25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 1435

Warga Medan Johor Kesulitan Air Bersih, DPRD Medan Segera Panggil Perumda Tirtanadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelanggan air bersih dari Perumda Tirtanadi, Maslina Siregar mengeluhkan krisis air bersih yang dialaminya. Warga Eka Jaya 2 lingkungan 2, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor itu, mengaku kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab, air tidak mengalir lancar, bahkan seringkali hanya menetes.

“Untuk keperluan air wudhu mau salat saja susah, begitu juga untuk kebutuhan masak, cuci dan mandi,” ucap Masliana kepada wartawan, Selasa (6/6/2023).

Menurut Masliana, kriris air bukan hanya terjadi di rumahnya. Akan tetapi, seluruh warga di lingkungan 2 mengalami hal yang sama. “Warga di sini kekurangan air bersih, kami terpaksa membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Masih menurut pengakuan Maslina, macetnya distribusi air dari Perumda Tirtanadi sudah berlangsung lama. “Sudah bertahun-tahun, tetapi beberapa bulan terakhir ini yang paling parah. Kalau kita buka kran, hanya suara angin yang keluar,” ungkapnya.

Menyikapi keluhan warga, Anggota Komisi III DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami warga. Untuk itu, politisi Partai Gerindra ini mengatakan, pihaknya di Komisi III DPRD Medan akan segera memanggil Perumda Tirtanadi untuk rapat dengar pendapat. Karena menurut Mulia, krisis air bersih bukan hanya terjadi di Kelurahan Gedung Johor.

“Harapan kita Pemko Medan dan Perumda Tirtanadi dapat menyikapi dan berkolaborasi untuk mencari solusi, sehingga warga segera terhindar dari krisis air bersih,” pungkasnya. (map)

Lima Kepala OPD Lowong, Komisi I Dorong Wali Kota Medan Segera Lelang Jabatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan diminta segera mengisi kekosongan lima kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran Pemko Medan. Dikhawatirkan, kekosongan posisi kelima jabatan eselon II itu akan mempengaruhi kinerja OPD tersebut.

Adapun kelima jabatan eselon II di lingkungan Pemko Medan yang masih kosong hingga saat ini, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atau yang sering disebut Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, serta Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan.

“Kita mendorong Pemko Medan untuk segera mengisi kelima jabatan eselon II yang masih kosong hingga saat ini,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Abdul Rani SH kepada Sumut Pos, Selasa (6/6/2023).

Ketua DPC PPP Kota Medan itu meminta agar Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dapat segera melelang kelima jabatan yang kosong tersebut. Menurut Rani, melelang kelima jabatan eselon II tersebut sangat penting untuk segera dilakukan. Pasalnya, ketiadaan pejabat eselon II sebagai pejabat tinggi pratama yang memimpin OPD-OPD tersebut akan membuat perangkat yang dimaksud tidak bekerja secara maksimal.

Sementara seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan diharapkan tidak hanya dapat bekerja secara maksimal, namun juga bisa bergerak cepat agar dapat mengikuti gerak cepat Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam merealisasikan program-program kerja yang ada.

“Kalau di dinas itu tidak ada kadis definitifnya, bagaimana mungkin dinas tersebut bisa bergerak cepat seperti yang diharapkan Wali Kota. Kita ingin semua perangkat di Pemko Medan bekerja maksimal, untuk itu jabatan eselon II tidak boleh dibiarkan kosong dalam waktu yang lama, harus segera diisi,,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Rani, dari kelima OPD yang dimaksud, tiga diantaranya merupakan OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, yakni Dinas PMPTSP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta RSUD dr Pirngadi Medan.

Selanjutnya, kinerja Dinas Pariwisata juga sangat penting untuk mendukung program kerja Wali Kota Medan dalam meningkatkan PAD Kota Medan dari sektor pariwisata. “Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Medan juga diharapkan dapat bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau. Tentunya hal ini sangat berpengaruh dalam menjaga inflasi dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Dimintai tanggapan oleh Sumut Pos terkait hal itu, Kepala BKPSDM Kota Medan Sutan Tolang Lubis, belum berkenan menjawabnya. Pesan yang dikirim Sumut Pos belum juga dijawab hingga berita ini diturunkan. (map)

Jabatan Kadis PUPR Sumut Dilelang, ASN di Luar Pemprovsu Boleh Ikut

Kepala BKD Sumut, Safruddin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak Bambang Pardede dicopot Gubsu Edy Rahmayadi dari jabatannya, kursi Kadis PUPR Sumut masih lowong. Untuk mengisi kekosongan jabatan itu, Pemprov Sumut membuka seleksi melalui proses open bidding. Di mana pendaftaran seleksi sudah diumumkan sejak, Senin (5/6) lalu.

“Yang terbaru Dinas PUPR Sumut, mulai dibuka pendaftaran mulai hari ini,” sebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, Safruddin kepada wartawan, Selasa (6/6) siang.

Untuk diketahui, seleksi itu diumumkan tertanggal 5 Juni 2023 oleh Ketua Pansel yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Arief Sudarto Trinugroho dengan nomor surat : 004/SJPTP-2/VI/2023. Seleksi jabatan ini terbuka untuk seluruh ASN yang memenuhi persyaratan dalam mengikuti seleksi ini. Tidak terkecuali, bagi ASN di lingkungan Pemprov Sumut. “Seleksi terbuka, diluar ASN Pemprov Sumut juga bisa ikut. Namanya, seleksi terbuka,” kata Safruddin.

Dalam tahapan seleksi mengisi jabatan tertinggi di Dinas PUPR Sumut ini. Dimana, masa pendaftaran mulai 5-19 Juni 2023. Tahapan seleksi diantaranya pengumuman hasil seleksi administrasi dan rekam jejak pada 20 Juni 2023.

Kemudian, assessment test, seleksi wawancara, pengumuman hasil wawancara dan penilaian makalah, penilaian akhir, penyerahan laporan dan hasil seleksi JPT kepada pejabat pembina kepegawaian dan pengumuman hasil terbuka akan berlangsung pada 22 Juni 2023.

Diberitakan sebelumnya, Bambang Pardede dicopot dari jabatannya, sebagai Kepala Dinas PUPR Sumut oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Pencopotan tersebut, terkait kinerja buruk mega proyek Rp2,7 triliun. Surat Keputusan pembebastugasan Bambang Pardede ditandatangani oleh Edy Rahmayadi pada Rabu (17/5) sore. (gus)

Diduga Sakit, Pria di Sibolga Ditemukan Tewas di Indekos

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Seorang pria berinisial RHH (25), warga Desa Tanjung Botung, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, ditemukan tewas di indekos Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, Senin (5/6/2023).

Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja melalui Kasi Humas Iptu Suyatno menjelaskan, bermula saat teman dekat korban Romaisa, menelfon dengan korban, tiba-tiba suara korban tidak terdengar. Merasa khawatir dengan korban, kemudian Romaisa mengajak temannya untuk berkunjung ke indekos korban.

“Setelah tiba di kamar kost korban, saksi melihat pintu kamar kost dalam keadaan terbuka dan melihat korban dalam keadaan tidur telentang dengan kondisi sudah tidak sadarkan diri. Kemudian saksi berupaya membangunkan korban, namun tidak ada respon sama sekali,” kata Suyatno, Selasa (6/6/2023).

Selanjutnya saksi Sri Mayana memanggil karyawan counter di lantai 1 untuk memberitahukan kondisi korban yang sudah meninggal dunia. Selanjutnya sekira pukul 21.00 WIB, pihak kepolisian dan masyarakat mengevakuasi korban dari tempat kejadian menuju Rumah Sakit DR FL Tobing Sibolga menggunakan mobil ambulans.

Adapun barang yang diamankan yakni satu lembar surat keterangan berobat dari Rumah Sakit Umum Daerah Sibuhuan dengan diagnosa Hipertiroit, satu lembar surat kontrol ulang, surat pemeriksaan dari laboratorium klinik Prodia, obat pil dalam kemasan plastik dengan jenis Propylthiouracil dan Propranolol HCI. (mag -5)

175 Alumni Medistra dan Deli Husada Bekerja di Jepang, Arab Saudi dan Jerman

TEPUNG TAWAR: H Edy Rahmayadi didampingi Drs Johannes Sembiring MPd MKes menepungtawari alumni Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam dan Deli Husada Deli Tua yang akan bekerja di Jepang, Arab Saudi dan Jerman -ISTIMEWA

BEKERJA di luar negeri jadi impian sebagian besar lulusan perguruan tinggi. Namun hal ini tidak mudah karena harus profesional dan memenuhi standar internasional.

Kebahagiaan pun terpancar pada 175 alumni Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam dan Institut Deli Husada Deli Tua yang mampu memenuhi syarat tersebut hingga berhasil bekerja di Jepang, Arab Saudi dan Jerman.

Kebahagiaan semakin lengkap tatkala Gubsu H Edy Rahmayadi dan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menghadiri kegiatan pelepasan dan tepung tawar alumni dari dua perguruan tinggi terkemuka di Deliserdang tersebut sebelum berangkat ke luar negeri.

Hadir dalam pertemuan di Aula Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, Senin (5/6) tersebut, Konjen Jepang di Medan Takonai Susumu dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD.

Kemudian Rektor Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua/Ketua Yayasan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Drs Johannes Sembiring MPd MKes, Rektor Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Ns. Rahmad Gurusinga SKep MKep, Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumut Harold Harold Hamonangan dan undangan lainnya.

Drs Johannes Sembiring MPd MKes, rektor Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua yang juga ketua Yayasan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam mengungkapkan pengiriman alumni untuk bekerja diluar negeri merupakan program unggulan dari dua institut kesehatan.

Menurut rektor, dua institut kesehatan ini menyediakan tenaga kesehatan yang profesional yang bekerja baik pada tingkat regional hingga tembus tingkat internasional.

Program bekerja ke luar negeri ini sudah berlangsung sejak tahun 2008. Terutama ke Jepang yang telah mengirimkan sebanyak 586 alumni. Lalu pengiriman alumni bekerja ke luar negeri tersebut berkembang ke Arab Saudi dengan total 47 alumni.

Rektor menambahkan bahwa ke Jerman (10 alumni), Kuwait (4 alumni) serta ke Tiongkok, Singapura,
Australia, Belanda, Thailand dan Malaysia masing-masing negara tersebut telah menerima seorang alumni.

Pengiriman alumni bekerja ke luar negeri, menurut rektor, ikut berkontribusi menambah devisa negara melalui gaji yang diterima.

”Di Jepang bergaji Rp.18 juta hingga Rp.20 juta per bulan. Jerman bergaji Rp.34 juta hingga Rp.40 juta per bulan. Rata-rata bisa kirim ke keluarga Rp.8 juta hingga Rp.10 juta per bulan,” rinci Drs Johannes Sembiring MPd MKes.

Besarnya jumlah alumni yang bekerja di luar negeri dari dua perguruan tinggi dari Deliserdang tersebut, merupakan pengiriman tenaga kesehatan dari perguruan tinggi terbesar se-Indonesia.

Dibagian lain, Drs Johannes Sembiring MPd MKes mengutarakan bahwa pihaknya menerima kepercayaan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dikbud Ristek bahwa pada 29 Maret 2023 telah diterima izin pembukaan Fakultas Kedokteran di Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam.

”Ini merupakan suatu kebanggaan karena menjadi fakultas kedokteran satu-satunya di Deliserdang,” sebut tokoh pendidikan Sumut tersebut.

Johannes Sembiring pun berterima kasih atas dukungan Gubsu dan bupati Deliserdangpada pengembangan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam dan Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua.

”Medistra telah mendidik 18.886 alumni dengan mahasiswa aktif berjumlah 5.227 orang. Mahasiswa aktif di Deli Husada berjumlah 5.385 orang,” katanya.

Gubsu H Edy Rahmayadi mengapresiasi keberhasilan alumni Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam dan Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua bekerja ke luar negeri.

Gubernur pun berbagi pengalaman saat bersilaturahim dengan masyarakat di Jepang yang dikenal disiplin, tertib dan memperhatikan kesehatan.

Lansia Jepang berusia 86 tahun, kata Gubsu, bahkan masih ada yang terus produktif menjadi direktur perusahaan. Ia menambahkan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat.

Untuk itu, ia meminta para alumni menunjukan kebolehan sebagai tenaga kesehatan pada masyarakat di negara tempat bekerja. Karenanya harus menyesuaikan diri termasuk dengan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. ”Baik budi di negara orang, taati semua aturan, jaga nama baik alumni kalian ini. Lebih luas lagi nama baik Sumatera Utara dan Indonesia,” pesan gubernur.

Edy Rahmayadi pun berterima kasih pada pimpinan kedua institut kesehatan. ”Saya senang diundang kemari. Selamat berjuang dan amalkan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Kepala LLDikti Sumut juga berbagi pengalaman tinggal di luar negeri kepada para alumni. Ia pun mengingatkan alumni yang bekerja diluar negeri untuk tekun, disiplin dan segera menyesuaikan diri terutama dengan pola makanan.

Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD yakin dengan bekal pendidikan dan keterampilan dari Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam dan Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua akan membawa kesuksesan dalam bekerja di luar negeri.

Sementara Konsul Jenderal Jepang di Medan Takonai Susumu mengapresiasi acara pelepasan dan tepung tawar bagi alumni yang bekerja di luar negeri. Ia pun telah tiga kali hadir dalam acara tersebut pada tiga tahun terakhir.

Ditegaskan dia, telah banyak perawat dari kedua institut kesehatan tersebut yang bekerja di Jepang. ”Ini merupakan kemajuan dan kebanggaan buat Institut Kesehatan Medistra dan Deli Husada karena masyarakat Jepang telah menilai alumni yang dihasilkan bekerja dengan baik,” katanya.

Konjen Jepang juga mengutarakan saat ini telah 65 tahun terjalin hubungan persahabatan Indonesia-Jepang. Kerja sama ketenagakerjaan pun terus dibenahi dan dikembangkan. Kerja sama ini dapat menyatukan hati dengan pengertian dan pemahaman budaya,” sebutnya. (dmp)

Muscab XVIII MPC PP Deliserdang, Junaidi Pimpin Pemuda Pancasila Deliserdang

TERIMA: Junaidi menerima bendera pataka MPC PP Kabupaten Deliserdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Junaidi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Deliserdang Sumatera Utara, masa bhakti periode 2023-2027 pada Musyawarah Cabang (Muscab) XVIII di Prime Plaza Hotel, Jalan Bandara Kualanamu Desa Tumpatan Nibung Kec Batang Kuis pada Minggu(4/6) .

Terpilihnya Junaidi secara aklamasi setelah calon lainnya yang juga incumbent Dedy SH mengundurkan diri. Ketua MPW Sumut Kodrat Shah yang diwakili Sekwil Igbal Hanafi Hasibuan dalam sambutannya, mengapresiasi pelaksanaan Muscab yang berjalan aman dan lancar.

“Saya berharap ketua terpilih dapat menjalankan amanah dalam membesarkan organisasi Pemuda Pancasila di Deliserdang ini,” ujarnya.

Iqbal juga berterimakasih kepada Dedi SH yang mau legowo untuk mengundurkan diri demi kebesaran organisasi.

“Saya sangat berharap kader Pemuda Pancasila berjuang keras dalam memenangkan Ketua MPW Sumut, Kodrat Shah pada Pileg 2024 mendatang. Begitu juga dengan caleg-caleg kita yang ikut ber tarung,” tambahnya.

Igbal juga menegaskan, bahwa musyawarah untuk mufakat merupakan cara yang paling tepat dalam mengambil keputusan.

Junaidi ketua terpilih dalam sambutannya mengaku siap membesarkan organisasi Pemuda Pancasila sampai ke pelosok-pelosok di Deliserdang,.

“Saya siap berjuang keras dalam mengembangkan Pemuda Pancasila ke pelosok-pelosok diDeliserdang,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Johnkay ini mengajak semua kader Pemuda Pancasila di Deliserdang untuk saling bahu membahu dalam membesarkan organisasi.

Tak lupa juga Junaidi meminta seluruh kader Pemuda Pancasila.untuk memenangkan Kodrat Shah pada pileg 2024 mendatang.

“Mari sama-sama untuk memenangkan Kodrat Shah menjadi anggota DPR RI pada Pileg 2024 mendatang,” tambahnya.

Sedangkan Bupati Deliserdang yang diwakili Kadis Kesbangpol,Drs Zainal Abidin Hutagalung dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemuda Pancasila memiliki peranan penting dalam meneruskan cita-cita bangsa dalam era global yang kompetitif.

“Pemuda Pancasila adalah pejuang bangsa. Dan Pemuda Pancasila harus siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Turut hadir.pada Muscab ini Ketua DPD Partai Hanura Sumut, Adrian Shah, Ketua KOTI Sumut, Irwan Gamal, Kadis Kesbangpol, Drs Zainal Abidin Hutagalung,Kapolres DS yang diwakili (Danki Sat Brimob Tamora)AKP Supran,Dandim 0204/DS yang diwakili Kapt.haris Ketua DPRD yang diwakili Said Hadi,sejumlah pengurus MPW PP Sumut dan Ketua PAC PP dan ribuan kader PP se-Deliserdang.

Juga ditunjuk tim Formatur yang diketuai Junaidi. Amatan wartawan, ribuan kader PP se-Deliserdang turun ke lokasi. Dan puluhan petugas Kepolisian dari Polres Deliserdang terlihat melakukan penjagaan dan pengawalan.(rel/han)

Genjot Penyelesaian Proyek Jalan, Infrastruktur Jalan Palas dan Paluta Dikerjakan Bulan Ini

PENGERJAAN: Petugas Dinas PUPR Sumut melakukan pengerjaan infrastrur jalan.

SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara terus menggenjot pelaksanaan dan pengerjaan pembangunan jalan dan jembatan untuk kepentingan strategis di Sumut atau disebut dengan proyek multi years Rp2,7 triliun.

Plt Kadis PUPR Sumut Marlindo Harahap, mengungkapkan untuk wilayah Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dan Kabupaten Padanglawas (Palas) yang berada di bawah UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut Gunung Tua mulai start bulan Juni 2023 ini.

“Action plan pelaksanaan pekerjaan dimaksud mudah-mudahan dapat dilaksanakan sesuai yang sudah direncanakan,” sebut Marlindo, Senin (5/6). Marlindo mengungkapkan sesuai dengan action plan penyedia jasa Waskita – SMJ – Utama KSO, Asphalt Mixing Plant (AMP) yang berfungsi untuk memproduksi Beton Aspal atau Hotmix sedang proses pembangunan di Aek Godang Paluta. “Sesuai dengan action plan yang ada dimaksud maka diharapkan pada pertengahan bulan Juni ini AMP tersebut sudah dapat beroperasi,” ucap Marlindo. Selanjutnya, Marlindo mengatakan action plan pada Juni ini penyedia jasa akan melaksanakan kegiatan dengan rincian yaitu (103) Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Hutaimbaru – Sipiongot di Padanglawas Utara.

Kemudian (104) Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Aek Godang – Sihaporas (Bts. Palas) di Kab. Padanglawas Utara, (106) Peningkatan Struktur Jalan Gunung Tua – Binanga (bts. Palas) di kab. Padanglawas utara, (110) Peningkatan Kapasitas Jalan provinsi Ruas Binanga (Bts. Paluta) – Aek Nabara Tonga di Kab. Padang Lawas, (111) Peningkatan Kapasitas Jalan provinsi Ruas Ujung Batu – Bts. Riau di Kab. Padanglawas.

(112) Peningkatan Kapasitas Jalan provinsi Ruas Sibuhuan – Ujung Batu di Kab. Padang Lawas, (113) Peningkatan Kapasitas Jalan provinsi Ruas Paringgonan – Sibuhuan di Kab. Padanglawas, (114) Peningkatan Kapasitas Jalan provinsi Ruas Sihaporas (Bts. Paluta) – Paringgonan di Kabupaten Padang Lawas, (115) Peningkatan Kapasitas Jalan provinsi Ruas Aek Nabara Tonga – Sibuhuan di Kab. Padanglawas.

Kemudian, (116) Peningkatan Kapasitas Jalan provinsi Ruas Aliaga – Muara Tige – Bts Riau di Kab. Padanglawas, (117) Pembangunan Lantai Jembatan Aek Silandorung pada Ruas Sibuhuan – Ujung Batu di Kab. Padanglawas.

Selanjutnya, (118) Pembangunan Box Culvert 1 pada ruas Sihaporas – Paringgonan Kab. Padanglawas, (119) Pembangunan Box Culvert 2 pada ruas Sihaporas – Paringgonan Kab. Padanglawas dan (120) Pembangunan Box Culvert 3 pada ruas Sihaporas – Paringgonan Kabupaten Padanglawas.

Untuk pekerjaan beton FC’ 20 sesuai dengan action plan penyedia jasa akan dikerjakan dengan durasi pelaksanaan 146 hari yaitu mulai 28 Juni hingga 21 November 2023. Untuk pekerjaan aspal (AC – BC dan AC – WC) sesuai dengan action plan penyedia jasa akan dikerjakan dengan durasi pelaksanaan 77 hari yaitu mulai 14 Juni hingga 30 Agustus 2023.(gus/han)

Program Sawit Terampil Sinar Mas Agribusiness dan Food Dukung 520 Petani Indonesia Raih Sertifikasi RSPO

Pendampingan bagi petani swadaya untuk membantu meningkatkan praktik pertanian yang berkelanjutan melalui program Sawit Terampil. (Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Sinar Mas Agribusiness and Food lewat program Sawit Terampil terus mendukung petani sawit meningkatkan produktivitasnya. Inisiatif yang diluncurkan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food bersama mitranya MARS dan Fuji Oil pada tahun 2020 ini memberikan dukungan komprehensif kepada petani swadaya melalui pembinaan kelompok dan bimbingan individu untuk membantu petani sawit meningkatkan praktik-praktik pertanian.

Saat ini lebih dari 500 petani yang memiliki lebih dari 900 hektar perkebunan kelapa sawit di Aceh Utara dan Langkat telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

“Pelatihan peningkatan kapasitas dan sesi pendampingan mengajarkan petani swadaya untuk menerapkan metode budidaya yang lebih berkelanjutan dan mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan RSPO,” ujar Dr. Götz Martin, Head of Sustainability and Strategic Projects, Sinar Mas Agribusiness and Food dalam keterangannya, Senin (29/5).

Program Sawit Terampil, menurutnya, merupakan komitmen Sinar Mas Agribusiness and Food untuk membantu petani swadaya dan masyarakat perdesaan berkembang melalui pendidikan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan dari pertanian.

“Kami telah memanfaatkan jaringan mitra yang memiliki keterampilan dan keahlian yang memungkinkan program ini berkembang. Kami berterima kasih kepada mitra kami, MARS, Fuji Oil, Neste Oil dan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), yang mendukung program Sawit Terampil, serta Smart Research Institute (SMARTRI) dan mitra pelaksana kami, KOLTIVA,” imbuhnya.

Sertifikasi ISPO merupakan tonggak penting bagi petani swadaya, mengikuti mandat pemerintah bahwa petani dan pabrik kelapa sawit yang beroperasi setidaknya harus memenuhi standar ISPO pada tahun 2025, serta mempersiapkan mereka untuk memenuhi persyaratan RSPO.

Bergerak menuju kesiapan sertifikasi

Petani swadaya mengelola 41 persen area perkebunan kelapa sawit di Indonesia, menjadikan mereka kontributor utama dalam meningkatkan standar keberlanjutan di industri ini. Namun, banyak petani yang tidak memiliki akses terhadap pelatihan agronomi formal, pengetahuan administratif, dan dukungan yang dapat membantu meningkatkan praktik-praktik pertanian mereka dan memenuhi persyaratan sertifikasi.

Sawit Terampil telah dirancang untuk menjawab tantangan-tantangan ini. Pada akhir kuartal pertama tahun 2023, proyek ini telah menjangkau sekitar 4.800 petani dengan kesempatan pelatihan dan pembinaan, yang telah melampaui target 4.500 peserta yang ditetapkan untuk akhir tahun 2023. Lebih dari 6.600 sesi pelatihan telah dilaksanakan, dengan total lebih dari 11.600 jam pelatihan sejak inisiatif ini diluncurkan.

Banyak dari petani ini telah membuat kemajuan dalam persyaratan administratif untuk mencapai kesiapan sertifikasi. Sebanyak 120 petani di Langkat dan Subulusaalam yang memiliki 112 bidang tanah telah memverifikasi legalitas tanah mereka – sebuah langkah penting menuju sertifikasi.

Di Aceh dan Sumatera Utara, lebih dari 2.500 petani yang memiliki lebih dari 2.700 bidang tanah telah menyelesaikan survei sertifikasi mereka, yang merupakan prasyarat untuk memverifikasi legalitas tanah mereka. Secara keseluruhan, lebih dari 3.000 petani telah mengambil langkah menuju kesiapan sertifikasi melalui partisipasi mereka dalam program Sawit Terampil.

Dr. Götz Martin, Head of Sustainability and Strategic Projects Sinar Mas Agribusiness and Food berbicara pada diskusi Meningkatkan keterampilan Petani Swadaya Indonesia melalui Program Sawit Terampil.

Kemajuan produksi dan produktivitas

Sesi pelatihan telah memberikan hasil materi yang dapat membantu mendukung mata pencaharian petani dengan meningkatkan hasil panen petani, mengurangi biaya input dan meningkatkan efisiensi pertanian.

Data Sawit Terampil menunjukkan bahwa petani yang telah mengikuti pelatihan mengalami peningkatan produktivitas perkebunan rata-rata sebesar 14 persen, dari 18,5 ton/ha/tahun menjadi 21,02 ton/ha/tahun, dengan jumlah pohon per hektar yang tetap. Kabupaten Langkat mengalami peningkatan produktivitas tertinggi sebesar 19 persen. Rata-rata produktivitas perkebunan rakyat secara nasional adalah 9,6 ton/ha/tahun.

Dr. Götz Martin, mengatakan, “Mendorong pembangunan ekonomi perdesaan merupakan inti dari pekerjaan kami dan membantu petani untuk meningkatkan keterampilan dan mendapatkan sertifikasi merupakan bagian penting dari upaya ini. Kami sangat senang dengan kemajuan yang telah kami lihat dalam program Sawit Terampil hingga saat ini, dan berharap dapat bekerja sama dengan lebih banyak mitra di masa depan untuk memberikan manfaat dan memberdayakan masyarakat.”

Nassat Idris, Chairman of Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), mitra terbaru yang bergabung dengan inisiatif ini, mengatakan, “Dukungan IDH untuk program Sawit Terampil sejalan dengan tujuan kami untuk memfasilitasi kemitraan dan menyatukan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, pendapatan yang lebih baik, dan lingkungan yang lebih baik. Kami sangat senang dengan manfaat nyata yang telah diberikan oleh Sawit Terampil kepada petani swadaya dan masyarakat. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan dalam upaya memberdayakan petani dan masyarakat perdesaan, serta meningkatkan dampaknya melalui program kami.”

Para peserta telah melaporkan hasil yang positif dari proyek ini. “Sejak saya bergabung dengan Program Sawit Terampil, saya belajar dimana saya bisa dan tidak bisa menanam karena legalitas lahan atau area dengan karbon tinggi. Sebelumnya, kami pikir kami dapat menanam kelapa sawit di mana saja karena berada di lahan kami,” ujar Ardiyanto dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Petani lain dari daerah yang sama, Sutiyem, mengatakan, “Saya telah mengatakan kepada teman-teman saya yang belum bergabung dengan Sawit Terampil bahwa saya telah melihat banyak kemajuan dalam pendapatan saya dari perkebunan kelapa sawit. Sebelum saya mengikuti program ini, hasilnya sangat jauh berbeda dengan yang saya lihat sekarang. Dulu hasilnya hanya 700-800 kg [per bulan], tapi alhamdulillah sekarang sudah mencapai lebih dari 2 ton,” pungkas Sutiyem mengenai program Sawit Terampil yang diikutinya.(rel)

Wabup Deliserdang Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2022

batara/SUMUT POS BERIKAN: Wakil Bupati Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar sampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022 .

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar sampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022 pada Rapat Paripurna DPRD Deliserdang di gedung DPRD, Senin (5/6).

“Kita patut bersyukur karena tahun ini Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kelima kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sumatera Utara,” ungkap M Ali Yusuf Siregar ketika membacakan sambutan Bupati Deli Serdang, H Ashari Tambunan.

Opini WTP, sebut Wabup, berarti laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material. Posisi keuangan Pemkab Deli Serdang untuk tahun yang berakhir, 31 Desember 2022 sesuai standar akuntansi pemerintah.

Sambung Wabup, bahwa tantangan ke depan dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan Kabupaten Deli Serdang semakin kompleks dan semakin berat. Untuk itu, diperlukan kerja keras dan peran serta dari semua pihak agar pelaksanaan pembangunan Kabupaten Deli Serdang melalui program dan kegiatan pembangunan yang tertuang dalam APBD dapat berjalan lancar dan baik serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Deli Serdang.

“Dengan komitmen yang tinggi, kita berharap opini Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, insyaAllah di tahun-tahun yang akan datang dapat tetap kita pertahankan,” harap Wabup.

Pada TA 2022, Pendapatan Daerah Kabupaten Deliserdang ditargetkan sebesar Rp4.179.153.051.919 dengan realisasi sebesar Rp3.731.018.449.348,21, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain.

PAD sah yang ditargetkan sebesar Rp1.504.964.363.832,00, terealisasi sebesar Rp1.041.732.670.188,21. Pendapatan transfer bersumber dari dana perimbangan dari pemerintah pusat, dana desa, pendapatan bagi hasil pajak dan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ditargetkan sebesar Rp2.674.188.688.087 dengan realisasi sebesar Rp2.687.662.779.160. Lain-lain pendapatan daerah yang sah bersumber dari pendapatan hibah terealisasi sebesar Rp1.623.000.000.

Belanja daerah, mendukung prioritas pembangunan yang telah ditetapkan, maka penggunaan anggaran belanja daerah harus tetap terarah, efisien dan efektif. Belanja Daerah Pemkab Deli Serdang tahun 2022 ditargetkan Rp4.353.532.665.140 dan terealisasi Rp3.748.625.178.210,85, dengan rincian Belanja Operasi Pemkab Deli Serdang TA 2022 ditargetkan Rp3.115.109.173.175, dengan realisasi Rp2.641.356.377.407,08.

Untuk Belanja Modal Pemkab Deli Serdang TA 2022, ditargetkan Rp671.766.803.782, dengan realisasi Rp563.480.586.115,77.

Sedangkan, untuk Belanja tidak Terduga ditargetkan Rp29.500.000.000 dengan realisasi Rp6.727.247.505. Di sisilain, guna mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, maka penggunaan belanja transfer harus terarah, efektif dan efesien dan berpedoman pada pedoman teknis yang ditetapkan.

Belanja transfer Pemkab Deliserdang tahun 2022 ditargetkan Rp537.156.688.183, dengan realisasi Rp537.060.967.183, dengan rincian belanja bagi hasil pendapatan pajak daerah Pemkab Deli Serdang TA 2022 ditargetkan sebesar Rp70.485.991.283, terealisasi sebesar Rp70.485.991.283.

Belanja Bantuan Keuangan ke Desa Pemkab Deli Serdang TA 2022 ditargetkan Rp466.670.696.900, terealisasi Rp466.574.975.900.

Pembiayaan merupakan suatu transaksi keuangan yang bertujuan untuk menutupi defisit ataupun surplus anggaran. Pada TA 2022, penerimaan pembiayaan ditargetkan sebesar Rp192.379.613.221. Dari target tersebut telah terealisasi Rp192.513.862.275,70. Penerimaan tersebut terdiri dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun anggaran sebelumnya dan penerimaan kembali piutang daerah dari pengembalian pokok dana bergulir pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Selanjutnya, pengeluaran pembiayaan ditargetkan sebesar Rp18.000.000.000 dan tidak ada realisasi pada tahun 2022, karena tidak adanya penyertaan modal Pemkab Deli Serdang pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Silpa TA 2022 Rp174.907.133.413,06 yang antara lain bersumber dari Dana Sertifikasi Guru, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menemgah Pertama (SMP) serta Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2022 tersebut telah diaudit oleh BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dengan surat No. 41.a/lhp/xviii.mdn/05/2023, tanggal 2 Mei 2023.(btr/han)

Sukseskan Sensus Pertanian 2023, BPS Dairi Terjunkan 321 Personel

SOSIALISAsI: BPS Dairi menggelar sosialisasi sensus pertanian 2023. Dalam sensus ini akan ada 321 personel yang bertugas bertanya kepada masyarakat, karena 72 persen penduduk Dairi adalah petani.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dairi, menggelar Apel Siaga dan Sosialisasi Sensus Pertanian Tahun 2023 di Hotel Mutiara Dairi, Rabu (31/5).

Kepala BPS Dairi, Minda Flora Ginting bertindak sebagai pembina, diikuti jajaran pejabat, staf serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Dairi.

Minda menegaskan, Apel Siaga Sensus Pertanian 2023 (ST2023) yang dilaksanakan ini sangat penting. Karena, di Indonesia, pertanian memegang peran sangat penting.

“Mulai 1 Juni-31 Juli 2023 mendatang, kita akan memasuki tahap paling penting dalam ST2023 yaitu pencacahan lengkap. Apel ini untuk menyatukan komitmen kita bersama mensukseskan ST2023,” ujarnyas.

Disampaikannya, Sensus Pertanian 2023 akan berlangsung mulai, 1 Juni 2023-31 Juli 2023. Sebanyak 321 tim ST2023, diterjunkan untuk melakukan pendataan kepada masyarakat.

Minda berharap, dukungan Camat, Kepala Desa serta tokoh masyarakat serta tokoh agama, untuk membantu BPS mensosialisasikan kegiatan ST2023 kepada masyarakat.

Usai Apel Siaga, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari berbagai narasumber diantaranya Kepala Bappeda Dairi, Aryanto Tinambunan, Kepala Dinas Pertanian, Robot Simanulang serta dari BPS, Marudut Silaban.

Dalam diskusi dipandu David Pasaribu itu, Kadis Pertanian, Robot Simanullang menegaskan, ST2023 ini sangat penting untuk selaraskan visi memajukan pertanian Dairi.

Diakuinya, terkait visi dalam pengembangan pertanian antara organisasi perangkat daerah (OPD) masih kerap berbeda. Menurutnya, perlu penyamaan persepsi terkait visi pertanian dimaksud. Menurutnya, petani tidak hanya butuh bantuan, tetapi butuh ide dan gagasan.

“Apa dilakukan petani kita masih terkesan pertanian manual, bahkan belum serius. Petani belum siap menggunakan teknologi. Kita harus dorong petani untuk menggunakan teknologi supaya produksi lebih baik dan lahan dikelola bisa maksimal,” ungkapnya.

Robot mengatakan, 72 persen masyarakat Kabupaten Dairi adalah berprofesi sebagai petani. Dan sektor pertanian, 42 persen penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Saat ini Pemkab Dairi sedang mengembangkan lokasi Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Kecamatan Parbuluan.

“KPT kita harapkan merubah maindset petani untuk budidaya lebih baik untuk mendongkrak produksi pertanian guna mendorong kesejahteraan petani,” tambahnya.

Diakhir paparannya, Robot menegaskan, petani didorong mandiri, melek teknologi dan belajar terus. Hadir dalam kegiatan para Camat, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha pertanian, perwakilan petani serta media. (rud/ram)