28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 14373

Laporan tak Ditindaklanjuti, PLN Menuntut Polisi

MEDAN- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut hingga kini belum merespon laporan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait temuan Tim P2TL atas pencurian arus listrik di kediaman pribadi Ketua DPRD Langkat Rudi Hartono Bangun. Akibatnya, PT PLN akan menuntut polisi.

Pencurian listrik yang dilaporkan PT PLN merupakan rumah pribadi Ketua DPRD Langkat, Rudi Hartono Bangun di Komplek Mutiara Indah No 3 Jalan Kapten Muslim Dalam, Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia.

Tapi, dalam penangannya personel Poldasu enggan berkomentar tentang tindak lanjut laporan PT PLN mengenai pencurian listrik atas temuan Tim P2TL. Anehnya, empat petugas P2TL malah dijadikan tersangka.

Kabid Humas Polda Sumut Raden Heru Prakoso, pertama kali dihubungi melalui telpon selulernya sibuk dengan alasan ada tamu dari kedokteran “Sebentar ya, saya sedang ada tamu dari kedokteran paling tidak setengah jam,” katanya, Senin (14/11).

Beralasan sibuk, wartawan Koran ini langsung bertanya ke Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Poldasu, AKBP MP Nainggolan. Ketika dihubungi mengaku tak tahu siapa yang menangani laporannya. “Siapa yang nangani, saya tanyakan dulu sama Kasubditnya, nanti hubungi lagi,” kata Nainggolan.
Sementara itu, Kasubdit Harda AKBP Rudi Rifani yang menangani laporan PLN tersebut, beberapa kali dihubungi melalui telpon selulernya tak diangkat-angkat.

Akibat tak adanya tindak lanjut dari laporan PT PLN ke Poldasu, seorang praktisi Hukum Abdi Musa Tarigan SH menyesalkan keterangan seorang oknum penyidik tersebut, seakan tak mengerti hukum. Padahal, kasus yang dilaporkan pihak PLN ke Polda Sumut atas kasus pencurian arus listrik. Seharusnya tidak bisa gugur atau selesai begitu saja, walaupun konsumen yang melanggar telah membayar dendanya.

“Kalau sudah dibayar dendanya bukan masalah selesai begitu saja, apalagi sudah ada laporan resmi ke polisi. Yang namanya pencurian tetap kasus pidana. Enak saja nanti para pencuri, kalau ketahuan dipulangkannya. Terus masalah sudah selesai,” tegas Abdi.

Lebih lanjut Abdi menegaskan, dalam kasus ini pihak Polda Sumut harus tanggap. Seharusnya kasus ini betul-betul ditangani karena menyangkut seorang wakil rakyat yang seharusnya memberi contoh yang baik.  “Polda Sumut jangan tebang pilih dalam menangani hukum, jangan sampai akibat dari kasus ini masyarakat berasumsi Polda Sumut menangani kasus tergantung siapa yang melapor siapa dilapor,” ucap Musa.

Sementara itu, Manager PLN Medan Wahyu Bintoro mengatakan, dengan dijadikannya tersangka 4 petugas P2TL Medan, maka pihaknya akan kembali menuntut polisi. “Petugas P2TL sudah bekerja sesuai prosudur, PLN akan menuntut polisi,” ucapnya.

Bahkan, Wahyu menyayangkan sikap polisi yang tidak menggubris laporan PLN.

“Seharusnya dalam menangani kasus, polisi tidak pandang bulu. Jangan hanya laporan si Rudi Hartono Bangun saja yang cepat ditangani, tapi laporan PLN sampai sekarang tidak ditindaklanjuti polisi. Ini ada apa?” kesal Wahyu.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja PLN Sumut Raidir Sigalingging SH mengatakan, sangat prihatin dengan cara pandang polisi yang telah menetapkan 4 petugas P2TL jadi tersangka.

“Rudi Bangun jelas-jelas bersalah telah mencuri arus listrik,  kenapa malah dibela. Padahal, dalam pelaksaaan penertiban pencurian listrik, PLN dan polisi telah melakukan MoU kerjasama. Inikan semakin aneh,” katanya. (mag-5)

Sepatu Roda Sapu Bersih Emas

PALEMBANG-Hasil perfect diraih oleh kontingen sepatu roda indonesia di SEA Games ke-26 di Palembang. Dari dua belas medali emas yang diperebutkan, semuanya berhasil diborong oleh Ajeng Anindya Prasalita dan kawan-kawan. Tim tuan rumah mencapai titik kulminasi ini setelah sukses mengamankan empat medali emas terakhir di venue Sepatu Roda Jakabaring Sport City, Palembang, kemarin (14/11).

Masing-masing empat emas terakhir itu disumbangkan oleh Della Olivia dan Stevanus Wihardja di nomor yang turun di nomor 500 meter putra-putri. Masih di nomor yang sama, medali perak juga dikuasai oleh pasukan merah putih lainnya, Anggi Rahmadini (putri) dan Rosa zarki (putra).

Sementara dua emas lainnya, datang dari nomor 10.000 meter putra dan putri. Di nomor jarak jauh ini disumbangkan oleh Ajeng Anindya Prasalita dari sektor putri dan Erlangga Ardianza Wibowo untuk kategori putra. Hasil tersebut semakin sempurna setelah medali perak juga diamankan oleh tuan rumah, Sylvia (putri) dan Dimas Prasetya Putera dari kategori putra. Dalam pertandingan sektor putra, Indonesia tanpa kesulitan berarti untuk menjadi pimpinan lomba. Itu terlihat sejak awal lomba, Erlangga dan Dimas yang mewakili indonesia langsung memimpin barisan.

Dengan hasil tersebut, Indonesia mengamankan 12 medali emas, 11 perak dan 1 perunggu. Komandan pelatnas sepatu roda Indonesia proyeksi SEA Games 2011, Fitra Taramizar mengatakan, hasil 12 emas ini diluar dugaan. Sebab, mereka hanya ditargetkan enam emas oleh KONI,” ini luar biasa, bahkan untuk memenuhi target KONI kami telah mampu mencapainya dihari kedua lomba,” ungkap dia. (dik/jpnn)

Ketemu Anak 15 Menit

Tak percuma perjuangan yang dilakukan Donny Darmawan selama bertarung di SEA Games 2011. Dia sukses mempersembahkan dua emas di nomor kumite perorangan serta beregu. Dua emas itu pun menutup kekecewaannya karena tak bisa menunggui kelahiran putra pertamanya.

“Anak saya lahir 13 November. Nggak sempat nungguin. Ketemu juga cuma 15 menit,” terang Donny setelah pertandingan kemarin.  Saat bertemu, Donny juga hanya bisa mengalungkan medali yang didapatnya ke sang buah hati. Setelah itu, dia harus kembali ke markas timnas karate Indonesia.

“Habis mengalungkan medali ke anak, ya langsung foto-foto sebentar. Lalu balik lagi ke Senayan,” imbuh Donny.
Setelah SEA Games cabang karate selesai kemarin (14/11), Donny pun bisa mencurahkan semua waktunya untuk sang buah hati.  Namun, dia belum membeberkan nama lengkap sang anak. Atlet kelahiran 22 Februari 1984 tersebut hanya membuka sedikit clue tentang nama sang anak. (ru/jpnn)

Tersinggung, Janda Dibunuh di Hotel

MEDAN- Satuan Reskrim Polresta Medan menggelar rekonstruksi pembunuhan Eliya Kartika Dewi di Hotel Ardina Jalan Krakatau Medan, Senin (14/11) di pelataran parkir Polresta Medan. Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan tujuh adegan.

Tersangka pembunuhan Muhammad Ari Akbar warga Jalan Almunium I Gang Munir mengaku membunuh Dewi karena emosi spontan.  Ketika itu, tersangka tersinggung dengan perkataan korban, yang mengatakan memang orang tua tersangka, keluarga tersangka tidak tahu diri.

Mendengar perkataan tersebut, Ari yang saat itu berada di atas tubuh korban langsung mencekik mencekik leher korban hingga korban terjatuh di lantai. Setelah korban terjatuh di lantai, tersangka langsung mengambil wayar carger dan mengikatnya ke leher korban. Tidak hanya sampai di situ, setelah tersangka juga mengikat leher korban dengan menggunakan sarung bantal.

Diketahui korban sudah tak bernyawa. Tersangka langsung mengumpulkan barang miliknya dan mengambil telpon seluler milik. Setelah terkumpul, tersangka langsung menuju rumahnya dengan menumpangi becak mesin di Jalan Almunium untuk mengambil baju bertujuan ke rumah kakak kandungnya di kawasan Tajung Morawa.

Merasa tak tenang, tersangka akhirnya meninggalkan rumah kakaknya dan kabur ke rumah keluarganya di Batu Bara. Akhirnya, pelarian tersangka diketahui polisi dan menangkapnya di Batubara tanpa ada perlawanan sedikit pun. (mag-7)

Penjaga Malam Dibacok Pedagang Sayur

MEDAN- Penjaga malam di pasar Kampung Lalang, Gembira Ginting (34) warga Jalan  Klambir V Gang Sempurna  Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia dibacok seorang pedagang sayuran, Dodi. Anehnya, pembacokan itu tanpa adanya latar belakang percekcokan.

Korban dibacok, Senin (14/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu, korban sedang makan siang di pasar Kampung Lalang. Tiba-tiba, lengan tangan kanannya dibacok sebelah kanannya oleh Dodi seorang.

“Saya nggak tahu kenapa dibacoknya, selama ini kami tidak ada perselisihan apapun,” ujarnya saat membuat laporan di Polsekta Sunggal.

Dia menyebutkan, padahal sebelum membacoknya, mertua Dodi sempat menahan emosinya  agar tak membacok. Namun, aksi Dodi semakin nekad untuk mengejar dan langsung melayangkan senjata tajam ke tangan kanan Gembira hingga terluka.

Akibat luka di lengan kanannya itu, Gembira mengadukan perbuatan Dodi ke Polsek Sunggal. Sebelumnya, korban  sempat berobat untuk mengobati lukanya. “Nggak senanglah bang, makanya aku buat laporan seenaknya saja membacok ku tanpa ada kesalahan ku apa-apa,”kata pria yang mengaku sudah menjadi penjaga malam sejak 10 tahun lalu.
Kapolsekta Sunggal AKP M Budi Hendrawan mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban. “Kita sudah terima laporannya, jadi kami sedang melakukan penyidikan,”ucapnya.(mag-7)

Bulutangkis Beregu Putri Cuma Perak

Tim bulu tangkis beregu putri Indonesia harus puas dengan medali perak setelah kalah 1-3 dari unggulan pertama Thailand pada final nomor beregu SEA Games 2011 di Istora Senayan Jakarta, Senin malam.

Ganda kedua Vita Marissa/Liliyana Natsir yang turun pada partai keempat harus mengakui keunggulan pasangan Savitree Amitrapai/Saralee Thoungthongkam dalam pertarungan ketat selama tiga game yang berakhir dengan skor 21-19, 16-21, 22-24.

Kegagalan tim putri merebut medali emas di kandang sendiri , mengulang hasil buruk pada SEA Games 2009 di Laos. Saat itu bulu tangkis tak membawa medali emas.

Nomor beregu putri memang tidak ditarget merebut emas, karena materi yang tak meyakinkan. (net/jpnn)

Oknum PNS Hamili Mahasiswi

MEDAN- Hamil dua bulan, seorang mahasiswa di satu Perguruan Tinggi (PT) di Medan berinisial H br P (20) warga Tarutung, Tapanuli Utara ditinggalkan pacarnya, yang merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Langkat berinisial, AS.

Merasa tidak senang, H br P bersama orangtuanya membuat laporan ke Polsek Sunggal, Senin (14/11) sekitar pukul 16. 00 WIB. Namun, karena kejadian tidak berada di wilayah hukum Polsek Sunggal, H br P disarankan melaporkannya ke Polsek Deli Tua.

Kepada polisi, H br P menceritakan, pada 2008 lalu dirinya dikenalkan seorang teman dengan PNS Pemkab Langkat bernama AS. Sejak perkenalan tersebut, H br P menjalin hubungan pacaran.  “Sejak perkenalan itu kami sering melakukan hubungan suami istri pak di Hotel Intan Padang Bulan, karena dia (Akup, Red) selalu memaksa ku dan mengatakan akan bertanggungjawab bila aku hamil,”katanya.

Lebih lanjut, H br P mengatakan setelah dirinya hamil dua bulan, tapi dirinya ditinggal pergi begitu saja. “Aku sudah mengatakan sama AS, kalau aku hamil sudah dua bulan, tapi bukannya tanggungjawab yang ku dapat malah aku ditinggal pergi begitu saja,”ceritanya didampingi orangtuanya.

Dia menyebutkan, pacarnya itu merupakan PNS di Kantor Bupati Langkat. “Aku terkejut pak, sebelumnya dia mengaku lajang tapi setelah aku hamil ternyata sudah punya anak dan istri,”terangnya lagi. (ris/smg)

Raja Isa Besut Ayam Kinantan

MEDAN-Akhirnya siapa yang menjadi pelatih tim Ayam Kinantan pada kompetisi musim ini terjawab sudah. Itu setelah Raja Isa yang sebelumnya melatih Persiram Raja Ampat, memantau latihan PSMS di Stadion Kebun Bunga, Senin (14/11).

Kepastian itu datang dari Idris yang mengklaim dirinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan. “Pelatih sudah kita rampungkan. Kita telah menunjuk Raja Isa. Soal harga juga sudah oke. Ditambah asisten tetap dua orang Suharto dan Roekinoy serta pelatih kiper Sugiar,” ungkap Idris.

Perihal manajemen, Idris mengaku akan segera menentukannya Senin (14/11) malam, yang selanjutnya diikutsertakan pada workshop manajer tim yang digelar PSSI di Jakarta mulai hari ini (15/11). “Tim manajer segera ditentukan,” katanya.

Raja Isa yang diwawancara usai latihan langsung membeberkan program latihan untuk PSMS. Menurutnya, pelaksaanaan materi latihan memerlukan keseriusan manajer tim.

“Saya bisa beradaptasi dengan cepat. Saya sudah tau kondisi PSMS seperti apa,” ujar mantan pelatih Arema dan PSM tersebut.

Menurutnya, ketertarikannya membesut PSMS karena tim ini memiliki tipikal keras seperti Makassar dan Papua.
“Saya pilih PSMS karena tipe permainannya sama dengan Papua dan Makassar. Selain itu, tim nii juga punya nama besar. Ini merupakan tantangan,” tuturnya.

Pelatih 45 tahun itu juga mengaku sudah terbiasa dengan tekanan media juga pendukung. Menurtnya, itu akan memicunya untuk berbuat yang terbaik bagi tim Ayam Kinantan.

“Saya siap membawa PSMS ke arah yang lebih baik. Harus sabar. Saya dulu juga mantan manajer Persiram dari nol. Sekarang, lihat sendiri hasilnya. Nah, jika Persiram saja bisa saya tangani, kenapa PSMS yang justru memiliki tradisi juara tidak bisa saya tangani? Saya pasti bisa melakukannya,” tegas Isa.

Selanjutnya Raja Isa berharap agar otoritas sepak bola tertinggi di Kota Medan tetap peduli terhadap pembinaan pemain usia muda, sehingga ke depan PSMS tidak akan kesulitan mencari pemain andal. (saz)

Kadispora Medan Tutup Pelatihan Pelatih Gulat

MEDAN-Kadispora Medan Drs Hanas Hasibuan, Minggu (13/11) menutup pelatihan pelatih gulat di GOR PPLP Sumut Jalan Pembangunan Medan Sunggal.

Pelatihan ini berlangsung 7 s/d 13 Nopember, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang, yang terdiri dari guru-guru olahraga dan pelatih klub-klub sekolah binaan Dispora Kota Medan.

Pada kesempatan itu Hanas berharap agar para pelatih mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat selama pelatihan kepada anak asuhnya, sehingga ke depan mampu menorehkan prestasi membanggakan, baik di tingkat nasional maupun di ajang internasional. Karenanya Hanas berpesan kepada para pelatih agar kegiatan pelatihan ini bukan sekadar seremonial semata, tapi lebih dari itu, pelatihan ini menjadi momentum untuk kebangkitan prestasi olahraga Sumut, dan Kota Medan pada khususnya ke arah yang lebih baik.

“Membina atlet merupakan tangung jawab kita bersama. Dan itu harus terus dilakukan sehingga apa yang kita inginkan dapat berjalan sesuai rencana,” bilangnya.

Sementara itu Ketua Panitia Drs Azzam Nasution MAP berharap agar pelatihan kali ini mampu melahirkan atlet baru guna menggantikan atlet senior.

“Terpenting regenerasi atlet harus berjalan sebagaimana mestinya, sehingga kita Kota Medan tidak kehabisan pegulat andal yang mampu bersiang di tingkat nasional,” harap Azzam.

Karena hal tersebut Azzam pun meminta kepada para pelatih untuk terus menumbuhkembangkan olahraga gulat, guna mewujudkan impian Kota Medan sebagai Kota Atlet. (omi)

Kosek Tim Tersubur di Liga FKPSBSU

MEDAN- Pentas Liga Forum Komunikasi Pelatih Sepak Bola Sumatera Utara (FKPSBSU)  U-14 resmi digelar, Minggu (13/11) dengan menggunakan 4 lapangan terpisah yakni, Lapangan Putra Pespa Marendal, Lapangan Klambir Lima, Lapangan  Rajawali Mabar Hilir dan Lapangan Tanjung Jati Binjai.

Menggunakan format waktu 2×15 menit, dua terbaik dari masing-masing zona akan bertarung di putaran final yang akan digelar Minggu (4/12) mendatang di Stadion Binjai.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah SSB Generasi Kosek yang bermain di Lapangan Putra Pespa. Mereka membuktikan sebagai tim paling ganas dengan menumbangkan SSB Kurnia 8-0 di laga ketiganya. Mengawali liga, SSB Generasi Kosek bertemu dengan Supra pasifik dan berhasil menang 2-1.

Namun, karena kesalahan strategi di laga kedua, asuhan Sucipto Hadi ini terjungkal oleh Bumi Serdang Damai 1-0. Beruntung mereka berhasil bangkit di laga ketiga dengan menggilas SSB Kurnia dengan 8 gol lewat sumbangan gol dari Bambang, Misli, Arifandi, Ade Tri, dan tiga gol dari M Idris. Sedangkan satu gol lagi dihasilkan lewat bunuh diri salah satu pemain Kurnia.   Di laga selanjutnya, Generasi Kosek kembali berpesta gol atas Bina Pratama Karo dengan menang 5-0.
Dengan hasil-hasil tersebut memastikan Generasi Kosek sebagai juara zona Putra Pespa diikuti oleh Bumi Serdang Damai di posisi runner up.  Sementara itu di zona Lapangan Rajawali, tuan rumah berhasil menjadi juara diikuti oleh Harapan Bangsa.

Di zona Lapangan Klambir Lima, tuan rumah Cikal Garuda mendulang sukses menjadi juara grup, sementara  runner up grup  ditempati Mayang Putra.

Dan di zona lainnya, yang berlangsung di Lapangan Tanjung Jati, SSB Tunas Jati menjadi yang terbaik setelah mengalahkan lawan-lawannya. Peringkat kedua ditempati SSB Karsima Kuala. (ful)