26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14190

PD Pasar Tertibkan PKL Pasar Petisah

MEDAN-Dirut PD Pasar Kota Medan, Benny Sihotang akan melakukan penataan pedagang  kali lima (PKL) di seputaran Pasar Petisah, Jalan Sei Rotan Medan, Kamis (12/1) hari ini.

“Jadi langkah utama yang akan kita lakukan adalah penataan pasar, bagaimana  pasar kita buat nyaman dahulu. Untuk itu besok (hari ini) kita akan melakukan penataan di Pasar Petisah,” kata Benny, Rabu (11/1).

Dikatakannya, langkah penataan dilakukan bukan tanpa solusi, dimana sejumlah PKL yang akan ditata nantinya akan ditampung di  lantai dua Pasar Petisah.

“Selama ini banyak pedagang di lantai dua meninggalkan lapaknya, untuk itu kita akan melakukan penataan kembali dengan mempersilakan pedagang kembali ke lantai dua,” cetusnya.

Diterangkannya, langkah tersebut diambilnya setelah berkonsultasi dengan pihak PT Gunung Karya Kencana Sejahtera (GKKS)  di Pasar Petisah. “Yang jelas kita sudah bekonsultasi dan bekerjasama dengan PT GKKS,” ungkapnya.
Dalam penataan tersebut, tambahnya, sedikitnya ada 500 pedagang informal yang akan ditata ke lantai dua yang tempatnya sudah dipersiapkan seluas 3.000 m2.

“Di sana (lantai dua) sudah kita siapkan di hal dengan luas 3.000 meter. Penataan pasar juga tidak hanya akan dilakukan di Pasar Petisah, PD Pasar juga akan segera memfokuskan penataan di Pasar Sentral  Jalan MT Haryono Medan sebagai langkah utama PD Pasar melakukan penataan di Pasar Petisah dan Pasar Sentral,” cetusnya.
Dijelaskannya, setelah melakukan penataan pihaknya juga akan segara menggenjot sektor bisnis di sejumlah pasar di Medan. “Lebih awal kita lakukan penataan kemudian pada semester dua nanti kita akan menggenjot sektor bisnisnya,” jelasnya.

Sejumlah PKL yang ditemui wartawan koran ini di Pasar Petisah menjelaskan, kalau penataan tersebut harus benar-benar menjadi solusi kepada pedagang. Yang ditakutkan pedagang setelah dipindahkan ke lantai 2 akan semakin sulit untuk berdagang.

“Jangan setelah dipindahkan jualan kami tidak laku, PD Pasar harus mencari solusi terhadap kami pedagang. Kami tidak mau dengan berjualan di dalam gedung retribusi makin tinggi,” jelas Boru Sembiring, seorang pedagang buah.
Menurutnya, untuk fasilitas yang disediakan oleh PD Pasar juga harus diperhatikan.

“Jangan nanti kami sudah pindah fasilitas malah tidak ada, seperti tempat pembuangan sampah sehingga sampah menumpuk di dalam gedung itu. Macam mana pembeli mau datang,” bebernya.

Pedagang lainnya, Asmita yang berjualan sayuran meminta kepada PD Pasar agar para PKL tidak memindahkan para pedagang ke dalam gedung. Karena dikhawatirkan para pembeli tidak akan mau masuk ke dalam untuk membeli dagangan mereka. “Nanti kalau kami dipindahkan pembeli tidak mau membeli dagangan kami. Mau makan apa kami kalau tak ada pembali,” cetusnya. (adl)

Hidup Mati Kinantan Muda

PSMS U-21 VS PTPN 3

TANJUNG GADING-Laga ketiga grup A Inalum Cup 2012 mempertemukan PSMS U-21 kontra PTPN 3, Kamis (12/1). Bagi Ayam Kinantan Muda (julukan PSMS U-21), laga ini harus dimenangkan jika ingin menyambung nafas di turnamen ini.

Kekalahan telak 0-3 di laga pertama atas PON Sumut tentu saja menyulitkan, PSMS. Mau tak mau, kemenangan harga mati yang harus dicapai ketika meladeni skuad PTPN 3. Jerfri Zal, salah satu tim pelatih PSMS meyakini skuadnya bakal bangkit. Namun masih banyak problem yang harus diatasi secepatnya.
Terutama soal mental bertandingan. Usai dikalahkan PON, tentu ada sedikit kemunduran mental bertandingan. Namun Jefri Zal dan Zulfitri akan bahu membahu meningkatkan mental bertanding anak asuhnya.

“Hampir semua lini harus kita benahi untuk menatap pertandingan melawan PTPN 3. Kami masih yakin mampu memberikan yang terbaik di turnamen ini, maka itu tim harus segera bangkit dari kekalahan,” kata Jefri Zal.
Baginya, tak ada guna meratapi kekalahan. “Tim harus segera mencari tahu apa yang harus diperbaiki, kekalahan adalah hal biasa di dalam sebuah permainan,” sambungnya. Dari evaluasi laga awal kontra PON, PSMS terlalu bermain terbuka sementara lawan yang dihadapi cukup kuat dalam urusan menyerang.
Melawan PTPN 3, mungkin bakal ada pengetatan di lini pertahanan.

Pressing ketat kurang diperagakan sehingga membuat permainan PON lebih berkembang. “Memang kami akui anak-anak main di bawah performa terbaiknya. Itu tak boleh lagi terjadi,” lanjut Jefri.

Zulfitri juga menegaskan hal itu. Baginya skuad harus memberikan perlawanan sengit di turnamen ini meskipun usia skuad rata-rata di bawah 21 tahun. “Bukan berarti usia jadi alasan untuk tak berbuat banyak. Kami akan berikan kemampuan terbaik kami dan tak ingin jadi bulan-bulanan lawan,” kata Zul.

Sorotan memang terlihat di lini pertahanan. Apalagi penjaga gawang PSMS U-21, Supianto bermain kurang maksimal di laga awal. Itu juga didasari buruknya pertahanan, sehingga sering kali skuad PON melakukan shooting dari luar kotak penalti.

Selain itu, pemain PSMS tampaknya harus lebih sabar dalam menggalang serangan. Saat tertinggal, tim ini kerap buru-buru melakukan umpan panjang ke kotak penalti lawan.  Dan itu tak maksimal, karena dua striker yang dipasang kerap mendapatkan kawalan ketat lini pertahanan lawan. Kadang, jebakan offside juga sering berhasil.
Bola-bola pendek dari kaki ke kaki tampaknya bisa jadi pilihan ampuh di laga kontra PTPN 3. Meskipun sebenarnya keuntungan ada di pihak lawan, yang sempat melihat pertandingan pertama PON versus PSMS.

Dan itu diakui Syaiful Amri, pelatih PTPN 3. Dia sudah melihat bagaimana tim PON Sumut dan PSMS bertandingan. Strategi yang tepat sudah pasti akan diterapkan untuk meredam taktik lawan. “Kami tentunya akan melakukan antisipasi-antisipasi dari yang kami lihat,” kata Syaiful.

Karena PSMS kalah telak atas PON, menurut Syaiful pihaknya bakal sedikit diuntungkan. Minimal, mereka harus bisa seri untuk menjamin langkah di babak selanjutnya, itupun dengan catatan bisa minimal imbang lagi melawan PON Sumut.

“Tapi tentu kami tak ingin imbang. Harus bisa menang untuk memastikan langkah ke semifinal,” harapnya.
Meski tak diunggulkan, PTPN 3 tak sungkan menarget juara di ajang ini. Maka itu, hadangan pertama melawan PSMS harus dimaksimalkan menjadi kemenangan.

“Kalau  berhasil ke semifinal, langkah selanjutnya akan disusun. Yang ada di hadapan kami adalah PSMS dan harus dihadapi dengan hasil maksimal,” pungkasnya. (ful)

Antisipasi Rap-rap PSMS

PTPN 3 mengaku akan mencoba memberikan perlawanan berarti ketika melakoni laga perdana kontra PSMS U-21 sore ini. Salah satu yang patut diwaspadai adalah gaya main keras  yang diusung oleh PSMS.

Sebelumnya, pihak PTPN 3 sudah menyaksikan pertandingan PSMS kontra PON Sumut. Dari situ, Syaiful Amri selaku pelatih PTPN 3 sudah mencatat beberapa hal yang harus diwaspadai utamanya soal gaya bermain yang kerap diperagakan PSMS.

“Sejak awal kami sudah tahu bahwa PSMS bakal main keras, itu kan sudah ciri khasnya. Jadi kami mencoba tetap tenang dan tak terprovokasi,” kata Syaiful Amri.

Saat melawan PON Sumut, barisan pertahanan PSMS memang tercatat kerap melakukan pelanggaran keras. Namun banyak juga tekel bersih yang juga keras yang tak dianggap pelanggaran oleh wasit. Untuk mengantisipasinya, skuad PTPN 3 tampanya mesti waspada penuh.

Pihaknya, menurut Syaiful sejauh ini selalu mengedepankan gaya bermain santun. Hal itu pula yang membuat PTPN 3 selalu diundang pada event Inalum Cup. “Karena kami lihat, setiap tim yang bikin ulah di even ini, maka tahun berikutnya tak akan diundang lagi. Kami sejauh ini berhasil bersikap sportif, dan itu dihargai oleh berbagai pihak,” kata Syaiful.

“Target yang kami usung adalah kemenangan dengan santun tanpa ada trik-trik, jadi kami akan berusaha memberikan kemampuan maksimal,” lanjutnya. (ful)

Ciptakan Pelayanan yang Baik

Pengadilan Negeri Medan ingin menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat yang berurusan dengan hukum. Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Rudiansyah dengan Kepala Pelayanan Masyarakat Pengadilan Negeri Medan, Ahmad Guntur SH

Bagaimana pelayanan yang diberikan staf PN Medan?
Sebagai kepala pelayanan di PN Medan saya sudah mencoba memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang ingin mengurusi segala sesuatunya di PN Medan.

Bagaimana pelayanan yang diharapkan?
Kita berharap segela sesuatunya penuh dengan keterbukaan. Tidak ada lagi yang ditutup-tutupi sehingga masyarakat tahu.

Bagaimana caranya?
Kita mencoba merubah sistem yang ada selama ini yang dianggap merugikan masyarakat. Kalau ada masyarakat yang tersandung masalah hukum sudah diputus namun tidak puas dengan putusan ataupun ingin melakukan Peninjauan Kembali (PK) hasil putusan, silahkan kita tidak akan mempersulit. Untuk masalah PK ini gampang saja kok, bawa segala berkas dengan lengkap daftarkan, tidak memakan waktu yang lama. Kita juga sudah mengintruksikan pada seluruh jajaran staf yang melayani masyarakat, agar benar-benar melayani masyarakat dalam segala pengurusan. (*)

Memang Kemauan Kami Biar Dapat Uang

Pengakuan Saksi Korban yang Terlibat Kasus Trafficking

Dua anak baru gede (ABG), Regina (15) dan Christin (16) duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Medan, Rabu (11/1). Keduanya dihadirkan untuk mendengarkan keterangan saksi korban dan anggota polwan dari Poldasu, dalam kasus penjualan anak di bawah umur (trafficking).

Di hadapan ketua majelis hakim Serliwati SH dan jaksa penuntut umum (JPU) Parulian SH, saksi korban Sartika, Sri Rahayu dan Gina, warga Medan mengaku, mereka mau melayani hidung belang atas dasar kemauan sendiri.
“Saya memang rela Pak Hakim. Ini saya lakukan untuk mendapatkan uang. Karena saya membutuhkan uang. Memang, saya sering dikontak kedua terdakwa dan kami saling tukar tamu,” ujar Sartika.

Wanita mengenakan berbaju  orange tanpa lengan itu bersikeras tak menyesal dan tanpa paksaan melayani hidung belang yang bisa membayarnya.

“Short time Rp1 juta Bu Hakim. Namun dari  Rp1 juta,  Rp200 ribu untuk terdakwa. Kami juga sering tukar pasangan,” tegas Sartika.

Saksi lainnya Sri Rahayu mengaku,  melayani tamu untuk mendapatkan uang.
“Saya ditelepon terdakwa ngajak ketemu di salah satu hotel. Kalau dapat tamu dari Rp1 juta dipotong Rp200 ribu oleh terdakwa.

“Kami jumpa di karaoke. Di sana sudah ada terdakwa bersama tamu. Kami ditangkap di dalam kamar hotel,” katanya.
Ketika hakim menanyakan short time berapa lama? Saksi mengatakan short time hanya 1 jam. Pada saat itu ada tiga orang laki-laki, sedangkan perempuanya juga tiga orang.

“Dengan kejadian ini saya trauma,” kata Serliwati.

Hakim mengatakan, kalau saksi ingin menjadi wanita yang baik-baik  maka harus mengubah perilakunya.
Sementara itu anggota polwan Ernawati mengatakan, menangkap kedua terdakwa pada tanggal 24 September 2011di  salah satu kamar hotel.

“Uang itu milik kita bu hakim untuk memancing bahwa benar atau tidaknya ada penjualan ABG,” ujar saksi. (rud)

Hasil Sidak Wali Kota Terkait Kebersihan Lingkungan

Pengembang Belum Peduli

Setelah hampir sepekan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) malam hari di sejumlah kecamatan terkait kebersihan lingkungan, kini sudah mulai terkendali. Apalagi, mobil ambulans sampah yang ditugaskan untuk mengangkut sampah warga terus dioperasikan di malam hari.

Pengangkutan sampah di malam hari ini, terlihat ketika Wali Kota sidak di Kecamatan Medan Helvetia dan Kecamatan Medan Selayang, Senin (10/1) malam.

Petugas kebersihan kota Medan //redyanto/sumut pos

Meski sampah mulai terkendali, namun orang nomor satu di Peko Medan ini masih menemukan pengembang yang kurang  memperdulikan lingkungan ketika membangun, terutama soal drainase. Kondisi itu menyebabkan masih ditemukannya genangan air di depan bangunan yang dibangun pengembang.

Berdasarkan hasil sidak yang telah dilakukan Rahudman, masih ditemukan banyak drainase yang tersumbat akibat ketidak pedulian pihak pengembang. Untuk itu, dia mengharapkan kepada para pengembang agar lebih memperhatikan masalah drainase. Dengan demikian, persoalan banjir di Kota Medan akibat tersumbatnya drainase dapat diatasi.

“Masih banyak yang harus dibenahi, untuk itu saya sudah minta kepada Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan untuk terus melakukan pengawasan terhadap bangun-bangunan yang berada di sisi jalan-jalan protokol maupun jalan arteri,” kata Rahudman.

Dengan begitu, Rahudman juga berharap kepada seluruh masyarakat agar mau bersama-sama dengan Pemko Medan untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungannya, khususnya kebersihan. “Dengan dukungan penuh dari masyarakat, saya optimis ibu kota provinsi Sumatera Utara ini akan bersih dari sampah,” jelasnya.
Selain itu, dari hasil sidak di Kecamatan Medan Helvetia dan Medan Selayang, Rahudman menemukan masih ada jalan-jalan yang kondisinya rusak sehingga harus segera ditangani Dinas Bina Marga agar masyarakat merasa aman dan nyaman ketika melintasinya. Termasuk, jalan kota, jalan provinsi maupun jalan nasional.

“Saya berharap kita semua menaruh perhatian terhadap infrastruktur ini. Selain rusak, kita juga menemukan jalan-jalan yang masih digenangi air. Kalau saat ini kita masih memiliki satgas pembersihan sungai, maka saya sudah perintahkan Dinas Bina Marga untu segera  membentuk tim yang tugasnya hanya khusus memonitor jalan-jalan yang digenangi air. Dengan adanya genangan air itu akan mempercepat rusaknya jalan,” ungkapnya.

Tak lupa, Rahudman memerintahkan Camat dan Lurah agar terus meningkatkan frekuensi monitornya di wilayah kerjanya masing-masing, terutama dalam peningkatan masalah kebersihan. “Diharapkan, kebersihan itu jangan hanya dilakukan ketika mengetahui Wali Kota akan melakukan sidak maupun datang berkunjung melainkan suatu keharusan sehingga upaya menjadikan Kota Medan bersih sampah terwujud,” pungkasnya.(adl)

Sampah Harus Diolah

TINJAU: Wali Kota Medan Rahudman Harahap ditemani Ketua Dewan Kota Affifudin Lubis, Kadis Bina Marga Gunawan melihat parit yang tersumbat di Kecamatan Medan Helvetia, Senin (10/1) malam.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Ilhamsyah, meminta agar kinerja Kepala  Dinas Kebersihan dievalusi, karena selama ini Kepala Lingkungan, Lurahan dan Camat yang berperan  aktif  dalam hal kebersihan.
Sementara tanggungjawab Dinas Kebersihan yang mempunyai tenaga outsourching masih kurang aktif. Ini dapat dilihat dari banyaknya tumpukan sampah yang masih berserakan di sana-sini.

“Apapun alasannya, peran serta aparatur di Dinas Kebersihan Kota Medan cukup penting dalam rangka mendukung Medan bersih. Tidak saja tertumpu kepada lingkungan, kelurahan dan kecamatan,” ujar Ilhamsyah yang juga sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar Medan.

Dijelaskannya, untuk menjadikan Medan bersih, sehat, tertib, aman, rapi dan indah, perlu disikapi apa yang menjadi rencana dalam program pemerintah kota untuk kebersihan ini. “Apa program Pemko Medan dalam mengimplementasikan kebijakan persampahan dengan tidak melakukan penimbunan sampah?. Tentunya harus dilakukan pengelolaan atau bahkan pengolahan sampah yang efektif tanpa merusak lingkungan,” ungkapnya.(adl)

Jangan Biarkan Bermalam

Menyikapi program Medan bersih dari sampah, Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar menjelaskan, pihaknya terus melakukan monitoring ke lapangan mengangkut sampah ke lokasi yang rawan sampah seperti di pusat pasar tradisional.

“Sesuai perintah Pak Wali, kita sudah melakukan pengangkutan sampah dengan sistem dua trip. Jadi, begitu melihat sampah yang menonggok, petugas kebersihan akan langsung mengangkutnya,” jelas Pardamean.

Dijelaskannya, untuk sistem dua trip tersebut, dilakukan pada pagi hari menggunakan truk sampah yang memakai pengeras suara dan sore harinya menurunkan ambulans sampah sampai malam hari.

“Jadi fokus kita agar sampah tidak bermalam, kita terus melakukan pemantauan terhadap tumpukan sampah tersebut. Bila ada ditemukan tumpukan sampah, kita langsung mengangkutnya menggunakan mobil ambulans sampah,” ungkapnya.

Bukti dari kinerja Dinas Kebersihan untuk mengangkut sampah, lanjut Pardamean, juga melakukan pembersihan di sungai-sungai Kota Medan menggunakan Satgas Kebersihan.

“Pembersihan sampah di sungai masih rutin kita lakukan. Walaupun kita masih kekurangan anggota, namun dengan anggota seadanya dan perahu karet kita terus mengangkut sampah di seluruh sungai,” katanya. (adl)

Monitor Setiap Malam

SIDAK: Dari kiri, Syampurna Pohan, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri dan Gunawan, ikut melaksanakan sidak di Kecamatan Medan Helvetia.//redyanto/sumut pos

Dengan adanya program Medan bersih dari sampah, tentunya menjadi tanggung jawab besar bagi semua lapisan pemerintahan, mulai dari Kepling hingga Pemko Medan serta peran serta masyarakat.

Menyikapi program dimaksud, Camat Medan Barat Syahrul, berupaya dan terus berperan aktif untuk menciptakan daerah bersih dengan membersihkan lingkungan hingga tengah malam.

“Saya selalu memonitor setiap malam di kelurahan dan lingkungan, jika menemukan daerah yang sampahnya tidak diangkut, saya langsung memerintahkan Lurah sampai Kepling untuk segera mengangkatnya. Selain itu juga memaksimalkan mobil sampah yang diberi Wali Kota,” katanya.

Dikatakannya, di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, juga sudah membangun TPS terutup di samping stasiun KA agar saat sampah dimasukkan ke gerobak tidak terlihat berserakan.(adl)

Kesetrum Kabel Blender

MEDAN-Bocah berusia 11 bulan Andika Pratama, warga Jalan Lorong Mulia, Dusun XI, Desa Saentis, Percut Sei Tuan, menghembuskan nafas terakhir dalam perjalan ke Rumah Sakit Haji Medan, setelah kesetrum listrik dari kabel blender di dapur rumahnya, Rabu (11/1) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun, pagi itu ibunya Marina sedang memblender cabai di dapur. Tanpa diketahuinya anaknya datang dan langsung memegang kabel. Spontan anaknya menangis menahan sakit. Marina pun panik dan langsung mencabut cok blander tersebut. Marina kemudian berteriak memanggil suaminya Kusmayadi (26).
Mendengar jeritan istirnya Kusmayadi  berlari ke dapur. Dia langsung menggendong Andika dan membawanya ke Klinik Suroso, yang tak jauh dari rumahnya.

Karena keterbatasan alat medis pihak klinik merujuk Andika ke RSU Haji Medan. Namun dalam perjalanan menuju RSU Haji Medan Andika menghembuskan nafas terakhir.

Kusmayadi saat dikonfirmasi di rumah duka mengatakan, anaknya itu memang sedang aktif-aktifnya.
“Apa saja dipagangnya karena rasa ingin tahunya,” ungkap Kusmayadi sedih.

Kusmayadi mengaku ikhlas dan menerima dengan lapang dada kejadian yang menimpanya.
Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan AKP Faidir Chan mengaku belum memeriksa ibu korban karena masih berduka. Rencana polisi akan memanggil ibu korban hari ini. (gus)

Modal Bagus Target Juara

TGM vs PSSA Asahan

TANJUNG GADING: Kesebelasan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) Medan mengandaskan perlawanan PSSA Asahan dengan skor telak 4-0, di laga perdana Pool B Inalum Cup 2012 di Lapangan Utama Tanjung Gading, Rabu (11/1).
“Menang besar patut disyukuri, kami harap bisa meningkatkan kepercayaan diri skuad,” kata Sabda Lumbantoruan, Pelatih TGM usai laga.

Meski begitu, Sabda menilai masih banyak yang harus dibenahi. Kemenangan tersebut bukan berarti tim berpuas diri. “ Puas tentu saja belum. Kami harus meningkatkan semua lini. Apalagi di laga selanjutnya kami akan melawan tuan rumah PS Inalum,” tambah Sabda didampingi asisten pelatih, Anto.

Ditambahi Anto, pihaknya juga harus tetap konsentrasi demi mencapai target jadi juara grup. “Kalau itu tercapai, maka kemungkinan jumpa PON Sumut sebagai unggulan di semi final bisa dihindari. Maka itu, kami target menjadi juara grup, lalu menatap semi final dan menatap final,” tambahnya.

Sementara pihak PSSA Asahan meradang. Budi Sianturi, pelatih PSSA Asahan tampak kecewa. Usai lagai dia bilang kalau timnya gagal menerapkan strategi yang sudah diberikan pelatih dan sudah dilatihkan beberapa laga sebelum turnamen. “Sayang tak ada yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak. Kecewa tentu saja, tapi inilah permainan biasa ada kalah ada menang,” kata Budi.

Pada laga itu, sejak awal-awal pertandingan TGM Medan sudah menguasai jalannya laga. Penguasaan bola terjadi di sekitar kotak penalti PSSA Asahan. Namun bench TGM baru bersorak pada menit 12 ketika striker andalan mereka, Boby Ramadani berhasil mencetak gol, setelah melewati kawalan bek PSSA Asahan.
Boby tak terkawal, sedangkan umpan yang diapungkan dari lini tengah begitu mapan untuk dikejar oleh sprint  cepat Boby. Pancingan offside yang diperagakan Asahan gagal total. Dengan sedikit mengecoh penjaga gawang Asahan, Boby sukses bikin gawang mereka bergetar. Satu kosong untuk TGM.

Lagi-lagi, barisan pertahanan Asahan tampak gemar memainkan perangkap offside. Sayangnya perangkap itu tak berhasil menangkap mangsanya. Striker TGM, Tri Ardiansyah pun sukses lolos dari perangkap tersebut dan berlari kencang ke arah gawang. Tak sampai di kotak penalti, Tri mengemas gol cantik dengan mencip bola. Skor 2-0 untuk TGM hanya berselang tiga menit dari gol pertama.

Setelah gol itu, Asahan tak patah arang. Mereka tetap melakukan serangan. Hanya saja serangan yang digalang tak berhasil masuk gawang. Satu-satunya peluang emas Asahan terjadi di menit 20 lewat lewat kaki penyerang mereka, Dahrul. Tendangan keras dari kotak penalti yang dilancarkannya mampu diblok dengan baik oleh kiper TGM, Dicky. Meski sempat diblok, bola sempat menghantam mistar gawang tapi gagal dimanfaatkan jadi gol.

Sial bagi Asahan, gol ketiga TGM lahir lagi di menit 27. Masih lewat kaki Boby Ramadani. Gol keduanya di laga ini juga berawal dari lemahnya pengawalan lini belakang Asahan dalam memarking striker lawan. Gol bersarang setelah beberapa kali mengecoh penjaga gawang. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.

Duet striker TGM, Boby dan Ardiansyah Putra memang yahud. Apalagi mereka kerap bebas di area pertahanan lawan tanpa kawalan berarti dari PSSA Asahan. Mereka leluasa bergerak dan tentu saja membahayakan gawang lawan.
Di babak kedua, Asahan berkembang. Sesekali mereka berhasil masuk ke kotak penalti TGM, namun tendangan kerap diblok penjaga gawang TGM yang bermain cukup baik. Apalagi barisan pertahanan TGM yang dikawal Rahmat cukup rapat.

Petaka selanjutnya mendatangi Asahan. Juli, kiper mereka dikeluarkan wasit lantaran menjegal striker TGM Tri Ardiansyah di luar kotak penalti. Kalau saja tak dijatuhkan, Tri sudah leluasa mencetak gol, hal itulah yang akhirnya memutuskan wasit member kartu merah kepada Juli. Tendangan bebas diberikan wasit atas peristiwa itu tapi gagal jadi gol.

Bermain 10 orang tanpa penjaga gawang utama, karena pengganti Juli diambil dari bek Asahan sendiri yakni Satria, lantaran Asahan sudah melakukan pergantian sesuai batas di turnamen ini yakni empat kali pergantian. Buntutnya, PSSA Asahan semakin gampang diserang. Menyisakan tiga bek, barisan pertahanan Asahan tentu makin lemah.
Hanya lima menit usai kartu merah itu, gol bagi TGM bertambah. Kali ini lewat gol Dedek, pemain pengganti yang berhasil mengecoh pertahanan Asahan sebelum mencetak gol. Skor empat kosong bertahan untuk keunggulan TGM hingga usai laga.

“Meski kami kalah cukup telak kali ini, namun kami tak putus asa. Masih ada laga selanjutnya dan itu harus dimaksimalkan dengan kemenangan,” kata Budi meningkatkan kepercayaan diri PSSA Asahan. (ful)

Anak Rieke Sebenarnya Kembar Tiga

JAKARTA- Kebahagiaan Rieke Dyah Pitaloka sebagai seorang ibu semakin lengkap dengan hadirnya anak kembar berjenis kelamin laki-laki, yang diberi nama Manon Badrika Adiansyah dan Jalu Manon Wisesa Adiansyah. Pengalaman melahirkan anak kembar diakui Rieke sebagai pengalaman luar biasa.

“Ini kan kelahiran anak kedua sekaligus ketiga, karena memang kembar secara caesar. Ya pokoknya beda dengan kakaknya yang normal. Alhamdulillah bisa lahir di tanggal 9 Januari,” ungkap Rieke ditemui di lantai 6, Ruang Auditorium RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (11/1).

Dia memaparkan bahwa bayi yang dilahirkannya seharusnya kembar tiga. Sayangnya, ada kesalahan teknis saat proses pembuahan, sehingga satu jabang bayi tersebut gagal lahir ke dunia. Namun, Rieke tetap bersyukur atas anugerah Tuhan tersebut.

“Seharusnya kembar tiga, tapi yang satu kantungnya nggak terisi jadi hilang sendiri. Ini berbeda banget dengan yang pertama, akhirnya hamil anak kembar ini alhamdulillah di tengah kesibukan sebagai anggota dewan, tadinya saya nggak tahu saya hamil di kerja yang tinggi, baru ketahuan pas sudah beberapa bulan. Kok bisa hamil ya? Hahahaha…,” lanjutnya.

Artis yang kini terjun sebagai politisi di PDI-P ini menyebutkan, di usia yang tidak muda lagi, 38 tahun dirinya masih bisa hamil. “Ini semua karena doa dan anugrah, karena saya harus kerja di kantor, bahkan rapat sampai jam 4 pagi,” imbuhnya. (kpl/adt/ris)

Sulit Membalas Keunggulan

DARI dua laga yang sudah digelar, setiap tim yang kebobolan lebih dulu dipastikan pulang tanpa poin. PSMS U-21 dan PSSA Asahan merasakannya. Kedua tim itu begitu kesulitan mencetak gol balasan untuk meningkatkan mental bertandingan dan mengejar ketertinggalan.

Di laga awal Pool A yang mempertemukan PSMS U-21 versus PON Sumut, laga berakhir 3-0 untuk keunggulan favorit juara, PON Sumut. Bermain cukup baik, namun PSMS gagal membalas karena striker yang mereka miliki tak mampu melewati barisan pertahanan PON Sumut.

Peningkatan mental usai kebobolan tampaknya hal yang sulit dilakukan. “Anak-anak main di bawah performa terbaiknya hingga sulit mengejar gol balasan,” kata Jefri Zal tim pelatih PSMS U-21.Begitu juga dengan PSSA Asahan. Meladeni TGM Medan, mereka dibantai 4 gol tak berbalas. Skuad Asahan tampak sulit mencetak gol balasan, meskipun serangan digalang dengan bertubi-tubi. Yang tampak memang sifat terlalu buru-buru untuk segera mengirimkan bola ke lini depan. Dan itu mudah dibaca oleh bek lawan.

“Penerapan strategi paling berperan di sini. Dan kadang anak-anak memang tak berhasil memaksimalkannya dengan baik,” kata Budi Sianturi pelatih PSSA Asahan. “Semua lini tak hanya lini depan yang terbilang belum bisa cetak gol, pertahanan juga harus dievaluasi,” sambungnya.

Sore ini, laga antara PSMS U-21 kontra PTPN 3 akan digelar. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang?  Mari saksikan di Lapangan Utama Tanjung Gading Komplek Perumahan Inalum sore ini. (ful)

Staf PT DUM Tewas Gantung Diri

Dua Hari tak Pulang ke Rumah

MEDAN- Staf  PT Dermaga Ujung Mandiri (DUM), Azen Asari (50), warga Jalan Karya Bhakti, Medan, ditemukan tewas gantung diri di ruangan di kantornya di Jalan Prajurit Pasar III, Krakatau, Medan Barat, Rabu (11/1) siang. Hingga kemarin, kematian direktur yang bergerak di bidang pergudangan dan perkapalan itu masih dalam penyelidikan polisi.
Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Hj Sudarti (49), dan anaknya Dewi Anggraini (18) yang kebetulan datang ke kantornya, di lantai II kantornya dengan kondisi leher terikat tali nilon berwarna biru. Posisinya tergantung di dekat tangga besi menuju lantai III.

Saat ditemukan, leher korban membiru, terdapat cairan sperma, dan lidah menjulur keluar.
“Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” kata Kapolsekta Medan Timur, Kompol Patar Silalahi SiK.

Hj Sudarti yang ditemui di lokasi kejadian mengaku dia dan anaknya datang ke kantor untuk mencari korban yang sudah dua hari tidak pulang ke rumah.

“Suami ku sudah dua hari tidak pulang ke rumah makanya ku cari ke kantor,” ungkap Sudarti.
Menurutnya, saat naik ke lantai 2  dia melihat suaminya telah tewas tergantung di tangga menuju lantai 3.
“Aku lihat suami aku sudah tergantung tak bernyawa lagi,” ucapnya. (gus/jon)