28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14191

Traffic Light Lebih Lama Waktu Merah

08192009xxx

As.Wr kepada Yth pihak-pihak yang bekepentingan. Saya mau bertanya kenapa pada traffic light dibeberapa tempat di Kota Medan ini lebih banyak waktu merahnya dari pada lampu hijaunya. Kadang-kadang lampu merahnya lebih 3 kali lipat dari lampu hijaunya. Apalagi kalau dikaitkan dengan penghematan pemakaian BBM. Bukan tambah hemat tapi makin boros BBM, thanks.

Peralatan Sudah Didatangkan

Pembenahan traffic light di beberapa titik di Kota Medan sudah dimulai. Peralatannya sudah kita datangkan juga teknisi dari Bandung.

Drs H Rahudman Harahap MM
Wali Kota Medan

Gunakan Peralatan Berkualitas

Rusaknya traffic light dapat menimbulkan kemacetan yang parah di sejumlah kawasan Kota Medan. Itu bisa mengakibatkan hal yang fatal seperti kemacetan panjang dan sebagainya. Jadi Dishub harus bertangung jawab. Kalau ada traffict light yang rusak akibat dari kecelakaan ataupun bencana harus segera dilakukan perbaikan, karena anggaranmya sudah ada dan tidak masuk kedalam anggaran perawatan traffic light. Kalau memang benar ada permainan terhadap anggaran perawatan traffic light sehingga kondisinya seperti saat ini, kita minta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan.

Untuk alat yang dipakai nanti harus betul-betul kualitasnya SNI, jangan sampai ada ditemukan peralatan yang tidak berkualitas.

Parlaungan Simangunsong
Ketua Komisi D DPRD Kota Medan

Usut Dana BOS di SMP YPIS Maju Binjai

085277495xxx

Kpd Yth Kapoldasu, Kajatisu, Kajari Binjai, Inspektorat Kota Binjai tolong diusut dan diperiksa penggunaan Dana BOS 2011 di SMP YPIS Maju Binjai. Banyak data yang tidak sesuai penggunaannya oleh Ketua dan Bendahara Yayasan  Maju, Kasek SMP, dan Bendahara BOS SMP Yayasan Maju Binjai. Tolong diusut Pak, karena kami guru selalu diintimidasi oleh kwartet pemakan dana BOS tersebut.

Laporkan ke Pemko Binjai

Terimakasih untuk informasinya. Laporan ini akan kita konfirmasi ke Kasek. Bila terjadi penyalahgunaan seperti yang disampaikan SMS ini agar kiranya warga melaporkannya ke Pemko Binjai dengan melampirkan bukti-bukti keterlibatan pihak yang dimaksud untuk ditindaklanjuti.

Rusli
Kabag Humas Pemko Binjai

Tangkap Bajing Loncat di Tanjung Mulia

087867013xxx

Bapak Kapolsek tolonglah Pak tangkap bajing loncat yang di Jalan Aluminium Raya Tanjung Mulia. Di tengah macet pun mereka beraksi. Bukannya warga tidak mau bantu merea yang kemalingan, tetapi kalau warga bantu warga yang pasti kenak. Tolong bantu para sopir Pak.

Sedang Pengembangan Kasus

Terimakasih untuk informasinya. Saat ini Polres KP3 Belawan sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka guna pengembangan lanjutan. Kami akan terus melakukan penyisiran terhadap daerah-daerah yang rawan kejahatan bajing loncat ini. Begitu pun informasi dari masyarakat sangat kami harapkan untuk mengungkap kasus ini.

AKP Hamam W
Kasat Reskrim KP3 Belawan

Daus Kebagian Remas Dada Nikita Mirzani

ENTAH disengaja atau tidak, Nikita Mirzani mulai identik dengan skandal foto syur. Belum lama beredar foto model Edwin Soekmono asyik menggenggam payudaranya, kini beredar pula foto Daus Mini yang beruntung meremas dada montok bekas pacar Kiki ‘The Potters’  itu.

Dalam foto yang diambil dari tempat parkir itu, Daus berada di bawah Nikita yang mengenakan tank top hitam. Posisi badan Nikita sedikit menunduk sehingga dada bagian atasnya terlihat jelas.

Dengan mengangkat kedua tangan, Daus memperolotkan pakaian seksi Nikita itu dan memegang payudaranya. Daus pun terlihat kesenangan.

Tak mau keseret, Daus yang baru jadi ayah ini membantah dirinya lah yang berniat remas payudara Nikita. Di foto yang diakunya sudah cukup lama itu, Nikita lah yang mengarahkan  tangannya.

“Itu tangan aku yang ditarik sama Nikita ke atas. Kan tahu sendiri aku lebih mini darinya,” beber Daus, kemarin.
Bagaimana perasaan Daus bisa meremas payudara bintang Drakula Cinta itu?.

“Ah biasa saja, kan sudah tahu rasanya,” canda suami Yunita ini. Menurutnya, kejadian itu saat syuting film Lihat Boleh, Pegang Jangan di kawasan Kota Tua, Jakarta Utara. Pengambilan foto itu juga menurutnya hanya kejadian iseng saja.

Seperti biasa, Nikita pun santai menanggapi. Dia tetap yakin foto duet sama Daus itu masih dalam batas wajar. Kalau pun tersebar di internet, itu disengaja orang iseng. “Ya, sama kayak dulu, jadi sudah nggak kaget. Foto itu wajar sebab masih terlihat tertutup. Jadi, apa yang harus dipermasalahkan,” katanya.

Akhir tahun lalu, beredar 12 foto syur host Take Me Out Indonesia ini di blog 18+. Beradegan seksi, bagian atas naked dan memakai lingerie. Bahkan ada foto intim dengan kedua bekas pacarnya, Andrew Andika dan Kiki. Termasuk foto ciumannya dengan seorang wanita. (ins/jpnn)

Nggak Ngoyo, Iis Dahlia Fokus Urus Anak

JAKARTA – Memasuki tahun 2012, pedangdut Iis Dahlia justru tak mau ngoyo dalam meraup rezeki. Di tahun ini dirinya memilih santai dan fokus mengurus anak.

“Aku nggak pernah ada resolusi, mengalir saja di depan mata. Maksimal apa yang ada di depan mata dikerjain. Sudah umur segini nggak ngoyo juga,” terang Iis saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Rabu (11/1).

Pelantun lagu Tamu Tak Diundang itu menuturkan konsentrasinya saat ini lebih mengurus keluarga. Terlebih anaknya sudah beranjak dewasa. “Anak saya sudah ABG, harus banyak diperhatikan lagi. Fokus sama keluarga sajalah,” tutupnya. (net/jpnn)

Medan Bersiap Hadapi Banjir

MEDAN- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Stasiun Bandara Polonia Medan telah memprediksi gerimis tidak akan berhenti hingga sepekan. Meski tidak diprediksi menyebabkan banjir, Pemerintah Kota Medan tampaknya tak mau kecolongan.

Setidaknya hal ini diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. “Saya sudah memperingati BMKG untuk terus memantau curah hujan yang akhir-akhir ini sangat tinggi. Saya imbau terhadap masyarakat untuk tetap waspada terhadap hal itu,” ungkapnya di sela-sela peluncuran Mobile KTP dan bantuan korban kebakaran di lapangan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/1) siang.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menyiapkan lima titik posko bencana yang digunakan untuk mengantisipasi banjir, maupun berfungsi untuk meminimalisir genangan air. Pengadaan posko bencana ini dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi, serta tidak tertampungnya debit air hujan di drainase. “Lima titik posko bencana itu kita tempatkan di masing-masing unit pelayanan terpadu Bina Marga, masing-masing titik nantinya akan mengantisipasi bencana juga genangan air di wilayah sekitarnya,” terang Kepala Dinas Bina Marga, Gunawan Surya Lubis.

Dijelaskannya, kelima titik posko itu yakni UPT I terletak di Jalan Labuhan, tepatnya di bekas kantor Diskanla Medan. Posko ini akan mengantisipasi bencana untuk wilayah Medan Labuhan, Marelan, Belawan juga Medan Deli. UPT II, terletak di wilayah Jalan Tuamang dan akan mengantisipasi bencana di wilayah Medan Timur, Medan Perjuangan, Tembung juga Medan Area.

UPT III, terletak di Jalan karya Kasih yang akan mengantisipasi bencana untuk wilayah Medan Johor, Medan Amplas, Medan Tuntungan, dan Medan Selayang. Sedangkan UPT IV terletak di Jalan Danau Toba yang akan mengantisipasi bencana di Medan Kota, Maimun, Medan Denai, dan Medan Polonia. Terakhir, UPT V di kantor PU Bina Marga di Pinang Baris dan akan mengantisipasi bencana untuk wilayah Medan Barat, Medan Baru, Helvetia, Petisah, juga Sunggal. (adl)

Anggota DPRD Sumut Ngeluh Gaji dan Tunjangan Terlambat

MEDAN-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut mengeluh karena gaji beserta tunjangan sebesar Rp20.500.000, yang harusnya diterima per 1 Januari 2012, hingga saat ini tak kunjung cair.

Jadi, jika dikalkulasikan jumlah tunjangan tersebut dengan jumlah 100 anggota DPRD Sumut, maka total keseluruhannya dibutuhkan dana sebesar Rp2.050.000.000.

“Belum cair gaji sampai sekarang. Harusnya tanggal 1 Januari lalu,” kata salah seorang anggota DPRD Sumut di gedung DPRD Sumut yang enggan disebutkan namanya kepada Sumut Pos, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (11/1).
Hal tersebut dibenarkan anggota DPRD Sumut lainnya, dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Arba.
“Iya, harusnya memang tanggal 1 Januari lalu sudah keluar. Sampai sekarang belum keluar,” akunya.

Sedangkan itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga menjelaskan, keterlambatan anggota DPRD Sumut menerima gaji dan tunjangan dikarenakan, proses pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2012 relatif lebih lambat, jika dibandingkan pengesahan APBD tahun sebelumnya.

APBD yang disahkan juga, terbentur dengan proses verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dimana membutuhkan waktu lebih kurang sekitar dua pekan.
Dijelaskannya, pimpinan dewan juga telah mengisntruksikan, agar untuk anggota bisa didahulukan, dengan catatan tidak melanggar aturan aturan yang ada.

Terkait hal itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut Randiman Tarigan yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai hal itu menjawab, hal tersebut terkendala belum ditandatanganinya Peraturan Gubernur (Pergub) tentang tunjangan anggota dewan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho. (ari)

Marissa Perang Komentar dengan Kevin Vierra

JAKARTA- Perang komentar antara Marissa Haque dan Kevin Vierra berbuntut panjang. Perseteruan muncul setelah Marissa sengaja menyebut nama Kevin dan keluarganya dalam blog pribadinya. Tak hanya itu, Kevin kian geram ketika Marissa meng-upload foto orang tuanya dengan mantan pacarnya.

Perang komentar itu muncul saat Marissa membawa nama keluarga Kevin Vierra dalam konfliknya dengan Dee Djumadi. Spontan, Kevin terus menebarkan komentar tak senangnya kepada Marissa.

“iya tante @HaqueMarissa S3 lulusan IPB tp, sebenernya dr td kita gk ngomongin gelarnya tante lo hihi. slamet ya tante kmrn Trending Topic :D”.  Tak hanya itu, Kevin mengajak Marissa untuk bekerja pada perusahaanya.
Kevin semakin marah ketika Marissa mengunggah foto Addie MS bersama Christine Panjaitan yang diduga, sebagai mantan kekasih Addie. “Duh jadi bangun deh. tante @HaqueMarissa !! Bangun please !! ngapain sih upload foto papah sama mantan pacarnya om ikang?,” tulis Kevin di akun twitternya, Rabu (11/1).

Di tengah amarah itu, anak sulung Marissa Haqua,  Bella Fawzi justru meminta maaf atas komentar beberapa hari terakhir ini. Perempuan bernama lengkap Isabella Muliawati Fawzi ini dengan santun meminta agar perseteruan ini tidak diladeni.

Di akun twitternya, presenter di salah satu televisi swasta itu berkicau : Om @addiems dan tante @memes605 mhn maaf yg sebesar2nya atas musibah ini, gak usah diladenin yg ky gini2, gak penting! 🙂
Keluarga Addie MS dan Memes juga anaknya Kevin Aprilio memang terbawa dalam perang di dunia maya dengan Marissa Haque. Istri Ikang Fawzi ini menyebutkan nama keluarga ini dalam blog kemarahannya kepada penyanyi Dee Djumadi.

Dee Djumadi yang masuk dalam trio bersama Memes, dan Rida (eks kelompok Rida Sita Dewi) mengatakan Marissa tidak lulus ujian doktoralnya, karena diduga desertasinya dibuatkan orang lain. (bbs/jpnn)

Pendaftaran Bintara Polri Diundur, Pelamar Kecewa

MEDAN-Puluhan pemuda mendatangi Mapolda Sumut untuk mendaftar menjadi calon bintara Polri, Rabu (11/1). Sayangnya, pemuda yang datang dari berbagai daerah tersebut harus kecewa, karena pendaftaran diundur.

Seorang calon pelamar, Alex yang ditemui Sumut Pos di Aula Kamtibmas mengaku, kedatangannya bersama calon pendaftar lain karena informasi dari internet pendaftaran calon bintara dimulai sejak tanggak 4-17 Januari 2011.

“Selain di internet pengumumannya juga sudah ada di depan Mapolda Sumut. Saya dengar sudah ada yang sudah daftar,” katanya.

Para pemuda yang ingin mendaftar tersebut mengaku sangat kecewa, karena selain ada yang datang jauh-jauh dari Tanjung Balai, Tebing Tinggi dan beberapa daerah lain. Ada juga yang meninggalkan kuliahnya hanya untuk datang ke Mapolda Sumut.

Seorang pemuda, Eko mengaku, kedatangannya ke Mapolda Sumut ingin mengetahui secara jelas apa saja persyaratan untuk mendaftar bintara.

“Diundur karena panitia belum mengetahui persyaratan dari Mabes Polri. Jadi  belum pasti kapan akan dimulai pendaftaran,” terang Kabid Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut,  AKBP MP Nainggolan. Menurut Nainggolan, kalau sudah turun dai Mabes Polri maka persyaratan masuknya akan diketahui dan dipublikasikan. (mag-5)

Pedagang Marah, Ada Pria Pasang Spanduk di Harapan Square

MEDAN-Sejumlah pedagang yang berjualan di lahan yang akan menjadi lokasi pusat jajanan Harapan Square marah terhadap sejumlah pria, di lokasi pusat jajanan yang berada di Jalan Samanhudi itu, Rabu (11/1).

Menurut keterangan yang dihimpun Sumut Pos di lokasi menyebutkan, sekitar pukul 17.45 WIB sejumlah pria mendatangi lokasi Harapan Square. Kedatangan mereka untuk mendirikan posko penolakan terhadap pembangunan Harapan Square. Beberapa pedagang yang akan berjualan pun menanyakan kedatangan pria-pria itu.

Pria tersebut pun mendirikan sebuah tenda tepat di lahan kosong yang berada di dekat tenda-tenda pedagang Harapan Square. Akibatnya, terlibat adu mulut dan nyaris ricuh.

Menurut Hindun (40), pedagang Harapan Square mengatakan protes para pedagang karena pemasangan tenda dan spanduk tersebut dinilai tidak sesuai. Apalagi lokasi mereka sedang dalam tahap penyelesaian dan dilarang dimasuki oleh orang-orang.

“Kalau mereka pasang bukan di sini ya terserah, mereka kan nggak boleh sembarangan begini,” sebutnya.
Setelah selesai memasang spanduk dan mendirikan tenda, sejumlah pria meninggalkan lokasi. Dalam spanduk yang dipsasang pria itu terpampang logo organisasi mahasiswa dan keagamaan. (gus)