28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14253

Mobil Rental Direntalkan, Lima Bulan Hilang

SERGAI- Bisnis rental mobil marak di Sumut, tapi tak banyak juga yang tersandung sejumlah persoalan. Seperti dialami seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset ( PPKA ) Serdang Bedagai (Pemkab Sergai),  Joko (29). Mobilnya dirental selama lima bulan tanpa dikem-balikan. Anehnya, mobil rental itu ternyata sudah direntalkan kepada orang lain.

Seperti dituturkan Joko, dirinya memiliki sebuah mobil Daihatsu Terios warna merah Nopol BK 970 KO, yang disewakannya (rental) kepada Heri (38) warga Lubuk Pakam, Deli Serdang sejak lima bulan lalu. Namun, Selasa (6/12), dia melihat satu dari lima mobil rental miliknya terlihat melintas di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) persisnya di Sungai Ular menuju arah Tebing Tinggi.

Melihat mobilnya itu, pria bertubuh kecil itu langsung mengejar dan menghubungi petugas Sat Lantas Polres Sergai agar menghentikan mobil miliknya. Pengejarannya akhirnya berhasil, karena saat itu mobil yang dikejarnya berhenti di SPBU Firdaus, Sei Rampah.

Joko menerangkan, bersama petugas Sat Lantas Polres Sergai, akhirnya diketahui pengemudi mobil bernama Muhamad Nuhin S Ag (37) warga Dusun Bourtrem, Bangko Pusako, Rokan Hilir. “Inilah mobil yang sudah aku cari keberadaannya, ternyata mobil itu sudah pindah tangan kepada orang lain dengan cara disewakan tanpa pengetahuan saya,” ucapnya di Mapolres Sergai.

Nuhin mengaku menyewa mobil dari Gino (38) warga Lubuk Pakam seharga Rp35 juta selama empat bulan. “Saya sewa dari Gino seharga Rp35 juta dan itupun atas persetujuan pemiliknya bernama Kanjeng Mami (40) dan suaminya, Andi Lala (43) warga yang sama,” katanya.
Merasa ditipu, Joko membuat laporan di Mapolres Deli Serdang.  (mag-3)

19 Persil Tak Miliki Dokumen

Terancam Tak Diganti Rugi

MEDAN-Sebanyak 19 persil lahan milik warga untuk pembangunan jembatan layang (fly over) Simpang Pos masih belum bisa diganti rugi. Pasalnya, 19 persil lahan warga itu tidak memiliki dokumen.

“Dari informasi tim pembebasan lahan fly over saat ini tinggal 19 persil lagi yang belum diganti rugi dari 21 persil. Kita masih terkendala karena dokumen lahan tidak lengkap,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri di ruang kerjanya, Selasa (6/12).

Dijelaskan Syaiful, jika dokumen lahan yang akan diganti rugi tidak lengkap, maka hal itu tidak bisa dilakukan pembebasan lahan.

“Banyak surat-suratnya yang tidak lengkap makanya kita tidak bisa lakukan proses ganti rugi, sebab kalau kita ganti rugi maka akan terbentur dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Sebab, kalau dia sudah dibebaskan lahannya maka akan menjadi milik negara kalau lahannya yang dibebas kan nanti hanya sebagian tentu akan ada surat baru dari BTN tentang ukuran tanah yang dimilikinya,” jelas Syaiful.

Dikatakannya, jika hingga bulan Desember ini si pemilik lahan dapat melengkapi dokumen-dokumennya maka proses ganti rugi akan tetap dilanjutkan. Namun, jika tidak maka akhir Desember ini akan dilakukan konsinasi ke pengadilan.

“Kalau sudah di pengadilan nanti, tentu mau tidak mau mereka wajib melengkapi dokumen kalau tidak maka dana pembebasan lahan tidak akan dapat diberikan,” tegasnya.

Menurutnya, meskipun masih terdapat 19 persil lagi lahan yang belum bisa diganti rugi. Namun, menurut Syaiful hal tersebut tidak akan mengganggu pembangunan fly over Jamin Ginting.

“Kalau sudah tinggal 19 persil laginya itu kan tidak bermasalah. Jadi awal tahun depan pembangunan sudah dapat dimulai, dan pembebasan lahan yang 19 ini nanti tetap berjalan,” terang Syaiful.

Sebelumnya, Sekda telah menyampaikan pemerintah pusat sudah mengucurkan dana untuk pembebasan lahan sebesar Rp8 miliar. Dan melalui tim apresial pembebasan lahan fly over Simpang Pos juga sudah melakukan pendekatan dan bertambah menjadi dua persil lagi dari 21 persil.

“Kucuran dana dari pemerintah pusat sudah ada, dan langsung bisa digunakan untuk proses ganti rugi terhadap 21 persil lagi oleh tim apresial. Hasilnya bertambah dua persil lagi yang sekarang tinggal 19 persil lagi,” ujar Syaiful.(adl)

Dua Pegawai Kemenag RI Ditipu Rp28 Juta

Minta Sumbangan Rumah Ibadah

MEDAN – Dua  pegawai negeri sipil (PNS) di Kementrian Agama (Kemenag) RI di Jakarta Pusat menjadi korban hipnotis tiga orang pelaku. Modusnya dengan cara meminta uang sumbangan pembangunan rumah ibadah melalui transfer uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM) via Bank BRI. Akibatnya kedua korban mengalami kerugian Rp28 juta, Selasa (6/12).

Informasi yang dihimpun Sumut Pos, Selasa (6/12). Korban bernama H Mujianto (45) warga Jalan Gajah Raya Blok D No 20 210, Bekasi, Jakarta membuat laporan ke Mapolsekta Medan Timur.

Dia menuturkan, saat korban menginap di Hotel Dharma Deli pada pagi hari berencana mengitari seputaran Kota Medan, tepatnya di Lapangan Merdeka.Dengan ditemani seorang temanya, yang juga pegawai Kemenag RI  sesampainya di Lapangan Merdeka Medan  didatangi  tiga orang yang mengaku dari organisasi pembangunan rumah ibadah.

“Ketika di Lapangan Merdeka kami didatangi tiga orang meminta sumbangan pembangunan rumah ibadah, panjang lebar dijelaskannya terakhir meminta pengiriman uang melalui transfer,” ceritanya.

Mujianto menerangkan, setelah menuruti permintaan pelaku mentrasfer uang, ketiga pelaku memaksa untuk segera melakukan transaksi dihadapannya. “Tidak tahu, entah sugesti atau hipnotis, kami nurut saja, padahal ATM kami tinggal di kamar hotel, itulah tiga orang ikut bahkan masuk ke kamar kami,” ujarnya mengaku sudah 10 hari di Medan untuk Diklat.

Sesampainya di kamar hotel korban, ketia pelaku tersebut menjalankan sugestinya untuk mengelabui pegawai Kemenag itu. Dengan berbagai alasan, pelaku meminta nomor pin ATM korban, bahkan lebih parah merampas kartu ATM secara halus, dengan menukarkan dengan kartu ATM palsu. “Itulah herannya kami menurut saja, tahunya sadar uangku sudah hilang Rp25 Juta, sedangkan temannya Rp 3 Juta, tahu begitu kami langsung blokir ATM,” terangnya.

Petugas Polsekta Medan Timur tak bisa menerima laporannya, karena lokasi kejadian di wilayah Polsekta Medan Barat, polisi itu meminta korban melaporkan ke Polresta Medan. Mendengar itu, korban langsung ke Mapolresta Medan , ternyata juru periksa di Sat Reskrim itu penuh melayanilaporan. Korban diminta kembali malam hari. (gus)

Bupati Langkat Kritik Pencapaian PAD

LANGKAT- Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu menyoroti berbagai pelaksanaan pemerintahan, mulai dari tak konsistennya perencanaan dengan pelaksanaan serta lemahnya administrasi sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Melalui forum ini, saya minta, hal koordinasi dan penguasaan terhadap tugas benar-benar menjadi perhatian saudara-saudara,” kata Ngogesa saat memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di lantai 2 Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (6/12).

Menurut dia, sisi pencapaian realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp39.643.817.920.- juga menjadi hal serius kekhawatiran terhadap terpenuhinya target dimaksud. Pasalnya, hingga Oktober 2011 masih terealisasi Rp26.466.659.705. atau 68,50 persen. “SKPD pengelola PAD harus lebih maksimal sehingga target di akhir tahun anggaran yang tersisa beberapa minggu lagi, bisa tercapai,” ucapnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan  Rajanami melaporkan Rakorpem dimaksudkan meningkatkan hubungan kerja dan koordinasi lintas SKPD. (mag-4)

Bayar Rp21 Juta, 2 Tersangka Pemerkosa Siswi SD Bebas

KARO- Dua tersangka (Tsk) kasus pemerkosaan siswi kelas VI  SD Negeri, Kecamatan Tiganderket dilepas polisi. Kedua orang itu dibebaskan Polres Tanah Karo karena ada perdamaian antara tersangka dan korban, yang telah menyalurkan uang sebesar Rp21 juta.

Siswi SD itu diperkosal oleh dua pria berinisial DG dan JS warga Tiganderket, yang ditangkap Polres Tanah Karo pada akhir pekan lalu. Setelah mendekam dalam dinginnya sel tahan Polres Tanah Karo, akhirnya kuasa hukum tersangka dan keluarga melakukan perdamaian.

Seperti informasi yang diterima di Polres Tanah Karo, setelah menjalani pemeriksaan kedua tersangka dan korban. Kuasa hukum tersangka menemui keluarga korban, saat itulah didamaikan.

Pada saat perdamaian tersebut. Seorang sumber di Polres Tanah Karo, Selasa (6/12) menyebutkan perdamaian dilakukan bernuansa intimidasi. Namun, pada akhirnya perdamaian tetap terlaksana secara kekeluargaan.  Total uang perdamaian yang dijanjikan tersangka sebesar Rp21 juta, tapi dari jumlah itu hanya Rp10 juta yang diberikan kepada keluarga siswa SD tersebut. Sedangkan sisanya, uang itu diserahkan kepada oknum penegak hukum di Mapolres Tanah Karo. Setelah itu, dua tersangka bebas dan diungsikan ke Medan.

Kasi Humas Polres Tanah Karo AKP Sayuti Malik menjawab, kasus tersebut tetap dilanjutkan sesuai prosedur hukum. Tapi, dia tak membantah kalau kedua tersangka  tak diinapkan didalam sel.  “Dua tersangka tak ditahan karena adanya perdamaian. Proses hukumnya tetap lanjut,” ucapnya. (wan)

Ladies Moi 2011

Imas Fitriawati

MEDAN-Imas Fitriawati, wakil dari Kota Medan, terpilih sebagai pemenang Ladies Mio Championship 2011 yang dilangsungkan di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara), Sabtu (3/12) malam.

Dalam kontes yang dipandu dewan n juri Fery Salim (artis ibukota), Gerald, dan Karta tersebut, Imas berhasil menyisihkan 20 pesaingnya yang berasal dari Banda Aceh, Pekanbaru, dan peserta dari Medan. Posisi kedua ditempati wakil dari Banda Aceh, Khairunisa dan Ella dari Pekanbaru menempati urutan ketiga. “Saya bersyukur sekali bisa menang dan semoga menjadi duta Yamaha yang turut mengangkat imej Yamaha Mio,” kata Imas.

Pemilihan Ladies Mio Championship merupakan rangkaian program Mio Suka-Suka untuk menyemarakkan Medan Mega Fair 2011 yang berlangsung di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara ), tanggal  1-10 Desember 2011, di mana Yamaha sebagai sponsor utamanya.

Pihak Yamaha berharap agar kegiatan ini bisa menghibur para konsumen sepeda motor Yamaha di Kota Medan dan sekitarnya, sekaligus mendukung program Pemko Medan utamanya program “Visit Medan Year 2012”.

Gelaran Mio Suka Suka di Medan lebih mengangkat kaum wanita, sesuai dengan target menarik segmen itu. ”Mio bukan sekedar motor, tapi juga jadi lifestyle yang disukai anak-anak muda. Dulu dipakai ibu-ibu, sekarang kaum muda termasuk wanita menyukai Mio,” ungkap Divisi Manager Promotion & Motorsport PT Alfa Scorpii, Yong Ting Lee.

Yamaha Mio sudah terjual di atas 5 juta unit, angka fenomenal untuk sebuah tipe kendaraan sepeda motor. “Ini menggambarkan popularitas Yamaha Mio yang merupakan pelopor matic di Indonesia dengan pengguna di atas 5 juta unit,” ujar Yong Ting Lee.

Menurut Yong Ting Lee, Mio Suka Suka juga merupakan bentuk rasa terima kasih Yamaha kepada konsumen yang telah setia menggunakan Mio dan teruji sesuai untuk masyarakat Indonesia. “Lahirnya tagline teranyar Mio Ini terinspirasi luasnya segmen konsumen Mio yang mencakup segala kalangan.

Konsumen yang luas tersebut memiliki aktivitas-aktivitas sendiri di berbagai bidang di mana mereka ikut menggunakan Mio sebagai sarana transportasi. Dari sinilah Yamaha menghadirkan Mio Suka Suka yang mencerminkan luasnya penggunaan dan pemanfaatan Mio,” jelas Yong Ting Lee.

Selain mengadakan Ladies Mio Champions, juga digelar Yamaha Matic Music Festival yang diikuti band-band dari Langsa, Banda Aceh, Binjai, Lubuk Pakam, Tebingtinggi, Sibolga, Batam dan Pekanbaru. Setiap kota diwakili oleh tiga band.
Selain itu, PT Alfa Scorpii juga mengundang para artis ibukota tersebut untuk memenuhi kerinduan para penggemarnya, khususnya konsumen Yamaha. Sejumlah artis ibukota yang sudah menyapa penggemarnya di Medan diantaranya Anang dan Ashanti, serta Blackout.

Kemudian menyusul Zigas yang akan menyapa konsumen Yamaha di Alfa Scorpii Marelan Jalan Meralan Raya No.22 Tanah 600 Marelan pada 9 Desember 2011 pukul 15.00 WIB dan Seventeen akan menemui penggemarnya di Alfa Scorpii Setia Budi Jalan Setia Budi No 74 EF Medan pada 10 Desember pukul 15.00 WIB. (jun)

Buruh PT Tani Mas Minta Setiap Hari Besar Libur

LUBUK PAKAM- Ratusan buruh PT Tani Mas yang tergabung dalam PB Serikat Buruh Merdeka Indonesia menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Deli Serdang Jalan Negara Lubuk Pakam, Selasa (6/12) sekira pukul 10.30 WIB.

Kehadiran buruh di gedung DPRD Deli Serdang itu untuk menyampaikan apirasinya terkait tindakan penindasan, yang dilakukan pengusaha terhadap pekerja. Tapi, demonstrasi itu sempat mendapat teguran kepolisian Polres Deli Serdang karena pengunjuk rasa langsung masuk ke dalam  gedung DPRD Deli Serdang tanpa ada izin terlebih dahulu dari kepolisian.

Dalam orasinya, Ketua umum PB SBMI Rintang meminta agar DPRD Deli Serdang lebih peduli terhadap buruh di PT Tani Mas. Karena ratusan buruh selama enam tahun sudah dijadikan sebagai sapi perahan, ditambah lagi uang lembur pekerja tidak dibayarkan pihak managemen.

Setelah berorasi lima perwakilan buruh diterima tiga anggota Komisi B DPRD Deli Serdang seperti Apoan Simanungkalit, Endri Sitanggang dan Darbani  Dalimunthe. Hadir juga Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Deli Serdang yang diwakili Kasi Pengawasan, Naibaho. (btr)

Haruskah Ada Pertumpahan Darah?

Pembangunan Sekolah
Nanyang Dikawal Aparat Bersenjata

MEDAN-Pembangunan gedung baru Sekolah Nanyang Zhi Hui Modern Indonesian School di Jalan Abdullah Lubis, simpang Jalan Sriwijaya, Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, terus dilakukan dengan pengawalan personel Brimob Polda Sumut bersenjata lengkap.

“Kami betul-betul panas dibuat Nanyang yang tidak berprikemanusiaan. Untuk membangun saja kenapa harus menurunkan personel Brimob bersenjata lengkap sampai satu truk. Ada apa ini? Apakah masyarakat hanya untuk dijadikan korban dari keganasan orang-orang berduit. Kami minta keadilan dari pemerintah yang sudah tutup mata terhadap warga,” kata Lansia, seorang warga saat melakukan orasi di depan Sekolah Nanyang bersama warga lainnya, Selasa (6/12).

Dengan terus memutar lagu kebangsaan ditambah lagi dengan jeritan seluruh warga yang melakukan aksi meminta kepada ketua yayasan dan kepala sekolah untuk keluar dari sekolah Nanyang dan bertemu dengan warga.

“Keluar kau yang punya Sekolah Nanyang, kami mau berbicara dengan kau langsung. Kenapa kau bersembunyi di balik gedung itu. Apakah kau bukan manusia yang tidak mau bertemu dengan masyarakat,” jerit warga memakai toa.

Selain itu, warga juga melakukan aksi dengan menahan seluruh truk pengangkut bahan material untuk pembangunan Sekolah Nanyang. Namun, supir truk yang awalnya mengikuti saran untuk tidak masuk ke dalam sekolah Nanyang tidak memperdulikan warga karena adanya personel Brimob bersenjata lengkap.

“Kami hanya turun ke lapangan untuk menahan seluruh truk pengangkut bahan material agar tidak masuk ke dalam agar pembangunan tersebut ditunda. Tetapi, dengan jumlah masa yang kecil saja, Nanyang langsung menurunkan personel Brimob bersenjata lengkap untuk menghadang aksi warga. Kami warga tidak ada melakukan anarkis, kenapa harus dihadang dengan senjata laras panjang,” cetusnya.

Menurut warga, bila tidak ada kepedulian pemerintah terhadap warga sekitar pembangunan Sekolah Nanyang, warga akan terus melakukan aksi hingga harus ada pertumpahan darah. “Bila pembangunan terus berlanjut dan pemerintah tidak memperdulikan warga, kami akan terus melakukan perjuangan sampai titik darah penghabisan dengan tumpah darah,” ujar Pelita, warga lainnya.

Dikatakan Pelita, pembangunan sekolah Nanyang seperti siluman yang tiba-tiba sudah berdiri. “Kalau saja warga lengah dengan pembangunan tersebut, bangunan langsung berdiri. Mereka seperti siluman saja yang secara diam-diam melakukan pembangunan. Padahal jelas bangunan yang sudah menyalah dan dibongkar Dinas TRTB dibangun kembali oleh mereka,” ucapnya.

Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangungsong yang dikonfirmasi wartawan koran ini menjelaskan kalau pembangunan Sekolah Nanyang tetap berlanjut dengan mendirikan bangunan di atas bangunan yang menyalah dari Dinas TRTB. Itu membuktikan kalau Sekolah Nanyang sudah melakukan perlawanan terhadap DPRD Kota Medan.

“Itu sudah tidak betul lagi, Nanyang sudah melawan terhadap rekomendasi yang diberikan DPRD Medan. Dinas TRTB Medan harus membawa permasalahn ini ke proses pengadilan bersama masyarakat agar dapat diselesaikan,” tambahnya.

Dengan begitu, lanjut Parlaungan, akan melakukan pengecekan ke lapangan setelah dijadwalkan oleh Komisi D DPRD Medan. “Secepatnya, Komisi D DPRD Medan akan melakukan pengecekan ke lapangan sesuai dengan jadwal yang akan dijadwalkan secepatnya. Setelah itu dewan akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas TRTB dan Sekolah Nanyang,” bebernya.(adl)

PKL Kembali Berdagang di Lapangan Merdeka

TEBING TINGGI-  Puluhan pedagang kaki lima (PKL) Lapangan Merdeka di Jalan Pahlawan dan Jalan Merdeka, Tebing Tinggi menolak dipindahkan ke tempat yang lebih strategis di Jalan Gereja dan Jalan Veteran, Tebing Tinggi. Penolakan itu disampaikan warga, Selasa (6/12) di Kantor Wali Kota Tebing Tinggi.

Dalam orasinya, PKL mengaku pemindahan ke tempat lain di Jalan Gereja, padagang merugi karena pembeli tidak mau datang ke tempat  yang baru.

Bahkan, banyak PKL menutup usahanya karena sejak dipindahkan modal jualan,  yang dipinjam dari bank habis terpakai  untuk belanja hidup.
Setelah berorasi ditambah teriakan emosional PKL, akhirnya pedagang diterima Plt Sekda Tebing Tinggi Drs Hadi Winarno didampingi Kadis Pendapatan Muhammad Yusuf, Kadis Kopenrindakop Drs Asmali MBA, Kasat Pol PP Guntur Harahap di ruang data Pemko Tebing Tinggi.

Pertemuan itu yang berlangsung selama dua jam, dan telah dijelaskan sejumlah aturan dan pemahaman aturan. Pedagang tetap menuntut dibolehkan berdagang di Lapangan Merdeka.  Akhirnya rapat memutuskan pedagang dibolehkan berdagang di wilayah lama yakni di Lapangan Merdeka hingga akhir 2011.  (mag-3)

Selalu Periksakan Anak Anda

Masalah gizi buruk harus ditangani serius, karena bisa menyebabkan kematian. Apa solusinya? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Kepala Puskesmas Medan Area Selatan, Dr Usfayulianti.

Apa saja program Puskesmas Medan Area Selatan?

Program kesehatan ibu dan anak (KIA), program keluarga berencana (KB), program imunisasi, program gizi termasuk perbaikan gizi buruk dan program promosi kesehatan (promkes).

Apa langkah untuk mengatasi gizi buruk?
Langkah yang dilakukan agar tidak ada bayi atau bocah mengalami gizi buruk adalah dengan melakukan penimbangan di posyandu, melihat berat dan tinggi si bayi atau bocah apakah mengalami kenaikan atau pun penurunan, mencari data di setiap posyandu mengenai bayi atau bocah dan melakukan pendataan tiap-tiap rumah.

Bagaimana mendeteksi bayi mengalami gizi buruk?
Untuk mengetahui si bayi atau bocah itu mengalami gizi buruk yaitu dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran badan si bayi atau si bocah tersebut. Jika si bayi atau bocah tersebut berat badannya tidak mengalami kenaikan maka si bayi sudah termasuk kategori gizi buruk. Tapi, penimbangan dan pengukuran itu dilakukan per minggu atau per bulan dengan demikian dapat diketahui si bayi atau bocah itu mengalami gizi buruk.

Apa kendala yang sering dihadapi dilapangan?
Kendala yang dihadapi oleh petugas dilapangan diantaranya orangtua si bayi atau bocah itu tidak sedang di rumah, si bayi atau bocah tersebut tidak berada di rumah karena bersama neneknya atau dititipkan kepada tetangga dan si ibu tidak pernah lagi membawa anaknya ke posyandu untuk diberikan penyuluhan mengenai gizi buruk karena merasa si anak sehat-sehat saja.

Apakah ada langkah selain itu?
Langkah yang kita lakukan selanjutnya yaitu memberikan imunisasi diantaranya memberikan vaksin polio, pemberian vaksin DPT, memberikan vaksin hepatitis B, memberikan vaksin campak, memberikan vaksin BCG dan pemberian vitamin penambah nafsu makan kepada si bayi atau bocah serta memberikan resep agar si ibu dapat memberikan makanan yang layak dikonsumsi si anak atau bocah tersebut.

Berapa jumlah bayi yang mengalami gizi buruk di kecamatan Anda?
Jumlah bayi yang mengalami gizi buruk ada dua orang dan itu ada di Kelurahan Sukaramai.

Apa harapan dan imbauan Anda?
Harapan saya masalah gizi buruk teratasi makanya saya mengimbau agar si ibu lebih sering membawa anaknya untuk diperiksa berat badan, tinggi badan dan kondisi kesehatan setiap minggu atau setiap bulannya ke posyandu-posyandu yang didirikan Puskesmas Medan Area Selatan.(*)