28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 14324

Jadi PRT di Saudi, Sebulan Rp7 Juta

Dampak Moratorium, TKI Menjadi Langka dan Ditawari Gaji Tinggi

Pemberlakuan moratorium atau penghentian sementara pengiriman TKI non formal ke Arab Saudi, memunculkan berkah bagi para TKI yang masih bekerja di sana. Informasi yang dihimpun dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) menyebutkan, gaji para TKI yang tersisa di Saudi kini melambung.

Fenomena meroketnya gaji para TKI ini muncul karena stok TKI yang bekerja di sektor non formal atau pembantu rumah tangga (PRT) sekarang langka.

Sejak moratorium diberlakukan mulai 1 Agustus lalu, diperkirakan ada sekitar 500 ribu permintaan TKI untuk PRI yang tidak terpenuhi. Berkas permintaan TKI sebagian besar berhenti di KBRI di Jeddah.

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mengatakan, kenaikan gaji TKI di Saudi saat ini naiknya bukan main. Dalam pertemuan dengan Dubes RI untuk Afrika Selatan Sjahril Sabaruddin Senin malam waktu Afrika Selatan, Jumhur membeberkan peningkatan gaji yang diterima TKI di Saudi saat ini. Dalam pertemuan ini juga ada kabar jika di Afrika Selatan membutuhkan TKI yang mahir teknologi informasi.

Sebelum ada kebijakan moratorium, rata-rata TKI yang bekerja sebagai PRT mendapatkan gaji 800 real per bulan,a tau sekitar Rp1,9 juta (1 Real = Rp2.415). Tetapi, saat ini gaji mereka berkisar antara 2.000 real (Rp4,8 juta) hingga 3.000 real (Rp7,2 juta).

“Jadi sekarang TKI di Saudi kayak Mercy,” ujarnya sambil tertawa. Para TKI yang masih tersisa, benar-benar diperhatikan supaya tidak pindah majikan.

Bagaimana respon para TKI yang gajinya mendadak melambung?

Jumhur dengan tegas mengatakan rata-rata TKI merasa senang. Tapi, bagi para TKI yang visa kerjanya akan berakhir, pasti diliputi kecemasan. Sebab, selama moratorium belum dicabut, pemerintah menghentikan pengurusan visa kerja bagi para TKI di sektor non formal atau PRT.

Jumhur sendiri menjelaskan, pihaknya masih belum bisa memperkirakan kapan kebijakan moratorium pengiriman TKI ke Saudi ini akan ditarik. “Sementara ini yang sudah ditarik masih moratorium TKI ke Malaysia,” tandasnya.
Prinsipnya, moratorium TKI ke Saudi benar-benar di cabut ketika negeri pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz berkomitmen melindungi keselamatan dan hak-hak ketenagakerjaan TKI. Seperti diketahui, keputusan pemberlakuan moratorium TKI ke Saudi ini diambil beberapa saat setelah pemerintah Saudi meloloskan eksekusi pancung kepada Ruyati binti Satubu, TKI asal Bekasi, Jawa Barat.

Dalam paparan sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengungkapkan pembahasan kesepahaman perlidungan TKI sektor domestik atau PRT belum ada kemajuan. “Pembicaraan nota kesepahaman dengan Arab Saudi masih macet,” katanya.

Pembahasan perlindungan TKI di Saudi saat ini masih mengenai perlindungan sistem asuransi. Selain itu, juga kewajiban kerajaan Saudi untuk menata agen-agen penyedia TKI yang sering nakal, karena menelantarkan TKI yang tersangkut persoalan hukum.

Muhaimin berharap, kinerja agensi TKI di Saudi harus benar-benar menjaga standar mutu dan kualitas pelayanan penempatan dan perlindungan. Perbaikan di dalam negeri, juga dikebut dengan aturan pelatihan pra penempatan selama 200 jam.

Data terbaru di Kemenakertrans menyebutkan, saat ini diperkirakan ada 948 ribu TKI yang masih bekerja di Saudi. Dari jumlah itu, TKI yang bekerja di sektor formal seperti supir dan penjaga toko hanya 58 ribuan. Sisanya didominasi TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga sebanyak 890 ribuan orang. (wan/jpnn)

Afrika Selatan-Seychelles Butuh TKI

SEJAK moratorium TKI dikeluarkan pemerintah membuat sejumlah negara mulai kelimpungan menutupi kekurangan tenaga kerja seperti Malaysia dan Saudi Arabi.

Sekarang ini bukan Malaysia atau Saudi saja yang banyak membutuhkan tenaga kerja asing.
Afrika Selatan (Afsel) dan Republik Seychelles termasuk negara yang membutuhkan tenaga asing.
Dua negara yang berada di benua Afrika itu membutuhkan tenaga kerja untuk tenaga ahli sebagai operator atau profesional di bidang pengembangan teknologi informatika (TI). Jelas itu menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia di sektor formal.

“TKI minimal harus berkemampuan semi keahlian dan profesional jika ingin memasuki dunia kerja di Afrika Selatan (Afsel),” kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, yang sedang berada di Pretoria, Afsel, Selasa kemarin.

Jumhur sedang menjajaki kemungkinan penempatan TKI sektor formal ke Afsel dan Republik Seychelles.
Menurut Jumhur, informasi ketersediaan tenaga kerja formal di Afsel diperoleh melalui koordinasi BNP2TKI dan Kedutaan Besar RI  Pretoria sejak 2007 dan 2009.

Selama di Afsel, pihaknya bertemu dengan Kementerian Tenaga Kerja Afsel serta agen penyalur tenaga kerja asing di negara itu. Selain BNP2TKI, secara teknis penempatan TKI formal di Afsel perlu melibatkan peran perusahaan pengerah jasa TKI di Tanah Air atau Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS).

Pada saat yang sama, BNP2TKI juga akan memfasilitasi agen perekrut tenaga kerja asing di Afsel.
Afsel berpenduduk sekitar 50 juta orang, dengan jumlah tenaga kerja asingnya mencapai 20-25 persen atau sebanyak 10-12,5 juta. Tenaga kerja asing di Afsel, umumnya bekerja sebagai tenaga terampil ataupun profesional. (net/jpnn)

 

Indonesia Tujuan Investasi Terbaik

Krisis di AS Untungkan Indonesia

JAKARTA-Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan mengatakan, saat ini Indonesia adalah negara tujuan investasi terbaik karena memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi dan mata uang yang relatif stabil.
“Saya ini suka berinvestasi di saham, saya ini investor. Jadi, kalau saat ini saya ingin investasi, saya akan pilih investasi di Indonesia, karena pertumbuhan di sini tinggi, mata uangnya juga relatif stabil dan yield dari obligasi pemerintah cukup tinggi,” kata Fauzi di Jakarta, Selasa.

Ditambahkannya, situasi perekonomian global di Eropa dan Amerika Serikat (AS), tidak hanya memberikan dampak negatif terhadap Indonesia tetapi ada pula dampak positif dari krisis di kedua kawasan tersebut. Oleh karena itu, Indonesia harus mampu memanfaatkan momentum krisis yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa dengan mengalirkan arus dana masuk kepada sektor riil.

Ia menjelaskan, apa yang terjadi di Eropa dan AS mengakibatkan suku bunga akan tetap rendah dalam satu atau dua tahun mendatang, di kedua kawasan tersebut. Artinya, para investor tentu akan berpikir ulang untuk berinvestasi di kawasan Eropa maupun AS. “Akibatnya, ada dana yang menganggur tidak terserap, dana-dana itu akan masuk ke negara seperti Indonesia,” katanya.

Ia memaparkan, potensi Indonesia sebagai negara tujuan investasi saat ini cukup besar akibat dari adanya perlambatan ekonomi yang dialami negara-negara maju. Perlambatan ekonomi ini menyebabkan banyak dana di negara-negara maju yang tidak terserap di sektor riil mereka. “Dana yang tidak terserap di sektor riil mereka itu akan masuk kepada negara yang memiliki suku bunga tinggi, mata uang stabil dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari Eropa dan AS,” ujarnya.

Menurutnya, ada dua negara yang memenuhi syarat tersebut yaitu Indonesia dan Brasil. Masalahnya, Brasil tidak suka hot money  dan mereka menerapkan pajak enam persen bagi investor yang mau membeli obligasi mereka. Dengan demikian, dana-dana tersebut bisa masuk ke Indonesia karena potensi Indonesia untuk meningkatkan investasi dan angka pertumbuhan ekonomi juga sangat besar.

Sementara, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Kebijakan Moneter Hartadi A Sarwono menyebutkan, dengan kondisi ekonomi saat ini, Indonesia bisa tetap tumbuh tinggi sekalipun telah mengalami sedikit revisi dari target sebelumnya. “Awalnya kita optimistis 6,7 persen (pada awal 2011), tapi sekarang harus ke arah 6,5 persen untuk keseluruhan tahun,” ujar Hartadi, baru-baru ini.

Demikian juga dengan inflasi, di mana sejauh ini inflasi ada pada level 4,15 persen (year on year) pada November 2011.  Kondisi Indonesia yang demikian, kata Hartadi, termasuk yang tertinggi di regional Asia, termasuk Cina. “Ekonomi Cina tumbuh masih 9 persen. Tapi, itu sudah termasuk penurunan yang tinggi karena biasanya double digit,” kata Hartadi.

Sementara Indonesia, terang dia, bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi ditambah dengan tingkat inflasi yang terkendali. “Indonesia pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai dengan penurunan laju inflasi,” tutur dia. (net/bbs)

Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Pangan Cukup

MEDAN- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Medan memastikan, stok bahan pangan akan stabil menjelang Natal dan Tahun Baru. Bahkan untuk tahun ini, persediaan bahan pangan tersebut lebih banyak disediakan dari tahun lalu dengan digelarnya pasar murah.

Untuk tahun 2011 ini, ada sekitar 46 titik pasar murah yang dibuka, sedangkan pada tahun lalu, hanya sekitar 43 pasar murah.

“Tahun ini, pasar murah lebih banyak, ada sekitar 46 titik, sedangkan tahun lalu (2010), hanya sekitar 43 titik,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Syahrizal Arif.

Penambahan ini, kata Syahrizal, karena persediaan kebutuhan masyarakat untuk menghindari lonjakan harga dipasaran yang biasanya terjadi saat hari raya besar keagamaan. Dikatakannya, 46 titik penyelenggaraan pasar murah digelar di kantor kelurahan, agar masyarakat mudah untuk menjangkaunya.

“Pasar murah buka setiap hari selama 15 hari (sejak 13-27 Desember 2011), mulai pukul 09.00 pagi hingga malam. Ini untuk menghindari suasana rebutan yang sering terjadi,” ungkap Kadis Perindag.

Salah satu konsumen, Dina, warga jalan Sempurna Medan, membeli kebutuhannya di pasar murah Kelurahan Teladan Barat, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, Gang Mesjid No 9 Medan. “Bisa beli gula, telur dan minyak makan untuk kebutuhan sehari-hari, walaupun belinya dibatasai tetapi cukup membantu,” ucap ibu Dina.

Dipasar murah tersebut, semua kebutuhan yang biasa sering dibeli oleh ibu rumah tangga tersedia, seperti gula, beras, minyak makan, telur dan lainnya. “Untuk minyak makan, gula, blue band untuk ukuran 1 dan 2 Kg, pembeliannya dibatasi 2 plastik saja,” ujar salah satu panitia dalam pasar murah di lokasi tersebut.

Dipasar murah lainnya, terletak di Kelurahan Teladan Timur, atau tepatnya di Jalan Balai Desa menjual berbagai kebutuhan pokok. “Semua barang harganya sama, tidak ada yang beda,” ujar Dewi, panitia pasar murah di Teladan Timur.

Dari pantauan wartawan, suasana pasar murah relatif terkendali, tidak ada antrean panjang atau rebutan. Bahkan, panitia pasar murah cukup santai untuk melakukan aktifitas biasa. (ram)

Made in Indonesia Terus Digalakkan

Produk Indonesia Mulai Dilirik Artis Hollywood

MEDAN-Rasa cinta terhadap produk dalam negeri saat ini semakin digalakkan. Apalagi, menjelang pasar bebas, bukan tidak mungkin produk dalam negeri bakal kalah bersaing dengan produk luar negeri.

Untuk itu, pemerintah saat ini tengah menerapkan produk dalam negeri menggunakan label “made in Indonesia” agar masyarakat mengetahui asal produk yang akan digunakannya. Hal ini dikatakan Kepala Subdirektorat Iklim Usaha dan Bimbingan Teknis Dagang Kecil dan Menengah dan Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Dintono Herryanto.

“Kita ketahui bahwa pengusaha masih menggunakan bahasa luar negeri untuk menarik perhatian konsumen.
Tetapi, kita akan mengatur, bahwa produk dalam negeri akan memakai “made in Indonesia” agar masyarakat mengetahui asal produk tersebut,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Hotel Royal Perintis Medan (14/12), kemarin.

Dikatakannya, aturan untuk memakai label berbahasa Indonesia sudah digalakkan Kementrian Perdagangan. Selain itu, sosialisasi program “Cinta Produk Indonesia” juga akan tetap dijalankan, baik melalui media, seminar dan lainnya. “Kita akan terus sosialisasi program ini, agar masyarakat tidak terkecoh akan produk luar negeri. Hal ini juga untuk kepentingan UMKM kita kok,” tambahnya.

Dengan menggunakan label yang berbahasa Indonesia, lanjutnya, akan menambah rasa kebangsaan pengusaha akan negaranya dan secara tidak langsung telah n memperkenalkan Indonesia ke luar negeri. Sebab, selain pariwisata, perdagangan juga dapat menarik pengunjung mancanegara untuk datang ke sebuah negara. “Lihat saja Malaysia, Hongkong, Thailand dan lainnya, dengan merk yang mereka gunakan sendiri, sehingga negaranya banyak dikunjungi hanya sekadar berbelanja,” tambah nya.

Menurutnya, untuk saat ini produk dalam negeri sudah siap untuk bersaing di pasar global. Bahkan, lanjutnya, produk Indonesia sudah mulai dilirik artis Hollywood. “Produsen semakin memperhatikan kualitas produknya serta memberikan sentuhan inovasi kreatif di produk mereka. Percaya atau tidak, produk kita sudah dilirik oleh artis Hollywood kok,” ungkapnya.

Dipaparkannya, program “Made in Indonesia” akan membuat produk luar negeri yang masuk ke Indonesia harus memakai label Indonesia, sehingga akan memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mengetahui komposisi kandungan dari produk itu sendiri.

“Made in Indonesia akan mempermudah konsumen, karena sudah menggunakan bahasa Indonesia, mulai dari keterangan produk hingga komposisi yang terkandung dalam produk itu sendiri,” pungkasnya Dintono. (ram)

Polisi Sarankan Warga Laporkan Warsito

Ibu-ibu Minta Bebaskan Tersangka Bentrok Antar Warga

DELI SERDANG- Ratusan wanita dan anak-anak mendatangi Mapolres Mapolres Deli Serdang, Rabu (14/12). Mereka menuntut Kapolres Deli Serdang melepaskan sembilan warga Desa Sena, Batang Kuis  yang ditetapkan tersangka dalam kasus pembakaran rumah Warsito alias Anto Lembu.

Massa datang ke Mapolres itu dengan menumpangi angkutan umum sebanyak 25 unit. Setelah berorasi sekitar 45 menit di depan Mapolres, 10 orang perwakilan massa diterima untuk melakukan dialog di ruang Kamtibmas Polres Deliserdang.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Deliserdang Kompol Pati Oloan Siahaan dihadiri Kasat Intelkam AKP Sucipto Samosir, Kasat Reskrim AKP Angoro Wijaksono SiK, serta Kapolsek Batangkuis AKP Kasmir hanya mendenggar serta menampung aspirasi warga.

Sebelumnya, massa menilai polisi telah berpihak dan tidak melakukan prosedur dalam menangani kasus pembakaran rumah Anto Lembu. Bahkan, massa menilai penangkapan yang dilakukan polisi sama seperti penculikan. Pasalnya, penangkapan yang dilakukan polisi tidak dilengkapi dengan surat perintah penangkapan.

Seperti diakui warga, Sri Agustina (27), istri dari Syafrizal (33) dihadapan Kepala Bagian Ops Polres Deli Serdang Pati Oloan Siahaan. “Suami saya dijemput pukul 04.00 WIB , seenaknya saja  dibawa membawa dan suami saya langsung dipenjarakan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Eliani (50) menyampaikan,  putranya, Akmal Fahmi (24)  juga ikut ditangkap, setelah ditelepon polisi. Padahal, saat kejadian putranya itu tidak mengetahuinya karena sedang berada di Desa Sei Merah, Deli Serdang.
“Anak saya tinggal Desa Sei Merah, malam itu sengaja datang mau bawa saya berobat. Eh tak tahunya ditangkap di jalan,” sebutnya.

Sejumlah wanita meminta polisi bertindak adil, karena sejauh ada kesan lebih membela kepentingan Anto Lembu. Padahal, bentrokan yang berujung pembakaran rumah tersebut dikarenakan ada latarbelakang pelemparan bom molotov di pos  tani Pujasena.

Menanggapi teriakan perempuan itu, Kompol OP Siahaan menyatakan dalam penyelidikan maupun penyidikan kasus, pihaknya melakukan prosedur hukum. Dipastikannya, seluruh keluhan para wanita itu akan disampaikan kepada Kapolres Deli Serdang untuk ditindaklanjuti.

“Tapi, apabila ada anggota polisi yang melakukan tindakan kekerasan terhadap suami ibu-ibu. Silahkan laporkan ke Propam,”sarannya.

Kepada, Siahaan mengatakan warga Desa Sena yang berada di Dusun I sampai X dipersilahkan membuat laporan agar polisi bisa memanggil kubu Anto Lembu.

“Kami tak memihak ke kelompok mana pun  dalam bentrokan tersebut, tapi kami tetap proses sesuai prosedur,” sebutnya.

Untuk diketahui, dua kelompok pemuda dari Pujasena dan Pemuda Pancasila terlibat bentrokan Jumat (9/12) lalu. Dalam insiden itu, dua pemuda dan seorang anggota TNI mengalami luka serius. Konflik berlanjut pada Minggu (11/12), di mana sekelompok pemuda merusak dan membakar rumah Anto Lembu hingga menghanguskan sebagian bangunan rumah, mobil, dan sepeda motor. Isu yang beredar, perseteruan dua kelompok itu dilatarbelakangi perebutan tanah eks PTPN.(ari/btr)

Kapolres Amankan CPO Ilegal

PAKPAK BHARAT-  Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giueseppe Reinhard Gultom Sik menangkap satu unit Mobil Box Colt Diesel No Pol BM 9811 TD. Truk itu diamankan karena mengangkut Crunch Palm Oil (CPO) ilegal.

Truk tersebut diamankan, Selasa (13/12) sekira pukul 22.00 di Desa Natimbo, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Pakpak Bharat. Dalam pengamanan itu, Polres Pakpak Bharat menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kelima orang itu berinisial, Suhirman (50) warga Hamparan Perak sebagai supir, Irwan (37) warga Hamparan Perak sebagai kernet, Iwan Syahputra (34) warga Batubara-Asahan sebagai pembuka segel dimobil tangki, Kijol Sitorus (37) warga Kuala Tanjung sebagai Humas dan Budi Silalahi (34) warga Sukaramai Kabupaten Pakpak Bharat sebagai pekerja.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giueseppe Reinhard Gultom Sik melalui Wakapolres Kompol Bulmar Pasaribu saat dikonfirmasi Rabu (14/12) di ruang kerjanya membeberkan, CPO yang ditangkap itu ada kemungkinan berasal dari hasil pencurian dari sejumlah truk tangki CPO yang melintas di kawasan tersebut.

Saat ditangkap mobil box  itu mengangkut drum berisi CPO tanpa dokumen. Dalam penangkapan itu ditemukan sebanyak 4 drum potong, 19 drum berisi CPO dan 12 drum kosong. Kemudian ada juga diamankan selang, mesin pompa dan tenda plastik biru. (mag-14)

1.300 Guru Sertifikasi Dipungli Rp130 Juta

RAYA- Sebanyak 1. 300 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS penerima tunjangan sertifikasi dipungli Kepala Bidang Pendidikan Dasar Simalungun Wasin Sinaga sebesar Rp100 ribu per orang. Pungli itu ditotal berjumlah Rp130 juta dilakukan demi memperlancar berkas guru untuk pencairan tahap kedua.

Seorang kepala sekolah dasar berinsial JS di Kecamatan Panombeian Panei ditemui di ruangannya Rabu (14/12) menyebutkan, pengurusan berkas guru penerima tunjangan sertifikasi sedang dilaksanakan di Disdik. Pengurusan berkas bertujuan persiapan pencairan tahap kedua yang akan dicairkan pada akhir Desember ini. “Memang benar diminta uang sama guru-guru. Sebenarnya bukan Rp150 ribu, tapi Rp100 ribu, gunanya untuk pengurusan berkas itu. Kalau tujuan lain uang itu saya tidak tahu,” ungkapnya.

Dikatakannya, uang disetorkan ke Kasi Tenaga Kependidikan, Donna br Sianturi. Oleh Donna, uang itu akan disetorkan kepada Kabid Dikdas Wasin Sinaga. Disebabkan takut diperlambat berkasnya, dia pun terpaksa memberikan uang Rp100 ribu kepada br Sianturi.

Kabid Dikdas Wasin Sinaga dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan pungli Rp100 ribu kepada 1300 guru penerima sertifikasi di Simalungun. Dia berkilah uang ini digunakan untuk pengurusan berkas para guru penerima ini ke Medan. (ral/smg)

Perizinan Satu Pintu Hilangkan Citra Negatif

BERASTAGI- Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Pemprovsu menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membentuk sinergitas dengan instansi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kabupaten/kota se- Sumut.

Pernyataan itu disampaikan Kepala BPPT Pemprovsu Oloan Sihombing SH M Hum pada pekan lalu di Berastagi. Dalam paparannya dihadapan peserta rakor pengawasan dan pengendalian terkait perijinan dan non perijinan dengan instansi PTSP kabupaten/kota, Oloan menegaskan untuk menghilangkan citra negatif dan menciptakan serta merealisasikan sebuah pelayanan publik, maka satu diperlukan satu langkah perencanaan dan komitmen.

Dia menyebutkan pelayanan dengan sistem tersebut sebagai bentuk untuk meningkatkan nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap pelayanan perizinan, juga berdampak positif terhadap Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Pemprovsu diharapkan bisa menciptakan iklim investasi  semakin kondusif, sehingga Sumut bisa menjadi referensi bagi para investor dalam menanamkan modalnya di daerah ini. (ila)

230 Bal Monza Asal Malaysia Gagal Beredar

MEDAN- Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan mengagalkan penyelundupan 230 bal barang bekas (monza) asal Malaysia dari perairan di Deli Serdang, Sumut, Rabu (14/12) dini hari. Rencananya, pakaian bekas itu akan dikirim ke Kuala Tanjung, Sumut.

“Pakaian bekas itu tiba sekitar pukul 03.00 WIB tadi pagi, saat personel sedang melakukan patroli rutin. Tim patroli mengamankan satu kapal membawa pakaian bekas asal Malaysia. Kapal maupun barang bawaannya tidak dilengkapi dengan dokumen-dokumen surat yang lengkap,” kata Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Bambang Soesilo, Rabu (14/12) kepada wartawan.

Bambang menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, ratusan bal tersebut berisi pakaian bekas dan tidak menutup kemungkinan adanya barang lain yang dimasukkan dalam tumpukan pakaian tersebut.

“Akan terus dilakukan pemeriksaan karena bisa jadi kamuflase penyeludupan narkoba menggunakan metode baru,” sebutnya.

Dalam patroli tersebut, TNI AL mengamankan kapal bertuliskan GT 7S5 No 1398 itu dan mengamankan dua awak kapal. Hingga kini, kedua tersangka  beserta barang bukti pakaian monza masih diamankan di Lantamal I Belawan.
Sementara itu, nakhoda kapal itu, Herman (30) mengatakan itu merupakan kerja pertamanya dan mendapatkan upah sebesar Rp1 juta. Dia tidak mengetahui, siapa orang yang akan menerima barang tersebut di Kuala Tanjung. “Saya belum pernah mengirim ini sebelumnya. Saya juga tak tahu, ini barang milik siapa dan siapa penerimanya. Saya hanya disuruh membawa,” katanya. (jon)

Ternak Babi di Tanjung Mulia Ilir

081265333xxx

Pak Wali Kota kapan dituntaskan ternak babi yang di Kelurahan Tanjung Mulia Ilir? Sudah beranak pinak lho…Terima kasih.

Waktu Tiga Hari

Terimakasih untuk informasinya dan kami tindaklanjuti. Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 23 tahun 2009, penertiban ternak babi terus berlanjut sampai benar-benar habis. Untuk itu, bagi pemilik ternak babi di Kelurahan Tanjung Mulia Ilir, kita berikan waktu tiga hari paling lama kepada pemilik supaya mengosongkan kandangnya. Bila tidak kosong dalam waktu tersebut, kita angkut paksa semuanya.

Ir Wahid
Kadistanla Kota Medan

Harus Saling Menguntungkan

Kita (DPRD Medan, Red) jelas mendukung penertiban babi. Buktinya, kita menyetujui anggaran penertiban ternak babi sebesar Rp500 juta di APBD 2012. Jadi, peternak babi harus bisa mengalihkan usahanya ke usaha lain. Seperti ternak itik atau ikan lele yang sudah disediakan Pemko Medan. Untuk jumlahnya, juga sudah dibahas dan disyahkan dalam rapat paripurna. Jadi, untuk jumlah ternak itik akan diberikan 50 ekor per kepala keluarga (KK) dan untuk lele akan diberikan ribuan ekor per KK secara cuma-cuma oleh Pemko Medan.

Tapi mengingat hewan ternak babi juga diperuntukan untuk acara adat, khususnya suku Batak, pemko juga harus memikirkan dan mencari lahan yang mudah untuk para peternak babi, seperti di pingir laut. Karena kalau di lokasi lain, takutnya lingkungan akan tercemar. Jangan sampai untuk daging babi yang dibutuhkan untuk adat harus import dari negara tetangga.

Mengenai relokasi, pemko dapat menggandeng investor untuk pembangunan insfratruktur ternak babi sesuai dengan lahan yang ada. Jadi, Pemko Medan yang sediakan lahan, investor menyediakan kandang untuk menampung kotoran babi agar tidak terjadi pencemaran. Dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup harus menyediakan tangki untuk menampung kotoran ternak babi tersebut.

Parlaungan Simangunsong
Ketua Komisi D DPRD Medan