31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14229

Warga Aceh Simpan Sabu Dalam Anus

Dibawa dari Malaysia, Diedarkan di Indonesia

MEDAN- Momen jelang penutup tahun dijadikan jaringan pengedar narkoba internasional memasukkan narkoba ke Indonesia. Seperti yang dilakukan Idris Sufi (36), warga Dusun Muda Intan Desa Mata Kumbang Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Penumpang yang datang dari Kuala Lumpur, Malaysia itu dibekuk petugas Angkasa Pura II saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan, Sabtu (31/12) sore. Dari tangan tersangka petugas menyita satu paket sabu-sabu seberat 29 gram yang disembunyikannya di dalam anus.

Penyeludupan sabu didalam anus ini terbongkar karena petugas curiga melihat gerak-gerik tersangka usai turun dari pesawat Air Asia QZ 8077 yang duduk dibangku 30B dengan pasport No : W 751785.

Dalam pemeriksaan X-Ray ditemukan sabu yang disimpannya di dalam anus. Idris kemudian dibawa ke RS Elisabeth untuk mengeluarkan paket sabu tersebut.

“Tersangka diamankan karena petugas curiga dengan gerak-gerik tersangka saat tiba di bandara. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata didalam anus ditemukan sabu dan tersangka dibawa ke RS Elisabeth,” kata Kepala Pos Polisi Bandara Polonia Medan, Aiptu S Sihombing, Senin (2/1) pagi.

Dijelaskan Sihombing, tersangka selanjutnya diserahkan ke Sat Narkoba Polda Sumut untuk pemeriksaan. “Tersangka diserahkan malam itu juga ke Sat Narkoba Polda Sumut untuk pemeriksaan selanjutnya terkait dengan keterlibatan tersangka dengan jaringan peredaran narkoba antar negara itu,” paparnya.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Bea & Cukai Bandara Polonia Medan, Riski mengatakan, tersangka mengaku sabu tersebut bukan miliknya melainkan milik warga Malaysia. “Tersangka hanya disuruh dan dia mendapatkan upah dari warga Malaysia. Tersangka dikenalkan temannya di Malaysia dan ditawari bawa sabu itu pada Sabtu malam. Indikasi ini menunjukan bahwa momen pergantian tahun dimanfaat para pelaku untuk memasukkan narkoba, hanya saja kita berhasil menggagalkannya,” ungkapnya.

Idris yang mengaku sebagai petani ini nekat beralih profesi sebagai bandar shau-sabu agar mendapat keuntungan banyak.  Rencananya sebanyak 29 gram sabu dibalut kondom itu akan dijualnya dengan harga programnya sekitar Rp1 juta.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Anjard Dewanto, Senin (2/1) mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus dari Idris ini.

“Tersangka mengaku membawa  benda haram tersebut dari Malaysia. Kasus ini kita masih kembangkan. Informasinya sabu-sabu tersebut akan kembali di jual di Aceh dan Medan dengan harga lebih mahal,” terang Anjar. (jon/mag-5)

16 Tahanan Kabur dari Rutan Aceh

IDI RAYEUK-Sebanyak 16 tahanan dan napi di Rumah Tahanan Negera (Rutan) cabang  Idi, Kabupaten Aceh Timur, berhasil melarikan diri  Minggu (1/1) sekira pukul 04 :00 WIB, hingga kemarin semua tahannnan tersebut belum diketahui keberadaannya. Tahanan kabur usai menjebol flafon kamar tahanan lalu memanjat pagar dengan menggunakan tujuh helai  kain sarung disambung.

Informasi yang diperoleh  Metro Aceh (Group Sumut Pos), menyebutkan, kaburnya 16 tahanan dari Rutan Idi setelah menjebol platfon ruang tahanan kemudian memanjat pagar tahanan bagian timur dengan menggunakan tujuh helai  kain sarung yang disambung-sambung, kemudian kain tersesebut  dilemparkan ke arah pagar berduri. Diperkirakan mereka  satu persatu meninggalkan kamar, saat kondisi deras di pagi  buta.

Kepala Rutan Idi, Amiruddin, SH, kepada Metro Aceh mengakui adanya 16 tahanan di Rutan Idi kabur dengan merusak plafon yang terdapat di kamar 4, atau persisnya di sudut bagian timur Rutan. “Saat mereka kabur petugas kita berada di bagian barat, kesempatan itu digunakan mereka dengan memanjat tembok bagian timur,” ujar Amiruddin, SH.
Katanya, kasus lari massal para tahanan ini melibatkan salah satu Tamping (tahanan pendamping) alias napi yang hendak bebas. Ia diperbantukan bertugas mensuplai air ke dalam kamar  tahanan. (yas/jpnn)

4 Jadi Korban Kembang Api

PADANG-Malam Pergantian Tahun Baru 2012 makan korban. Gara-gara bermain kembang api, Sabtu (31/12), empat warga terpaksa dilarikan ke RSUP M Djamil Padang. Mereka mengalami luka bakar pada bagian tangan dan mata karena kembang api itu meledak di tangan. Biasanya kembang api itu meledak di udara setelah sumbunya dibakar.

Keempat korban itu, AT,22, MJ, 26, HR, 35 mengalami luka bakar di tangan kanan sedangkan  AM, 25, mengalami luka robek di bagian mata. Keempat korban diketahui warga Kota Padang. Satu di antara korban, AT, hingga kemarin (1/1) masih mendapatkan perawatan intensif di RSUP M Djamil Padang.

Pantauan Padang Ekspres (grup Sumut Pos), tiga korban sudah diperbolehkan pulang karena lukanya tidak terlalu serius. Mereka hanya diberi pertolongan pertama. Lukanya dibersihkan untuk menghindari infeksi dan diberi obat secukupnya.
Sementara satu lagi, AT, harus menjalani operasi penambalan daging (defridemary, reposisi+lire, red) pada telapak tangannya. Tampak telapak tangannya hancur.  Pihak keluarga ketika ditanyai Padang Ekspres terkait musibah yang menimpa keluarganya, enggan berkomentar.

Kepala Humas RSUP M Djamil Padang Gustavianof menyebutkan para korban dilarikan ke RSUP. Korban AT, 22 yang datang sekitar pukul 00.00 WIB, MJ 26 datang sekitar pukul 01.06 WIB, sementara dua lagi yang datangnya dengan waktu yang tak jauh berbeda. (mag-6/jpnn)

Pasangan Sesama Jenis Tewas di Kamar Hotel

BANDUNG-Desainer Adesagi Kierana bersama teman prianya Randi Yana Putra ditemukan tewas dalam keadaan bugil di dalam kamr mandi sebuah rumah di Jalan Cimandiri, Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/1). Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi telanjang dan posisi telungkup. Satu diantaranya dalam posisi menindih yang lainnya.

Di lokasi juga ditemukan kondom berdarah dan bercak air mani. Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, keduanya menginap di rumah tersebut sejak, Kamis (29/12) untuk merayakan Tahun Baru.

Minggu (1/1), sekira pukul 02.00 WIB, salah seorang penghuni rumah mendengar ada suara orang di kamar mandi. Sumber tersebut mengira ada orang yang sedang mandi.

Namun hingga pukul 16.00 WIB, pintu kamar mandi masih tertutup. Curiga akan kondisi tersebut, seorang penghuni rumah langsung membuka pintu kamar mandi. Saat itulah terlihat dua sosok pria dalam posisi telanjang saling menindih.

Penghuni rumah yang panik langsung memisahkan kedua sosok pria bugil itu. Penghuni juga sempat menelepon salah satu rumah sakit untuk mengecek kondisi dua pria tersebut.

“Setelah diperiksa ternyata keduanya sudah meninggal. Setelah itu penghuni rumah telepon polisi,” kata sumber tersebut.

Tim identifikasi dari kepolisian langsung memeriksa kondisi dua pria tersebut. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan bercak sperma di salah satu tubuh korban, ditemukan juga sebuah alat kontrasepsi (kondom) dengan bercak darah, serta beberapa barang milik korban.

Kedua jenazah dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Kamar mandi tempat ditemukan kedua korban kini sudah dipasang garis polisi. Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijanarko membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini korban sudah dibawa ke RSHS untuk diperiksa apa penyebab pasti kematiannya,” jelasnya.
Anggota keluarga mengklaim bahwa faktor kepergian pria jebolan Bunka School of Fashion tersebut dikarenakan kelelahan.

Sunandar (40), kakak ketiga Adesagi, menjelaskan kematian adiknya tersebut karena kelelahan yang mendera. Sebab, sosok pria 34 tahun ini dikenal tidak neko-neko.

Dua tahun semenjak almarhumah ibunda menderita penyakit gula dan komplikasi jantung, almarhum Adesagi-lah yang kerap merawat. Sejak kematian ibunda 10 hari lalu, dia juga harus bolak-balik Jakarta-Bandung karena masih mengurus pekerjaan pesanan busana acara Tahun Baru.

“Sejak kematian almarhumah, Adesagi yang paling terpukul, karena dia yang paling dekat. Tapi tahlilan tujuh harian almarhumah, ia mengaku tak bisa datang karena intensitas pekerjaannya meningkat menjelang Tahun Baru,” sahut Sunandar.

Menyoal penyebab kematian adiknya yang banyak merebak di masyarakat, Sunandar pun berharap berita miring seputar kematian sang adik tersebut tidak berkembang luas.

“Demi Allah, saya tahu adik saya seperti apa. Dia tidak seperti yang dipikirkan orang lain. Dia juga tidak memiliki riwayat sakit atau mengonsumsi obat-obat terlarang dan minuman keras. Kalau rokok, saya pikir wajar. Dia tewas karena kelelahan saja,” sahut Sunandar sambil berusaha tegar.

Lantas, apakah Sunandar sempat mengenal sosok Randi Yana yang tewas bersama Adesagi di Bandung?
“Almarhum berteman dengan Randi berapa lama, saya tidak tahu. Tapi, ia kerap datang saat almarhumah ibu dirawat di rumah sakit dan mengikuti tahlilan saat ibunda tiada,” tutupnya, sedih.

Sementara, sepasang kekasih ditemukan tewas dalam keadaan bugil di kamar mandi sebuah penginapan. Polisi menduga pasangan itu tewas akibat keracunan gas pemanas air.

“Dugaan sementara mungkin karena keracunan gas pemanas air yang ada dikamar mandi,” kata Kepala Polres Bandung, AKBP Sony Sonjaya, kepada detikcom, Senin (2/1).

Kronologi kejadian, Sony menjelaskan, pasangan tersebut berangkat berombongan bersama 6 orang temannya dari Jakarta untuk merayakan Tahun Baru, Sabtu (31/12) lalu. Rombongan terdiri dari 5 pria dan 3 perempuan menginap di Argopuri Resor, Gambung, Kabupaten Bandung.

“Selanjutnya kedua korban merupakan sepasang kekasih tidur dalam satu kamar,” jelas Sony.

Keesokan harinya, beberapa rekan korban berolahraga dan berjalan di sekitar cottage sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (1/1). Sementara sepasang kekasih naas itu memilih tetap berdua di dalam kamar tempat mereka menginap.
Setelah rekannya tersebut kembali ke penginapan, imbuh Sony, terdengar suara seperti orang yang tengah berhubungan badan di kamar mandi. Asal suara tersebut diperkirakan dari kamar mandi korban.

“Teman korban mulanya membiarkan, tetapi setelah lama sekali tidak keluar akhirnya beberapa teman korban mendobrak pintu kamar korban,” ujar Sony.

“Setelah dibuka ternyata kedua korban tertidur terlentang dan si perempuan dalam keadaan bugil, sedangkan yang pria hanya bercelana pendek. Setelah dicek ternyata keduanya sudah tidak bernyawa,” sambung Sony.
Melihat kondisi tersebut rekan korban berinisiatif memakaikan baju kepada korban dan membawanya ke RS Soreang. “Petugas telah melakukan olah TKP dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Di TKP (Tempat Kejadian Perkara) tidak ditemukan barang-barang mencurigakan,” kata Sony.

Tempat kejadian saat ini telah dipasangi garis polisi dan seluruh saksi yang merupakan rekan korban telah dimintai keterangan. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.

“Pihak korban seluruhnya keberatan untuk di otopsi dan telah membuat pernyataan keberatan untuk diotopsi,” papar Sony.(net/bbs)

Tetap Tampil Modis

Miranda S Goeltom

MANTAN Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) yang terjerat kasus suap Miranda S Goeltom Senin (2/1) kemarin masih terlihat hadir dalam acara perayaan Tahun Baru bersama karyawan BI di Gedung BI.

Seperti kebiasaannya, Miranda tampak modis dan serasi dengan blus biru keungu-unguan dengan model lurus di atas mata kaki dan rambut dicat warna senada. “Nanti dulu ya, nanti banyak berita,” singkat Miranda ketika wartawan menyapanya dan hendak menanyakan beberapa pertanyaan.

Miranda yang terlihat segar ini, juga enggan berkomentar lebih banyak ketika ditanya apakah dirinya sudah dipanggil KPK kembali terkait kasusnya yang juga melibatkan Nunun Nurbaetie. “Belum,” singkatnya kembali.
Sembari berjalan menuju lift, Miranda yang sebelumnya menyantap sajian bersama deputi-deputi Gubernur BI terlihat santai. Namun, ketika ditanya tanggapannya mengenai masalah Nunun, Miranda pun kembali enggan berkomentar banyak. “Makasih-makasih,” tuturnya singkat. (net/jpnn)

Modus dan Pola Penembak di Aceh Sama

Banda Aceh-Maraknya teror penembakan mengawali tahun 2012 menjadi kado pahit bagi petugas. Hal ini sebagai bukti bahwa negeri Serambi Mekah belum sepenuhnya aman dan tentram.

Kabid Humas Polda Aceh AKBP Gustav Leo menyebut, aksi penembakan diduga bakal terulang. Karena pelaku memiliki pola dan modus yang sama serta terorganisir.

“Pelaku menggunakan sepeda motor dan memakai helm. Sepertinya memilih korban atau sasaran secara acak. Punya joki dan setelah turun ke tempat kejadian, tanpa bertanya atau bertanya seadanya, langsung melepaskan tembakan dengan memberondong tanpa ampun,” kata AKBP Gustav Leo kepada Metro Aceh (grup Sumut Pos), Senin (2/1).
Diakuinya, pola yang dilakukan serta titik ukur juga sama. Pihaknya mensinyalir ada kemungkinan pelakunya akan mengulang perbuatannya, jika dilihat dari sejumlah kejadian penembakan di Aceh Utara itu. Meski begitu, Polda sudah menurunkan tim ke lapangan dan dibantu dari kepolisian pusat. Kedatangan orang dari pusat ini, untuk meneliti di TKP dan termasuk memeriksa selongsong peluru senjata laras panjang jenis AK yang ditemukan di tempat.

Gustav belum bisa mengatakan, apakah kasus penembakan di Aceh Utara, memiliki keterkaitan dan apakah pelakunya orang yang sama. Disebutkannya pihaknya masih menyelidiki dan mendalami kasus tersebut. “Nanti setelah hasil realitas dan mempelajari kasus ini, Kapolda sendiri yang akan berbicara,” katanya.

Disinggung pemberlakuan jam malam di Aceh? Gustav Leo mengakui belum perlu. Pasalnya, pasca kejadian di satu tempat dan di wilayah lainnya, warga tetap melakukan aktivitas. Bahkan berada diluaran dan seperti biasanya hingga malam hari. Termasuk ada warung atau kedai yang buka sampai pagi, sehingga rencana adanya jam malam masih dipikirkan.

Ia pun menuturkan hingga saat ini, pihaknya belum melihat ada keterkaitan Pemilukada, dengan sejumlah kasus penembakan yang terjadi di Aceh.

“Karena tahapan dan proses Pemilukada tetap lancar dan damai. Ditambah kandidat kepala daerahnya juga orang-orang Aceh, jadi tidak mengarah intrik politik,” tegasnya.

Sekali lagi Gustav Leo mengungkapkan, partisipasi masyarakat sangat diperlukan. Silakan melaporkan apabila melihat atau mengetahui, apabila ada warga yang memiliki senjata atau menyimpannya atau malah menentengnya. Tak cuma itu, rakyat pun di mohon pengertiannya melakukan perjalanan dan mendapati petugas kepolisian melakukan sweeping terhadap senjata.

Bagaimana pun kegiatan sweeping senjata ini, masih tetap dilakukan kepolisian di seluruh Aceh. Hal ini terkait dari 40 kasus kekerasan yang menggunakan senjata api sepanjang tahun 2011. Belum lagi, kejadian rentetan penembakan di beberapa tempat di daerah ini. (ra/jpnn)

Kota Medan Bakal Dikepung Kemacetan dan Kesemrawutan

Oleh: Syukrinaldi  *)

Bila Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan) tidak bertindak cepat dan tepat atau salah urus dalam mengantisipasi dan mengatasi berbagai permasalahan yang melilit sub-sektor transportasi darat-lalu lintas angkutan jalan raya, dipastikan permasalahannya akan bertambah parah. Karenanya, Kota Medan pun bakal dikepung kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas jalan bak benag kusut.

Setidaknya dalam lima tahun terakhir, sudah terlihat gejala-gejala kalau Kota Medan mulai terjangkit virus kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas jalan seperti Kota Jakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung. Gejalanya mulai tampak pada kondisi jalan raya yang dari hari ke hari semakin padat merayap, antrian panjang kendaraan, dan para pengendara cenderung egois-ingin saling mendahului, serta menampakkan semakin merosotnya budaya tertib berlalu lintas.

Fenomena itu terjadi hampir di setiap jalan raya baik di pusat dan sudut-sudut kota maupun pinggiran kota. Berlangsung hampir setiap hari, terutama hari kerja dan khususnya pada jam-jam sibuk (peak hours). Kini kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di Kota Medan sudah mendekati klimaks. Selain kurang nyaman dan menjenuhkan, juga banyak waktu para pengendara terbuang percuma di jalan.

Sejauh ini belum ada upaya konkrit yang cepat dan tepat untuk mengurus masalah kemacetan dan kesemrawutan di Ibu Kota Sumatera Utara tersebut. Adapun upaya atau tindakan yang telah dilakukan oleh Pemko Medan selama ini, terlihat masih bersifat kebijakan parsial atau sepotong-sepotong dan jangka pendek, terkesan lambat dan bertele-tele. Maksudnya, konsep atau kebijakan itu belum menyentuh langsung inti permasalahan yang dimaksud, justru mengambang.

Dari pantauan di lapangan, upaya upaya yang dilakukan oleh Pemko Medan untuk mengurai dan mengantisipasi agar kemacetan dan kesemrawutan tidak semakin parah, masih sebatas lingkup rekayasa lalu lintas jalan dan trayek. Seperti mengalihkan/mengubah arus kendaraan pada jalan tertentu, dari jalan yang satu ke jalan lain, jalan dua arah menjadi satu arah dan mengalihkan/mengubah jalur angkutan kota pada trayek-trayek tertentu.

Kalau mau jujur, Pemko Medan seakan kehabisan akal atau tidak punya konsep matang jangka panjang untuk mengurai masalah kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas jalan rayanya. Terbukti, untuk mengatasi kemacetan pada ruas-ruas jalan di suatu kawasan sejumlah lingkungan sekolah, Walikota Medan malah mewacanakan Peraturan Daerah (Perda) larangan siswa membawa kendaraan roda empat ke sekolah. Padahal kebijakan itu sama sekali tidak bermanfaat, tetapi justru menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.

Tetapi sebaliknya, mungkin akan bermanfaat jika Pemko Medan menerbitkan Perda tentang pertama, kewajiban bagi setiap rumah/gedung sekolah, dan/atau pusat-pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan (mini-super market), tempat hiburan, dan perkantoran untuk memiliki lahan/fasilitas parkir sesuai peruntukannya dan memadai. Bukan seperti sekarang ini, tak sedikit trotoar dan badan jalan dimanfaatkan lahan parkir.

Kedua, larangan membawa kendaraan roda empat bagi pegawai Pemko Medan. karyawan BUMN/BUMD, kemudian diikuti oleh para siswa. Contohnya, pada tahap awal dimulai dari 2 (dua) hari kerja saja. Misalnya Senin dan Jumat pegawai Pemko Medan tidak boleh membawa kendaraan roda empat, tetapi menumpang bus karyawan. Begitu juga karyawan BUMN/BUMD, pada hari kerja Selasa dan Kamis. Perda tersebut lebih dimaksudkan agar Pemko Medan khususnya dapat menjadi panutan atau contoh teladan bagi masyarakat Kota Medan.

Intinya, selama Pemko Medan masih berpola pikir kebijakan parsial dan jangka pendek untuk mengurai dan mengantisipasi berbagai problema yang menimpa sub-sektor transportasi darat-lalu lintas angkutan jalan raya, selama itu pula permasalahan kemacetan dan kesemrawutan akan terus melilit Kota Medan, bahkan bertambah kusut.

Percontohan

Sebenarnya kalau Pemko Medan mau, serius dan tegas, tidaklah begitu sulit untuk mengurai dan mengantisipasi kemacetan dan kesemrawutan agar tidak semakin runyam di masa datang. Kuncinya, Pemko Medan harus berani dan benar-benar menerapkan master plan/konsep kebijakan jangka panjang (5-25 tahun) di bidang transportasi, pengendalian pertumbuhan kendaraan bermotor serta pengendalian pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.

Maka sejalan dengan itu, rencana tata ruang transportasi, pemukiman penduduk, pusat-pusat perbelanjaan, tempat hiburan, perkantoran, sekolah dan pusat keramaian lainnya, ke depan akan terencana dan tertata dengan baik dan benar atau acuannya tidak tumpang tindih seperti yang terjadi dewasa ini. Masing–masing rencana tata ruang berjalan sendiri-sendiri dengan mengendepankan kepentingan jangka pendek dan sesaat.

Contohnya, pembangunan atau perkembangan pemukiman penduduk yang berlangsung selama ini, hampir tidak pernah diikuti dengan perkembangan jaringan transportasi-sistem transportasi darat yang meliputi jaringan jalan, jaringan trayek, jenis trayek dan jenis kendaraan. Padahal seharusnya, jaringan transportasi mendahului perkembangan pemukiman penduduk, atau paling tidak sama-sama dibangun dan dikembangkan.

Disamping itu, Pemko Medan jangan hanya berpola pikir pajak kendaraan bermotor sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadinya, tak salah bila Pemko Medan dituding kurang tegas dan sengaja tidak mau mengendalikan pertumbuhan kendaraan bermotor. Akhirnya, permasalahan di bidang transportasi darat pun semakin berbelit-belit dan merembet kepermasalahan lainnya.

Sebagai saran, tak ada salahnya bila Pemko Medan menjadikan Kota Medan  sebagai percontohan dalam mewujudkan transportasi darat yang efektif, efisien, tertib dan selamat sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 51 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Percontohan Transportasi Darat. (*)

* Pemerhati Transportasi Perkotaan dari Lembaga Studi & Advokasi Transportasi

Budaya Mangkir

Setelah ribuan kembang api diterbangkan dan meledak di udara, maka langit kembali gelap. Begitupun pergantian tahun, ketika kalender baru dibentangkan, maka kerja dan kerja wajib dilaksanakan. Ya, wujudkan harapan dengan semangat yang baru; hari yang menjanjikan.

Maka, tidak berlebihan ketika Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengajak seluruh komponen masyarakat untuk kompak. Ya, semua demi Sumatera Utara yang lebih baik.

Tidak itu saja, Gatot pun telah memberikan lima instruksi awal pada 2012 ini. Sayang, harapan pemimpin puncak di Sumatera Utara ini langsung terjawab setelah beberapa jam dia berucap. Bayangkan saja, hari pertama kerja malah dinodai dengan 143 PNS di lingkungan Pemprovsu yang memilih mangkir dari tugas-tugasnya. Menariknya lagi, soal mangkir tidak hanya dilakukan oleh kaum eksekutif, legislatif juga setali tiga uang. Ya, meski belum ada agenda, namun kehadiran anggota DPRD Sumut wajib dipertanyakan. Bayangkan saja, dari seratus anggota, yang hadir di hari pertama 2012 ini hanya 11 orang!

Maka, tak berlebihan jika muncul pertanyaan: ada apa dengan Sumut? Ya, apakah Sumut serius menjadikan 2012 menjadi tahun gemilang seperti prediksi etnis Tionghoa yang mengatakan tahun ini sebagai zamannya Naga Air?
Jika memang serius, sejatinya para pemimpin dan wakil rakyat memikirkan data Badan Statistik Pusat yang baru dirilis. Dari data per September, Sumut menjadi salah satu provinsi penyumbang penduduk miskin terbanyak di Sumatera. Tercatat ada 1, 421 juta lebih warga Sumut yang berada di bawah garis kemiskinan, 652 ribu lebih di perkotaan dan 769 ribu lebih di pedesaan. Atau, 10, 83 persen dari jumlah penduduk. Jumlah ini kalah jauh dibanding daerah tetangga, Riau, yang hanya mencapai 8, 17 penduduk miskinnya.

Tidak itu saja, menurut data dari Polresta Medan, dari 1659 orang yang diamankan polisi terkait kasus kriminal, 80 persennya adalah penganggur. Ini belum lagi ketika menilik data warga yang belum memiliki rumah dan sebagainya. Ada apa sebenarnya di Sumatera Utara, mengapa masalah pengangguran dan kemiskinan masih menjadi momok kesejahteraan?

Padahal, Sumatera Utara dikenal dengan kawasan perkebunan yang mahaluas. Sebut saja tempo dulu yang dikenal dengan perkebunan tembakaunya. Lalu kini, karet dan kelapa sawit tetap tumbuh subur. Belum lagi tambang, setidaknya ada emas di kawasan Batangtoru sana.

Bukankah data ini menyesakkan? Sumut harus mengubah itu, setidaknya sebagai provinsi terpandang di pulau yang sebelumnya dinamakan Swarnadwipa yang berarti Pulau Emas ini, masak mengurus penduduk miskin saja tidak bisa? Mengutip kata Naga Bonar; Apa kata dunia?

Ya, apa kata Indonesia ketika menyadari Sumut bukanlah daerah yang mampu mengurus diri sendiri; pemimpin dan warganya sibuk terlena dengan kekakayaan dan kebesaran masa lalu. Dengan kata lain, ketika hidup terasa berat, kan tinggal jual asset. Sementara, untuk menambah asset malah terlupakan. Bukan itu saja, ketika asset tak ada lagi yang bisa dijual, kan tinggal mengadu pada pemerintah pusat.

Sikap manja Sumutlah yang harus diberangus. Pun, kalimat pemimpin tidak sekadar ucapan seremoni semata. Kalimat itu wajib bermarwah; yang ditakuti, disegani, dihormati, dan tentunya dijalani. Jadi, bukan kalimat yang sekadar keluar. Jika sekadar keluar, maka bawahan dan rakyatnya juga sekadar mendengar bukan?

Sebuah refleksi akhir tahun tampaknya tak cukup. Begitu juga ikrar di awal tahun. Kerja dan kerja di tahun yang baru tampaknya adalah jawaban. Tapi sekali lagi, mungkinkah itu terlaksana ketika di hari pertama kerja malah banyak yang mangkir! (*)

Iran Bakal Dibom Balon Presiden AS

WASHINGTON – Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) Rick Santorum menggunakan isu nuklir Iran untuk menggalang dukungan menjadi kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik. Dengan lantang, bila terpilih sebagai Presiden AS berikutnya berencana menghantam Iran dengan bom.

“Bila saya terpilih sebagai Presiden AS, akan saya bom fasilitas nuklir. Kecuali mereka bersedia membuka diri kepada pengawas senjata internasional,” ucap Santorum saat acara televisi NBC, seperti dikutip The Daily Star, Senin (2/1).
Dalam acara “Meet the Press”, bekas Senator Pennsylvania tersebut mengkritik cara Presiden Barack Obama dalam menangani Iran. Menurutnya, Obama hanya merubah AS menjadi macan kertas terhadap Iran.

“Pemerintahan Presiden Obama tidak berusaha keras untuk mencegah Iran membangun senjata nuklir. Di matanya, Obama hanya mampu mengeluarkan pernyataan tajam saja,” ujarnya.

Hingga kini Pemerintahan AS yang dipegang Obama lebih mengutamakan diplomasi internasional dan penerapan sanksi ekonomi untuk menekan Iran. Hal itu serupa dengan yang dilakukan mantan Presiden George W Bush di saat masih berkuasa. (net/jpnn)

Protes Putin, 60 Demonstran Ditangkap Polisi

Suhu Dingin, Politik Rusia Makin Panas

MOSKOW –   Sebanyak 60 demonstran anti-Pemerintah di Moskow ditangkap polisi. Aksi penangkapan itu terjadi, Sabtu setelah beberapa jam Perdana Menteri Vladimir Putin menyampaikan pesan perdamaian kepada oposisi dalam pidato malam menjelang Tahun Baru.

Informasi penangkapan itu, disaksikan sejumlah saksi mata Reuters. Mereka melihat polisi mengepung dan menahan para pemrotes yang meneriakkan slogan-slogan seperti “Putin harus mundur” dan “Bebaskan Tahanan Politik”.
Polisi mengatakan sekitar 200 orang ikut serta dalam aksi itu, akibatnya 60 orang ditahan akibat berunjuk rasa dalam temperatur yang hampir membeku di jalan utama di ibu kota itu, banyak pemrotes mengenakan pita putih menjadi simbol protes.

Putin menghadapi demonstrasi-demonstrasi besar-besaran setelah pemilihan parlemen 4 Desember yang para pemrotes dan pemantau internasional katakan dinodai oleh kecurangan dan pelanggaran-pelanggaran. Kendatipun tekanan meningkat,Putin diperkirakan akan dengan mudah menang dalam pemilihan presiden Maret dan kembali berkuasa di Kremlin.

“Tentu, saya menginginkan seluruh warga kita, bebas memilih kecenderungan politik mereka yang bersimpati dengan kekuatan kiri atau kanan, mereka yang memiliki jabatan tinggi atau rendah, seperti yang anda inginkan.  Saya ingin semua orang senang dan sejahtera,” katanya dalam pidato itu.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa meneriakkan slogan ‘Rusia tanpa Putin’ dan ‘Kita Perlu Rusia Baru’. Selain di dua kota tersebut, 200 orang dikabarkan menggelar aksi serupa di Kota Nizhny Novgorod. Tidak ada pengunjuk rasa yang ditahan di kota tersebut.  “Ini adalah tindakan yang bodoh dan memalukan,” ujar seorang aktivis Lyudmila Alexeyeva.
Protes Sabtu itu dilakukan di Taman Triumfalnaya Moskow, satu tempat unjukrasa tradisional bagi oposisi yang juga sebagai tempat lahir unjukrasa yang melanda Rusia bulan ini. Aksi protes anti-Putin terus berlangsung menyusul pemilu parlemen Rusia yang dituding penuh dengan kecurangan yang dilakukan oleh PM Putin.

Protes itu diselenggarakan oleh gerakan “Strategi 31”, yang sejak tahun 2009 melakukan unjuk rasa untuk melaksanakan hak untuk berkumpul secara damai yang dijamin Pasal 31 konstitusi. Mereka berkumpul pada hari tearkhir dari setiap bulan. Unjukrasa-unjukrasa “Strategi 31” tidak mendapat izin resmi, dan para psertata jadi sasaran penahanan. Di antara mereka yang ditahan Sabtu itu adalah pemimpin Partai Bolshevik Nasional Eduard Limonov.
Puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan pada Desember dalam demonstrasi oposisi terbesar sejak Putin berkuasa tahun 1999. Unjuk rasa besar terakhir diselenggarakan 24 Desember di Moskow tengah.

Pada Sabtu, satu protes terpisah yang dihadiri 100 orang di St.Petersburg, dengan polisi kota itu melaporkan 10 orang ditahan. Radio Echo Moskvy Rusia juga melaporkan sekitar 200 orang berunjuk rasa di kota Volga River, Nizhny Novgorod yang berlangsung tanpa insiden, demikian Reuters melaporkan. (bbs/jpnn)