25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14418

Guru Meninggal Diusulkan Sertifikasi

Target 2014 di Sumut Bakal Tidak Tercapai

MEDAN-Kuota sertifikasi guru untuk Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan meningkat pada tahun 2012-2014. Mengingat, dari 207.610 guru yang ada di Sumut, tercatat 150.737 guru yang belum disertifikasi. Sementara pemerintah mencanangkan akan mensertifikasi seluruh guru di Indonesia hingga 2014.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Bambang Winardji menjelaskan, pada pelaksanaan sertifikasi 2012 mendatang, kuota untuk Sumut diperkirakan mencapai 40 ribu hingga 50 ribu guru.
“Dengan jumlah kuota tersebut, akan sulit untuk mengejar target pada 2014 mendatang. Pasalnya, jumlah guru dipastikan selalu bertambah tiap tahunnya. Kita berharap, pemerintah pusat bisa lebih bijaksana dalam mengatasi masalah ini,” katanya, Senin (7/11).

Bambang memaparkan, dari 207.610 guru di Sumut yang sudah disertifikasi berjumlah 56.873 orang dengan rincian pada 2006 terdata sebanyak 624 orang, 2007 berjumlah 8.457 orang, 2009 ada 10.789 orang, 2010 berjumlah 6.819 orang dan pada 2011 2.374 orang.

Ia juga menuturkan, berdasar informasi yang diperoleh dari Kemendikbud, pada 2012 mendatang pelaksanaan sertifikasi selain harus sesuai database yang masuk ke pusat juga harus menjalani tes tertulis untuk menjadi peserta dalam memenuhi kuota. “Tentunya tiap guru harus memiliki nomor unik pendidik tenaga kependidikan (NUPTK),” terang Bambang.

Bambang juga berpendapat, perubahan sistem pada pelaksanaan sertifikasi 2012 mendatang sebagai upaya membentuk guru lebih profesional sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. “Memang, pelaksanaan sertifikasi selama ini melalui portofolio dan pendidikan latihan profesi guru (PLPG). Untuk menghasilkan guru yang lebih profesional, maka pada 2012 nanti Kemendikbud akan memberlakukan seleksi lebih ketat dengan mengadakan tes tertulis,” jelasnya.

Namun, ia juga tak menampik, pada beberapa tahun terakhir pelaksanaan sertifikasi guru memang sudah diperketat dengan melakukan seleksi data yang harus sesuai dengan syarat termasuk portofolio dan PLPG. “Nah, dengan adanya perubahan system pelaksanaan sertifikasi ini diharapkan hasil bisa lebih maksimal. Dalam artian, usai sertifikasi guru bisa lebih profesional, sehingga menghasilkan taraf pendidikan yang lebih baik pula” ujarnya.

Sementara Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu) menyinggung masalah adanya ketimpangan dalam menerima data guru yang akan disertifikasi baik yang akan diajukan maupun yang sudah.

Untuk itu Kabid Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK) Disdiksu, Eduard Sinagamengimbau kepada seluruh guru penerima tunjangan profesi lebih pro aktif ke dinas pendidikan kabupaten/kota untuk penyempurnaan berkas-berkas pengajuan profesi. “Selama ini sering sekali para guru yang memberikan berkas masih tidak sesuai atau data yang tidak sesuai. Diantaranya yakni saat memberikan nomor rekening, atau memberikan rekening yang telah mati,” ujar Kabid Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK) Disdiksu, Eduard Sinaga saat ditemui di ruang kerjanya. Perlu diketahui sertifikasi guru termasuk program untuk mensejahterakan guru di seluruh Indonesia.
Namun, seringnya salah dalam pengisian data dalam kelengkapan berkas menurut Eduard menjadi salah satu alasan lambatnya proses pemberian tunjangan profesi bagi para guru.

Selain itu lanjutnya, Disdiksu juga mengimbau kepada kepala sekolah maupun dinas pendidikan kabupaten/kota untuk melaporkan perubahan status guru penerima tunjangan profesi. “Selama ini masih ada beberapa sekolah yang belum memperbaharui status penerima sertifikasi yang harus diusulkan. Bahkan ada sekolah yang kita temui masih mengusulkan nama guru yang telah meniggal dunia tahun lalu untuk menerima sertifikasi pada tahun ini. Makanya kita terus meminta laporan status tiap semester atau enam bulan sekali agar tidak terjadi hal-hal yang dianggap melanggar,”ungkapnya.

Disinggung mengenai nama sekolah yang ditemukan mengajukan guru yang telah meninggal dunia tahun lalu, menurut Eduard diantaranya  yakni sekolah swasta Santo Thomas 3 dan sekolah swasta yang berada di Belawan.
Eduard meminta kepada guru penerima tunjangan profesi yang dianggap bermasalah agar segera melaporkan ke dinas kabupaten/kota atau provinsi sesuai kewenangannya.

“Jika semua ketentuan bisa berjalan, setidaknya bisa meminimalisasi terjadinya keterlambatan proses yang berakibat guru terlambat mendapatkan tunjangan profesinya,”ungkap Eduard.

Diperkirakan jumlah guru di Sumut yang bakal disertifikasi pada 2011 mengalami peningkatan sebesar 31,15 persen. Saat ini guru di Sumut yang belum disertifikasi sebanyak 207.610 (uma/saz)

Guru di Sumut untuk Disertifikasi

  • Jumlah 207.610 Guru
  • Belum disertifikasi 150.737
  • Sudah disertifikasi 56.873 Guru
  • Kuota 2011 sebanyak 23.900 guru

 

Ruang Setum Poldasu Terbakar

Medan- Markas Kepolisian Polda Sumut (Mapoldasu) di Jalan Medan-Tanjung Morawa Km 10,5 Medan mendadak heboh, Senin (7/11) pagi pukul  08.30 WIB. Pasalanya, ruang Staf Setum (Sekretariat Umum) Polda Sumut terbakar. Untuk membantu pemadaman api, tiga unit mobil dinas pemadam kebakaran Pemko Medan turun ke lokasi.

Sebelum kejadian, ruang Staf Setum yang berada di pintu samping Gedung Induk, sebelah timur Mapoldasu, tampak seperti biasa. Beberapa petugas polisi dan staf PNS baru saja selesai melakukan apel pagi.

Tiba-tiba asap hitam keluar dari jendela ruangan berukuran 5×4 meter itu. Diduga api berasal dari arus pendek listrik. Api cepat menyambar barang-barang yang mudah terbakar di ruangan tersebut. Petugas polisi dan pegawai PNS Polri yang melihat kejadian itu, langsung berhamburan keluar. Api yang terus membesar dengan cepat menyambar ruang lain. Mobil Dinas Pemadam Kebakaran yang sebelumnya telah dihubungfi langsung turun ke lokasi membantu pemadaman api.
Akibat kejadian tersebut, tiga unit komputer, satu televisi, dua AC, satu laptop, berkas-berkas dokumen dan surat-surat ikut terbakar. Beberapa petugas labfor Polda Sumut nampak melakukan olah TKP.

Akibat kejadian tersebut, berapa petugas polisi di Direktorat Reserse Umum Polda Sumut tidak bisa melakukan pemeriksaan karena komputer tidak menyala akibat listrik dipadamkan. Namun, beberapa penyidik tampak tetap berkerja dengan menggunakan laptop.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi atas kejadian tersebut mengatakan, penyebab kebakaran tersebut diduga akibat arus pendek. “Dugaan sementara akibat terjadinya arus pendek listrik. Tapi kita belum mengetahui, apa dari komputer atau AC. Kita masih menunggu hasil dari Tim Labfor yang telah turun ke lokasi melakukan penyelidikan,” ungkap Heru.(mag-5)

Poldasu Panggil PPK Dana Hibah untuk USU

Medan- Poldasu semakin serius mendalami kasus dugaan penyelewengan dana hibah Rp4 miliar dari PT Pertamina ke Universitas Sumatera Utara. Setelah memintai keterangan pihak PT Pertamina Pusat di Jakarta, giliran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suronto yang dipanggil penyidik Tipikor Polda Sumut.

Menurut Kasubbid Pengelola Informasi Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, surat pemanggilan terhadap Suronto sudah dilayangkan. Namun dia beralasan ada kepentingan lain sehingga tidak bisa hadir.

“Dalam suratnya, katanya sampai Rabu ini, dia ada kepentingan, jadi dia tidak bisa hadir. Mungkin Kamis baru dia bisa datang,” ujar Nainggolan.

Menurut Nainggolan, hasil klarifikasi yang dilakukan pihak penyidik tipikor dengan pihak Pertamina Pusat, diketahui dalam pemberian dana hibah tersebut, pihak Pertamina memberikan secara bertahap. “Sampai saat ini Pertamina mengaku baru mencairkan dana hibah tersebut Rp800 juta,” ungkap Nainggolan.

Sementara Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, mengaku pihaknya belum bisa fokus kerja, karena ruangan tempat para penyidik masih tahap renovasi.

“Penyidik belum bisa seratus persen berkerja, kita tunggu ruangannya sudah siap dan bisa ditempati baru penyidik enak berkerja,” terang Sadono sambil memperhatikan para tukang bangunan berkerja.(mag-5)

Guru Bermental Preman

083198884xxx

Kepada Bapak Kadis Pendidikan kota Medan. Kami para siswa SMK Negeri 3 Medan mintak keadilan terhadap teman kami yang menjadi korban pemukulan oknum guru kimia Kamis 3 November 2011 yang lalu sehingga teman kami dua hari sakit dan tidak sekolah. Kami malah mendengar kabar bahwa teman kami Ahmad Angga akan dikeluarkan dari sekolah gara-gara orangtua korban bersama kerabatnya memprotes tindakan pemukulan oknum guru kimia tersebut. Apa jadinya nanti jika kami para siswa yang menjadi korban pemukulan melakukan perotes, apakah kami juga akan dikeluarkan? Inikah metode pendidikan di negeri ini? Kami generasi penerus sungguh sangat kecewa karena tindakan intimidasi yang diterapkan oleh pihak sekolah SMK Negeri 3 Medan. Untuk itu kami para siswa memohon tegaknya keadilan di sekolah kami ini karena kami tak sudi dibimbing oleh para guru yang bermental preman. Atas perhatian Bapak kami ucapkan trima kasih.

Laporkan dengan Data Lengkap

Untuk masalah ini saya akan cek ke lapangan, siapa gurunya dan latar belakang aksi pemukulan tadi. Saya akan berkoordinasi dengan kepala sekolah dari SMK Negeri 3 Medan tentunya. Begitu pun, bagi siswa yang merasa dirugikan dengan tindakan oknum guru dapat membuat laporan kepada Dinas Pendidikan Medan dengan data yang lengkap mengenai siapa guru yang bersangkutan sehingga dapat kita tindaklanjuti. Sudah tidak zaman lagi aksi kekerasan di dunia pendidikan.

Drs Hasan Basri MM
Kadis Pendidikan Medan

Siswa Diajarkan Nilai Perjuangan Pendiri

Milad Muhammadiyah ke 102

MEDAN-Peringati milad Muhammadiyah ke 102 tahun, ratusan siswa Perguruan Muhammadiyah Sei Sikambing C2 laksanakan upacara bendera, Jumat (4/11) kemarin, Kegiatan upacara tersebut diikuti beberapa sekolah Muhammadiyah, yakni MDA Muhammadiyah 11, SD Muhammadiyah 12, SMP Muhammadiyah 4, dan SMA Muhammadiyah 3
“8 Dzulhijah 1332 H, KH Ahmad Dahlan bersama para sahabatnya mendirikan organisasi Muhammadiyah. Tentunya keputusan membuat organisasi ini memiliki tujuan, dan kita sebagai penerusnya bertanggungjawab atas hal itu,” kata pembina upacara Rahmat Kartolo di halaman upacara Perguruan Muhammadiyah Sei Sikambing C2.

Adapun tujuan kegiatan ini bilang Rahmat, agar para siswa menghargai perjuangan pendiri Muhammadiyah terdahulu. Selain itu peringatan milad Muhammadiyah ini dilakuan agar para siswa mendapatkan manfaat ilmu-ilmu kemuhammadiyahan yang berguna untuk masa depan.

Rahmat menyebutkan kendati milad beberapa waktu lalu sempat ditinggalkan namun kini kembali dimunculkan untuk digalakkan.

“Seperti pengajian yang sebelumnya rutin diakukan para guru, dan menghidupkan lagi ekstrakulikuler pada hari Sabtu, kegiatan seperti ini harusnya digalakkan kembali,” serunya.

Kemudian, untuk semua pengurus di sekolah Muhammadiyah, lanjut Rahmat,  wajib hukumnya menghafal mars Muhammadiyah karena kurang berkenan jika seorang Muhammadiyah tak mengetahuinya.

Sementara,  Ketua Milad Perguruan Muhammadiyah Sei Sikambing C2, Rony menyebutkan kegiatan upacara ini dilaksanakan, selain untuk menyemarakkan milad Muhammadiyah,  juga bertujuan membangkitkan roh kemuhammadiyahan dari pengurus dan siswa Muhammadiyah. “Memang rutin kita memperingati milad ini, tapi upacara ini kali pertama diadakan di sekolah ini dan peringatan ini sebagai penghormatan hari wukuf jamaah haji di Arafah,” terang Roni didamping Wakil Kepala Sekolah I SD Muhammadiyah 12, Ismail Saleh Nasution.
Disamping itu, peringatan milad juga diisi dengan pemberian hadiah kepada enam siswa sebagai pemenang lomba menyambut acara milad.

Para pemenang meliputi tingkat SD lomba ayat Al Quran yakni M Ridho, Nadia Adhani dan M Iqbal Fatori.
Pemenang lomba praktik salat Subuh tingkat SMP Annisa Azzahra, Suma Abdillah dan Lufti Harahap. Pemenang lomba pidato/ceramah tingkat SMA dimenangkan oleh Yuli Dariyani, Mahaldi Tusni dan Pristiwati. (uma)

Alasan Kesibukan Pejabat, Penyaluran BSM Kembali Molor

MEDAN-Penyaluran Beasiswa Miskin (BSM) untuk jenjang Sekolah Dasar(SD) kembali molor. Padahal sebelumnya sudah dijadwalkan penyaluran BSM SD akan dibagi pada 1 Nopember  lalu, namun karena adanya penyesuaian maka BSM direncanakan akan dibagi pada 9 Nopember.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Sumut, Henri Siregar mengatakan, keterlambatan penyaluran BSM disebabkan kesibukan para pejabat, dan untuk mengambil saat yang tepat, direncanakan BSM akan diserahkan secara simbolis pada 15 Nopember mendatang.

“Sebenarnya akan dibagikan secara simbolis pada 9 Nopember ini, namun ada kesibukan. Sejumlah pejabat, jadi secara simbolis akan diserahkan pada tanggal 15 Nopember,” ungkap Henri kepada wartawan, Senin (7/11).
Henri tidak merinci bentuk kesibukan yang membuat sejumlah pejabat yang dimaksudkannya sehingga harus mengundurkan kembali penyaluran BSM hingga dua minggu lamanya.

Henri juga mengatakan dalam penyerahan beasiswa ini akan dihadiri oleh Kadisdik Sumut, Syaiful Safri yang sudah mewakili 33 Kadisdik se-Sumut.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa setiap siswa penerima akan mendapatkan beasiswa miskin sebesar Rp360.000, atau perbulannya Rp30.000.

Dana tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan siswa agar bisa bersekolah, sehingga tidak ada lagi siswa SD yang putus sekolah dengan alasan ketiadaan biaya.

Setiap penerima yang melakukan pengambilan terlebih dahulu diverifikasi atau dicocokkan sesuai dengan nama siswa yang sudah terdata.

Selain itu, siswa harus didampingi orang tua/wali dengan menunjukkan rapor asli yang merupakan persyaratan untuk mengambil dana bantuan tersebut.

Menanggapi hal itu, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Ibnu Hajar sangat kecewa dengan alasan para pejabat yang dinilai tidak  mementingkan dunia pendidikan.

Seharusnya, bilang Ibnu, penyaluran beasiswa tetap saja berjalan meskipun tidak ada penyerahan secara simbolis. “Kan bisa menyusul penyerahan secara simbolisnya,” katanya.

Dia mengatakan, meskipun jumlah bantuan berupa beasiswa itu tidak besar, namun diyakini sangat dibutuhkan oleh siswa yang memang dianggap tidak mampu.

“Saya berharap pejabat pemerintahan lebih mementingkan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi,” tegasnya.(uma)

MTs Miftahussalam Ikuti Masak Sehat

MEDAN-Madrasah Tsanawiyah (MTS) Miftahussalam Medan tak pernah berhenti berkarya dalam memberikan pendidikan terbaik bagi siswa didiknya. Seperti pelatihan cooking bertajuk, “Lets Make a Real Healthy Food”, yakni latihan memasak dengan menggunakan bahan-bahan alami.

“Kegiatan ini memiliki tujuan agar siswa tidak suka jajan sembarangan, menumbuhkan keinginan kepada siswa supaya ringan tangan untuk membantu orangtua di rumah serta suka membuat masakan sendiri, sehat, bergizi dan higienis,” papar  Cut Ruhama SPdI, selaku Kepala MTs Miftahussalam Medan di Jalan Darussalam kemarin.

Disamping itu, bilang Cut Ruhama kegiatan positif ini akan membuat siswa semakin kreatif, sesuai keinginan pemerintah agar lembaga pendidikan Indonesia berkarakter.

Sedikitnya 80 siswa yang dibagi dalam 4 kelompok mengikuti pelatihan cooking secara serius di Plaza Medan fair, dan Grand Palladium beberapa waktu lalu.

Acara yang disajikan dengan secara sederhana itu menurut Cut Ruhama, memberikan atensi yang luar biasa karena dikemas dengan apik oleh cheif muda yang berpengalaman, Riza Triono. “Di sekolah (MTs Miftahussalam Medan) saat ini sedang dirancang pelatihan cooking dengan mengkombinasikan menjadi resep dalam Bahasa Inggris yang nantinya akan dilombakan menjelang hari guru. Dengan program ini,  diharapkan siswa bisa memupuk pola kerjasama, dan di sisi lainnya mau menolong orang tua serta di sekolah dapat belajar bahasa Inggris dengan menyenangkan,” ujarnya.
Cut Ruhama berupaya akan terus mengembangkan karakter siswa didiknya lewat berbagai kegiatan positif, kreatif dan pastinya menyenangkan. (uma)

Pecat Mahasiswa Tawuran

MEDAN-Belakangan ini sering terjadi tawuran antarmahasiswa di Medan, seperti di Universitas HKBP Nommensen, USU dan UMSU. Melihat kondisi itu Pskiolog Medan angkat bicara. “Tawuran itu terjadi akibat tidak inginnya mahasiswa mengedepankan intelektualitas yang dimilikinya, sehingga identitas dirinya hilang” tegas Irna Minauli kepada wartawan, Senin (7/11).

Katanya, selaku insan akademis seharusnya mahasiswa introspeksi diri. Apakah dengan prilaku yang lebih mengedepankan emosi tersebut layak disebut sebagai mahasiswa?.

Menurutnya, mahasiswa seharusnya dapat mempergunakan tenaga mereka dengan melakukan hal-hal yang lebih positif. Seperti bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi pecinta alam, pramuka atau aktif di lembaga penelitian. “Tawuran selain hanya akan merugikan diri sendiri, juga bagi orang lain, hal yang cenderung mengarah ke hal-hal kriminal ini tentu sangat merugikan nama mahasiswa sebagai pemuda yang diharapkan menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Irna yang juga Dekan Fakultas Psikologi UMA ini. Ia juga berpendapat, tawuran tersebut lebih disebabkan karena ikut-ikutan dan ego segelintir mahasiswa.

Menurutnya perlu perguruan tinggi  lebih tegas dalam memberikan sanksi kepada pelaku tawuran agar  memberi efek jera kepada mahasiswa. “Misalnya menskorsing, pemanggilan orangtua, bila perlu pemecatan jika melakukan tindakan anarki yang merugikan fasilitas negara. agar ada efek jera bagi pelaku tawauran lain,” jelasnya. (saz)

Wujudkan Kepedulian Antar Sesama

Sumut Pos Berkurban

Sebagai satu rangkaian dari ibadah dalam perayaan Hari Raya Idul Adha PT  Media Medan Pers sebagai perusahaan dari  Harian Sumut Pos menggelar penyembelihan hewan kurban.

P enyembelihan hewan kurban lembu itu digelar di halaman  gedung Graha Pena kantor Sumut Pos di Jalan Sisingamangaraja No 134 Km 8,5 Medan Amplas, Minggu (6/11).

Ketua Panitia Penyembelihan hewan kurban Harian Sumut Pos, Hotman Simbolon mengatakan hewan yang dikurbankan ini sebanyak dua ekor lembu. Adapun daging kurbannya akan dibagikan untuk 208 orang pemegang kupon yang satu hari sebelumnya telah dibagikan.

Dia merinci daging kurban diberikan kepada warga sekitar kantor Sumut Pos, loper koran, asongan dan seluruh karyawan Sumut Pos serta mitra kerja dan masyarakat sekitar.

Hotman menyebutkan tujuan digelarnya penyembelihan hewan kurban ini, selain sebagai bentuk kepedulian antar sesama, kegiatan ini dimaksudkan agar lebih mempererat rasa kebersamaan di antara karyawan Sumut Pos. Hal lainnya juga sebagai wujud kepedulian kepada warga di sekitar kantor Sumut Pos.

“Kami sengaja menggelar untuk pertamakalinya dikantor, karena kami peduli dengan warga yang berada di sekitar kantor Sumut Pos,” ujar Hotman yang juga Kepala Bagian Departemen Pemasaran Harian Sumut Pos.
Hotman memaparkan kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebut direncanakan akan terus berlanjut pada tahun-tahun akan datang. Karena menyembelih hewan kurban ini sebagai bentuk keikhlasan kepada maha pencipta. Pada pembagian hewan tersebut, dia merinci setiap orang yang telah memegang kupon mendapatkan minimal 1,8 kg daging dari dua ekor lembu yang dikurbankan.

“Kita harap untuk tahun depan bisa dilaksanakan lagi dan jumlah hewan yang dikurbankan bisa bertambah,” urainya.
Penyembelihan hewan kurban tersebut disaksikan Pemimpin Umum Harian Sumut Pos, Zulkifli Tanjung dan sejumlah karyawan Sumut. Pada penyembelihan dua ekor lembu itu dilakukan dengan tata cara Islam. (uma/mag 11)

Telkomsel Berbagi Hewan Qurban Untuk Masyarakat

Wujud kepedulian Telkomsel kepada masyarakat sekitar lokasi operasional Telkomsel, bertepatan pada moment Hari Raya Idul Adha 1432H, Telkomsel membagikan hewan qurban yang diberikan melalui pengurus masjid atau pemuka masyarakat sekitarl okasi Site BTS (Base Transceiver Station)  dan kantor layanan Telkomsel untuk disampaikan kepada masyarakat.

Hal ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility Telkomsel, sebagai perusahaan telekomunikasi milik bangsa Indonesia dimana dalam operasional hariannya tidak terlepas dari interaksi social dengan masyarakat sekitar lokasi operasional Telkomsel baik yang dekat dengan lokasi Site BTS Telkomsel maupun kantor layanan GraPARI Telkomsel.

Total bantuan yang diberikan adalah senilai Rp.150 juta rupiah, yang tersebar pada berbagai lokasi di Area Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung. Nilai ini juga masih ditambah dengan bantuan hewan qurban para karyawan Telkomsel beserta keluarganya yang juga diperuntukkan bagi masyarakat yang berada disekitar lokasi operasional Telkomsel.

Manager Corporate Communication Telkomsel Area Sumatera – Hadi Sucipto mengatakan “Bantuan hewan qurban yang kami berikan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat terutama yang berada disekitar lokasi operasional Telkomsel, baik dekat dengan BTS maupun lokasi kantor pelayanan GraPARI Telkomsel, kami menyadari dalam operasional harian tentunya Telkomsel tetap membutuhkan dukungan dan selalu berinteraksi dengan masyarakat sekitar, semoga bantuan ini semakin meningkatkan silaturrahim antara Telkomsel dengan masyarakat sekitar lokasi operasional Telkomsel”.

Dalam hal penyembelihan dan pendistribusian daging hewan qurban, Telkomsel menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus mesjid atau pemuka masyarakat setempat, hal ini dimaksudkan agar disitribusi daging qurban tersebut benar-benar disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan terutama bagi yang berdomisili disekitar lokasi operasional Telkomsel.