31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14394

Kano Sumbang Dua Emas

KARAWANG- Pedayung Indonesia, Eka Oktororianus, jadi penyumbang emas pertama bagi Indonesia. Sekali dayung dua emas didapat, Eka pun mengaku terkejut.

Pada Cabang Olahraga (Cabor) Dayung Disiplin Kano dan Kaya di Situ Cipule, Karawang, Jumat (11/11), Eka meraih emas pertamaya di nomor kano 11000 meter putra. Ia mencatatkan waktu 4 menit 16 detik. Sementara Myanmar berada di posisi kedua dan Vietnam di posisi ketiga.

Kemudian di nomor kano 21000 meter putra, berpasangan dengan Anwar Tarra, Eka berhasil jadi yang terbaik dengan raihan waktu 4 menit 00,44 detik. Wakil Myanmar dan Thailand yang ditaklukkannya.

Menjadi pahlawan Indonesia di hari pertama, Eka mengaku terkejut karena awalnya bukan dirinya yang ditargetkan meraih emas. Melainkan Muchlis, yang turun di nomor kaya 11000 meter, namun hanya meraih medali perunggu.
“Tidak menyangka juga bisa mendapat emas pertama tadi, tadinya prioritas utamanya kan Muchlis untuk emas,” tutur Eka kepada wartawan.

“Syukur Alhamdulillah lah bisa meraih dua emas ini. Hadiahnya, belum tahu mau buat apa. Mungkin buat orangtua naik haji,” lanjutnya ketika ditanya bonus Rp400 juta yang akan diterimanya.
Selain turun di nomor kano, Eka nanti juga akan turun di nomor perahu naga, yang diantarkannya merebut tiga medali emas di Asian Games 2010.

“Mudah-mudahan saya bisa meraih emas lagi. Memang lawan-lawannya berat, tapi saya optimistis bisa meraihnya,” pungkas pedayung kelahiran 25 Oktober 1989 itu.
Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), Achmad Sutijipto mengaku bangga atas prestasi atlet Indonesia.

“Dari awal kita sudah tahu bahwa kayak Thailand itu memang sangat kuat. Tapi, margin-nya kan tidak jauh. Dua-duanya kita dapat perak,” kata Achmad Sutijipto, di Venue Dayung Situ Cipule.

“Kalau Kano memang kita sudah prediksi karena Kano itu memang nomor kita. Saya tidak mau bela diri, tapi memang kita mengharapkan kayak 4 (1000m K4 Man Final) kita dapat emas. Ya tapi kita dapat medali perak kita terima dengan senang hati,” lanjut Ahmad.

Secara keseluruhan PODSI menargetkan raihan 14 emas dari 36 medali yang diperebutkan. Ahmad optimistis, Eka dan kawan-kawan dapat merealisasikan target tersebut.

“Semua pihak dan atlet yang lain harus pasang target tinggi. Kalau targetnya rendah, buat apa. Target 14 emas itu rasional. Secara keseluruhan, hari ini sudah bagus. Ini kan baru start. Start sudah dua emas, ya lumayan,” tuntasnya.

Untuk sementara, peringkat Indonesia di klasemen medali ada di posisi kedua dengan 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Thailand ada di peringkat pertama dengan 3 emas dan 1 perunggu. Di peringkat ketiga diisi Myanmar dengan 2 perak. (bbs/jpnn)

Banjir, Warga Ucapkan Terima Kasih ke Dewi Air

BANGKOK- Banjir Thailand tak kunjung surut sejak tiga bulan lalu, korban banjir berterimakasih kepada Dewi Air yang telah member air.  Demikian disampaikan korban banjir dalam melakukan ritual permohonan maaf ke Dewi Air.

Biasanya penduduk Thailand merayakan festival yang telah berlangsung selama berabad-abad dengan menghanyutkan lentera di atas daun pisang yang telah dihias di sungai, kanal, dan danau pada malam hari. Namun, dilansir dari New Straits Times, Jumat (1/11) akibat banjir, penduduk dapat menghanyutkan lentera mereka dari mana saja.

“Saya meminta maaf pada Dewi Air, juga berterima kasih karena telah diberi air, juga memohon agar semua keburukan lenyap. Saya harap rumah dan negara saya cepat kering,” kata seorang korban banjir Bangkok, Usanee Krapukthong,  yang menghanyutkan lentera dari sebuah danau .
Krapukthong mengaku biasanya menghanyutkan lenteranya di sungai. Untuk tahun ini, dia terpaksa melakukannya di luar kebiasaan karena adanya imbauan pemerintah untuk tidak melepas lentera di aliran air agar tidak menambah sampah.

Sejumlah warga Thailand bahkan memilih  meluncurkan lentera virtual di dunia maya. Tahun ini, antusiasme masyarakat untuk merayakan Loi Krathong diakui memang menurun akibat banjir.
“Orang-orang menghawatirkan kondisi rumah mereka, kapan banjirnya mulai surut, dan apa yang akan terjadi nanti,” kata seorang karyawan hotel yang membatalkan acara perayaan Loi Karthong menghormati para korban banjir.

Tapi, mereka optimistis keadaan akan segera membaik. Dewi Air akan menunjukkan welas asihnya dan mereka akan bisa kembali merayakan festival ini tahun depan. (net/jpnn)

Voli Pantai Putra Optimis Raih Emas

PALEMBANG- Tim voli pantai putra dan putri Indonesia terus mematangkan persiapan guna menghadapi SEA Games XXVI, yang laganya akan digelar pada 14 November. Meski berat, Indonesia optimis bisa menyabet satu emas seperti yang ditargetkan KONI Pusat.

“Untuk meraih satu medali emas bukan perkara mudah karena kita akan bersaing dengan Thailand dan Malaysia. Tapi, jika mengacu pada performa pemain saat latihan maupun uji coba kejuaraan di berbagai negara mereka mampu menunjukkan tren positif,” ujar pelatih tim voli pantai putra Indonesia, Agus Abdul Karim.

Dia mengatakan, optimis bisa memenuhi target yang diharapkan. Dia berharap tim putra Indonesia mampu mendapatkan satu medali emas dan perak seperti saat SEA Games di Laos, tahun 2009 lalu.
Tim voli pantai putra Indonesia akan mengirimkan dua tim di SEA Games XXVI. Pasangan pertama dipercayakan kepada Koko Prasetyo-Andy Ardiansyah serta Dian Putra Santoso dan Adi Candra Rahmawan.

“Mereka pemain bagus dan mampu menjadi juara pada tes even lalu. Dengan begitu kami optimis bisa mendulang minimal satu emas,” tegasnya.

Sementara pelatih tim voli pantai putri, Agus Salim mengatakan akan meraih hasil yang maksimal yakni sama seperti tim putra satu medali emas. “Kami berharap bisa menyumbangkan emas pada SEA Games nanti. Tentunya itu saya harapkan dari pasangan Dita Yuliana dan Eva Susilowati atau Ayu Cahyaning Siam dan Wijayanti,” harapnya.

Sebelumnya, pasangan putra Indonesia Andy Ardiansyah-Koko Prasetyo meraih gelar juara pada turnamen voli pantai Asia Pasifik LA Lights Piala Gubernur Sumsel 2011, setelah di final mengalahkan tim Australia, Aaron Crook-Casey Grice. Andy-Koko menang dua set langsung 21-17 dan 21-15.

Di pertandingan SEA Games nanti, cabang Olahraga Voli pantai akan digelar 14-19 November melibatkan 8 negara termasuk Indonesia, yang bertindak sebagai tuan rumah.(bbs/jpnn)

Obama Telepon Tengah Malam

Krisis Keuangan Eropa

WASHINGTON- Presiden AS Barack Obama tak mampu menyembunyikan kegalauannya menyikapi krisis keuangan yang melanda Eropa. Kamis malam (10/11) waktu setempat, dia memutuskan menelepon sejumlah pemimpin negara Eropa meminta agar segera diambil langkah-langkah nyata yang diperlukan untuk menghindari kehancuran eurozone.

Beberapa pemimpin negara yang ditelpon langsung oleh Obama di antaranya, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dan Presiden Italia Giorgioa Napolitano. Menteri Keuangan AS Timothy Geithner mengatakan, dalam pembicaraan telepon tersebut, Obama mendesak para pemimpin negara-negara Eropa untuk bertindak lebih cepat mengatasi krisis.

Kepala Urusan Media Gedung Putih, Jay Carney menyatakan, Obama menghubungi Napolitano untuk memberikan dukungan dalam menghadapi masa-masa sulit. “Presiden menyatakan kepercayaannya ke kepemimpinan Napolitano dan memberikan dukungan dalam hadapi masa sulit,” ujar Carney.

Carney menambahkan, secara terpisah Obama juga berbincang dengan Kanselir Angela Merkel dan Presiden Sarkozy melanjutkan konsultasi terkait dengan krisis finansial.
Kekhawatiran muncul setelah Hong Kong juga menyatakan telah mengalami krisis keuangan.

Berbicara dari konferensi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, Geithner menyebutkan bahwa krisis Eropa tetap menjadi tantangan utama bagi pertumbuhan ekonomi global. “Sangat krusial bagi Eropa untuk bergerak lebih cepat menyusun strategi guna mengembalikan stabilitas keuangan,” tandasnya.
Dia menyebut 21 anggota APEC terkena dampak langsung dari krisis di Eurozone, sebutan untuk negara-negara pengguna mata uang Euro. AS mendorong agar anggota APEC mengambil langkah strategis memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Geithner menyatakan Obama berharap AS bisa merasakan dampak dari pertumbuhan ekonomi di Asia, yang akan dikunjunginya selama tur delapan harinya. Obama dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN ke-19 di Bali, pekan depan 14-19 November. (cak/ami/jpnn)

Malaysia Anggap Indonesia Berat

PALEMBANG- Tim loncat indah Malaysia menganggap Indonesia sebagai lawan yang paling berat dalam SEA Games kali ini. Faktor tuan rumah dinilai bakal meningkatkan penampilan atlet Indonesia.

“Dalam loncat indah, sekali salah melompat akan membuat nilai menjadi buruk. Dukungan suporter akan membuat atlet Indonesia makin percaya diri dan atlet kami dapat menjadi goyah,” kata Lee Keah Chang, Manajer Tim Loncat Indah Malaysia, Jumat (11/11) di Palembang.

Lee masih merahasiakan target emas timnya. Menurutnya, target emas sangat siubyektif karena kondisi atlet saat meloncat bisa tiba-tiba berubah. Selain kesiapan timnya, Lee menilai kondisi stadion akuatik Jakabaring sangat baik dan memenuhi standar internasional.

Sementara itu Manager Loncat Indah Tim Indonesia, Muchtar Yasin mengatakan kontingen Loncat Indah Indonesia menargetkan meraih minimal 1 medali emas, 2 perak, dan dua perunggu pada SEA Games XXVI.

“Target satu dua dua, satu emas dulu untuk saat ini tapi kalau lebih Alhamdullialah, dan dua perak, dua perunggu,” ungkap Muchtar di sela-sela latihan anak didiknya di Venue Aquatik.
Menurut Muchtar, pihaknya berharap memperoleh medali di atas target tersebut, karena kesempatan kita meraihnya sebagai tuan rumah dan tidak menutup hal keberuntungan.

Untuk merealisasikan target tersebut pihaknya sudah jauh-jauh ‘ari mendatangkan dua pelatih asal Cina agar atlet dapat sukses. Kenapa memilih pelatih asal Cina, menurut Muchtar Cina merupakan gudangnya atlet dan pelatih berkualitas dalam olahraga loncat indah selama ini.

“Kita sudah datangkan dua pelatih asal Cina yang teruji kualitasnya, dan bayaran mereka lumayan besar, jadi sayang jika kita tidak bisa meraih medali ,”tandas Muchtar. Selain itu, untuk mencapai hasil yang diinginkan, pihaknya juga sudah melakukan uji coba baik dalam maupun luar negeri selama ini, agar atlet lebih percaya diri dan siap saat pertandingan nanti. (bbs/jpnn)

Tentara Yaman Tewaskan 11 Warga

SANAA – Tentara loyalis Presiden Yaman Abdullah Saleh melancarkan serangan di kota terbesar kedua, Taez. Sebelas orang dilaporkan tewas, termasuk seorang anak tak berdosa.
“Semua korban adalah warga sipil dan melukai puluhan lainnya dan sudah dilarikan ke rumah sakit,” terang sumber medis yang menangani para korban. Dia menambahkan, bocah sembilan tahun juga ikut menjadi korban.

Pasukan keamanan memulai operasi jelang dinihari kemarin di wilayah Lapangan Kemerdekaan, yang menjadi pusat aktivitas demonstran pro reformasi. Mereka terus menduduki lapangan tersebut untuk menuntut rezim berkuasa turun. Penduduk setempat bersaksi bahwa pemboman semakin intensif menjelang pagi. Serangan difokuskan pada perkampungan al-Rawdah dan Zeid al-Musky di Kota Taez, yang menjadi titik api perlawanan terhadap pemerintah.

Sehari sebelumnya, Kamis (10/11), sebuah serangan juga menelan korban satu orang tewas dan sembilan terluka di Taez. Saksi mengatakan, tentara Garda Republik yang dikomandani putra Saleh, Ahmed, menembakkan artileri ke pusat Kota Taez dimana puluhan ribu demonstran menuntut agar sang presiden diadili.

Meningkatnya tensi kekerasan bertepatan dengan kepulangan utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman, Jamal Benomar. Kunjungannya untuk mengupayakan solusi atas terjadi konflik politik di sana. Benomar, yang tiba di Sanaa Kamis (10/11), berdialog dengan sejumlah tokoh pemerintahan dan oposisi untuk membahas perkembangan terakhir dan jalan terbaik mengakhiri krisis.

“Kedatangan saya untuk mencari jalan rekonsiliasi dan menyampaikan inisiatif Teluk dimana Presiden Ali Abdullah Saleh diminta turun dan sebagai kompensasinya dia dan keluarganya akan mendapat hak kekebalan hukum,” ujar Benomar sesaat setelah kedatangannya. (cak/ami/jpnn)
Sejumlah tokoh partai berkuasa dan delegasi yang bernegosiasi atas nama oposisi, kepada Agence France-Presse mengungkapkan ada kemajuan dalam pertemuan tersebut.

Diplomasi internasional gagal menghentikan krisis politik yang terjadi, karena Saleh berungkali menolak menandatangani inisiatif Teluk. Pada saat tertentu bentrokan antara pasukan pemerintah dan tentara pemberontak yang bergabung dengan demonstran mengguncang sejumlah kotan Yaman.     Aksi demonstrasi yang sudah berjalan sembilan bulan belum juga surut. Puluhan ribu massa di Lapangan Kemerdekaan terus beraksi setiap hari menuntut Saleh mundur.

Di salah satu wilayah, juga di Sanaa, demonstran pro pemerintah juga menunjukkan keberadaannya. Mereka berteriak ?rakyat menginginkan Ali Abdullah Saleh?. Slogan tersebut adalah bentuk kontras dari masaa demonstran pro reformasi yang selalu berteriak ?rakyat ingin menjatuhkan rezim (Saleh)? yang menjadi terkenal selama revolusi di Mesir dan Tunisia.

Di lokasi lain di Sanaa, demonstran anti pemerintah menyuarak tuntutan lain. Yakni proses hukum terhadap penguasa 33 tahun tersebut atas perlakuan represif terhadap demonstran dan telah menewaskan ratusan orang hingga saat ini. (cak/ami/jpnn)

Awasi Myanmar, Yakin Emas

PALEMBANG – Menyandang status juara dunia english biliard 2011, tidak membuat Peter Edward Gilchrist terbebani saat tampil di SEA Games XXVI. Bahkan, pebiliar Singapura naturalisasi Inggris ini mengaku lebih percaya diri (pede) bisa mengulangi kesuskesan di pesta olahraga terbesar Asia Tenggara, yang di akan mulai Sabtu (12/11) nanti.

Dijumpai saat latihan di venue biliar SEA Games XXVI, OPI Convention Centre, Peter mengaku kondisinya sedang on fire. Ia yakin bakal meraih medali emas untuk dipersembahkan kepada negara keduanya, Singapura. ”Pasti, pasti. Saya yakin bisa juara di sini,” ujarnya.

Menurut Peter, OPI Convention Centre sebagai venue biliar SEA Games XXVI cukup fantastis. Fasilitas yang ada, membuat persiapannya semakin baik. ”Semuanya (venue) bagus. Tidak kalah dengan lokasi pertandingan di negara lain. Orang-orang di sini juga sangat ramah dan funny. Saya sangat suka,” ungkapnya. Walaupun optimistis juara, namun Peter tidak menganggap remeh lawan yang akan dihadapinya nanti.(mag-14/jpnn)

Israel Mendahului Serangan

JERUSALEM- Pasca adanya Temuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa Iran sedang membuat senjata nuklir memicu beragam reaksi, termasuk kemungkinan dijadikan dalih untuk memerangi negara Persia tersebut. Hal itu ternyata membuat Israel makin bertekad bulat melancarkan serangan.

Israel yang merupakan sekutu paling erat Amerika Serikat (AS), telah menyatakan negara Yahudi sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan mendahului musuh (pre-emptive). Tindakan semacam itu pun bukan sesuatu yang baru bagi negara Yahudi.

PejabatIsrael menyebutkan, kegiatan semacam itu sudah pernah terjadi pada 1981, perdana menteri Menachem Begin mengirim delapan pesawat F-16 untuk menghancurkan reaktor nuklir Irak yang mendekati tahap penyelesaian dan diduga oleh Yahudi akan menghasilkan plutonium buat hululedak nuklir.

Menteri Pertahanan AS Leon Panetta, memperingatkan konsekuensi yang tidak disengaja akibat dari aksi militer terhadap Iran.  “Anda harus berhati-hati terhadap konsekuensi yang tidak diinginkan di sini,” kata Panetta kepada wartawan Pentagon, Jumat (11/11).

Dia menyebutkan konsekuensi itu berupa dampak serius ke kawasan Timur Tengah dan terhadap pasukan AS di kawasan. Panetta sendiri menyerukan tekanan ekonomi dan diplomatik yang lebih keras terhadap Iran.

“Sangat penting bagi kita untuk memastikan bahwa kita menerapkan sanksi terberat, ekonomi, tekanan diplomatik terhadap Iran untuk mengubah perilaku mereka,” katanya seraya mengatakan sanksi itu diterapkan dibawah konsultasi dengan para sekutu.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan keprihatinan mendalam atas kemungkinan dimensi militer dalam program nuklir Iran, dan menyerukan solusi diplomatik ketimbang tindakan militer untuk masalah nuklir dengan Iran.

Juru bicara PBB, Martin Nesirky, mengatakan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyiarkan sebuah laporan pada Selasa, yang menuduh Iran melakukan kegiatan bertujuan mengembangkan senjata nuklir, sekjen mencatat dengan keprihatinan serius bahwa Iran mungkin telah melakukan kegiatan nuklir dengan tujuan militer.

“Sekjen menegaskan kembali keyakinannya bahwa perundingan, bukan solusi militer, adalah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini,” kata juru bicara itu.

Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan pada Sabtu bahwa dokumen-dokumen IAEA  itu tidak berdasar dan tanpa alasan. Pada Rabu, kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam satu pernyataan, bahwa laporan terbaru IAEA adalah mempolitisasi kompilasi fakta yang sudah diketahui dengan baik.

“Para penulis (laporan) itu menyulap fakta-fakta untuk membuat kesan bahwa program nuklir Iran memiliki komponen militer,” kata pernyataan itu. Dia menambahkan bahwa pendekatan ini dapat “hampir tak bisa disebut kemajuan dan tidak bias,” serta melaporkan dapat mengakibatkan “konfrontasi yang berbahaya.”

Teheran menekankan pada aspek damai dari program nuklirnya, namun Amerika Serikat dan sekutu Baratnya khawatir bahwa Iran akan menggunakan pengayaan uranium untuk membuat senjata nuklir, demikian Xinhua-OANA.

Sedangkan Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad menyangkal laporan IAEA bahwa Teheran bekerja untuk mendesain bom atom. Laporan itu berdasarkan informasi cacat dari Washington. “Anda harus tahu bahwa bangsa ini tidak akan mundur bahkan selebar jarum pun dari jalur yang ditempuhnya. Mengapa Anda merusak martabat IAEA karena klaim cacat Amerika?” ucapnya.

Cina sudah memperingatkan, aksi militer terhadap Iran akan mengakibatkan kekacauan di Timur Tengah.Namun, Beijing menolak berkomentar tentang kemungkinan sanksi baru setelah laporan IAEA bahwa Iran berusaha mendesain sebuah senjata nuklir. (bbs/jpnn)

Glenn Victor Unggul di Gaya Kupu-kupu

PALEMBANG- Tim renang Indonesia berharap mampu meraih medali pertama pada perlombaan hari ini (Sabtu 12/11). Mereka optimistis medali emas bisa disumbangkan dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dari tangan Glenn Victor.

“Minimal hari ini kami yakin dapat satu emas pertama. Kalau lebih saya rasa berat, karena lawan-lawan yang kami hadapai cukup kuat,” ujar pelatih tim renang Albert C Sutanto saat ditemui di kompleks olahraga Jakabaring, kemarin (11/11).

Peluang besar emas Indonesia menurut mantan atlet Nasional itu memang masih ada di tangan perenang-perenang putra. Alasannya, untuk sektor putri Singapura maupun Malaysia dua tahun terakhir masih sulit disaingi.

Tapi, bukan berarti peluang emas tim merah putih di sektor putri tertutup seluruhnya.masih ada peluang di gaya dada dari Enny Susilowati yang terus menunjukkan peningkatan performa di nomor andalannya gaya dada.

Pada hari ini, ada enam nomor yang akan dipertandingkan. Selain 50 meter gaya kupu-kupu, ada 100 meter gaya kupu-kupu, 400 meter gaya ganti putra, 200 meter gaya bebas, 200 meter gaya dada, estafet 4 x 100 meter gaya ganti.

Sementara itu, tim terkuat di nomo renang Singapura optimistis bakal kembali menancapkan status jawaranya. Pasalnya, mereka membawa tim terbaik dan menarget bisa mengulang perolehan medali emas pada SEA Games Laos 2009 dengan torehan 14 emas .

Pelatih tim Singapura David Lim Fong Jock menegaskan bahwa kedatangan Singapura ke Indonesia kali ini untuk menegaskan kembali status jawara renang Asia Tenggara. Dengan materi yang dibawa Negeri Singa kali ini, Dia optimistis mempu mencapai target yang dibebankan.

“Tim kami semakin baik, kami juga membawa mereka yang meraih emas pada 2009 lalu kesini. Jadi, kami kira target 14 emas adalah target yang realistis bagi tim kami,” ucapnya.

David menjelaskan bahwa target emas terbesar dari tim Singapura dibebankan dari tim putri. Pasalnya, pada 2009 lalu penyumbang emas terbanyak adalah tim putri dengan sebelas emas. Hanya, kali ini untuk target medali di tim putri mulai diturunkan dan tim putra mulai dinaikkan.

“Untuk putri kami hanya mematok sembilan emas saja. Tapi, di putra kami ingin bisa mendapat lima emas. Kali ini harus meningkat karena pada 2009 hanya dapat tiga emas yang putra,” terang lelaki berusia 35 tahun tersebut. Mantan atlet nasional Singapura itu meyakinkan bahwa target yang disusungnya bakal tercapai dengan sukses. Sebab, hasil dari tryout mereka selama ini cukup meyakinkan dan masih bisa lebih baik dari sesame Negara Asia Tenggara.

Kendati demikian, David mengaku mewaspadai kekuatan Indonesia untuk saat ini. Dia melihat pesaing terberat kali ini adalah Indonesia, bukan lagi Malaysia seperti 2009 lalu. Itu dikarenakan peningkatan performa perenang-perenang Indonesia.(aam/jpnn)

RD Evaluasi Tim

Secara umum Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan mengaku puas dengan penampilan timnya saat bertemu Singapura, siang tadi, Jumat, (11/11). Namun RD masih menyimpan sedikit catatan yang perlu dibenahi timnya untuk laga-laga berikutnya.

Indonesia memetik poin penuh saat bertemu Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, siang tadi. Pada penyisihan Grup A SEA Games 2011 ini, Garuda Muda unggul 2-0 lewat gol Patrich Wanggai dan Titus Bonai.

Rahmad menyambut gembira kemenangan ini. Menurutnya, Garuda Muda sudah tampil maksimal meski cuaca panas cukup menguras tenaga para pemainnya. Rahmad mengatakan kalau pemain-pemainnya sudah bermain maksimal dalam pertandingan ini.

Meski demikian, Rahmad masih mencatat dua kekuarangan yang perlu dibenahi pasukannya. Pertama adalah kecenderungan bermain individu para pemainnya saat timnya unggul dan masih mudahnya para pemain Garuda Muda terprovokasi pemain lawan.

“Lawan Singapura sebenarnya bukan laga mudah. Mereka punya disiplin organisasi pertahanan dan tidak mau mengambil inisiatif serangan, lebih sering menunggu. Dan mereka selalu bermain seperti itu,” ujar RD dalam jumpa pers usai laga.

Menurut RD, setelah mampu mencetak gol cepat, Singapura kemudian mengubah skema permainannya. Sayang, keunggulan ini justru membuat pemain-pemain Garuda Muda bermain lebih individu sehingga tidak berjalan efisien.

“Padahal kalau kami bisa possesion play dan memanfaatkan jarak lebar, mungkin lebih efisien. Saya beberapa kali ke pinggir lapangan guna mengingatkan pemain, ‘kick a ball’.”

Menghadapi Singapura, pertarungan juga berjalan keras. Bahkan salah seorang pemain Singapura, Navin Vanu harus diusir wasit usai menampar wajah Mahadirga Lasut di menit 22. Beberapa pelanggaran keras juga sempat terjadi.

Striker timnas, Patrich Wanggai emosi saat melihat Oktovianus Maniani mendapat pelanggaran keras dari pemain Singapura. Beruntung keributan ini masih bisa dilerai dan wasit tidak mengeluarkan kartu bagi pemain kedua tim.

“Saya sudah wanti-wanti, untuk tidak terpengaruh dan terpancing provokasi dan tekanan lawan. Memang Singapura mencoba bermain sedikit keras, tapi itu sebenarnya karena mereka punya postur pemain yang lebih bagus,” kata RD.

“Dalam bodi contact, kita kalah di sana. Saya akan terus ingatkan untuk tidak ada lagi insiden tersebut dalam laga selanjutnya,” pungkas RD. (bbs/jpnn)