26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14351

Suami Bakar Isteri Kedua

PERBAUNGAN- Suriati alias Yanti (32), tak menyangka kalau permintaan agar anak bungsunnya Aulia (6) untuk dijemput (bawa pulang ke rumah) ternyata menyulut emosi suaminya, Lintong Butarbutar(55). Akibatnya, Lintong pun tega memukul serta membakar tubuh isterinya, Selasa (15/11) sekira pukul 00.05 wib.

Setelah api mulai membakar tubuh isterinya, Lintong yang merupakan pensiunan PTPN III Kebun Tanah Raja ini, kemudian mencoba memadamkan kobaran api dengan mengunakan air.

Kemudian setelah api bisa dipadamkan, Lintong membuka pakaian isteri yang dinikahinya secara siri itu, setelah itu Lintong meninggalkan Yanti seorang diri.

Yanti pun menjerit minta tolong kepada warga sekitar. Mendengar jeritannya, warga kemudian mendatagi rumah pasangan suami isteri tersebut.

Warga kaget begitu melihat Yanti setengah telanjang (tidak pakai baju) dengan kondisi wajah gosong. Melihat kondisi Yanti telah lemas, warga kemudian membawa  korban ke rumah keluarganya yang berada tak jauh dari rumah korban.
Pagi harinya, korban kemudian di boyong ke RSU Grand Medistra Deliserdang.

Peristiwa penganiayaan ini telah dilaporkan pihak keluarga ke Mapolsek Perbuangan dengan membawa barang bukti berupa pakaian korban yang terbakar dan satu buah diregen.

Kanit Reskrim Polsek Perbaungan Ipda LB Sihombing mengaku, pihaknya masih melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi 3 orang dari keluarga korban dan warga. “Kita sudah mengamankan barang bukti dari TKP,” ucapnya.(lik)

Warga Diminta tak Menggarap

Buntut Pertikaian Warga Selambo

MEDAN- Masyarakat Desa Selambo, Kecamatan Percut Sei Tuan, diharapkan dapat menjaga kondusivitas di tengah masyarakat, terkait adanya konflik yang muncul antara dua kubu penggarap di wilayah tersebut.
Hal ini terungkap dalam pertemuan unsur Muspida, Muspika, dan Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, dan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol M Simanjuntak, dan perwakilan dari masyarakat Desa Selambo yang bertikai, Kamis (17/11), di Aula Kantor Camat Percut Sei Tuan.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui, proses penyelesaian sengketa tanah garapan di Selambo tinggal menunggu keputusan Plt Gubernur Sumatera Utara. “Akar persoalannya kan sengketa tanah. Nah, untuk penyelesaiannya, kita tunggu keputusan Gubernur,” kata Kabag Hukum Pemkab Deli Serdang Redwin, ketika ditanyai sejumlah wartawan.
Sengketa tanah yang melibatkan dua kubu penggarap di Selambo, selama ini telah menjadi persolan ditengah masyarakat Salembo karena tak kunjung menemukan jalan terbaik antar kedua belah pihak penggarap tanah eks perkebunan. Dua kubu masyarakat ini masing-masing mengklaim sebagai pemilik hak untuk menggarap lahan. Dengan adanya gagasan penyelesaian dari gubernur, kedua kubu diharapkan tidak bertikai.

Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, dalam kesempatan tersebut dengan tegas meminta kedua kubu untuk tidak lagi bertikai memperebutkan lahan garapan, karena kedua kubu sama sekali tidak memiliki keabsahan hak untuk mengerjakan lahan atau mengarap lahan tersebut. “Saya minta jangan lagi ribut-ribut, tanah itu bukan milik siapa-siapa. Kalau ada lagi yang ribut-ribut, akan saya tindak tegas,” kata Kapolresta.

Pertemuan yang digagas oleh unsur Muspika dan Kapolresta ini, digelar sebagai langkah untuk meredam kericuhan antar kedua kubu penggarap. Terakhir, kericuhan kembali meletus di Selambo yang mengakibatkan beberapa warga menjadi korban luka-luka.

Sekedar mengingat, dua kubu yang bertikai yakni antara warga selambo Depan dengan warga Selambo Toba yang merebutkan tanah garapan seluas 3 hektar. Terakhir kali, bentrok antar kedua kubu terjadi Jum’at (4/11) lalu sekitar Pukul 11.00 WIB. (gus)

Usai Diperiksa, Pengusaha Sawit Bebas

Terkait Buronan Kasus Penipuan Rp250 Juta

MEDAN- Poldasu terus mendalami kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat jual-beli lahan sawit di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dilakukan tersangka Ignatius Sago (67) penduduk Jalan Kejaksaan, Medan.
“Kita masih terus mendalami kasus ini dan terus melakukan observasi,” ujar Kanit II Harta Benda dan Tanah Bangunan (Harda Tahbang) AKBP Rudi Rifani, Kamis (17/11).

Perlu diketahui, pengusaha sawit Ignasius Sago, masuk daftar pencarian orang (DPO) Poldasu setelah dilaporkan Ir Octo Bermand Simanjuntak, 1 April 2011 lalu, terkait kasus tindak pidana penipuan dengan bukti laporan No. Pol: TBL/180/IV/2011/SPK III.

Pelapor mengatakan, peristiwa penipuan itu terjadi di kediamannya Jalan T Amir Hamzah Blok F, Medan Helvetia, menyebabkan dia mengalami kerugian sebesar Rp250 juta.

Berdasarkan bukti yang ada, seharusnya Ignatius sudah berada di sel Poldasu usai diperiksa Selasa (15/11) kemarin. Namun Rudi beralasan, tersangka belum ditahan karena ingin melakukan cek kesehatan di rumah sakit.
“Dia (Sago-red) beralasan hendak mengecek kesehatan, jadi kita beri kesempatan,” tambahnya.

Soal kemungkinan dalam waktu dekat tersangka segera ditahan, Rudi menegaskan, pihaknya menanti keterangan dari dokter yang memeriksa Sago. “Kita lihat hasil pemeriksaan cek kesehatannya,” imbuh Rudi singkat.

Menanggapi alasan Poldasu tidak menahan tersangka Ignasius Sago, praktisi hukum, Muslim Muis SH mengatakan, Poldasu telah melakukan kesalahan tidak lakukan penahanan terhadap tersangka Ignasius Sago yang merupakan DPO sebelumnya.

Disinggung alasan Poldasu tidak menahan karena tersangka harus cek kesehatan, Muslim menegaskan, alasan itu tidak bisa diterima oleh hukum. “Jika tidak ditahan, maka tersangka bisa melakukan tindak pidana kembali, kabur kem bali dan menghilangkan barang bukti,” tegasnya.

Harusnya, kata Muslim, Poldasu menahan tersangka apalagi sudah DPO selama 2 bulan. “Tersangka harus ditahan, kalau memang ada masalah kesehatan, Poldasu bisa membantarkan tersangka ke RS Polri,” tandas Muslim.

Sementara, Rabu (16/11) kemarin, pengacara Ignasius Sago, Todung Mulya Lubis SH terlihat di Mapoldasu bersama beberapa orang yang juga terlihat pada pemeriksaan tersangka. Mereka datang ke Poldasu menemui AKBP Rudi Rifani, tetapi tidak diketahui pembicaraan dua belah pihak. Rudi juga tidak menjelaskan maksud kedatangan pengacara kondang itu. Sementara, Todung juga masih enggan memberi komentar terkait kasus kliennya tersebut.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Heru Prakoso mengaku, belum mengetahui perkembangan kasus itu. Tetapi dia berjanji akan mengecek penyidikan dilakukan Resum. “Saya akan cek kasusnya,” kata dia.

Selain melaporkan Ignasius, korban juga melaporkan anak Ignasius Sago, ES  dan seorang lagi berinisial ED, yang semuanya beralamat di Jalan Kejaksaan, Medan, sebagai tersangka kasus tersebut.

Kasus ini, seperti dijelaskan dalam pengaduan korban, berawal dari perjanjian jual beli lahan sawit seluas 515 ha di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Octo sebagai penjual dan Ignasius Sago sebagai pihak yang membeli.
Pada saat itu, Ignasius Sago menyuruh Octo membuat tiga kali perikatan perjanjian jual beli lahan tersebut. Pertama dengan Ignasius Sago, kemudian dengan anaknya ES dan terakhir dengan PT Tri Brata Srikandi milik Ignasius Sago. Dalam proses perikatan perjanjian itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp250 juta.

Poldasu sempat memburon Ignasius Sago di beberapa lokasi setelah panggilan pertama dan kedua tak digubris. Bahkan, penyidik sempat melakukan penggerebekan di kediaman tersangka di Jalan Kejaksaan, Medan, serta perumahaan Royal Sumatera Jalan Jamin Ginting, Medan, namun Ignasius Sago berhasil lolos. (azw)

Petugas Satpol PP Dipolisikan

TEBING TINGGI- gara-gara memutuskan hubungan asmara dengan SR (16) warga Kelurahan Brohol, Kota Tebing Tinggi, Pranoto (23), honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tebing Tinggi, warga Jalan Deblod Sundoro, Kelurahan Bagelen, Kota Tebing Tinggi, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib, karena dipolisikan orangtua SR dengan tuduhan pencabulan, Kamis (17/11).

Pengaduan korban tertuang dalam surat laporan nomor LP/761/XI/SPKT.TT. Berdasarkan surat laporan itu menyebutkan, peristiwa pencabulan itu terjadi Rabu (31/8), sekira pukul 14.00 WIB, di Jalan Delima, Kota Tebing Tinggi.
Atas laporan itu, Pranoto pun ditangkap petugas kepolisian Polres Tebing Tinggi, dan harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tebing Tinggi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Lili Astono, saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan. Dari pengakuan tersangka, dia tidak melakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Sementara, Pratono ketika dikonfirmasi mengatakan, pengaduan mantan kekasihnya disebabkan karena cintanya diputuskan. “Saya nggak tahan pacaran sama dia (SR), setiap malam Kamis dan malam Minggu, dia minta dikencani. Karena aku sering kerja sampai larut malam dan tak sempat mengencani, makanya aku putusin cintanya. Mungkin gara-gara kuputusin cintanya, aku dilaporkan ke Polisi,” beber Pranoto.

Masih keterangan tersangka, dia tidak pernah mencabuli atau melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban, tetapi diakuinya hanya melakukan pemegangan dibagian dada serta menciumnya. “Nggak pernah gituan bang, cuma kalau cium dan pegang-pegang, itukan sudah biasa dalam berpacaran,” terangnya usai diperiksa di Mapolres.(mag-3)

16 Pelaku Kriminal Diamankan

TEBING TINGGI- Selama sepekan, Polres Tebing Tinggi mengamankan 16 pelaku kriminal di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.

Ke 16 pelaku kriminal itu, terlibat berbagai kasus diantaranya, 4 tersangka narkoba, 9 tersangka judi toto gelap (togel), 1 tersangka curat dan 2 tersangka curanmor.

“Kita berharap, kedepannya angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi bisa menurun. Dari beberapa kasus terjadi, banyak diketahui pelakunya sudah ditangkap dan kali ini sebanyak 16 tersangka kita amankan,” kata Kapolres Tebing Tinggi AKBP Andi Rian Djajadi, didampingi Waka Polres Kompol Safwan Khayat, Kasat Reskrim AKP Lili Astono dan Kasubag Humas Polres Tebing Tinggi AKP Ngemat Surbakti, ketika gelar kasus di halaman Mapolres Tebing Tinggi, Kamis (17/11) sekira pukul 10.00 WIB.

Dijelaskan Kapolres, untuk kasus pencurian pemberatan dengan modus pengembosan ban mobil yang selama ini terjadi di Kota Tebing Tinggi, dengan tiga kejadian perkara berhasil diringkus pelakunya. Pelaku bernama Khairul Fahri Pohan, diamankan bersama barang bukti 2 buah kunci leter T, 1 buah kunci L, satu buah sepeda motor dan kamera digital.(mag-3)

Limbah Ternak Babi Cemari Sei Mencirim

LUBUK PAKAM- Keberadan ternak babi ditengarai telah mencemari Sei Mencirim di Desa Sawit Rejo, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang.

Akibatnya, warga merasa resah dan mengadukan persoalan dimaksud ke DPRD Deliserdang. Hal ini diungkapkan anggota DPRD Deliserdang Muhammad Iqbal, Kamis (17/11).

“Warga melaporkan permasalahan pencemaran lingkungan diduga berasal dari peternakan babi. Kemudian dilakukan survei kelokasi yang dimaksudkan dan disana ditemukan pencemaran,” katanya.

Selanjutnya, hasil survey tersebut dilaporkan ke Dinas Pertanian serta Bapedalda, Pemkab Deliserdang. Namun, tidak ada respon dari pihak terkait. Selain telah mencemari Sei Mencirim, ternak kaki empat itu juga belum memiliki izin.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kadis Pertanian Pemkab Deliserdang, Syahnan menyatakan, peternakan babi itu, tidak memiliki izin peternakan yang dikeluarkan Pemkab Deliserdang. Terkait, adanya indikasi pencemaran Sei Mencirim, merupakan tanggung jawab Bappedalda.

“Peternakan yang memelihara sekitar 100 ekor babi, baru izin usahanya dari Dinas Pertanian,” katanya.
Selanjutnya, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Pemkab Deli Serdang Daut, menyebutkan, wilayah yang layat menjadi lokasi peternakan babi berada di STM Hilir dan
Sibiru Biru. “Tidak diperbolehkan ada ternak babi diluar kedua kecamatan itu,” tegasnya.(btr)

Jumlah Wisman Dekati Target

Pelancong Mencapai Angka 6 Juta

Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama tahun 2011 sebanyak 7,7 juta orang hampir terpenuhi. Hingga bulan Oktober lalu, jumlah wisman yang melancong ke Indonesia sudah mendekati angka 6 juta orang.

“Kunjungan (wisman) sampai bulan Oktober close to 6 juta,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dalam keterangan di sela KTT ke-19 ASEAN di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), kemarin (17/11).
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menambahkan, kunjungan wisatawan di bulan November biasanya tidak terlalu tinggi. Namun adanya even olahraga SEA Games, KTT ASEAN, East Asia Summit, diharapkan bisa menambah jumlah kunjungan wisatawan. Sapta mencontohkan perhelatan SEA Games di Palembang dan Jakarta. Selain atlet dan ofisial, biasanya ada suporter yang menyertai. Dia mengharapkan, jumlahnya bisa melebihi kunjungan bulan sebelumnya sekitar 670 ribu.

“Bulan November mudah-mudahan bisa lebih tinggi, sehingga bisa menyumbang target 7,7 juta,” tuturnya.
Kunjungan wisman, dinilai tidak terpengaruh dengan terjadinya krisis keuangan global. Sebab, kebanyakan merupakan masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Tahun depan, kementerian menargetkan kunjungan wisman sebanyak 8 juta orang.

Dalam kesempatan tersebut, Mari Elka memaparkan tentang ASEAN Fair yang dilangsungkan bersamaan dengan event KTT ASEAN yang mengusung tema Hello ASEAN. Dia menyebut, ASEAN Fair yang dihelat di Peninsula Island dan Hotel Westin, Nusa Dua, telah menarik minat dari wisatawan asing. Sejak dimulai pada 1 November, jumlahnya mencapai angka 40 ribu pengunjung.

Selain itu, juga tercatat transaksi sebanyak Rp300 juta dalam rentang dua pekan sejak dibuka. “Itu hanya dari pembelian saja,” kata mantan menteri perdagangan itu.

Sementara juga ada kontak dagang yang berlanjut dari ajang ASEAN Fair tersebut.

Mari Elka mengharapkan, ASEAN Fair tersebut bisa membuka kerjasama antara produsen lokal dengan pihak dari luar negeri. Selain itu, ajang serupa bisa digelar di tempat lain, misalnya saat event KTT ASEAN di negara lain.
Sebelumnya data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Juni 2011 jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada Juni 2011 mencapai 674,4 ribu orang atau naik 9,94 persen dibanding jumlah wisman Juni 2010 yang sebanyak 613,4 ribu orang.

Apabila dibandingkan dengan Mei 2011, jumlah wisman Juni 2011 juga mengalami kenaikan sebesar 12,36 persen.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang yang tersebar di 20 provinsi pada Juni 2011 mencapai rata-rata 56,01 persen, atau naik 2,76 poin dibanding TPK Juni 2010 sebesar 53,25 persen. Begitu pula jika dibanding TPK hotel Mei 2011, TPK hotel berbintang pada Juni 2011 mengalami kenaikan 3,88 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Juni 2011 adalah 1,98 hari, naik 0,03 hari dibanding keadaan Juni 2010.

Hanya saja menurut catatan BPS Bali wisman asal Jepang yang berwisata ke Bali merosot 27,23 persen. Namun, Jepang mampu menempati urutan kedua setelah Australia dari sepuluh negara terbanyak yang memasok pelancong ke Pulau Dewata.

Berkurangnya masyarakat Negeri Sakura menikmati keunikan seni budaya serta panorama alam Pulau Dewata erat kaitan dengan kondisi ekonomi negara tersebut pascatsunami yang melanda negara itu beberapa bulan lalu.
Wisman asal Jepang selama delapan bulan periode Januari-Agustus 2010 sebesar 168.806 orang. Sedangkan di tahun 2011 pada periode yang sama terdapat kunjungan sebesar 122.838.

Selama 2010 masyarakat Jepang yang berlibur ke Bali sebanyak 245.040 orang, juga menurun 26,61 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 333.905 orang. Sehingga, terjadi penurunan selama dua tahun terakhir.
Hampir seluruh wisatawan Jepang masuk ke Bali lewat Bandara Ngurah Rai, dengan menumpang pesawat udara yang terbang bangsung dari negaranya. Hanya tercatat 368 orang yang datang lewat pelabuhan laut, dengan menumpang kapal pesiar.

Gede Suarsa menjelaskan, meskipun Jepang menempati urutan kedua, namun Jepang mampu memberikan kontribusi sebesar 6,66 persen dari total wisman yang berkunjung ke Bali sebanyak 1,84 juta orang selama delapan bulan pertama 2011.

Kondisi itu meningkat sebesar 9,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya menerima kujungan wisman sebanyak 1,67 juta orang.

Gede Suarsa menambahkan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali, tujuh negara di antaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan hanya tiga negara menunjukkan adanya penurunan.
Ketujuh negara yang masyarakatnya semakin bergairah berliburan ke Bali meliputi Australia, China, Malaysia, Taiwan, Perancis, Inggris, dan Singapura. Tiga negara yang jumlah wisatawannya ke Bali berkurang selain Jepang adalah Korea Selatan dan Jerman. (fal/noe/jpnn)

Pelancong Mencapai Angka 6 Juta Jumlah Wisman Dekati Target

Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama tahun 2011 sebanyak 7,7 juta orang hampir terpenuhi. Hingga bulan Oktober lalu, jumlah wisman yang melancong ke Indonesia sudah mendekati angka 6 juta orang.

“Kunjungan (wisman) sampai bulan Oktober close to 6 juta,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dalam keterangan di sela KTT ke-19 ASEAN di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), kemarin (17/11).
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menambahkan, kunjungan wisatawan di bulan November biasanya tidak terlalu tinggi. Namun adanya even olahraga SEA Games, KTT ASEAN, East Asia Summit, diharapkan bisa menambah jumlah kunjungan wisatawan. Sapta mencontohkan perhelatan SEA Games di Palembang dan Jakarta. Selain atlet dan ofisial, biasanya ada suporter yang menyertai. Dia mengharapkan, jumlahnya bisa melebihi kunjungan bulan sebelumnya sekitar 670 ribu.

“Bulan November mudah-mudahan bisa lebih tinggi, sehingga bisa menyumbang target 7,7 juta,” tuturnya.
Kunjungan wisman, dinilai tidak terpengaruh dengan terjadinya krisis keuangan global. Sebab, kebanyakan merupakan masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Tahun depan, kementerian menargetkan kunjungan wisman sebanyak 8 juta orang.

Dalam kesempatan tersebut, Mari Elka memaparkan tentang ASEAN Fair yang dilangsungkan bersamaan dengan event KTT ASEAN yang mengusung tema Hello ASEAN. Dia menyebut, ASEAN Fair yang dihelat di Peninsula Island dan Hotel Westin, Nusa Dua, telah menarik minat dari wisatawan asing. Sejak dimulai pada 1 November, jumlahnya mencapai angka 40 ribu pengunjung.

Selain itu, juga tercatat transaksi sebanyak Rp300 juta dalam rentang dua pekan sejak dibuka. “Itu hanya dari pembelian saja,” kata mantan menteri perdagangan itu.

Sementara juga ada kontak dagang yang berlanjut dari ajang ASEAN Fair tersebut.
Mari Elka mengharapkan, ASEAN Fair tersebut bisa membuka kerjasama antara produsen lokal dengan pihak dari luar negeri. Selain itu, ajang serupa bisa digelar di tempat lain, misalnya saat event KTT ASEAN di negara lain.

Sebelumnya data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Juni 2011 jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada Juni 2011 mencapai 674,4 ribu orang atau naik 9,94 persen dibanding jumlah wisman Juni 2010 yang sebanyak 613,4 ribu orang.

Apabila dibandingkan dengan Mei 2011, jumlah wisman Juni 2011 juga mengalami kenaikan sebesar 12,36 persen.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang yang tersebar di 20 provinsi pada Juni 2011 mencapai rata-rata 56,01 persen, atau naik 2,76 poin dibanding TPK Juni 2010 sebesar 53,25 persen. Begitu pula jika dibanding TPK hotel Mei 2011, TPK hotel berbintang pada Juni 2011 mengalami kenaikan 3,88 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Juni 2011 adalah 1,98 hari, naik 0,03 hari dibanding keadaan Juni 2010.

Hanya saja menurut catatan BPS Bali wisman asal Jepang yang berwisata ke Bali merosot 27,23 persen. Namun, Jepang mampu menempati urutan kedua setelah Australia dari sepuluh negara terbanyak yang memasok pelancong ke Pulau Dewata.

Berkurangnya masyarakat Negeri Sakura menikmati keunikan seni budaya serta panorama alam Pulau Dewata erat kaitan dengan kondisi ekonomi negara tersebut pascatsunami yang melanda negara itu beberapa bulan lalu.
Wisman asal Jepang selama delapan bulan periode Januari-Agustus 2010 sebesar 168.806 orang. Sedangkan di tahun 2011 pada periode yang sama terdapat kunjungan sebesar 122.838.

Selama 2010 masyarakat Jepang yang berlibur ke Bali sebanyak 245.040 orang, juga menurun 26,61 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 333.905 orang. Sehingga, terjadi penurunan selama dua tahun terakhir.
Hampir seluruh wisatawan Jepang masuk ke Bali lewat Bandara Ngurah Rai, dengan menumpang pesawat udara yang terbang bangsung dari negaranya. Hanya tercatat 368 orang yang datang lewat pelabuhan laut, dengan menumpang kapal pesiar.

Gede Suarsa menjelaskan, meskipun Jepang menempati urutan kedua, namun Jepang mampu memberikan kontribusi sebesar 6,66 persen dari total wisman yang berkunjung ke Bali sebanyak 1,84 juta orang selama delapan bulan pertama 2011.

Kondisi itu meningkat sebesar 9,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya menerima kujungan wisman sebanyak 1,67 juta orang.

Gede Suarsa menambahkan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali, tujuh negara di antaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan hanya tiga negara menunjukkan adanya penurunan.
Ketujuh negara yang masyarakatnya semakin bergairah berliburan ke Bali meliputi Australia, China, Malaysia, Taiwan, Perancis, Inggris, dan Singapura. Tiga negara yang jumlah wisatawannya ke Bali berkurang selain Jepang adalah Korea Selatan dan Jerman. (fal/noe/jpnn)

Andalkan Kuliner dan Budaya

Kota Medan, Sumatera Utara optimis kunjungan wisatawan untuk tahun 2011 bisa mencapai 212.000 orang. Mereka pun sedang mempersiapkan berbagai kegiatan terkait Visit Medan Year 2012, termasuk menyambut kedatangan berbagai kapal pesiar melalui Pelabuhan Belawan pada 2012.

Menurut Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan Riswan, di Medan, pekan ini, pencapaian target 212.000 wisatawan itu merupakan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang berhasil meraih 179.000 orang dari target sebelumnya 160.000 orang.

Dikatakan, target 2011 itu jauh lebih tinggi dibandingkan target nasional yang ditetapkan rata-rata 10 persen, karena kunjungan ke Medan melalui pintu Bandara Polonia dan Palabuhan Belawan sejauh ini mencapai 15 persen.
Untuk kapal pesiar, jika tahun 2011 Belawan dikunjungi dua kapal pesiar besar, maka pada 2012 sudah dijadwalkan sedikitnya tiga kapal pesiar dari Eropa akan singgah di pelabuhan itu.

Mengenai Visit Medan Year 2012, sejumlah agenda yang akan meramaikannya sedang dipersiapkan, antara lain heritage, wisata kuliner,budaya, religi dan alam yang ada di daerah ini.(net/jpnn)

Luncurkan Gaun Mewah

Accent Sambut Natal dan Tahun Baru

MEDAN- Menyambut Natal dan Tahun Baru 2012, Accent, salah satu outlet pakaian wanita dewasa, telah menyediakan pakaian berupa gaun mewah dengan warna cerah, bagi konsumen yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru.
“Edisi Natal sudah keluar sebagian, lebih banyak gaun dengan warna cerah seperti merah dan warna lainnya,” ujar Fashion Consultan Accent Plaza Medan Fair, Yuni.

Gaun dan atasan yang berkesan mewah, menjadi ciri khas untuk pakaian wanita menyambut Natal tahun ini.
Walau model pakaian terkesan sederhana, tetapi gaun dan atasan yang terbuat dari polyster dan satin, menambah kesan mewah dan elegan.

“Dengan potongan yang simple dan bahan yang digunakan, memberikan kesan mewah pada gaun ini. Bahkan, dengan bahan yang simple, membuat gaun lebih elegan dan tidak ribet,” ucap Yuni.

Meski bahan polyster dan satin tidak dapat menyerap keringat, namum mampu memperindah gaun dengan berbagai corak yang cerah. Sehingga, pengguna pakaian ini, bisa lebih percaya diri mengenakannya.
“Bahan tidak menyerap keringat, tetapi kesan mewah yang diberikan bahan ini mampu membuat seseorang lebih percaya diri dan lebih feminim,” tambah Yuni.

Selain mengeluarkan gaun, Accent juga mengeluarkan edisi atasan dengan model mewah, karena ditambah dengan motif renda di bagian depan baju.

“Kesan feminim juga sangat terasa pada bagian depan atasan, salah satunya pada bagian depan baju. Kesan feminim dan mewah sangat terasa,” tambah Yuni.

Untuk harga, sebut Yuni, dipatok mulai Rp279.900 hingga Rp429.900. Setiap belanja menggunakan Kartu Mandiri, akan mendapat potongan harga hingga 25 persen.

Selain itu, Accent juga sedang menggelar promo murah untuk setiap konsumennya. Mulai dari program potongan harga 50 persen, hingga program special price mulai dari Rp69.900 hingga Rp129.900. Program potongan harga dan special price ini akan berlangsung hingga stok barang habis,” ujar Yuni.
Untuk saat ini, selain dapat membeli produk Accent di departemen store, produk Accent juga dapat ditemui di Plaza Medan Fair dan Thamrin Plaza.(ram)

Harga Gila di Ramayana

MEDAN- Selama tiga hari (18-20/11) mendatang, Ramayana Supermarket di Jalan Sisingamangaraja, Medan, menggelar promo ‘Harga Gila’ bagi pengunjung yang ingin membeli perlengkapan dapur seperti gula, buah, minyak makan dan lain sebagainya.

Program ini jauh lebih murah dibanding harga dipasaran pada umumnya. “Program harga gila yang kita tawarkan, hanya berlaku selama 3 hari, sejak 18 hingga 20 November,” ujar Asisten Manager Ramayana Supermarket, Lena Mustika.

Adapun harga murah yang ditawarkan meliputi, mangga harum manis, dengan harga Rp795/100 gram, gula pasir lokal 1 kg, hanya Rp7900 dan Rinso AntiNoda 900 gram, hanya Rp11.200. “Setiap pembelian minimal Rp50 ribu, akan mendapatkan ‘Harga Gila’ yang kita tawarkan, dengan maksimal pembelian 2 pcs,” tambah Lena.

Sedangkan untuk minyak makan, yang paling sering di cari oleh ibu rumah tangga, harga yang ditawarkan hanya Rp20 ribu. “Ada 2 brand minyak goreng yang kita tawarkan dengan harga yang terjangkau, minyak goreng Sovia Refill 2 Liter hanya Rp18,900. Sedangakan minyak goreng Madina ukuran yang sama hanya Rp19.700,” ujarnya.
Dan program untuk minyak makan ini, hanya berlaku selama stok masih ada. “Program untuk minyak makan tergantung stok, stok kita kan terbatas juga,” ucapnya.

Produk lain yang mendapat potongan harga di Ramayana Supermarket adalah produk elektronik, seperti rice Cooker, kompor gas, blender, kipas angin, slang gas dan gelas elegance. Produk elektronik seperti kipas angin, kompor gas, rice cooker mendapat potogan harga 25 persen. sedangkan untuk gelas elegance mendapat potongan harga hingga 50 persen. “Potongan harga ini belum dapat diketahui dengan pasti kapan berakhirnya. Bisa hanya dalam 3 hari, atau diperpanjang, tunggu instruksi dari pusat lah,” tambah Lena.

Untuk snack atau makanan ringan, mendapat promo menarik, yaitu, beli 1 dapat 1, untuk setiap pembelian 1 buah mie cup akan mendapat gratis 1 minuman berasa. Atau setiap pembelian stick wafer dengan ukuran yang sama, akan mendapatkan harga yang sama juga. “Makanan untuk anak-anak kita kasi promo beli 1 gratis 1, agar anak-anaknya senang,” tandasnya.(ram)

Lunch Bag untuk Buah Hati

Ada kalanya sang buah hati enggan melangkah ke sekolah karena merasa kurang mood. Untuk mengatasi hal seperti ini, ibu yang cerdas pasti akan memikirkan ide yang menarik agar si kecil jadi lebih semangat. Baik itu mempersiapkan aktivitas yang seru sembari bersiap di pagi hari, kejutan kecil ketika sampai sekolah, ataupun paket makan siang menarik untuk dinikmati bersama teman-teman sekelas.

Apapun cemilan sehat yang dibawakan ibu untuk dinikmati si kecil di sekolah, akan lebih baik bila kesegarannya tetap terjaga hingga waktu makan. Lunch bag cantik dari Dante Beatrix seharga Rp590.000 ini, dijamin akan membuat si kecil tak hanya jadi semangat bersekolah, namun juga membuat makanan yang dibawanya tetap segar dan rapi.

Terbuat dari bahan nylon berkualitas baik yang mudah dibersihkan, bagian belakang tas makan berinsulasi ini dilengkapi dengan name tag dan kantung. Jangan khawatir makanan akan terkontaminasi dengan bahan kimia berbahaya, karena Dante Beatrix Insulated Lunch Bag ini bebas PVC, phthalate, dan timah. Makanan si buah hati akan tetap sehat. Dante Beatrix Insulated Lunch Bag, dapat dipilih sesuai keingingan dengan beragam desain, mulai dari burung hantu, kepik, dinosaurus, monyet dan robot. (net/jpnn)