24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 142

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Sumut, KPK Periksa Mantan Pj Sekdaprovsu

istimewa/sumutpos M Effendy Pohan
istimewa/sumutpos M Effendy Pohan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek jalan yang menjerat mantan Kadis PUPR Sumut Topan Ginting dan kawan-kawan. Kemarin (22/7), giliran mantan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) M Effendy Pohan diperiksa penyidik KPK.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Effendy Pohan menghadiri pemeriksaan penyidik. “Iya benar, diperiksa di gedung KPK,” kata Budi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (22/7).

Namun, Budi tidak merincikan materi apa yang akan digali penyidik KPK dalam pemeriksaan tersebut. Diketahui, Effendy Pohan merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sumut sewaktu Topan Ginting menjabat Kadis PUPR Sumut.

Sebelumnya, penyidik KPK juga memeriksa istri Topan Ginting, Isabella Pencawan, Senin (21/7). KPK mendalami keterangan Isabella tentang barang bukti yang ditemukan penyidik dari hasil penggeledahan di rumah eks Kepala Dinas PUPR Sumut itu.

Budi Prasetyo mengatakan, salah satu yang dikonfirmasi kepada Isabella adalah penemuan uang tunai sebesar Rp2,8 miliar. “Saksi didalami di antaranya terkait dengan hasil penggledahan yang KPK lakukan sebelumnya yaitu di rumah tersangka Topan Ginting (TOP) yang tentu juga menjadi rumah saksi Isabella (ISA),” terang Budi.

Sebelumnya, KPK menggeledah rumah Topan Ginting yang berada di Perumahan Royal Sumatera Cluster Topaz Nomor 212, Medan Tuntungan, pada 2 Juli 2025. Dalam penggeledahan itu, penyidik lembaga antirasuah menyita uang tunai sebesar Rp2,8 miliar, dua senjata api, serta sejumlah dokumen. Seluruh barang bukti, kata Budi, akan digunakan sebagai alat bukti dalam kasus yang menjerat sejumlah pejabat di lingkungan Dinas PUPR Sumut itu.

Topan Obaja Putra Ginting menjadi satu dari lima tersangka di kasus korupsi proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Sumut. Sedangkan empat tersangka lain adalah Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut yang juga merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Rasuli Efendi Siregar; Pejabat Pembuat Komitmen di Satuan Kerja PJN Wilayah I Sumatera Utara, Heliyanto; Direktur PT DNG, M Akhirudin Efendi Piliang; serta Direktur PT RN, M Rayhan Dulasmi Pilang.

Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, Akhirun dan Raiyhan berperan sebagai pihak pemberi suap dalam dua proyek, yakni proyek di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara dan proyek di Satker PJN Wilayah I Sumatera Utara.

Sedangkan Topan Ginting dan Rasuli diduga sebagai penerima suap. Heliyanto diduga menerima suap dalam proyek yang berada di Satker PJN Wilayah I Sumatera Utara.
Kasus ini bermula dari penarikan uang sekitar Rp2 miliar yang diduga berasal dari Direktur Utama PT DNG, Akhirun dan Direktur PT RN, Raiyhan. Uang tersebut rencananya akan dibagikan ke beberapa pihak, termasuk tiga tersangka lainnya, yaitu Topan, Rasuli, dan Haliyanto, agar Akhirun dan Raiyhan memperoleh proyek pembangunan jalan.

Berdasarkan informasi awal tersebut, KPK kemudian melakukan pemantauan dan pengumpulan data. Hasilnya, ditemukan dua proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara. Proyek pertama berada di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, meliputi pembangunan Jalan Sipiongot–Batas Labusel senilai Rp 96 miliar dan pembangunan Jalan Hutaimbaru–Sipiongot senilai Rp 61,8 miliar.

Proyek kedua berada di Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional Wilayah I Sumatera Utara, yakni meliputi preservasi Jalan Simpang Kota Pinang–Gunung Tua–Simpang Pal XI untuk tahun anggaran 2023 senilai Rp 56,5 miliar, proyek serupa untuk tahun 2024 senilai Rp 17,5 miliar, serta rehabilitasi dan penanganan longsoran di ruas jalan yang sama untuk tahun 2025.

“Dengan adanya proyek jalan tersebut senilai Rp 231,8 miliar, maka kami memutuskan ini karena sudah ada pergerakan uang,” kata Asep saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu, 28 Juni 2025. (san/bbs/adz)

DPRD Ingin Kembalikan Status Green Card Danau Toba

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Manaek Hutasoit
Anggota Komisi B DPRD Sumut, Manaek Hutasoit

SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprovsu) maupun stakeholder lainnya, untuk mengupayakan kembalinya status green card (kartu hijau) Danau Toba dari UNESCO. Hal itu dikatakan Anggota Komisi B DPRD Sumut, Manaek Hutasoit, ketika memberikan keterangannya, Selasa (22/7).

“Kami mendorong Pemprovsu maupun pemerintah daerah di kabupaten yang menaungi Danau Toba untuk komit dalam mengembalikan status green card dari UNESCO. Tentunya ini membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak,” ujarnya.

Menurutnya keterlibatan stakeholder menjadi tolak ukur dari kembalinya status yang baik dalam perkembangan destinasi pariwisata di Danau Toba.
“Kita meng atensi keseriusan Pak Gubsu yang langsung turun tangan menyoroti persoalan status Danau Toba. Identitas ini juga harus menjadi skala prioritas nasional. Kita berharap peran serta dan langkah konkret dari beliau,” ucapnya.

Mantan Ketua DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) tersebut mengatakan, dirinya akan mendorong Pemerintah Kabupaten Humbahas dalam turut serta dalam pembenahan Danau Toba menjadi lebih baik.
“Danau Toba ini dikelilingi 7 kabupaten, salah satunya Humbahas. Tentunya saya akan mendorong Pemkab Humbahas untuk turut serta dalam pembenahan status Geopark untuk Danau Toba,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan, Danau Toba juga menjadi hidupnya perekonomian masyarakat melalui festival Danau Toba maupun beberapa event lokal dan mancanegara lainnya.

“Kita berharap, dengan kembalinya status Geopark dengan normal, berbagai festival dapat kembali terlaksana dengan adanya kegiatan di sana. Dan dapat membangkitkan semangat serta mendongkrak ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Anggota DPRD dari Dapil Sumut IX yang meliputi KabupatenToba, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tapteng dan Kota Sibolga itu menyampaikan, apapun yang dilakukan demi perbaikan status icon dari Sumut tersebut, layaknya seperti gayung bersambut, sehingga apapun yang dilakukan demi keselamatan Danau Toba tentunya harus disambut.

“Pembangunan Danau Toba tentunya harus dilihat dari beberapa hal. Salah satunya dari Dinas PUPR terkait pembangunan jalan. Saya rasa itu terintegrasi dengan pariwisata oleh UNESCO, supaya tidak mendapatkan sanksi pencabutan Geopark,” pungkasnya.(san/azw)

Pertama Dibentuk di Deliserdang, Bupati Lantik Jurusita dan Penilai Pajak

LANTIK: Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan (kanan) melantik jurusita dan petugas penilai pajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang yang digelar di Desa Pantailabu Pekan, Kecamatan Pantailabu, Selasa (22/7).
LANTIK: Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan (kanan) melantik jurusita dan petugas penilai pajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang yang digelar di Desa Pantailabu Pekan, Kecamatan Pantailabu, Selasa (22/7).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan melantik 63 orang jurusita dan petugas penilai pajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang yang digelar di Desa Pantailabu Pekan, Kecamatan Pantailabu, Selasa (22/7). Menurut Asri Ludin pelantikan jurusita dan petugas penilai pajak ini baru pertama kali terjadi di Kabupaten Deliserdang berdiri.

“Ini merupakan angkatan pertama yang diangkat menjadi jurusita pajak dan petugas penilai pajak setelah melalui pendidikan dan pelatihan (diklat),” kata dr H Asri Ludin Tambunan saat berpidato pengarahan di acara pelantikan jurusita dan petugas penilai pajak.

Dijelaskan dr Asri Ludin, sebagai jurusita dan petugas penilai pajak harus menunjukkan kinerja yang baik. Sebab, jurusita pajak dan petugas penilai pajak berbeda dengan aparatur sipil negara (ASN) pada umumnya. Jurusita dan petugas penilai pajak memiliki kompetensi perpajakan yang tak dimiliki ASN.

“Tentu, anda harus berbeda dengan (ASN) itu, dan anda diangkat menjadi fungsional setelah melewati ujian kompetensi. Tentu itu nanti ada konsekuensi khusus, anda akan diberikan tunjangan khusus fungsionalnya. Namun di luar tunjangan khusus atau apapun, jabatan yang anda emban saat ini merupakan jabatan yang akan menentukan bagaimana kondisi pajak di Kabupaten Deliserdang ke depan,” jelas dr Asri Ludin.

Harapan untuk kondisi perpajakan yang lebih baik, lanjutnya, menjadi harapan masyarakat luas selaku wajib pajak. Dengan hadirnya para jurusita dan petugas penilai pajak diharapkan bisa memberi keadilan kepada masyarakat dalam membayar pajak, setidaknya pajak bumi bangunan (PBB).

“Sudah tidak zamannya lagi semua dianggap sama, tidak zamannya lagi masyarakat itu dipersulit. Mungkin ada di satu jalan, di situ ada rumah dengan dua unit mobilnya yang terparkir. Tapi di sebelahnya, ada rumah yang bahkan sepeda motor pun tidak punya. Kalau menurut saya, nggak layaklah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)-nya sama antara yang punya dua mobil dengan yang tidak punya kendaraan apapun,” tandasnya.

dr Asri Ludin juga menekankan, ada tugas yang harus diselesaikan menyangkut perizinan peternak unggas di Kecamatan Pantailabu. Dalam hal ini, jurusita dan petugas penilai pajak harus adil dalam menjalankan tugasnya.

“Berikan keadilan bagi mereka. Tidaklah harus sama yang hanya memakai tepas membayar sama dengan yang permanen. Saya berharap anda-anda akan mempercepat proses itu. Mempercepat proses perizinannya dengan memberikan nilai yang pantas kepada seluruh wajib pajak kita,” pungkas Asri Ludin.

Diharapkan Kecamatan Pantailabu akan menjadi contoh pengelolaan pajak daerah yang baik untuk kecamatan-kecamatan lain di Deliserdang.

“Jabatan bukan sekadar kebanggaan, tapi juga tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Saya akan nilai tiga bulan ke depan kinerja Anda. Kalau anda nggak layak tiga bulan setelah dievaluasi, kita cari jurusita dan petugas penilai pajak yang baru,” tegasnya. (btr/azw)

Kapolres Tebingtinggi Sertijab Kasat dan Kapolsek

SERTIJAB: Kapolres Tebingtinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga memimpin sertijab Kasat dan Kapolsek di jajaran Polres Tebingtinggi, Senin (21/7).
SERTIJAB: Kapolres Tebingtinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga memimpin sertijab Kasat dan Kapolsek di jajaran Polres Tebingtinggi, Senin (21/7).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama mulai dari Kasat dan Kapolsek di jajaran Polres Tebingtinggi, Senin (21/7).

Dalam sertijab tersebut, dilakukan pelantikan terhadap AKP Enda Iwan Iskandar sebagai Kabag Log yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Samapta, serta serah terima jabatan kepada AKP Budi Sihombing sebagai Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Bambang Irawan sebagai Kasat Samapta, Iptu Jimmy Rianto Sitorus sebagai Kasat Resnarkoba, dan AKP Andi Rahmadsyah sebagai Kapolsek Tebingtinggi.

Dalam amanatnya, Kapolres Tebingtinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga menyampaikan bahwa mutasi jabatan di Lingkungan Polri adalah hal yang biasa dalam rangka penyegaran organisasi serta pengembangan karier personel. “Pergantian pejabat bukan hanya sekadar pergantian orang semata, namun menjadi momen untuk membangun semangat baru dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern, dan terpercaya (Promoter),” papar AKBP Simon Paulus di Halaman Mapolres Tebingtinggi Jalan Pahlawan.

AKBP Simon Paulus juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama yang telah berdedikasi selama bertugas di Polres Tebingtinggi yaitu AKP Wisnugraha Paramaartha dan AKP Sahri Sebayang yang mendapat promosi jabatan di Polda Sumatera Utara.

Kepada pejabat baru, Kapolres Tebingtinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga berpesan untuk segera menyesuaikan diri. Kemudian memahami karakteristik wilayah hukum dan menunjukkan kinerja terbaik demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tebingtinggi. Turut hadir dalam kegiatan, Wakapolres Kompol Rudi Syahputra. (ian/azw)

Kemendugbangga/BKKBN Gelar Acara Puncak Harganas di Labuhanbatu, Dr Fatmawati: Momen Semua Keluarga Berkumpul

ACARA: Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN Sumut Dr Fatmawati, Wakil Gubernur Sumut Surya, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, dan lainnya saat acara Puncak Harganas di Gedung Serbaguna Pemdopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Selasa (22/7).
ACARA: Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN Sumut Dr Fatmawati, Wakil Gubernur Sumut Surya, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, dan lainnya saat acara Puncak Harganas di Gedung Serbaguna Pemdopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Selasa (22/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendugbangga/BKKBN) Sumatera Utara (Sumut) menggelar acara puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Sumut ke-32, dengan tema, ‘Dari Keluarga untuk Indonesia Maju’ di Gedung Serbaguna Pemdopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Selasa (22/7).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN Sumut Dr Fatmawati, Wakil Gubernur Sumut Surya, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, serta para perwakilan BKKBN kabupaten/kota se Sumut.

Kepala Perwakilan Kemendugbangga/BKKBN, Dr Fatmawati mengatakan, Harganas ini momen semua keluarga berkumpul sepenuhnya, sesuai dengan tema, ‘Dari Keluarga untuk Indonesia Maju’, berarti dengan artian harus membangun keluarga. Keluarga adalah pondasi awal daripada pembangunan, jika keluarga tidak berkualitas, tidak tangguh, tentu akan membuat pembangunan Indonesia tidak optimal.

“Sehingga Pak Menteri membuat quick win, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Lansia Berdaya (Sidaya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia dan Super Apps pembangunan keluarga. Semuanya ini sebagai tujuan kita menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.

Dengan kolaborasi bersama dan sinergi bersama, lanjut Fatmawati, sesuai Perpres 72 Tahun 2021, tentang percepatan penurunan dan pencegahan stunting dari kolaborasi pentahelix, mulai dari pemerintah dan swasta.

“Dari swasta diharapkan CSR nya bisa membantu keluarga resiko stunting. Kemudian, media sebagai pemberitaan yang positif terkait stunting dan akademisi diharapkan memberikan kontribusi seperti telaah atau penelitian terkait stunting, jadi kita bisa tindaklanjuti. Kolaborasi seperti ini harus diwujudkan bersama-sama. Strategi kita juga harus sosialisasi dengan masyarakat, agar pola pikir, pola asuh dan mindset, agar apapun yang bermasalah tersebut dapat dikelola dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Surya berharap, agar seluruh lapisan masyarakat menjadi keluarga yang bahagia. Tanpa keluarga yang bahagia Indonesia tidak akan lebih baik, khususnya di Sumut. “Di kabupaten/kota di Sumut, tentunya mempersiapkan program-program Keluarga Berencana (KB) dengan baik. Untuk penurunan stunting, ada Program Orang Tua Asuh. Tentu ini sudah cukup efektif dalam mencegah stunting,” tandasnya. (dwi/azw)

Rico Waas Cepat Tanggapi Keluhan Warga, Parit Penyebab Banjir Langsung Dikorek

KOREK: Pengorekan parit di Jalan Tuba II, Medan Denai.
KOREK: Pengorekan parit di Jalan Tuba II, Medan Denai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, untuk bergotong royong sekaligus berdialog menyerap aspirasi warga kian menunjukkan manfaat. Selain menyerap aspirasi, Rico Waas juga bisa langsung memberi solusi atas permasalahan yang disampaikan warga.

Salah satunya adalah persoalan banjir di kawasan Jalan Tuba II–Srikandi akibat parit yang kecil dan tidak pernah dikorek sejak dibangun. Persoalan ini diketahui Wali Kota dalam kegiatan Gotong Royong dan Sapa Warga, Sabtu (19/7/2025), di Jalan Tuba II–Srikandi, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai.

Saat itu, seorang warga bernama Sutrisno mengeluhkan masalah banjir. “Keluhan kami banjir, Pak,” ujar warga Jalan Srikandi Gang Swadaya itu.

Sutrisno menerangkan, parit di kawasan Jalan Tuba II dan Srikandi memang kecil. “Namun, sejak dibangun, belum pernah dikorek. Akibatnya, kalau hujan, air melimpah ke jalan, apalagi ke gang,” ungkapnya.

Mendengar pengaduan warga ini, Rico Waas langsung menegur Camat Medan Denai, Tommy P. Sidabalok.

“Cemana Pak Camat ini, tak dikorek paritnya?! Janganlah tunggu kita ke sini baru paritnya dikorek,” tegur Rico Waas dalam pertemuan yang turut dihadiri sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan itu.

Di hadapan seluruh warga, Rico Waas menyatakan bahwa hari itu juga pengorekan akan langsung dilakukan.

“Pak, hari ini paritnya kami bersihkan sampai ke ujung-ujungnya,” ucap Rico Waas sambil memerintahkan Camat Medan Denai, dibantu Dinas SDABMBK, segera bergerak melakukan pengorekan.

Perintah Wali Kota ini pun langsung ditindaklanjuti. Pihak kecamatan memulai pengorekan pada hari itu juga.

Data yang diperoleh tim peliput Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan dari pihak Kecamatan Medan Denai menunjukkan bahwa telah dilakukan pengorekan parit di Jalan Srikandi sepanjang 200 meter dengan lebar 80 cm.

Dalam data itu disebutkan, sebanyak 22 personel PPPSU telah membebaskan parit tersebut dari sedimentasi setinggi 60 cm. Alat yang digunakan dalam pekerjaan itu antara lain mobil patroli, cangkul, sekop, bonjor, dan garukan. (map/ila)

Peringati Hari Mangrove Sedunia, Pelindo Tanam Mangrove di Pesisir Batubara

TANAM MANGROVE: PT Pelindo Regional 1 melaksanakan aksi penanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Batubara, Senin (21/7).
TANAM MANGROVE: PT Pelindo Regional 1 melaksanakan aksi penanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Batubara, Senin (21/7).

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 Juli, PT Pelindo Regional 1 melaksanakan aksi penanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Batubara, Senin (21/7). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mendukung pengendalian perubahan iklim melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Penanaman mangrove ini melibatkan kolaborasi antara Pelindo Regional 1, pemerintah daerah, kelompok masyarakat pesisir, pelajar, serta organisasi pecinta lingkungan. Bibit mangrove ditanam di kawasan yang selama ini mengalami abrasi dan penurunan kualitas lingkungan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim.
Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Pelindo sebagai Badan Usaha Milik Negera (BUMN) yang tidak hanya berperan dalam bidang logistik dan kepelabuhanan, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.

“Mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami wilayah pesisir. Melalui penanaman ini, kami ingin ikut menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan mangrove bagi keberlanjutan kehidupan,” ujar Fadillah.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga dirangkai dengan edukasi lingkungan kepada pelajar dan masyarakat sekitar mengenai manfaat hutan mangrove, seperti sebagai habitat biota laut, penyerap karbon, serta pelindung pantai dari erosi dan gelombang pasang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan Pelindo dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Penanganan Perubahan Iklim dan Ekosistem Laut. Pelindo berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menjaga lingkungan pesisir demi generasi yang akan datang.(san/azw)