28 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 14173

Dinas TRTB Cek Ulang Bangunan Nanyang

MEDAN-Puluhan warga Jalan Tomat Medan melakukan pertemuan dengan pihak Sekolah Nanyang, di Aula Mapolsekta Medan Baru, Kamis (8/12). Pertemuan juga dihadiri oleh perwakilan kecamatan, Danramil 05 Medan Baru, Kapten K Sidabutar, Perwakilan Dinas TRTB Kota Medan, Bonar Pulungan dan Kapolsekta Medan Baru, AKP Donny Alexander.

Pertemuan berjalan alot dan saling adu argumen. Akibatnya, AKP Donny Alexander sebagai moderator dalam pertemuan itu sempat menegur kedua belah pihak, karena saling menyatakan paling benar. Pertemuan yang difasilitasi Muspika Medan Baru itu untuk mencari jalan keluar dan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang tidak terselesaikan semenjak 3 tahun itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam itu warga mengeluhkan aktifitas sekolah Nanyang yang mengganggu kenyamanan dan ketertiban, warga juga mengeluhkan bangunan sekolah Nanyang membuat rumah warga sering kebanjiran dan sisa material bangunan berjatuhan ke rumah warga.

Semantara pihak Sekolah Nanyang mengeluhkan aktifitas protes warga sehingga aktifitas belajar mengajar terganggu serta menghambat pembangunan sekolah. Setelah mendengarkan argumen keluhan kedua kubu, moderator meminta keterangan dari pihak Dinas TRTB Kota Medan yang diwakili Bonar Pulungan.

Dalam pertemuan ini Bonar Pulungan mengatakan pihak Sekolah Nanyang sudah mengantongi Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari TRTB Kota Medan.

“Sekolah sudah memiliki IMB tahap kedua,” ungkap Bonar.
Namun dirinya mengatakan seandainya pihak Sekolah Nanyang menyalahi IMB pada bangunan sekolah akan ditindak, hal ini membuat seorang warga mengangkat tangan dan memprotes.

“Sudah tiga kali pihak TRTB melakukan eksekusi perobohan bangunan, hal ini terbukti bangunan Sekolah Nanyang menyalahi prosedur yang ditetapkan. Tapi, mengapa pihak TRTB Kota Medan memberikan IMB bangunan tahap kedua untuk Sekolah Nanyang dan mengapa dicek kembali bangunan sekolah Nanyang,” ujar warga.

Hasil pertemuan moderator mengungkapkan pihak TRTB akan kembali mengecek kondisi bangunan Sekolah Nanyang, seandianya ada meyalahi dalam bangunan ini pihak TRTB harus melakukan tindakan. Rencananya pihak Muspika Medan Baru akan mengundang Kadis TRTB Kota Medan Sampoerno Pohan bertemu langsung kedua bela pihak.
Syafaruddin, Kuasa Hukum Sekolah Nanyang mengatakan, sudah beberapa kali berkomunikasi langsung kepada warga tanpa dilakukan pertemuan, namun tidak ada kata sepakat.

Saat ditanya soal keberadan personel Brimob di Sekolah Nanyang, Syafaruddin mengatakan hal itu wajar karena Brimob masih personel Polri yang melindungi masyarakat.(gus/adl)

Rinaldi Firmansyah Jadi CEO Idaman 2011

MEDAN- Majalah Warta Ekonomi menobatkan 20 CEO perusahaan sebagai Indonesia Most Admired CEO 2011 dan salah satunya adalah CEO Telkom Rinaldi Firmansyah.

Ajang ini merupakan rejuvenasi atau peremajaan kembali dari riset CEO Idaman yang dilakukan Warta Ekonomi pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Warta Ekonomi melakukan penilaian berdasarkan kategori bidang usahanya, menghasilkan Indonesia Most Amired CEO 2011 per kategori 16 bidang usaha sesuai pilihan responden.
Kategori Telekomunikasi terpilih Perusahaan Telekomunikasi Tbk, dengan CEO Rinaldi Firmansyah. Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, didampingi Pemimpin Perusahaan Warta Ekonomi Mario Alisjahbana, dan Pemimpin Umum dan Penanggungjawab Warta Ekonomi Amir Effendi Siregar.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Ball Room 1 Hotel JW Marriott Mega Kuningan Jakarta, Selasa (6/12) malam. Menurut Mario Alisjahbana, untuk menentukan siapa Most Admired CEO tahun ini, Warta Ekonomi melakukan survei responden sebanyak 1200 orang yang dipilih secara acak dari database perusahaan Warta Ekonomi di 16 bidang usaha yang ada di Indonesia. Mereka sebagian besar berlatar belakang sebagai karyawan dengan jabatan minimal Manager dan telah bekerja selama lima tahun di perusahaannya. Survei dilakukan melalui wawancara via telepon pada 20 Juni hingga 19 Agustus 2011. Kemudian dilakukan overview yang menyangkut performance, profesionalitas dan personality bersama tiga expert, yaitu Irham Dilmy (Advisor Amrop Indonesia), Mas Achmad Daniri (Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance dan mantan Presiden Direktur PT BEJ), dan Abdul Aziz Effendy ( Senior Consultant Andrew Tani & Co) .

Lanjutnya, hasil overview menyimpulkan bahwa pada masa sekarang performa seorang CEO tidak bisa lagi hanya dilihat dari prestasinya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan saja. “Akan tetapi, perlu ditinjau bagaimana CEO itu dalam mengembangkan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaannya seperti Coroporate Sosial Responsibility dan program Hijau perusahaannya dan menerapkan Good Corporate Governance, dimana keberhasilannya membuat perusahaannya menjadi sustainable.  (rel/ndi)

Berhadiah Samsung Galaxy Tab

Flash Unlimided Sensation di Atrium Plaza Medan Fair

MEDAN – Anda ingin merasakan langsung sensasi berinternetan cepat dan berkualitas, segera kunjungi event Flash Unlimided Sensation di Atrium Plaza Medan Fair hingga 11 Desember mendatang. Di event persembahan Telkomsel ini, Anda bisa mendapatkan berbagai produk yang dibundling dengan Telkomsel Flash dengan harga special. Mulai dari  tablet, modem, dan handphone qwerty. Telkomsel menggandeng beberapa mitra untuk meramaikan event pameran kali ini, seperti, MKN, Blueberry, Global, MLW, G Star, dan Samsung.

‘’Event ini  merupakan promo akhir tahun sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan. Kita juga ingin lebih memperkenalkan ke masyarakat layanan internet dengan produk-produk Telkomsel yaitu Telkomsel Flash, terutama Flash Unlimited. Karenanya di semua produk yang ditawarkan di event ini sudah menggunakan layanan Flash Unlimited,” ujar Manager Branch Telkomsel Medan Heribertus B Ariyanto.

Promo yang ditawarkan cukup menarik. Antara lain setiap pembelian produk mendapat bonus gratis layanan internet unlimited satu sampai tiga bulan. Yang tak kalah istimewa, setiap pengunjung yang melakukan transaksi di event ini, berkesempatan mendapatkan hadiah yang diundi setiap hari. Dan diakhir acara akan dilakukan penarikan hadiah utama berupa Samsung Galaxy Tab.

Konter Samsung sendiri pada kesempatan ini menawarkan beberapa type Galaxy Tab. Salah satunya Samsung Galaxy Tab 7+ seharga Rp5.199.000. Tablet ini mudah dibawa karena lebih tipis dan ringan dari type sebelumnya. Dilengkapi dengan Voice Call sehingga pengguna dapat terhubung dimana saja. Selain itu, tidak perlu menunggu file selesai diunduh, dengan kecapatan tinggi HSPA+ Anda dapat mengunduh file – file besar dan film – film lebih cepat dari sebelumnya.

Produk lain yang ditawarkan seperti Ipad 2 16 GB wifi dengan harga Rp5.500.000 dari harga normal Rp8.500.000. Ini sudah termasuk gratis internet unlimited satu bulan, bonus anti gores dan router. Tersedia juga modem Speed Up-8200U plus free 3 bulan unlimited internet Rp199 ribu, CSL 900T seharga Rp199 ribu, handphone G-Star Q86-TV Rp250 ribu dan Huawei Atom Pro MF 651 seharga Rp249 ribu. (*/sih)

Perbanyak Puasa di Hari Asyura

TEBING TINGGI- Sesungguhnya bulan Muharram adalah bulan yang agung dan diberkahi. Bulan pertama dari penanggalan hijriyah ini, merupakan salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan Allah.
Bulan Asyura adalah hari kesepuluh di bulan muharam, dan dimaknai sebagai wujud momentum kemenangan setelah lepas dari ujian dan cobaan berat.

Menurut Ustad Zulkarnain SAg, kepada Sumut Pos, Kamis (8/12), menjelasakan, firman Allah Swt dalam surat At-Taubah ayat 36 berbunyi, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”.

Maknanya, sebut Zulkarnain, dimintakan kepada setiap orang, jangan menganiaya diri sendiri dalam bulan-bulan dimaksud. Hal tersebut dimaksudkan agar manusia tidak menzalimi dirinya sendiri pada bulan-bulan haram, karena dosanya lebih besar dari pada bulan-bulan lainnya. Adapun keempat bulan yang diharamkan Allah yaitu, Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

“Menurut Imam Qatadah Rahimakumullah, bahwa kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar dosanya daripada berbuat zalim di bulan selainnya. Walaupun perbuatan zalim secara keseluruhan adalah perkara besar, tapi Allah melebihkan perkara sesuai dengan kehendak-Nya. Sebagimana Allah telah memilih hamba-hamba pilihan dari makhluk-Nya,” jelas Zulkarnain.

Jelas Ustad kembali, maka di hari kesepuluh Muharram ini atau hari Asyura, sebagai umat Islam harus memperbanyak puasa sunnah.

Diriwayatkan dalam Hadist Muslim, bahwa puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. (mag-3)

Tak Mau Gegabah

PSMS vs PERSISAM

MEDAN-Laga imbang melawan Mitra Kukar beberapa hari lalu sudah dilupakan PSMS. Sore ini, Ayam Kinantan akan kembali diuji tim dari Kalimantan Timur, Persisam.

Menariknya, tak jauh berbeda dengan Mitra Kukar, Persisam juga dihuni pemain bintang. Bahkan, tim ini sempat dijuluki Timnas Indonesia kedua. Dan, hal ini diakui Raja Isa sang peracik PSMS. “Semua pemain yang memperkuat tim asal Kalimantan ini cukup bagus. Mereka rata-rata memiliki pengalaman bermain yang bagus. Tapi setiap tim pasti punya kelemahan,” ujarnya saat konferensi pers PSMS kontra Persisam di mess Kebun Bunga, Rabu (7/12) soren
“Persisam merupakan Timnas Indonesia kedua bagi saya. Dan ini akan menjadi motivasi bagi pemain-pemain PSMS untuk bermain lebih baik.

Dengan memperlihatkan permainan sportif, kita juga akan bermain tertutup. Dengan tak mengenyampingkan target meraih poin penuh,” sambung pelatih berkebangsaan Malaysia itu.

Karena itu, dengan materi pemain yang ada, Raja Isa mencoba memperbaiki kemampuan tiap pemain sehingga memberikan kejutan dalam laga kali ini. “Saat ini pemain-pemain kita belum punya nama. Kita tentu tak ingin gegabah, namun, pada laga kali ini kita akan berikan tekanan maksimal kepada tim lawan,” koarnya.
Mantan pelatih Persipura, PSM Makassar, dan Persiram ini juga berpendapat, Persisam bukan tim biasa. “Namun, besok (hari ini, Red) PSMS akan menunjukkan keunggulan,” jelas Raja Isa.

Raja Isa juga menilai Persisam lebih baik dari Mitra Kukar yang mampu menahan imbang anak-anak asuhannya dengan skor 1-1, Mnggu (4/12) lalu di Stadion Teladan. Sementara, kemenangan Persisam dari tim tuan rumah PSAP di Banda Aceh, pada waktu sama, dengan skor 2-1, menurut Raja Isa akan menjadi motivasi tersendiri bagi Christian Gonzales untuk menggaet tiga angka lagi di kandang PSMS.

Untuk menang, Raja Isa menerapkan kepada anak-anak asuhannya harus bisa mengungguli ball position. Ia juga menuturkan, pemain harus bisa bermain sabar, berani bermain taktis dengan one-two touch. “Pemain harus tahu, paduan pemain belakang yang solid mampu mengatasi kekuatan lawan yang mengunggulkan Christian Gonzales, Eka Ramdani dan Ronald Fagundez. Mereka juga harus tahu, Persisam lebih baik dari Mitra Kukar dan berharap menjadi juara di ISL ini,” tuturnya.

Mengenai starter eleven PSMS, Raja Isa mengaku tak akan banyak melakukan perombakan dari yang sebelumnya. “Tak ada perubahan mendasar, tapi akan ada sedikit perubahan. Kita juga sudah mempatri semangat di dada anak-anak untuk memiliki sikap tak mau kalah walau di kandang maupun tandang,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Persisam Agus Setiawan didampngi Asisten Pelatih Erik Ibrahim menuturkan, pada laga kali ini mereka hanya memboyong 16 pemainnya. Karena sebagian pemain khususnya legiun asing masih terbentur izin ITC.
“Pemain asing kita ada tiga yang belum mendapatkan izin ITC. Dan pada laga kali ini kita tak akan bias menurunkan mereka,” ujarnya.

Adapun tiga pemain asing Persisam tersebut yakni Srdjan Lopicic asal Montenegro, Luc Owana Zoa dari Kamerun dan Jerry Boima Karpeh asal Australia. “Semua pemain asing yang baru, hingga hari ini (kemarin, Red) belum ada keputusan dari penyelenggara kompetisi mengenai izin bermain. Dan kita menyayangkan hal itu,” kata Agus.
Pada kesempatan itu, Agus juga sempat memuji tim PSMS yang menurutnya baru bergabung dalam kompetisi ISL. “PSMS saya lihat memiliki kualitas bagus,” tuturnya.
Meskipun dipuji, PSMS memang wajib mewaspdai pemain Persisam Cristian Gonzales . Pasalnya, meski sudah berusia 36 tahun, masih tajam dan tak kalah cepat dibanding pemain muda.

Buktinya saja, pemain naturalisasi asal Uruguay tersebut mampu memborong dua gol bagi kemenangan Persisam Samarinda atas PSAP Sigli, 2-1, Stadion Harapan Bangsa, Sigli, Minggu (04/12). El Loco- begitu julukannya- mencetak gol di menit ke-32 dan 71.

“Saya akan terus mencetak gol sebanyak-banyaknya. Usia tidak membuat saya lemah. Justru, saya akan berbuat sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya,” katanya.

“Saya tetep akan bersaing dengan striker yang ada di Indonesia dengan semangat yang tetap tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Persisam, Daniel Roekito, pun yakin jika produktivitas El Loco akan kembali seperti sebelumnya. “Saya tidak meragukan hal itu. Bahkan, saya memiliki keyakinan bahwa El Loco bisa kembali sebagai pencetak gol terbanyak,” kata Daniel.

Mengenai kemananan, koordinator keamanan pertandingan AT Sinaga menuturkan, penjagaan di Stadion Teladan berbanding 1:200. Karena itu insiden seperti petasan dan pelemparan ke arah pemain atau branch pemain tim tamu sulit diatasi. Namun, menurutnya, pada laga hari ini hal tersebut tak akan terulang. Karena pihaknya sudah menambah jumlah personel.

“Kita mengimbau masyarakat untuk sama-sama membahu menciptakan kemanan kondusif saat pertandingan. Jika menemukan benda yang mengganggu harap diberitahukan. Razia petasan saat jelang pertandingan di pintu masuk akan dilakukan,” katanya.

Sementara, pelemparan terhadap pemain atau branch pemain tamu yang pada laga sebelumnya banyak dilakukan dari penonton tribun tertutup, pihaknya kali ini akan menyusupkan intel di lokasi tersebut. “Pelemparan itu akan segera kita sikapi. Kali ini kita akan menyusupkan intel di daerah pelemparan sebelumnya. Jika kita menemukan pelaku, maka akan kita amankan,” jelasnya. (saz)

Pesta Danau Toba Harus Dikaji Ulang

Habiskan Dana Rp4,2 Miliar

MEDAN-Beberapa pekan lagi, Pesta Danau Toba (PDT) akan digelar. Namun, sejauh ini pihak panitia masih kesulitan memenuhi kebutuhan anggaran pelaksanaan even yang lebih mirip ritual tahunan ini.

“Biayanya sekitar Rp4,2 miliar dan tinggal beberapa saat lagi kami masih mengumpulkan dana yang kurang. Karena saat ini masih berjumlah Rp2 miliar, jadi kekurangannya sekitar Rp2,2 miliar lagi. Tapi kita tetap harus jalan,” kata Bendahara Panitia PDT 2011, Marasal Hutasoit yang dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (7/12).

Mengenai banyaknya kritikan terhadap penyelenggaraan PDT 2011, pria yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Sumut ini menjawabnya dengan santai. Terlebih ketika dikemukakan bahwa PDT tak lebih atau setaraf dengan Pesta Kampung. “Ya, memang pestanya di kampung dan banyak orang kampung di sana. Tapi, ini even Sumut dan berskala nasional yang dihadiri banyak pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. Ada artis-artis ibu kota.

Dengan kehadiran pengunjung itu apa itu dinamakan pesta kampung?” katanya. Disinggung mengenai PDT tidak lebih dari ajang hura-hura, dan menghambur-hamburkan uang, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) tersebut juga menjawab dengan santai. “Ya namanya pesta. Yang namanya pesta itu ramai, dikunjungi banyak orang, bersenang-senang dan ada biaya yang dikeluarkan. Kalau pengelolaan Danau Toba, seorang profesor pun belum tentu bisa secepat mungkin memperbaiki kondisi yang ada. Ini kan pesta adat, pesta budaya yang bertujuan untuk mempromosikan Danau Toba, Sumatera Utara dan sebagainya,” jawabnya lagi.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Sumut Pos mengenai anggaran penyelenggaran PDT 2012 yang dialokasikan di APBD Sumut 2011 hanya sebesar Rp198 juta.

Hal yang sangat miris, jika dibandingkan dengan gaung PDT yang terlalu hegemoni promosi, sampai-sampai mengantarkan sejumlah anggota Komisi B DPRD Sumut dan Dinas Pariwisata Sumut mempromosikan PDT ke Bali beberapa hari yang lalu.

“Wah, cuma segitu anggarannya. Pantaslah kalau PDT itu dinilai orang setaraf dengan Pesta Kampung,” ungkap salah seorang anggota DPRD Sumut yang enggan disebutkan namanya kepada Sumut Pos.

Dikatakannya lagi, dalam pengelolaan dan pemanfataan Danau Toba serta penyelenggaraan PDT 2012 pada prinsipnya merupakan tanggungjawab dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho. “Ini tanggungjawab Pemprovsu, dimana Gatot Plt Gubsunya. Harusnya ada perhatian serius, tapi memang tidak ada arah Plt Gubsu ke situ,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho dalam acara penutupan IMT-GT di Hotel JW Marriot, sempat mengundang kehadiran seluruh delegasi untuk menyaksikan ‘Festival Danau Toba’ yang akan dilaksanakan di Kota Parapat 27-30 Desember 2011. “Anda akan dapat menyaksikan kekayaan budaya lokal, olahraga air dan banyak lagi momen yang tak dapat dilupakan, dalam salah satu kebudayaan di Sumut, saya harap anda akan menikmati suasana dan masa yang menyenangkan selama berada di Sumut,” ungkapnya.

Masih Hebat Tour de Singkarak

Sorotan soal PDT juga muncul dari Jakarta. Intinya, percuma saja digelar pesta, tapi usai pesta nasib Danau Toba kembali sepi. “Pesta jangan hanya saat pesta, tapi bagaimana usai pesta rutin itu, masyarakat di sekitar Danau Toba bisa terus merasakan dampaknya. Pengelolaan Pesta Danau Toba harus dikaji ulang,” ujar sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), yang juga putra Batak, Kastorius Sinaga, kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin (7/12).

Menurut Kastorius, sebelum PDT digelar, mestinya digelar diskusi-diskusi mendalam. Diskusi ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai apa sebenarnya yang menjadi kendala bagi pengembangan Danau Toba. “Untuk mengkaji kondisi Danau Toba terkini, untuk rekomendasi pengembangan ke depan. Termasuk merekomendasikan, kegiatan apa yang cocok ditampilkan di Pesta Danau Toba itu. Jadi tidak sembarangan. Bukan pesta sekedar pesta,” ujar mantan Staf Ahli Kapolri saat dijabat Bambang Hendarso Danuri itu.

Pria yang kini juga sebagai Ketua Depertemen Perencanaan Pembangunan Nasional DPP Partai Demokrat itu, menilai, persoalan yang menghambat pengembangan Danau Toba adalah rendahnya rasa memiliki masyarakat sekitar terhadap danau. Namun, lanjutnya, masyarakat sekitar juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya.

Yang perlu disalahkan adalah pemerintah daerah, baik Pemprov Sumut maupun pemkab/kota di sekitar Danau Toba, yang kurang menyosialisasikan manfaat Danau Toba, baik secara ekologis maupun ekonomis. “Juga tidak tersosialisasikan dengan baik, apa kiranya manfaat yang bisa dirasakan masyarakat sekitar jika Danau Toba terurus dengan baik,” imbuh Kasto, panggilan akrabnya.

Dia memberi contoh isu aktual, terkait rencana divestasi saham PT Inalum yang selama ini dikuasai konsorsium perusahaan Jepang, yang pada 2013 akan diambil alih 100 persen oleh pemerintah RI. Masyarakat tidak akan peduli bahwa Inalum sangat tergantung pada air Danau Toba sebagai penggerak sumber energinya. “Karena ada pertanyaan besar di masyarakat, apa yang didapat mereka dari Inalum? Masyarakat tidak merasa punya tanggung jawab menjaga Danau Toba sebagai elemen penting Inalum. Padahal, tak ada Inalum tanpa ada Danau Toba,” ujarnya.

Mestinya, selagi rencana nasionalisasi Inalum ini masih hangat, isu ini dimanfaatkan Pemda untuk menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat terhadap keberadaan Danau Toba. “Pemda tak pandai memainkan isu ini untuk penumbuhan kesadaran masyarakat, untuk pengembangan Danau Toba,” kritik Kasto.

Kembagi ke soal PDT, menurut Kasto, selama kesadaran masyarakat sekitar belum tumbuh, maka pesta-pesta tahunan tidak akan ada manfaatnya. “Pesta hanya promosi instan,” cetusnya.

Kasto berpendapat, lebih baik promosi Danau Toba meniru saja Pemprov Sumbar, yang menggelar Tour de Singkarak secara rutin. “Singkarak terkenal di level internasional hasil promosi goes-goes sepeda saja. Nah, kenapa tidak ditiru saja Tour de Singkarak itu, dengan membuat Tour de Samosir. Tak perlu pesta dengan biaya tinggi, tapi efektif,” sarannya serius.

Dikatakan Kasto, dengan Tour de Samosir, dengan bersepeda balap, maka aspek infrastruktur juga akan terdongkrak. Pasalnya, untuk tahap awal, untuk Tour de Samosir perlu dibangun jalan yang mulus untuk sejumlah etape. Termasuk fasilitas-fasilitas lain yang layak untuk turis asing. (ari/sam)

Telkomsel Hadirkan Informasi Lifestyle Via MMS Indolife

Seiring era baru transformasi bisnis selular di Indonesia, Telkomsel meluncurkan layanan MMS Indolife yang merupakan cara baru bagi pelanggan untuk memperoleh berita melalui ponsel. MMS Indolife memungkinkan para pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI, dan Kartu As) dapat membaca info lifestyle melalui ponsel dengan format MMS secara GRATIS.

Industri media kini telah memasuki tahapan baru untuk menyampaikan beragam informasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi seluler. MMS Indolife merupakan varian dari layanan mobile newspaper yang menawarkan berbagai keunggulan, seperti konten informasi gaya hidup, hobi, hiburan, dan info produk terbaru setiap harinya.

“Telkomsel terus berupaya melakukan kreasi dan inovasi new services dengan menghadirkan suatu konvergensi e-newspaper dalam layanan seluler. Layanan MMS Indolife merupakan sarana yang efektif dan efisien bagi industri media untuk melakukan variasi penyampaian informasi kepada para pembacanya melalui ponsel,” tutur Vice President Mobile Advertising Management TelkomselNyoto Priyono.

Pelanggan Telkomsel yang telah mengaktifkan fitur MMS di ponselnya dapat menikmati layanan MMS Indolife dengan menghubungi *246#. Pelanggan akan mendapatkan tampilan pilihan menu untuk berlangganan, berhenti berlangganan, dan juga mendapatkan informasi mengenai layanan MMS Indolife.

Era baru komunikasi dan informasi telah menjadikan ponsel sebagai simbol konvergensi layanan dan lompatan kemajuan zaman. Hal ini dikarenakan perangkat “ajaib” bernama ponsel mampu menghadirkan berbagai layanan sekaligus, mulai dari game, TV, radio, musik, film, kuis, komik, recorder, kamera, handycam, komputer, dompet digital, layanan perbankan, hingga koran digital yang siap digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi kapanpun dan di manapun mereka berada.

Sejalan dengan semakin luasnya jaringan yang digelar operator selular, kehadiran ponsel telah memunculkan gaya hidup yang penuh mobilitas atau dikenal dengan nama mobile lifestyle. Kini ponsel tak hanya sekedar untuk menelpon dan SMS, tapi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, sebagaimana yang dihadirkan oleh layanan MMS Indolife.

Jatah BBM Subsidi Habis Dua Pekan Lagi

JAKARTA-Akhir tahun masih 23 hari lagi, namun tingginya konsumsi membuat jatah BBM subsidi tahun ini diperkirakan bakal habis dalam hitungan dua pekan lagi.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo mengatakan, dengan tren konsumsi harian BBM subsidi saat ini, maka kuota BBM subsidi yang sebesar 40,49 juta kiloliter (kl) tidak akan cukup hingga akhir tahun. “Kelihatannya akan habis di minggu ke-3 Desember,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/12).

Karena itu, agar masyarakat masih bisa menikmati pasokan BBM subsidi hingga akhir tahun ini, maka pemerintah akan segera mengajukan tambahan kuota sebesar 500 ribu-1 juta kln
“Nanti akan segera dibahas dengan DPR,” katanya.

Imbas menipisnya jatah BBM subsidi saat ini sudah dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berada di luar Jawa. Pasalnya, Pertamina selaku penyalur BBM subsidi menerapkan sistem ketat dalam distribusi BBM subsidi. “Pertamina ini kan hanya menyalurkan, kuotanya sudah ditentukan oleh pemerintah dan DPR dalam APBN. Jadi, kalau konsumsi BBM subsidi di suatu daerah sangat tinggi dan melampaui kuota, ya kami terpaksa membatasi,” ujar VP Komunikasi PT Pertamina Mochamad Harun.

Dia mengakui, secara nasional, rata-rata konsumsi BBM subsidi sudah melampaui kuota bulanan yang ditetapkan. Akibatnya, menjelang akhir tahun, Pertamina memperketat penyaluran agar volume BBM bersubsidi tidak membengkak dan melampaui kuota yang ditetapkan dalam APBN. “Terutama untuk Premium dan Solar, sudah melampaui kuota,” katanya.

Data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menunjukkan, Premium menjadi jenis BBM dengan konsumsi paling tinggi yang melampaui kuota. Sepanjang Januari-Oktober 2011, konsumsi Premium tercatat sebesar 21,02 juta kiloliter (kl) atau 103,8 persen dari jatah Januari-Oktober. Sehingga, sampai akhir tahun nanti, jatah Premium subsidi tinggal 14,33 persen dari total kuota 24,53 juta kl.
Adapun Solar, konsumsinya mencapai 11,94 juta kl atau 102,4 persen dari jatah Januari-Oktober. Hingga akhir tahun, jatah Solar subsidi tinggal 15,63 persen dari total kuota 14,15 juta kl. Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, salah satu faktor membengkaknya konsumsi BBM subsidi, terutama jenis Premium dan Solar, adalah laju pertambahan jumlah kendaraan bermotor. “Kenaikan jumlah kendaraan bermotor memang signifikan,” ujarnya.
Pengamat Migas yang juga Direktur Eksekutif Pri Agung Rakhmanto memperkirakan, tanpa pengetatan penyaluran, maka kuota BBM subsidi tahun ini akan jebol. “Kemungkinan bisa 1,5 juta kl di atas kuota,” katanya.
Menurut Pri Agung, bobolnya konsumsi BBM subsidi merupakan akibat dari lambannya pemerintah dalam menentukan kebijakan dalam pengendalian BBM. “Pemerintah tidak berani menaikkan harga, sedangkan program pembatasan BBM juga maju mundur tidak ada kejelasan,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII yang juga Anggota Badan Anggaran DPR Satya W Yudha mengatakan, jebolnya kuota BBM bersubsidi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. ‘Janganlah pemerintah itu selalu ribut soal kuota BBM tiap akhir tahun. Sebab, kejadian seperti terus berulang setiap tahun,’ ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos (grup Sumut Pos) tadi malam.
Menurut Satya, berdasar data yang diperolehnya dari Pertamina, sebenarnya kuota BBM subsidi bahkan sudah habis sekitar akhir November atau awal Desember ini. “Sebab, ada kebijakan bahwa selama Sea Games, pasokan BBM harus aman,’ katanya.
Dengan demikian, berdasar kalkulasi Satya, maka tambahan kuota BBM yang akan diajukan pemerintah bakal melampaui 1 juta kl. Hitungannya, untuk menutup konsumsi BBM selama Desember sebesar 3,4 juta kl dan kekurangan sebesar 1,6 juta kl, sehingga totalnya butuh 5 juta kl.  “Artinya, anggaran subsidi harus ditambah Rp 10 triliun,” ucapnya.
Satya menyebut, karena menyangkut anggaran, maka usulan tambahan kuota akan dibahas terlebih dahulu oleh Badan Anggaran DPR. “Jadi, persetujuannya nanti tergantung di Badan Anggaran,” ujarnya.
Menurut Satya, pemerintah bisa saja menggunakan Sisa Anggaran Lebih (SAL) dari APBN-P 2011 untuk menutup kebutuhan tambahan kuota BBM. Namun, lanjut dia, hal itu akan berimbas negatif karena anggaran yang mestinya dibelanjakan untuk kegiatan produktif harus dialihkan untuk membayar subsidi. “Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana agar kejadian seperti ini tidak terus terulang setiap tahun. Jika pemerintah ingin menjalankan program pembatasan BBM ya harus segera dilakukan, jangan maju mundur terus,” paparnya. (owi/jpnn)

Audisi Makin Dekat

Indonesian Idol

MEDAN-RCTI dan FremantleMedia kembali mengadakan audisi pencari bakat Indonesian Idol 2012. Kali ini akan diselenggarakan di 9 Kota besar di Indonesia di antaranya Padang, Palembang, Bandung, Jakarta, Ambon, Medan, Manado, Surabaya, dan Jogjakarta.

Panitia Penyelenggara Audisi Indonesian Idol, Trista P Efendi mengatakan untuk Kota Medan, audisi akan diadakann
di Gedung Serba Guna Universitas Negeri Medan (UNIMED) Jl Willem Iskandar Pasar V, Medan pada 10-11 Desember 2011 mendatang.

“Audisi ini diawali di Kota Palembang dan selanjutnya akan diselenggarakan di Manado, Ambon, Padang, Medan, Surabaya, Bandung, Jogjakarta dan terakhir Jakarta. Kini saatnya Tim Indonesian Idol datang langsung ke Kota Medan untuk mencari bakat-bakat baru,” katanya, Rabu (7/12).

Tidak hanya itu, menurut Trista, selain audisi umum atau audisi terbuka, RCTI dan FremantleMedia juga akan menggelar Special Hunt, School Audition dan Street Audition. Special Hunt merupakan teknik pencarian bakat baru melalui mekanisme khusus yang dilakukan oleh RCTI dan FremantleMedia dengan mendatangi langsung sanggar dan klub musik.

“Selain itu, tim Indonesian Idol juga akan melakukan School Audition, kami akan datang langsung ke sekolah-sekolah menengah atas yang memiliki ekstrakurikuler atau klub bernyanyi terbaik di kota-kota tertentu. Tidak hanya itu, tim Indonesian Idol kali ini juga akan menggelar Street Audition yang akan diselenggarakan di pusat-pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan, terminal, stasiun dan lainnya,” jelasnya.

Dikatakannya, RCTI bersama FremantleMedia mencari seorang bintang yang memiliki bakat yang luar biasa di bidang entertainment khususnya menyanyi. Ajang ini ditujukan bagi pria atau wanita usia 16-27 tahun, belum pernah mempunyai rekaman album komersial dan Warga Negara Indonesia (WNI) atau keturunan Indonesia atau telah tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut.

“Kali ini Indonesia Idol dikemas berbeda dengan memadukan reality singing contest dengan reality show yang akan membuat even ini semakin menarik dan diminati. Indonesia Idol 2012 mencari sang idola baru yang tidak hanya memiliki kualitas suara yang bagus namun juga memiliki attitude dan personality yang mempesona,” ujarnya.
Sambungnya, registrasi akan dibuka dua hari mendatang, tepatnya dimulai pukul 08.00 WIB. Formulir dapat diperoleh di Sumut Pos serta media lainnya atau mendaftarkan diri secara online di www.indonesianidol.com atau www.rcti.tv. “Formulir juga dapat diperoleh di Sindo Radio Medan, Simphony Radio, Kardopa Radio, Visi FM, dan Most FM. atau langsung saat registrasi di tempat audisi. Seluruh peserta wajib mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap dan menyerahkannya kepada panitia saat registrasi,” ucapnya (mag-11)

Tugas Berat Itu Meneken Surat Pemecatan

Kapolda Sumut Satu Jam di Sumut Pos

Di sela kesibukannya, secara khusus Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH hadir di Graha Pena Jalan Sisingamangraja Km 8,5 Medan Amplas, kantor Harian Sumut Pos. Dalam kunjungan berdurasi satu jam tersebut, Wisjnu menguak agenda Polda Sumut dalam waktu dekat ini.

Kedatangan Wisjnu bersama rombongan, langsung disambut Pimpinan Umum/Pemimpin Redaksi Sumut Pos Zul kifli Tanjung, Wakil Pemimpin Redaksi Pandapotan MT Siallagan dan Hirzan, Redaktur Pelaksana Faliruddin Lubis, dan Asisten Kordinator Liputan Laila Azizah.

Wisjnu hadir sekira pukul 12.00 WIB dan langsung menebar senyum saat memasuki lobi gedung Graha Pena Medan. Seluruh staf iklan dan pemasaran yang berada di ruang itu pun langsung menyalami sang jenderal dan menyempatkan momen itu fotobersama. Usai bercanda dengan staf-staf Sumut Pos di lobi, Wisjnu langsung diajak naik ke lantai tiga.

Selama berjalan naik ke lantai tiga, Wisjnu yang didampingi Zulkifli Tanjung, mengatakan, saat ini Polda Sumut sedang memprioritaskan pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Kita kan pengayom, pelindung bagi masyarakat agar merasa aman dan nyaman. Menjelang Natal dan Tahun Baru kita prioritaskan pengamanan dengan melaksanakan operasi Zebra. Ini kita lakukan untuk menurunkan angka kecelakaan dan tertib berlalu lintas agar jalan menjadi lancar aman dan nyaman,” kata Wisjnu.

Wisnu juga mengatakan, pengamanan tersebut juga untuk menekan angka kejahatan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Jadi di setiap pusat perbelanjaan dan persimpangan kita telah siapkan personel untuk mengantisipasi pelaku-pelaku kejahatan beraksi,” ujar Wisjnu sambil melangkah ke lantai tiga dan melihat ruang kerja awak redaksi.
“Kalau siang gini sunyi ya?” cetus Wisjnu.

“Untuk di lantai tiga ini, Pak, sore baru ramai. Ya, setelah para wartawan pulang dari mencari berita di lapangan. Di sinilah berita yang dicari wartawan itu diolah untuk diterbikan dan untuk cetaknya ada di lantai satu,” terang Zulkifli Tanjung.

Setelah itu, Wisjnu dan rombongan dipersilakan memasuki ruang pertemuan. Sebelum mempersilahkan duduk, Zulkifli Tanjung memperkenalkan beberapa koran yang satu grup dengan Sumut Pos sambil menunjukkan bingkai bergambar koran yang dipajang di dinding ruangan.

Dalam suasana penuh keakraban itu Wisjnu mengatakan, peran media sangat penting untuk menciptakan suasana kondusif aman dan nyaman. Apabila ada kritikan atau saran kepada kepolisian khususnya Polda Sumut, Wisjnu siap menerima kritik dan koreksi dari media. “Untuk kritik membangun kita siap menerima demi kebaikan bersama serta menjaga situasi aman dan  kondusif,” katanya.

Dalam perbicangan kemarin, Wisjnu mengakui kalau kerja Polda Sumut belum sempurna. “Kita memang belum bisa melayani permintaan masyarakat sepenuhnya. Tapi bukan berarti kita diam, kita akan tetap berupaya semaksimal mungkin dalam melayani masyarakat. Maka, dengan adanya informasi dari media, masyarakat bisa menilai kinerja polisi,” ujar Wisjnu.

Karena itu, Wisjnu mengaku butuh waktu, tenaga, dan pikiran. Caranya dengan grand strategy yakni membangun kepercayaan (trust building) dan kini melanjutkannya dengan membangun kemitraan (partnership building) dengan semua pihak.

Saat disinggung perkerjaan apa yang paling berat selama bertugas di Polda Sumut, Wisjnu mengaku perkerjaan yang paling berat adalah meneken surat pemecatan anggota. “Ya, saya harus berpikir jernih dan mohon petunjuk kepada Tuhan. Ini sangat sulit, beban hati saya harus benar-benar terima apa yang sudah saya lakukan,” aku Wisjnu.
Begitulah, pertemuan kemarin memang berjalan dengan cair. Perbincangan pun tidak hanya terfokus pada satu tema. Semua mengalir, mulai dari kerja hingga hal-hal yang sedikit pribadi seperti tugas terberat tadi. Tanpa terasa satu jam berlalu. Wisjnu dan rombongan pun permisi sembari memberikan plakat untuk Sumut Pos yang diterima Zulkifli Tanjung. (mag-5)