31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14323

Pengprov PSSI Jadi Rebutan

JAKARTA – Entah apa jadinya dengan masa depan sepakbola Indonesia. Kubu-kubu yang berkepentingan sepertinya tidak punya niat baik untuk menyelesaikan persoalan yang ada dengan duduk bersama untuk mencari jalan terbaik.
Dari kubu PSSI, dikabarkan mereka mengundang jajaran Pengprov PSSI di seluruh Indonesia untuk menghadiri pertemuan pengprov di Hotel Grand Candi, Semarang. Dalam undangan via SMS yang tersebar ke media itu, undangan check in tanggal 16 Desember (hari ini ) jam 13.00 WIB dan check out pada 18 Desember jam 12.00. Tertulis yang menyebarkan undangan adalah Hadiyandra, deputy Sekjen PSSI bidang organisasi.

Tak mau kalah dengan PSSI, kubu yang berseberangan yang membentuk Forum Pengprov PSSI (FPP) akan menggelar Rapat Akbar Sepak Bola Nasional. Agenda itu akan digelar di Jakarta pada 18 Desember (Minggu) malam lusa.
Rencananya rapat akbar ini akan mengundang seluruh anggota PSSI dari mulai 33 Pengprov, klub ISL hingga klub dari Divisi III yang jumlahnya sekitar 600 anggota. Dalam rapat akbar itu FPP juga akan mengundang seluruh pengurus PSSI.

“Gerakan ini didasari atas keprihatinan kami anggota PSSI atas apa yang terjadi dengan persepakbolaan kita hari ini. Kita ingin membawa PSSI ke jalan yang benar,” kata Dwi Irianto, ketua FPP.

Meski PSSI juga berusaha memobilisasi anggotanya FPP yakin rapat akbar lusa akan dihadiri lebih dari 2/3 anggota PSSI. Agar agenda ini tidak dituding sebagai gerakan tidak jelas FPP mensyaratakan, seperti halnya kongres, tiap anggota (klub/pengprov) yang hadir wajib membawa surat mandat yang ditandatangani Ketum dan Sekum.

FPP memaparkan jika PSSI banyak melakukan pelanggaran terhadap statutanya sendiri. Antara lain Ketum dan komite kompetisi yang dengan seenaknya sendiri menetapkan jumlah peserta kompetisi dan memberikan tiket cuma-cuma kepada beberapa klub dengan alasan yang mengada-ada.

Sudah bisa ditebak, dalam rapat akbar nanti muaranya adalah penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang selama ini didengungkan banyak pihak. FPP juga menyatakan bisa jadi dalam rapat akbar nanti terbentuk presidium yang akan menggantikan pengurus yang sekarang.

Sementara itu, pengurus PSSI yang sebelumnya tenang-tenang saja langsung kebakaran jenggot dengan adanya gerakan ini. Mereka langsung mengeluarkan surat edaran bernomor 2497/UDN/1329/XII-2011 yang menegaskan bahwa pertemuan yang digagas FPP itu bukan digelar oleh PSSI.

“Untuk itu, segala proses dan hasil pertemuan tersebut berada di luar tanggung jawab PSSI, dan diminta agar saudara (Anggota PSSI) untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut,” tulis sebagaian isi surat tersebut.

Juru bicara PSSI Eddy Elison juga menyebutkan bahwa pihaknya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi jika dalam pertemuan tersebut ada upaya melanggar Statuta PSSI.

“Kalau ada upaya pelanggaran terhadap statuta, PSSI tidak segan-segan untuk mengeluarkan sanksi bagi mereka yang berupaya melanggar,” tegasnya dalam pertemuan dengan beberapa wartawan di kantor PSSI, kemarin (15/12).
Sementara itu, bagian Legal PSSI Finanta Rudi juga menyinggung tentang gerakan perlawanan dari beberapa Pengprov. Menurut dia, konflik yang sekarang muncul harusnya diselesaikan melalui lembaga arbitrase.

“Statuta berkata demikian. Jika khawatir lembaga bentukan arbitrase PSSI memihak, maka bisa melalui lembaga arbitrase milik pemerintah seperti BAORI atau BAKI milik KOI,” katanya dalam pertemuan tersebut.

Pihaknya juga legawa seandainya ada keinginan untuk menggelar kongres luar biasa (KLB). Namun, lanjut Rudi, harus sesuai dengan statuta, yakni disepakati oleh 2/3 anggota yang mengajukan surat ke permohonan KLB ke PSSI dan harus ditandatangani ketua atau sekretaris dari masing-masing anggota. (aam/ali/jpnn)

Rahmad Darmawan Tunggu Jawaban PSSI

JAKARTA-Rahmad Darmawan telah mantap menyatakan mundur dari posisinya sebagai pelatih timnas U-23. Namun, kemantapan itu ternyata sampai saat ini masih belum mendapatkan respon dari induk Sepak bola tanah air, PSSI.

“Sampai sekarang PSSI belum memberikan tanggapan. Saya juga belum mendapatkan surat jika seandainya dipanggil untuk memberikan penjelasan,” katanya dalam acara pertemuan dengan para awak media di Jakarta, kemarin (15/12).
Dia berharap surat yang telah diajukan dan akan mulai dijalankan per 13 januari 2012 segera ditanggapi oleh PSSI karena dia tidak ingin ada lagi yang mengganjal di hatinya. Rahmad meminta agar keputusan yang telah diambilnya dihargai dan segera dikabulkan.

“Saya minta tolong hargai langkah sesuai pikiran saya yang telah saya ambil ini,” tambah pelatih asal Lampung tersebut.

Dengan langkah tersebut, Rahmad juga tidak khawatir dengan konsekuensi yang  harus didapatnya karena mengundurkan diri dari timnas. Sebab, permasalahan teknis tersebut sudah dijelaskan dalam kontrak kerjanya. “Ini adalah masalah yang teknis dan pasti akan saya bicarakan dengan PSSI untuk selanjutnya seperti apa,” tandasnya.
Selanjutnya, Rahmad telah menyiapkan langkah untuk segera dapat terbang ke benua Amerika untuk menjalani kursus kepelatihan disana. Dia mengaku ingin mendalami ilmu kelepatihan lagi sehingga bisa semakin matang  dalam menangani sebuah tim ke depan.

Benua Amerika dipilih karena menyesuaikan dengan jadwal off season atau libur kompetisi disana. Menurut Rahmad, jika mengejar untuk menjalani kursus kepalatihan di Eropa, untuk saat ini tidak mungkin karena kompetisi masih diputar.

“Kalau di Benua Amerika,  sepertinya lagi off season. Saya juga bisa ke Amerika Serikat (AS) yang memang sedang libur,”  terangnya.

Sementara itu, penanggung jawab timnas Bob Hippy langsung memberikan tanggapan perihal keinginan Rahmad untuk segera mendapat jawaban PSSI tentang pengunduran diri sebagai pelatih.

“Kalau mau mundur bagaimana lagi. Tapi, timnas ke depan tetap harus jalan terus. Masa gara-gara satu orang ini saja mau kiamat, itu bukan organisasi namanya,” ujarnya. (aam/jpnn)

DPC Demokrat Medan Rayakan Natal

MEDAN-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kota Medan akan menyelenggarakan Perayaan Natal di Tiara Convention Center, Medan, Jumat (16/12) sekira pukul 16.30 WIB.

“Perayaan Natal ini mengambil thema : Anak Manusia Datang Bukan untuk Dilayani, Melainkan untuk Melayani (Matius 20:28a). Subthemanya : Dengan Semangat Natal, Partai Demokrat Medan Lahir dan Bangkit Kembali untuk memberikan yang Terbaik Bagi Masyarakat dan Pembangunan Kota Medan”, kata Ketua Panitia Perayaan Natal Ir. Roni Sibuea, M. Pd didampingi Pelindung/Pjs Sek DPC PD Medan Ir. Bangun Tampubolon, MS, Ridwan Nainggolan, A.Md, Lesmana Sibero, SH dan Dani Aswandi di Medan, Kamis (15/12).

Menurut Roni, Perayaan Natal dihadiri 21 DPAC Partai Demokrat se Kota Medan, simpatisan dan paduan suara dari gereja-gereja. “Pada Perayaan Natal nanti akan memberikan sambutan antara lain Drs. H. Soetan Batoegana, MM, Ir. Bangun Tampubolon, Walikota Medan Drs. H. Rahudman Harahap, MM, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut dan Ketua Panitia Natal”, ujarnya.

Sedangkan pengkhotbah pada Perayaan Natal itu, lanjutnya, Pdt. Ennida Girsang, M. Th, Sekum Majelis Pengurus Harian (MPH) PGI Wilayah Sumatera Utara dan Pdt Megauli Aritonang, M. Th. “Acara Perayaan Natal ini juga diisi kebaktian atau ibadah dan sumbangan tali kasih ke beberapa panti asuhan di Medan”, ungkapnya yang juga didampingi Ir. Parlaungan Simangunsong, Drs. Herri Zulkarnaen Hutajulu, ST Gotlieb Aruan, ST dan Frans Simanungkalit. (*/omi)

Horas Black Horse Kalahkan Mikroskil

MEDAN-Hari kedua turnamen catur Piala Wali Kota Medan yang berlangsung di Aula Universitas Amir Hamzah Jalan William Iskandar- Medan Estate, melahirkan kejutan, setelah pecatur klub Horas Black Horse asal Kota Pematang Siantar menunjukkan kebolehannya.

“Kami salut dengan penampilan pecatur dari Kota Pematang Siantar. Kemampuan yang mereka mengalahkan tim catur Mikroskil benar-benar mencengangkan,” tutur Syaharuddin Noor NM, Ketua Panitia kepada Sumut Pos, Jumat (15/12).
Memang saat berlaga di nomor beregu klub Horas Black Horse tampil mengejutkan saat menghadapi Mikroskil. Meski pada game pertama pecatur Horas Black Horse Marudut Sinaga tak mampu mengimbangi permainan Pitra Andhika, namun pada dua partai berikutnya justru pecatur  Horas Black Horse yang mengalahkan lawan-lawannya.

Pada game kedua Tumpak Sianipar mengalahkan Carles Marpaung, selanjutnya Marzuki Tarigan mengalahkan Johan Goliong guna memastikan Horas Black Horse menang 2-1 atas tim favorit Mikroskil.

Dengan hasil itu maka pada pertandingan hari ini (16/12) Horas Black Horse akan menghadapi klub catur Medan Petisah. Selanjutnya Bintang Cemerlang menghadapi Mikroskil, sedang Kharisma berhadapan dengan Rencong Aceh.
Pada pertandingan lainnya Tiga Sekawan berhadapan dengan Jenius, Panca Prima menghadapi Glugur Hong, Aksara melawan Percasi Langkat, sedang Aswizu mencoba Merak Jingga dan Methosit-2 menjajal Julu Chess Club. (mag-10)

Tiga Petenis Sumut Lolos PON XVIII

MEDAN-Tiga petenis putra Sumatera Utara dipastikan lolos berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Pekanbaru Riau. Itu setelah ketiganya menemperoleh peringkat oleh Pelti ditetapkan sebagai syarat mutlak untuk dapat berlaga pada PON XVIII nanti.

Tiga petenis Sumut yang oleh PB Pelti dinyatakan lolos PON adalah yakni Habibi Sihotang, Muhammad Ihsan Ikmal, dan Alfonso R Bangun.

Wakil Sekretaris Pengprov Pelti Sumut Azmi A Majid di mengungkapkan hal tersebut di Medan, Kamis (15/12). Diterangkannya bahwa poin yang dikumpulkan para petenis Sumut tadi bukan hanya di dapat dari hasil Kejurnas semata, tapi lebih dari itu, PB Pelti juga mengakui raihan poin yang dihasilkan lewat sejumlah turnamen yang diakui PB Pelti.
Sebelumnya tiga petenis Sumut tadi sempat berlaga pada turnamen tenis Piala Gubernur Kepri 11-18 September 2011, turnamen Men Future Seri I Palembang 3-9 Oktober 2011 dan Nusa Dua Open Bali 10-17 Oktober 2011.

“Selain Sumut, beberapa petenis dari daerah lainpun mampu lolos ke PON lewat even ini. Sebut saja beberapa daerah seperti Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat,” urai Azmi.

Terkait kesiapan petenis Sumut menatap PON XVIII nanti, Azmi menerangkan bahwa saat ini seluruh atlet terus digenjot di Lapangan Tenis PLN Medan.

“Mereka juga terus diikutsertakan pada setiap turnamen yang direkomendasi oleh PB Pelti. Ini penting sebagai bahan evaluasi pelatih terkait perkembangan atlet binaannya,” bilang Azmi lagi.

Walau begitu, Azmi menuturkan bahwa pada PON X VIII nanti pihaknya belum berani memasang target tinggi-tinggi. Ini karena lawan-lawan yang akan dihadapi diperkuat sejumlah atlet nasional.

“Semoga saja petenis kita mampu melahirkan kejutan dan memberi kontribusi maksimal terhadap raihan medali kontingen Sumut,” pungkas Azmi. (omi)

Pengemudi Taksi Express Medan Terima Kunci

MEDAN- PT Express Transindo Utama (Express Group) menyerahkan kunci dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKP) perdana kepada seorang pengemudi taksi Express Medan yang selama ini mengoperasikan kendaraan tersebut sebagai armada taksi Express.

Penyerahan kunci dan BPKB kepada pengemudi ini bukti bahwa pengemudi taksi Express tersebut telah menjalankan Program Kemitraan yang dilakukan oleh Express Group sejak 1997. Hasil dari jerih payah para pengemudi tersebut berbuah manis dengan memiliki satu unit kendaraan yang mereka operasikan selama 5 tahun.

Penyerahan kunci dan BPKB kepada para pengemudi taksi Express berlangsung pada (8/12) lalu  di Kantor Cabang Express Group Medan, Jalan Graha Niaga I Blok A 3. Pada seremoni ini hadir Direktur Operasional Express Group Herwan Gozali dan Senior Manajer Operasi Zona 1 Express Group Sutiarto beserta staf dan perwakilan dari pengemudi.
Penyerahan perdana kunci dan BPKB sendiri dilakukan oleh Direktur Operasional Express Group Herwan Gozali kepada Ferdinand Sinaga yang telah mengikuti Program Kemitraan Express Group sejak 2006 sampai 2011.

Direktur Operasional Express Group, Herwan Gozali mengatakan, penyerahan kunci dan BPKB ini membuktikan bahwa Express Group tetap komitmen terhadap Program Kemitraan, yaitu program yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan tingkat perekonomian para mitranya. “Hal ini juga merupakan bukti bahwa Program Kemitraan Express Group tetap eksis dan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat. Diharapkan lebih banyak masyarakat yang bergabung dengan Program Kemitraan Express Group untuk membantu perekonomian mereka,” ujarnya.

Program Kemitraan Express Group sampai saat ini telah memiliki mitra lebih dari 12.000 pengemudi. Program Kemitraan diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UN Global Compact (Inisiatif kebijakan strategis oleh PBB bagi dunia usaha yang berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan operasi serta strateginya agar sejalan dengan 10 prinsip universal tentang hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan dan anti-korupsi) sebagai upaya yang berhasil didalam turut memerangi kemiskinan.

“Sejak awal, Express Group menyadari operasi perusahaan tak hanya memperoleh  keuntungan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan standar hidup dari pengemudi melalui kerjasama Program Kemitraan kepemilikan taksi, dimana pengemudi bertindak sebagai dari angsuran kepemilikan,” kata Herwan Gozali.  (sih)

IMI Sumut Raih Penghargaan

MEDAN-Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (Pengprov IMI) Sumut di bawah pimpinan Ijeck mendapat penghargaan juara kedua IMI terbaik se-Indonesia yang diserahkan langsung oleh Ketum PP IMI Juliari P. Batubara, disaat Wellcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Walikota Solo, Rabu (14/12) malam.

Mendapatkan penghargaan menjadi Pengprov IMI terbaik se-Indonesia, Ijek melalui Sekretaris Umum Drs H Zulhifzi Lubis kepada wartawan, Rabu (14/12) menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada insan otomotif, pihak keamana Polri/TNI pemerintah Kabupaten/Kota serta masyarakat Sumut yang telah mendukung program IMI Sumut dengan menggelar berbagai kegiatan di seluruh daerah di Sumut.

“Saya pribadi serta para pengurus IMI Sumut lainnya sangat bersyukur dengan mendapatkan penghargaan ini, tanpa ada dukungan yang diberikan dari kalangan insan otomotif, Polri/TNI, pemerintah Kabupaten/Kota serta masyarakat, perhargaan ini tidak akan dapat diraih oleh IMI Sumut. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya mengembangkan program-program otomotif yang berkenaan langsung dengan masyarakat, “ sebut Ijeck seperti yang disampaikan Sekretaris Drs H Zulhifzi Lubis.

Lebih lanjut Ijeck menjelaskan penghargaan yang didapat IMI Sumut merupakan cambuk untuk memperbaiki kesalahan ataupun mengemas program IMI Sumut menjadi lebih baik, sehingga keberaadaan Pengprov IMI benar-benar bermanfaat bagi masyarakat banyak, utamanya para generasi muda yang menggandrungi olahraga otomotif.
“Tahun depan kami ingin melakukan yang lebih baik lagi lewat berbagai inovasi sekaligus mengembangkan program IMI Sumut, hingga menyentuh banyak kalangan,” ucapnya.

Untuk peraih pengprov IMI terbaik dariah Pengprov IMI Jawa Tengah, sementara tempat ketiga ditempati Pengprov IMI Kalimantan Selatan. (jun)

Tanpa Transfer, Bikin Fans Lupakan Bintang Lama

Christ Gideon, Pemain Garuda Paling Hot Saat Ini

Tidak pernah terdengar namanya di kasta tertinggi basket nasional, Christ Gideon tiba-tiba muncul dan langsung melesat. Kemampuannya yang hebat membuat fans fanatik Garuda Speedy Bandung langsung jatuh cinta. Christ bisa dikatakan sebagai salah satu rookie paling bersinar di Flexi NBL Indonesia 2011-2012 musim ini.

AINUR ROHMAN, Bandung

MENGHADAPI kuda hitam Stadium Jakarta (14/12), kondisi Christ Gideon sejatinya tidak dalam kondisi yang fit. Satu gigi bagian atasnya patah akibat berbenturan dengan pemain BSC Jakarta pada Selasa (13/12).

Walau begitu, Christ cuek dengan kondisnya. Keesokan harinya, pemain yang baru kali pertama berlaga di NBL Indonesia itu tampil menggila. Christ menjadi bintang tim dan membantu timnya membantai Stadium. Dia menjadi pencetak poin terbanyak dengan raihan total 22 poin.

Tembakan tiga angka pemain kelahiran Malang 29 Januari 1984 itu juga dahsyat. Pada kuarter kedua, Christ mampu melesakkan tiga kali tembakan tiga angka angka secara beruntun. “Saya beruntung. Jujur waktu pertandingan itu saya masih pusing. Tetapi untungnya tembakan akurat terus. Apalagi defense anak-anak kompak, jadi menang,” kata Christ usai pertandingan.

Saat ini, Christ bisa disebut sebagai pemain Garuda paling hot di Flexi NBL Indonesia. Lewat skil-lnya yang tinggi, Christ mampu merebut hati fans Bandung yang terkenal sangat fanatik.

Christ membikin pendukung Garuda seolah lupa dengan bintang-bintang Garuda yang sudah tidak lagi bermain. Antara lain I Made Lolik Sudiadnyana, Andre Tiara, dan Cokorda Raka Satrya Wibawa.

Fans Garuda juga seakan tidak lagi kehilangan bintang utama Denny Sumargo yang absen lama karena cedera. Saat ini, forward bertinggi 188 cm mempimpin daftar top scorer sementara NBL Indonesia dengan 73 poin atau rata-rata 18,25 pergame.

Pada laga perdana melawan Satria Muda Britama Jakarta (10/12), Christ memang tidak dikenal fans Garuda. Namun dengan terus menanjaknya permainan, setiap kami Christ melalukan aksi, teriakan dan tepukan riuh penonton tuan rumah selalu menyertai. Christ mengaku tersanjung dengan sambutan hangat fans.

“Sejak awal saya memang ingin bermain di NBL. Saya penasaran dengan liga ini. Ingin tantangan baru,” ujarnya.
Walau berbakat, selama ini Christ belum pernah mencicipi kasta tertinggi basket tahan air. Dia menghabiskan karirnya di klub Halim Kediri. Di sana, dia bermain sejak tahun 2005. Christ terikat kontrak dengan Halim hingga lulus kuliah S-1 dari jurusan hukum di Universitas Kadiri.

Bersama Halim, Christ menjadi bintang utama. Pada Kobatama tahun 2007, dia menjadi top scorer walau tidak bisa mengantarkan timnya menjadi juara.

Karena masa depan liga semakin gelap, setahun kemudian, Christ memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dan bekerja. Tempat kerja pertamanya adalah sebuah perusahaan logam. Christ menjadi marketing selama dua tahun. Setelah itu dia pindah, menjadi staf personalia di salah satu televisi swasta ibu kota.

Meski demikian Christ masih aktif di basket. Apalagi dia mendapatkan tawaran beasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Christ sempat mencicipi bermain di Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional dan menjadi pemain terbaik (MVP) pada 2008.

Sebenarnya, waktu itu kemampuan Christ sudah menarik minat pelatih Garuda Wan Amran. Namun karena terikat kontrak dengan Halim, Christ menolak. Amran semakin kepincut saat menangani Christ dalam tim Indonesia pada Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN 2008, Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam tim itu juga terdapat Robert Santo Yunarto dan Mei Joni (Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan).

Akhirnya, mantan pelatih CLS Knights Surabaya itu baru bisa menarik Christ di timnya pada awal tahun ini. Mengetahui kontraknya sudah habis, Amran langsung mengontak pelatih Halim Li Guan Ming untuk melepas Christ.
“Untung Guan Ming mau melepas. Sumpah Demi Allah, nggak ada uang transfernya. Itulah hebatnya Halim,” ucap Amran.

Setelah bermain bagus di empat pertandingan, Christ bertekad untuk terus konsisten. Terutama saat timnya menjalani partai keras melawan Pelita Jaya Esia Jakarta hari ini (16/12) dan CLS Knights Good Day Surabaya besok (17/12). (*/diq/jpnn)

Hj Fatimah Habibie Kembangkan Industri Kreatif di Sumut

Medan-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sumatera Utara (Dekranasda Sumut) Datin Seri Hj Fatimah Habibi Syamsul Arifin, berusaha secara berkelanjutan untuk terus mengembangkan kreatifitas kerajinan rakyat melalui Dekranasda Sumut yang dipimpinnya. Salah satu yang telah dihasilkan secara monumental adalah batik khas Sumut.

“Dahulu di Sumut tidak ada Batik, sekarang sudah ada hasil disain kami, dan telah terdaftar pada Hak Kekayaan Intlektual (HKI). Batik hasil disain kami ini sekarang dipakai pada setiap hari Kamis oleh Pegawai Pemprovsu,” kata Datin Seri Hj Fatimah Habibi Syamsul Arifin, dalam wawancara dengan wartawan akhir pekan lalu.

Dekranasda Sumut memang tak henti melakukan berbagai kegiatan bersifat promotif untuk mengembangkan industry kreatif ini, bukan hanya bersifat nasional tetapi juga sampai ke tingkat internasional. Pameran Dekranasda Sumut pernah dilaksanakan di India, Belanda, Jordan dan di Malaysia rutin setiap tahunnya.

“Juga pernah mengikuti Internaional Jewelery Internasional Exibetion di Mumbay, dan mereka hendak melakukan kerja sama. Tapi karena sesuatul hal kami masih menunda kerja sama tersebut,” tutur Hj Fatimah Habibi didampingi Sekteraris Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Dra Hj Vita Lestari Nst, MSi.

Dituturkannya, aktivitas Dekranas Sumut yang digelar di berbagai tempat di Indonesia maupun di luar negeri, merupakan industri kreatif berbasis budaya. Apa yang mereka pamerkan merupakan cermin peradaban yang ada di Sumatera Utara dan mozaik etnik yang amat mempesona. “Tak jarang pengunjung yang datang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti Malaysia dan lain-lain berdecak kagum, betapa indah dan kayanya buah peradaban kita,” ujarnya.

Menurutnya, seperti hasil kerajinan tenun, Songket, Ulos, maupun kerajinan tangan lainnya yang sekarang disebut sebagai produk industri kreatif, tidak semata dilihat dari keindahannya tapi ada makna filosofis di dalamnya.

“Misalnya, songket Batu Bara yang cukup dikenal di dunia, warna dan coraknya adalah cermin alam terkembang yang mengerucut di dalam batin seseorang yang memakainya. Sebab, secara sosiologis, wangsa Melayu tidak terpisah dari tanah, air, laut dan hutan,” paparnya. Oleh sebab itu, Datin melalui Dekranasda Sumut, mengajak semua pihak untuk menggali dan menampilkan semua potensi produk industri kreatif yang berbasis budaya.

Sekadar diketahui, baru-baru ini ketika mengikuti pameran pada Kontes Perhiasan yang diselanggarakan oleh Mutumanikam Nusantara Indonesia, pada 1 – 4 Desembar di Jakarta Convention Center, Sumut memperoleh penghargaan sebagai peserta terfavorit disain perhiasaan. Pada kegiatan itu Dekranasda Sumut menampilkan produk industri kreatif dengan format baru.

Kalau lazimnya hanya ditampilkan pada seremonial adat diubah menjadi asesori yang dipakai seharian untuk memperindah penampilan diri. Misalnya tikar dipakai untuk tempat duduk kita ubah menjadi tas atau untuk kepentingan lainnya. Begitu juga Ulos maupun tenun Songket.  Sepanjang pengalaman pada pelbagai kegiatan belakangan ini, perhiasan tradisional etnik budaya Sumatera Utara yang merupakan warisan nenek moyang budaya Sumatera Utara telah memukau banyak orang yang mencintai warisan budaya bangsa setelah dikembangkan menjadi perhiasan/assesories yang bisa dipakai oleh perempuan disetiap kesempatan dan acara.

Datin Seri Hj Fatimah Habibi Syamsul Arifin yang punya daya seni yang tinggi dan kepedulian terhadap etnik budaya Sumatera Utara telah mengemas dan mengembangkan perhiasan tradisional etnik budaya Sumatera Utara sejak 3 tahun yang lalu setelah menjadi Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara.

Perhiasan tradisional etnik tersebut antara lain Etnik Karo yang dikemas menjadi kalung, bros, cincin, dan giwang. Etnik Dairi dikemas menjadi kalung. Etnik Toba yang dalam acara adat diikat dikepala yang disebut sortali yang dikemas menjadi kalung dan juga giwang. Etnik Tapsel yang dalam acara adat perkawinan disebut Leang yang dikemas menjadi bros. Etnik Tradisional adat Sibolga juga telah dikemas menjadi kalung.

Saat ini banyak pesanan dari ibu-ibu disainer dan artis yang masih dalam proses produksi, karena pada saat pameran mutumanikam tgl 1 s/d 4 Desember 2011 di JCC – Jakarta, barang telah terjual. (rel) Mereka yang meminati tersebut antara lain Cristien Hakim memesan 2 buah kalung etnik Karo dan 1 set anting-anting etnik Karo, Ny Annisa Larasati Pohan Agus Harimurti Yudhoyono dan Ny Aliya Edhie Baskoro setelah membeli assesories Karo dan Sibolga juga memesan Kalung Dairi dan Sibolga.

Piala dan Penghargaan juara I katagori perhiasan desain tradisional terfavorit untuk stand Dekranasda Sumut tersebut diterima oleh satf Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Natalia Manurung. (choking)

Ditemukan Telur Busuk dan Berulat

Pasar Murah Sei Putih Timur II

MEDAN-Sidak Komisi C DPRD Medan ke pasar murah di Jalan M Idris, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (15/12), ditemukan ada telur yang sudah busuk dan berulat.

“Saya kecewa ditemukannya telur busuk dan berulat, siapa yang menanggung biaya kerusakannya ini,” kata Ketua Komisi C DPRD Medan, Jumadi yang memimpin sidak.

Jumadi meminta kepada kelurahan untuk mendata jumlah telur busuk dan kekurangan gula pada saat pasar murah dan akan menjadi tanggung jawab Disperindag Kota Medan.

“Ini bukan tangungjawab kelurahan karena dananya dari Disperindag. Kita sudah panggil Sekretaris Pasar Murah Karya Darma di gudangnya dan menunjukkan telur busuk dan berulat,” papar Jumadin.
Sekretaris PKK Kelurahan Sei Putih Timur II, Sabariah mengatakan telur yang sudah rusak tersebut dipesannya Rabu (14/12) lalu di gudang.

“Ini kami pesan semalam ke gudang dan banyak yang pecah, busuk dan berulat. Hal ini merupakan tanggung jawab kami untuk menggantinya,” terangnya.

Dikatakan Jumadi, Disperindag harus selektif menerima sembako di gudang dari distributor, agar kerusakan tak ditemukan. “Bagi kelurahan bila ada bukti barang yang rusak dapat dikembalikan ke gudang untuk diganti,” jelasnya.
Sementara itu jenis sembako yang dibur masyarakat adalah minyak makan, gula, telur dan beras. “Yang diminati minyak, gula, telur. Tetapi kalau minyak dibatasi hanya 30 bungkus saja, gula pun yang isi 5 kg saja. Sedangkan beras yang 1 goni berkurang menjadi 40 kg karena kena gancu,” ucap Sabariah.

Sebelumnya, Komisi C juga sidak ke kantor  PD Pasar di Petisah yang diterima langsung Kabag Umum Yusuf Lubis. Ketua Komisi C Jumadi juga menanyakan berapa jumlah pasar dan jumlah karyawan. Karena ada perwakilan karyawan melapor ke Komisi C gajinya kecil dan tidak mencukupi kebutuhan.

“Kondisi pasar saat ini baik, jumlah pasar yang dikelola ada 52 pasar, jumlah karyawan keseluruhan 680 orang. Gaji karyawan tetap Rp800 ribu per bulan dan 199 karyawan PHL bagian kebersihan Rp600 ribu per bulan. Pendapatan PD Pasar  Rp1 miliar per bulan dan 70 persen untuk membayar gaji,” ungkap Yusuf.

Sedangkan anggota dewan lainya yang kebetulan hadir mengharapkan agar Dirut BUMD, khusunya PD Pasar segera dilantik Wali Kota Medan agar kondisi pasar tidak memprihatinkan.

“Kondisi kantor PD Pasar memprihatinkan, wali kota harus segera melantik Dirut PD Pasar defenitif, agar gaji karyawan naik sesuai UMR dan PAD Kota Medan meningkat,” jelas Jul Murado, anggota DPRD Medan.(adl)