29 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 14176

Pereli Sumut Siap Buat Sejarah

MEDAN-Pereli Sumatera Utara yang tergabung dalam tim Suzuki Spectra Indocafe Rally Team Eddy WS dan Syariful Adil memastikan kesiapannya menatap Grand Final Speed Driver Sprint Test (SDST) 2011 di Sirkuit Rorotan Kirana Legacy-Jakarta, 10-11 Desember ini.

“Besok (hari ini, Red) kita berangkat ke Jakarta. Untuk persiapan sudah 90 persen. Kita tinggal melakukan penyesuaian saja. Yang pasti sebagai wakil Sumatera Utara kita ingin memberikan yang terbaik,” ucap Eddy WS kepada Sumut Pos, Rabu (7/12).

Dengan selisih poin yang dimiliki dari pimpinan sementara Wiwie Rianto (DKI Jakarta), keduanya pun tetap optimis mampu membawa pulang gelar Juara Umum.

Bila itu terjadi, maka duet Eddy WS dan Syariful Adil sukses mengulang prestasi yang mereka ukir pada North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 lalu, saat tampil sebagai Juara Umum di Grup GR dan masuk 10 besar umum (overall).

Peluang untuk itu tetap terbuka karena antara pasangan Eddy WS/Syariful Adil dengan Wiwie Rianto hanya terpaut lima poin. “Kita siap buat sejarah lah di event ini,” tegasnya.

Turun di Group Front Wheel Drive (FWD), Eddy WS selain bersaing dengan Wiewie Rianto, dirinya juga bakal menghadapi tantangan Haudinata (Jawa Timur), Ronald Nirwan (Kalimantan Timur) dan Setiawan Santoso (Jawa Timur). Semua nama-nama yang disebut tadi masih berpeluang tampil sebagai juara umum.

Mengandalkan mobil Suzuki SX-4, Eddy WS/Syariful Adil harus tampil all out karena lawan-lawan yang dihadapi berpacu dengan mobil yang memiliki tenaga lebih besar.

Diungkapkan Eddy WS, bahwa selain dirinya, Sumut juga akan menurunkan pereli lainnya seperti Robby Harahap, Dicky Yusuf, Ogi Sirait dan Frans Tumanggor. “Kita siap membawa nama besar Sumut di pentas nasional. Mohon doa dari masyarakat dan penggemar otomotif Sumut,” tukasnya.

Adapun kategori yang perlombakan pada SDST 2011 ini adalah Group Free For All (FFA), Front Wheel Drive (FWD), Group Jeep, dan Group Rear Wheel Drive atau yang dikenal dengan kelas Retro. Sekitar 79 peserta akan bersaing untuk menjadi yang terbaik di kelasnya. (jul)

Inkyun Oh: Ini Medan Bung

Jelang laga lanjutan kompetisi ISL antara PSMS kontra Persisam di Stadion Teladan, hari ini (8/12), gelandang serang PSMS asal Korea Inkyun Oh mengaku tak gentar walau di skuad Persisam terdapat pemain-pemain Timnas Indonesia.
“Ini Medan! Kita punya banyak supporter dan dukungan moril dari seluruh masyarakat Kota Medan. Kita pasti menang besok (Hari ini, Red),” ungkap Inkyun Oh, Rabu (7/12).

Ia juga mengaku tak gentar siapa pun pemain Persisam yang datang ke Medan. “Kita bermain di kandang. Saya tidak takut siapa pun yang datang ke sini. Pemain Timnas Indonesia sekalipun,” tegasnya.

Mantan pemain PS Bengkulu ini juga mengaku saat PSMS laga kontra Mitra Kukar Minggu (4/12) lalu merupakan debut perdananya bermain untuk PSMS. Karenanya, ke depan dia berjanji akan bermain lebih baik lagi bagi PSMS.
Pemain kelahiran 1985 ini menuturkan, setiap instruksi pelatih wajib dilaksanakan. “Jadi saat pemain didoktrin untuk ‘Tak mau kalah’ maka kita akan sekuat tenaga untuk merebut poin penuh dalam setiap laga. Dan ini sungguh memotivasi kita untuk bermain lebih baik,” kata Inkyun Oh.

Ia juga mengatakan, saat pelatih memerintahkan kita untuk bermain di lini mana pun, setiap pemain harus siap. “Saya tetap akan mengikuti perintah pelatih. Dan saya harus bias bermain saat didaulat bermain di lini pertahanan, tengah mau pun menjadi penyerang,” tuturnya.

Dari segi kebugaran fisik, Inkyun Oh mengaku dalam performa terbaiknya. “Kondisi saya bagus, dan saya siap bermain baik besok (Hari ini, Red),” ujarnya.

Saat dipuji, hanya dia pemain yang memberikan kontribusi besar terhadap apiknya permainan PSMS pada laga kontra Mitra Kukar lalu, ia mengatakan, semua pemain memiliki kontribusi sama. “PSMS bermain tim, jika saya bermain bagus, tentu itu juga berkat dukungan pemain lain yang memberikan bola dan posisi serta pergerakan yang baik kepada saya,” tandasnya. (saz)

Deli Serdang Unggul, Hanas Tetap Optimis

MEDAN-Hari ketiga Pekan Olahraga Korpri Sumut 2011 ayng berlangsung kemarin (7/12) menahbiskan Deli serdang sebagai pengumpul medali terbanyak di cabor tenis meja.

Untuk nomor beregu putra diikuti oleh perwakilan Pemprovsu, Labura, Tebing Tinggi, Langkat, Gunung Sitoli, Pemko Medan, Deli Serdang, Sergai, Samosir.

Sementara itu di kategori beregu putri diikuti oleh Pemkab Deli Serdang, Pemko Medan, Pemprovsu, Gunung Sitoli, dan Samosir.

Untuk ketegori beregu putra Pemprovsu tampil sebagai yang terbaik. Peringkat kedua ditempati Pemkab Binjai, sedang peringkat ketiga diisi oleh Pemkab Gunung Sitoli.

Unuk beregu putri peringkat pertama ditempati oleh Pemkab Deli Serdang, disusul Pemkab Gunung Sitoli, dan peringkat ketiga ditempai oleh Pemko Medan.

Untuk nomor tennis meja nomor tunggal putri juara pertama diraih Kemly Sinaga setelah dipartai final mengalahkan rekannya yang juga berasal dari Deli Serdang Chairunnisa.

Utuk nomor tunggal putra yang masih menggelar babak 8 besar  akan dilanjutkan hari ini. Kadsipora Medan Drs Hanas Hasibuan yang menjadi salah satu kontestan babak 8 besar mengatakan dirinya optimis mampu menyumbangkan medali bagi kontingen Pemko Medan.

Hingga kemarin Kabupaten Deli Serdang memastikan tampil sebagai pengumpul medali terbanyak disusul Pemko Medan yang menempati peringkat kedua. (mag-10)

SCW Diikuti Pebulu Tangkis Nasional

MEDAN- Klub bulu tangkis Shamrock Candra Wijaya (SCW) yang bernaung di bawah naungan Pengcab PBSI Kota Medan akan menggelar kejuaraan bulu tangkis memperebutkan Pila Bergilir Pangdam I/BB di Gedung Bulu Tangkis PBSI Medan Jalan Pegadaian Medan pada 10-14 Januari 2012 mendatang.

Kejuaraan bulu tangkis bertajuk Shamrock Candra Wijaya Open Yonex II, akan diikuti  klub-klub bulu tangkis yang berasal dari luar negeri seperti Kuala Lumpur, Penang, Singapora, dan Thaliand. Selain itu juga diikuti klub bulu tangkis asal Indonesia  seperti Klub Jaya Raya Jayakarta, SGS Bandung, Surya Naga Surabaya, Klub Tangkas Jakarta.

“Klub-klub tersebut telah menyatakan kesiapannya untuk tampil di even ini,” bilang Ketua klub PB Shamrock, Suyantono didampingi Wakil Ketua I Pengcab PBSI Medan Ahmad Aswin Nasution, dan Kabidbinpres PBSI Sumut H Sugeng Nasikin saat konfrensi pers yang berlangsung di Sekretariat Shamrock Jalan Pegadaian Medan, Rabu sore (7/12).

Dilanjutkan Suyantono, selain klub-klub yang disebutkan tadi, evben ini juga diikuti para mantan pebulu  tangkis nasional seperti Hermawan Susanto, Haryantono, Bambang Supriyanto, Candara Wijaya, Booby Ertanto, Ronald Susilo, Edy Kurniawan, Sarwendah, Liang Chui Shia, Ratih Kumala Sari, Endarti Isolina, Caroline Indriani, dan Susi Ogeh.
“Tak ketinggalan juga beberapa mentan penghuni Pelatnas seperti Rendra Wijaya, Rian Sukmawan dan Erwin Wihardi,” bilang Suyantono.

Terkait even ini Wakil Ketua Pengcab PBSI Medan Ahmad Aswin Nasution menyebutkan bahwa event yang digelar kali ini sangat baik sebagai ajang pembinaan, karena lawan-lawan yang dihadapi di even ini memiliki kualitas yang mumpuni.
Adapun nomor pertandingan yang digelar di even ini adalah tunggal anak-anak pa/pi, tunggal pemula pa/pi, tunggal dan ganda taruna pa/pi, ganda veteran putri dan beregu putra. (omi)

36 Pemburu Berlomba Sembari Memberantas Hama Babi

Safari Wisata Buru 2011 Perebutkan Trofi Bupati Madina dan Yamaha Mio

MADINA-Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Hidayat secara resmi melepas peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Safari Wisata Buru 2011 di halaman Mapolres Madina, Rabu (7/12) siang.

Sebelumnya, Dir Pamovit Poldasu Kombes Pol Barmen Tampubolon lebih dulu membuka even berburu ini dengan ditandai penyerahan simbolis senjata berburu kepada Bupati Madina.

Sebelum melepas peserta, Bupati Madina HM Hidayat menyambut baik gelaran berburu yang dilaksanakan di kawasan hutan Madina. Karena selain menyalurkan hobi dan bakat berburu, even ini juga memiliki manfaat sosial, yakni membantu petani membasmi hama babi yang merusak pertanian warga.

Bupati sendiri mengungkapkan, sebagian besar masyarakat di Mandailing Natal memang memperoleh rezeki dari sektor pertanian. Dengan lahan yang berdekatan dengan hutan, hama babi adalah ancaman utama bagi lahan pertanian warga tersebut. Karena itu, dengan digelarnya even berburu ini, diharapkan dapat mengurangi dan membasmi hama babi tersebut.

“Kerjasama pemerintah daerah dengan pengurus provinsi maupun pengurus cabang Perbakin harus lebih ditingkatkan lagi. Karena selain bertujuan untuk meraih prestasi, even berburu juga bertujuan membantu petani untuk membasmi hama babi,” kata Bupati.

Ke depan, Bupati berharap kerjasama yang lebih erat lagi agar even berburu dapat disesuaikan dengan musim panen para petani. Bupati juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian Perbakin Sumut yang telah menyalurkan bantuan dan sumbang sembako di desa-desa yang dekat dengan area berburu.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idhishah atau yang akrab disapa Doddy mengharapkan, para peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportifitas. Ia juga mengingatkan agar para peserta berburu mengikuti aturan dan tata tertib yang berlaku, diantaranya tidak membiarkan atau meninggalkan hewan berburunya begitu saja.

“Hasil berburu jangan dibuang di sembarang tempat, harus diserahkan ke pos timpang di area berburu terdekat untuk dinilai. Hasil buruan juga harus benar-benar dijaga,” tegas Doddy.

Ia juga mengungkapkan, even berburu yang memperebutkan Bupati Madina Cup ini baru pertama kali dilepas langsung di Madina, karena sebelumnya selalu dilakukan di Mapoldasu.

Sementara itu, Dir Pamovit Poldasu AKBP Barmen Tampubolon sebelum membuka kejuaraan secara resmi menyampaikan amanat Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang diantaranya berharap event berburu ini dapat dilakukan secara kontinu.

“Para peserta dapat mengambil peran dengan membantu membasmi hama babi. Selain itu juga meningkatkan kerjasama dengan menjaga kamtibmas di daerah berburu dengan melaporkan kegiatan-kegiatan yang dicurigai melanggar hukum,” terangnya.

Kapolres Madina Ajun Komisaris Besar Polisi Ahmad Fauzi Dalimunte mengungkapkan apresiasi besarnya atas perhelatan yang sudah menjadi program kerja tetap Pengprov Perbakin Sumut ini. Kepada para peserta ia mengingatkan, agar selama perlombaan dapat menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain yang berada di sekitar. Kapolres juga berharap, hasil yang didapat lebih baik lagi dibanding dengan hasil perlombaan sebelumnya. Sehingga dengan demikian benar-benar membantu warga membasmi hama babi. “Selamat bertanding. Jaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita,” terang Kapolres.

Selain memperebutkan Bupati Madina Cup, gelaran Safari Wisata Buru yang  berlangsung sejak 7 hingga 11 Desemeber ini menyediakan hadiah utama berupa satu unit sepedamotor Yamaha Mio.
Pertandingan sendiri diikuti oleh 36 pemburu dari berbagai daerah di Sumatera Utara. (jun)

Perempuan Terpanggang di Thamrin Plaza, Mayat Sulit Diidentifikasi

MEDAN- Tidak adanya CCTV di Thamrin Plaza dan minimnya barang bukti di lokasi kejadian menyulitkan pihak kepolisian mengidentifikasi mayat wanita yang tewas terbakar di pelataran parkir Lantai IV Thamrin Plaza, Selasa (6/12) malam lalu. Hal ini diakui Kanit Reskrim Polsekta Medan Area AKP Jonser Banjarnahor saat di konfirmasi Sumut Pos di ruang kerjanya, Rabu (7/12).

“Ya, dari keterangan pihak keamanan Thamrin Plaza, tidak ada CCTV di lokasi ditemukannya mayat tersebut,” kata AKP Jonser Banjarnahor.

Sedangkan mengenai saksi yang sudah diperiksa, dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi dari pihak keamanan Thamrin Plaza yakni B Perangin-angin dan Jarianus.

“Sudah ada dua saksi yang kita periksa dalam kasus ini. Tidak tertutup kemungkinan akan bertambah saksi yang akan diperiksa,” ungkapnya.

Mengenai barang bukti yang sudah diamankan, Banjarnahor mengatakan, pihaknya hanya menyita ember plastik yang lengket di punggung wanita tersebut. Selanjutnya, Banjarnahor mengungkapkan, dari identifikasi yang dilakukan pihaknya kemarin malam di lokasi, tidak ada ditemukan kartu indentitas maupun identitas fisik seperti cicin dan anting pada tubuh korban. Hal ini membuat Polsekta Medan Area kesulitan mengungkap motif dari terbakarnya wanita tersebut.

Banjarnahor juga menjelaskan, ciri-ciri sementara wanita yang terbakar tersebut, rambu panjang, berusia sekitar 20 tahun, tinggi badan sekitar 160 cm, tubuh kecil dan warna kulit putih. Ciri-ciri ini dilihat dari sisa bagian tubuh yang tidak sempat terbakar.

Namun saat disingung bahwa jasad yang terbakar adalah keturunan Tinghoa, Banjarnahor enggan mengontar hal itu. “Ciri-ciri jasad sudah diketahui, tapi apakah jasad itu keturunan Tianghoa atau tidak, kita belum tahu,” sebutnya.

Dia juga mengimbau kepada warga yang kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke Polsekta Medan Area dan RSU dr Pirngadi Medan. “Saya juga heran dengan keluarga korban, meski sudah heboh diberitakan di media cetak maupun media elektronik, namun sampai saat ini belum ada yang melapor kehilangan angota keluarga,” ungkapnya.

Saat ini jasad wanita itu masih di ruang instlansi jenazah RSU dr Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi. Jasad ini mengalami luka bakar 100 Persen. Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, petugas Unit Jahtanras Polresta Medan telah melakukan oleh TKP. “Ikut penyelidikan dan belum tau identitasnya. Masih pengumpulan bukti-bukti di TKP,” ungkap Kanit Jahtanras Polresta Medan AKP Yudi Frianto.

Saat ditanya apakah korban merupakan korban pembunuhan? Yudi mengaku, masih diselidiki. “Belum tau, masih diselidiki dulu, dugaan bisa saja,” tandasnya.

Dari Pantauan Sumut Pos di lokasi ditemukan wanita terpagang di Thamrin Plaza aktifitas normal seperti biasanya dan TKP saat ini masih dikeliling police line.(gus)

Tunjangan APBN Dicicil, APBD Belum Dibayar

081375906xxx

Perlakuan pemerintah Deli Serdang dan Pemprovsu terhadap para guru sangat terlalu

1.    Tunjangan APBN dibayar dengan mencicil. Hingga Desember ini baru 6 bulan dibayar nyicil
2.    Tunjangan Provinsi belum dibayarkan sama sekali  (12 bulan).

Awal 2012 Diterima

Dari penjelasan Kadisdikpora Deli Serdang Sa’adah Lubis, tunjangan yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Sumatera Utara sudah dalam tahap pencairan. Direncanakan awal 2012 para guru sudah menerimanya. Adapun keterlambatan disebabkan pemberkasan dari Kementerian Pendidikan. Terimakasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Dalam Waktu Dekat Sudah Cair

Dalam waktu dekat akan dicairkan karena dananya sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011. Tunjangan profesi secara bertahap kepada guru yang telah memiliki SK Dirjen akhir tahun 2010 dan belum dibayarkan selama 1 tahun. Tunjangan juga akan dibayarkan kepada guru yang sudah memiliki SK Dirjen pada 2009 lalu, namun sama sekali belum menerima tunjangan sertifikasi karena terhambat keterlambatan berkas.

Edward Sinaga
Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut

Pemprov dan Pemkab/Kota Harus Sinkron

Tidak tahu entah salah dimana atau hambatannya apa, kenapa tunjangan para guru ini begitu susah pencairannya. Apalagi menjelang akhir tahun seperti ini tentunya uang tersebut sangat diharapkan. Seharusnya dengan keterlibatan Pemkab dan Pemko, tunjangan ini lebih cepat sampai kepada para guru ini. Kita dari Komisi E DPRD Sumut yang membidangi para guru berharap Pemprovsu dan Pemkab/Kota untuk bersinkronisasi data lah sehingga tidak saling menyalahkan. Karena yang paling menderita di sini adalah guru itu sendiri. Kita berharap pada 2012 hal seperti ini tidak terjadi lagi karena penyaluran tunjangan sudah diserahkan ke Pemerintah Provinsi.

Nurhasanah SSos
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara

Menabung di Bank Sumut Diasuransikan

Bank Sumut Salurkan Rp29,2 Miliar Santunan

MEDAN- Asuransi jiwa gratis bagi setiap penabung Tabungan Martabe, Tabungan Haji Makbul dan Tabungan Simpeda Bank Sumut sepenuhnya bernilai sosial. Sebab, sejak para penabung diasuransikan secara gratis tahun 2003, biaya premi yang diterima Asuransi Jiwa Sipanda sebesar Rp29,4 miliar, hampir sama besarnya dengan jumlah santunan yang telah dibayarkan Rp29,2 miliar.

Direktur Umum Bank Sumut H M Yahya menuturkan, dari sisi bisnis Asuransi Sipanda menerima uang yang hampir sama dengan yang telah dibayarkan. “Jumlah yang sudah disalurkan dimaksud merupakan santunan asuransi jiwa kepada ahli waris 4.263 penabung Tabungan Martabe, Tabungan Haji Makbul dan Tabungan Simpeda sejak Nopember 2003 hingga 31 Oktober 2011yang merupakan salah satu fasilitas produk tiga tabungan unggulan bank milik masyarakat Sumut ini,” ungkapnya, kemarin (6/12).

M Yahya yang mewakili Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu pada penyerahan santunan asuransi jiwa kepada 30 ahli waris nasabah ketiga produk tabungan itu di Pelataran SPBU Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan mengatakan, selain sejumlah fasilitas lainnya, salah satu unggulan ketiga produk tabungan Bank Sumut ini adalah seluruh penabung dilindungi Asuransi Jiwa Sipanda gratis tanpa harus membayar premi dengan pembayaran klaim bervariasi maksimum Rp 25 juta sesuai strata saldo rata-rata tabungan 3 bulan terakhir.

HM Yahya didampingi Kepala Divisi Treasury Eddy Azmar, Kepala Sekretariat Direksi Kalimonang Siregar, Kepala Cabang Medan Paroiman dan Pl Kacab Iskandar Muda Subiyanto mengemukakan santunan yang diserahkan kepada 30  ahli waris nasabah untuk wilayah Kota Medan meliputi Cabang Utama Medan, Cabang Medan Iskandar Muda, Cabang Medan Sukaramai, Cabang Tembung, Cabang Kampung Lalang dan Cabang Simpang Kwala beserta cabang-cabang pembantu di bawahnya.

Di hadapan puluhan nasabah maupun keluarga ahli waris penerima santunan dan juga Camat Percut Sei Tuan Darwin Zein dan Kepala Desa Sampali Ir Hj Sri Astuti, H M Yahya kembali memaparkan seluruh nasabah ketiga produk tabungan Bank Sumut ini mendapatkan perlindungan Asuransi Jiwa Sipanda secara gratis tanpa harus membayar premi. “Pemberian asuransi ini diharapkan dapat meringankan dukacita keluarga dari almarhum nasabah dan merupakan kepedulian dan rasa kekeluargaan pihak Bank Sumut kepada para nasabahnya. Hingga kini Bank Sumut telah membayarkan premi sebesar Rp 29,4 milyar kepada Asuransi Jiwa Sipanda dan premi tersebut gratis atau tidak dipungut dari para penabung,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Direktur Umum memaparkan untuk Tabungan Martabe dan Tabungan Simpeda selain memiliki fasilitas asuransi jiwa juga sejumlah fasilitas layanan modern serta 176 unit ATM tersebar di seluruh Sumut dan Jakarta serta terkoneksi dengan jaringan ATM Bersama sekitar 31.254 unit se-Indonesia sampai sekitar 10.000 unit jaringan ATM berlogo BankCard di Malaysia, termasuk diantaranya 2 unit ATM untuk transaksi non tunai (pemindahbukuan) dan 1 unit Cash Deposit Machine (CDM) yang dapat melakukan transaksi penyetoran uang tunai bagi nasabah yang memiliki kartu ATM di mana ini untuk sementara masih terdapat di Kantor Cabang Utama Medan.

Tabungan Haji Makbul Bank Sumut membebaskan biaya rekening bulanan. Sedangkan Tabungan Martabe biaya pemeliharaan rekening bulanan hanya Rp2000 dan Tabungan Simpeda biaya pemeliharaan rekening bulanan hanya Rp1000. Tabungan Haji Makbul mendapat respon positip dari masyarakat. Bank Sumut juga memiliki produk Tabunganku yang bebas biaya administrasi dan dengan setoran awal yang sangat terjangkau sebesar Rp20 ribu. (saz)

Warga dan Aparat Nyaris Bentrok

Truk Material Bangunan Dilarang Masuk ke Sekolah Nanyang

MEDAN- Warga Jalan Tomat nyaris bentrok dengan oknum personel Brimob yang melakukan pengamanan di depan Sekolah Nanyang, Jalan Abdullah Lubis simpang Jalan Sriwijaya, Medan Baru, Rabu (7/12). Bentrokan dapat dihindari karena warga mampu menahan diri.

Saat itu, warga mencoba menghalau masuknya truk pengangkut bahan material ke lokasi pembangunan gedung baru Sekolah Nanyang. Namun upaya warga menghalau truk-truk tersebut langsung dihadang sejumlah personel Brimob yang sudah berjaga di lokasi.

Kendati demikian, warga yang sudah berkumpul, bertekad untuk tetap bertahan di depan Sekolah Nanyang agar truk-truk tersebut tak masuk ke lokasi. “Kami hanya menahan truk yang mengangkut bahan material agar pembangunan tesebut tidak berlanjut. Tetapi malah Nanyang menurunkan oknum personel Brimob bersenjata lengkap dan oknum preman sewaan untuk menghalau warga,” kata Lansia, warga Jalan Tomat kepada wartawan Sumut Pos, Rabu (7/12).

Karena warga tetap bertahan, sejumlah personel Brimob memaksa warga untuk membubarkan diri dan mencabut semua spanduk dan poster yang dipasang warga di pagar sekolah tersebut. Lagi-lagi, warga menolak.
“Kalian Brimob jangan beraninya sama ibu-ibu rumah tangga saja. Kenapa kalian membela pemilik Nanyang yang tidak peduli sama masyarakat? Apakah kalian digaji oleh Nanyang? Harusnya kalian memihak masyarakat, bukan malah membuat resah masyarakat,” teriak Lansia.

Sementara Camat Medan Baru Robert A Napitupulu yang ditemui wartawan koran ini di gedung DPRD Medan menjelaskan, kalau persoalan warga dan Nanyang sudah semakin memanas. Namun demikian, Polsek Medan Baru bersedia memfasilitasi pertemuan antara warga dengan Nanyang untuk bermusyawarah menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Kita pun sudah bingung dengan persoalan yang terjadi antara masyarakat dan Nanyang. Warga meminta agar Nayang ditutup, sementara sekolah tersebut sudah lama berdiri. Kita belum tahu apa yang diminta masyarakat, untuk itu Kapolsek Medan Baru memfasilitasi untuk bertemu di Mapolsekta Medan Baru untuk mencari solusi,” jelas Robert.(adl)

Jangan Lagi Bebani Kepling

Komisi D DPRD Kota Medan mengkritisi anggaran pemeliharaan marka jalan sebesar Rp11 miliar dari APBD 2011. Pasalnya, realisasi di lapangan, pengecatan marka jalan, termasuk median jalan dibebankan kepada kepala lingkungan (kepling). Karenanya dalam APBD 2012 mendatang, Komisi B DPRD mendesak Dinas Perhubungan Kota Medan agar jangan lagi membebankan biaya pengecatan marka dan median jalan kepada kepling.

Hal ini disampaikan anggota Komisi D DPRD Kota Medan yang juga Ketua Fraksi PAN Ahmad Arif SE kepada wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution, kemarin. Berikut petikan wawancaranya.

Apa pendapat Anda soal anggaran di Dinas Perhubungan (Dishub) Medan?
Anggaran di Dishub Medan jangan sampai tumpang tindih dan harus sesuai alokasinya. Maksudnya, jangan sampai anggaran tertumpu pada satu bidang saja, misalnya untuk honor tenaga honorer dan anggaran pengendalian lalulintas, karena ini bisa menjadi temuan BPK RI. Jadi, penyusunan anggaran itu tidak bisa sembarangan.

Anggaran apa lagi yang harus dikritisi?
Anggaran pemeliharaan marka jalan. Seperti pada APBD 2011 lalu, anggaran untuk pengecatan marka jalan sebesar Rp11 miliar. Namun kenyataannya, pengecetan marka jalan itu dibebankan kepada kepala lingkungan. Banyak pengaduan dari masyarakat kepada kami, selama ini pemeliharaan marka jalan menjadi beban kepala lingkungan sehingga mereka terpaksa patungan dan mengutipnya dari masyarakat. Dari pengalaman itu, DPRD Medan tidak ingin pengecetan marka jalan dibebankan lagi kepada masyarakat, melainkan harus menjadi beban Pemko Medan.

Jadi, apa langkah tegas yang dilakukan DPRD Medan?
DPRD Medan meminta kepada Pemko Medan, khususnya Dishub Medan, tidak ada lagi pengecatan marka median dan trotoar jalan yang dibebankan kepada kepala lingkungan. Kita meminta anggaran pengecatan trotoar tersebut dibahas dalam Badan Anggaran, sehingga bisa dimasukkan dalam APBD 2012.(*)