30 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14228

PN Medan Masih Sepi

MEDAN- Memasuki hari ketiga tahun 2012, suasana di Pengadilan Negeri (PN) Medan masih terlihat sepi. Hanya sebagian saja perkara yang disidangkan, meskipun sebagian hakim sudah masuk kerja. Hal itu dikatakan Humas PN Medan, Jonny Sitohang di ruangannya, Selasa (3/1).

Menurutnya, sebanyak 20 hakim yang cuti dari total keseluruhan hakim HAM, Perikanan, PHI dan ad hoc/tipikior yang berjumlah 60 orang, sudah hadir seperti biasanya. Pihaknya menolak, jika dinilai masih ada hakim yang belum bekerja.
“Sudah keseluruhan hakim masuk dan kembali bekerja. Kemarin memang ada 20 hakim yang cuti, jaksa dan terdakwa yang tidak hadir. Jadi terpaksa banyak sidang yang ditunda. Tapi sekarang tingkat kehadiran para pegawai kita sudah 100 persen,” kata Jonny Sitohang.

Ditambahkannya, mengenai minimnya jumlah perkara yang disidangkan dan tidak disiplinnya para hakim, mengakibatkan beberapa sidang sempat tertunda. “Memang masih banyak hakim yang kurang disiplin dalam jam kerja. Untuk jumlah sidang yang tertunda hari ini, kita nggak tahu berapa jumlahnya,” jelasnya.

Selain itu bagi pegawai yang belum masuk pada hari kerja, Jonny mengaku akan ada sanksi yang diberikan seperti surat peringatan maupun teguran. “Yang pasti ada teguran, karena dari tanggal 2 lalu, kita sudah instruksikan para pegawai wajib kerja seperti biasa. Memang hari ini sidang agak sunyi. Tapi para hakim sudah seratus persen hadir, dan diruangannya masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Raja Nafrizal mengatakan, seperti biasa, para tahanan kembali disidangkan di PN Medan. “Memang kemarin, kita terpaksa tidak membawa para tahanan ke PN Medan, karena hakim yang akan menyidangkan perkara tidak lengkap. Tapi sekarang sudah berjalan seperti biasa, para tahanan dibawa ke PN Medan untuk disidangkan kasusnya,” bebernya. (mag-11)

Warga Perumahan Bongkar Pagar Berduri

Sengketa Lahan Veteran di Medan Estate

MEDAN- Ratusan warga Komplek Perumahan Veteran, Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, membongkar pagar kawat duri yang dipasang pihak pengembang di lahan warga Veteran, Selasa (3/1) siang pukul 11.30 WIB. Pembongkaran pagar kawat duri dan posko tersebut dibantu pengurus Pemuda Panca Marga (PPM) Sumut dan Kota Medan.

Para veteran dan keluarganya yang dibantu massa dari anggota PPM membongkar pagar kawat duri sekaligus mendirikan posko. Sementara posko lainnya milik pihak pengusaha yang ‘mengklaim’ kepemilikan tanah tersebut terlihat masih tetap berdiri meskin sempat diprotes warga.

Saat membongkar pagar dan membersihkan lahan, sempat mendapat protes dari oknum didiuga preman suruhan pihak pengembang. Bahkan, oknum preman tersebut sempat menantang personel TNI yang berada di lokasi tersebut. Pasalnya, oknum preman tersebut mempertanyakan masalah pembongkaran tersebut kepada personel TNI, namun personel TNI tersebut menyarankan agar mempertanyakannya kepada pengurus Perumahan Veteran. Setelah mendengar penjelasan itu, oknum premann tersebut tidak senang bahkan menantang oknum TNI itu.

Sementara itu, Pengurus PD PPM Sumut Iskandar Marpaung didampingi sekretarisnya M Nil Aldrinsyah dan Ketua PC PPM Kota Medan Irwan Sembiring menegaskan, sebagai putra-putri veteran, mereka berhak dan berkewajiban mempertahankan lahan yang sudah diberikan oleh pemerintah dan dihuni oleh keluarga veteran. Lahan seluas 11 hektar tersebut merupakan milik warga veteran yang sah menurut hukum berdasarkan SK Mendagri No 57 tahun 1987.

“Sebagai pengurus, kami meminta agar oknum-oknum yang merampas tanah warga Veteran segera mengembalikannya kepada pemilik yang sah yakni warga Veteran,” ujar Iskandar Marpaung.

Menurut Iskandar Marpaung, seharusnya pemerintah berkewajiban melindungi dan memperhatikan nasib dan kondisi kaum Veteran sehingga di usia senjanya kaum Veteran, mereka bisa tinggal di rumahnya sendiri tanpa diusik oleh pihak pengusaha atau pengembang perumahan.kemudian sudah seharusnya pemerintah setempat memperhatikan kehidupan para veteran dimasa tuanya dengan memberikan kehidupan yang layak.

Sementara itu, pengurus Serikat Tolong Menolong (STM) Mempertahankan Hak Komplek Perumahan Veteran Usman Sudarmaji menegaskan, kepemilikan lahan seluas 11,45 hektar tersebut memang sempat digugat pihak pengembang ke Pengadilan Negeri Lubukpakam, namun gugatan tersebut kandas dan dimenangkan warga veteran.

Kenyataan, tambah Usman, meski warga veteran telah memenangkan gugatan tersebut, namun pihak pengembang tidak juga hengkang dari areal tersebut bahkan masih tetap mengklaim lahan tersebut milik mereka dan melakukan intimidasi kepada warga Veteran.

“Kami mengharapkan agar aparat penegak hukum mengambil tindakan terhadap oknum-oknum yang hendak merampas tanah warga veteran ini,” tegas Usman.(gus)

Sewa Kantor Sementara DPRD Medan Rp2 M

MEDAN- Sewa Gedung sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan  ternyata sudah dianggarkan sebesar Rp2 miliar di APBD 2012. Sedangkan untuk biaya pindah, dianggarkan sebesar Rp50 juta.
Meski anggarannya telah dialokasikan dalam APBD 2012, namun hingga kini belum diketahui di mana wakil rakyat tersebut akan berkantor sementara. Pasalnya, pengelola mess P4TK di Jalan Setia Budi Medan Helvetia menolak permohonan pimpinan DPRD Medan untuk berkantor di sana. Alasannya, mess tersebut akan dijadikan asrama pendidikan.

Hal ini diakui Sekretaris Komisi D DPRD Medan Muslim Maksum kepada wartawan, Selasa (3/1). “Kalau untuk sewa gedung, setahu saya sudah dianggarkan Rp2 miliar di Sekretariat Dewan. Soal gedung mana yang akan dijadikan kantor sementara DPRD Medan itu dipersilakan saja kepada sekretariat mencarinya. Kami siap berkantor di mana saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Medan H Amiruddin kepada wartawan mengatakan dalam waktu dekat ini Pimpinan DPRD Medan akan melakukan rapat guna membahas masalah gedung sementara menyusul penolakan pengelola Mess P4TK.(adl)

Lima Instruksi Gatot Dianggap tak Tegas

Sumatera Utara Menghadapi 2012

MEDAN-Mengawali tahun yang baru, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) langsung memberikan lima instruksi. Sayangnya, lima instruksi itu dianggap tidak langsung masuk ke pokok permasalahan.

Masalah ketegasan Gatot dalam memimpin Sumut masih menjadi catatan. Setidaknya hal ini dikoarkan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga. “Gatot harus bersih, bekerja keras, produktif dan mesti tegas. Di Sumut ini, bila tak ada ketegasan tidak akan dianggap,” paparnya beberapa saat sebelum instruksi Gatot disampaikan.

Sosok Gatot memang masih dibayangi Gubernur Sumut Nonaktif, Syamsul Arifin. “Kita berharap masalah hukum yang membelit gubsu kita cepat selesai.

Cepat selesai itu apa? Ya kita serahkan kepada proses hukum. Apa pun hasilnya, yang penting cepat. Ya kalau tidak bersalah, ya segera nyatakan tidak bersalah. Kalau memang bersalah, ngapain berlama-lama,” ungkapnya.

Keputusan hukum yang cepat itu, sambungnya, akan membuat kepemimpinan di Sumut menjadi lebih kuat. Sebab jika semakin berlama-lama, kepemimpinan di Sumut ini akan seterusnya terbentuk kepemimpinan yang serba tanggung.

“Dengan kondisi ini, menimbulkan kesan kepemimpinan yang serba tanggung. Di dewan juga nantinya selalu muncul syak wasangka, salah tafsir tentang kewenangan Pelaksana Tugas (Plt), Penjabat (Pj) atau Gubernur Defintif,” bebernya.
Selain itu, Gatot juga harus mampu melakukan lompatan yang jauh dan tinggi. Dalam arti kata, Gatot harus mampu mengatasi persoalan-persoalan yang belum terpecahkan pada 2011 antara lain, masalah pengambilalihan Inalum, penasionalan sejumlah jalan-jalan provinsi, penyelesaian pembangunan Bandara Kualanamu serta harus mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan hanya dari pajak kendaraan bermotor saja.

“Ini perlu diberitahukan, persoalan jalan belum teratasi. Banyak jalan-jalan yang seharusnya sudah baik, tapi nyatanya belum juga baik,” cetusnya.

Karena itu, lima instruksi yang diberikan Gatot masih dianggap normatif dan kurang masuk ke dalam pokok permasalahan yang disampaikan Chaidir Ritonga tadi. Misalnya, poin terakhir dari lima lima instruksi yang diedarkan kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) jajaran Pemprovsu melalui apel pagi awal tahun di masing-masing unit kerja, Senin (2/1).

Poin itu berbunyi: Kepada seluruh PNS Jajaran Pemprovsu dan Aparatur Pemprovsu harus bekerja dengan baik dalam menjalankan tugasnya, mematuhi segala peraturan perundang-undangan serta ketentuan yang berlaku, dan tetap mengacu kepada kebijakan umum pembangunan sebagaimana tertuang dalam Program Pembangunan Daerah Provsu. Seluruh aparatur Pemprovsu diminta cerdas dalam memahami dan menjabarkan instruksi ini sehingga pelayanan yang diharapkan masyarakat dapat terwujud yang dukung sumber daya manusia dan profesionalisme yang tinggi

Pertanyaannya, bukankah poin itu sangat normatif? Buktinya, hari pertama kerja pada 2012 sekitar 143 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprovsu masih mangkir dari total PNS di Pemprovsu yang berjumlah 853 orang. Itu dikemukakan Kepala Bagian Humas Pimpinan (Humpim) dan Keprotokoleran Pemprovsu, Zakaria. “Sejauh ini sudah 85 persen PNS yang hadir pada hari ini,” dalihnya.

Dikatakannya, untuk sanksi yang akan diberikan kepada para PNS di Pemprovsu akan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Sanksi akan dikenakan secara berjenjang berdasarkan PP yang ada, sesuai dengan tingkatannya,” ungkapnya.
Menariknya, tingkat ketidakhadiran di Pemprovsu mencapai 15 persen tersebut adalah yang tertinggi. Setidaknya, Pemko Medan hanya 2 persen PNS di Balai Kota yang tidak hadir. Deliserdang, ketidakhadiran PNS di Sekretariat Bupati mencapai lima persen. Sementara di Pakpak Bharat ketidakhadiran hanya 4 persen.

Sementara itu, pantauan Sumut Pos di gedung DPRD Sumut hingga pukul 13.00 WIB, terlihat hanya segelintir anggota dewan yang hadir (lihat grafis). Muhammad Nasir dari PKS mengatakan, untuk saat ini memang belum ada agenda sehingga membuat para anggota dewan belum masuk kantor. “Untuk Januari ini belum ada agenda. Agenda yang ada masih sebatas rapat intern fraksi,” jawabnya.

Terlepas dari itu, Gatot tampaknya menyadari kekurangannya. Atas dasar itulah, ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sumut sebelum membagikan selebaran instruksi.

“Insya Allah, kita sama-sama berharap dan berusaha seoptimal mungkin agar pada 2012 ini,  semua dapat berjalan lancar dan lebih baik,” tegasnya pada acara Haflah Alquran di Rumah Dinasnya, Komplek Taman Setia Budi Indah (Tasbih), Minggu (1/1) malam.

Acara itu dihadiri segenap tokoh Sumut ini antara lain, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Rahmat Shah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Abdullah Syah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumut (Kemenagsu) Abdul Rahim, mantan Wali Kota Medan Abdillah, Danlantamal Belawan Laksamana I Bambang Soesilo, Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu Nurdin Lubis, serta para asisten dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprovsu. Gatot juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sumut yang bisa menerima kekurangan tersebut, dan mampu menjaga kekondusifitasan di Sumut.

“Terimakasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Sumatera Utara, yang telah menjaga kondusifitasan sepanjang 2011. Terlebih pada perayaan Natal lalu, hingga perayaan Tahun Baru 2012 di Sumatera Utara,” kata Gatot.
Gatot pada kesempatan itu mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat Sumut untuk melakukan koreksi serta pembangunan Sumut ke depan. “Di awal  kerja pada tahun 2012 semoga memberi bermakna untuk mengawali  dengan cinta, mari kita bersama-sama membangun provinsi, kabupatan/kota hingga keluarga,” pungkasnya.(ari/adl/btr/mag-14)

Lima Instruksi Gatot

  1. Evaluasi bersama kinerja pada 2011 dengan mendalami dan memetik pelajaran dari pengalaman sebagai acuan dalam menghadapi program dan tantangan pada tahun 2012.
  2. Pertahankan keberhasilan yang dicapai pada 2011, dituntut untuk mampu meningkatkan dan mengembangkan secara lebih kreatif dan inovatif untuk mengoptimalkan pelayanan publik yang lebih prima.
  3. Tingkatkan kinerja dan mempertajam program agar rencana yang telah tertuang dalam program pembangunan daerah Provsu pada 2012 dapat terwujud dan tepat sasaran.
  4. Menyadari bahwa seluruh PNS Pemprovsu tanpa terkecuali merupakan aparatur penyelenggara pemerintahan. Karena itu setiap individu mempunyai peran dan tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan, serta keberhasilan program pembangunan Daerah Provsu sesuai kapasitas dan tupoksi masing-masing.
  5. Kepada seluruh PNS jajaran Pemprovsu dan Aparatur Pemprovsu harus bekerja dengan baik dalam menjalankan tugasnya, mematuhi segala peraturan perundang-undangan serta ketentuan yang berlaku, dan tetap mengacu kepada kebijakan umum pembangunan sebagaimana tertuang dalam Program Pembangunan Daerah Provsu.

Sumber: Surat Edaran Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho

80 Persen Kriminalitas Dilakukan Penganggur

Tahun Ini, Curanmor Makin Tinggi

MEDAN-Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, sedikitnya 1659 orang diamankan polisi selama 2011 karena terlibat tindak kriminalitas di Medan. Dari jumlah tersebut, kaum pengangguran menjadi penyumbang terbesar.

“Sekitar 80 persen kriminalitas melibatkan penganggur,” ungkap Tagam dalam evaluasi setahun Polresta Medan di Rupatama Mapolres, Senin (2/1).

Dikatakan Tagam, dalam 2011, Curas (pencurian dengan kekerasan) dan Curat (pencurian dengan pemberatan) masih menjadi kasus-kasus yang menonjol. Disebutkan, sedikitnya 338 kasus Curas terjadi di Medan sepanjang tahun 2011 lalu. Angka ini menurun jika dibandingkan kasus Curas yang terjadi pada tahun 2010 sebanyak 356 kasus. “Curas memang menjadi perhatian, setiap minggu Kanit Res di Polsek selalu kita monitor untuk itu,” ucapnya.

Untuk kasus Curat pada 2011 mengalami kenaikan dari 2015 kasus pada tahun 2010 naik menjadi 2692 kasus pada tahun 2011. Sedang kasus Curanmor (pencurian kenderaan bermotor) terjadi sebanyak 2418 kasus selama setahun. “Kita harap, sistem keamanan dibentuk sejak di lingkungan.

Seperti halnya Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang kita kenal dulu. Itu lebih efektif,” terang Tagamn
Untuk kasus perjudian dan Narkoba disebutkan, Polresta Medan sepanjang tahun 2011 mengungkap 525 kasus perjudian. Sedang untuk narkoba, ada 954 kasus yang diselesaikan Polresta Medan. “Untuk narkoba berarti ada sekitar 3 kasus setiap harinya,” rinci Tagam.

Beberapa wilayah di Medan disebutkan, masih menjadi titik-titik rawan kriminal. Berdasarkan tingkat kriminalitas di jajaran Polresta Medan, wilayah Polsek Sunggal masih menjadi yang tertinggi terjadinya angka kriminalitas di Medan dengan angka 2789 kasus. Setelah Sunggal, diterangkan Tagam, Polsek Medan Area, Medan Helvetia, Medan Timur, Medan Barat, Medan Baru, Patumbak, Delitua, Medan Kota, dan Kutalimbaru.

Dalam catatan akhir tahunnya, Kapolresta mengaku ada 2549 personel polisi yang bertugas di Mapolresta Medan sejajarannya.Dari jumlah tersebut ada 172 personil yang telah melanggar displin, bahkan ada 12 orang diantaranya tersandung kasus pidana. “Lima personel sudah kita ajukan ke Kapolda untuk dilakukan pemecatan,” tegas Tagam.
Sementara itu, dari Poldasu, sepanjang 2011 tercatat 5 kasus yang menonjol di wilayah Sumut, yaitu curat, curanmor, penganiayaan berat (anirat), perjudian, dan narkoba.

“Kasus curat yang mengalami peningkatan yakni 6441 pada 2010 menjadi 7325 kasus pada 2011. Sementara kasus anirat mengalami penurunan, yakni 3617 jasus pada 2010, sedangkan pada 2011 ada 3.514 kasus,” papar Kasubdit PID Poldasu AKBP MP Nainggolan di Lapangan Merdeka Medan, Senin (2/1).

Meskipun demikian, kondisi Keamanan dan Ketertiban di Masyarakat  (Kamtibmas) masih terkendali. “Oleh karenanya, saya kira ini tugas yang semakin berat untuk kedepannya,” tambahnya.

Sedangkan dari Jakarta, Polda Metro Jaya, memprediksi curanmor akan meningkat pada 2012. Setidaknya hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar. “Data pada 2011, meski kejahatan total turun, tapi ada dua kasus yang memberi kontribusi besar yakni curat dan curanmor. Walaupun curanmor bisa ditekan hingga 49 persen, tapi kita prediksi di 2012 ini masih tetap,” kata Baharudin.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, jumlah curanmor pada 2010 mencapai 10.712 kasus. Pencurian motor paling mendominasi yakni sebanyak 9.114 kasus, sementara mobil sebanyak 1.598 kasus.

“Pencurian motor ini cenderung ada saja di 2012, dengan terbukti di 2011 ada organisasi yang sempat mau kirim motor curian ke Afrika, ini jadi perhatian kita di 2012,” katanya.

Untuk kejatahan curanmor ini, modusnya kebanyakan dirusak atau dicongkel. “Kesulitannya curanmor itu olah TKP-nya karena motornya tidak ada bekas di situ,” katanya.

Guna mencegah kejahatan tersebut, pengamanan harus dimulai dari lingkungan masing-masing. Selain itu, polisi juga bertindak secara preventif dengan menghadirkan patroli serta tindakan represif bila telah terjadi kejahatan.
“Untuk tindakan represif ini, petugas dilengkapi alat paksa termasuk senjata untuk melumpuhkan pelaku karena pelaku semakin berani,” ungkapnya. (gus/yod/jpnn)

Hari Pertama 2012, 31 Bayi Lahir

MEDAN- Sedikitnya 31 bayi, lahir pada 1 Januari 2012 di empat rumah sakit Kota Medan. Diantara bayi-bayi tersebut, 9 lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Rosiva Jalan Bangka, 11 bayi di RSIA Stella Maris Jalan Samanhudi, 2 bayi lahir di RS Imelda, Jalan Bilal Medan, dan 9 bayi lahirdi RS Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass Medan.

Seorang ibu yang telah melewati proses persalinan di RSIA Rosiva, Arina (34), mengaku tidak merencanakan waktu kelahiran anak ketiganya itu. Diprediksi melahirkan 10 Januari, dirinya melahirkan normal sekitar pukul 11.00 WIB. “Senang aja dengan kelahiran buah hati di awal tahun ,” ujarnya ditemui dua jam pasca persalinan.

Wanita yang berdomisili di Jalan Dajang Raya Kelurahan Petisah itu memberi nama bayinya Valerie Laurensia yang bermakna anak yang baik dan sehat. Nama itu terasa makin cocok, karena bayinya lahir sehat dengan berat badan 3 kg.
Penanggung jawab RSIA Rosiva, Misrita, dua bayi lahir mendekati pukul 00.00 WIB di rumah sakit itu. Satu bayi lahir normal, bayi lainnya lahir melalui operasi, sesuai permintaan keluarga.

“Bayi yang lahir pada 1 Januari 2012, diantaranya 5 bayi berjenis kelamin laki-laki dan 4 bayi berjenis kelamin perempuan,” terangnya.

Saat menjelang tahun baru dan hari libur, rumah sakit tersebut menyiapkan lima dokter pengganti dan empat dokter anak untuk mengantisipasi banyaknya pasien yang akan partus di tanggal khusus tersebut.

Terpisah, Manajer Marketing Halina Wongso mengakui ada 11 bayi yang lahir di rumah sakit tersebut, mulai pukul 00.00 WIB hingga malam hari. “Proses kelahirannya berjalan lancar dan tidak ditemui adanya masalah,” ungkapnya. (uma)

Pilih Pesta di Kos daripada di Hotel

Pergantian Tahun ala Anak Muda

Beragam cara dilakukan sejumlah masyarakat dalam memeriahkan pergantian tahun. Menariknya, ketika masyarakat secara umum tumpah di jalan atau tempat rekreasi, segelintir warga Medan malah asyik di rumah.

Masalahnya, rumah yang dimaksud bukan sembarang rumah, melainkan kos-kosan. Seperti pantauan Sumut Pos, Sabtu (31/12) di seputar lokasi kawan Medan Baru, tepatnya di kawasan sejumlah rumah kontrakan dan kos-kosan yang berlokasi di Jalan Darussalam dan seputaran Jalan Gadjah Mada. Sejumlah pasangan muda-mudi melakukan berbagai kegiatan seperti bakar-bakaran, menikmati minuman keras, hingga mengurung diri di kamar bersama pasangannya.

Seorang anak muda yang telibat dalam kegiatan di kos-kosan itu, Gita (bukan nam sebenarnya, Red), memilih berdiam di kamar kosnya bersama sang pacar karena cuaca hujan. “Selain itu di sini (rumah kos) lebih nyaman dan tenang daripada di rumah penginapan,” ujar Gita yang tak malu me ngakui hubungannya.

Hal senada disampaikan Ririn (nama samaran). Menurutnya menghabiskan waktu di rumah kontrakan tak membatasi mereka untuk melakukan apa saja bersama sang pacar.

“Di rumah gak mikirin apa-apa, lebih hemat dan pastinya gak jadi bahan perhatian orang banyak. Palingan nanti kita keluar saat beli makan malam aja,” ujarnya.

Lain lagi pengakuan MD (24) mahasiswa perguruan tinggi swasta di Medan. Dengan malu-malu, MD menceritakan kegiatannya.

“ Ya, biasalah anak muda,” katanya tersipu malu.

Dikatakannya, kegiatan seks di kos-kosan sudah lumrah di kalangan mahasiswa. “Hampir semuanya gitu, bawa pacar ke kos. Banyak kok teman MD yang datang ke kos. Terkadang kamar teman yang ditinggal untuk pulang kampung digunakan dengan teman lainnya,” ujarnya.

Sementara itu dari penelusuran di salah satu lokasi rumah kontrakan kawasan Medan Baru, selain pasangan berlainan jenis, terlihat juga aktivitas dari sejumlah waria.

Seorang waria yang mengaku bernama Nita, mengaku tak sungkan mencari ‘mangsa’ di depan rumah kos. Menurutnya, berdiri dengan dandanan berpakaian wanita, lebih nyaman dilakukan di depan rumah kontrakan dibandingkan di pinggir jalan raya. “Pergilah lah sana Bang, nanti gak ada yang mau ganggui kami lagi,” rengeknya.

Tapi, tetap saja hotel dan penginapan menjadi pilihan utama keluarga Medan. Pada malam tahun baru lalu, tingkat hunian hotel bintang 5 di Medan penuh. Seperti yang terlihat di Hotel JW Marriot, yang memiliki 287 kamar. Menarik, walaupun harga kamar telah dinaikkan sekitar 20 persen, tetapi minat pengunjung untuk menginap tetap tinggi. Hal yang sama juga terlihat di Hotel Grand Aston dan Grand Angkasa Internasional Hotel. Bahkan, Marcomm Manager Grand Angkasa, Emmy Kwan mengatakan bahwa tingkat hunian di hotel yang terletak di Jalan Sutomo ini telah melampaui target.

Kondisi tak berbeda dihadapi penginapan  di kawasan Padang Bulan Medan. Sebut saja Hotel Velentine, Hotel Alam Indah, Hotel Hawai, Lonari IN, Hotel Beraspati, dan Hotel Cempaka yang tidak menyisakan satu kamar kosong.
Tak jauh, Hotel Mutiara Hawaii pun jadi tempat penelusuran berikutnya. Di hotel ini, ternyata peminat lebih sedikit. Pelayan yang bekerja di hotel tersebut mengatakan, masih tersisa dua kamar AC non-TV yang harganya berkisar Rp70-Rp80 ribu. “Mau yang bagus cepat sedikit datangnya lah Bang,” ungkap seorang pelayan berkemeja kotak-kotak dengan lantang dan kasar.

Lalu, bagaimana dengan penjualan alat kontrasepsi (kondom) yang kabarnya laris manis? Setelah menelusuri beberapa apotek di kawasan Padang Bulan, sedikitnya pembelian kondom meningkat 60 persen. Seperti yang terjadi di Apotek Karya dan Apotek Guna Farma. “Banyak yang beli, rata-rata anak muda memang,” ujar seorang apoteker di Apotek Guna Farma.

Menurutnya, jika dibanding hari-hari biasa, yang hanya terjual 10-15 pack, kali ini bisa terjual 60 pack dalam waktu sehari-semalam. “Sudah terjual, barusan ada yang beli dan itu sepertinya yang ke-65. Remaja pula yang membelinya,” ujarnya sambil tertawa.Soal fenomena di atas langsung ditanggapi Direktur Biro Psikologi PERSONA, Irna Minauli. Bahkan, menurutnya, dengan pergantian tahun, banyak ditemukan perempuan dengan masa usia produktif rela melepas keperawanannya dengan menjadikan objek wisata ataupun tempat hiburan menjadi lokasi hubungan tersebut.

“Para remaja khususnya perempuan ini berpikir dengan pergantian tahun, apa salahnya mencoba hal-hal baru dengan memberikan kesenangan pada pasangannya. Padahal itu sangat salah,” kata Irna.

Ditambahkannya, sangat memprihatinkan saat para remaja tidak lagi mempedulikan masalah keperawanan. “Remaja cenderung mencari sensasi dan masuk dalam puberitas. Ketika mereka berada di lingkungan baru dan didukung tempat yang sunyi, maka gairah untuk berhubungan seksual ini tidak terhindarkan,” jelasnya.

Begitulah, remaja dan dunianya memang menarik dibicarakan di momen pergantian tahun. Tidak dipungkiri, jika hal ini sudah menjadi rahasia umum. Meski didapati kalau segelintir remaja menikmati tahun baru di kos-kosan, tetap saja tempat rekreasi ramai dikunjungi. Buktinya, di Serdang Bedagai, meski pantai sudah abrasi, tetap saja warga membludak di Pantai Cermin. Tidak hanya pantai, Theme Park Pantai Cermin bahkan sudah penuh sejak Oktober. “Dari 48 kamar hotel yang ada, semuanya sudah habis diboking sejak bulan Oktober lalu, “kata Direktur Marketing T Feria Asnita.

Di Karo pun demikian, tercatat sekitar 40 ribu wisatawan nikmati pergantian tahun di dataran tinggi Karo itu.  “Angka valid belum masuk seluruhnya dari petugas jaga kita. Dari data yang ada, sekitar 37 ribu pengunjung lewati pos restribusi . Biasanya 30 persen  tidak ke kawasan wisata. Mereka menikmati  libur di hotel, penginapan kelas melati atau villa. Untuk sementara hingga tanggal 2 Januari 2012, jumlah turis ke Karo 40-an ribu orang “ ujar Kadis Parsenbud  Pemkab Karo, Dinasti Sitepu Ssos.

Tak berbeda Tebing Tinggi, acara yang dipusatkan di tengah kota ramai dihadiri warga. Lautan kembang api dan suara terompet tanpa henti menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari. (uma/mag-11/saz/ram/omi/adl/btr/wan/mag-3/mag-5)

Kebakaran Serentak di Dua Tempat

MEDAN-Tepatnya pukul 20.00 WIB, tadi malam, dua lokasi di Medan dilalap si jago merah. Diperkirakan dari peristiwa itu kerugian mencapai ratusan juta.

Lokasi pertama yakni di Jalan Sembada XI, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang. Di sini, rumah milik Hamonangan Manurung menjadi korban.

Dari informasi yang diterima, rumah tersebut ditinggal penghuninya pulang kampung merayakan Natal dan Tahun Baru. “Saat kebakaran, pemilik rumah tidak ada di tempat. Hanya anak-anaknya saja,” ungkap seorang warga, Indra, yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran.

Pada peristiwa tersebut, dua unit sepeda motor dan barang-barang berharga yang berada di dalam rumah ludes terbakar. Diperkirakan atas kejadian tersebut, pemilik rumah mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Akibat kebakaran itu, listrik di kawasan Jalan Sembada XI padam. Sehingga sedikit mempersulit petugas pemadam kebakaran menjinakkan si jago merah. Pemadaman berlangsung selama setengah jam dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran.

Sementara itu, di lokasi berbeda pada jam yang sama tiga unit kelas dan ruang kantor Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Lembaga Pendidikan Perkebunan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agribisnis Perkebunan (LPP STIPAP) di Jalan Wiliem Iskandar Medan juga terbakar. Dari kebakaran ini, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta.
Selain empat ruang tersebut, kebakaran di LPP STIPAP hampir menyambar ke ruang administrasi. Namun, berkat kesigapan tiga unit mobil pemadam kebakaran yang sebelumnya sudah berada di lokasi api berhasil dijinakan.
Namun, disayangkan, pihak LPP STIPAP sendiri sedikit tertutup terkait kejadian tersebut.

Usaha wartawan untuk mencoba mengkonfirmasi ke pihak terkait gagal. Bahkan, terlihat seorang laki-laki berbadan kurus dengan kulit hitam memanggil semua pihak LPP STIPAP yang dimungkinkan bisa menjadi saksi mata kejadian tersebut. Pemanggilan tersebut dimaksudkan agar mereka tak menceritakan kejadian tersebut ke para wartawan.

Tak sampai di situ, laki-laki ini juga sempat tak senang dengan kedatangan wartawan ke kompleks perkuliahan tersebut. Ia mencoba meminta wartawan memperlihatkan kartu identitas masing-masing wartawan dengan nada keras dan kasar.

Meredam kemungkinan terjadinya kesalahpahaman, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak berusaha mengakomodir permintaan wartawan dengan menghadirkan seorang saksi. Ia juga mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikkan terkait kebakaran tersebut. “Sebentar, saya akan panggilkan saksi yang melihat langsung kejadian. Saya juga baru datang dan kami masih melakukan penyelidikan,” tuturnya seraya memanggil Satpam LPP STIPAP Ahmad sebagai saksi dan menceritakan yang terjadi.

Kepada wartawan Ahmad mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Ia pertama kali melihat api berasal dari atap ruang kelas, tepatnya di sebelah kantor Mapala. “Pertama kali apinya dari atap kelas dan tiba-tiba menjalar. Saat itu aku langsung memberitahukan hal itu ke Satpam lainnya untuk menghubungi pemadam kebakaran,” ungkapnya.

Kabarnya, saat kejadian tersebut, terdapat orang yang berada di dalam kantor Mapala tersebut. Namun, Ahmad membantah hal tersebut. “Gak ada orang di sana (Kantor Mapala, Red) Bang. Soalnya kebakaran tersebut terjadi saat mahasiswa libur. Mereka masuk pada 9 Januari nanti. Jadi mana mungkin ada orang,” tegasnya. (saz)

Bulan Madu Ke Afrika

Setelah dilamar Jerry Aurum, semakin hari Denada makin terlihat berseri-seri. Dia juga lebih eksotis dan seksi. Ternyata, itu merupakan salah satu persiapan supaya bisa terlihat spesial saat pernikahan nanti.

Denada memang belum memberi tahu kapan hari pernikahannya akan digelar. Sebab, putri Rio Tambunan-Emilia Contessa tersebut menginginkan pesta yang privat. Yang pasti tahun ini.

“Kalau tanggalnya masih rahasia. Pokoknya, maunya private party. Bukan karena apa-apa, tapi memang kami ingin lebih ke keluarga saja,” katanya kemarin (2/1) saat menghadiri pembukaan Salon B’lia di Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Sebagai calon pengantin, perempuan kelahiran Jakarta 32 tahun lalu itu menjadi lebih rajin merawat diri. Dia sudah menyiapkan treatment lengkap beberapa hari menjelang hari H. Ibunya juga sudah mewanti-wanti supaya anak perempuannya itu jangan diving dulu.

“Ibu saya tuh yang sudah kasih wejangan begitu. Katanya, saya nggak boleh nyelam dulu. Takut kulitnya rusak. Padahal kan saya suka banget diving,” tuturnya. Dia juga menyatakan bahwa dirinya lebih sering melakukan luluran dan scrub.

Tidak hanya Dena yang suka aktivitas outdoor, Jerry, calon suaminya, juga memiliki hobi yang sama. Jerry dan Dena sama-sama diver. Mereka sama-sama suka traveling dan berpetualang. “Saya sama calon suami itu seperti botol ketemu tutupnya. Pas banget deh,” ucapnya lantas tersenyum. Karena itu, rencana bulan madu yang disiapkan pun berbeda dari pasangan lain. Banyak pasangan memilih tempat romantis seperti Bali, Paris, Italia, dan sebagainya untuk bulan madu. Dena dan Jerry justru memilih Afrika Selatan.

“Maunya ke Afrika Selatan. Itu impian kami berdua. Kami udah nabung buat ke sana. Kan mahal tuh,” kata perempuan yang mengawali karir dengan menjadi rapper tersebut. Mereka berdua sangat penasaran dengan beberapa tempat di Afrika Selatan. “Banyak yang mau dilihat di sana. Mau lihat gajah dan teman-temannya, haha,” Imbuh Dena.

Ibu Denada, Emilia Contessa, ikut menambahkan bahwa anak perempuannya itu semakin bekerja keras mencari uang menjelang pernikahan. Sisi baiknya, Dena semakin mandiri dan tidak manja. “Saya malah heran, dia jadi mandiri. Makin sabar. Biasanya, kalau mau nikah kan emosinya menggebu-gebu. Justru saya yang gampang emosional sekarang,” tutur Emilia.

Dena lantas menuturkan, dirinya sendiri tidak tahu kenapa bisa seperti itu. “Iya, saya sama sekali tidak meledak-ledak. Alhamdulillah banget. Ini mendekati hari H sama sekali nggak ada yang gimana-gimana. Happy terus,” tegasnya. Untuk pekerjaan, dia dan kekasih memang bersepakat untuk tetap bekerja dan tidak menelantarkan profesi masing-masing. Jadi, masalah pekerjaan sama sekali tidak terganggu, tetap jalan terus. (jan/c14/any/jpnn)

Kapolri Ogah Komentari Kiriman Sandal Jepit

JAKARTA – Sejumlah warga menggelar aksi ‘Seribu Sandal untuk Kapolri’ dalam rangka mendukung, AAL, bocah yang diancam 5 tahun penjara gara-gara mencuri sandal.

Ditemui usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara pembukaan perdagangan saham 2012, Kapolri Jenderal Timur Pradopo tak mau berkomentar banyak. Dia menyerahkan semua proses pada pejabat polisi di Sulawesi Tengah.

“Sekali lagi Kapolres, Kapolda sudah menyampaikan, bahwa itu akan ada langkah-langkah lebih lanjut,” kata Timur di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (2/1).

Ditanya lebih pendapatnya tentang kasus ini, pria berkumis ini tak mau berkomentar lebih jauh. “Sekali lagi Kapolres dan Kapolda sedang ada langkah-langkah,” ulangnya lagi.

Kisah ini bermula pada November 2010 ketika AAL bersama temannya lewat di Jalan Zebra di depan kost Briptu Ahmad Rusdi. Melihat ada sandal jepit, ia kemudian mengambilnya. Suatu waktu pada Mei 2011, polisi itu kemudian memanggil AAL dan temannya. Selain diinterogasi, AAL juga dipukuli dengan tangan dan benda tumpul lalu dijebloskan ke sel.

Kasus ini bergulir ke pengadilan dengan mendudukkan AAL sebagai terdakwa pencurian sandal. Jaksa dalam dakwaannya menyatakan AAL melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 362 KUHP tentang Pencurian dan diancam 5 tahun penjara.

Sementara itu, Polda Sulteng telah menghukum polisi penyaniaya AAL. Briptu Ahmad Rusdi dikenai sanksi tahanan 7 hari dan Briptu Simson J Sipayang dihukum 21 hari.(net/jpnn)

Aksi mengumpul sandal untuk Kapolri di beberapa wilayah:

  1. Tangerang, Komplek Citra Raya Tangerang;
  2. Bekasi, di Jati Asih, Jalan Gandaria Blok M no 14, Bekasi;
  3. Depok Kompleks Tugu Indah no. B22;
  4. Jakarta di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat;
  5. Palembang di Jalan Basuki Rahmat No 2, Kel. Talang Aman, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.