29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14320

Zulkifli Hasan Ajak Nanam Pohon

MEDAN-Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung gerakan penghijauan. Menurutnya, apabila gerakan ini berjalan seperti yang diharapkan, maka tak sampai 30 tahun Indonesia akan hijau kembali.

“Kita sekarang tidak mengizinkan lagi dilakukan penebangan hutan. Kita sekarang harus menanam dan terus menanam. Jika gerakan ini  didukung  semua pihak, saya yakin tak sampai 30 tahun Indonesia akan hijau kembali,” katanya saat menghadiri acara Apresiasi Medan Green and Clean 2011 di Tiara Convention Center Medan, Kamis (15/12).

Dikatakannya, Kementrian Kehutanan yang dipimpinnya saat ini tengah memprogramkan penghijauan di kawasan hulu sungai. Itu sebabnya dalam Hari Menanam Pohon Indonesia baru-baru ini, pihaknya bekerjasama dengan Pangdam I/BB untuk menamam pohon di hulu sungai.

“Anggaran kita sebagaian besar untuk Sumatera Utara, hulu sungainya harus kita  tanami kembali, mungkin kita lakukan secara bertahap. Memang tidak bisa setahun, pokoknya dalam 25 tahun ini, Indonesia harus hijau kembali,” tegasnya optimis.

Zulkifli Hasan juga memberikan sinyal kepada pemko/pemkab boleh mengolah jalur hijau sebagai objek wisata, asal tidak merusak keseimbangan ekosistem. Pengekelolan objek wisata di jalur hijau yang dilindungi oleh undang unsang berpotensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah daerah.
Menhut datang ke Medan dan Lubukpakam menghadiri kegiatan program menanam 60.000 pohon di Pantai Serambi Deli, Kecamatan Pantai Labu.  (btr/adl)

Empat Pramugari Transeksual Resmi Mengudara

BANGKOK-Maskapai penerbangan Thailand PC Air mengoperasikan penerbangan yang dilayani oleh empat pramugari transeksual, Kamis (15/12). Presiden Direktur PC Air Peter Chan berbicara kepada para wartawan di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, mengatakan PC Air dengan empat pramugari transeksual itu melayani rute Bangkok-Surat Thani.

Ini adalah penerbangan domestik pertama yang diawaki oleh empat pramugrari transeksual. Thailand dilaporkan sebagai salah satu negara dengan penduduk transeksual terbanyak di dunia dan para dokter bedah telah merintis teknik-teknik yang cepat dan lebih murah. Namun PC Air menekankan perusahaan tidak mengharuskan langkah tersebut.(bbc)

Pesta Miras Oplosan, 126 Tewas di India

KOLKATA-Minuman keras (miras) membawa banyak korban di India. Sedikitnya 126 orang tewas di Negara Bagian West Bengal, wilayah paling timur India, tewas akibat keracunan setelah minum miras oplosan kemarin (15/12).
Ratusan warga dari 12 desa di Distrik South 24 Parganas dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi miras tersebut. Tujuh orang sudah ditangkap dalam kasus di negara bagian yang bertetangga dengan Bangladesh itu.

Selain itu, sekitar 100 orang lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit. Ada kekhawatiran bahwa korban tewas akan bertambah.
Pasalnya, kasus kematian akibat keracunan setelah menenggak miras oplosan lazim terjadi di India. Pekan lalu, Negara Bagian Gujarat telah mengesahkan peraturan yang mengancam produsen dan penjual miras oplosan dengan hukuman mati.

Pemerintah Negara Bagian West Bengal telah memberi instruksi agar dilakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Menteri Besar (setingkat gubernur) West Bengal Mamata Banerjee mengumumkan pemberian kompensasi kepada keluarga korban.”Saya akan mengambil langkah tegas bagi mereka yang memproduksi dan menjual minuman ilegal tersebut,” ujarnya.

Warga yang menjadi korban miras oplosan mematikan tersebut, antara lain, berasal dari Sangrampur, Magrahat, Ushti, dan Mandirbazar. Penduduk desa meminum miras yang dioplos oleh penjual setempat pada Selasa malam (13/12) malam waktu setempat. Miras oplosan ilegal, yang dinamai desi daroo, dijual hanya 10 rupee (sekitar Rp 1.750). Kebanyakan minuman ini dikonsumsi warga miskin atau pekerja harian.

Meski banyak yang jatuh sakit, sebagian memilih tetap tinggal di rumah. Sebab, mereka khawatir akan mendapat perlakuan keras dari polisi dan dijebloskan ke penjara. Akibatnya, banyak yang meninggal karena tidak mendapat perawatan yang memadai di rumah sakit.  Keesokan harinya, Rabu (14/12), banyak warga desa, termasuk dua anak-anak, dilarikan ke rumah sakit di dekat Kota Kolkata dengan gejala keracunan miras.

Menteri Urusan Pemerintahan Shyamal Mandal mengatakan bahwa saat ini sekitar 70 orang kritis. Melihat kondisi yang memburuk, otoritas setempat mengirimkan obat-obatan dan dokter ke Rumah Sakit Diamond Harbour di Distrik South 24 Parganas.(bbc/ap/cak/dwi/jpnn)

Negara di Eropa Akui Kemerdekaan Palestina

Reykjavik- Islandia akan menjadi negara Barat pertama yang mengakui kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara. Keputusan itu disahkan kemarin (15/12) oleh Menteri Luar Negeri Islandia, Ossur Skarphedinsson. Rabu (14/12) lalu, Skarphedinsson mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Malki, yang sedang melakukan lawatan tiga hari ke Islandia. Diberitakan harian Der Standard, Islandia menyatakan mendukung Palestina untuk mendapatkan keanggotaan penuh PBB.

Dua pekan lalu, parlemen Islandia telah memberi lampu hijau untuk mengadakan hubungan diplomatik dengan negara Palestina. Dengan ini, Islandia akan menjadi negara Eropa sekaligus negara Barat pertama yang mengakui kemerdekaan Palestina.

Selama ini, status Palestina sebagai sebuah negara diakui oleh ratusan negara di dunia, kecuali Amerika Serikat dan kebanyakan negara Barat. Pengakuan yang sama juga masih dicari pemerintahan Mahmoud Abbas dari negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania sejak Uni Soviet bubar pada 1991.

Saat ini, Palestina masih berjuang memperoleh pengakuan dari PBB. Pada Selasa lalu, negara yang lama berperang dengan israel ini resmi menjadi anggota UNESCO. (kd/bbs/jpnn)

Eks Presiden Prancis Terbukti Korupsi

PARIS-Bertambah lagi pejabat tinggi Prancis yang terlibat skandal korupsi dan kemudian divonis. Menyusul Menteri Luar Negeri (Menlu) Alain Juppe, mantan Presiden Prancis Jacques Chirac juga dinyatakan terbukti bersalah dalam persidangan di Pengadilan Paris kemarin (15/12). Chirac memang tidak perlu menjalani hukuman di penjara karena hakim menjatuhkan hukuman percobaan dua tahun kepada tokoh 79 tahun itu.

Chirac bersalah karena menyalahgunakan jabatan dan merekayasa anggaran ketika menjabat wali kota Paris pada 1990-1995. Dalam sidang dengan agenda pembacaan vonis kemarin, Chirac memang tidak hadir. Hanya putri angkat Chirac, Anh Dao Traxel, bersama tim pengacaranya yang datang untuk mendengar putusan hakim.

Pengadilan mengizinkan Chirac absen karena masalah kesehatan yang memburuk. Menurut dokter yang merawatnya, Chirac menderita penyakit kehilangan ingatan yang akut.(afp/ap/hep/dwi/jpnn)

Anwar Ibrahim Segera Divonis

KUALA LUMPUR- Pengadilan dugaan sodomi jilid dua yang menimpa Anwar Ibrahim akhirnya akan segera rampung. Pengadilan Kuala Lumpur mengumumkan akan membacakan vonis pada 9 Januari tahun depan. Seperti dilansir dari kantor berita Bernama, Kamis 15 Desember 2011, hakim pengadilan tinggi Kuala Lumpur Mohamad Zabidin Mohd Diah mengumumkan tanggal vonis setelah pengacara Anwar mengakhiri pembelaannya.

Anwar dalam pengadilan tersebut tetap mempertahankan argumennya sejak awal pengadilan dimulai Agustus 2008 lalu bahwa dia tidak bersalah. Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap mantan ajudannya, Saiful Bukhari Azlan, 26, di sebuah kondominium di daerah Damansara pada 26 Juni 2008.

Jika pengadilan memvonisnya bersalah, maka dia diancam hukuman penjara hingga 20 tahun dan cambuk. Ini adalah kali kedua Anwar dituduh melakukan sodomi. Sebelumnya pada 2000, dia divonis sembilan tahun penjara karena terbukti bersalah telah menyodomi sopirnya, Azizan Abu Bakar. Namun, empat tahun kemudian, pengadilan menganulir hukumannya.

Sebelumnya Selasa lalu, jaksa penuntut Yusof Zainal Abiden yakin Anwar akan dihukum berat. Dia mengatakan bahwa pembelaan Anwar hanyalah penyangkalan bahwa dia tidak melakukan sodomi. Dalam pembelaannya tersebut, Anwar tidak membantah ataupun membenarkan bukti-bukti bahwa dia berada di  TKP saat peristiwa berlangsung.
“Gagalnya terdakwa untuk membantah atau berargumen terhadap bukti yang disajikan sama saja mengakui kebenaran dari bukti tersebut,” kata Abiden.

Salah satu bukti yang sangat memberatkannya, kata Abiden, adalah sperma Anwar di tubuh Saiful. Baik Anwar maupun pengacaranya tidak dapat menjelaskan hal ini. “Temuan sperma tidak diperdebatkan oleh terdakwa,” kata Yusof.

Anwar dengan tegas membantah semua tuduhan kepadanya. Dia mengatakan bahwa tuduhan sodomi yang dialamatkan kepadanya persis seperti kasus sodomi sebelumnya. Pemimpin oposisi Malaysia ini mengatakan bahwa kasus ini adalah cara kotor pemimpin Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak, untuk menjatuhkan nama dan karirnya di bidang politik. (eh/bbs/jpnn)

Razia Anak Punk Jadi Sorotan Dunia

Aparat Sewenang-wenang, Dianggap Melanggar HAM

Tak boleh ada anak punk di Aceh. Para punker berambut mohawk dicukur paksa, tindikan dicopot. Tak hanya itu, mereka juga harus menjalani pelatihan militer.

Penertiban anak punk itu bermula dari penertiban konser musik di Taman Budaya Banda Aceh yang ditengarai tak mengantongi izin, akhir pekan lalu. Dari situlah terjaring sebanyak 65 anak punk yang berasal dari Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Tamiang, Takengon, Sumatera Utara, Lampung, Palembang, Jambi, Batam, Riau, Sumatera Barat, Jakarta dan Jawa Barat.

Razia dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Kepolisian Aceh. Para punker lalu dibina di Aceh di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Seulawah. Pembinaan selama 10 hari itu bertujuan untuk mengubah gaya hidup dan penampilan anak punk yang dinilai bertentangan dengan norma dan mengganggu penerapan syariat Islam di kota Banda Aceh.

Pembinaan itu mendapat reaksi dari kalangan aktivis sipil di Aceh. Penangkapan anak punk dinilai cacat hukum dan dianggap over-reaktif.

“Atas dasar apa mereka ditahan dan dibina dengan cara-cara militer, kenapa tidak di panti sosial atau lembaga lain saja. Konstitusi kita menjamin kebebasan berekspresi sejauh tidak melanggar aturan yang ada,” kata Koordinator Komisi orang hilang dan tindak kekerasan (Kontras) Aceh, Hendra Fadli, Kamis 15 Desember 2011.

Hendra menyebutkan, jika memang dalam konser itu terdapat beberapa anak punk yang melanggar hukum, maka hanya beberapa saja yang ditahan. Pembinaan dengan dalih syariat sama sekali tak mendasar.

“Kalau memang terbukti ada yang melanggar hukum seperti menggunakan narkoba atau melanggar hukum syariat, maka harusnya hanya individunya saja  yang ditangkap bukan semuanya,” ujarnya.

Kontras bersama lembaga lainnya akan melakukan upaya advokasi terhadap anak punk yang ditangkap itu. Dia juga mendesak Komnas Perlindungan Anak untuk menginvestigasi kasus penangkapan ini.

“Komnas Perlindungan Anak harus menyelidiki apakah ada anak di bawah umur yang ditahan dan dididik dengan cara militer seperti itu. Karena itu melanggar hak anak,” katanya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, penertiban anak punk itu karena mereka dinilai meresahkan dan mempengaruhi generasi muda di Banda Aceh untuk mengikuti gaya hidup mereka.
“Ini untuk meminimalisasi ajaran sesat dan perilaku yang menyimpang dari norma dan agama. Jika kita biarkan, perilaku mereka akan mempengaruhi generasi muda Aceh,” katanya.

Razia anak punk juga jadi perhatian dunia. Sejumlah media massa internasional, Daily Mail, Washington Post, Strait Times memberitakan kejadian tersebut. (net/jpnn)

Kapolda: Itu Bukan Melanggar HAM

PEMERINTAH Daerah Kota Banda Aceh dan polisi menilai keberadaan anak punk sangat meresahkan masyarakat. Ini bisa dibuktikan pada saat punker mengadakan konser di Taman Budaya, Banda Aceh, mereka mengatasnamakan organisasi lain mengelabui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh untuk mendapatkan izin konser. Mereka juga melakukan pemalsuan surat.

Saat konser diadakan, pihak polisi melakukan razia kemudian menangkap mereka bersama beberapa barang bukti, narkoba, dan minuman keras. “Tindakan mereka sangat bertentangan dengan aturan syariat Islam di Aceh,” ujarnya.
Kapolda NAD, Irjen Pol Iskandar Hasan juga mengakui keberadaan anak-anak punk di Aceh memang sangat meresahkan masyarakat. Mereka ditangkap karena dinilai telah menyimpang dari moral-moral yang dianut masyarakat Aceh yang kental nuansa keagamaan. “Kita ingin mengembalikan mental mereka, kita bina di SPN Seulawah,” beber Iskandar.

Di Sekolah Polisi , semua anak-anak punk digunduli rambutnya dan ditempa mental. “Ini untuk kepentingan mereka dan ini bukanlah melanggar HAM,” tandas mantan Dir Reskrim Polda Sumut ini.

Sementara itu, Direktur LBH Banda Aceh Hospi Novizal Sabri mengatakan akan mendampingi anak punk yang ditangkap polisi. Menurutnya, LBH sejauh ini belum mendapat laporan maupun pengaduan dari komunitas punk di Aceh. “Kami tidak setuju dengan penangkapan itu,” katanya.

Alasan ketidaksetujuan LBH didasarkan pada penilaian kesalahan apa sebenarnya yang dilakukan oleh anak-anak punk itu. “Kalau buat acara tak ada izin, acara dibubarkan, bukan ditangkap. Kalau ada narkoba dalam acara itu, yang ditangkap person, bukan secara komunal,” ujar Hospi.

LBH akan mempertanyakan sikap kepolisian melakukan penangkapan dan pembinaan terhadap anak-anak punk di Aceh. “Kita baru akan melakukan koordinasi dengan polisi terkait hal tersebut,” ujarnya.(net/jpnn)

 

Dua Anggota Polres Binjai Positif Pakai Narkoba

Tahan Ricuh Akibat tak Diberi Makan 5 Jam

BINJAI- Setelah mencuatnya aksi kericuhan tahanan di Mapolres Binjai, akhirnya Kapolres angkat bicara terkait sederatan aksi yang muncul itu. Mulai dari baju tahanan bau kencing hingga terungkapnya dua anggota polisi positif mengkonsumsi narkoba.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon di halaman Mapolres Binjai, Kamis (15/12) menunjukkan sejumlah barang bukti yang disebut bau kencing, seperti pakaian para tahanan, makanan, dan surat yasin yang diduga telah dikencingi petugas penjaga rumah tahanan seperti yang diberitakan sebelumnya.

Di depan para wartawan Musa Tampubolon juga menghadirkan seorang tahanan pemilik surat yasin dan lobe, Agus. Musa mencecar pertanyaan kepada Agus terkait surat yasin yang sebelumnya dikabarkan dikencingi anggotanya. Agus yang memegang surat yasin dan lobe miliknya itu mengakui, kalau surat yasin dan lobenya itu tidak dikencingi. “Surat yasin dan lobe saya tidak dikencingi. Hanya pakaian saya yang bau kencing. Tapi, saya tidak tahu siapa yang telah mengencinginya. Soalnya, begitu saya ambil, pakaian saya itu sudah bau kencing,” katanya sembari mencium buku yasin dan lobenya.

Dalam kesempatan itu Musa Tampubolon juga mempersilahkan wartawan mencium surat yasin dan lobe serta nasi yang sebelumnya dikatakan dikencingi oleh anggotanya. “Kalau rekan-rekan ingin kepastian, silahkan cium buku yasin dan lobe itu. Sebenarnya tidak benar kalau surat yasin dan lobe itu dikencingi. Hanya saja, pakaian mereka yang bau kencing, tapi tidak tahu siapa yang mengencingi,” kata Musa.

Terkait kericuhan tahanan, Musa membeberkan keributan itu hanya karena petugas penjaga rumah tahanan tidak memberi makanan terhadap para tahanan sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, dengan mengurung para tahanan di tiga kamar dengan kondisi pintu terkunci yang dilakukan oleh anggotanya yakni, Brigadir Sat Samapta, Jhoni Maratua Sitorus.

“Setelah saya periksa persoalan tersebut, ternyata dua orang anggota saya yang menjaga rumah tahanan itu, positif pemakai narkoba. Keduanya yakni Jhoni Maratua Sitorus dan Zulkarnain. Setelah diperiksa positif pemakai narkoba, kini keduanya sudah diserahkan ke Propam Polres Binjai. Saya minta kedua anggota itu dihukum seberat-sebaratnya, sesuai UU yang berlaku. Yang jelas, masalah hukuman saya serahkan ke Propam. Begitu pun, saya nantinya yang akan mengajukan hukuman yang pantas bagi keduanya. Tapi, keputusan tetap di Propam,” ucapnya.

Sebelum aksi kerusuhan, sebenarnya telah beredar seleberan dari Polres Binjai yang diberikan kepada wartawan. Selebaran itu berisi tentang keributan para tahanan di rumah tahanan. Dalam selebaran itu menjelaskan berawal saat Jhoni Martua Sitorus, menyuruh kepala kamar Setia Sitepu, menghubungi penjaga kantin untuk memesan makanan. Kemudian, kepala kamar menemui Mangatur Sitanggang, untuk meminjam Handphone (Hp) miliknya agar dapat memesan makanan.

Tapi, setelah Hp dipinjam langsung dipegang Jhoni Martua Sitorus untuk mendengarkan lagu. Hingga akhirnya Hp tersebut tidak dikembalikan oleh Jhoni Martua Sitorus, lalu pemiliknya meminta Hp-nya agar dikembalikan. Tapi, Jhoni tidak mengembalikan Hp bahkan Jhoni malah meminta uang kordinasi kepada kepala kamar di rumah tahanan tersebut.

Selanjutnya, kepala kamar mengumpulkan uang dan menyerahkan uang sekitar Rp50 ribu kepada Jhoni Martua Sitorus. Setelah menyerahkan uang tersebut kepada Jhoni, para tahanan kemudian disuruh mengumpulkan pakaian. Lalu para tahanan dimasukan ke dalam tiga sel dan tidak diberi makan dari pukul 11.00 WIB hinga pukul 16.00 WIB.
Aksi mengeluarkan tahanan oleh Jhon diketahui Zulkarnaen yang juga petugas di Polres Binjai, saat itulah terjadi keributan antara penjaga dan para tahanan. Selanjtnya, kedua penjaga tersebut diamankan pihak Propam untuk dilakukan pemeriksaan. Sehingga diketahui, keduanya positif pemakai narkoba. (dan)

Diskouperindag Gelar Razia Cukai Ilegal

TEBING TINGGI- Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) Kota Tebing Tinggi bersama Kantor Direktorat Bea dan Cukai Kuala Tanjung menggelar razia pengawasan dan sosialisasi cukai rokok serta pemberantasan barang kena cukai (BKC) ilegal ke sejumlah gudang grosir dan sejumlah toko di Tebing Tinggi, Kamis (15/12).

Sejumlah gudang grosir penyalur rokok dan minuman keras yang dikunjungi Tim Sosialisasi Lapangan dalam rangka mengantisipasi peredaraan cukai rokok palsu dan minuman keras (miras) oplosan menjelang Tahun Baru itu antara lain, UD Selatan Jaya dan Toko Mujur di Jalan Thamrin serta Toko Grosir Pada Suka di kawasan Pasar Gambir Jalan Iskandar Muda Kota Tebing Tinggi.

“Kami belum menemukan adanya peredaran kertas cukai ilegal, baik pada jenis rokok maupun minuman keras yang beredar, tapi Bea dan Cukai tetap melakukan pengawasan di lapangan,” ujar Kasi Penindakan dan Penyidikan Direktorat Bea Cukai, A Rahman.

Di tempat yang sama, Kabid Perdagangan Diskopperindag Tebing Tinggi Ir Iboy Hutapea mengatakan, sosialisasi cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi beredarnya rokok dan minuman keras yang menggunakan kertas cukai palsu. (mag-3)

Sambut Tahun Baru, Stok Beras 3 Kabupaten Aman

KARO- Menjelang Natal dan Tahun Baru 2012 stok beras di tiga Kabupaten, seperti Karo, Dairi dan Pakpak Bharat dipastikan aman.  Bahkan untuk mengantisipasi gejolak harga di pasaran, pihak Kantor Seksi Logistik  (Kansilog) Perum Bulog Kabanjahe, siap menggelar operasi pasar (OP).

“Saat ini cadangan beras di gudang sebanyak 1.100 ton. Dalam perjalanan 700 ton. Total seluruhnya 1.800 ton. Jumlah itu dapat menjamin tak terjadinya gejolak harga dan kekurangan pangan di tiga kabupaten. Masyarkat tak perlu khawatir,” ujar Kepala Kansilog Perum Bulog Kabanjahe, Lukman P Silitonga SH, kepada Sumut Pos, Kamis (15/12).
Walau dia menjamin, tapi Lukman menyatakan tak menampik akan menggelar OP, jika terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan di lapangan, akibat adanya spekulan dari pedagang nakal. Dalam gelar operasi pasar, pihaknya  akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten  setempat, di mana terjadi harga yang melambung.

Sementara, terkait alokasi Raskin, Lukman menjelaskan, pihaknya telah mengalokasikan raskin ke-12 kepada rumah tangga penerima mafaat, melalui  pemerintah kabupaten   masing-masing. Sedangkan Raskin ke-13, Kansilog Perum Bulog Kabanjahe, saat ini masih menunggu petunjuk atasan.

Kabid Humas Pemkab Karo, Jhonson Tarigan menjelaskan Pemkab Karo telah menurunkan tim ke lapangan untuk meninjau perkembangan harga pasar khususnya sembako jelang Natal dan Tahun Baru. (wan)