27 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 14179

Dinkes Gelar Penyuluhan PIRT

PAKPAK BHARAT- Untuk  meningkatkan produksi khususnya industri rumah tangga, Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat, menggelar penyuluhan Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), di Aula Dinkes, rabu (7/12).
Kegiatan tersebut sekaligus untuk menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi tentang penanganan bahan pangan di seluruh mata rantai produksi pangan mulai bahan baku sampai produksi akhir.

Kegiatan yang diikuti sebagian besar ibu-ibu rumah tangga pelaku produksi tahu, kripik, kopi bubuk dan nenas serta instansi terkait lainnya, disambut antusias oleh peserta. Karena dengan mengikuti penyuluhan itu merupakan langkah awal dalam mengajukan produknya supaya terdaftar sehingga produknya dapat disalurkan ke konsumen.
“Dengan mengikuti penyuluhan ini, peserta akan memperoleh sertifikat, dan ini merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh izin industri rumah tangga,” kata Yulius Sacramento Tarigan, Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi  Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Medan.

Menurut Yulius, yang juga narasumber pada penyuluhan itu, kegiatan ini untuk menghasilkan pangan yang layak, bermutu, aman dikonsumsi dan sesuai dengan tuntutan konsumen domestik dan internasional. Serta bertujuan khusus memberikan prinsip dasar dalam memproduksi pangan yang baik, juga mengarahkan ibu rumah tangga (IRT) agar dapat memenuhi persyaratan produksi yang baik seperti persyaratan lokasi, bangunan dan lainnya.
Sementara itu, Ida Ariati Banurea, Kabid Bina Farmasi dan Pangan Dinkes Pakpak Bharat menjelaskan, penyuluhan tersebut memberikan tata cara pengurusan izin usaha dan persyaratan produksi agar pengolahan mendapat sertifikasi hygiene serta layak dipasarkan. (mag-14)

Barca tak Belanja Pemain

Wakil presiden Barcelona, Josep Bartomeu, mengatakan bahwa tim juara Spanyol dan Eropa tersebut tak akan belanja pemain pada bursa transfer musim dingin Januari mendatang.

Pernyataan Bartomeu tersebut sekaligus membantah berbagai rumor transfer pemain-pemain yang kerap dikaitkan dengan Barca, seperti Neymar, Leandro Damiao, hingga Gareth Bale.

Menurut Bartomeu, Barca saat ini sedang menunggu pulihnya Ibrahim Afellay dan akan mempromosikan beberapa pemain muda dari skuad Barcelona B.

“Kami tak akan membeli siapa pun di bulan Januari. (Ibrahim) Afellay sudah mulai pulih dan akan ada pemain dari tim B yang naik ke tim senior,” kata Bartomeu pada El Mundo Deportivo.

Pekan ini, Barca membawa serta tiga pemain muda ke Piala Dunia antar klub di Jepang, yakni Oier Olazabal (kiper), Jonathan Dos Santos, dan Isaac Cuenca. Sebelumnya awal musim ini Barca juga mempromosikan produk akademi mereka, seperti Thiago Alcantara dan Andreu Fontas. (net/jpnn)

Tak Cukup Menang

MAN CITY vs Munchen

Berada di posisi 3 klasemen sementara Grup A Liga Champions jelas membuat Manchester City tak nyaman. Bagaimana tidak, untuk lolos ke babak berikutnya, City tak sekadar butuh tiga poin atas Bayern Munchen, tapi butuh kekalahan Napoli juga.

Begitulah, klub bertabur bintang ini memang dalam posisi terjepit. Satu-satunya skenario Man City bisa lolos adalah dengan mengalahkan Munchen, dan Napoli gagal menang atas Villarreal. Jika ini tak tercapai, maka habislah mimpi The Citizens di Liga Champions musim ini.

“Tersingkir akan menjadi kekecewaan besar. Kami tidak akan berbohong dengan mengatakan bahwa kami sekarang hanya konsentrasi di Premier League, karena tersingkir dari Liga Champions akan menjadi kekecewaan besar,” kata gelandang Man City, Gareth Barry.
“Kami berharap Villarreal dapat melakukan pekerjaan untuk membantu kami,” tambah Barry.

Posisi sulit Man City di Liga Champions, berbanding terbalik dengan perjuangan mereka di Premier League. Saat ini Yaya Toure dan kawan-kawan duduk nyaman di singgasana dengan keunggulan lima poin atas MU. Faktor mental dan pengalaman menjadi penyebab perbedaan drastis posisi ManCity di kedua kompetisi ini.

“Ini pertama kalinya klub ini berada di Liga Champions, meski kami merasa kami punya kualitas untuk lolos, itu adalah hal lain. Jika kami tersingkir, kami hanya akan konsentrasi pada sisa-sisa pertandingan di Premier League dan kompetisi lainnya,” ucap Barry.

Menariknya, harapan Barry harus berlawanan dengan punggawa Napoli, Marek Hamsik. “Kita harus mencoba mengalahkan Villarreal. Sementara itu, kita juga akan melihat hasil antara Manchester City kontra Bayern,” kata Hamsik.
“Kami harus berjuang mati-matian hingga 90 menit bila ingin meraih sukses,” tambahnya.

Keuntungan City, mungkin terletak pada amunisi Bayern Munchen. Ya, Munchen dikabarkan tidak akan diperkuat dua pemain tengah mereka, Arjen  Robben dan Toni Kroos saat melawat ke kandang Manchester City dini hari nanti. Kedua pemain itu terserang influenza dan tidak fit untuk diturunkan dalam laga yang sebenarnya sudah tidak berpengaruh dengan lolosnya Bayern ke fase knock out itu.

Tak pelak, kabar ‘cedera ringan’ pemain tim nasional Belanda dan  Jerman itu pun langsung menimbulkan rumor kalau mereka lebih ingin City yang lolos daripada Napoli.

“Kami akan melakukan segalanya agar kami pulang dengan membawa poin. Kami adalah atlet dan kami ingin memenangkan setiap pertandingan,” dalih kapten Bayern Munchen, Philipp Lahm.

Terlepas dari itu, Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, tampaknya lebih realistis dengan kans klubnya. Bukan bergantung pada lengkap atau tidak tim lawan. “Kami harus mencoba untuk mengalahkan Bayern dengaan harapan Villarreal mengalahkan Napoli. Tapi kalau kami gugur di Liga Champions, maka kami akan terus berlanjut,” ujar Mancini seperti dilansir Sky Sports.

Pelatih asal Italia itu mengaku timnya berada di posisi yang kurang menguntungkan di Liga Champions dan percaya City butuh waktu untuk bisa bersaing dengan klub-klub terbaik Eropa. “Jika kami gugur, maka kami akan bermain di Europa League dan mencoba untuk memenangkan Europa League. Untuk tim seperti kami yang baru bermain di Liga Champions, sulit untuk menang,” pungkasnya.(bbs)

Pesta Danau Toba Hanya Pesta Biaya

Promosi Hingga ke Bali Fasilitas tak Dibenahi

MEDAN-Pada 27-30 Desember 2011 mendatang, Pesta Danau Toba (PDT) akan digelar. Menariknya, belum lagi even yang dinilai banyak pihak sebagai ajang seremoni belaka tersebut dimulai, ternyata sudah banyak sorotan.

Sorotan mulai dari keberadaan Danau Toba yang dianggap tidak ‘dipedulikan’ dari berbagai sisi, terlebih oleh Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di bawah panji Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Begitu pula dari sisi pemeliharaan, sisi pengelolaan dan pelestarian Dana Toba sendiri.

“Pesta Danau Toba tidak lebih dari kesan hura-hura dari panitia dan Pemprovsu. Even tahunan yang hanya bersifat seremoni dan tidak memberikan sumbangsih kepada pembangunan dan pengelolaan Danau Toba,” ujar akademisi asal Universitas Sumatera Utara (USU) yang juga pengamat politik, Wara Sinuhaji, kepada Sumut Pos, Selasa (6/12).Dia mengatakan, sudah sekian kali PDT terselenggara, tapi tidak mampu menarik minat wisatawan, malah terkesan semakin ditinggalkan peminat. “Bukan makin bertambah, malah terkesan terus berkurang. Bagaimana tidak, jalan menuju ke sana saja tidak ada perbaikan. Masih kupak-kapik. Bagaimana wisatawan mau datang. Tidak usahlah bicara wisatawan asing, pikirkan dulu bagaimana caranya wisatawan lokal mau berkunjung ke Danau Toba. Saya saja sebagai putra Medan dan Sumut, rasanya malas ke sana,” urainya.

Wara Sinuhaji pun menyayangkan potensi luar biasa tersebut dibiarkan begitu saja. “Padahal, Danau Toba itu aset. Begitu indahnya Tongging, Simarjarunjung dan daerah lain di sekitarnya. Tapi, siapa pula yang mau ke sana, kalau infrastrukturnya saja tidak memadai,” tambahnya.

Kondisi ini, katanya, harus menjadi perhatian pemerintah baik pemerintah daerah setempat khususnya lagi Pemprovsu. “Ya itu tadi, harusnya pemerintah daerah baik Pemkab maupun Pemprovsu memperhatikannya. Ini sama sekali tidak. Tidak ada gagasan atau ide dari kepala daerah, dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu (Gatot Pujo Nugroho) untuk memperbaiki itu semua. Makanya, PDT itu tidak lebih dari ajang hura-hura,” tukasnya.

Dia menjelaskan, harusnya Plt Gubsu membuat sebuah kebijakan, terlebih dalam sisi mentalitas pembangunan masyarakat. “Harusnya ada ide dari Plt Gubsu, untuk membangun mentalitas. Masalah mentalitas inilah yang tidak ada. Mengenai jalan, seharusnya sudah dari 20 tahun lalau jalan-jalan menuju ke sana sudah bagus, tapi nyatanya sampai sekarang tidak juga. Sekarang semuanya nol, tidak ada yang bisa dibanggakan,” bebernya.

Menyinggung mengenai kunjungan Komisi B DPRD Sumut dengan Dinas Pariwisata Sumut beberapa waktu lalu ke Bali dalam rangka mempromosikan PDT, Wara Sinuhaji menilai, itu perbuatan sia-sia untuk menghambur-hamburkan uang, dan tidak memberi hasil positif bagi keberadaan Danau Toba.

“Itu sia-sia saja, menghambur-hamburkan uang. Apa kontribusinya untuk pembangunan di sana? Tidak ada,” tegasnya.
Kritik tak kalah pedas diutarakan tokoh pemuda berdarah Batak yang juga Wakil Ketua Bidang Informasi dan Publikasi, Jami’yah Batak Muslim Sumut, Awaluddin Matondang.

“Apa yang mau dibilang ya? Gatot belum ada berbuat apa-apa untuk Sumut, apalagi untuk Danau Toba,” katanya kepada Sumut Pos.
Dijelaskannya, persoalan Danau Toba relatif sangat kompleks. Mulai dari pengelolaan Danau Toba misalnya, mengenai debit air Sungai Asahan sebagai pembangkit turbin arus listrik di sungai tersebut.

“Persoalan Danau Toba, berdampak pada debit air Sungai Asahan untuk menggerakan turbin pembangkit yang ada di sana. Untuk masalah ini saja, perhatian pemerintah terlebih Pemprovsu saja tidak ada. Meskipun sejak Otonomi Daerah (Otda) diserahkan ke Pemkab, tapi Danau Toba itu punya Sumut. Harusnya Pemprovsu memberi perhatian terhadap Danau Toba. Dari itu saja tidak perhatian, apalagi dari sisi pariwisata maupun infrastrukturnya,” paparnya.

Belum lagi dari sisi ekosistem di Danau Toba yang mulai punah, akibat banyaknya limbah yang dibuang ke Danau Toba. Anehnya, Pemkab setempat dan Pemprovsu tidak melakukan tindakan apapun terhadap hal itu. Padahal diketahui, pembuang limbah ke Danau Toba adalah perusahaan-perusahaan di sekitaran Danau Toba.

“Perusahaan di sekitar Danau Toba membuang limbahnya ke situ. Tapi tidak ada yang dilakukan Pemprovsu. Harusnya kan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumut melakukan inevstigasi, evaluasi dan audit terhadap perusahaan-perusahaan itu, tapi nyatanya tidak ada. Dan Pemprovsu di bawah naungan Plt Gubsu juga tidak bertindak,” katanya lagi.

Mengenai PDT, Awaluddin menilai, setiap tahun kualitas penyelenggaraan PDT tidak mengalami peningkatan. Kualitas dan kuantitas malah PDT melorot tajam.

“Saya pikir, secara kualitas dan kuantitas PDT tidak ubahnya even seremoni dan rutinitas belaka. Malah jumlah pengunjung dan pelaksanaan PDT itu sendiri menjenuhkan. Karena itu-itu saja, tidak ada yang baru. Masyarakat atau pun wisatawan pun enggan ke situ.

Pemkab setempat dan terlebih Pemprovsu tidak ada political will atau keinginan yang kuat untuk memperbaiki kondisi Danau Toba sekarang. Gatot tidak bisa memotori dan tidak memiliki konsep yang jelas terhadap Danau Toba,” tutupnya.

Pernyataan senada disampaikan Ganda Manurung ST MBA, salah satu tokoh pemuda Batak yang juga Walikota Lira Medan. “Anugerah ini (Danau Toba) tidak pernah menjadi perhatian Pemprovsu atau Pemkab,” tegas Ganda Manurung.

“Seharusnya Danau Toba menjadi sumber kesejahteraan untuk masyarakat Sumut, terkhusus bagi kabupaten yang berada di sekitarnya juga,” sambungnya.
Ganda Manurung mengatakan bahwa  bertahun-tahun petinggi Sumatera Utara hanya berteori dan berwacana untuk membuat Danau Toba menjadi mutiaranya pariwisata Indonesia.

Pesta Danau Toba yang digelar ini, kata Ganda Manurung, hanya pesta biaya, Namun, tidak membawa dampak untuk mengembangkan objek wisata Danau Toba yang lebih baik lagi. “Sekarang ini jangankan wisatawan mancanegara, wisatawan lokal saja enggan datang,” beber Ganda. (ari/rud)

Perempuan Terpanggang di Thamrin Plaza

MEDAN-Bau gosong menyengat di bagian sudut Lantai 4 A Thamrin Plaza, sekira pukul 22.00 WIB, Selasa (6/12) malam. Ternyata, sesosok mayat tanpa identitas yang diperkirakan berjenis kelamin perempuan ditemukan telah terpanggang.

Dari pantauan Sumut Pos di Tempat Kejadian Perkara (TKP), masih terlihat rambut panjang perempuan naas tersebut yang tersisa di bagian kepalanya. Di sisi belakang bagian kiri kepala mayat tersebut juga terlihat mengeluarkan darah Mayat tersebut ditemukan dalam posisi terlentang. Dengan kaki dan tangan yang terbuka lebar. Mulut korban pun terlihat menganga. Baju yang tersisa di tubuh korban, hanya pakaian dalam tepatnya lagi celana dalam dan BH berwarna putih yang diperkirakan karena semprotan racun api.

“Ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB. Pertama kali kita mengetahuinya, berdasarkan informasi dari pengunjung, bahwa ada api yang berkobar di lantai 4. Lalu, anggota sekuriti mengecek ke TKP, sekalian membawa racun api. Ketika sampai di TKP, ternyata manusia yang ditemukan. Saya waktu sampai ke TKP, api tidak ada lagi menyala. Kita lihat dari ciri-ciri, dugaan sementara berjenis kelamin perempuan lah,” ujar Koordinator Sekuriti Thamrin Plaza, P Lumban Batu di lokasi kejadian.

Ditambahkannya, kebakaran yang terjadi tersebut dipadamkan dengan racun api. Dan di area tersebut, tidak ditemukan adanya barang-barang milik korban.
“Api dipadamkan dengan racun api. Kami belum mengetahui pengunjung atau bukan. Tidak ada barang-barang yang ditemukan,” tambahnya.

Saat Tim Forensik Polresta Medan membalikkan tubuh perempuan naas tersebut, ternyata diketahui ada semacam ember atau tempat sampah terbuat dari plastik, yang juga ikut terbakar. Terlihat pula, darah yang masih kental dan berbau anyir serta gosong yang menyengat.

Mengenai ember atau tempat sampah tersebut, P Lumban Batu, saat ditanya mengenai hal itu oleh Sumut Pos mengaku, selama ini tidak ada tempat sampah atau ember di area tersebut. “Tidak ada yang terbuat dari plastik. Tempat sampahnya dari stainless. Jadi, kita tidak tahu asal tempat sampah atau ember tersebut,” akunya.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Medan Area AKP J Banjarnahor mengaku, belum bisa memastikan identitas korban. Karena masih dalam penyelidikan.

“Masih menunggu hasil otopsi. Apa keterangan dokter, baru bisa kita simpulkan,” ungkapnya.

Saat ditanya, apakah ada mengarah mayat tersebut merupakan korban pembunuhan, AKP Banjarnahor yang saat itu mengenakan celana jins warna biru dan kaos warna kuning juga belum bisa memastikan.”Belum bisa kita pastikan, karena masih penyelidikan,” jawabnya lagi.(ari)

Kasus JR Saragih Usik DPR RI

MEDAN-Desakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera  melakukan penetapan tersangka terhadap Bupati Simalungun JR Saragih, tidak hanya dikumandangkan banyak kalangan di Sumut, tapi juga politisi dan aktifis penggiat antikorupsi di Jakarta.

Kali ini, politisi asal PPP yang duduk di DPR RI Ahmad Yani buka suara. Diungkapkannya, kendati kasus-kasus yang masuk ke KPK banyak dari berbagai penjuru Indonesia, tidak harus membuat KPK diam dan menumpuk laporan. KPK harus bekerja ekstra agar kasus-kasus yang dilaporkan terlebih yang diduga dilakukan kepala daerah, mendapat kejelasan hukum.

“Banyak kasus di KPK. Kadang malah si pelapor tidak tahu sudah sejauh mana kasusnya. Untuk kasus kepala daerah, termasuk kasus-kasus yang diduga dilakukan Bupati Simalungun, agar KPK segera memprosesnya. Bila perlu segera ditetapkan tersangka agar ada kepastian hukum. Kalau sudah ada dua atau lebih bukti yang menguatkan, segera saja tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya ketika dikonfirmasi via seluler oleh Sumut Pos, Selasa (6/12).

Yang mencolok, sambungnya, adalah kasus dugaan penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Simalungun senilai Rp48 miliar.

“Fokuskan saja  ke situ. Karena nominal keseluruhan yang diduga diselewengkan besar. Kasus-kasus lain  juga harus diproses, dan sebaiknya juga disupervisi atau diserahkan ke daerah untuk  diadili. Diserahkan ke polisi atau di kejaksaan, agar segera tahu finalisasi dari kasus itu  agar tidak terlalu lama kasus itu berjalan,” tambahnya.

Namun, lanjutnya, supervisi atau penyerahan kasus tersebut jangan dilimpahkan begitu saja, tanpa ada pengawasan lebih lanjut dari KPKn
Karena, menurutnya, peradilan di daerah biasanya tidak tertutup kemungkinan kasus tersebut akan terhenti.

“Kasus yang sudah ada tersangkanya dari KPK, dan disupervisi ke daerah harus diawasi oleh KPK. Karena kita ketahui peradilan di daerah dan penegakan hukum, seperti dikepolisian atau kejaksaan sering kita dengar istilah 86. Kita tidak ingin seperti itu. Maka dari itu, KPK harus mengawasi peradilan di daerah, terlebih kasus kepala daerah  Simalungun tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Adhie M Massardi, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih  (GIB) Jakarta, ketika dikonfirmasi Sumut Pos dari Medan sempat menyesalkan pimpinan KPK lama yang dinilai tidak agresif dalam penuntasan kasus-kasus  korupsi, terlebih yang diduga melibatkan kepala daerah.

“Agar pimpinan KPK yang baru menindaklanjuti itu. Agar masyarakat bisa mengawasi.  Kita sesalkan pimpinan KPK yang lama tidak agresif dalam penuntasan kasus korupsi.  Kita mendesak agar KPK memberi penjelasan terhadap laporan-laporan yang diterima  dan sejauh mana penanganannya.

Kalau dikira cukup barang bukti, kenapa tidak  ditetapkan sebagai tersangka. Artinya, kasus-kasus korupsi yang ada segera ditindak  tegas,” beber pria yang juga mengaku menjabat sebagai Komisioner Komite Pengawas  KPK ini.

Menurut Adhie M Massardi, melihat kasus yang dihadapi Bupati Simalungun JR Saragih yang saat ini ditangani KPK, terbilang lebih banyak jika dibandingkan kasus-kasus yang dihadapi kepala daerah lainnya, yang juga ditangani KPK.

Ketika disinggung mengenai penanganan kasus dugaan suap yang diduga dilakukan Bupati Simalungun yang sudah ada di meja KPK sejak akhir tahun 2010 dan sampai saat ini belum ada kepastian hukumnya, mencuatkan citra bahwa KPK tidak jauh
berbeda dengan institusi penegak hukum lain yang lamban menangani kasus korupsi, Adhie M Massardi menyatakan, harusnya KPK merealisasikan harapan besar masyarakat
terhadap KPK.

“Melihat hal itu, masyarakat sangat berharap kepada KPK, terlebih dalam penanganan  kasus korupsi. Banyak kasus yang tindaklanjutnya belum ada kepastian, bahkan pelapor dugaan korupsi tidak tahu sejauhmana kasus yang dilaporkannya itu. pimpinan KPK yang  sudah diganti, sebaiknya melaporkan hasil kinerjanya kepada publik, agar publik bisa  mengawasinya. Ini kasus harus dijelaskan,” tuntasnya.(ari)

Deliserdang Raih Adhikarya Pangan Nusantara

JAKARTA-Kabupaten Deliserdang tampaknya tak mau kalah dengan Medan. Jika beberapa hari lalu Medan meraih ITC Pura, kemarin Deliserdang meraih Adhikarya Pangan Nusantara.

Bupati Deliserdang Amri Tambunan bersama 15 kepala daerah lain meraih penghargaan ini di kategori pembina ketahanan pangan (lihat grafis).

Penghargaan langsung diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/11). Turut mendampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Menteri Pertanian Suswono beserta istri, Mieke Suswono. Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dibagi menjadi empat kategori yaitu sebanyak 7 orang penerima penghargaan sebagai pelopor ketahanan pangan, 13 orang sebagai pemberi pelayanan ketahanan pangan, 25 orang sebagai pengguna teknologi kreatif ketahanan pangan dan 16 orang dianggap sebagai pembina ketahanan pangan.

Penghargaan diberikan setelah melakukan proses seleksi oleh dewan pangan baik daerah maupun nasional. Di antara penerima penghargaan yaitu, kategori pelopor ketahanan pangan, diterima oleh Profesor Julius Elseos Louhenapessy dari Universitas Pattimura, Maluku. Kategori pelayanan ketahanan pangan antara lain diterima Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Provinsi DKI Jakarta dan Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penerima penghargaan kategori Pengguna kreatif teknologi ketahanan pangan, antara lain Kelompok Ternak Sapi Potong Cikoneng Sejahtera dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan Kelompok Tani Padi Buyut Musa dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sedangkan penerima penghargaan dari kategori Pembina Ketahanan Pangan, antara lain yaitu Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Sedangkan Bupati yang menerima penghargaan adalah Bupati Temanggung-Jateng Hasyim Afandi, Bupati Deli Serdang-Sumut, Amri Tambunan, Bupati Pesisir Selatan- Sumbar, Nasrul Abit, Bupati Soppeng- Sulsel, A Sutomo,  Bupati Magetan-Jatim, Sumantri, Bupati Minahasa Utara- Sulut, Sompie SF Singal dan Bupati Pacitan-Jawa Timur, Indartarto.

Penghargaan dalam kategori yang sama juga diberikan untuk lima kepala desa yakni Kepala Desa Sidoarjo, DIY, Budi Utomo, Kepala Desa Tampumea,  Provinsi Sulsel Drs Mustika Sanggana, Kepala Desa Wali Nagari Kandang Baru Provinsi Sumbar Amrizal,  Kepala Desa Cipakem, Jabar, Diding Wahyudin dan Kepala Desa Karanggintung Jawa Tengah Noto Siswanto.(afz/jpnn)

Albert Einstein Ternyata Pemalas

Ketika kecil, Albert Einstein dianggap sebagai seorang pemalu, bodoh, malas belajar, dan pelanggar tata tertib. Ia lulus SMP tanpa mendapatkan ijazah dan dua kali gagal mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. (wikipedia)

Bayar KPR Tersendat, Bisa Ditanggung Asuransi

Jakarta –Bagi Anda yang telah mengambil kredit rumah (KPR) namun akhirnya tidak mampu bayar karena dipecat dari perusahaan tempat Anda bekerja, tak perlu khawatir.
Pasalnya,  kredit KPR yang tersendat tersebut akan menjadi tanggungan asuransi perumahan. Kebijakan ini baru bisa direalisasikan tahun depan.

Kebijakan ini merupakan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP), yakni dalam tiga rancangan peraturan pemerintah turunan dari UU No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Pemukiman yang akan keluar tahun depan. Salah satu poin-nya adalah soal payung hukum asuransi perumahan bagi konsumen.

Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung mengatakan, tiga RPP itu sedang dalam tahap penggodokan dan sudah mencapai 75 persen. Tiga PP itu mencakup soal penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman, pembinaan perumahan dan pembiayaan.

Dikatakan Pangihutan Marpaung, PP yang mengatur soal ketentuan asuransi rumah akan diatur dalam RPP Pembiayaan. Menurutnya ketentuan ini sangat penting demi melindungi konsumen maupun perbankan.

Pangihutan mencontohkan saat ini belum ada aturan jika ada konsumen atau nasabah yang terputusnya sumber penghasilannya tetapi masih punya tanggungan kredit kepemilikan rumah (KPR) seperti kasus kena PHK.

“Asuransi perumahan, single premi, sekarang sudah ada. Tapi kalau sekarang ini lebih karena klaim kebakaran, nantinya ketika ada PHK ditanggung oleh asuransi (cicilannya),” katanya. Ia menjelaskan, konsep ini berlaku bagi masyarakat umum yang berpenghasilan tetap yang sedang mengambil kredit rumah.

Namun, konsumen yang berhak akan dipilih sesuai dengan kreteria batas penghasilan tertentu, dengan batas tanggungan klaim setidaknya bisa mencapai 2 tahun.

Masih terkait dengan RPP Pembiayaan Perumahan, nantinya akan diatur soal pembiayaan perumahan dan kredit konsumsi lainnya akan didorong oleh satu bank saja. Nantinya seorang yang mengambil kredit konsumsi di satu bank maka harus mengambil KPR yang sama. Juga akan diatur soal uang muka terkait pinjaman kredit perumahan PNS, TNI/Polri dan masyarakat umum.

Sementara itu mengenai RPP Penyelengaraan Perumahan, yang ditunggu-tunggu pengembang antara lain masalah ketentuan 20 persen terbangun dalam setiap proyek perumahan akan diatur lebih detil dalam RPP ini. Ketentuan batas minimal pembangunan rumah sederhana seluas minimal 36 nampaknya akan tak tercapai, penyebabnya banyak pengembang yang masih menginginkan membangun rumah dengan tipe 22.

“Yang masih mengganjal soal luas lantai, mereka (pengembang) mintanya 22 m2, padahal undang-undang minta 36 m2 (minimal). Opsinya akan ada dinding di dalam, tadinya tipe 36 ada 2 kamar akan menjadi satu kamar atau tanpa kamar,” katanya.

RPP yang terakhir adalah soal pembinaan perumahan. Dalam aturan ini akan ditetapkan soal tugas dan kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah termasuk dalam hal insentif perizinan, dalam hal serfifikasi, kemudahan bagi pengembang dan lain-lain. “Tiga-tiganya harus selesai Januari 2012, sekarang RPP sudah mencapai 75 persen,” katanya. (net/jpnn)

Nyoman Nuarta Siapkan Trofi NBL Berkelas Dunia

Berlapis Emas 22 Karat

SURABAYA-Sebuah trofi istimewa bakal diberikan kepada tim juara Flexi National Basketball League (NBL) Indonesia 2011-2012.

Championship Trophy yang lebih tepat disebut sebagai karya seni ini secara khusus dibuat oleh pematung tersohor yang mungkin layak disebut sebagai seniman terbaik Indonesia, Nyoman Nuarta. Salah satu mahakaryanya merupakan salah satu ikon pariwisata Indonesia, Garuda Wisnu Kencana.

“Adalah sebuah kebanggaan luar biasa bagi kami bisa mempersembahkan trofi kelas dunia tersebut. Secara pribadi, saya bahkan menganggapnya sebagai trofi basket terbaik di dunia. Saya yakin, trofi itu akan menjadi pilar baru sejarah panjang NBL Indonesia ke depan,” tutur Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia sebagai pengelola liga sekaligus commissioner NBL Indonesia.

Championship Trophy ini memiliki dimensi 22 cm x 22 cm, tinggi 48 cm, berat 22 kg, serta berbahan dasar tembaga dan berlapis emas 22 karat. Trofi ini didesain dengan detail yang mengagumkan. Seperti sosok-sosok manusia yang mengikuti pusaran dan berebut bola, memperlihatkan gerakan-gerakan dinamis yang mengarah pada perjuangan dan keuletan dalam mencapai prestasi. Trofi ini merefleksikan bahwa prestasi merupakan kedigdayaan yang bisa dicapai oleh manusia.

“Maaf, foto maupun gambar trofi belum bisa kami tunjukkan. Trofi akan diperkenalkan sebelum tipoff musim reguler Flexi NBL Indonesia 2011-2012, di Bandung, 10 Desember,” kata Azrul. (azz/jpnn)