31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14371

Rp12,3 Miliar Segera Dikucurkan dari APBN

Pembebasan lahan Fly Over Simpang Pos, Tinggal 20 Rumah Lagi Belum Diganti Rugi

MEDAN- Pembebasan lahan Fly Over Simpang Pos hingga kini belum rampung. Masih ada 20 rumah warga lagi yang belum diganti rugi. Namun begitu, Pemko Medan masih optimis kalau persoalan ganti rugi lahan tersebut rampung sebelum 2012.

“Tinggal beberapa rumah lagi, kalau tidak salah sekitar 20 rumah lagi. Namun, tidak ada masalah, karena tim yang ada di lapangan masih mengupayakan agar pembebasan lahan ini bisa berjalan dengan cepat,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Selasa (15/11) siang.

Rahudman mengaku, tim Pemko Medan masih melakukan pendataan terhadap warga yang akan menerima anggaran ganti rugi tersebut. “Tim pembebasan lahan yang berada di lapangan sedang mengupayakan agar warga menerima ganti rugi. Rencana pembangunan Fly Over Simpang Pos ini dimulai awal 2012,” sebutnya.

Menurut Rahudman, pembangunan Fly Over Simpang Pos ini merupakan program untuk mengurangi kemacetan lalulintas. “Proyek ini dari dana APBN yang mulai dikerjakan awal 2012. Pemko Medan mengharapkan pembangunan Fly Over Simpang Pos ini tidak menimbulkan masalah dan kemacetan di Medan bisa diatasi dengan secepatnya,” ungkapnya.

Sementara, Seketaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri Lubis mengatakan, Jumat (18/11) nanti akan dikucurkan dana dari APBN sebesar Rp12,3 miliar untuk 23 persil (bidang tanah). “Saat ini masih proses pembebasan lahan. Kita harapkan dana ini segera cair dan warga mau menerima ganti rugi atas lahannya. Inikan demi kepentingan khalayak ramai juga, jadi kita upayakan pendekatan terhadap warga agar mereka mau menerima ganti rugi tersebut,” katanya.
Menurutnya, saat ini tim apresial masih melakukan pendataan terhadap warga yang akan menerima anggaran ganti rugi tersebut. Selain itu, pihaknya akan menyurati kelurahan agar membujuk warga untuk menerima ganti rugi tersebut.

“Anggap saja ini amal. Kalau dari nominal, saya rasa sudah lebih. Tim pembebasan lahan sedang membujuk warga untuk menerima ganti rugi. Selain itu, pembangunannya akan dimulai pada awal 2012,” jelasnya.(jon/mag-11)

Pembunuh Mahasiswa ITM Dituntut 20 Tahun

MEDAN- Rahmad Hidayat alias Dayat (25), pembunuh M Agus Widya Lubis mahasiswa ITM, dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marina Surbakti, dalam persidangan lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (15/11). Terdakwa, terbukti bersalah melanggar pasal primier pasal 340 jo 55 ayat 1 KUHP, tentang pembunuhan berencana atas korbannya yang tak lain mahasiswa Semester IV Fakultas Teknik di Institut Teknologi Medan (ITM).

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Serliwati SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menegaskan dalam dalam dakwaan tuntutan, terdakwa Rahmad Hidayat alias Dayat melanggar pasal Primair yaitu pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

“Unsur-unsur yang menjerat terdakwa dalam pasal tersebut telah terpenuhi yaitu, penyebab kematian M Agus Widya Lubis, adalah karena pendarahan yang banyak pada rongga kepala, leher dan rongga dada akibat luka paksa benda tumpul pada kepala dan luka tusuk pada leher dan dada,” ucap JPU Marina Surbakti.

Lebih lanjut dikatakan Marina Surbakti, berdasarkan visum et revertum, terdakwa Rahmad Hidayat alias Dayat dengan mengunakan sebilah pisau dan bersama teman terdakwa bernama Oky yang saat ini masih DPO, menggunakan broti memukul korban. “Terdakwa menusuk korban secara membabi buta di sekujur tubuh M Agus Widya Lubis sebanyak 37 tusukan yang menyebabkan korban tewas seketika,” ucapnya.

Dalam berkas tuntutan tersebut lebih lanjutkan dibacakan jaksa penuntut umum, bahwa kejadian tersebut terjadi pada 24 Januari 2011 bertempat di kamar kos korban di Jalan Air Bersih Gang Kasih Medan.  Sementara itu, Muhammad Wirdana SH MH selaku kuasa hukum terdakwa Rahmad Hidayat alias Dayat yang dimintai keterangan usai sidang menyatakan bahwa pasal 340 yang dijerat pada kliennya terlalu berlebihan.(rud)

Phil Jones Calon Suksesor

BEK muda Manchester United yang digadang-gadang bakal menjadi suksesor Jhon Terry, Phil Jones memberikan dukungan kepada seniornya yang telah kehilangan ban kapten akibat tindakan berbau rasis kepada Anton Ferdinand.
“Semuanya baik-baik saja dan semangat di dalam tim tetap bagus di kamp latihan. Segalanya berjalan normal dan seperti yang Anda ketahui bahwa dia (Jhon Terry) dalah seorang pemain besar, sekaligus kapten yang hebat,” bilang Phil Jones.
Memang, oleh banyak pengamat Phil Jones dianggap pemain muda yang memiliki talenta dan gaya bermain mirip Jhon Terry. Kokoh dalam bertahan namun efisien saat membantu serangan.

Karenanya, tak heran bila pelatih hebat sekelas Sir Alex Ferguson pun kesengsem dengan penampilannya.
Menurut Fergie (panggilan akrab Sir Alex Ferguson, Red) yang membuat dirinya tertarik untuk merekrut Jones dari Blackburn Rovers ke United adalah sikap pantang menyerah yang dimilikinya. Itu diperlihatkannya pada November tahun 2010 lalu, saat United mempermalukan Blackburn dengan skor 7-1.

“Ketika dia bermain melawan kami dalam pertandingan yang kami menangkan dengan skor 7-1, setelah gol kelima, dia terlihat berlari dan memberikan dorongan (motivasi) kepada pemain lainnya dan dia hanya berusia 18 tahun saat itu. Saya sangat terkesan. Setelah itu saya mencoba untuk menggaetnya pada bulan Januari. Kami memberikan penawaran, tetapi Blackburn tak ingin menjualnya pada saat itu,” ujar Ferguson.

“Dia adalah seorang pemain yang harus kami dapatkan. Dia pastinya berandil besar dalam pertandingan. Tak ada keraguan terhadap hal itu. Dia memiliki hasrat untuk bermain, berlatih dengan baik, dan memiliki determinasi luar biasa. Dia calon besar,” tutup Fergie. (net/jpnn)

Ironi Terry

LONDON-Penampilan Frank Lampard saat dipercaya sebagai kapten tim Inggris sungguh impresif. Selain mampu memimpin rekan-rekannya, gelandang asal Chelsea ini pun menjadi pahlawan kemenangan Three Lions berkat satu golnya ke gawang Spanyol, tiga hari lalu.

Namun begitu, Jhon Terry, bek Inggris yang posisinya sebagai kapten tim dikudeta akibat ucapan berbau rasis kepada Anton Ferdinand, tetap tak bergeming dan mengaku fokus jika dipercaya kembali memperkuat Three Lions.
Apalagi kini banyak dukungan yang mengalir kepada Terry terkait kasus rasis yang menimpanya itu. Tak heran bila akhirnya Fabio Capello kembali menjanjikan ban kapten kepadanya saat Three Lions menjamu Swedia, dinihari kemarin (15/11).

Pada pertandingan persahabatan sebelumnya kontra Spanyol, ia tak dimainkan oleh Fabio Capello dan menunjuk Frank Lampard untuk menjadi kapten.
“Aku di sini dan berpartisipasi dalam latihan dan senang bisa menjadi kapten kembali. Aku dalam kondisi yang baik, sangat fokus untuk bermain. Dari sisi itu tak ada yang berubah,” ujar pemain 30 tahun ini seperti dikutip oleh Soccernet.

Jhon Terry pertama kali dipercaya sebagai kapten Three Lions adalah saat tim itu ditangani Steve McClaren pada tahun 2006. Namun pada tahun 2008 Terry kehilangan ban kapten terkait skandal yang melibatkan dirinya dengan mantan pacar rekannya di Chelsea Wayne Bridge.

Pada tahun 2011 Terry kembali mendapatkan ban kapten dari lengan Rio Ferdinand. Sayangnya, ucapan berbau rasis yang dilontarkannya kepada Anton Ferdinand di ajang Liga Primer membuatnya kembali kehilangan ban kapten.
“Saya menerima ketika pertama kali kehilangan ban kapten, meski dalam hati saya tidak setuju dengan keputusan itu. Saya tetap menyalaminya (Fabio Capello). Tapi perlu diingat jika saya tidak pernah menyerah untuk kembali mendapatkan ban kapten Inggris,” ungkap Terry.

Meski telah mendapat jaminan bakal menjadi kapten tim Inggris, namun Terry menyadari jika posisinya bersama timnas benar-benar   tak aman, karena banyaknya pemain muda berbakat di kubu Three Lions.

Lihatlah pertahanan Inggris ketika menghadapi Spanyol yang dikawal Phil Jagielka dan Joleon Lescott. Kedua pemain ini mampu menampilkan performa yang ciamik sepanjang pertandingan. Karenanya, John Terry pun merasa harus selalu mampu meningkatkan performa guna mengamankan satu tempat di posisi centre back.

Selain Jagielka dan Lescott yang sudah memberikan bukti, Inggris masih punya sederet pemain belakang bagus macam Gary Cahill, Kyle Walker, dan juga Phil Jones yang semuanya masih berusia muda.

“Aku tidak pernah merasa tempatku aman. Aku tidak pernah berpikir seperti itu bersama Inggris atau Chelsea. Jika permainanku tidak cukup baik manajer (Fabio Capello) sangat bisa untuk meninggalkan siapapun, seperti yang telah kita lihat. Setiap pertandingan kami semua merasa kami bermain untuk tempat kami,” katanya pada Sky Sports.
Dalam pertandingan melawan Spanyol di Stadion Wembley Minggu (13/11) lalu, Terry hanya bisa menyaksikan rekan-rekan setimnya berlaga dari bench. (bbs/jpnn)

Wenger Sepelekan Inggris

LONDON- Arsene Wenger tak memasukkan Inggris di daftar unggulan juara Piala Eropa 2012. The Three Lions disebutnya punya tekanan yang sangat besar sehingga akan kesulitan untuk menampilkan performa terbaiknya.
Inggris memang mulai menunjukkan kebangkitan di bawah asuhan Fabio Capello. Di laga ujicoba akhir pekan lalu mereka berhasil mengalahkan Spanyol. Namun bagi Wenger hal itu belum cukup membuktikan.

Lima belas tahun berkarir di tanah Inggris membuat pria asal Prancis ini paham akan situasi sepakbola di sana. Ia menilai tekanan pada Frank Lampard dkk selalu besar.

“Aku percaya jika tingkat ekspektasi di Inggris sangat tinggi, itu akan selalu memberikan tekanan tambahan bagi tim,” ujar manajer Arsenal itu di situs resmi klub.

“Jadi mari tak menjadikan mereka favorit untuk memenangi kejuaraan Eropa,” lanjutnya.

Selain tak menempatkan Inggris sebagai unggulan, Wenger juga tak menilai negara asalnya sebagai favorit di turnamen antarnegara Eropa itu. Ia justru berpendapat persaingan akan terjadi antara Spanyol, Jerman, dan Belanda. “Secara kasar aku akan menempatkan Inggris dan Prancis di level yang sama,” ungkapnya.

“Anda akan mengatakan ini antara Spanyol, Jerman, Belanda, dan di belakang mereka ada Inggris dan Prancis yang bisa jadi ‘pihak luar’ – ‘pihak luar’ yang menarik. Kita lihat dan tunggu saja pengundiannya dan lihat siapa yang siap dan dalam performa terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu di tempat terpisah pelatih Inggris Fabio Capello menantang strikernya Andy Carroll untuk menampilkan performa terbaiknya bila ingin menjadi starter di kubu The Three Lions.

“Jika dia ingin memiliki masa depan di timnas Inggris, semua tergantung dirinya sendiri, bukan saya,” ujar Capello yang dilansir Sky Sports. (bbs/jpnn)

Ajangnya Ahmed Hassan

MESIR vs BRASIL

DOHA-Brasil memetik kemenangan 2-0 atas Mesir dalam laga ujicoba. Tetapi kekalahan niscaya diterima setidaknya satu pemain Mesir dengan bahagia.

Di laga persahabatan yang digelar di Qatar, Selasa (15/11) dinihari WIB, Brasil memimpin pada menit 39 setelah Jonas Oliviera sukses meneruskan umpan silang Hulk.

Untuk Jonas, gol tersebut adalah yang pertama untuknya di pentas internasional. Bak tak puas dengan satu gol, ia kembali menjebol gawang Mesir pada menit 59.

Tak ada gol lagi yang tercipta dalam laga tersebut dan Mesir, yang tampil untuk kali pertama di bawah pelatih Amerika Serikat Bob Bradley, pun kalah 0-2.

Akan tetapi, ada satu capaian khusus datang dari Mesir. Hal itu terjadi menyusul diturunkannya Ahmed Hassan sebagai pemain pengganti pada menit 72.

Yang spesial, itu menjadi penampilan ke-178 Hassan untuk Mesir. Jumlah tersebut menyamai rekor dunia yang mana sebelumnya cuma dipegang dua orang, Mohamed Al-Deayea (Arab Saudi) dan Claudio Suarez (Meksiko), yang sudah pensiun tahun 2006.

Hassan sendiri, yang kini berusia 36 tahun, memainkan debutnya untuk timnas pada usia 20 tahun pada akhir 1995 silam. Hassan sendiri menghitung kalau penampilannya bersama Mesir sebelum ini sudah berjumlah 178, membuat penampilannya lawan Brasil menjadi sebuah rekor baru.

Dimainkannya Hassan untuk laga kontra Brasil juga sudah menuai kritikan, karena keikutsertaannya dianggap cuma demi mengejar rekor belaka.

“Penampilan dan performaku bersama Zamalek mestinya memang membuatku layak masuk timnas. Harusnya tidak perlu ada (kritikan) itu karena orang-oranglah yang memintaku untuk diikutsertakan,” tepis Hassan yang dilansir KickOff, sebelum bertanding lawan Brasil.

“Terima kasih untuk semua orang yang menginginkanku di dalam tim untuk mencapai tujuan pribadi, tapi aku percaya keputusan tersebut karena alasan teknik,” lugasnya ketika itu. (net/jpnn)

Capello Abaikan David Beckham

AMBISI David Beckham untuk bisa terlibat dalam skuad Inggris untuk Piala Eropa 2012 musnah. Soalnya Fabio Capello menegaskan tak membutuhkan tenaganya. Sudah solidnya komposisi tim Inggris yang ada sekarang ini diduga kuat menjadi alasan Capello tidak menyertakan pemain berusia 36 tahun tersebut ke timnya.

“Saya sebetulnya belum memikirkan hal ini. Tapi bila ditanya apakah ia masuk dalam rencana saya sekarang ini, saya akan menjawab tidak,” kata Capello, Selasa (15/11). “Tapi saya tak tahu, saya masih punya banyak waktu untuk memutuskan. Saya merasa ia hanya akan terlibat dalam Olimpiade,” tandasnya. (net/jpnn)

Cinta Inggris, Ditawar Swiss

Alessandro Del Piero

Alessandro Del Piero segera menyelesaikan kontraknya dengan Juventus pada akhir musim nanti. Meskipun demikian penyerang berjuluk Il Pinturicchio tersebut mengaku belum mau gantung sepatu dalam waktu dekat.
Del Piero memang sudah tidak muda lagi. Pekan lalu, tepatnya pada 9 November, dia baru saja merayakan ulang tahun ke 37.

Semangat kapten Juventus tersebut juga belum luntur. Walaupun belum tahu kemana akan berlabuh setelah menuntaskan kariernya di Turin, Del Piero tetap menyatakan kalau dirinya masih ingin terus menyepak si kulit bundar  sampai tiga tahun mendatang.

“Kapan saya akan pensiun? Saya rasa pertanyaan itu tidak perlu ditanggapi, namun saya berharap bisa tetap bermain hingga berusia 40 tahun,” ungkap Del Piero dikutip Football Italia, Selasa (15/11).

Del Piero bergabung ke Juventus sejak 1991 dari Padova. Sejak saat itu namanya langsung mencuat sebagai pemain paling diandalkan oleh Si Nyonya Tua. Berbagai prestasi telah diraih oleh pemain kelahiran Conegliano tersebut. Diantaranya adalah Lima trofi Scudetto, Empat juara Super Coppa, sekali juara Coppa Italia, Coppa Italia, Piala Intertoto, Liga Champions, Piala Super dan Piala Intercontinental. Saat ini Del Piero juga tercatat sebagai pemegang rekor caps di Juventus dengan jumlah penampilan sebanyak 497 kali. Tidak hanya itu, dia juga menjadi top skor sepanjang masa dengan 205 gol.

Sebelumnya, Alessandro mengaku ingin pindah ke Liga Premier Inggris. “Saya belajar menghargai sepak bola Inggris dalam permulaan karir saya ketika saya melawan klub-klub EPL. Dan di atas semua itu adalah Manchester United,” ucap Alex kepada France Football.

“Saya mencintai cara mereka menikmati sepak bola, Inggris selalu memiliki gairah dan rasa sportivitas yang tinggi, itulah yang membuat saya kagum,” sambungnya.

“Saya juga menyukai atmosfirnya, spiritnya, stadionnya, seperti Old Trafford. sikap para fans. Apa yang paling indah dari itu semua adalah ketika kedua fans dari kedua kubu tidak pernah saling ribut, mereka masuk ke stadion berbarengan,” katanya.

Sebelumnya, Del Piero sudah banjir tawaran. Terakhir yang menginginkan jasa adalah klub Swiss Sion. Presiden Christian Constantin mengaku merupakan pengagum lama striker yang sudah menyumbang 205 gol  itu. ”Jika Juventus tidak menginginkannya, kami dengan senang hati menampungnya,” ujar  Constantin, dilansir Goal.
Sementara itu Juventus sudah merelakan kepergian ikon sekaligus kapten Alessandro Del Piero. Juve akan memulai era baru dengan mencari pengganti Del Piero.

Menurut insidefutbol, Juventus akan coba melakukan penawaran kepada Borussia Dortmund untuk mendapatkan Mario Gotze. Bianconeri siap membayar untuk pemain yang disebut-sebut sebagai Lionel Messi dari Jerman itu.(bbs/jpnn)

Takut Ricuh, Eksekusi Tanah Jalan Jati Batal

MEDAN-Rencana eksekusi lahan seluas 70.506,45 M2 di Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, yang dilakukan Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/11), ditunda. Pasalnya, Polresta Medan tidak mengeluarkan surat pengamanan eksekusi karena takut terjadi kericuhan.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga melalui Kabag Ops Kompol Yushfi Nasution mengatakan, rencana polisi akan melakukan mediasi lagi dengan memanggil kedua bela pihak baik itu PN Medan dan warga Jalan Jati di Mapolresta Medan.

“Kita akan memanggil kedua bela pihak untuk membicarkan kembali permasalahan ini secara mediasi yang akan kita lakukan di Mapolresta Medan kalau tak Kamis (17/11) mungkin Jumat (18/11),” ungkap Yushfi.

Mantan Kapolsekta Medan Baru ini menjelaskan sebelumnya pihak PN Medan sudah melampirkan surat pengaman eksekusi kepada polisi, namun surat pengaman itu tidak dikeluarkan karena polisi tidak mau menimbulkan gejolak di tengah masyarakat yang sedang bertikai.

“PN Medan sudah melampirkan surat bahwa Rabu (16/11) akan dilakukan eksekusi di lokasi tersebut. Kita melihat kondisi kurang kondusif dan polisi tidak mau menimbulkan gejolak di tengah masyarakat akibat eksekusi itu. Jadi Polresta Medan tidak membalas surat tersebut hanya kita lampirakan kembali ke PN Medan untuk menunda dilakukannya eksekusi,” beber Yushfi.

Saat disinggung sampai kapan waktu penundaan eksekusi, Yusfhi mengungkapkan belum tahu. “Belum tahu sampai kapan dan kapan. Kita lihat saja kapan lokasi aman untuk dilakukan eksekusi,” kata Yusfhi.

Sementara itu kuasa hukum warga Jalan Jati, Djonggi M Simorangkir saat di hubungi Sumut Pos mengungkapkan pihaknya  sudah mengethaui eksekusi ditunda oleh PN Medan. Namun dirinya bersama warga tetap mempertahankan rumah yang berdiri di atas tanah sengketa tersebut.

“Saya sudah mengetahui eksekusi batal dilakukan, namun saya dan warga tetap mempertahankan tanah tersebut dengan menempuh jalur hukum kembali sehingga hak-hak dan harta warga tidak dirampas oleh orang-orang yang mengaku-mengaku sebagai pemilik tanah,” ungkap Djonggi.

Dirinya menyambut baik mediasi kembali dilakukan oleh Polresta Medan, namun sampai saat ini dirinya maupun warga belum mendapat udangan mediasi dari Polresta Medan.

“Saya menyambut baik mediasi yang dilakukan pihak kepolisian kembali yang akan mempertemukan kita bersama PN Medan, menurut saya itu bagus kita akan membicarakan kembali duduk dari permasalahan awal sehingga polisi mengerti apa yang menjadi ketakutan masyarakat selama ini atas permasalahan ini,” ujar Djonggi.

Marice Siahaan (67), warga Jalan Jati yang ditemui di lokasi mengatakan sudah tinggal di lokasi itu sejak tahun 1975 dan tahun 1979 telah memiliki sertifikat tanah yang dikeluarkan resmi oleh BPN. Bahkan, sertifikat tersebut sudah digunakannya ke Bank Mandiri untuk meminjam uang dan tidak bermasalah.

“Kalau lahan yang kami miliki ini bermasalah, mana mungkin pihak BPN mau mengeluarkan sertifikat dan pihak bank mau memberikan pinjaman kepada kami. Ini karena lahan yang kami miliki sah secara hukum milik kami dan semua warga di sini,” tandasnya.

Terpisah, puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Pelindung Tanah Rakyat (GEMPITA) menggelar aksi demo di depan gedung Pengadilan Negeri Medan Selasa (15/11). Dalam aksinya, massa menuding hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan telah bekerjasama dengan mafia tanah. “Nggak mungkin kami kalah, karena kami pemegang sertifikat tanah tersebut,”ujar koordinator aksi, Febriandi Ginting.

Kedatangan massa Gempita ini, untuk menggelar orasinya dan protes terhadap PN Medan, yang akan melakukan eksekusi tanah di Jalan Jati Krakatau Medan. Massa yang berkeinginan bertemu dengan Ketua PN Medan tak ditanggapi hingga akhirnya massa meninggalkan PN Medan dengan rasa kekecewaan.

Sekadar diketahui, perseteruan persoalan tanah antara Abdul Kiram Cs yang menggugat Ruslim Lugianto. Setelah melalui proses persidangan, majelis hakim yang diketuai Dolman Sinaga SH memenangkan Abdul Kiram sesuai dengan  perkara No 113/Pdt.G/2006/PNMedan. Dilanjutkan pada tanggal 27 Juni 2011 pengadilan melakukan eksekusi  tanah seluas 70.506, 45 M2 berdasarkan penetapan eksekusi No 20/Eks/2010/113/Pdt.C/2006/PN Medan.(mag-7)

Luis Suarez Turun Lawan Chelsea

Striker Liverpool Luis Suarez mengaku kalau dirinya siap untuk membantu Liverpool di laga melawan Chelsea akhir pekan ini, meski ia masih merasakan sedikit cederanya dan harus membela negaranya. Suarez mendapatkan cedera punggung saat ia mencetak 4 gol ke gawang Chili untuk tim nasional Uruguay di ajang Copa America lalu. Cedera itu memang belum sembuh benar dan ia harus diberi penghilang rasa sakit setiap akan bertanding.

“Aku sedikit takut dengan rasa sakit dari cederaku di pertandingan tersebut, tapi aku telah diberi perawatan sebelum bermain dan itu tidak sakit,” tutur Suarez dalam website resmi The Reds.

Nama Suarez tetap dibawa Oscar Tabarez untuk partai persahabatan melawan Italia di Olimpico Roma dini hari nanti. Ia melanjutkan. “Tidak ada masalah saat ini, tapi keputusan tergantung pada pelatih.”

“Aku memang terlalu mengambil resiko untuk Liverpool yang punya banyak pertandingan penting, salah satunya minggu depan melawan Chelsea,” sambungnya. “Aku senang bermain di tiap pertandingan tim nasional, tapi kami di klub punya banyak pertandingan penting.(bbs/jpnn)