31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 1442

Berobat Pakai KTP, Sistem Kesehatan Kota Medan Peringkat Teratas di Indonesia

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Fraksi NasDem, Habiburrahman Sinuraya S.ST saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Aswad, Kelurahan Gedung Kohor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (4/6/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sistem Kesehatan di Kota Medan dinilai sebagai salah satu sistem kesehatan dengan peringkat teratas di Indonesia. Pasalnya, Kota Medan merupakan salah satu kabupaten/kota di Indonesia yang sudah bisa menerapkan penggunaan KTP untuk berobat ke puskesmas hingga RS-RS yang menjadi mitra BPJS Kesehatan.

 Penilaian itu diungkapkan Anggota DPRD Medan Fraksi NasDem, Habiburrahman Sinuraya S.ST saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Aswad, Kelurahan Gedung Kohor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (4/6/2023) sore.

 “Hari ini dari beberapa kabupaten/kota di Indonesia, sistem kesehatan Kota Medan saat ini mungkin saya bisa katakan itu salah satu peringkat teratas. Kenapa? Karena cuma di Medan yang bisa berobat menggunakan KTP, selain di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah pun, masih beberapa daerah yang bisa berobat dengan menggunakan KTP,” ucap Habib.

 Habib yang duduk sebagai Anggota Komisi I DPRD Medan itu mengatakan, dapatnya warga Kota Medan berobat dengan menggunakan KTP karena terwujudnya program UHC (Universal Coverage Health).

 “Dengan adanya UHC ini, hari ini kita tidak perlu lagi takut BPJS Kesehatan kita tidak ada, non aktif, menunggak iurannya, dan lain sebagainya. Sebab dengan adanya UHC, seluruh warga Kota Medan tanpa terkecuali dapat berobat secara gratis hanya dengan membawa KTP walaupun tidak punya BPJS Kesehatan, menunggak iuran dan lain-lain,” ujarnya.

 Dijelaskan Habib pada kegiatan yang turut dihadiri Kasi Pem Kecamatan Medan Johor Ilham, dan Kasi Pem Kelurahan Gedung Johor Liza tersebut, Perda tentang Sistem Kesehatan Kota Medan ini diterbitkan pada tahun 2012. Di dalam perda tersebut dijelaskan, pemerintah Kota Medan wajib menjamin kesehatan seluruh masyarakat Kota Medan.

 “Alhamdulillah di tahun 2022 lalu UHC berlaku, dengan begitu setiap warga Kota Medan telah dijamin kesehatannya oleh Pemko Medan. Artinya, kita butuh waktu 10 tahun untuk bisa merealisasikan isi Perda tersebut,” katanya.

 Pada kesempatan itu, Habib menegaskan bahwa DPRD Medan akan menambah anggaran APBD Kota Medan di bidang kesehatan pada tahun ini.

 “Anggaran Pemko Medan tahun ini sekitar Rp7,4 triliun atau naik sekitar Rp900 Miliar dari tahun lalu. Insha Allah anggaran untuk kesehatan akan kita tingkatkan agar kesehatan masyarakat Kota Medan bisa lebih terjamin.

 Seperti diketahui, sehari sebelumnya, Sabtu (3/6/2023), Habib Sinuraya juga menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan. Kegiatan tersebut di gelar di Jalan Abadi, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal. (map)

Dishub Medan Imbau Parkir Kendaran Harus Melintang

PENERTIBAN PARKIR: Petugas Dinas Perhubungan Kota Medan saat melakukan pemantauan dan penertiban parkir di sejumlah ruas jalan Kota Medan, Kamis (1/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melakukan pemantauan lokasi parkir pada sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Tak hanya pemantauan, Dishub Medan juga melakukan sosialisasi kepada petugas juru parkir (jukir) agar mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Iswar Lubis, melalui Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dishub Medan, Nikmal Lubis, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk menegakkan aturan, sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada warga Medan.

“Ada beberapa ruas jalan yang kami pantau, antara lain di Jalan Perdana dan di seputaran jalan Brigjen Katamso dan Jalan KH Zainul Arifin,” ucap Nikmal, Kamis (1/6).

Saat melakukan pemantauan, ungkap Nikmal, pihaknya masih menemukan adanya beberapa kendaraaan yang tidak mematuhi aturan.

“Ada beberapa kendaraan yang diparkir tak sesuai aturan. Misalnya ada yang harusnya parkir sejajar namun petugas jukirnya malah mengarahkan kendaraan untuk parkir melintang, sehingga petugas memerintahkan jukir untuk mengatur ulang kendaraan yang sudah diparkirkannya,” ujarnya

Tak hanya memantau pelanggaran parkir, pihaknya juga memberikan imbauan kepada petugas jukir agar mematuhi aturan dan akan menindak tegas jika pelanggaran terus dilakukan.

“Kita imbau terus petugas jukir ini, namun masih secara humanis, belum kita beri sanksi. Namun kalau memang tetap membandel, kami akan beri sanksi tegas,” katanya.

Nikmal juga mengungkapkan, Dinas Perhubungan Kota Medan terus berupaya melakukan penataan parkir di Kota Medan dan berharap agar masyarakat tidak segan-segan untuk melaporkan jika masih ada oknum-oknum petugas jukir yang nakal.

“Untuk masyarakat tidak perlu segan-segan, laporkan jika ada yang menyalahi aturan, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menindaklanjuti keluhan-keluhan dari masyarakat. Ini semua dillakukan untuk menjadikan Kota Medan sebagai kota yang nyaman sesuai arahan dari Wali Kota Medan, Bobby Nasution,” pungkasnya.(map/azw)

Life Before and After Genital Warts, Berani Jujur, karena Sembuh Gak Perlu Malu

BERSAMA: Para dokter spesialis Klinik Pramudia yang tampil sebagai nara sumber, foto bersama di selsa-sela acara - istimewa/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kutil kelamin (genital warts) atau kondiloma akuminata masih kerap  disepelekan. Padahal, sekitar 50% dari kasusnya bisa bertransformasi menjadi penyakit yang  ganas seperti kanker serviks.

Sangat penting bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan,  untuk memahami bagaimana mencegah munculnya kutil kelamin (before) dan bagaimana  menanganinya jika sudah terjadi (after). Salah satu kunci penanganannya yaitu vaksin HPV, yang memiliki peran besar baik sebelum dan sesudah mengalami Kutil Kelamin.

Deteksi dini kutil kelamin serta penegakkan diagnosis perlu dilakukan melalui pemeriksaan  klinis. Jika sudah terkena penyakit ini, maka penderitanya tidak boleh lagi acuh tak acuh,  karena sebenarnya pengobatannya terhadap kutil kelamin tergolong sulit dan butuh waktu  yang lama.

Terapi yang tepat dan kepatuhan dalam terapi menjadi sangat penting, sehingga  kutil kelamin tidak semakin parah dan tidak kambuh di kemudian hari. Vaksin HPV yang  sebelumnya digunakan sebagai pencegahan, juga perlu diulang kembali setelah mengalami  kutil kelamin, tentu saja lewat konsultasi dengan dokter kulit dan kelamin yang tepat.

dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia dalam sambutannya mengatakan, hingga saat ini, Kutil Kelamin menjadi Infeksi Menular Seksual (IMS) yang paling banyak ditemukan pada praktik sehari-hari. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Klinik Pramudia, karena hampir semua yang datang untuk berobat sudah dalam kondisi tahap lanjut karena kurang aware, sulit untuk jujur dan terbuka, serta belum punya kesiapan mental untuk  melakukan pengobatan.

“Hal ini yang mendorong kami untuk senantiasa melakukan edukasi  lewat media massa, serta berupaya mendukung masyarakat untuk berani jujur karena sembuh gak perlu malu,” ujarnya.

Sesuai dengan misi, lanjutnya, sebagai Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin yang berpengalaman dan terpercaya, pihaknya akan tetap berkomitmen dalam memberikan  pelayan yang terbaik dan komprehensif terhadap pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi menular seksual, khususnya penyakit Kutil Kelamin.

”Sehingga, kami dapat  berkontribusi menekan angka insidensinya di Indonesia seiring dengan digalakkannya vaksinasi HPV bagi masyarakat,” beber dr. Anthony.

Kutil Kelamin, yang diakibatkan oleh Human Papilloma Virus (HPV)1. Meskipun umum terjadi, namun memberikan efek tidak hanya sakit fisik tetapi juga mental penderitanya. Terkait tipe  HPV, yang paling sering mengakibatkan Kutil Kelamin yaitu tipe 6 dan tipe 11 yaitu sebanyak  90-95% kasus. Pada data statistik dunia, insiden Kutil Kelamin dilaporkan 160-289 kasus per  100,000 penduduk per tahun dan kasus baru pada perempuan 76-191 per 100,000 penduduk.

Di Indonesia, laporan kasus kutil kelamin di Bali selama 3 tahun (2015-2017) didapatkan  sebanyak 260 dari 4743 (5,47%) orang menderita kutil kelamin, sedangkan di Surabaya  ditemukan 318 dari 3674 (8,7%) orang dengan kutil kelamin.

Tipe HPV yang menyebabkan Kutil Kelamin memang tidak sama dengan tipe HPV yang  menyebabkan kanker serviks. Namun dalam beberapa kasus, ketika Kutil Kelamin terjadi pada  leher rahim atau di dalam vagina, hal ini dapat menyebabkan perubahan serviks (displasia)  yang pada akhirnya bisa berujung pada kanker serviks sebagai bentuk komplikasinya.

Sedangkan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi, dr. Amelia Setiawati Soebyanto, Sp.DV, mengatakan, transmisi atau penularan kutil kelamin ini sebagian besar melalui hubungan  atau kontak seksual antara kulit dengan kulit maupun dengan mukosa yang basah dan lembab.

Terkait lokasi, kutil dapat ditemukan di area vulva (labia mayora, minora, liang  vagina), serviks (leher rahim), perineum (area antara alat kelamin luar dan anus), area sekitar anus dan saluran anus. Pada laki-laki, kutil dapat tumbuh di pangkal sampai ujung penis, rambut pubis, skrotum maupun anus dan sekitarnya.

“Ketika seseorang melakukan hubungan  seksual dengan pasangan yang terinfeksi HPV, maka kemungkinan 75% dari mereka akan  tertular virus ini dan akan mengalami kutil kelamin,” ujar dr. Amelia.

Ia kembali menambahkan, virus ini juga dapat ditularkan dari ibu ke anak saat melahirkan. Meskipun jarang terjadi, kontak langsung maupun tidak langsung melalui benda-benda yang  terkontaminasi dengan HPV (fomites) juga dapat mengakibatkan transmisi HPV.

Masa inkubasi kutil kelamin berkisar 2 minggu hingga 9 bulan dan kelainan kulit dan mukosa umumnya akan mulai nampak 2-3 bulan setelah kontak. “Bentuk kutil akan berbeda tergantung pada lokasinya. Bentuk yang menyerupai kembang kol  dapat ditemukan pada area mukosa yang hangat, lembab dan tidak berambut seperti di sekitar labia minora dan liang vagina. Kemudian bentuk bintil keabuan gelap pada umumnya  dapat ditemukan pada batang penis, area sekitar anus dan perineum,” jelas dr. Amel.

Kutil kelamin tentu bisa dicegah, khususnya lewat langkah pertama yaitu vaksin HPV. Ini yang  disebut life before genital warts, perlu ada pertahanan yang kuat. Vaksin HPV memiliki efektivitas yang sangat tinggi dalam mencegah infeksi HPV pada serviks bila diberikan sebelum terjadi paparan terhadap virus, tepatnya sebelum aktif secara seksual (usia 9-12 tahun).

“Beberapa penelitian dan data terkini pun menunjukkan bahwa vaksin HPV menurunkan risiko prekanker dan kanker serviks. Sejak vaksin HPV ini pertama kali direkomendasikan pada tahun 2006 infeksi HPV yang menyebabkan kanker dan kutil kelamin  telah berkurang 88% pada remaja dan 81% pada perempuan dewasa,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Yustin Sumito, SpKK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin menyatakan, kekambuhan dan kesembuhan kutil kelamin pada dasarnya tergantung pada  bagaimana seseorang menjalani kehidupannya after genital warts, bagaimana pasien patuh terhadap

pengobatan, bagaimana status imunodefisiensi, serta melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi  kekambuhan. “Namun secara umum, pasien dengan kutil kelamin menunjukkan respon terhadap  terapi dalam kurun waktu 3 bulan,” ujar dr. Yustin Sumito.

Pada penanganan kutil kelamin, lanjut dr. Yustin Sumito, tujuan utama terapi adalah untuk menghilangkan lesi terkait HPV,  bukan untuk menghilangkan infeksi HPV-nya. Beberapa pilihan terapi yang tersedia yaitu dengan agen  topikal, agen non-topikal, dan terapi fotodinamika,” tutur dr. Yustin.

Agen topikal, jelasnya, seperti  tinktura podofilin 25%, larutan asam trikloroasetat 80-90%, podofilotoksin 0.5%, imiquimod 5%, dan  sinecatechins. Untuk agen non-topikal bisa dengan krioterapi (bedah beku), bedah kauterisasi, laser CO2, dan bedah eksisi.

Selain itu, kata dia, yang juga tak kalah penting setelah seseorang mengalami kutil kelamin adalah  vaksinasi. Saat ini, terdapat tiga jenis vaksin HPV yang direkomendasikan, yaitu: Vaksin HPV 9-valent  (Gardasil 0, 9vHPV untuk HPV tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, 58); Vaksin HPV kuadrivalen (Gardasil,

4vHPV untuk HPV tipe 6, 11, 16, 18); dan Vaksin HPV bivalen (Cervarix, 2vHPV untuk HPV tipe 16, 18).

“Laju kekambuhan juga masih mencapai sekitar 42.67%. Kekambuhan kutil kelamin sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor host (usia, jenis kelamin, status pernikahan, latar belakang budaya, kebiasaan hidup sehari-hari, kehidupan seksual, dll.); faktor terkait virus HPV, dan

faktor lain terkait kutil itu sendiri,” bebernya.

Selain itu, komplikasi yang disebabkan kutil kelamin pun menjadi tantangan tersendiri. Komplikasi  yang dapat ditimbulkan, seperti flat warts, kutil filamentosa, kutil jari atau ibu jari, dan hyperplasia  epidermal verukosa; juga menjadi salah satu tantangan yang harus dipikirkan dalam tatalaksana  pasien dengan kutil kelamin.

Selain itu, vanksin sebelum dan sesudah terjadinya kutil kelamin juga tidak kalah penting, hal ini tentu untuk lebih menjaga tubuh agar mampu menangkal  virus HPV di kemudian hari,” pungkasnya. (ila)

Inilah Sosok Hotman Simbolon Caleg DPRD Kabupaten Deli Serdang Dapil 3 Di Mata Masyarakat “

BANTU RAKYAT : Caleg PAN DPRD Kabupaten Deli Serdang Dapil 3, Bang Hotman BANTU RAKYAT di Desa Patumbak II Kecamatan Patumbak.

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Calon legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Deli Serdang yang satu ini memang benar-benar merakyat dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Caleg tersebut bernama Bang Hotman Adisyah Putra Simbolon SH MH dari Partai Amanat Nasional (PAN ) Daerah Pemilihan (Dapil) Deli Serdang 3 Kecamatan Patumbak, Deli Tua, Namorambe, Sibiru-biru dan Sibolangit menuju kursi anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang pada Pemilu 2024 mendatang.

Untuk berada di tengah-tengah masyarakat, Bang Hotman lebih banyak memanfaatkan waktunya dengan BANTU RAKYAT. Hampir setiap hari, ia selalu menyempatkan waktunya untuk bantu rakyat fakir miskin dan anak yatim piatu. Cara itu sebagai wujud silaturahmi dirinya dengan masyarakat, sekaligus mensosialisasikan pencalegan-nya.

“Silaturahmi itu tidak harus dalam bentuk pertemuan yang formal saja. Tetapi, selain berkunjung ke rumah-rumah, saya lebih banyak berkunjung dan memberikan bantuan bagi masyarakat fakir miskin dan anak yatim piatu. Sebab, itu langsung bersentuhan dengan masyarakat,” Pungkasnya.

Disetiap pertemuan silaturahminya yang dikemas penuh dengan sederhana Bang Hotman juga selalu memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Siapakah sebenarnya Bang Hotman?

“Menjadi anggota Dewan adalah amanah. Kami mohon doa restu dan pilihannya, pada Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan digelar pada tanggal 14 Februari 2024 nanti. Buka kertas surat suara warna hijau cari partai PAN  dan coblos Hotman Adisyah Putra Simbolon SH MH”

Selama perjalanan dirinya berada di PAN kali ini berada di tengah-tengah masyarakat, banyak hal yang ia dapat. Menurut dia, masyarakat sangat senang bisa disapa langsung oleh caleg.”

“Ya banyak hal yang kita dapat ketahui langsung dari masyarakat. Terutama soal ekonomi saat ini. Jika Allah SWT meridhoi saya jadi, Insya Allah saya tetap bersama masyarakat mengemban aspirasi rakyat sepenuh hati dan Bantu Rakyat,” tuturnya. (rel)

SCORA Pema FK USU Sosialisasi Bahaya Rokok di Istana Maimun

SOSIALISASI: Tim SCORA Pema FK USU saat menyosialisasikan bahaya rokok di Istana Maimun Medan, Minggu (4/6) - Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2023, Standing Comittee on Reproductive Health Including Aids Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (SCORA Pema FK USU), menggelar sosialisasi terkait bahaya merokok kepada masyarakat yang berkunjung ke Istana Maimun Medan, Minggu (4/6) sore.

Sebanyak 40 orang dalam tim kepanitiaan SCORA, turun langsung memberikan sosialisasi dengan sasaran para perokok aktif yang mereka temui di lokasi kegiatan.

Ketua Panitia HTTS SCORA 2023, Michael Boas mengatakan, Minggu merupakan puncak acara dari program kegiatan HTTS 2023, yakni mengadakan trade box, melakukan sistem barter rokok yang dimiliki masyarakat dengan souvenir menarik.

Boas menjelaskan, masyarakat begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut, apalagi mereka yang telah diberikan sosialisasi, bersedia dengan senang hati menukarkan rokoknya dengan berbagai souvenir menarik. Misalnya, jika masyarakat perokok bersedia memberikan 3 batang rokoknya maka diberikan souvenir notebook, jika memberikan 9 batang diberikan kaos, dan yang bersedia memberikan 10 batang maka diberikan kaos plus slotbag. Bahkan banyak yang menukarkan satu bungkus rokoknya.

“Jadi rokok yang mereka pegang saat ini, sudah tidak ada lagi. Tapi sambil kami imbau dan edukasi agar dapat mengurangi dampak-dampak yang disosialisasikan. Kami juga berpesan semoga rokok-rokok yang mereka tukarkan menjadi rokok terakhir dan atas ketersediaan itu kita apresiasi. Dan program trade box yang dijalani ini sudah mencapai target,” ungkap Boas, kepada Sumut Pos, saat ditemui usai acara.

Boas juga mengatakan, sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan beberapa agenda, yakni perekaman podcast dengan topik ‘Cigarette vs Incigarette’, sebagai narasumbernya, hadir dr Ibnu dan dr Andhika, serta narasumber perokok tembakau sekaligus elektronik sebagai perbandingan dari sudut pandang konsumen.

Lalu, lanjutnya, SCORA juga bekerja sama dengan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), Tobacco Control Sumut dalam memberikan sosialisasi ke sekolah Santo Thomas 1 dan SMA Swasta Raksana Medan, mengenai fisiologi merokok dari pandangan medis, yakni tobacco independent, perokok kedua, dan perokok ketiga, serta kawasan tanpa rokok (KTR).

“Mungkin yang kurang familiar di telinga masyarakat adalah perokok ketiga. Selama ini hanya dikenal perokok aktif dan perokok pasif. Perokok ketiga ini tidak menghisap rokok, tidak mencium asap rokok orang lain, tapi mendapatkan dampak negatif dari nikotin. Misalnya seorang bapak yang merokok di tempat kerja dan tidak merokok di rumah, tapi bisa tercium oleh keluarganya, karena asap rokok itu lengket di baju, di rambut dan di tangan, sehingga terdampak ke anak yang masih balita dengan menggendongnya dan juga ke istrinya,” jelas Boas.

Selain itu, lanjut Boas, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satpol PP, yang menjelaskan terkait perencanaan pemerintah mengenai menanggulangi rokok dan dari sisi kesehatan serta peraturan daerah (Perda).

Dia juga mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan di 5 titik berbeda, yakni Taman Ahmad Yani, Taman Beringin, Istana Maimun, Taman Gajah Mada, dan Taman Teladan Medan.

“Intinya sasaran kita di tempat-tempat umum yang banyak perokok,” jelas Boas.

Ketua Umum SCORA 2023, Yasmin Puspita Maharani menuturkan, visi dan misi SCORA, yakni mengurangi konsumsi harian rokok dari para audiens untuk menukarkan rokoknya dengan berbagai hadiah menarik.

“Kami melaksanakan kegiatan ini totalnya kurang lebih selama 2 bulan. Kami juga ke SMA Harapan dan sekolah-sekolah di Medan lainnya, serta memantau KTR. Dan bagi masyarakat yang tidak bisa di edukasi lagi, maka kami sarankan agar merokoknya di tempat yang telah disediakan, jangan di tempat-tempat KTR,” imbaunya.

Sementara itu, Pembina SCORA 2023, dr Sri Amelia, mengapresiasi dan mendukung kegiatan tersebut.

“Memang setiap tahun di HTTS mereka melakukan kegiatan ini. Saya rasa mereka cukup kreatif dengan memberikan edukasi dan sosialisasi sambil memberikan hadiah-hadiah menarik dan bisa langsung berbaur dengan masyarakat, sehingga bisa tahu tanggapannya jika diberikan informasi dan edukasi,” pungkasnya. (dwi/saz)

Terduga Geng Motor Serang Warung di KM 18, Sepedamotor Raib

VIRAL: Aksi terduga kelompok geng motor yang direkam melalui CCTV viral di media sosial - Istimewa

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Beredar video berdurasi 36 detik, yang menampilkan aksi penyerangan ke sebuah warung yang diduga dilakukan kelompok geng motor di Jalan Soekarno-Hatta KM 18, Binjai Timur. Aksi penyerangan yang dilakukan geng motor tersebut, viral di media sosial (medsos) melalui akun Instagram @seputaran.binjai, yang terjadi pada Minggu (4/6) dini hari, sekira pukul 03.00 WIB.

Informasi dirangkum, segerombolan massa dengan mengendarai puluhan sepeda motor melakukan konvoi dari arah Kota Medan menuju Kota Binjai. Saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, persisnya depan Hotel OYO KM 18, segerombolan diduga kelompok geng motor tersebut memutar arah dan menyerang sebuah warung tepat bersebelahan dengan hotel tersebut.

Kelompok geng motor tersebut melakukan penyerangan secara acak sembari menunjukkan kegagahannya. Tak ketinggalan, mereka juga membawa senjata tajam. Akibat hal ini, isi warung menjadi berserakan. Bahkan, kaca steling jualan rokok pada warung tersebut hancur. Tidak ketinggalan, sepeda motor milik Andi pun raib. Diduga sepeda motor Andi dibawa paksa oleh sekelompok geng motor tersebut.

Polres Binjai yang dikonfirmasi hal ini, belum mengetahuinya.

“Saya cek dulu laporannya ya,” ungkap Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah, ketika dikonfirmasi.

Aksi terduga segerombolan geng motor ini cukup meresahkan masyarakat. Ironisnya, aksi konvoi yang dilakukan terduga kelompok geng motor hingga beredarnya video penyerangan, dilakukan setelah patroli yang digelar aparat penegak hukum.

Bukan hanya warung sebelah Hotel OYO yang diserang. Sebuah warung di Jalan Danau Poso, Pasar 3, Binjai Timur pun, turut dirusak mereka. (ted/saz)

Laporan Arisan Online Mandek, Penyidik Satreskrim Polres Binjai Dipropamkan

Gedung Bidang Propam Polda Sumut - Istimewa

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Unit 1 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Binjai dilaporkan dalam bentuk pengaduan masyarakat ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut, beberapa waktu lalu. Laporan tersebut dilayangkan oleh korban dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus arisan online.

“Kami main arisan pertama yang Rp5 juta beres, semua member diberikannya. Nah yang saya laporkan saat main arisan Rp15 juta per 15 hari, dan diikuti 13 orang. Di sini saya tidak mendapatkan uang yang dijanjikan, makanya kami laporkan ke Polres Binjai,” ungkap korban berinisial L, Minggu (4/6).

L menjelaskan, laporan korban berdasarkan Nomor: LP/B/717/VIII/2022/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMUT pada 23 Agustus 2022. Terlapornya, lanjut korban, berinisial RRD alias Ki yang merupakan oknum istri polisi.

Terlapor disangkakan pasal 378 dan 372 KUHP. Namun, penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Binjai tidak menunjukkan kemajuan atau seperti jalan di tempat. Karena itu, korban melaporkan dalam bentuk pengaduan masyarakat ke Bidang Propam Polda Sumut. Pasalnya, hampir setahun laporan tersebut tidak menunjukkan perkembangan. Selain dengan L, terlapor RRD juga ada dilaporkan oleh korban lainnya berinisial D.

“Saya ikut arisan dengan tarikan Rp50 juta yang diikuti member sebanyak 20 orang. Laporannya di Polda Sumut. Namun oleh Polda Sumut, menyerahkan laporannya ke Polres Binjai,” kata korban D.

Mereka berharap, agar laporan tersebut segera diproses. Juga meminta penyidik transparan melakukan penyelidikan. Jangan karena terlapor oknum ibu Bhayangkari, penyidik seolah memperlambat penanganan kasus tersebut.

Terpisah, Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah mengaku, belum mendapat informasi soal laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh oknum istri polisi.

“Laporan yang mana lagi itu? Kemarin tapi sudah pelimpahan, ini yang mana lagi? Apa ada lagi?” tanya Riswansyah, ketika dikonfirmasi.

Setelah dijelaskan wartawan, Riswansyah akhir paham, kaporan dimaksud bukan tersangka oknum istri polisi berinisial SA, yang kini sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Binjai.

“Coba nanti saya tanyakan ke Satreskrim Polres Binjai ya. Terima kasih informasinya, saya cek dulu,” pungkasnya. (ted/saz)

Jaringan Pengedar Dibekuk, Seratusan Butir Ekstasi Gagal Edar di Binjai

DIBEKUK: Para tersangka jaringan pengedar pil ekstasi yang masih berusia di bawah 30 tahun, saat diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai - Istimewa

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Unit 1 Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai meringkus jaringan pengedar narkotika jenis pil ekstasi, Jumat (2/6) petang. Sedikitnya 5 orang diamankan Satresnarkoba Polres Binjai dari lokasi terpisah.

Kanit 1 Satresnarkoba Polres Binjai, Ipda Eddy Supratman menjelaskan, pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat yang resah atas aktivitas para pelaku yang diduga melakukan transaksi jual beli pil dugem di Jalan Gunung Kawi, Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan. Atas informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan.

Adapun mereka yang diamankan dari Kelurahan Bhakti Karya yakni, yakni Raja Perkasa Alamsyah Sitepu (30) warga Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai; Ajis Prayoga (23), Maulana Gusti (23), warga Jalan Gunung Kidul, Semi 3, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan; dan M Ridho (28) warga Jalan T Umar, Lingkungan 6, Kelurahan Nangka Binjai Utara.

“Di lokasi saat melakukan penyelidikan, 3 orang ini gerak-geriknya mencurigakan. Kemudian tim mendekati mereka dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan 2 bungkus plastik klip transparan berisikan narkotika jenis pil ekstasi warna merah muda sebanyak 175 butir, uang tunai Rp28 juta yang diduga hasil penjualan ekstasi, satu unit handphone merek Oppo warna biru, satu unit tas hitam, dan satu unit sepeda motor Honda CBR BK 3919 RBB milik Raja Perkasa Alamsyah Sitepu,” ungkap Eddy, Minggu (4/6).

“Kemudian dari Ajis Prayoga disita satu unit handphone merek Realme, dan dari Maulana Gusti disita satu unit handphone merek Oppo, beserta satu unit sepeda motor Honda Scoopy BK 5186 RAS. Ketiganya mengaku, mereka mau melakukan transaksi narkotika jenis pil ekstasi yang mereka bawa,” sambung Eddy.

Kepada polisi, tersangka Raja mengaku, pil ekstasi tersebut diperoleh dari M Ridho. Atas petunjuk ini, tim kemudian meminta Raja untuk pesan kembali pil ekstasi kepada M Ridho. Permintaan untuk pesan kembali pil ekstasi tersebut diamini Ridho, dan tak lama kemudian langsung tiba di lokasi yang dijanjikan. Setibanya Ridho datang, tim langsung menyergap yang bersangkutan.

Barang bukti yang disita dari Ridho adalah satu butir pil ekstasi warna biru sebagai barang contoh dan satu mobil Mercedes Benz warna hitam BK 1911 KB, turut diboyong ke Mapolres Binjai. Dari Ridho, tim melakukan pengembangan. Kepada polisi, Ridho mengaku memperoleh pil untuk ajeb-ajeb ini dari kediaman Sukma Pratama di Jalan dr Wahidin, Gang Minah, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur. Tak mau buruannya lepas, tim langsung ke lokasi dimaksud dan menyergap Sukma. Namun sayang, petugas tidak menemukan barang bukti lainnya dari rumah Sukma.

“Meski demikian, Sukma dan keempat orang lainnya kami bawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Eddy. (ted/saz)