukan hanya diperuntukkan pada satu disiplin, ini menggabungkan komunitas martial arts. Banyak bakat bagus di Asia dan Indonesia,” lanjut Victor.
Dalam menggelar evet tersebut di Indonesia OFC menggandeng Mahkota Promotion sebagai mitra kerjanya. Pertarungan yang akan dilangsungkan di Kelapa Gading Sports Mall pada 11 Ferbruari 2012 itu rencananya juga akan ditayangkan secara langsung oleh Global TV.

Indonesia akan menurunkan empat petarungnya dalam event tersebut. Salah satunya yang sudah dipastikan akan bertanding adalah Youne Victorio Senduk. Youne adalah salah satu atlet Indonesia yang turun di SEA Games XXVI lalu pada cabang wushu dan berhasil mempersembahkan medali perak.

Sementara tiga petarung lainnya akan dipilih berdasarkan seleksi yang akan dilakukan pada 22 Desember mendatang.
“Kualifikasi nasional akan dilangsungkan di GOR Marinir, Cilandak. Seleksi ini terbuka untuk siapapun, dari cabang bela diri apapun, asal dia tergabung dalam sebuah klub,” sahut Jesse Ariestya yang datang mewakili Federasi Olahraga Beladiri Indonesia.

“Event ini sudah sangat dinantikan fighter-fighter yang ada di Indonesia. Mereka kan selama ini berlatih ya untuk itu. Kini ada tempat untuk menampungnya,” tuntas Jesse.(net/jpnn)

Pemain Iran Merapat ke PSMS

MEDAN-PSMS yang berlaga di Indonesian Super League (ISL) kembali berbenah. Mereka akan mendatangkan satu lagi pemain asing bernama Daryoush Ayyoubi. Ayyoubi akan dijadikan tandem Saha di lini depan.

Ayyoubi merupakan pemain yang pernah memperkuat PSM Makassar pada musim 2009-2010. Ia sendiri mengaku sangat tertarik bermain di PSMS. Dia mengatakan sudah berbicara dengan pelatih kepala PSMS mengenai statusnya.
“Saya sudah ngomong dengan Raja Isa. Dia suruh saya latihan dulu. Mengenai kontrak, nanti jika dia sudah melihat bagaimana fisik, riwayat cedera, juga kemampuan saya di pertandingan,” ungkap pemain asal Iran ini, Kamis (8/12).
Saat ditanya mengenai dualisme kompetisi di Indonesia, mantan pemain Esteghlal Teheran FC ini mengaku kurang memahami kisruh yang terjadi. Namun, keinginannya membela PSMS sangat besar. Dia mengaku mengenal PSMS dari teman-temannya seperti Samsyul Haeruddin dan Eduardo.

“ISL saya pikir kompetisi yang bagus. Sudah lama di Indonesia. Saya yakin FIFA akan merubah mindsetnya soal kompetisi ini (Ilegal, Red). Dulu saya juga bermain di PSM pada kompetisi ISL. Saat mereka memilih ke LPI, saya tak tertarik. Begitu juga banyak klub LPI yang berminat terhadap saya, tapi saya tidak mau,” ujar Daryoush Ayyoubi.
Kembali ditanyakan, kenapa berminat bermain di Kota Medan, ia mengaku karena Indonesia merupakan negara mayoritas Muslim. “Saya pilih Medan karena saya seorang muslim dan saya tahu di sini juga mayoritas Muslim,” katanya.

Ia memiliki harapan membawa PSMS menjadi juara di ISL. “Tentu saya ingin membawa PSMS berpestasi di ISL. Mengangkat nama tim di posisi atas klasemen. Soal gol, itu nomor dua, yang utama adalah kepentingan tim. Setelah tim, kemudian saya akan berusaha untuk top skor,” ujar Daryoush Ayyoubi lagi.

Sementara itu, seorang striker asing lain yang akan memperkuat PSMS disinyalir berasal dari Korea Selatan juga akan bergabung. “Kita masih merahasiakan identitas pemain tersebut. Nanti kalau sudah datang baru kita kabarkan,” ungkap Pelatih PSMS Raja Isa. (saz)

PSMS IPL Dituding tak Siap

MEDAN-Kubu Arema yang bakal jadi lawan PSMS di Indonesian Primer League (IPL) menilai jadwal yang diundur karena PSMS dianggap tak siap berlaga di IPL. Maka itu, PSSI dianggap sengaja mengundurkan laga itu demi PSMS.

Hal itu langsung dibantah CEO PSMS, Freddy Hutabarat. “Setahu saya Arema ada masalah intern. Karena itu jadwal diundur. Kalau ada isu yang mengatakan PSMS belum siap, itu salah. Kita akan berlaga bagaimana pun kondisi PSMS saat ini. Karena kita ikut aturan PSSI aja,” terangnya.

Dengan diundurnya jadwal tersebut memang diakuinya juga sebagai satu keuntungan bagi PSMS. “Kita bersyukur dengan diundurnya jadwal yang seyogianya digelar Sabtu (10/12) nanti. Dengan begitu, proses pengurusan yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari bisa dioptimalkan agar pengesahan izin pemain bisa segera dilakukan,” kata Freddy.

Mantan pemain PSMS era 80-an itu juga menerangkan, jika memang isu itu beredar ia tak acuh terhadap hal tersebut. “Kita memang tidak ada meminta itu dilakukan PSSI. Kita malah mengira hal tersebut dilakukan karena adanya masalah internal di Arema. Buktinya kami sudah membeli tiket untuk berangkat ke Malang hari ini (Kemarin, Red). Namun, karena jadwal memang sudah resmi diundur dengan adanya surat yang dilayangkan PSSI ke PSMS, maka terpaksa tiket kita batalkan,” terangnya. (saz)

Zul, Mesin Lini Tengah

Sejak cedera pertengahan musim lalu bersama PSMS, Zulkarnaen kembali dalam kondisi terbaiknya. Rasa sakit di tendon kaki kananya tak lagi terasa karena sudah naik meja operasi jelang akhir musim lalu. Kini Zul-sapaan akrabnya hanya butuh waktu lebih untuk membuktikan kelasnya.

Memulai musim sebagai pemain yang bertahan, Zul mendapatkan tempat utama di bawah komando pelatih asal Malaysia, Raja Isa. Pemain yang mulanya main di lini depan agak ditarik ke sayap. Dan di posisi itu Zul tampak tak gamang. Mantan pemain Persiraja itu bahkan bisa dianggap berhasil memainkan peran sebagai penggerak lini tengah PSMS.

Pola 4-2-3-1 yang dipatenkan Raja Isa sejauh ini dilakoni cukup baik oleh Markus Horison dkk. Di lini depan Osas Saha tunggal, namun ditopang oleh tiga pemain bertipikal menyerang. Mereka adalah Luis Pena, Inkyun Oh dan Zulkarnaen.
Memiliki kondisi fisik prima membuat Zul tak masalah dimainkan sebagai sayap. Diharapkan tusukan demi tusukan dari sayap mampu memberikan peluang mencipta gol.

Dua kali diturunkan jadi starter melawan Mitra Kukar dan Persisam Samarinda, Zulkarnaen total bermain 180 menit. Bahkan ketika melawan Persisam, Zul bikin satu-satunya gol di menit 45, meskipun akhirnya dia ditarik keluar menit 91.
Apa komentarnya atas gol itu? “Tentu saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Bagi saya yang terpenting itu permainan tim, tapi kalau ada kesempatan saya akan berusaha buat gol. Gol itu saya persembahkan kepada fans dan keluarga saya,” kata Zul yang dihubungi wartawan koran ini kemarin malam.

Soal posisi barunya, Zul mengaku tak masalah. Menurutnya itu bagian dari strategi yang harus dimainkan dengan bagus. “Kami saling membantu. Jadi saya dan Inkyun juga Luis Pena bertugas memberikan peluang maksimal di lini depan yang diisi Saha. Begitu juga sebaliknya. Intinya kami berusaha membuat gol,” pungkasnya. (ful)

Penjual Tiket Palsu Bonyok

Laga lanjutan ISL PSMS kontra Persisam di Stadion Teladan, Kamis (8/12), diwarnai dengan babak-belurnya seorang pengedar tiket palsu untuk laga tersebut.

Pelaku berinisial JL warga Medan  kepergok saat menjajakan tiket palsunya. Yang mendapatinya yakni soerang petugas dari satuan Armed.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Syafril Jambak menuturkan setelah menemukan adanya tiket palsu yang berjumlah seratus lembar dalam satu blok tiket, pihaknya langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian terdekat yakni Kantor Polisi Medan Kota. “Kita sudah membuat pengaduan ke pihak kepolisian. Kita ingin pihak yang berwajib mengusut tuntas pemalsuan tiket pertandingan ini,” ujar Syafril.

Syafril juga menuturkan, saat menangkap pelaku tiket palsu tersebut ia tak seorang diri. Namun, yang berhasil diamankan hanya seorang diantara dua pelaku. “Temannya sempat lari, kita juga sudah keliling mengejar tapi tak ketemu,” bebernya.
Menurut Syafril, saat digiring ke kantor panitia, pelaku sempat jadi bulan-bulanan masyarakat yang memadati bagian depan Stadion Teladan, yang memang berbondong-bondong ingin menonton tim kebanggaan mereka. (saz)

Kodrat Sumut Optimis Menatap Pra PON

MEDAN–Pengurus Provinsi (pengprov) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Sumatera Utara akan melepas 13 atletnya guna mengikuti Pra PON yang berlangsung 14 Desember 2011 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ke-13 atlet tarung derajat Sumatera Utara terdiri dari 7 putra, 2 putri dan 4 atlet di kategori seni gerak putra dan putri.

Manejer Tim Tarung Derajat Sumatera Utara Abdul Jamil kemarin mengatakan bahwa ke-13 atlet tarung derajat saat ini sudah siap terbang ke Balikpapan untuk mengikuti Pra PON. Porsi latihan dua kali sehari selama satu setengah bulan dianggap cukup sebagai bekal untuk meloloskan atlet berlaga pada PON Riau 2012 tahun depan.

“Apalagi pada November lalu kita sudah menggelar latih tanding dengan atlet yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam dan Riau. Setelah melihat hasil ujicoba itu, kita optimis jika atlet tarung derajat bakal lolos ke PON Riau,” ujar Jamil.

Menyinggung saingan pada babak Pra PON nanti, Jamil mengatakan bahwa Jawa Barat menjadi pesaing terberat bagi daerah manapun, karena asal muasal lahirnya cabang bela diri ini berasal dari Jawa Barat. Selain Jawa barat, tuan rumah juga diperkirakan bakal menjadi batu sandungan bagi daerah lainnya.
“Meski saingan semakin berat namun kita siap untuk mempertahankan gelar juara umum yang kita raih pada Kejurnas yang juga Piala Presiden pada Januari 2011. Tradisi ini akan kita pertahankan,  disamping berusaha menjadi yang terbaik di nomor lainnya,” sebut Jamil.

Bicara target, Jamil bilang pihaknya tidak memasang target yang muluk-muluk. “Pra PON lalu kita meloloskan tujuh atlet dan meraih satu perunggu. Kita ingin mempertahankan prestasi itu,” katanya.  (jun)

Kurnia Medan City Tatap Even di Malaysia

MEDAN-Usai sukes menempati peringkat kedua di ajang 2nd Brunei 7’5 International Soccer Challenge 2011 yang berlangsung di Brunei pada 3-4 Desember 2011, Kurnia Medan City (KMC) bersiap menatap turnamen yang berlangsung di Malaysia pada Maret dan Mei mendatang.

Ketua Kurnia Medan City H Sumantraji mengungkapkan hal itu kemarin (8/12). Ditambahkannya bahwa keikutsertaan Kurnia Medan City pada dua turnamen sepak bola veteran yang bakal berlangsung di Malaysia yang keempat kalinya.
“Tahun lalu kita bisa masuk sampai babak semifinal. Nah tahun ini kita ingin lebih  baik lagi,” tekad Sumantraji.

Adapun dua even yang bakal diikuti Kurnia Medan City tadi adalah Penang Sport Club Turnamen yang berlangsung di Penang pada Maret nanti serta turnamen sepak bola veteran bertajuk AMSP 109 yang digelar di Ipoh.

Guna meraih target yang telah dipasang tadi, saat ini seluruh pemain berlatih secara intensif di Lapangan Sepak Bola Paskahas Medan di bawah arahan pelatih Abdul Rahman Marasabessy dan Marzuki Harahap.

“Setelah meraih posisi runner up di Brunei lalu, saya yakin jika para pemain semakin termotivasi untuk meraih hasil maksimal,” bilang Sumantraji.

Diungkapkannya bahwa ketika meraih posisi runner up di Brunei beberapa waktu lalu Kurnia Medan City mampu mengandaskan beberapa tim yang berisikan mantan pemain timnas Malaysia.

Lawan-lawan yang dihadapi pada babak penyisihan beberapa waktu lalu antaranya Jumrong Master (2-0), VFA A Master (1-0) dan Rimbastar Master (1-0). Dengan hasil ini maka Kurnia Medan City melangkah ke babak grnad final guna menghadapi Melody Jaya. Sayangnya, meski telah tampil all out hingga bermain imbang 0-0 di waktu normal, akhirnya Kurnia Medan City harus mengakui keunggulan Melody Jaya dengan skor 3-4 lewat adu tendaaan penalti.
Adapun tim Kurnia Medan City terdiri dari Manejer Tim: Seniman Wito, Pelatih: A Rahman Marasabessy dan Marzuki Harahap, Sekretaris Tim: M Nasir Harahap dan Resdianto. Pemain; Syahril Nasution, Sunardi A, Syahrulam, M Yamin, Harry Saputra, Bambang Usmanto, Kamaruddin, Nasib Rayadi, Emil Bachtiar dan H Sumantraji.
“Selama berada di sana kami mendapat banyak kemudahan,” tuntas Sumantraji. (jun)

Gugatan TPM Al Ikhlas Ditolak

MEDAN- Majelis Hakim akhirnya memutuskan menolak gugatan Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Ikhlas Jalan Timor No. 23 Medan terhadap tergugat Kepala Pertanahan Kota Medan dengan tergugat intervensi I, Mentri Pertahanan RI dan Tergugat Invervensi II, Pangdam I/BB.

Pada sidang lanjutan  di Pengadilan Tinggi Urusan Negara (PTUN), Jalan Listrik, Medan Kamis (8/12), Majelis Hakim yang diketuai Yarwan menyatakan gugatan BKM yang disampaikan melalui Tim Pembela Masjid (TPM) Al Ikhlas tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard/NO).

Hal ini dikarenakan gugatan telah melanggar yurisdiksi (kompetensi) absolute dimana landasan penentuan kompetensi absolute berpatokan kepada pembatasan yurisdiksi badan-badan peradilan.

Anggota TPM Hamdani Harahap SHn MHum, Rudiansyah Dharmawan SH, dan Tommy Bellyn Wiryadi SH menyatakan akan melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT).

“Alasan majelis hakim tidak menerima gugatan TPM Masjid Al Ikhlas dikarenakan ada dua pendapat yang berbeda sehingga diputuskan untuk di NO,” ujarnya.

Maksudnya, lanjutnya masing-masing lingkungan peradilan mempunyai bidang yurisdiksi tertentu. Oleh karena itu, suatu gugatan harus tepat diajukan kepada salah satu lingkungan sesuai dengan bidang hukum yang diperkarakan.
Apabila batas yurisdiksi dilanggar maka akan mengakibatkan gugatan menjadi cacat dan peradilan yang menerima akan menyatakan diri tidak berwenang mengadili.

“Ya hal ini dikarenakan adanya pembatasan yurisdiksi masing-masing badan peradilan yang mengacu kepada berbagai ketentuan perundang-undang,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, dikarenakan majelis hakim mengabulkan eksepsi tergugat tanpa melihat pokok perkara sehingga gugatan TPM Al Ikhlas tidak dapat diterima.

“Untuk itu, kita akan membawa perkara ini ke PT mengingat perkara pokok maupun fakta di lapangan dimana ada enam syarat yang terpenuhi yang pertama adalah legal standing para penggugat, kedua; tenggang waktu mengajukan gugatan, ketiga; prosedur penerbitan sertifikat hak pakai No 847 tahun 2006 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Sedangkan keempat, pembangunan mesjid Al Ikhlas berasal wakaf dari jamaah masjid, kelima; tanah bangunan masjid adalah wakaf sehingga tidak dapat di ruislagh, keenam; proses ruislagh telah salah karena ada rumah ibadah.

“Berdasarkan keenam pertimbangan hukum tersebut, maka tindakan tergugat yang menerbitkan Sertifikat Hak Pakai No. 847 pada tanggal 10 Agustus 2006 yang menjadi objek perkara sudah jelas bertindak secara sewenang-wenang melanggar UU RI No. 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme,” ujarnya.

Pada pasal 3 dinyatakan, lanjutnya, 1. Asas kepastian hukum, dan 2. Asas tertib penyelenggaraan negara juncto Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah karena menerbitkan sertifikat tidak meneliti keadaan fisik dan data yuridis tanah juncto pasal 4 ayat (1) peraturan Mentri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 9 Tahun 1999 tentang tata cara pemberian dan pembatalan hak atas tanah negara.
Namun karena tidak puas dengan gugatan yang dikalahkan hakim tersebut, puluhan ormas Islam lantas mendamprat hakim di ruang persidangan.

“Hakim dzolim, hakim tidak berpihak pada rakyat,pengadilan Dzolim,” ucap ormas tersebut. (rud)