26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1418

Di Moment Wisuda, SMA Islam Plus Adzkia Berikan 2 Beasiswa S1 Luar Negeri

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebanyak 141 siswa siswi SMA Islam Plus Adzkia mengikuti prosesi wisuda angkatan kedua yang digelar pada Minggu (11/6) dihotel Adimulia, Medan. 141 wisudawan tersebut berasal dari 5 kelas, dengan rincian kelas XII MIA (Matematika dan IPA) 1 sebanyak 28 siswa, kelas XII MIA 2: 27 siswa, kelas XII MIA 3: 30 siswa, kelas XII MIA 4: 27 siswa dan kelas XII IIS (IPS): 29 siswa jelas Fachrizal Barus, M.Sc kepala Sekolah SMA Islam Plus Adzkia dalam sambutannya.

Fachrizal melanjutkan setelah berkomitmen memberikan bea siswa penuh kuliah S1 PTN terbaik Di Jerman kepada siswa terbaik Angkatan pertama, pada moment wisuda kali ini pihak sekolah juga memberikan dua beasiswa S1 Luar Negeri yaitu beasiswa S1 Kedokteran PTN di Perancis.

Bea siswa ini diberikan kepada Rajwa Adibah Lubis siswi kelas XII MIA 4 dan Beasiswa S1 PTN ternama diTurki diberikan kepada Silvia Ariany Daulay siswi kelas XII MIA 4. Siswi yang mendapatkan beasiswa S1 Luar Negeri secara penuh ini, sudah diseleksi sejak duduk di kelas X, proses seleksi berlangsung ketat dan objektif ujar Fachrizal.

Selain itu untuk tahun ini ada 3 siswa SMA Islam Plus Adzkia yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan, ada yang lulus dikedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dan Perpajakan Universitas Diponegoro, Semarang.
Tidak hanya itu ada juga 3 orang siswa kami yang diterima diUniversitas Pertahanan Republik Indonesia, Magelang.

Pria jebolan UGM ini juga memberikan semangat kepada para wisudawan “Gagal itu hal yang biasa, habiskan stok gagal kalian selagi muda agar kalian menjadi orang besar dikemudian hari” ujarnya.

Sedangkan Muhammad Ramli ST, M.Si selaku pembina Yayasan Adzkia Internasional dalam sambutannya mengatakan anak anak kita adalah asset yang berharga, asset yang akan menyelamatkan kita didunia dan diakhirat.

Ramli lalu menambahkan tidak ada anak yang bandel, tidak ada anak yang bodoh, tidak ada anak yang jahat yang ada orang tua yang kurang sabar dan guru yang kurang ikhlas dalam mendidik.

Sejatinya kami bukan hanya ingin membangun sekolah tapi juga ingin membangun peradaban jelas Ramli.

Prof Dr.Tien Rafida, M. Hum guru besar UIN Sumatera Utara yang didaulat untuk mewakili para orang tua wisudawan untuk memberikan kata sambutan mengatakan saya salut akan kebiasaan yang ada di SMA Islam Plus Adzkia seperti memuliakan tamu, laporan akademik siswa yang dikirimkan kepada kami secara reguler, terhindar dari pemberian gift kepada guru dan karyawan, silaturahim guru ke rumah rumah siswa dan nuansa keIslaman yang sangat kental.

Terakhir kami ucapkan terima kasih kepada guru guru yang telah mendidik anak anak kami selama 3 tahun ini sebut Prof Tien.

Pada wisuda kali ini juga yayasan memberikan reward untuk para siswa berprestai lainnya dengan kategori the most actife discusion student, smart enterpreneur, strong leader, the most memorized student dan siswa teladan untuk siswa teladan sendiri sekolah memberikan reward berupa 1 unit sepeda motor Vario 160.

Untuk memacu semangat dan profesionaliame para pegawai, guru dan pengurus SMA, pada kesempatan wisuda kali ini Yayasan memberikan reward umroh kepada 2 orang pengurus sekolah yaitu kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Prosesi wisuda sendiri berjalan dengan khidmat dan meriah dengan dihadiri oleh para orang tua siswa dengan diselingi oleh hiburan seni tari dan vokal yang dibawakan oleh para siswa siswi SMA Islam Plus Adzkia.

Sekedar untuk diketahui SMA Islam Plus Adzkia berdiri sejak tahun 2019, beralamat di 2 lokasi yaitu kampus 1 di Jalan Tuasan, nomor 4-6, Medan, dan kampus 2 di Jalan Kangkung No 24 AB Medan.

SMA Islam Plus Adzkia adalah SMA Islam pertama yang berorientasi Lulus Sekolah Kedinasan seperti STAN, STIS, Akpol, Akmil, PTN dalam dan luar Negeri, Tahfiz, entrepreneur skill dan mengedepankan akhlak mulia. (adz)

Mubes l PAPPSI: Jadikan PAPPSI Organisasi Perjuangan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Parsadaan Alumni Pelajar Padangsidimpuan dan Sekitarnya (PÀPPSI) menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) l di Gedung Bisma, Aula Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (11/5) siang. Mubes ini dihadiri lebih dari 70 anggota dan Undangan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk sejumlah Tokoh yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Sumut.

Selain merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) dan Program Kerja, Mubes I PAPPSI ini secara aklamasi memilih dan menetapkan Ketua Umum PAPPSI yaitu Dr. Hapendi Harahap, SH, MH, untuk Periode 2023-2026. Seperti diketahui Hapendi Harahap sehari-hari adalah seorang Notaris yang menjabat Ketua Umum Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).

Dalam kata sambutannya, Hapendi Harahap mengatakan, seperti yang tertuang dalam Mukadimah AD/ART PAPPSI, pihaknya merasa ikut bertanggung jawab dalam pembangunan, pemberdayaan dan mencerdaskan kehidupan masyarakat, khususnya dalam membentuk insan cerdas dan beretika, berakhlak yang baik dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Sebagai alumni pelajar yang berasal dari Tabagsel yang terhimpun dalam PAPPSL, mari kita berperan aktif dalam mengisi pembangunan dan pemberdayaan dengan mengembangkan ilmu dan pengetahuan, teknologi, dan seni, mencerdaskan kehidupan masyarakat di wilayah Tanagsel,” kata Hapendi.

Hapendi Harahap merasa bersyukur dan berterimakasih atas dukungan dan kehadiran tokoh-tokoh Tabagsel yang ikut memberikan pesan dan wejangan sebagai masukan program kerja PAPPSI ke depan. Mereka adalah Prof Dr H Bomer Pasaribu SH SE MS (Mantan Dubes dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Komjen Pol (Purn) Drs H Saud Usman Nasution SH MH MM (Mantan Kepala BNPT), Mayjend TNI Purn Riswandi Siregar, Ir Tawar Pulungan, Muslimin Siregar MM, Haris Harahap, M Saleh Purba, Mara Hasian Harahap, dll.

Dalam sambutannya, Prof Bomer Pasaribu mengatakan, sebagai organisasi yang baru terbentuk, PAPPSI mempunyai tugas dan tanggungjawab yang besar dalam mendorong maju dan berkembangnya wilayah Tabagsel. Karena itu, Bomer menyarankan agar PAPPSI memilih jalur yang berbeda dengan organisasi parsadaan sejenis lainnya.

“Maka saya sarankan agar PAPPSI menjadi organisasi perjuangan. Perjuangan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, kemasyarakatan dan industri kreatif. Sebagai organisasi perjuangan PAPPSI harus ambil bagian dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Sumatera Tenggara, Universitas Graha Nusantara (UGN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), membentuk Perguruan Timggi Vokasi dan memperjuangkan beberapa tokoh asal Tabagsel menjadi Pahlawan Nasional seperti Willem Iskandar, Todung Mulya Harahap, dll,” kata Bomer.

Menurut Bomer, sebagai tokoh senior Tabagsel dirinya merasa penting hadir dalam Mubes l PAPPSI ini. “Saya paksakan datang ke acara Mubes Pappsi. Saya ingin mendorong adik-adik kita agar berjuang membantu orang-orang asal Tabagsel untuk menjadi menteri, anggota DPR, dan pejabat tinggi lainnya. Bersilaturahim memang penting. Tapi memperjuangkan banyak hal tak kalah pentingnya. Saya memberikan semangat dan akan mendukung PAPPSI sedaya mampu saya,” paparnya.

Seperti diketahui PAPPSI dideklarasikan pada Minggu, 19 Maret 2023. Para Pendiri dan Penggagas PAPPSI ada 18 orang. Mereka adalah Dr Afriadi Sjahbana Hasibuan MPA MCom (Ec), Ir Ade Dermawan MM, Dr Hapendi Harahap SH SpN MH, Muhammad Kahfi Siregar SSos MSi, Dr (C) Yusniar Ritonga SKM MPH, Ir Zulkarnaen Nasution, Fajaruddin Lubis SE MP, Marazuki Nasution SPt, dr Salman Paris Harahap SpPD, Dr Kiman Siregar STP MSi, Drs Diapari Sibatangkayu Harahap MSi, Siti Nondang Siregar, Ir Ali Muda Siregar, Zubaedah Hafni Nasution, Yusanty Anwar, Marahot Harahap, Drs Rajab Siregar MM, Nelwan Harahap. (rel/adz)

Bobby Nasution Apresiasi Rumah Singgah HIMNI

PERESMIAN: Wali Kota Medan  Bobby Nasution didampingi Menkumham RI Yasonna Laoly saat hadir dalam Peresmian Rumah Singgah HIMNI dan launching 2 unit ambulance di Jalan Terompet, Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Jum’at (9/6/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko  Medan sangat mengapresiasi atas hadirnya rumah singgah yang digagas oleh Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Provinsi Sumatera Utara. Kehadirannya diharapkan  dapat memberikan manfaat luas kepada masyarakat, terutama suku Nias di Kota Medan.

 “Kami (Pemko Medan) mengapresiasi hadirnya rumah singgah ini. Tentu ini sangat bermanfaat untuk memfasilitasi masyarakat suku Nias yang membutuhkan bantuan dan pertolongan,” kata Wali Kota Medan  Bobby Nasution saat hadir dalam Peresmian Rumah Singgah HIMNI dan launching 2 unit ambulance di Jalan Terompet, Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Jum’at (9/6/2023).

 Di hadapan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna Laoly yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga menuturkan sejumlah program Pemko Medan, salah satunya Medan Medical Tourism (MMT). Dikatakannya, hadirnya program MMT bertujuan agar Kota Medan bisa menjadi kota tujuan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

 “Program MMT ini kita padukan dengan konsep pariwisata. Namun, hal utama yang dilakukan adalah terlebih dahulu memperbaiki sarana, prasarana dan terutama kualitas pelayanan. Sebab, selama ini, banyak masyarakat yang lebih memilih berobat ke negara tetangga, padahal Kota Medan juga memiliki fasilitas dan SDM di bidang kesehatan yang mumpuni,” ungkapnya.

 Pria kelahiran Kota Medan ini juga mengaku membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Nias di Kota Medan yang membutuhkan bantuan. “Kita jalin kolaborasi dan kami membuka diri bagi semua masyarakat, termasuk masyarakat Nias di Kota Medan yang membutuhkan bantuan melalui HIMNI,” terangnya.

 Di kesempatan itu, menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut juga menyampaikan hal terkait jemaat Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI). Bahwa, jemaat GEKI dipersilahkan untuk menggunakan Balai Kota Medan sebagai tempat ibadah.

 “Bahkan, sejak Desember lalu bahkan kita sudah beri 3 tempat alternatif yang dapat digunakan jemaat GEKI beribadat. Namun, pendeta dan jemaat GEKI berharap agar mereka diperkenankan beribadah di Kantor Wali Kota seraya menunggu izin sementara keluar. Ya sudah, saya sampaikan, silahkan,” pungkasnya.

 Sementara itu, Menkumham RI Yasonna Laoly menuturkan jika rumah singgah tersebut menjadi wujud hadirnya HIMNI lewat gerakan sosial bagi masyarakat. “Semoga bermanfaat, menjadi kebaikan bagi sesama dan memacu semua orang untuk berbuat kebajikan,” bilang Yassona kemudian dilanjutkan dengan meninjau mobil ambulance yang siap digunakan untuk membantu masyarakat. (rel)

Peran Pendidikan dan Pengembangan Generasi Muda dalam Era Industri 5.0

NARASUMBER : Seminar Internasional UPMI Medan bekerjasama dengan Universitas Al Ghifari Bandung dan Universiti Malaka Malaysia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan menggelar seminar Internasional dengan mengusung tema “Peran pendidikan dalam memberdayakan kehidupan melalui pengembangan generasi muda dalam masyarakat 5.0”. Kegiatan seminar digelar pada Auditorium H Syahruddin Siregar Kampus UPMI Medan di Jalan Balai Desa Marindal II Medan, Sabtu (10/7) kemarin.

Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara Prof Drs Saiful Anwar Matondang MA PhD dalam sambutannya secara daring mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung seminar internasional yang dilaksanakan oleh UPMI.
“Kita sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh UPMI dan ini langkah sangat maju baik ditingkat nasional maupun Internasional, menuju era industri 5.0,” katanya.

Selanjutnya, Rektor UPMI Dr H Ali Mukti Tanjung SH MM pada pidatonya menyampaikan bahwa seminar internasional ini bekerjasama dengan Universitas Al Ghifari Bandung dan Universiti Malaka Malaysia. Adapun narasumber yang hadir yakni Rektor Universitas Al Ghifari Bandung Prof H Didin Muhafidin SIP MSi yang juga merupakan Guru Besar UNPAD Bandung, Guru Besar UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEAN Eng yang juga mantan Rektor UGM Tahun 2017-2022 , Dr Nor Saidi Bin Muhammed Nasir yang merupakan Vice Rector Universiti  Malaka Malaysia dan di pandu oleh moderator Dr Puji Hariati SPd MHum yang merupakan Dosen UPMI Medan,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Guru Besar UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEAN Eng dalam orasinya menyampaikan agar lembaga pendidikan perguruan tinggi harus melek teknologi dan menjadi institusi yang menggunakan media atau fasilitas pembelajaran modern yang ada saat ini. Kemudian mendidik para mahasiswa agar menjadi lulusan yang unggul dari sisi kemampuan teknologi, dari sisi berpikir dan utuh dalam arti jiwa dan nilai-nilai Indonesia semacam berakhlak mulia,” ungkapnya.

Kemudian, Rektor Universitas Al Ghifari Bandung Prof H Didin Muhafidin SIP MSi menjelaskan bahwa saat ini hilangnya nilai-nilai kemanusiaan, krisis ekonomi dan krisis moral. Pada era industri 5.0 kita harus mampu membuka lowongan kerja yang baru, investasi dalam pendidikan dan melakukan kolaborasi,” ujarnya. (rel)

DWH Launching Bimbel Al-Qur’an & Sains dengan Manajemen Wakaf Produktif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Darul Waqaf Al-Hadiy (DWH) terus mengembangkan program wakaf produktif. Kali ini, pengembangan difokuskan kepada bidang pendidikan keagamaan bertajuk Bimbingan belajar (Bimbel) Al-quran dan Sains.

Launching dan Grand Opening Bimbel Al-quran dan Sains ini digelar Sabtu (10/6/2023). Dalam sambutannya, Ketua Bimbel Ustaz Imran Siregar mengatakan, sejak dibuka pendaftaran, sudah ada 40 siswa dengan kualifikasi tingkatan yang berbeda-beda.

“Alhamdulillah, jumlah santri terdiri dari tingkat TK 8 orang, tingkat SD 23 Orang, tingkat SMP 3 orang, dan tingkat SMA 1 orang, dengan total jumlah laki-laki 28 orang dan perempuan 12 orang,” kata Ustad Imran yang saat ini sedang kuliah bidang Tafsir Hadis di UIN Sumut.

Penggagas Gerakan Wakaf Produktif melalui Darul Waqaf Al-Hadiy (DWH), Ustazah Mayurida, dalam paparannya mengatakan, selama ini pemahaman masyarakat tentang wakaf hanya olen orang-orang yang memiliki harta lebih, seperti tanah atau bangunan. Padahal, Wakaf bisa juga dilakukan oleh kalangan masyarakat yang hanya memiliki uang seribu rupiah.

Menurutnya, wakaf produktif atau wakaf uang, memberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah wakaf. “Dengan adanya wakaf uang ini, membuka lebar bagi kita semua sama-sama dapat berwakaf. Jadi tidak harus menunggu banyak harta dulu baru kita berwakaf,” kata Ustazah Mayurida sembari menjelaskan disertasi yang ditulisnya membahas tentang wakaf uang.

Masih menurut Mayurida, pengelolaan pendidikan berbasis wakaf produktif menjadi salah satu impiannya. “Bimbel Al-quran dan Sains ini menjadi salah satu impian saya. Untuk meraih impian lebih besar dengan wujud pengelolaan berbasis wakaf produktif,” katanya.

Dia pun mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut berwakaf produktif. “Bapak/ibu, kami tidak menentukan besaran biaya bimbel, kami hanya mengajak bapak/ibu berwakaf uang. Wakaf inilah yang kemudian kami produktifkan, hingga berkembang setiap bulannya,” ujarnya.

Grand Opening Bimbel Al-quran dan Sains ini ditandai dengan pengguntingan pita yang diiringi lantunan salawat yang dipimpin Ustazah Mayurida. Proses grand opening ini dihadiri masyarakat setempat yang terdiri dari orangtua santri, pengurus yayasan, pengelola Bimbel. Juga tampak tokoh pemuda Hermanto Sagala SSOS MSI yang saat ini menjadi staf dari Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE, sekaligus bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk daerah pemilihan (Dapil) IV meliputi Kecamatan Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, dan Medan Area. (adz)

Soal Perubahan Akronim PMI, Kepala BP2MI Tegaskan Itu Usulan Palang Merah Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Perlindung Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengklarafikasi kabar terkait revisi  Perpres Nomor 90 Tahun 2019 terkait akronim penggunaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Benny mengatakan, tidak bakal melakukan perubahan akronim PMI, meski memiliki kesamaan dengan Palang Merah Indonesia yang juga memakai singkatan PMI.

“Saya ingin klarifikasi berita hari ini bahwa BP2MI tidak pada posisi untuk mengusulkan perubahan akronim PMI. Usulan perubahan itu datangnya pengurus Palang Merah Indonesia. Bagi kami yang merubah itu adalah menjadi domain pihak berwenang,” kata Benny saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

Dia menjelaskan, penggunaan akronim PMI yang digunakan lembaganya memiliki dasar Undang-Undang (UU) yang menjadi landasan hukum.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Hati Nurani (Hanura) itu, hal tersebut merupakan perintah negara, bukan atas kemauan sendiri dari pihak BP2MI.

“Kita memiliki dasar undang yang berbeda, kita memiliki logo kelembagaan berbeda, kita memiliki nomor klatur nama lembaga yang berbeda, di sana adalah Palang Merah Indonesia dan di sini adalah Badan Perlindung Pekerja Migran Indonesia tentu berbeda,” ujarnya.

Benny menyebutkan dalam penggunaan akronim PMI dalam kegiatan BP2MI bukan menggunakan kalimat tunggal. Dia mencontohkan seperti misalnya, Pekerja Migran Indonesia Ilegal.

“Kalau pun saya bersama jajaran BP2MI selalu mengunakan PMI itu tidak pernah tinggal, misalnya kita menyebut menghindari penempatan pekerja migran Indonesia atau PMI, kita menangani PMI terkendala, PMI yang sakit jadi tidak pernah tunggal,” ujarnya.

Kendati begitu, Benny menghormati atas permintaan Palang Merah Indonesia yang meminta BP2MI untuk merubah akronim PMI. Namun, Dia menegaskan, hal tersebut bukan wewenang lembaganya.

“Jadi atas dasar apa yang diminta Palang Merah Indonesia untuk kita memberikan penghormatan dengan permintaannya agar BP2MI tidak menggunakan akronim PMI tentu kita menyerahkan kepada pihak berwenang, bukan wewenang kita,” tuturnya.

Komisi III Minta OPD Tindaklanjuti Penyebab Harga Ayam Mahal

BINCANG: Dirut PUD Pasar Medan Suwarno berbincang dengan pedagang ayam di Pasar Petisah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Medan meminta Pemko Medan melalui OPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan untuk ikut turut tangan guna menindaklanjuti penyebab mahalnya harga daging ayam potong di pasaran.

 “Kita minta semua OPD terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Medan untuk ikut turun tangan dalam menyelesaikan dan mengendalikan harga bahan pangan di Kota Medan, khususnya harga daging ayam potong yang saat ini terbilang sangat mahal,” ucap Anggota Komisi III DPRD Medan, Irwansyah kepada Sumut Pos, Minggu (11/6).

  Dalam hal ini, kata politisi PKS tersebut, OPD terkait tidak bisa hanya menyelesaikan masalah di hilirnya. Akan tetapi, masalah tingginya harga daging ayam potong harus diselesaikan hingga ke hulu.

 “Perusahaan yang menjadi penyuplai daging ayam tidak boleh memonopoli, harus ada andil atau campur tangan pemerintah. Sebab bila tidak begitu, harga daging ayam akan terus mahal dan semakin tidak terkendali,” ujarnya.

 Terlebih lagi, sambung Irwansyah, sebagai salah satu komoditi bahan pangan yang paling diminati masyarakat, harga daging ayam sedikit banyaknya akan mempengaruhi tingkat inflasi.

 “Seperti kita ketahui, pemerintah pusat telah memerintahkan setiap pemerintah daerah untuk ikut serta dalam pengendalian inflasi,” pungkasnya.

 Sementara itu, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno mengecek sejumlah harga komoditas pangan. Salah satunya, datang ke Pasar Petisah, menemukan harga ayam potong menyentuh hingga Rp40 ribuan perkilogramnya.

 Suwarno mengecek harga pangan didampingi Kepala Pasar Petisah II Bananda Suandi, Sabtu (10/6). Mulanya, Suwarno menemui Erwin, salah seorang pedagang ayam.

 Suwarno kemudian membeli seekor ayam hidup. Setelah ditimbang, ayam memiliki berat 1 kg. Harga ayam tersebut Rp32 ribu perkilogram. Setelah melewati proses pemotongan dan membuang kotoran, ayam yang tadinya memiliki berat 1 kg menjadi 6 ons.

 “Konsumen kan mintanya ayam yang bersih, jadi setelah ditimbang saat hidup dan melewati proses pemotongan dan pembersihan berat ayam jadi 6 ons. Jadi inilah yang membuat harga naik. Bahkan dari  harga modal Rp28 ribuan, harusnya kami menjual Rp43 ribu sampai Rp45 ribu,” kata Erwin menjelaskan kepada Suwarno.

 Tak hanya kepada pedagang, Suwarno juga menemui sejumlah agen ayam di pasar tersebut. Menurut para agen ini, harga ayam telah ditentukan oleh salah satu perusahaan.

 “Karena mereka yang pegang DO. Dari mulai pembibitan, pakan, ternak, sampai harga orang itu (perusahaan) yang menentukan,” bebernya.

 Akibatnya, peternak ayam yang membuka usaha sendiri menjadi kewalahan. Bahkan tak sedikit pemilik kandang ayam pribadi menjadi tutup lantaran hal tersebut.

 “Kalau kandang pribadi panen dan ngambil sendiri, dimurahkan harganya sama orang itu. Jadi tutup lah kandang pribadi itu, karena gak kuat. Mau tak mau, pemilik kandang pribadi harus ikut kerja sama dengan orang itu (perusahaan),” kata pria berkaos merah tersebut.

 Dari hasil diskusi dengan pedagang dan agen ayam tersebut, Suwarno menjelaskan akan berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait supaya dapat diambil langkah strategis dalam menstabilkan kembali harga ayam potong di Kota Medan. (map/ila)

AMS XII Siap Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

AMS XII deklarasi dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024-2029

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angkatan Muda Sisingamangaraja (AMS) XII siap mendukung Ganjar Pranowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024.

Dukungan itu disampaikan Ketua Umum DPP AMS XII Paulus Ronald Sinambela didampingi Sekjend Agung Batahan Nasution, Dewan Penasehat AMS XII Raja Oloan Habonaran Sinambela (Cucu Sisingamangaraja), Ketua Harian DPD AMS XII Sumut Simson Sinambela (Cicit Sisingamangaraja) dan Ketua Sapma DPP AMS XII Perkasa Sinambela dalam acara deklarasi dukungan di Intermezzo Cafe Jalan Setia Budi, Medan, Sabtu (10/6).

Ketua Umum DPP AMS XII Paulus Ronald Sinambela mengatakan, deklarasi dukungan terhadap Ganjar ini merupakan langkah awal menyatakan sikap dari hasil diskusi mendalam yang dilakukan seluruh keluarga besar AMS XII.

“Juga saran dan nasehat dari Bapak Raja Oloan Habonaran Sinambela, sekaligus Dewan Penasehat AMS XII, serta cucu kandung pahlawan nasional Raja Sisingamangaraja XII,” kata Paulus.

Deklarasi ini merupakan salah satu langkah pertama AMS XII untuk mengajak masyarakat, mengabarkan, mengobarkan, dan mengibarkan semangat untuk bersama-sama memenangkan Ganjar Pranowo menjadi Presiden Republik Indonesia 2024-2029.

Disebutkan Paulus, orang yang tepat untuk melanjutkan cita-cita Presiden Jokowi menjadikan Indonesia negara yang hebat ada pada sosok Ganjar Pranowo. Soal Calon Wakil Presiden (Cawapres), pihaknya menyerahkn kepada Ganjar dan para pimpinan partai.

“Kami percaya, siapa pun Cawapres-nya, akan melanjutkan cita-cita baik untuk meneruskan apa yang telah dibuat Jokowi,” sebutnya.

Diungkapkan Paulus, kader AMS XII di wilayah Medan ada sekitar 6000 orang. Jumlah tersebut belum termasuk yang ada di seluruh wilayah Indonesia, dan deklarasi ini instruksi langsung kepada seluruh kader. “Karena cita-cita ini bisa diwujudkan secara bersama-sama,” ucapnya.

“Kepada seluruh partai, khususnya PDIP yang telah mengusung ganjar, kami ucapkan terima kasih. Semoga tuhan meridhoi dan memberkahi perjuangan kita.” tambahnya mengakhiri.

Sementara itu, Dewan Penasehat AMS XII Raja Oloan Habonaran Sinambela mengatakan, deklarasi ini menunjukkan tekat dan semangat, bahwa mendukung Ganjar Pranowo dengan gambaran selama ini Jokowi sebagai Presiden telah berbuat banyak.

“Namun masih banyak yang kurang. Bahwa yang cocok dan sangat cocok meneruskan hal-hal yang baik meneruskan Jokowi adalah Ganjar Pranowo,” ungkapnya.

Raja Oloan Habonaran mendoakan, semoga Ganjar Pranowo berhasil meneruskan perjuangan Jokowi. Karena setiap daerah di Indonesia, Jokowi selalu hadir dan selalu dielu-elukan rakyat sebagai sosok yang baik.

“Tidak salah mendukung Ganjar untuk meneruskan sikap-sikap yang telah ditunjukkan Jokowi. Kekurangan milik manusia, kesempurnaan milik tuhan,” ucap cucu kandung pahlawan nasional Raja Sisingamanagaraja XII.

Saat bersamaan, Sekjend AMS XII Agung Batahan Nasution menuturkan deklarasi dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024-2029 adalah inisiatif dari keluarga besar, serta hasil diskusi, perenungan mendalam dan perlu mengambil peranan penting untuk pesta demokrasi pada 2024.

“Kami menganggap penting untuk memberikan satu dukungan penuh kepada salah satu calon presiden, yaitu Ganjar Pranowo,” ucap pria yang akrab disapa Agung Alkautsar. (tri)