31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14207

Sriwijaya Ikut Pilihan Masyarakat

PALEMBANG-Batalnya Sriwijaya FC bertanding dengan Persebaya Surabaya hari ini (17/12) memang sudah dipastikan sejak kemarin. Pihak Sriwijaya FC menolak kalau batalnya laga itu disebut sebagai ketidaksiapan tim. Laskar Wong Kito, julukan Sriwjaya FC, menyebut justru PSSI sendiri yang tak jelas.

Sejak awal, manajemen Sriwijaya FC berkomitmen untuk terjun di dua liga. Yakni Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super Leaague (ISL). Namun keinginan manajemen tak direstui oleh PSSI. Regulator IPL, PT.Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menghendaki Sriwijaya FC ikut di satu liga saja.

Nah, manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin menyatakan sudah menyerahkan surat persetujuan mengikuti IPL kepada LPIS sejak bulan Oktober. Namun surat itu ditolak. “Ketika itu tak disahkan oleh PSSI, maka keputusan kami untuk ikut di ISL semakin kuat,” tutur Hendri kemarin.

Menurut Hendri, pilihan ikut di dua kompetisi adalah mengikuti tuntutan dua pihak. PSSI dan masyarakat Palembang. Dari masyarakat Palembang memberikan aspirasi agar Sriwijaya ikut ISL. “Karena kondisinya sekarang seperti ini, saya rasa memenuhi keinginan masyarakat Palembang sudah menjadi yang jalan terbaik,” kata Hendri lagi.

Hendri lantas menyebut ternyata PT.Liga Indonesia (LI) selaku regulator ISL lebih profesional. Sejak laga perdana Sriwijaya melawan Pelita Jaya, belum ada sekalipun perubahan jadwal atau hal lain yang mengganggu. “ISL is the best buat kami sekarang,” ucap Hendri lalu tertawa. (dra)

Kans Aji Santoso dan Widodo

JAKARTA – PSSI langsung bergerak menyiapkan pengganti Rahmad Darmawan untuk mengisi kekosongan pelatih timnas U-23. Sepertinya penggantinya tidak akan jauh-jauh.
Penanggungjawab timnas Berhanrd Limbong kepada wartawan di sela pembukaan kompetisi Divisi Satu (versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo) di Lapangan Mini Tambun, Bekasi, kemarin mengatakan bahwa Aji Santoso dan Widodo C Putro yang sebelumnya menjadi asisten akan menjadi kandidat utama pengganti Rahmad Darmawan.
“Idealnya ya Aji Santoso dan Widodo. Toh lisensinya sama juga kan. Hanya kemarin Rahmad Darmawan yang dituakan,” cetus Limbong.

Untuk membantu di tim kepelatihan, menurut Limbong PSSI akan mencari asisten lagi. Nama yang muncul adalah Nil Maizar atau M. Zein Al Hadad. Nil saat ini terikat kontrak dengan Semen Padang. Sementara Al Hadad sebelumnya melatih Deltras Sidoarjo dan juga klub Liga Primer Indonesia, Manado United.

Limbong menegaskan, untuk pelatih Timnas tidak akan diambil dari kompetisi Indonesia Super League (ISL). Kompetisi itu dianggap ilegal oleh PSSI. Jika dipaksakan akan bertabrakan dengan Statuta FIFA. “Jadi itu (menunjuk pelatih dari ISL) tidak mungkin. Kita akan memakai yang dari IPL. Sedangkan untuk pelatih timnas senior kita tetap percayakan kepada Wim Rijsbergen,” tegas Limbong.

Meski gagal mempersembahkan medali emas SEA Games Limbong menyatakan terima kasih kasih kepada Rahmad Darmawan. “Dan, saya minta mundurnya coach RD (sapaan akrab Rahmad Darmawan ) ini jangan dibesar-besarkan,” ungkapanya.

Sebelumnya, saat diubungi Koran ini Aji Santoso dan Widodo C Putro sama?sama menegaskan tidak mau berandai-andai tentang peluang menggantikan Rahmad Ddarmawan sebagai pelatih  kepala. “Saya tidak mau berandai-andai soal hal itu,” kata Aji Santoso. (ali/ko/jpnn)

IMI Sumut Antar Nanan Sukarna Pimpin PP IMI

MEDAN-Misi IMI Sumut sukses, dalam Munas IMI 2011, setelah Nanan terpilih sebagai Ketua Umum PP IMI periode kepengurusan 2011-2015 melalui Munas 2011 yang berakhir di hotel Sulthan di Solo, Jumat (16/12).

Sekum IMI Sumut, Drs H Zulhifzy Lubis dari arena Munas menyebutkan Nanan berhasil memenangkan sesi pemilihan Munas. Ia menyebutkan, keberhasilan ini identik dengan keberhasilan IMI Sumut yang dari awal berdasarkan instruksi Ketua Pengprov IMI Sumut, Ijeck komit untuk menjagokan Nanan.

Keberhasilan Nanan Sukarna diraih melalui persaingan yang cukup ketat karena banyaknya muncul calon-calon kuat seperti Letjen Hotmangaraja Panjaitan (Sekretaris Menko Polhukkam yang juga putra alm Jend DI Panjaitan), Adiguna Sutowo yang juga mendapat banyak dukungan. Sebelumnya, juga muncul nama-nama lainnya lainnya seperti Sadikin Aksa dan lainnya yang kemudian tersisih.
“Nanan Sukarna mampu menyakinkan para peserta Munas dengan meraih total dukungan suara 21, disusul dengan saingannya Hotmangaraja Panjaitan yang meraih 12 suara,” sebut Zulhifzy yang kerap disapa Opunk Ladon.

Keberhasilan ini,  menurut Opunk Ladon disambut gembira oleh Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck dan pengurus lainnya, sebab Nanan memang dijagokan dari awal dan karena merupakan sosok yang ideal.

“Kita yakin Nanan akan mampu memajukan dunia otomotif, dan kita yakin hubungan antara dunia olahraga otomotif dan pihak kepolisian yang selama ini sudah baik akan semakin harmonis ke depannnya,” kata Ijeck yang yakin Nanan juga akan mampu makin meningkatkan komunikasi dan kordinasi dengan pengurus IMI di tingkat provinsi.

Munas IMI 2011 yang berlangsung di Solo sejak Rabu (14/12) lalu diikuti utusan dari 33 Pengprov IMI se Indonesia. Dua priode sebelumnya, PP IMI dipimpin Juliary Batubara dan sebab itu ia tidak bisa maju lagi sebagai calon ketua umum dalam pemilihan/munas tahun ini. (jun)

11 Nelayan Asal Sumut Dipulangkan ke Medan

Ditangkap dan Dipukuli di Malaysia

MEDAN- Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) memulangkan 11 orang nelayan asal Sumut yang sebelumnya ditahan Pemerintah Malaysia. Sebelas nelayan itu tiba di Bandara Polonia Medan dengan menggunakan pesawat Air Asia QZ 8073, Jumat (16/12) sore 17.00 WIB.

Kesebelas nelayan yang dipulangkan tesebut diantaranya, Fajar Setiawan dan Saprizal, warga Sei Bilah, Lepan, Langkat ditangkap pada 14 Oktober 2011 di Selat Malaka, Indra Saputra, Rahmat dan Basri, warga Dusun II Paluh Subaji, Pantai Labu, Deliserdang ditangkap pada 31 Oktober 2011 di Selat Malaka, Kliwon bin Suraji, Ari bin Manb, Adi Putra, Effendi bin Izul, Nazri bin Ahmad dan Muhamad Hidayat, warga Dusun II Paluh Subaji, Pantai Labu, Deliserdang ditangkap pada 26 November 2011 di Selat Malaka.

Setibanya di Bandara Polonia Medan, kesebelas nelayan didampingi Kasubdit Penyidikan Ditjen PSDKP Pusat, Syahnan Tanjung SH disambut Direktur Penanganan Pelanggaran Dirjen PSDKP Sumut Ir Nugroho Aji MSi untuk selanjutnya akan diserahkan kepada Pemda Langkat dan Deliserdang.
“Pemulangan ini merupakan wujud kepedulian KKP terhadap nasib para nelayan. Kami berharap dan mengupayakan tindakan preventif dengan memberikan pembinaan dan sosialisasi tentang wilayah pengolahan perikanan Indonesia,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kesebelas nelayan itu ditangkap dengan tuduhan menangkap ikan secara ilegal dan tidak memiliki paspor di wilayah perbatasan Malaysia. Tapi, karena nelayan tersebut tidak terbukti bersalah  maka mereka dibebaskan.

Lebih lanjut, ditambahkannya, untuk total nelayan yang ditangkap oleh Pemerintah Malaysia sebanyak 90 orang, 33 orang diantaranya sudah dibebaskan termasuk kesebelas yang saat ini dan sisa-nya 60 orang lagi masih ditahan.

Indra Sahputra salah satu dari nelayan mengatakan bahwa dirinya sempat dipukuli oleh pemerintah Malaysia. “Saya sempat dipukuli disana sama petugas Malaysia bang,” tuturnya.

Terpisah,  Kordinator Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pantai Labu, Sanusi menyampaikan sembilan nelayan asal Deliserdang itu ditangkap sekitar 15 mil dari Pulau Berhala, Serdang Bedagai. Penangkapan itu akibat ketidak jelasan tapal batas, inilah yang membuat para nelayan sering tertangkap akibat tidak mengerti batas wilayah Indonesia.

“HNSI meminta agar sengketa permasalahan perbatasan laut segera diselesaikan, sehingga kedepanya nelayan tak lagi menjadi korban penangkapan,” ujar-nya.  (jon/btr)

Maksimalkan Program Prima Pratama

JAKARTA — Program Indonesia emas (Prima) Pratama mulai menyiapkan program untuk 2012. Yakni dengan meningkatkan jumlah atlet dan mematangkan program latihan agar mampu kembali melahirkan atlet muda yang mampu berprestasi di level senior seperti SEA Games.
“Gelombang kedua sudah kami siapkan. Akan ada 300-an atlet lagi yang masuk dalam program pembinaan muda ini,” kata ketua Prima Pratama Djoko Pramono, kemarin (16/12).

Dia menyebutkan bahwa pematangan program Pratama ini cukup penting karena dapat menjadi kunci keberhasilan pembinaan pada masa mendatang. Dia mencontohkan, dalam pembinaan yang tak sampai setahun, Sembilan atlet prima pratama yang lolos tim SEA Games ternyata mampu menyumbang tiga perak dan dua perunggu.

“Usianya masih belasan, tapi mereka sudah berhasil menyumbangkan medali di level kejuaraan kelas senior. Ini cukup membanggakan,” tuturnya.

Bagi Djoko, kunci keberhasilan pembinaan olahraga di Indonesia ini terletak pada pembinaan di tingkat prima pratama. Sebab, dengan kualitas yang sudah terasah di pratama, prima Utama tinggal menerima  dan memoles atlet agar matang dan meraih prestasi .

Dalam program 2012 nanti, tim Pratama juga dipastikan membutuhkan anggaran yang lebih besar. Alasannya, pihaknya harus menyiapkan lebih matang atlet yang berusia di bawah 17 tahun itu untuk mengikuti  even kelas dunia Asian Youtg Game 2013, dan Youth Olympic Games 2014. “Tahun 2012 pasti akan lebih padat. Akan lebih banyak tryout,” lanjutnya.

Ketua umum KONI Tono Suratman juga menegaskan bakal memaksimalkan lagi program prima pratama yang saat ini sudah berjalan untuk 20 cabang olahraga di 19 Provinsi. Nantinya, lanjut Tono, dengan program maksimal di tingkat pratama ini akan memudahkan seleksi atlet untuk Prima madya dan utama.

Mengenai anggaran, Tonoi belum menyebut secara rinci. Hanya, dia menyebut bahwa ada anggaran sebesar Rp 250 miliar yang akan diberikan untuk Prima dari pemerintah. (aam/tom)

Polisi Sita Parang Warga Sei Semayang

BINJAI- Konflik lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang belum melahirkan solusi, tapi membuat masyarakat semakin bingung mau berbuat apa. Pasalnya, untuk masuk ke dalam lahan eks HGU tersebut masyarakat sudah takut, sedangkan kalau tak masuk lahan tersebut terdampar mubazir.

Di tengah kebingungan itu, warga akhirnya masuk ke lahan eks HGU PTPN2 Sei Semayang di Jalan Bangau, Lingkungan IX, Binjai Timur, Jumat (16/12) sekitar pukul 10.25 WIB. Ketika itu, warga kembali menguasainya dengan cara membabat dan mengelola lahan tersebut.

Tapi, warga itu akhirnya bersitegang dengan pihak PTPN2 dan aparat kepolisian. Hal itu dipicu, dengan diambilnya sebuah senjata tajam (parang, Red) milik seorang warga tani, yang ketika itu sedang meracun rumput di atas lahan eks HGU PTPN 2.

Kepada Sumut Pos, Emek mengatakan, kalau oknum petugas itu tak seharusnya mengambil senjata tajam miliknya. “Kami hanya meracun, dan parang yang saya bawa bukan merusak tanaman. Namanya orang ke ladang, pastinya membawa senjata tajam,” ujarnya.

Oknum polisi yang turun bersama pihak PTPN2 itu diketahui bermarga Tampubolon dan bertugas sebagai juru periksa dalam kasus ini. Tampubolon mengakui, pihaknya akan memanggil saksi pihak PTPN2 dan warga. (dan)

Delapan Pebulu Tangkis Medan Perkuat Sumut

MEDAN- Sebanyak delapan pebulu tangkis Kota Medan memperkuat tim bulutangkis Sumut yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke- XVIII yang berlangsung di Riau nanti.
Kedelapan pebulu tangkis Medan itu terdiri dari empat pebulu tangkis putra dan empat pebulu tangkis putri. Keempat pebulu tangkis putra yakni Herdiyanto, Teguh Putra, Lukas Alexander, dan Bayu Pangestu. Sedangkan keempat pebulu tangkis Medan adalah Afni Fadillah, Milliecent IW, Arinda Sari, dan Widya Tifanni.

Pelatih bulu tangkis Pengcab PBSI Medan Ahmad Aswin Nasution ST  kepada Sumut Pos, Jumat (16/12) mengatakan bahwa seluruh pebulu tangkis Kota Medan tadi dinyatakan lolos pada PON mendatang usai meraih hasil maksimal pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Se Sumatera yang berlangsung di Batam pada Juni 2011 lalu.

“Kita puas dengan hasil ini, karena ini membuktikan jika pembinaan yang dilakukan PBSI Medan mampu melahirkan atlet andal,” bilang Aswin.

Sementara itu, Herdiyanto salah satu pebulu tangkis Medan yang akan berlaga di  PON nanti menyatakan bahwa dirinya akan tampil all guna mengharumkan nama Sumut di pentas nasional.
Terkait dengan target pada PON XVIII nanti, Herdiyanto mengatakan bahwa dirinya tak ingin memasang target yang muluk-muluk. (omi)

Berkas Kadishut Tapsel Dikirim ke Kejatisu

MEDAN- Setelah satu bulan ditetapkan menjadi tersangka atas tuduhan pemalsuan dokumen dan turut membantu pencurian kayu milik PT Panei Lika Sejahtera (PLS), yang dilakukan Herry Jusman, berkas perkara Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahgiman Siregar dikirim ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jumat (16/12) bersamaan dengan berkas tersangka Herry Jusman.

“Sudah kita kirim bos, ini lihat,” ujar Kasubdit II Harta Benda Tanah dan Bangunan (Harda Tahbang), AKBP Rudy Rifani di Mapoldasu, Jumat (16/12) siang sembari memperlihatkan buku tanda pengiriman berkas ke Kejaksaan pada POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos).

Rudy mengatakan kini pihaknya tinggal menunggu petunjuk jaksa menyatakan berkas lengkap atau tidak. “Ya kita tunggu lah petunjuk jaksa selanjutnya, pokoknya tugas kita sudah kita laksanakan,” tegas Rudy.

Sebelum berkas perkara Kadishut Tapsel diserahkan ke jaksa, gelombang demonstrasi sempat melanda Polda Sumut. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rakyat Peduli Tapsel mendemo Polda Sumut, Jumat (9/12) pagi.

Massa meminta agar Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro tak bermain-main dengan kasus ini. Massa juga sempat mendesak agar Wisjnu segera menahan Herry Jusman dan Syahgiman Siregar.

Namun sebelumnya, Rudy menegaskan pihaknya tidak bermain-main dengan kasus ini. (ala/smg)
“Kalau kita main-main dengan kasus ini, mana mungkin dia (Syahgiman) kita tetapkan sebagai tersangka. Saya serius dengan kasus ini,” tegasnya.

Sekedar mengingatkan pembaca, sekira November 2011 lalu Kadishut Tapsel, Syahgiman Siregar ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan pemalsuan dokumen dan turut membantu mencuri kayu PT PLS milik Aseng Naga. Syahgiman terbukti atas pengembangan dari tersangka Herry Jusman yang sebelumnya dilaporkan oleh PT PLS karena telah melakukan pencurian dan penggelapan kayu bulat di Tapsel. (ala/smg)

Horas Black Horse Dominasi Piala Wali Kota Medan

Medan- Klub Horas Black Horse asal Kota Pematang Siantar berhasil memenangkan kejuaaraan catur beregu Piala Walikota Medan yang berakhir kemarin di Aula Universitas Amir Hamzah Jalan William Iskandar-Medan Estate.

“Kami (pengurus Percasi Sumut) salut atas keberhasilan mereka. Pasalnya, tidak satupun pecatur mereka yang bergelar master. Namun mereka mampu membuktikan jika tanpa pecatur bergelar master pun mereka mampu menjadi yang terbaik,” bilang H Syahraruddin Noor MN selaku, Ketua Panitia, Jumat (17/12).

Pada partai final yang berlangsung kemarin Horas Black Horse mengalahkan klub catur Kharisma dengan skor 2-1. Itu didapat setelah Marudut Sinaga yang tampil sebagai pemain pertama kalah dari pecatur Kharisma Tumpal Sianipar.

Namun kekalahan ini tak membuat pecatur Horas Black Horse lainnya patah arang. Bahkan kedua pecatur Horas Black Horse lainnya Tumpal Sianipar dan Markus Tarigan sukses menaklukkan lawan-lawannya, guna merubah skor menjadi 2-1.

Berkat kemenangan itu maka secara keseluruhan Horas Black Horse menempati peringkat pertama dengan poin 14, atau unggul dua angka dari Mikroskil yang mendulang poin 12. Posisi ketiga ditempati klub catur Medan Petisah yang mengumpulkan 10 poin.

Kehebatan Horsa Black Horse juga berlanjut di nomot perorangan, tatkala pecaturnya Marzuki menjadi menjadi pengumpul poin terbanyak, disusul rekannya Tumpal serta pecatur Medan Petisah John Roy Damananik. (mag-10)

Kader Demokrat Berebut Diusung Jadi Wali Kota Sidimpuan

JAKARTA – Para tokoh Partai Demokrat (PD) di Kota Padang Sidimpuan silakan berlomba-lomba tebar pesona sejak sekarang, jika ingin  maju pada pemilahan umum kepala daerah (Pemilukada) 2012 mendatang. Pasalnya, jangan harap bisa diusung partai berlambang mercy itu, jika tingkat popularitasnya ternyata rendah.

Ketua Departemen Kominfo DPP PD Ruhut Sitompul menjelaskan, mekanisme penentuan calon yang akan dijagokan PD di setiap Pemilukada, sudah baku. Yakni, dilakukan polling untuk mengukur popularitas. “Siapa yang mendapat skor tertinggi berdasarkan polling, dia lah yang dimajukan,” ujar Ruhut Sitompul di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Pemilukada di daerah yang dikenal sebagai Kota Salak ini baru akan digelar pada akhir 2012. Hanya saja, aroma pemanasan dari para kandidat sudah mulai nampak. Kegiatan-kegiatan berbau tebar pesona sudah mula terasa.

Partai Demokrat yang jumlah kursi di dewan sudah memenuhi syarat untuk mengusung sendiri pasangan calon, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain, juga belum jelas siapa nama yang akan dielus. Disebut-sebut, empat pentolan PD Padangsidempuan sama-sama punya kans untuk ikut menjadi calon. Keempatnya yakni Ketua DPRD Aswar Syamsi, Ketua DPC PD KHoiruddin Nasution, anggota DPRD Darwin Harahap, dan Ketua Dewan Penasehat PD Padang Sidempuan, Baginda Tambangan.

Siapa yang punya kans terbesar? “Nanti semua kita polling. Kan masih tahun depan,” ujar Ruhut.
Lebih lanjut dia menjelaskan, nantinya bukan hanya kader PD saja yang namanya masuk daftar untuk dipolling. “Non kader pun, jika dinilai bagus, akan kita polling juga,” ujar Ruhut. Dengan kata lain, PD tidak membatasi bahwa calon yang akan diusung harus kader PD sendiri. “Bisa dari luar,” tegasnya.

Dia mengatakan, mekanisme polling ini tetap dilakukan karena dianggap paling fair. “Dan tidak ada yang bisa mengintervensi hasil polling,” cetusnya.  (sam)