25 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14206

11 Nelayan Asal Sumut Dipulangkan ke Medan

Ditangkap dan Dipukuli di Malaysia

MEDAN- Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) memulangkan 11 orang nelayan asal Sumut yang sebelumnya ditahan Pemerintah Malaysia. Sebelas nelayan itu tiba di Bandara Polonia Medan dengan menggunakan pesawat Air Asia QZ 8073, Jumat (16/12) sore 17.00 WIB.

Kesebelas nelayan yang dipulangkan tesebut diantaranya, Fajar Setiawan dan Saprizal, warga Sei Bilah, Lepan, Langkat ditangkap pada 14 Oktober 2011 di Selat Malaka, Indra Saputra, Rahmat dan Basri, warga Dusun II Paluh Subaji, Pantai Labu, Deliserdang ditangkap pada 31 Oktober 2011 di Selat Malaka, Kliwon bin Suraji, Ari bin Manb, Adi Putra, Effendi bin Izul, Nazri bin Ahmad dan Muhamad Hidayat, warga Dusun II Paluh Subaji, Pantai Labu, Deliserdang ditangkap pada 26 November 2011 di Selat Malaka.

Setibanya di Bandara Polonia Medan, kesebelas nelayan didampingi Kasubdit Penyidikan Ditjen PSDKP Pusat, Syahnan Tanjung SH disambut Direktur Penanganan Pelanggaran Dirjen PSDKP Sumut Ir Nugroho Aji MSi untuk selanjutnya akan diserahkan kepada Pemda Langkat dan Deliserdang.
“Pemulangan ini merupakan wujud kepedulian KKP terhadap nasib para nelayan. Kami berharap dan mengupayakan tindakan preventif dengan memberikan pembinaan dan sosialisasi tentang wilayah pengolahan perikanan Indonesia,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kesebelas nelayan itu ditangkap dengan tuduhan menangkap ikan secara ilegal dan tidak memiliki paspor di wilayah perbatasan Malaysia. Tapi, karena nelayan tersebut tidak terbukti bersalah  maka mereka dibebaskan.

Lebih lanjut, ditambahkannya, untuk total nelayan yang ditangkap oleh Pemerintah Malaysia sebanyak 90 orang, 33 orang diantaranya sudah dibebaskan termasuk kesebelas yang saat ini dan sisa-nya 60 orang lagi masih ditahan.

Indra Sahputra salah satu dari nelayan mengatakan bahwa dirinya sempat dipukuli oleh pemerintah Malaysia. “Saya sempat dipukuli disana sama petugas Malaysia bang,” tuturnya.

Terpisah,  Kordinator Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pantai Labu, Sanusi menyampaikan sembilan nelayan asal Deliserdang itu ditangkap sekitar 15 mil dari Pulau Berhala, Serdang Bedagai. Penangkapan itu akibat ketidak jelasan tapal batas, inilah yang membuat para nelayan sering tertangkap akibat tidak mengerti batas wilayah Indonesia.

“HNSI meminta agar sengketa permasalahan perbatasan laut segera diselesaikan, sehingga kedepanya nelayan tak lagi menjadi korban penangkapan,” ujar-nya.  (jon/btr)

Maksimalkan Program Prima Pratama

JAKARTA — Program Indonesia emas (Prima) Pratama mulai menyiapkan program untuk 2012. Yakni dengan meningkatkan jumlah atlet dan mematangkan program latihan agar mampu kembali melahirkan atlet muda yang mampu berprestasi di level senior seperti SEA Games.
“Gelombang kedua sudah kami siapkan. Akan ada 300-an atlet lagi yang masuk dalam program pembinaan muda ini,” kata ketua Prima Pratama Djoko Pramono, kemarin (16/12).

Dia menyebutkan bahwa pematangan program Pratama ini cukup penting karena dapat menjadi kunci keberhasilan pembinaan pada masa mendatang. Dia mencontohkan, dalam pembinaan yang tak sampai setahun, Sembilan atlet prima pratama yang lolos tim SEA Games ternyata mampu menyumbang tiga perak dan dua perunggu.

“Usianya masih belasan, tapi mereka sudah berhasil menyumbangkan medali di level kejuaraan kelas senior. Ini cukup membanggakan,” tuturnya.

Bagi Djoko, kunci keberhasilan pembinaan olahraga di Indonesia ini terletak pada pembinaan di tingkat prima pratama. Sebab, dengan kualitas yang sudah terasah di pratama, prima Utama tinggal menerima  dan memoles atlet agar matang dan meraih prestasi .

Dalam program 2012 nanti, tim Pratama juga dipastikan membutuhkan anggaran yang lebih besar. Alasannya, pihaknya harus menyiapkan lebih matang atlet yang berusia di bawah 17 tahun itu untuk mengikuti  even kelas dunia Asian Youtg Game 2013, dan Youth Olympic Games 2014. “Tahun 2012 pasti akan lebih padat. Akan lebih banyak tryout,” lanjutnya.

Ketua umum KONI Tono Suratman juga menegaskan bakal memaksimalkan lagi program prima pratama yang saat ini sudah berjalan untuk 20 cabang olahraga di 19 Provinsi. Nantinya, lanjut Tono, dengan program maksimal di tingkat pratama ini akan memudahkan seleksi atlet untuk Prima madya dan utama.

Mengenai anggaran, Tonoi belum menyebut secara rinci. Hanya, dia menyebut bahwa ada anggaran sebesar Rp 250 miliar yang akan diberikan untuk Prima dari pemerintah. (aam/tom)

Polisi Sita Parang Warga Sei Semayang

BINJAI- Konflik lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang belum melahirkan solusi, tapi membuat masyarakat semakin bingung mau berbuat apa. Pasalnya, untuk masuk ke dalam lahan eks HGU tersebut masyarakat sudah takut, sedangkan kalau tak masuk lahan tersebut terdampar mubazir.

Di tengah kebingungan itu, warga akhirnya masuk ke lahan eks HGU PTPN2 Sei Semayang di Jalan Bangau, Lingkungan IX, Binjai Timur, Jumat (16/12) sekitar pukul 10.25 WIB. Ketika itu, warga kembali menguasainya dengan cara membabat dan mengelola lahan tersebut.

Tapi, warga itu akhirnya bersitegang dengan pihak PTPN2 dan aparat kepolisian. Hal itu dipicu, dengan diambilnya sebuah senjata tajam (parang, Red) milik seorang warga tani, yang ketika itu sedang meracun rumput di atas lahan eks HGU PTPN 2.

Kepada Sumut Pos, Emek mengatakan, kalau oknum petugas itu tak seharusnya mengambil senjata tajam miliknya. “Kami hanya meracun, dan parang yang saya bawa bukan merusak tanaman. Namanya orang ke ladang, pastinya membawa senjata tajam,” ujarnya.

Oknum polisi yang turun bersama pihak PTPN2 itu diketahui bermarga Tampubolon dan bertugas sebagai juru periksa dalam kasus ini. Tampubolon mengakui, pihaknya akan memanggil saksi pihak PTPN2 dan warga. (dan)

Delapan Pebulu Tangkis Medan Perkuat Sumut

MEDAN- Sebanyak delapan pebulu tangkis Kota Medan memperkuat tim bulutangkis Sumut yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke- XVIII yang berlangsung di Riau nanti.
Kedelapan pebulu tangkis Medan itu terdiri dari empat pebulu tangkis putra dan empat pebulu tangkis putri. Keempat pebulu tangkis putra yakni Herdiyanto, Teguh Putra, Lukas Alexander, dan Bayu Pangestu. Sedangkan keempat pebulu tangkis Medan adalah Afni Fadillah, Milliecent IW, Arinda Sari, dan Widya Tifanni.

Pelatih bulu tangkis Pengcab PBSI Medan Ahmad Aswin Nasution ST  kepada Sumut Pos, Jumat (16/12) mengatakan bahwa seluruh pebulu tangkis Kota Medan tadi dinyatakan lolos pada PON mendatang usai meraih hasil maksimal pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Se Sumatera yang berlangsung di Batam pada Juni 2011 lalu.

“Kita puas dengan hasil ini, karena ini membuktikan jika pembinaan yang dilakukan PBSI Medan mampu melahirkan atlet andal,” bilang Aswin.

Sementara itu, Herdiyanto salah satu pebulu tangkis Medan yang akan berlaga di  PON nanti menyatakan bahwa dirinya akan tampil all guna mengharumkan nama Sumut di pentas nasional.
Terkait dengan target pada PON XVIII nanti, Herdiyanto mengatakan bahwa dirinya tak ingin memasang target yang muluk-muluk. (omi)

Berkas Kadishut Tapsel Dikirim ke Kejatisu

MEDAN- Setelah satu bulan ditetapkan menjadi tersangka atas tuduhan pemalsuan dokumen dan turut membantu pencurian kayu milik PT Panei Lika Sejahtera (PLS), yang dilakukan Herry Jusman, berkas perkara Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahgiman Siregar dikirim ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jumat (16/12) bersamaan dengan berkas tersangka Herry Jusman.

“Sudah kita kirim bos, ini lihat,” ujar Kasubdit II Harta Benda Tanah dan Bangunan (Harda Tahbang), AKBP Rudy Rifani di Mapoldasu, Jumat (16/12) siang sembari memperlihatkan buku tanda pengiriman berkas ke Kejaksaan pada POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos).

Rudy mengatakan kini pihaknya tinggal menunggu petunjuk jaksa menyatakan berkas lengkap atau tidak. “Ya kita tunggu lah petunjuk jaksa selanjutnya, pokoknya tugas kita sudah kita laksanakan,” tegas Rudy.

Sebelum berkas perkara Kadishut Tapsel diserahkan ke jaksa, gelombang demonstrasi sempat melanda Polda Sumut. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rakyat Peduli Tapsel mendemo Polda Sumut, Jumat (9/12) pagi.

Massa meminta agar Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro tak bermain-main dengan kasus ini. Massa juga sempat mendesak agar Wisjnu segera menahan Herry Jusman dan Syahgiman Siregar.

Namun sebelumnya, Rudy menegaskan pihaknya tidak bermain-main dengan kasus ini. (ala/smg)
“Kalau kita main-main dengan kasus ini, mana mungkin dia (Syahgiman) kita tetapkan sebagai tersangka. Saya serius dengan kasus ini,” tegasnya.

Sekedar mengingatkan pembaca, sekira November 2011 lalu Kadishut Tapsel, Syahgiman Siregar ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan pemalsuan dokumen dan turut membantu mencuri kayu PT PLS milik Aseng Naga. Syahgiman terbukti atas pengembangan dari tersangka Herry Jusman yang sebelumnya dilaporkan oleh PT PLS karena telah melakukan pencurian dan penggelapan kayu bulat di Tapsel. (ala/smg)

Horas Black Horse Dominasi Piala Wali Kota Medan

Medan- Klub Horas Black Horse asal Kota Pematang Siantar berhasil memenangkan kejuaaraan catur beregu Piala Walikota Medan yang berakhir kemarin di Aula Universitas Amir Hamzah Jalan William Iskandar-Medan Estate.

“Kami (pengurus Percasi Sumut) salut atas keberhasilan mereka. Pasalnya, tidak satupun pecatur mereka yang bergelar master. Namun mereka mampu membuktikan jika tanpa pecatur bergelar master pun mereka mampu menjadi yang terbaik,” bilang H Syahraruddin Noor MN selaku, Ketua Panitia, Jumat (17/12).

Pada partai final yang berlangsung kemarin Horas Black Horse mengalahkan klub catur Kharisma dengan skor 2-1. Itu didapat setelah Marudut Sinaga yang tampil sebagai pemain pertama kalah dari pecatur Kharisma Tumpal Sianipar.

Namun kekalahan ini tak membuat pecatur Horas Black Horse lainnya patah arang. Bahkan kedua pecatur Horas Black Horse lainnya Tumpal Sianipar dan Markus Tarigan sukses menaklukkan lawan-lawannya, guna merubah skor menjadi 2-1.

Berkat kemenangan itu maka secara keseluruhan Horas Black Horse menempati peringkat pertama dengan poin 14, atau unggul dua angka dari Mikroskil yang mendulang poin 12. Posisi ketiga ditempati klub catur Medan Petisah yang mengumpulkan 10 poin.

Kehebatan Horsa Black Horse juga berlanjut di nomot perorangan, tatkala pecaturnya Marzuki menjadi menjadi pengumpul poin terbanyak, disusul rekannya Tumpal serta pecatur Medan Petisah John Roy Damananik. (mag-10)

Kader Demokrat Berebut Diusung Jadi Wali Kota Sidimpuan

JAKARTA – Para tokoh Partai Demokrat (PD) di Kota Padang Sidimpuan silakan berlomba-lomba tebar pesona sejak sekarang, jika ingin  maju pada pemilahan umum kepala daerah (Pemilukada) 2012 mendatang. Pasalnya, jangan harap bisa diusung partai berlambang mercy itu, jika tingkat popularitasnya ternyata rendah.

Ketua Departemen Kominfo DPP PD Ruhut Sitompul menjelaskan, mekanisme penentuan calon yang akan dijagokan PD di setiap Pemilukada, sudah baku. Yakni, dilakukan polling untuk mengukur popularitas. “Siapa yang mendapat skor tertinggi berdasarkan polling, dia lah yang dimajukan,” ujar Ruhut Sitompul di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Pemilukada di daerah yang dikenal sebagai Kota Salak ini baru akan digelar pada akhir 2012. Hanya saja, aroma pemanasan dari para kandidat sudah mulai nampak. Kegiatan-kegiatan berbau tebar pesona sudah mula terasa.

Partai Demokrat yang jumlah kursi di dewan sudah memenuhi syarat untuk mengusung sendiri pasangan calon, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain, juga belum jelas siapa nama yang akan dielus. Disebut-sebut, empat pentolan PD Padangsidempuan sama-sama punya kans untuk ikut menjadi calon. Keempatnya yakni Ketua DPRD Aswar Syamsi, Ketua DPC PD KHoiruddin Nasution, anggota DPRD Darwin Harahap, dan Ketua Dewan Penasehat PD Padang Sidempuan, Baginda Tambangan.

Siapa yang punya kans terbesar? “Nanti semua kita polling. Kan masih tahun depan,” ujar Ruhut.
Lebih lanjut dia menjelaskan, nantinya bukan hanya kader PD saja yang namanya masuk daftar untuk dipolling. “Non kader pun, jika dinilai bagus, akan kita polling juga,” ujar Ruhut. Dengan kata lain, PD tidak membatasi bahwa calon yang akan diusung harus kader PD sendiri. “Bisa dari luar,” tegasnya.

Dia mengatakan, mekanisme polling ini tetap dilakukan karena dianggap paling fair. “Dan tidak ada yang bisa mengintervensi hasil polling,” cetusnya.  (sam)

Bising, PT AJP Dilempari

LABUHAN- Sejumlah warga yang bermukim di Lingkungan II, Martubung, Medan Labuhan mendadak heboh keluar rumah mendengar suara bising seperti landasan pesawat terbang yang dikeluarkan mesin boler milik PT Agro Jaya Perdana (AJP), Jumat (16/12) sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibatnya, sejumlah warga yang bermukim di belakang pabrik pengolahan minyak sawit merasa tak nyaman melakukan aksi protes dengan melempar batu dari arah depan PT AJP dari Jalan KL Yos Sudarso, Medan Labuhan.

Mendengar itu, petugas Polsek Medan Labuhan langsung menenangkan warga, dalam permasalah itu, pihak perusahaan telah menyurati pihak kelurahan tentang operasi mesin boiler yang akan di uji coba pertanggal 16,17 dan 19 untuk disosialisasi kepada warga.

Perwakilan warga, H Munif mengatakan PT AJP setuju menghentikan sementara mesin boilernya hingga sosialisasi mengenai masalah itu selesai dilakukan kepada warga. (ril/smg)

Curi Sawit, Oknum Polisi di Polres Tebing Tinggi Dipecat

Dua Polisi Binjai Positif Narkoba, Tunggu Sidang Kode Etik

BINJAI- Setelah diumumkan dua anggota Polres Binjai positif konsumsi narkoba, DPRD Binjai menyarankan dua oknum polisi itu selayaknya dipecat. Namun, Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon menyatakan menunggu hasil keputusan sidang etik.

Usulan pemecatan dua anggota polisi positif konsumsi narkoba itu disampaikan anggota DPRD Binjai dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Irfan kepada Sumut Pos, Jumat (16/12). Dia beranggapan, tugas polisi sudah sama-sama diketahui sebagai unsur penegak hukum dan menindak setiap orang yang melanggarnya. Apabila ditemukan oknum polisi melanggar aturan hukum, sebaiknya diberikan sanksi berat hingga pemecatan.

“Karena narkoba merupakan barang haram dan sudah instruksi Kapolri untuk diberantas, artinya kedua oknum polisi itu sudah tidak loyal dan melanggar perintah atasannya,” ucapnya.
Irfan menambahkan, persoalan lainnya, ketika dua oknum polisi penjaga tahanan itu sudah positif mengkonsumsi narkoba, tindakan yang dilakukannya juga berdampak buruk.  Diantaranya, tidak memberikan makanan kepada tahanan dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Padahal kita sama-sama tahu bahwa tahanan juga manusia, jadi manusia itu butuh makan. Bila tak diberikan makan dan dikurung itu sama saja melanggar hak asasi tahanan itu,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyarankan kepada Kapolres Binjai untuk segera menertibkan anggotanya dan meminta dicopot saja kedua oknum polisi tersebut bila tidak bisa lagi diberikan pembinaan.
Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon mengatakan  hukuman yang akan diberikan kepada dua oknum polisi pengkonsumsi narkoba itu tergantung saran dan keputusan dewan sidang disiplin. “Jika sudah ada saran dan keputusan itu. Maka saya yang akan menetapkannya,” katanya.

Disinggung soal hukuman yang akan ditetapkannya terhadap kedua anggotanya itu, Musa menegaskan, kini yang pasti kenaikan pangkat untuk keduanya ditunda. “Sabar, nanti pak. Yang pasti, usulan saya kenaikan pangkatnya ditunda. Tapi, kami tetap ikut prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kasi Propam Polres Binjai, IPDA Hamdani ketika ditanyai mengenai la tersebut, dia enggan memberikan keterangan ketika ditemui di ruangannya. “Kalau masalah itu, langsung saja dengan Kapolres. Soalnya, arahan dari Kapolres, kalau ada wartawan datang bertanya masalah ini, diarahkan langsung kepada beliau (Kapolres-red),” ucapnya.

Di  Polres Tebing Tinggi, seorang anggotanya berpangkat Brigadir diberhentikan dengan tidak hormat  (PTDH) karena tidak masuk dinas selama 77 hari berturut-turut serta tertangkap Satpam perkebunan mencuri buah kelapa sawit milik PTPN III, Kebun Gunung Monaco bulan Agustus 2011 lalu.

Keputusan itu berdasarkan sidang komisi kode etik Profesi Polri Polres Tebing Tinggi yang digelar, Jumat (16/12) sekira pukul 10.00 WIB. Dalam sidang yang diketuai, Wakapolres Tebing Tinggi Kompol Safwan Khayat MHum, Wakil ketua Kompol Zalukhcu dan Anggota Kompol Usdek Sebayang, Sekretaris Ipda MT Sagala dari Kasi Propam dan AKP Aji Majnu.

Safwan mengatakan pihaknya melakukan pembinaan secara rutin, tetapi di masa pembinaan terperiksa tetap mangkir dan tidak masuk dinas. “Menurut pertimbangan yang diambil, Brigadir IS diputuskan putuskan hukuman PTDH ,” tegasnya.

Brigadir IS mengaku menyesalkan perbuatannya dan janji tak akan mengulangi perbuatannya. “Mohon pak jangan pecat saya, saya janji tak mengulangi kesalahan lagi,” ucapnya.  (dan/mag-3)

Ibarat Kehilangan Handphone, Dapat Ganti BlackBerry

Hardianus, Rising Star Muba Hangtuah IM Sumsel

Satu lagi pemain muda potensial meramaikan Flexi NBL Indonesia 2011-2012. Dia adalah Hardianus, penggawa Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan. Skill dan visi permainannya meningkat pesat dibanding musim lalu. Tekad kuatnya muncul setelah gagal masuk first team DBL Indonesia East Kalimantan Series 2009.

AINUR ROHMAN, Bandung

Puncak permainan Hardianus adalah saat Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan menekuk juara preseason tournament CLS Knights Good Day Surabaya 67-61 di GOR C-Tra Arena, Bandung, Senin (12/12).

Pemain 19 tahun itu menjadi motor kemenangan tim. Tampil selama 31 menit 38 detik, Hardianus menyumbang 6 poin bagi Muba.

Hardianus menjadi poros permainan Muba melalui visinya yang baik. Selain itu, dia memiliki ball handling yang mantap. Apalagi, pemuda bertinggi 175 sentimeter adalah pemain kidal. Hal itu membuatnya kreatif membuka serangan lewat passing-passing yang di luar dugaan.

Pelatih Muba Nathaniel Canson dan Manajer Ferri Jufry sepakat bahwa bintang kemenangan atas CLS adalah Hardianus. Dia tidak grogi meskipun harus berhadapan dengan point guard papan atas nasional seperti Dimaz Muharri dan Andrie Ekayana.

Hardianus memang hanya mencetak enam poin dan tujuh rebound. Namun, pemain kelahiran Sangata, Kalimantan Timur itu membukukan lima assist, terbanyak di timnya. Hardianus mencetak lima di antara 13 assist yang dicatat para pemain Muba.

“Saya memang sudah kehilangan handphone, tapi saya mendapatkan Blackberry,” kata Nathaniel Canson. Pernyataan Nath (sapaan akrab Nathaniel Canson) merujuk pada absennya point guard utama Robert Santo Yunarto hingga enam bulan karena cedera. Nah, hadirnya Hardianus membuat Muba sedikit melupakan hilangnya Robert.

“Dia (Hardianus, Red) harus terus bekerja keras untuk memperbaiki diri. Terutama harus lebih ngotot di lapangan. Kalau itu dilakukan, dia bisa menjadi point guard handal Indonesia,” lanjut Nath.

Hardianus sejatinya sudah bermain sejak musim lalu. Namun, dia tidak banyak turun. Hanya beberapa laga di seri I (Surabaya), seri V (Jakarta), dan Championship Series (Surabaya). Selebihnya, Hardianus harus pulang ke kampung halamannya karena menderita penyakit tifus. “Selain itu saya memang belum siap untuk tampil di NBL. Saat ini adalah waktu yang pas,” ujar Hardianus.

Motivasi pemain kelahiran 7 Maret 1992 itu memang sedang tinggi-tingginya. Salah satu pelatuknya adalah kegagalan masuk first team DBL Indonesia East Kalimantan Series pada 2009. Padahal, sekolahnya, yakni SMAN 1 Balikpapan, menang atas SMKN 1 Balikpapan di partai final.
Dari semua anggota tim SMAN 1 Balikpapan, hanya shooting guard Jevon Samuel yang masuk first team dan berhak berangkat ke Surabaya untuk ikut camp.

“Sempat sedih juga nggak kepilih ke Surabaya. Padalah tim saya menjadi pemenang. Tetapi saya tidak ingin jatuh dalam kesedihan, saya mencoba bangkit. Saya malah ingin membuktikan diri bahwa saya mampu,” ujar Hardianus.

Anak pertama dari empat bersaudara itu lalu mencoba peruntungan di Jakarta. Dia ikut berlatih di Satria Muda (SM) Britama. Nyaris dikontrak delapan tahun oleh SM, namun Hardianus menolak karena terlalu lama. Pada saat yang sama, Muba Hangtuah tertarik karena Hardianus juga sempat berlatih di tim peringkat tujuh musim lalu itu.

Faisal Julius Achmad, point guard utama SM, menyarankan Hardianus untuk ke Muba dulu. Menurut Faisal, yang membentuk dirinya sematang sekarang adalah Nath. “Akhirnya saya menerima tawaran tiga tahun kontrak dari Muba. Apalagi teman-teman di tim ini memberikan dukungan sangat besar,” katanya.

Absennya Robert Santo Yuanrto bagaikan blessing in disguise bagi Hardianus. Dia sama sekali tidak takut untuk menggantikan posisi seniornya tersebut sebagai playmaker “Dengan minute play yang banyak, saya yakin kemampuan akan meningkat pesat. Akan banyak pengalaman yang saya dapat,” paparnya.

“Hardianus bertekad akan membantu Muba untuk masuk empat besar musim ini. “Itu target tim sih. Kalau konsisten, kami semua yakin target itu bisa tercapai,” ucapnya. (*/ca/jpnn)