LONDON – Sejumlah pejabat Inggris memperkirakan Israel akan melakukan penyerangan ke Iran sekira Desember mendatang. Setidaknya penyerangan itu diperkirakan akan berlangsung sebelum Natal mendatang.
Menteri Luar Negeri Inggris William Hague memperingatkan Parlemen Inggris, bahwa program senjata nuklir Iran dapat memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.
Laporan adanya pengembangan senjata nuklir dari Iran ini tidak terlepas dari temuan Badan Atom Internasional (IAEA), yang menyebutkan Iran memang mengembangkan fasilitas uji coba nuklir, hulu ledak nuklr, dan model komputer untuk hulu ledak nuklir yang dapat dipasang pada rudal milik Iran yang ada saat ini.
Adanya laporan tersebut, Israel langsung bergerak. Pejabat Kementerian Pertahanan Inggris memperkirakan Israel melakukan serangan sebelum Natal tahun ini. “Kami perkirakan serangan terjadi sebelum Natal atau paling tidak pada awal tahun depan,” jelas pejabat yang enggan menyebutkan nama dikutip Daily Mail, Kamis (10/11).
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Inggris, pihak sudah dikabarkan mengenai tindakan militer yang akan dilancarkan oleh Israel. Serangan itu sendiri diyakini akan mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat (AS). Presiden Barack Obama pun dipastikan akan memberikan dukungan penuh Israel.
Berdasarkan pengamatan para pejabat Inggris, Obama memberikan dukungan tersebut karena dirinya tidak ingin kehilangan sokongan dari komunitas Yahudi Amerika dalam pemilihan presiden mendatang.
Sedangkan Kementerian Pertahanan Inggris mengaku telah mempersiapkan rencana awal, bila pada saatnya nanti Inggris memutuskan membantu penyerangan terhadap Iran. Tetapi pejabat Inggris menepis adanya dukungan langsung dalam penyerangan ini.
Bukan kepemilikan senjata nuklir Iran yang dikhawatirkan Inggris. Mereka justru mengkhawatirkan bila pada saatnya nanti Arab Saudi dan Turki turut mengembangkan senjata nuklirnya. Kalau kedua negara mengembangkan senjata nuklir, dipastikan akan terjadi perlombaan senjata nuklir Timur tengah.
William Hague menyatakan akan mendorong diterapkannya sanksi baru yang lebih tegas kepada Iran. Hal ini dapat menghalau Iran dalam mengembangkan program nuklirnya.
Sedangkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersikeras negaranya tidak akan mundur dari program nuklirnya. Dia menilai, hasil laporan IAEA telah mendeskreditkan pihaknya karena dikeluarkan atas dasar tuduhan absurd AS. (net/bbs/jpnn)

