28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 14375

Absen di Davis Tahun Depan

Setelah memastikan gelar kelima Spanyol di Piala Davis, Nadal mengaku tak akan ikut ajang itu tahun depan.
Spanyol menang 3-1 atas Argentina setelah Nadal menundukkan Juan Martin del Potro, Minggu (4/12) malam WIB. Sempat tertinggal duluan, Nadal mengejar dan merebut tiga set selanjutnya untuk menang 1-6, 6-4, 6-1, dan 7-6.
Aksinya di Piala Davis tersebut sangat mungkin takkan dilihat lagi setidaknya untuk tahun depan. Petenis peringkat dua dunia itu mengaku saat itu ia akan fokus ke Olimpiade 2012. “Aku takkan bermain tahun depan. Tahun depan adalah tahun yang rumit. Itu adalah tahun Olimpide,” ujar Nadal di Reuters.

“Aku adalah salah satu petenis yang memainkan jumlah partai terbanyak dalam setahun dan aku tak ingin memforsir diri. Spanyol punya banyak petenis dengan tingkat bagus dan ada banyak petenis yang akan menggantikan kami dan bisa memainkan tenis level tinggi,” imbuh peraih medali emas di Beijing 2008 itu.

Kapten Spanyol Albert Costa, yang dalam tiga tahun kepempinannya membawa Spanyol meraih dua gelar juara, pun mengindikasikan hal serupa. (net/jpnn)

Kemenangan Emosional Nadal

SEVILLA – Kesuksesan meraih Piala Davis untuk Spanyol membuat Rafael Nadal merasa istimewa. Itu karena sepanjang musim 2011 kompetisi yang diikutinya tak berjalan susuai harapan.

Pada tahun 20 10, Nadal mencatatkan kemenangan demi kemenangan sampai akhirnya menyabet tiga gelar juara, dari total empat, grand slam yakni di Prancis Terbuka, Wimbledon dan AS Terbuka.

Setahun setelahnya, Nadal berhasil mempertahankan gelar juara di Roland Garros meski di dua turnamen clay sebelumnya, Madrid Masters dan Roma Masters, dua kali dipukul Novak Djokovic di final—kali pertama Nadal kalah di dua lapangan clay dari seorang petenis yang sama di dalam satu musim.

Petenis yang sama yang kemudian juga membuat Nadal gagal mempertahankan gelar di Wimbledon. Djokovic menundukkan Nadal di final, 6–4, 6–1, 1–6, dan 6–3. Kekalahan itu ikut membuat Nadal kehilangan peringkat satu dunia dan turun satu posisi ke rangking dua, untuk kali pertama sejak Juni 2010.

Setelah itu lagi-lagi Nadal harus kehilangan gelar juara yang semusim sebelumnya digenggam, usai dikalahkan Djokovic di final AS Terbuka. Kali ini Djokovic mengungguli Nadal dengan 6–2, 6–4, 6–7(3–7), dan 6–1.

Di ATP World Tour Finals yang dihelat 20-27 November lalu, Nadal kembali menelan kekecewaan. Di fase round robin, Nadal dibekuk Roger Federer 3-6, 0-6 dalam waktu 60 menit, salah satu partai tercepat dalam pertemuan kedua petenis. Nadal pada prosesnya dipastikan tersingkir setelah di partai berikutnya kalah 6-7, 6-4, dan 3-6 dari Jo-Wilfried Tsonga.

Pelipur kecewa Nadal musim ini akhirnya tiba di ajang Piala Davis. Kemenangan Nadal atas Juan Martin del Potro, Minggu (4/12) lalu, memastikan Spanyol menang 3-1 atas Argentina sekaligus berhak menjadi juara ajang itu untuk kali kelima.

“Kami memberikan segalanya, ini adalah sebuah kemenangan emosional di akhir sebuah tahun yang berat,” ujar Nadal seperti dilansir Reuters.
“Menang dengan cara seperti ini, kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Spanyol. Ini adalah atmosfer terbaik yang aku alami sepanjang karirku,” imbuhnya merujuk pada kondisi di Estadio Olímpico, Sevilla, tempat partai dihelat. (net/jpnn)

Depe-Diego Ecek-ecek

Diego Michiels semakin mencapkan kuku di tengah belantika hiburan tanah air. Usai tampil bagus bersama Timnas Indonesia, Diego mulai didekati sejumlah selebritas. Salah satunya Dewi Perssik alias Depe.

Setelah muncul foto yang memperlihatkan dirinya bersama Nikita Willy dan Rahma Azhari, kini giliran penyanyi dangdut, Dewi Perssik yang mendapat sorotan akibat pose mesranya bersama Diego Michiels. Namun sebelum berita spekulasi seputar fotonya berkembang, artis yang akrab disapa Depe ini buru-buru memberikan pernyataannya terkait fotonya dengan pemain Pelita Jaya itu.

“Itu foto satnite Depe dan Diego terlihat mesra di salah satu hiburan international club gaul di Plaza Indonesia,” ujar Dewi Perssik.

Dewi menegaskan jika tidak ada hubungan spesial antara dirinya dengan Diego Michiels. Depe juga tidak khawatir dengan tanggapan negatif setelah fotonya dengan Diego menyebar luas di dunia maya.

“Belum pacaran, masih 5 tahun lagi saya memikirkan itu. Lagian kan foto itu sudah banyak yang punya, sudah banyak foto-foto saya dengan Diego yang beredar di jejaringan dunia maya (twitter),” pungkas Depe. (net/jpnn)

PSMS Siapkan Rap-rap Pintar

MEDAN-Menilik taktik yang diterapkan Pelatih PSMS Raja Isa pada laga perdana PSMS di ajang ISL kontra Mitra Kukar yang berakir imbang di Stadion Teladan, Minggu (4/12) malam, ia sama sekali tak melakukan pergantian pemain.
Padahal, sebelumnya Raja Isa mengakui bahwa tim lawan dipenuhi pemain-pemain bintang. Namun, Raja Isa punya alibi dengan mangatakan bahwa pada pertandingan kemarin performa anak asuhnya sangat bagus. “Hasil imbang yang kita peroleh memang bukan disebabkan faktor kelelahan para pemain.

Tapi terlebih pada adaptasi pada laga pertama yang memang kerap menyulitkan semua peserta,” tegasnya, Senin (5/11).

Menurutnya, anak-anak asuhannya memang memiliki kondisi, performa dan komposisi bagus kala itu. “Jadi tak ada pergantian. Dengan persiapan tim dan perpaduan pemain lokal dan asing yang baru enam hari berbaur menerapkan strategi taktikal, hasil tersebut sudah cukup baik,” kata Raja Isa.

Namun, ia berjanji kontra Persisam yang akan berlangsung Kamis (8/12) mendatang, PSMS akan menyuguhkan pertandingan yang lebih seru. “Nanti kita akan bermain lebih baik dalam taktik dan strategi. Anak-anak harus lebih fokus,” kata Raja Isa lagi.

“Beberapa hari kedepan jelang pertandingan berikut, kita akan mematangkan pengalaman pemain dalam hal kecepatan dan strategi ‘Rap-rap’ yang pintar. Bukan yang brutal,” tambahnya.

Menurut Raja Isa, tim-tim tamu yang bakal dijamu PSMS di Stadion Teladan pada awal-awal kompetisi sangat membantu tim dalam pematangan pengalaman.

“Ini menyangkut mental dan kesiapan mereka. Dan ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi kita dalam memotivasi pemain untuk tetap siap menghadapi tim besar seperti Persisam dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Di Persisam, sambungnya, terdapat pemain seperti Cristian Gonzales dan Ronald Fagundes. Ia mengatakan, anak-anak PSMS harus bisa mengatasi kedua pemain tersebut. “Kita sudah mempelajari taktik serta karakter pemain juga tim dan permainan Persisam. Kita berharap anak-anak bisa tampil bagus,” tutur Raja Isa. Satu lagi yang sedang diterapkan Raja Isa ke dalam tubuh PSMS yakni faktor psikologi pemain yang menerapkan mindset ‘Tak mau kalah.’ “Ini kita bentuk agar pemain memiliki motivasi menang dalam setiap pertandingan,” katanya.

Berbicara faktor fisik pemain jelang laga kontra Persisam, Raja Isa juga menerapkan program-program diet yang benar. Seperti larangan pemain untuk mengkonsumsi makanan ringan seperti bakso dan lainnya. “Kita memberikan informasi tentang gizi kepada mereka. Kita melarang mereka untuk memakan makanan berlemak juga berminyak. Ini untuk tetap menjaga kebugaran tubuh,” jelasnya. (saz)

PSMS Sibuk Siapkan RUPS

MENGENAI keberlangsungan PSMS yang dapat ditentukan dengan adanya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PSMS, sudah di depan mata. Mantan Sekum PSMS ISL Idris mengatakan bahwa ke-40 klub pemilik PSMS sudah sepakat untuk mengajukan RUPS PT PSMS dalam waktu dekat. Dan sesuai AD/ART RUPS sudah dapat digelar jika memenuhi kuorum 50 persen + 1 atau 1/2 n + 1.

Keberadaan PT yang telah tiga tahun vakum, sesuai undang-undang akan dibekukan secara otomatis. Sementara di sisi lain pengelolaan klub akan tersendat bila PT tak memiliki badan hukum. “Untuk sementara PSMS (ISL, Red) pakai PT lain,” ujar Idris.

Sementara itu Direktur PT PSMS Dolly Sinumba Siregar menjelaskan PT PSMS memang belum rampung legalitasnya. PT tersebut dimiliki dua pihak, pihak pertama adalah Dolly Siregar dengan saham empat persen, sedangkan pihak kedua ialah 40 klub dengan 96 persen.

“Kesinambungan PT akan dibahas dalam RUPS. Itu harus diadakan. Tapi mekanismenya bukan saya sebagai direktur yang mengundang. Justru 40 klub selaku pemilik mayoritas saham mengajukan agar segera dibuat RUPS. Saya dan dewan direksi sedang menunggu ini,” ujarnya, Senin (5/12).

Menurut Dolly, perubahan struktur seperti dewan direksi, dewan komisaris dan komposisi saham akan dibahas dalam RUPS. Saham pun harus disetor secara tunai.

“Sejauh ini semuanya dalam proses. Badan hukum sudah ada, izin dari pihak-pihak terkait juga turun. Kita baru akan menyerahkannya pada Depkumham jika RUPS sudah digelar. Dan, depkumham butuh dua hingga tiga bulan untuk memproses dan mengeluarkan pengesahan legalitas,” jelasnya. (saz)

Aksi Jari Tengah Saha Luput Sanksi

LAGA keras antara PSMS kontra Mitra Kukar di Stadion Teladan lalu menimbulkan tanda tanya soal kedisiplinan pemain. Itu bermula dari perseteruan Osas Saha dengan pelatih Mitra Kukar Simon McMenemy.

Saha yang tampil cukup bagus meski tak mencetak gol memang membuat was-was barisan pertahanan tim tamu. Apalagi PSMS sempat leading 1-0 hingga menit 86. Kerja keras sang arsitek tim tamu memutar otak untuk mencuri gol, diwarnai dengan tekanan besar. Yakni kerasnya permainan tuan rumah. Itu membuat mental Mitra Kukar sempat down, dan terbawa ritme permainan tuan rumah. Bahkan Mitra Kukar tak sungkan turut main kasar yang berujung kartu merah Isnan Ali.

Nah, di tengah laga bertensi tinggi itu, Simon McMenemy juga terlihat mencak-mencak dari pinggir lapangan. Aksinya itu terekam dengan jelas di layar kaca-karena laga itu disiarkan secara langsung oleh ANTV.

Menjelang akhir laga, Osas Saha yang membawa bola menyusur sisi kanan pertahanan Mitra Kukar harus dihentikan dengan tekel keras pemain Mitra Kukar. Kebetulan aksi itu tak jauh dari jarak pandang Simon McMenemy, yang langsung mencak-mencak menuduh bahwa Saha diving.

Berbagai makian bercampur amarah dialamatkan kepada Saha. Tak tinggal diam, pemain asal Nigeria itu pun membalas aksi Simon dengan layangan jari tengah ke arahnya bertubi-tubi. Meski sudah dilerai wasit, Saha tetap mengacungkan jari tengah ke arah Simon. Beruntung tak sampai bikin suasana makin runyam karena skuad kedua tim melerai peristiwa itu.

Tingkah Saha ini tampaknya bakal tak dapat sanksi. Sebabnya kedua pihak sudah saling memaafkan usai laga. Menurut arsitek PSMS, Raja Isa, pertikaian itu hanya terjadi di lapangan. Selesai laga maka selasai pula masalah. “Saya tidak lihat dengan jelas masalah itu. Mungkin saya akan lihat rekaman ulang pertandingan kemarin untuk memastikannya,” terang pelatih asal Malaysia itu.  “Setahu saya McMenemy juga tak persoalkan masalah itu,” sambung mantan pelatih Persipura dan Persidafon itu.

Menariknya, aksi itu juga tak masuk daftar pelanggaran Pengawas Pertandingan. Jadi besar kemungkinan tak akan ada sanksi untuk Saha, yang musim lalu mencetak 29 gol bersama PSAP Sigli itu. “PP juga tak ada membahas masalah itu. Jadi sudah clear,” lanjut Raja Isa. (ful)

PMKI Gelar Pelatihan Kebugaran

MEDAN- Perhimpunan Kebugaran Masyarakat Indonesia (PMKI) Sumut  yang berada di bawah bendera Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) Sumut, baru saja dibentuk pekan lalu. Namun berbagai even sudah digelar menyahuti program Kemenpora tentang kebugaran masyarakat.

Ya, PMKI Sumut memang baru seumur jagung. Dahliana Ketua Umum PMKI tak menampik hal itu. Bahkan Dahliana menyatakan masih akan fokus membenahi organisasi seraya menggelar even berkesinambungan.
“Kami ingin membentuk PMKI di kabupaten/kota terlebih dahulu. Setelah itu kami akan memperbanyak even aerobik,” katanya di sela-sela acara pelatihan kebugaran dan lomba aerobik se-Sumatera  Utara di Hotel Asean Medan, kemarin (4/12).

Memang even aerobik yang merupakan olahraga yang coba dimasyarakatkan oleh PMKI maupun FOMI, selama ini masih kurang even. Dengan begitu bibit atlet aerobik dari Sumut masih sedikit jumlahnya.

“Padahal ada even tingkat nasional yang setiap tahun digelar oleh Kemenpora. Dengan rutinitas even yang akan kami gelar maka progres kemunculan bibit tentu akan tinggi. Itu yang kita harapkan pula dari even yang kami gelar ini,” sambung Dahliana yang juga ketua IPSI Sumut itu.

Dijelaskan Abdul Karim Mazruk selaku ketua panitia even, antusiasme masyarakat terbilang luar biasa. Tak tanggung-tanggung peserta aerobik juga diikuti warga Banda Aceh, Langsa, Kuala Simpang, Sibolga, Asahan, Pangkalan Susu, Labura, Padang Sidempuan, Tanjung Pura, Binjai dan Medan.

“Kami tak sangka antusiasme masyarakat begini besar. Total 200an peserta membludak. Kami bahkan sampai kewalahan,” kata Karim.

Beberapa nomor dilombakan dengan kategori usia di bawah 40 tahun dan di atas 40 tahun. Lomba yang digelar antara lain aerobik maraton, aerobik sport, aerobik beregu, body language, body language dangdut dan nomor lainnya.
“Jurinya langsung dari Kemenpora Jakarta. Karena ini program mereka juga. Dan kami makin optimis olahraga aerobik semakin jaya, karena di even yang baru kali ini digelar antusiasme masyarakat sangat bagus,” lanjut Karim.

Sujamrat Amro Ketua Umum FOMI Sumut yang berada di lokasi menjelaskan, konsep menyehatkan masyarakat adalah hal utama yang harus terus dibina FOMI dan PMKI. Aerobik merupakan olahraga masyarakat yang langsung menyentuh awam. Itulah sebabnya lewat aerobik yang terus disosialisasikan, maka kebugaran warga bisa terjaga.
“Itu target dan tujuan kami. Tapi kami juga tak menutup mata atas prestas di cabang olahraga ini. Kami harap dengan even yang digelar PMKI ini terlahir bibit andal yang bisa membawa nama Sumut di tingkat nasional,” terang Sujamrat. (ful)

PWI Sumut Siapkan Tim Futsal

MEDAN-Ketua PWI Sumut Drs M Syarir mengatakan bahwa jelang berlangsungnya Liga Futsal Media Piala Gubsu ke-III, yang digelar 10-18 Desember 2011 mendatang di QS Futsal Jalan Bunga Asoka Medan Sunggal, PWI Sumut segera mempersiapkan tim.

“Dari aspirasi yang diterima tidak salah jika PWI Sumut membentuk tim futsal yang berlaga diajang Liga Media,” kata Syahrir di Sekretariat PWI Sumut, Senin (5/12) sore.

Lebih lanjut Syahrir mengatakan bahwa niat membentuk tim futsal bukan sekadar ingin berpartisipasi, tapi lebih dari itu, pihak ingin menampung aspirasi wartawan anggota PWI yang medianya tidakambil bagian di Liga Futsal tahun ini.
Pada rekretmen pemain nantinya PWI Sumut akan mengutamakan pemain yang memiliki kualitas mumpuni. “Kalau pemain hanya memiliki kemampuan yang biasa-biasa saja, jelas tidak akan terpilih dalam tim ini,” tandas Syahrir.
Terkait proses penjaringan wartawan anggota PWI yang akan kita turunkan pada Liga Media nantinya PWI Sumut Ayub Kesuma Siregar selaku sekertaris tim, sedangkan untuk manajer tim ditunjuk salah se-orang anggota DPRD Sumut yang juga anggota PWI Sumut, Brilian Mocktar SE.

“Ya kita telah menghubungi bung Brilian Mocktar dan beliau bersedia menjadi manajer tim,” terang Syahrir.  Bagi anggota PWI Sumut yang medianya tak bisa ikut Liga Futsal Media III tahun 2011 dikarena sedikitnya anggota PWI dimedianya dan ingin bergabung kedalam tim futsal PWI Sumut dapat menghubungi Ayub Kesuma (0812 6475 2371 dan 0813 2559 6808). (jun)

Rahmad Darmawan Diincar Pelita

JAKARTA- Pelita Jaya Karawang tak kenal lelah mewujudkan mimpi membentuk the dream team di ISL musim ini. Setelah mengumpulkan banyak pemain berstatus bintang, kini mereka tengah mengarahkan radar untuk posisi pelatih. Direktur Teknik Rahim Soekasah bahkan sudah mengklaim bahwa Pelita bakal dibesut Rahmad Darmawan (RD).

“RD pasti akan menangani Pelita. Dia akan segera mengundurkan diri dari Timnas. Nantinya RD akan kami kontrak selama dua tahun. Bukan per musim,” terang Rahim saat ditemui setelah launching tim di Gandaria City, Jaksel kemarin (5/12).
Jika itu menjadi kenyataan, Jajang Nurjaman yang selama ini berperan sebagai nahkoda utama harus rela turun pangkat menjadi asisten pelatih. Sebelumnya, tim yang didanai Grup Bakrie tersebut dibesut Misha Radovic.

Nah, bagaimana tanggapan RD mengenai klaim Rahim tersebut. Mantan pelatih Persija Jakarta tersebut rupanya memilih melemparkan teka-teki mengenai masa depannya. Namun, dia mengakui jika beberapa klub menginginkannya sebagai pelatih, termasuk  Pelita. (ru/jpnn)

Djohar Berharap Klub Kembali

JAKARTA – Langkah beberapa klub Indonesian Premier League (IPL) yang bersikeras bermain di Indonesia Super League (ISL) membuat Ketua Umum PSSI Djohar Arifin angkat bicara. Dia berharap klub-klub tersebut menyadari langkah mereka yang salah dan segera kembali ke liga resmi yang diakui PSSI, IPL.

“Saya berharap klub-klub itu segera kembali ke rumah. Lebih baik jika mereka tampil di IPL yang legal,” tegasnya kemarin (3/12).

Menurut dia, klub-klub tersebut belum menyadari bahwa langkahnya salah karena bermain di liga yang tidak diwadahi organisasi induknya. Meski Komisi Disipli PSSI mulai melakukan sidang untuk klub-klub yang membelot, Djohar masih menunjukkan sikap lunak.

Selain itu, Djohar menegaskan kembali bahwa IPL merupakan satu-satunya liga resmi PSSI yang sudah diakui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Sebelumnya, Komdis PSSI melakukan pra-sidang untuk klub-klub yang menyatakan mundur dan berhenti di tengah kompetisi. Beberapa klub tersebut adalah Persib Bandung, Persipura Jayapura, Persidafon Dafonsoro, dan Mitra Kukar. Klub-klub itu terancam mendapat sanksi dari PSSI yang baru diputuskan pekan depan. (aam/c5/aww)