Home Blog Page 143

Kembalikan Kejayaan Pariwisata, Bupati Buka Tanah Karo Motocross

BUKA: Bupati Karo Antonius Ginting saat membuka Tanah Karo Motocross & Grasstrack 2025 di kawasan Siosar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Minggu (2/11).(Istimewa)
BUKA: Bupati Karo Antonius Ginting saat membuka Tanah Karo Motocross & Grasstrack 2025 di kawasan Siosar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Minggu (2/11).(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting membuka ajang Tanah Karo Motocross & Grasstrack 2025 di kawasan Siosar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Minggu (2/11) lalu. Dalam sambutannya, Antonius menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi otomotif, tapi juga menjadi upaya untuk membangkitkan kembali potensi wisata dan ekonomi masyarakat di kawasan Siosar.

“Event ini bukan hanya ajang adu kecepatan, tapi momentum untuk menghidupkan kembali semangat olahraga, khususnya motocross, serta mengembalikan kejayaan sektor pariwisata Karo,” ungkap Antonius di hadapan ribuan penonton.

Ajang yang berlangsung selama dua hari ini, diikuti oleh puluhan pembalap dari berbagai daerah, dan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Karo melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata, bersama panitia yang diketuai oleh Satria Sitepu.

Lebih lanjut, Antonius menyampaikan, Tanah Karo Motocross & Grasstrack 2025 menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi dan bakat di bidang otomotif, sekaligus mengurangi aktivitas balap liar di jalan raya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi event unggulan tahunan yang berkelanjutan, berkualitas, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga relokasi Gunung Sinabung yang kini bermukim di kawasan Siosar,” tuturnya.

Acara ini turut dihadiri Ketua Komite 2 DPD RI Badikenita br Sitepu, Kepala Dinas Budporapar Munarta Ginting, Forkopimcam Tigapanah, pihak sponsor, serta perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut.

Di akhir sambutannya, Antonius memberikan pesan inspiratif kepada para peserta dan penonton.

“Yang menang jangan jemawa, yang kalah jangan putus asa, dan yang paling penting adalah tetap junjung tinggi sportivitas,” tegasnya.

Dengan latar panorama alam yang indah dan udara sejuk khas Siosar, ajang Tanah Karo Motocross & Grasstrack 2025 diharapkan menjadi ikon baru sport tourism di Tanah Karo, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Karo sebagai destinasi unggulan olahraga otomotif di Sumut. (deo/saz)

Pj Sekda Binjai, Chairin Simanjuntak Pimpin Apel Gabungan Perdana

PIMPIN: Pj Sekda Binjai Chairin Simanjuntak, saat memimpin apel gabungan perdana.(Dokumen Diskominfo Binjai)
PIMPIN: Pj Sekda Binjai Chairin Simanjuntak, saat memimpin apel gabungan perdana.(Dokumen Diskominfo Binjai)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penjabat Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, memimpin apel gabungan perdana di Balai Kota Binjai, Senin (3/11). Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Binjai bertindak sebagai pelaksana apel, dan diikuti jajaran lingkup Pemko Binjai.

Dalam amanatnya, Chairin menekankan kepada jajarannya untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam bertugas. Untuk pelayanan publik kepada masyarakat, dia juga menekankan agar terus berinovasi.

Menurutnya, program dan kegiatan Bagian Kesra Setdako Binjai telah terlaksana dengan baik. Bahkan, juga memberikan dampak positif bagi pembinaan kehidupan umat beragama dan masyarakat.

Sejumlah program juga terealisasi mulai dari bantuan operasional untuk organisasi keagamaan dan rumah ibadah, serta BPJS Ketenagakerjaan bagi guru agama, bilal mayit, guru Sekolah Minggu, guru pesantren, hingga petugas kebersihan rumah ibadah.

“Program ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung pelayanan keagamaan dan sosial di Binjai,” ungkap Chairin.

Chairin menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah, pelibatan tokoh agama, masyarakat, serta lembaga sosial agar program kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Kota Binjai. Terhitung mulai sekarang, dia memberlakukan beberapa aturan baru di lingkungan Setdako Binjai.

Di antaranya pelaksanaan apel pagi setiap hari dan kewajiban menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB dengan sikap sempurna. Selain itu, aturan-aturan lain juga dalam proses penetapan, untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan di lingkungan Setdako Binjai.

Satu di antaranya adalah aturan parkir di wilayah Kantor Wali Kota Binjai. Chairin berharap, seluruh ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemko Binjai dapat melaksanakan peraturan tersebut dengan baik, guna meningkatkan kedisiplinan dan semangat kerja.

“Perubahan ini diharapkan mampu menumbuhkan kedisiplinan dan etos kerja yang lebih baik bagi kita semua,” pungkasnya. (ted/saz)

Kembangkan Sektor Perikanan, Pemkab Karo Tabur Benih Ikan

TABUR: Bupati Karo Antonius Ginting, saat menabur benih ikan di perairan umum. (Istimewa)
TABUR: Bupati Karo Antonius Ginting, saat menabur benih ikan di perairan umum. (Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, melaksanakan kegiatan restocking atau penebaran benih ikan nila di perairan umum Lau Mandin, Desa Tanjung Pamah, Kecamatan Mardingding, Kamis (30/10) lalu.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Karo Antonius Ginting. Dalam arahannya, Antonius menyampaikan, kegiatan restocking merupakan satu upaya pemerintah daerah untuk melestarikan keanekaragaman hayati ekosistem perairan umum, sekaligus meningkatkan stok populasi ikan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Melalui penebaran benih ikan ini, kami berharap dapat menjaga kelestarian sumber daya ikan, meningkatkan hasil tangkapan masyarakat, dan tentunya menambah kesejahteraan warga di sekitar perairan umum,” ungkap Antonius.

Penebaran benih ikan nila kali ini, dilakukan di dua lokasi perairan umum, yakni di Desa Tanjung Pamah, Kecamatan Mardingding, dan Desa Barusjahe, Kecamatan Barusjahe.

Khusus di Perairan Lau Mandin, Desa Tanjung Pamah, sebanyak 40.000 ekor benih ikan nila berukuran 5–8 centimeter ditebar di perairan sepanjang kurang lebih lima kilometer, dengan lebar sekitar 10 meter, dan kedalaman rata-rata dua meter.

Antonius juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, dengan tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan alat yang merusak ekosistem, seperti listrik, racun, maupun bahan peledak.

“Mari kita jaga bersama kelestarian perairan Lau Mandin ini. Agar manfaatnya bisa terus dirasakan untuk generasi mendatang,” imbaunya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sarjana Purba, Kepala Dinas PUTR Edward Pontianus Sinulingga, dan Plt Kepala Dinas Pertanian Michael Purba. Juga perwakilan Bappeda Litbang, serta sejumlah OPD terkait, Kapolsek dan Danramil Mardingding–Lau Baleng, Camat Mardingding dan Lau Baleng, para kepala desa se-Kecamatan Mardingding, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan restocking ini, diharapkan Kabupaten Karo dapat terus mendorong pengembangan perikanan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan produksi dan konsumsi ikan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. (deo/saz)

Event Sumut Vibes 2025, Warga Binaan Rutan Medan Unjuk Kreativitas

PAMERKAN: Karya warga binaan Rutan Medan yang dipamerkan di Museum Sumatera Utara, Jalan HM Joni, Medan. (Ist)
PAMERKAN: Karya warga binaan Rutan Medan yang dipamerkan di Museum Sumatera Utara, Jalan HM Joni, Medan. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di balik kokohnya tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, tangan-tangan terampil warga binaan menenun harapan baru. Harapan itu kini mereka bawa keluar, melintasi jeruji, dalam bentuk karya yang dipamerkan di ajang “Sumut Vibes 2025”, sebuah perayaan kreativitas dan ekonomi lokal yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara.

Berlokasi di Museum Negeri Sumatera Utara, Jalan HM Joni, Medan, event ini berlangsung setiap hari Sabtu sepanjang bulan November, tepatnya pada tanggal 1, 8, 15, dan 29 November 2025, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Tak sekadar ajang pameran, Sumut Vibes 2025 menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku UMKM, seniman, dan lembaga pembinaan yang menyalurkan energi kreatifnya untuk membangun wajah baru Sumatera Utara.

Dari stan sederhana milik Rutan Kelas I Medan, pengunjung bisa menemukan beragam karya yang dibuat oleh warga binaan, mulai dari roti rumahan yang lembut, kerajinan tangan penuh warna, hingga sandal, tas, dompet, dan aneka produk olahan pangan. Setiap karya terasa memiliki cerita tersendiri, yakni kisah perjuangan, penyesalan, sekaligus semangat untuk memperbaiki diri.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pembinaan di Rutan tidak hanya berfokus pada pembenahan perilaku, tetapi juga peningkatan keterampilan dan potensi ekonomi.

Partisipasi warga binaan dalam pameran ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan membuka peluang kerja sama dengan pelaku UMKM,” ujar Kepala Rutan Kelas I Medan Andi Surya, Senin (3/11).

Partisipasi Rutan Medan dalam Sumut Vibes 2025 bukan sekadar simbol keikutsertaan, melainkan bentuk nyata sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, Rutan ingin memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian warga binaan kepada masyarakat luas, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku UMKM dan komunitas kreatif di luar sana.

Menurut Andi, kegiatan seperti Sumut Vibes memiliki arti penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan. “Kami berharap, dengan melihat karya mereka, masyarakat bisa lebih menerima para mantan warga binaan. Bahwa di balik masa lalu mereka, masih ada potensi besar yang bisa dikembangkan,” ujarnya dengan nada optimistis.

Event Sumut Vibes 2025 sendiri menjadi magnet bagi masyarakat Medan dan sekitarnya. Di tengah deretan stan UMKM dan komunitas kreatif, produk-produk buatan warga binaan Rutan Medan berhasil mencuri perhatian pengunjung. Beberapa di antaranya bahkan langsung memesan produk untuk dijadikan oleh-oleh khas Medan dengan sentuhan “cerita dari balik jeruji.”

Semangat itu pula yang diusung oleh Rutan Medan, bahwa pembinaan bukan sekadar menahan, melainkan membina. Dan di balik pagar tinggi yang selama ini dikenal sebagai batas, kini tumbuh benih-benih kreativitas yang siap mekar di dunia luar. (man/ila)

Pesta Adat Batak Rodrick dan Anggita Sakral dan Meriah

MEDAN, SumutPos.co- Putra sulung Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Hendrik Halomoan Sitompul, Rodrick Menak Krissantono Sitompul telah resmi menikah dengan Anggita Michaell Tasya Br Sirait pada 10 Oktober 2025. Setelah menggelar acara pemberkatan di Gereja Katedral dan resepsi meriah di Jakarta, Rodrick dan Anggita menyempurnakan prosesi pernikahan mereka dengan menggelar pesta adat Batak yang sakral di Tiara Convention Hall, Jalan imam Bonjol Medan, Jumat (31/10/2025).

Acara pernikahan itu diadakan mengikuti rangkaian tradisi suku Batak. Doa pembukaan acara adat dipimpin Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung. Acara adat ini juga dihadiri puluhan Pastor dan Suster Keuskupan Agung Medan.

Rangkaian upacara pernikahan adat Batak ini bukan hanya sebagai ajang kemewahan, tetapi terkandung makna sangat berarti bagi kedua mempelai dan rumah tangga mereka ke depannya.

Tak kalah dengan acara resepsi yang digelar di Jakarta, para tamu penting dari kalangan pejabat daerah, politisi, hingga pengusaha hadir memberi ucapan dan doa. Ratusan papan bunga ucapan selamat dari pejabat pusat dan daerah, pengusaha, pribadi, dan lainnya kepada Rodrick dan Anggita, berbaris di sepanjang Jalan Imam Bonjol dan sekitarnya.

Beberapa dari pejabat yang hadir, terlihat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut DR Harli Siregar SH MHum, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Paula Henry Simatupang, sejumlah Direksi BUMN, Bupati, Anggota DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan.

Tamu yang hadir diperkirakan lebih dari 2 ribuan orang. Para tamu tak hanya memadati dalam gedung, tapi juga di sekitar gedung.

Di dalam gedung, para tamu undangan juga dihibur dengan musik Adat Batak serta Tarian Tor-tor yang juga dilakukan oleh keluarga. Tak hanya itu, penampilan Group Style Voice dari Jakarta dan artis Maria Calista, menambah meriahnya suasana pesta.

Maria Calista yang merupakan jebolan Mamamia season 2 dan pernah mengikuti ABU TV Song Festival di Korea, membawakan lagu-lagu daerah Batak dan berjoget bersama para tamu undangan.

Hendrik Sitompul mengaku bahagia atas pernikahan putra sulungnya ini. Politisi yang juga Founder PT Cahaya Andhika Tamara Group ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir. “Terima kasih atas kehadiran dan doa yang diberikan kepada anak saya. Semoga Tuhan senantiasa memberi kebahagiaan bagi kita semua,” pungkasnya. (adz)

Pewarta Polrestabes Medan Jalin Silaturahmi ke Yayasan Sosial Marga Ong

KUNJUNGAN: Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis SH, didampingi anggota Bardansyah, Darma, dan Novian saat berkunjung ke Yayasan Sosial Marga Ong (Raja) yang berlokasi di Jalan Bambu, Dusun 12 Limaumanis, Tanjungmorawa, Senin (3/11).
KUNJUNGAN: Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis SH, didampingi anggota Bardansyah, Darma, dan Novian saat berkunjung ke Yayasan Sosial Marga Ong (Raja) yang berlokasi di Jalan Bambu, Dusun 12 Limaumanis, Tanjungmorawa, Senin (3/11).

TANJUNGMORAWA, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi dengan mitra dan elemen masyarakat, Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan melaksanakan kunjungan ke Yayasan Sosial Marga Ong (Raja) yang berlokasi di Jalan Bambu, Dusun 12 Limaumanis, Tanjungmorawa, Senin (3/11).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis SH, didampingi anggota Bardansyah, Darma, dan Novian.

Rombongan Pewarta disambut hangat oleh pengurus Yayasan Sosial Marga Ong (Raja), Ong Chai yang akrab disapa Achai. Suasana penuh keakraban tampak dalam pertemuan itu, diwarnai dengan canda tawa dan semangat kebersamaan.

“Kami sangat senang atas kunjungan Pewarta Polrestabes Medan. Semoga hubungan baik ini terus terjalin dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Achai.

Sementara itu, Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairuman Lubis SH, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak yayasan.

“Terima kasih atas penerimaan yang luar biasa ini. Semoga silaturahmi ini membawa kebaikan dan memperkuat sinergi dalam kegiatan sosial ke depan,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pewarta Polrestabes Medan dalam memperkuat hubungan dengan mitra sosial dan komunitas di berbagai wilayah, sekaligus memperluas jangkauan kegiatan kemanusiaan dan kepedulian sosial.(azw)

Dasar Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Dinilai Langgar Hukum, Lukai Hati Rakyat, dan Gelapkan Penggalan Sejarah

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Masuknya nama Presiden ke-2 Republik Indonesia HM Soeharto dalam 40 nama yang diusulkan Kementerian Sosial ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan (GTK), untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional, memantik penolakan publik.

Aktivis ’98 Aswan Jaya menilai, usulan Soeharto menjadi Pahlawan Nasional bukan hanya menimbulkan kontroversi, tapi juga melanggar hukum, lukai hati rakyat, dan menggelapkan penggalan sejarah.

Aswan mengungkapkan,.Pasal 24 UU No 20 Tahun 2009 telah mengatur syarat seseorang memperoleh gelar Pahlawan Nasional, yakni WNI, berintegritas dan bermoral, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, tidak berkhianat terhadap bangsa dan negara, tidak pernah dipidana minimal lima tahun penjara.

Menurut Aswan, dalam hal tindak pidana korupsi mantan Presiden Soeharto, Mahkamah Agung (MA) melalui putusan Nomor 140 PK/Pdt/2005 telah menyatakan bahwa Yayasan Supersemar milik Soeharto melakukan perbuatan melawan hukum. “Mengacu pada undang-undang dan putusan Mahkamah Agung tersebut, Soeharto tidak layak mendapatkan gelar pahlawan nasional,” kata Aswan dalam siaran persnya kepada SumutPos.co, Senin (3/11/2025).

Dia juga menyebutkan, ada kemungkinan pertimbangan Kemensos dan Dewan Gelar yang dipimpin Menteri Kebudayaan Fadli Zon adalah pidato Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam Sidang Paripurna MPR periode 2019-2024 pada Rabu (25/9/2024), yang menyampaikan keputusan MPR bahwa proses hukum terhadap Soeharto sesuai Pasal 4 Tap MPR No XI/MPR/1998 telah dianggap selesai karena yang bersangkutan telah meninggal. “Pidato tersebut bukanlah produk hukum. Perlu diingat, sejak 2004, pasca amandemen konstitusi, MPR tidak lagi bisa mengeluarkan TAP MPR,” terangnya.

Aswan pun menegaskan, Ketetapan MPR Nomor XI Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme masih ada dan belum dicabut. “Pasal 4 Tap MPR tersebut berbunyi, upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapa pun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya, maupun pihak swasta/konglomerat, termasuk mantan Presiden Soeharto, dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan hak asasi manusia,” bebernya.

Politisi PDI Perjuangan Sumut ini juga menegaskan, urusan bangsa ini dengan mantan Presiden Soeharto sesungguhnya belum selesai. Upaya mencari celah hukum dengan penyelesaian yang dipaksakan hanya akan menimbulkan masalah baru bagi bangsa ini.

“Akan lebih baik Presiden Prabowo fokus mewujudkan asta cita, menciptakan kepastian hukum, memberantas korupsi, agar ekonomi bisa segera kembali tumbuh dan membawa manfaat bagi rakyat. Menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional hanya akan memicu protes masyarakat dan berpotensi mengganggu program-program mendesak pemerintahan yang dipimpinnya,” tegas Aswan lagi.

Disisi lain, Aswan juga mengungkapkan, naiknya Soeharto sebagai presiden pada tahun 1967, selanjutnya berkuasa selama 32 tahun, telah menjadi kontroversi sejarah yang menginterupsi jalannya demokrasi. “Untuk membuka kembali ruang demokrasi, ratusan dan bahkan ribuan pengorbanan rakyat dan mahasiswa telah dilakukan sepanjang Soeharto berkuasa hingga akhirnya era reformasi telah kita nikmati,” sebutnya.

Dimasa pemerintahan Soeharto pun yang disebut era Orde Bar, lanjut Aswan, juga telah menandai sebuah era yang penuh dengan kekerasan, pelanggaran HAM dan tentunya merajalelanya praktek KKN yang mengakibatkan negara ini terjerumus pada krisis ekonomi dan keuangan yang sangat parah hingga saat ini belum juga dapat teratasi.

“Dengan berbagai catatan sejarah tersebut, maka tidak pantas Suharto mendapat gelar pahlawan, gelar tersebut dipastikan telah mencoret sejarah kelam sebuah bangsa, melukai hati rakyat Indonesia dan melanggar kesepakatan hukum atas segala tindakan kekerasan dan penghilangan begitu banyak nyawa rakyat, pelanggaran hukum atas tuduhan KKN yang tidak juga terselesaikan oleh penegak hukum,” tegasnya.

“Bangsa dan rakyat Indonesia menghormati semua peran jasa pemimpin dan rakyatnya, tetapi bangsa ini juga harus tetap berdiri pada kejujuran sejarah dan berdiri di atas keadilan hukum,” pungkasnya. (adz)

Sumut Vibes 2025 Berlangsung Semarak, Wadah Kreativitas Anak Muda dan UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Sumatera Utara (Sumut) menggelar event Sumut Vibes 2025 di Museum Sumut, Jalan HM Joni, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (31/10) malam.

Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi anak muda serta peluang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan dihadiri sejumlah komunitas

Kegiatan diawali tari-tarian penyambutan dilanjutkan penampilan Opera Batak dibawakan Sanggar Deli Nusantara Jaya berjudul “Dengan Cinta dan Janji di Danau Toba” yang menceritakan asal usul terbentuknya Danau Toba namun disuguhkan dengan kekocakan para pemain. Sesekali melibatkan para penonton. Kepintaran para pelaku opera dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan penonton menjadi nilai positif.

Tawa memenuhi area pertunjukan, bahkan tak sedikit remaja dan anak-anak berinteraksi langsung dengan pemeran opera. Dari kisah ini, menyiratkan tentang pentingnya memegang sebuah janji, walaupun hanya hal kecil.

Menurut Kepala Dinas (Kadis) Budparekraf Sumut Yuda Pratiwi Setiawan, kegiatan ini sebagai wadah anak muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka serta ajang bagi pelaku ekonomi kreatif yang ada di Sumut untuk memperkenalkan produknya.

“Sumut Vibes kita gelar setiap Sabtu malam di sini, dan ini yang pertama,” sebut Yuda.

Dikatakan mantan Kadis Pariwisata Kota Medan ini, malam ini pihaknya menghadirkan tarian-tarian, teater dan musik. Ke depan, diharap semakin banyak anak muda kreatif dan pelaku UMKM yang ikut serta. Apalagi acara ini gratis dan terbuka untuk umum, siapapun bisa tampil dan berperan serta.

“Anak sekolah yang punya talenta juga bisa tampil menunjukkan kemampuannya di berbagai bidang. Ini ruang yang diciptakan Gubernur Sumut, Bapak Bobby Nasution bagi masyarakat agar bisa menampilkan dan mengembangkan karya-karya kreatifnya,” tutur Yuda.

Tak kalah pentingnya, sambung Yuda, Sumut Vibes 2025 diharap bisa menekan angka kriminalitas di kalangan anak muda. Seperti penyalahgunaan narkoba, begal dan lainnya.

Di Sumut Vibes 2025 ini, lanjut Yuda, mereka mengundang mengundang komunitas-komunitas baik itu komunitas Vespa, pejalan kaki dan sebagainya.

“Alhamdulillah gelaran pertama ini cukup lumayan ramai yang hadir, mudah-mudahan ke depannya sampai akhir tahun berjalan lancar tanpa kendala,” tutupnya.

Kehadiran perdana Sumut Vibes 2025 berlangsung semarak, ratusan pengunjung menikmati acara. Lokasi juga dihiasi bermacam makanan dan minuman. Pengunjung didominasi para remaja bahkan tak sedikit anak-anak yang datang bersama orangtuanya. (ila)