29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14352

Siang Ini PSMS Tantang Pro Duta

Bagi pelatih kepala PSMS Raja Isa, laga uji coba siang ini kontra Pro Duta merupakan ajang pembentukan mental pemain.

“Memang ini partai uji coba. Namun, saya berharap pemain menganggap partai ini merupakan laga serius. Ini untuk mempersiapkan mental mereka di laga kompetisi mendatang. Ini merupakan doktrin yang harus terus diusahakan ada di benak mereka,” terangnya ketika dihubungi wartawan koran ini kemarin malam.

Secara teknis, sambungnya, tak ada persiapan khusus untuk uji coba ini. “Yang penting kali ini yang kita tuntut diterapkan para pemain adalah membentuk kebersamaan, kekompakan dalam meraih kemenangan,” tegas pelatih asal negeri jiran Malaysia ini.

Menurut Raja Isa, partai uji coba ini harus dianggap partai tandang bagi para pemain. Sehingga, mental juara bisa dipupuk di antara setiap pemain. “Kita berharap mereka bisa bermain mudah, tenang serta taktis. Pada partai kali ini kita juga ingin melihat kecocokan tiga pemain asing yang baru bergabung,” ujarnya.

Sementara itu, dari kubu Pro Duta, pelatih kepala Roberto Bianchi melalui terjemahan  pembantu pelatih kepala Deca Dos Santos menjelaskan, pada laga ini yang diharapkan adalah penerapan taktik dan inti dari pelatihan selama ini. “Jika pemain bisa menerapkan apa yang sudah dilatihkan kepada mereka, ia (Roberto Bianchi, Red) akan senang,” jelasnya.

Deca juga menuturkan, sesuai dengan arahan pelatih kepala, jika Pro Duta akhirnya bisa memenangi laga ini, tapi pemain tak menerapkan instruksi pelatih, maka hal tersebut tak akan membuat pelatih senang. “Namun, jika kita (Pro Duta, Red) kalah karena menerapkan program pelatih. Itu jauh lebih baik lagi,” katanya.

Menurutnya, murni laga kali ini bukan mengenai hasil. “Kita sama sekali bukan ingin meraih kemenangan. Namun, melihat sejauh mana pemain bisa menerapkan pola permainan dai pelatih,” tutupnya. (saz)

IPL Berlanjut di Bawah Polemik

SURABAYA – Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012 kembali digulirkan, meski polemik kompetisi kasta tertinggi tanah air tersebut belum juga usai. Sabtu (26/11) menjadi awal lanjutan IPL. Itu sesuai janji PT Liga Indonesia Prima Sportindo (LPIS) yang meneruskan IPL usai SEA Games XXVI/2011. Kick-off IPL sudah digelar pada 15 Oktober lalu dengan mempertemukan Persib Bandung kontra Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.

Pada jadwal yang dirilis PT LPIS pada 26 November nanti akan berlangsung tiga pertandingan. Yakni, Persipura Jayapura kontra Arema Indonesia di Stadion Mandala, Jayapura, kemudian Persiba Bantul melawan Bontang FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, dan Persib Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat.

Ya, jadwal yang dirilis PT LPIS bukanlah yang pertama. Sebelumnya badan hukum yang mengurusi kompetisi profesional di tanah air itu pernah merilis jadwal. Sebanyak 24 tim menjadi kontestan. Namun di tengah jalan, banyak tim yang memutuskan untuk mundur.

Menurut Widjajanto, CEO PT LPIS, jadwal tersebut sudah final. Pada lembar pengesahan sudah ditandatangani Widjajanto pada 16 Nopember. “Kalaupun ada yang berubah, paling banter hanya tempat pertandingannya,” kata Widjajanto. “Atau jika ada permintaan live televisi,” imbuh dia.

Selama satu musim ke depan pertandingan akan digelar tiap Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Namun kondisi ini msih jadi masalah karena klub seperti Persipura, Persiwa dan Persidafon masih abu-abu sikapnya soal kompetisi. (vem/jpnn)

Buang Lima Datang Lima

Arema Indonesia versi Rendra Kresna memastikan membuang lima pemain asing yang selama ini seleksi. Namun begitu, lima pemain asing lain akan didatangkan untuk diuji kemampuannya.
Menurut manajer media officer Arema yang memastikan akan berkompetisi di Indonesia Super Liga (ISL), Sudarmaji, pemain asing yang datang adalah Luco Gonzales,  Esteban Cambiasso yang keduanya berasal dari Argentina. Sedangkan dua pemain asing lainnya adalah Roberto dan Carlo dari Urguay. Sementara satu pemain asing lagi Mingo dari Negara Kongo.

“Lima pemain yang sebelumnya ikut seleksi, sudah dilepas. Tim pelatih melepas mereka agar mencari klub lain karena memang tidak sesuai kriteria kebutuhan tim. Alasannya,  ya itu saja saya kira,’’ kata Sudarmaji.

Di antara kelima pemain yang dilepas Arema Indonesia adalah striker Varney pas Boakay mantan pemain Persibo Bojonegoro, Abel Cielo dengan posisi sayap kanan eks Persidafon, Eric Lee Wright yang posisinya sebagai stoper. Mereka berasal dari Liberia.  Sedangkan pemain asing lainnya adalah Roberto  Gimines dengan posisi midfield dan Victor Romero. Mereka berasal dari Paraguay. Selain itu Mario Sousa mantan pemain Deltras Sidoarjo, dan Roberto Alcaraz asal negeri Kongo. (net/jpnn)

DPRD Panggil Developer Graha Helvetia

LUBUK PAKAM- DPRD Deliserdang rencanakan panggil developer Graha Helvetia, Dinas Cipta Karya, Dinas Pertambangan, BPN, KP3 Belawan, dan PTPN 2, terkait berdirinya puluhan bangunan ruko di Dusun VI Pasar 2 Pondok Seji, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal.

Rencana pemanggilan tersebut dikemukakan Wakil Ketua DPRD Deliserdang Wagirin Arman, beserta Ketua Fraksi Partai Golkar Siswo Adisuwito dan Wakil Sekretaris Golkar Sumut M Hanafi Harahap, ketika dijumpai di Desa Helvetia Sunggal, baru-baru ini.

Ketiga tokoh partai Golkar itu, menerima serta menampung aspirasi warga desa setempat pada kegiatan reses. Warga disana, menyampaikan, dulunya mereka bermukim di lokasi perumahan eks perkebunan PTPN 2 tersebut. Namun, entah bagaimana, pihak developer mengklaim lahan sekitar 17 hektare merupakan milik mereka. Bahkan, disana telah berdiri sekitar puluhan bangunan.

Anehnya dalam laporan warga tersebut, sertifikat lahan yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang, lahannya terletak di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Padahal, lokasi tersebut berada di Kecamatan Sunggal. ”Bukan di Kecamatan Labuhan Deli,” beber Wagirin.(btr)

1 Tewas Tertimpa, 1 Luka

Mobil Damkar Makan Korban

BINJAI- Kondisi mobil Pemadam Kebakaran (damkar) yang sudah renta, ternyata sangat berbahaya. Terbukti, mobil tersebut mengambil nyawa Alim (40) dan mencederai Helmina Sari (24).

Keterangan diperoleh, Jumat (18/11) menyebutkan, Alim (40), warga Jalan Sudirman, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, meninggal dunia karena luka yang cukup serius di bagian kepalanya, akibat tertimpa mobil Damkar. Meski sempat dirawat di RSU dr Djoelham Binjai, namun nyawa korban tak dapat diselamatkan.

Diketahui, korban adalah seorang montir di salah satu bengkel yang ada di Kota Binjai. Jumat (18/11) siang, korban sedang memperbaiki mobil Damkar yang rusak, dengan cara mendongkrak mobil. Entah bagaimana, dongkrak yang dipasangnya terlepas dan akhirnya menimpa korban. Korban pun menderita luka di bagian kepala hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara, Helmina Sari, warga Jalan Durian, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, mengalami patah tulang akibat ditabrak mobil damkar saat hendak berangkat kuliah di Jalan Ir Juanda, Binjai Timur.  Kini korban masih menjalani perawatan di rumaha sakit Dr Djoelham Binjai. Kondisi korban cukup memperihatinkan, dengan  kaki sebelah kiri retak dan mendapatkan 10 jahitan.

Kabag Linmas Pemko Binjai Taufik, sempat mengakui, jika kondisi mobil Damkar sudah tua dan tidak layak lagi dioperasikan. (dan)

Rumah di Garu I Terbakar

MEDAN- Satu unit rumah di Jalan Garu I Gang Bakti Abri Nomor 99, Kelurahan Harjo Sari, Medan Amplas, nyaris ludes terbakar, Jumat (18/11) sore pukul 17.00 WIB. Diduga, api berasal dari korsleting listrik akibat ledakan dari komputer yang ada di lantai dua rumah tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

“Api dari ledakan komputer di kamar anak saya di lantai dua, kemudian api merambat ke peralatan lainnya di kamar tersebut,” kata Tanti, istri pemilik rumah.

Sementara Rusmini (43), tetangga korban mengatakan, awalnya dia melihat kepulan asap yang keluar dari jendela kamar lantai dua. Sontak dia berteriak kebakaran. Berselang 10 menit kemudian, sebanyak delapan mobil kebakaran datang ke lokasi dan api berhasil dipadamkan selama 20 menit.(mag-10)

Penipuan Jual Beli 515 Hektar Tanah

Penanganan tak Jelas, Pelaku Kabur

MEDAN- Polda Sumut mulai bungkam terkait tidak ditahannya IS (67)  warga Jalan Kejaksaan Medan, tersangka kasus penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat jual beli lahan sawit seluas sekira 515 hektar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumut.

Pengusaha sawit itu dilaporkan Ir Octo Bermand Simanjuntak 1 April 2011 terkait kasus tindak pidana penipuan dengan bukti laporan No. Pol: TBL/180/IV/2011/SPK III.
Pelapor saat itu mengatakan, peristiwa penipuan itu terjadi di kediamannya Jalan Tengku Amir Hamzah Blok F, Medan Helvetia, menyebabkan dia mengalami kerugian sebesar Rp250 juta.

Kasubdit II Unit Harta Benda dan Tanah Bangunan (Harda/Tahbang), AKBP Rudi Rifani yang menangani kasus itu tidak berada di Poldasu saat hendak dikonfirmasi, Jumat (18/11). Ponselnya juga tidak aktif ketika dihubungi. Alhasil wartawan mengirim SMS yang hingga kini belum dibalas. Sebelumnya Rifani menyebut IS tidak ditahan karena bermohon untuk cek kesehatan. Nyatanya hingga saat ini belum ada tentang hasil tes kesehatan IS.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Kombes Pol Bambang Heriyanto juga tidak merespon niat wartawan yang hendak menanyakan seputar tidak ditahannya pengusaha sawit Madina itu.

Alhasil wartawan mengarahkan pertanyaan ke Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Heru Prakoso dihubungi kembali, Jumat (18/11). Saat ditanya, juru bicara Kapoldasu inipun malah mengaku belum menerima laporan hasil pemeriksaan terhadap IS. Dia mengatakan sudah beberapakali berusaha menghubungi penyidik yang menangani kasus itu untuk mendapatkan penjelasan, tetapi belum memperolehnya.
“Saya sudah hubungi, tetapi belum tersambung, sms saya juga belum dijawab penyidiknya,” aku Heru.

Sebenarnya kasus ini tak hanya melibatkan IS saja, menantu IS, Bennydictus bahkan sudah terjerat dalam perkara perizinan perkebunan di Kabupaten Madina dengan objek yang sama. Bennydictus saat ini berstatus DPO Polres Madina. Bahkan berkas perkaranya sudah P21 (lengkap), tetapi belum dapat diserahkan kepada Kejaksaan karena dia telah melarikan diri. Bennydictus pada saat diperiksa kepolisian sebagai tersangka tetapi tidak ditahan, seperti saat IS diperiksa Poldasu. (azw)

Ditemukan Tabung Gas Bocor

LANGKAT- Pemkab Langkat perketat pengawasan pangkalan LPG tabung ukuran 3 Kg berkaitan pembinaan, meliputi pengawasan dan pendistribusian. Sekaligus memperingatkan penyalur yang tidak mengantongi izin, agar segera mengurus sebelum ditindak.

“Bupati menginstruksikan, hal-hal terkait kebijakan pemerintah dalam mensubsidi kebutuhan masyarakat termasuk LPG tabung 3 Kg perlu tetap dilakukan pembinaan dan pengawasan,” kata Asisten Adm Ekbangsos Indra Salahuddin.

Berdasarkan evaluasi pihak Pemkab, sebut Indra, didampingi Kabag Perekonomian Basrah Pardomuan dan Kabag Humas Syahrizal, Jumat (18/11), beberapa hal menjadi perhatian antara lain masih adanya agent mendistribusikan LPG langsung ke pengecer, tabung bocor, karet rusak maupun kondisi tabung berkarat, mengakibatkan masyarakat dihantui kecemasan membeli.
Selain itu, disebutkan Indra, juga mengemuka upaya menghindari masuknya agent dari luar Langkat yang berakibat kepada persaingan tidak sehat dan dapat melumpuhkan tata niaga jalur distribusi.

Horas Sirait staf Gasdom mewakili PT Pertamina mengakui, karet rusak, tabung rusak ataupun berkarat dan sudah menjadi perhatian pihaknya, walaupun ketersediaan tabung juga terbatas. Karenanya, agent diharapkan tidak menerima kondisi seperti dimaksud.(mag-4)

Pasibor Dukung Toba Go Green

Panitia Natal Audiensi ke Wakapoldasu

MEDAN- Parsadaan Siallagan Dohot Boruna (Pasibor) se-Indonesia harus ikut dan berperan aktif dalam berbagai program pembangunan baik di tingkat Sumut maupun nasional. Terkait isu lingkungan, misalnya, Pasibor harus ikut mendukung program Toba Go Green.

Hal itu diungkapkan Wakapoldasu Brigjen Pol Drs Sahala Siallagan saat menerima audiensi Panitia Perayaan Natal Pasibor se-Indonesia bersama Panitia Natal Pasibor Kota Medan, Rabu (16/11). Menurut Sahala, Pasibor harus tampil melakukan berbagai kegiatan positif untuk mendukung pembangunan Sumut ke depan, termasuk melakukan kegiatan bernilai sosial. Namun salam perayaan Natal Pasibor tahun 2011, Sahala menekankan dilakukan aksi sosial.

Dalam audiensi tersebut, hadir panitia Natal Pasibor se-Indonesia yaitu Timbul P Siallagan SH (ketua) dan Esron Siallagan SH (sekretaris) didampingi ketua dan sekretaris DPD Pasibor Kota Pematangsiantar, Laurentius Siallagan SH dan Juli Siallagan BBA. Sementara, dari panitia perayaan Natal DPD Pasibor Kota Medan hadir Hotben Siallagan (ketua), Hotman Siallagan ST  (sekretaris), ketua DPD Pasibor Medan St SL Siallagan SE, Ketua Umum DPP Pasibor DR Haposan Siallagan SH, MH dan sekretaris umum Edward HS Siallagan.

Ketua panitia Natal Pasibor se-Indonesia Timbul P Siallagan SH melaporkan, kegiatan perayaan Natal Pasibor se-Indonesia akan diadakan di Gereja HKBP Dame Jalan Asahan Pematangsiantar, Rabu 28 Desember 2011 mulai pukul 10.00 WIB.

Sebelum perayaan Natal, panitia mengadakan bakti sosial berupa pemberian bantuan berupa Sembako ke beberapa panti asuhan di Pematangsiantar dan Simalungun.(pms)

Penderita HIV/AIDS Tinggi, Pemerintah Disalahkan

18 RS Rujukan untuk Pengidap HIV/AIDS di Sumut

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat keterangan (SK) tentang 18 rumah sakit (RS) pemerintah di Sumatera Utara menjadi rumah sakit rujukan orang dengan HIV/Aids (ODHA).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr Candra Syafei SpOG, Jumat (18/11) kembarin kembali mempertegaskan bahwa dalam SK Menteri Kemenkes No. 782/Menkes/SK/IV/2011 disebutkan, bahwa diantara 18 rumah sakit itu, lima diantaranya rumah sakit pemerintah di Kota Medan, seperti RSUP H Adam Malik Medan, RSUD dr Pirngadi Medan, RS Bhayangkara, RS Kesdam, dan RS Haji Medan.

“Secara keseluruhan ada 278 rumah sakit pemerintah di-Indonesia, 18 rumah sakit diantaranya di Sumut yang telah di SK kan menjadi rumah rujukan untuk ODHA,” papar Chandra Syafei
Dengan jumlah lima rumah sakit untuk ODHA di Medan, kata Chandra, berarti ada 13 rumah sakit yang tersisa di berbagai kabupaten/kota di Sumut.

Diantaranya, RS HKBP Balige, RSU Lubukpakam Deli Serdang, RS Kabanjahe Kabupaten Karo, RS Pematangsiantar, RS Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, RS Sultan Sulaiman Kabupaten Serdang Badagai.

“Kemudian RSUD dr Djoelham Binjai, RSUD Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, RS Adrianus Sinaga Kabupaten Samosir, RS dr Ferdinan L Tobing Kabupaten Sibolga, RSUD Padangsidimpuan, RS Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara dan RS dr H Abdul Manan Simatupang Asahan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, sejauh ini, diantara 33 Kabupaten/Kota di Sumut, hanya 26 kabupaten/kota saja yang melaporkan adanya kasus HIV/AIDS.
“Data yang kita peroleh di Dinkes Sumut, hingga Oktober 2011, jumlah kumulatif pengidap HIV positif sebanyak 1.220 dan penderita Aids sebanyak 1.949 orang serta 380 orang meninggal dunia akibat virus mematikan itu,” paparnya.

Sedangkan penyebab tertinggi penularan virus ini, heteroseksual masih merupakan tempat teratas dengan jumlah 1.921 kasus, penggunaan jarum suntik (penasun) dengan jumlah 937 penderita serta penderita yang merupakan hetero dan merupakan IDU’s juga ada 119 kasus.

Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Medan, Khairuddin Salim mengatakan meskipun hal tersebut sebagai langkah positif yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi HIV/Aids, namun pemerintah dinilai lamban dalam meng-SK-kan 18 rumah sakit pemerintah sebagai rumah rujukan bagi ODHA.

“Kenapa tidak dari dulu? Padahal angka pengidap HIV/Aids inikan jumlah nya sangat tinggi. Apalagi, obat yang betul-betul untuk menyembuhkan ODHA belum ada. Pemerintah sangat lamban menetapkan 18 rumah sakit sebagai rujukan ODHA. Ini merupakan tanggungjawab pemerintah,” katanya.

Menurutnya, tingginya angka pengidap HIV/Aids dikarenakan keputusasaan ODHA sendiri dalam mendapatkan pengobatan atau pelayanan kesehatan secara maksimal dirumah sakit. “Misalnya begini, ada pengidap HIV/Aids yang tidak mendapat pengobatan yang maksimal, karena putus asa mereka sengaja menularkannya kepada orang lain. Makanya, pemerintah sangat berperan dalam memberikan pemahaman pada ODHA ini,” ucapnya.

Dalam penanggulangannya sendiri, diharapkan Departemen Kesehatan khususnya Dinas Kesehatan Sumut lebih pro aktif dengan terjun kelapangan. Selain itu, penetapan Ranperda HIV/Aids menjadi Perda juga berperan penting dalam meminimalisir tingginya angka pengidap HIV/Aids.

“Saat ini Ranperda HIV/Aids masih dalam pembahasan, namun akan segera ditetapkan menjadi Perda. Ini sangat penting ya, karena didalam Perda itu, ada kewajiban dan hak ODHA dalam memperoleh pengobatan. Selain itu, ada sanksi tegas bagi instansi jika tidak memberikan pengobatan yang baik kepada pengidap HIV/Aids,” urainya.

Sebagai lembaga pengawasan, sambungnya, pihaknya mengharapkan peran instansi terkait, khususnya Dinas Kesehatan dalam memaksimalkan kinerjanya.

“Kita harap, tingginya angka pengidap HIV/Aids ini dapat ditekan penularannya. Kita harus optimis, HIV/Aids ini bisa ditanggulangi asalkan ada keseriusan dari pemerintah serta instansi terkait,” bebernya. (mag-11)