27 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14418

Lapangan Bola Jadi Komplek Ruko, Warga dan Preman Bentrok

MEDAN-Puluhan warga Jalan Pringgan Dusun VI Pondok Seng, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, bentrok dengan sejumlah preman suruhan pengusaha developer, Selasa (29/11) pagi. Bentrok mengakibatkan lima warga terluka dan satu kendaraan milik preman dibakar.

Bentrok terjadi akibat aksi warga menolak pemagaran lapangan bola seluas 1 hektare di dusun tersebut oleh pengusaha developer, yang hendak membangun komplek ruko (rumah toko). Protes masyarakat lantas ditandingi pengusaha developer dengan mengerahkan tenaga preman. Dengan menggunakan batu dan kayu, preman suruhan pengusaha itu lantas memukul mundur warga.

Tak terima, warga yang awalnya berharap mendapat perlindungan dari puluhan petugas polisi yang berjaga di sekitar lokasi pun memberikan perlawanan. Malang, warga yang kebanyakan kaum ibu itu harus lari karena tak mau ambil risiko.

Menurut keterangan, Sopian Abas (47), seorang warga yang mengalami dagu koyak akibat terkena lemparan batu yang ditemui di lokasi bentrokan mengaku sejatinya aksi mereka untuk menghalangi truk yang membawa material pemagaran lapangan bola. “Jelas kami kecewa sama polisi. Masa warga dikeroyok, polisi diam saja. Apalagi warga kan banyak ibu-ibu, masa polisi enggak punya perasaan,” kesal warga Dusun VI Pondok Jalan Pringgan Desan Helvetia Kecamatan Medan Sunggal itu.

Satria (25), juga kena lemparan batu dada hingga lembam, sedangkan tiga warga yang belum diketahui identitasnya juga turut menjadi korban keganasan oknum preman.

Protes pemagaran lapangan bola tersebut menurut Sopian bukan tanpa alasan. Sepengetahuan mereka tanah tersebut telah dihibahkan kepada warga untuk sarana olahraga masyarakat. “Lapangan itu sudah ada sejak tahun 60-an, dan lapangan itu dijadikan tempat bermain anak-anak. Malah sering dijadikan tempat ibadah, seperti Salat Idul Fitri dan Idul Adha,” bebernya sambil memperlihatkan bekas luka di bagian pundak.

Sopian malah menuding pihak develover salah alamat menembokan tanah lapang. “Mereka sudah salah. Karena surat yang pernah diberitahu kepada kami bahwa alamat tanahnya bukan di sini, melainkan di daerah Labuhan Deli,” ucapnya.

Kepala Desa Helvetia, Petrus M Sinurat yang ditemui menyebutkan status tanah tersebut sudah dijual oleh PTPN IX sejak tahun 1990, seluas 17 hektar. “Mereka sudah beli sama PTPN, makanya mereka berani membuat pagar. Namun kita sudah membuat surat ke BPN tentang masalah ini,” terang kepala desa.

Kapolsekta Medan Sunggal AKP Budi Hendrawan menyebutkan, pihaknya kekurangan personel sehingga tak mampu mencegah bentrokan yang berlangsung selama 30 menit itu. Kericuhan baru berakhir setelah aparat keamanan mendapat bantuan dari Brimob Polda Sumut.

Budi menyebutkan sebenarnya tanah itu sudah resmi dibeli seorang pengusaha bernama Mujianto dari PTPN II. Namun warga yang selama ini memanfaatkan tanah itu sebagai sarana bermain dan olahraga merasa keberatan, sehingga kerap terlibat konflik dengan pihak Mujianto. “Ini yang ketujuh kalinya proses pemagaran dilakukan, tapi selalu digagalkan warga,” jelasnya.
Budi memastikan tidak ada pihak yang diamankan. Untuk mencegah bentrokan susulan, Budi mengaku telah menyiagakan personelnya di tempat kejadian perkara. (ari/smg)

Komisi VII DPR RI akan Panggil Gatot

JAKARTA-Komisi VII DPR yang membidangi masalah energi menyerahkan sepenuhnya kepada PT PLN (Persero) guna menyelesaikan persoalan kendala pembangunan PLTA Asahan III. Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, diminta memahami bahwa sebagai pimpinan Pemprov Sumut, dia juga merupakan bagian dari pemerintah.
Pemerintah, melalui  Perpres No 4 tahun 2010 dan Permen ESDM No 2 Tahun 2010, sudah jelas memberikan amanat kepada PLN untuk membangun PLTA Asahan III.

“Pemda, pusat, BUMN, PLN, itu semua kan pemerintah, negara. Tentu semua bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujar anggota Komisi VII DPR Jhoni Allen Marbun kepada koran ini di Jakarta, kemarin (29/11).
Jhoni Allen, yang juga Wakil Ketum DPP Partai Demokrat itu, menyatakan hal tersebut menanggapi rencana PLN mensomasi Gatot yang tak kunjung mengeluarkan izin lokasi pembangunan proyek setrum itu.  PLN habis kesabaran lantaran sudah 17 kali melayangkan surat ke Gatot menyangkut persoalan ini. Sikap tegas PLN ini, sebagaimana disampaikan Manajer PLTA Asahan III Robert Aprianto, didasari ketentuan dalam Perpres No 4 tahun 2010 dan Permen ESDM No 2 Tahun 2010.

Jhoni Allen berharap, ancaman somasi itu tidak sampai diwujudkan. Berkali-kali dia mengatakan, baik Pemprov Sumut maupun PLN adalah sama-sama unsur pemerintah.  Jhoni berharap, persoalan ini bisa dicarikan solusinya dengan duduk bersama.

Komisi VII DPR, lanjutnya, akan segera memanggil PLN dan Gatot. “Saya akan pertanyakan ke PLN apa masalahnya. Kalau perlu gubernur juga kita undang, apa masalahnya karena ini untuk kepentingan rakyat,” terangnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR Shutan Batoegana mengatakan, sudah saatnya komisi VII DPR langsung terlibat dalam upaya menyelesaikan ganjalan proyek setrum  2×87 MW ini. Menurut Shutan, sumber persoalan yang menyebabkan buntunya masalah ini adalah adanya dua pihak yang sama-sama ngotot, tidak ada yang mau mengalah.“Yang lama sudah keluar dana, tapi negara maunya PLN. Terus bagaimana? Maka harus dicarikan jalan tengah,” cetus Shutan. (sam)

Bangun Musala Tertinggi

ARY GINANJAR

Mimpi Ary Ginanjar Agustian akhirnya menjadi kenyataan. Pada Minggu (27/11) atau tepat 1 Muharram 1433 H, lembaga yang dipimpinnya ESQ Leadership Center dan Forum Komunikasi Alumni ESQ meresmikan beroperasinya Menara 165 di kawasan Jakarta Selatan. Gedung tersebut merupakan impian lama Ary.

Ada yang istimewa pada bangunan seluas 57.000 meterpersegi dan 25 lantai tersebut. Selain di puncak gedung ada tulisan Allah dengan menjadi ikon gedung, ada musala seluas 565 meterpersegi di lantai paling atas. “Musala tersebut akan menjadi tempat ibadah tertinggi di Jakarta,” kata Ary.

Dia menuturkan, Menara 165 dimiliki oleh ribuan alumni ESQ, pemegang saham terbesarnya adalah Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa, penyelenggara kegiatan peduli dhuafa.  “Nantinya ada satu lantai di Menara 165 ini yang diperuntukkan bagi kaum duafa,” ujar Ary. (ken/agm/jpnn)

Niat Saya Ditembak Mati Koruptor

Jakarta- Calon pimpinan (capim) KPK Abdullah Hehamahua mengaku siap memerangi korupsi. Bahkan penasihat KPK berusia 63 tahun itu berniat ditembak mati koruptor.  “Niat saya ditembak mati koruptor dan bukan mati di atas tempat tidur. Itu niat saya,” ujar Hehamahua sambil mengacungkan tangannya saat uji kelayakan dan kepatutan capim KPK, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11). Sontak setelah mendengar niatan Hehamahua ini, seluruh anggota Komisi III bertepuk tangan.

Hehamahua juga menceritakan awal mula ia tergugah mendaftarkan diri menjadi capim KPK. Menurut Hehamahua saat itu ia mendengar cerita seorang siswa SD di Jatim melaporkan guru sekolahnya yang menyuruh memberikan contekan kepada semua temannya.

“Kejadian itu mengganggu nurani saya. Korupsi ini perang luar biasa,” kata Hehamahua dengan nada berapi-api.

Sementara, Ketua Komisi III DPR Benny K Harman mempertanyakan alasan calon pimpinan (Capim) KPK Abdullah Hehamahua menayangkan foto-foto orang gantung diri, tawuran dan kerusuhan.

“Saya mau tanya apa motif Bapak menayangkan gambar-gambar tersebut ? Apa Bapak ingin koruptor digantung dan dibakar seperti itu?” tanya Benny, saat uji kelayaan dan kepatutan capim KPK. Sebelumnya, Abdullah menayangkan beberapa foto mengenai realitas kehidupan yang terjadi di Indonesia. Berikut kejadian-kejadian tragis yang dialami masyarakat, seperti tawuran, gedung sekolah yang bobrok hingga foto orang yang terlindas di rel kereta.

Anggota Komisi III, Ahmad Basara juga menanyakan hal yang sama. “Apakah ini provokasi?” tanya politisi PDIP ini dalam acara yang sama. Abdullah pun menjelaskan maksud ia mempertontonkan foto-foto tersebut.

“Saya ingin menunjukkan dampak korupsi bisa hingga ke semua lini masyarakat,” jelas Abdullah.
Ia pun mengajak semua masyarakat melapor dugaan korupsi kepada KPK, jaksa atau polisi. Namun Abdullah juga ingin mengajak pelapor untuk menjadi saksi.

“Banyak yang lapor tapi banyak yang takut jadi saksi karena yang dilaporkan merupakan bos atau masyarakat untuk berani memberantas korupsi,” imbuhnya. (net/bbs)

Kejatisu Sita Aset PT Bahari Dwi Kencana

Kredit Tanpa SOP di Bank BNI Cabang Medan

MEDAN- Kasi Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH mengatakan Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyita lahan seluas 9 hektar beserta bangunan perkantoran dan pabrik di Aceh Tamiang.
“Penyitaan lahan tersebut terkait perkara penyaluran kredit Rp129 miliar tanpa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan BNI Cabang Medan terhadap PT Bahari Dwi Kencana Lestari (BDKL),” ucap Jufri Nasution.

Penyitaan lahan milik PT Bahari Dwi Kencana Lestari, yang berada di Aceh sudah dilakukan, Selasa pagi.
“Penyitaan tersebut sudah dilakukan mulai tadi pagi (Salasa, Red) tim penyidik sudah berangkat dari kemarin, dan malam ini sedang menuju pulang ke Medan. Aset milik PT BDKL terkait kredit tanpa SOP yang dilakukan Bank Negara Indonesia Cabang Medan,” ucap Jufri.

Aset yang disita tersebut, sambung Jufri, akan disita untuk negara guna dilelang, namun pasti menunggu hasil putusan pengadilan.“Aset tersebut disita apakah akan dijual itu tergantung dari putusan pengadilan, karena memang aset dibeli dari adanya indikasi penyelewengan di BNI,” ujar Jufri.

Sekadar diketahui, kasus kridit tanpa SOP yang dilakukan Direktur PT Bahari Dwi Kencana Lestari Boy Hermansyah Desember 2010. Boy Hermansyah  mengajukan kredit untuk pengembangan investasi salah satu lahan sawit yang dibelinya dari PT AC seluas 3.400 hektar, tepatnya di daerah Aceh Timur. Kebun itu kemudian dijadikan agunan dalam pengajuan kredit investasi ke BNI Cabang Medan senilai Rp129 miliar.

Dari hasil pemeriksaan mereka terhadap beberapa saksi dan Direktur PT AC selaku pemilik lahan itu, ternyata lahan seluas 3.400 hektar itu belum dibeli Boy Hermansyah, sehingga pengajuan kredit itu telah menyalahi aturan atau standar operasional prosedur (SOP). (rud)

Hakim Berang, Saksi Berbelit-belit

RE Siahaan Kembali Disidang

MEDAN-Sidang dugaan korupsi dana sosial dari APBD Pemko Pematang oleh mantan Wali Kota Pematang Siantar Robert Edison Siahaan kembali digelar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Selasa (29/11).
Sidang lanjutan dengan agenda menghadirkan saksi mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pem ko Pematang Siantar, Dona Tua Lubis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Putrie SH. Dihadapan ketua majelis hakim Tipikor Medan Jonner Manik SH, Kepala Penanaman Modal Kota Pematang Siantar ini memberikan keterangan berbelit-belit dan lebih banyak tidak menguasai masalah.

“Saudara (saksi) bagaimana ini, sebagai mantan kepala Dinas PU Siantar, masak tidak mengetahui kemana dana proyek pemeliharaan yang dikerjakan oleh PU sendiri,” tegas Jonner Manik.

Ketika disinggung hakim soal dana rehabilitasi dan pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) tahun 2007 sebesar Rp8,3 miliar dan dana bantuan sosial (bansos) Rp2,2 miliar.

“Saya tidak mengetahui dana itu pak hakim, soalnya bukan saya yang mencairkan anggaran pe ngerjaan proyek itu. Memang pekerjaan itu ada dan tidak fiktif,” ujar saksi.

Karena keterangan saksi mulai berbelit-belit, atas pertanyaan kuasa hukum terdakwa RE Siahaan Sarbuddin Panjaitan, maka hakim anggota Suhartanto SH, angkat bicara dengan tegas.

“Saudara saksi, saudara itu disumpah jadi harus memberikan keterangan dengan baik dan benar-benar, jangan berbelit-belit yang membuat persidangan jadi bingung.Tahu tidak, saudara ada pidananya memberikan keterangan palsu di persidangan,” tegas Suhartanto pada  Dona Tua.

Setelah mendengarkan ancaman tersebut, saksi yang mulai tam bah bingung dalam memberikan keterangannya di depan persidangan, saksi hanya terdiam saja.

“Saya benar-benar tidak tahu pak hakim, soal aliran dana itu digunakan apa saja dan kemana saja. Proyek itu memang dikerjakan tapi saya tidak tahu kemana dana itu,” ujar saksi.
Sementara itu kuasa hukum terdakwa, yakni Sarbudin Panjaitan menanyatakan perihal keterangannya di dalam BAP KPK.
“Saudara saksi apakah keterangan yang saudara berikan pada penyidik KPK itu benar. Kalaupun benar keterangan itu, kenapa saudara memberikana keterangan di persidangan ini berbelit-belit, apakah saudara di paksa oleh penyidik KPK?” tanya Sarbudin Panjaitan.(rud)

Syria Bunuh 256 Bocah

Dicegah Agar tak Jadi Pendemo

DAMASKUS- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menguak kekejaman militer Syria untuk mempertahankan rezim Presiden Bashar al-Assad. Satu diantaranya dengan cara menembak mati anak-anak yang berusia dua tahun agar tak tumbuh menjadi seorang demonstran.

Seperti dilaporkan dilaporkan panel ahli independen PBB menyebutkan aksi penembakan terhadap anak-anak itu sudah berjalan sejak Maret lalu, pada November ini tercatat sebanyak 256 anak tewas dalam kejahatan kemanusia dan 3.500 orang lainnya tewas dalam aksi unjuk rasa di Syria.

Kemarin, Senin (27/11) waktu setempat satu dari ratusan anak yang dibantai militer sejak Maret lalu itu merupakan anak perempuan berusia dua tahun, yang saat itu berada dalam kerumunan aksi gelombang protes di Kota Latakia, Syria.

Ketua tim Panel independen Paulo Pinheiro yang merupakan dosen asal Brazil menyebutkan, studi lainnya yang dilakukan yakni ada tindakan kekerasan seksual terhadap pria dewasa maupun yang belia mengalami kekerasan seksual di fasilitas tahanan militer. “Siksaan diberlakukan, tanpa memandang pada orang dewasa atau anak-anak,” demikian dilaporkan panel ahli Dewan HAM PBB.

“Pasukan pemerintah Syria menggunakan kekuatan secara berlebihan untuk melawan pemrotes tak bersenjata, sementara sniper membidik target bagian atas tubuh, juga kepala para demonstran,” ujarnya.
Paulo juga membeberkan temuannya tentang tindakan pasukan Syria bekerjasama dengan milisi diberi perintah tembak sampai mati untuk melawan para demonstran.

“Tindakan kriminal yang dilakukan militer termasuk penyiksaan, pemerkosaan, dan kekerasan seksual dalam bentuk lain. Kami punya bukti yang kuat soal itu,” katanya seperti dimuat Daily Mail.

Meski para anggota panel dan stafnya tidak diizinkan masuk Syria, komisi mengaku, mereka telah mewawancarai 223 korban dan saksi, termasuk para pembelot dari militer atau pasukan keamanan Syria. Seorang pembelot mengaku menyaksikan penembakan bocah dua tahun di Latakia. Pelaku mengklaim, ia harus mengambil nyawanya, agar ia tak tumbuh menjadi demonstran kelak.

Selain menunjuk Pinheiro, Dewan HAM PBB juga menunjuk pakar HAM perempuan asal Turki, Yakin Erturk dan seorang warga AS, Karen Abu Zayd untuk menyelidiki kekerasan yang terjadi di Syria.
Menanggapi hasil investigas tersebut, sejumlah pejabat Syria enggan berkomentar langsung. Tapi, mereka bereaksi keras atas keputusan Liga Arab yang sepakat menjatuhkan sanksi ekonomi ke Syria sebagai upaya agar rezim Presiden Bashar al-Assad segera menghentikan kekerasan atas aksi-aksi protes dari sebagian rakyat yang menentangnya. (bbs/jpnn)
Terpisah, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim Al Thani mengatakan, sanksi dijatuhkan sebagai bagian pertanggunjawaban sebagai manusia untuk menghentikan pembunuhan, bahkan pembantaian kepada rakyatnya sendiri. (bbs/jpnn)

Keracunan Makanan, Ying Luck Diopname

BANGKOK – Perdana Men teri (PM) Thailand Ying luck Shinawatra sakit. Kemarin (29/11), pemimpin 44 tahun itu terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Praram 9 di Kota Bangkok, karena menderita diare. Kabarnya, dia keracunan makanan setelah menyantap seafood.

“Beliau terkena diare karena keracunan makanan,” kata Jubir Pemerintah Thailand, Titima Chaisang, dalam jumpa pers di ibu kota kemarin. Karena sakit, dia tak bisa memimpin rapat kabinet mingguan.  Wanita berparas cantik itu terpaksa membatalkan pertemuan dengan beberapa menteri Kabinet Singapura.

Untuk sementara, seluruh tugas dan tanggungjawab Yingluck sebagai kepala pemerintahan Thailand diambil-alih Wakil PM Yongyuth Wichaidit. Termasuk, tanggungjawab memimpin rapat mingguan dan tugas menemui Kabinet Singapura.  Tapi, Yingluck tetap menjadwalkan kunjungan ke Vietnam  (30/11).

Wakil Direktur Rumah Sakit Praram 9, Athit Jiranaisilavong membenarkan Yingluck menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. (afp/ao/tn/hep/ami/jpnn)

Hari Kedua Pemilu Mesir Aman

KAIRO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mesir, Abdel Moiz Ibrahim mengatakan pelaksanaan pemilu anggota parlemen tahap pertama pada Senin dan Selasa berlangsung aman dan lancar. Hanya saja ada keterlambatan surat suara.
“Alhamdulillah, pemilu tahap pertama berjalan lancar kendati ada keluhan keterlambatan logistik di beberapa tempat pemungutan suara,” kata Abdel Moiz dalam konferensi pers di Kairo, Selasa (29/11).

Dia menyatakan beberapa kesalahan kecil itu sebagai pelajaran berharga untuk tidak terulang lagi pada pemilu tahap kedua dan ketiga pada Desember dan Januari nanti.

Menurut dia, kesalahan itu terjadi di beberapa TPS kecil di Kairo dan tempat lain seperti di Fayoum, Luxor dan Bahrul Ahmar tersebut berupa keterlambatan surat suara, terlambat datangnya pengawas, dan surat suara belum dibubuhi cap.
Lebih lanjut, dia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak keamanan dari tentara dan polisi serta pengawas dari para hakim dinilainya masing-masing menjalankan tugas dengan sempurna. Aman dan lancarnya Pemilu Mesir pertama pascarevolusi yang menumbangkan rezim Presiden Hosni Mubarak ini mengejutkan banyak pihak.

Tapi, Majelis Tinggi Militer didukung Ikhwanul Muslimin yang merupakan tampuk kekuatan politik utama Mesir saat ini menolak penundaan pemilu.

Tercatat 55 partai politik ikut dalam pemilu tersebut untuk memperebutkan 497 kursi dari total 508 kursi Majelis Syaab (DPR) 10 kursi di antaranya ditunjuk oleh penguasa bagi kalangan wanita, profesional dan minoritas Qoptik.  Pemilu tahap pertama ini berlangsung di sembilan dari 27 provinsi, yaitu selain di ibu kota Kairo, juga di Iskandariyah, Fayoum, Port Said, Dimyate, Asyut, Luxor, Kafrus Syaikh dan provinsi Bahrul Ahmar. (net/jpnn)

Chris John Siapkan Senjata Rahasia

Yakin Menang

MT CLEREMONT-Chris John bakal menggenapi rekor mempertahankan gelar superchampion kelas bulu (57,1 kg) WBA-nya menjadi 15 kali. Syaratnya, dia harus membuat sang penantang Stansylav Merdov (Ukraina), bertekuk lutut dalam pertarungan di Challenge Stadium, Mt Cleremont, Australia, siaran langsung RCTI pukul 16.00 WIB.

Petinju berjuluk The Dragon (sang Naga) tersebut optimistis mampu menaklukkan lawannya. Meskipun, secara postur, dirinya kalah dari Merdov. Tapi, dia belum berani sumbar untuk menjanjikan memukul KO sang lawan pada ronde tertentu.

“Saya akan berusaha yang terbaik, Kalau ada peluang KO, tentu saya akan menjatuhkannya. Yang pasti, saya yakin bisa menang melawan dia,” katanya saat dihubungi Jawa Pos sesaat sebelum timbang badan kemarin (29/11).

Pertarungan melawan petinju asal negara pecahan Uni Soviet ini, menurut Chris, bakal memberikan pengalaman berbeda dibanding pertarungan-pertarungan sebelumnya. Gaya dan teknik bertinju dari Merdov pasti berbeda dibanding lawan-lawan sebelumnya yang kebanyakan bukan berasal dari Eropa.

Karena itu, Chris mengaku telah menyiapkan strategi yang berbeda sesuai dengan petunjuk dari pelatihnya asal Australia, Craig Christian. Dengan postur lawan yang lebih tinggi serta jangkauan yang lebih panjang, Chris bakal memilih pertarungan jarak dekat.

Dari rekaman pertandingan yang telah dipelajari, pemilik rekor 47 tanding dengan 45 kali menang dan 2 kali draw itu melihat kekuatan tangng kiri dan kanan dari Merdov sama kuatnya. Karena itu, dia akan mempersulit sang lawan untuk bsia memberikan pukulan telak dengan tidak memberikan kesempatan sedikitpun bagi Merdov untuk ancang-ancang.
“Saya akan terus menekannya, jangkauan saya lebih pendek. Itu adalah satu-satunya cara untuk mengatasi kelebihan dia dari sisi jangkauan yang tentu bisa lebih leluasa kalau bertarung jarak jauh,” terangnya.

Meski terlihat bakal lebih sulit dari pertarungan sebelumnya, Chris tetap yakin bisa menyudahi perlawanan Merdov secepatnya. Sebab, dirinya bersama sang pelatih sudah menyiapkan senjata rahasia yang tepat untuk membuat Merdov kapok bertarung dengannya.

“Tentu kami punya senjata andalan, senjata rahasia lah untuk pertarungan nanti. Kalau ada momen tepat, pasti saya akan manfaatkan untuk membuat pertarungan selesai lebih cepat,” ucapnya.
Petinju kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, itu sangat yakin karena dirinya telah melakukan persiapan selama 2,5 bulan  di Harry’s Gym, Perth.  Selain itu, dia juga telah melakukan banyak sparring melawan petinju-petinju dengan postur yang tidak berbeda jauh dengan Merdov selama masa latihan. (aam/diq/jpnn)