27 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 14431

Lingkungan Bersih Itu Nikmat

Wali Kota Hadiri Gotong Royong di Medan Perjuangan

Piala Adipura bukan menjadi target bagi Pemko Medan, melainkan bagaimana menciptakan lingkungan bersih dan bisa dinikmati masyarakat. Apalagi, kebersihan kebersihan harus menjadi kebutuhan hidup, karena lingkungan bersih akan lahir anak sehat dan tumbuh menjadi anak cerdas.

Hal itu dikatakan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi  saat acara gotong royong masal di Pekuburan Islam dan Kristen serta pengorekan drainase, penanaman pohon  di Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Perjuangan, Jumat (4/11).

Gotong royong yang digelar itu diikuti masyarakat, forum komunikasi pekerja sosial masyarakat Sumut (FK PSM), unsur forum pimpinan kecamatan serta dibantuk personel TNI dari Bataliyo Tempur Zipur DD.
Rahudman mengatakan, areal pekuburan di Kelurahan Tanjung Rejo saling berdampingian antara pekuburan Islam dengan Kristen. Hal itu menunjukkan keharmonisasian umat beragama.

“Kita lihat areal pekuburan Muslim dan Kristen berdampingan, ini menunjukkan keharmonisasian Kota Medan yang beragam etnis dan agama menjadi modal pembangunan, bila keharmonisasian itu terwujud apapun bisa dilakukan,”ujarnya.

Menurut dia, Pemko Medan sudah memprogramkan areal pekuburan yang dijadikan ruang terbuka hijau. Untuk itu, areal pekuburan harus ditata menjadi indah dan nyaman, sehingga tidak ada lagi terkesan angker. Kemudian, areal pekuburan mendukung keindahan Kota Medan.

“Saya perintahkan Kepada Dinas Pertamanan harus memantau setiap areal pekuburan di Kota Medan, perkuburan harus ada penerangan,” tegasnya.

Dia memaparkan, selain masalah kebersihan di kuburan, sampah di sungai dan Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi perhatian.  Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan harus tanggap kepada para warga yang terjangkiti DBD. Kemudian, lakukan foging di mana lokasi warga yang terkena DBD. “2012 kita prioritaskan bagaimana membebaskan Kota Medan dari banjir, untuk itulah mari kita bangun komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, jangan komunikasi terputus, mari dibangun kebersamaan, karena kebersamaan ini adalah modal untuk membangun Kota Medan ke arah yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Camat Medan Perjuangan Rahmat Syahputra Harahap mengatakan gotong royong ini adalah dalam rangka mendukung program Kota Medan, bebas sampah sekaligus mewujudkan Medan meraih Adipura dan sekaligus menyambut hari raya Idul Adha.  Tujuan sasaran gotong royong masal ini adalah pembersihan lahan pekuburan Islam dan Kristen, penggorekan drainase dan Sungai Seikera serta penanaman phon sebanyak 1000 batang. (adl)

Dihadang, Supir Angkot Dipukuli

MEDAN- Tanpa diketahui penyebabnya, Jonatan Sinuraya (24), warga Jalan Besar Delitua, Desa Namo Bintang, Deli Serdang, yang sehari-hari bekerja sebagai supir angkutan kota (Angkot) dihadang dan dipukuli pria paruh baya di Jalan Tritura, Jumat (4/11) siang. Tak senang diperlakukan seperti itu, Jonatan langsung mengadukan kejadian itu ke Polsekta Patumbak.

Menurut Jonatan, dia sudah merasa ada yang mengikutinya sejak melintas di kawasan Padangbulan, Medan Selayang. Namun dia tak begitu menghiraukannya, karena selama ini dia tak memiliki masalah dengan siapapun. Namun tiba-tiba, angkot yang dikemudikannya disalip oleh pelaku yang saat itu mengendarai mobil Eskudo dengan nomor polisi BK 1276 EC di Jalan AH Nasution. Seorang pria paruh baya turun dari mobil itu dan langsung memukulinya. Puas memukuli, si pelaku langsung kabur.

Tak senang, Jonatan langsung membuat pengaduan ke Polsekta Patumbak. Setelah menjalani pemeriksaan, Jonatan langsung ke Rumah Sakit Estomihi untuk melakukan visum.  “Sepengetahuan saya, saya tidak pernah berbuat salah kepada orang lain atau berselisih paham dengan orang tersebut,” jelas Jonatan. Disebutkannya, ciri-ciri pelaku yakni rambut pendek, postur tubuh agak gemuk, pendek, kulit sawo matang dan umur sekitar 30 tahun-an. (mag-10)

Pelantikan Direksi BUMDTunggu Perintah Wali Kota

MEDAN- Hingga kini, belum ada kepastian kapan para direksi BUMD Kota Medan bakal dilantik. Bahkan, nama-nama calon direksi yang bakal dilantik pun masih ditutup-tutupi.

Sekda Kota Medan Syaiful Bahri yang ditemui wartawan di ruang kerjanya mengatakan, hingga kini belum ada arahan dari Wali Kota Medan Rahudman Harahap soal pelantikan para direksi PD Pasar, PD Pembangunan dan PD Rumah Potong Hewan tersebut. “Sampai saat ini belum ada arahan, kita menunggu perintah dari pimpinan (Wali Kota Medan),” kata Syaiful Bahri, Jumat (4/11) siang.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan Hasyim mempertanyakan sikap Pemko Medan yang hingga kini belum juga melantik para direksi BUMD tersebut. “Ada apa rupanya ini? Sampai-sampai nama para direksi yang bakal dilantik pun tertutup semua. Inikan menjadi tanda tanya besar bagi kita,” sebutnya.

Hasyim juga mencurigai adanya unsur kesengajaan Pemko Medan maupun USU untuk memperlambat proses pengujian bagi para calon tersebut. “Semua tertutup, sudah itu seperti sengaja diperlambat, saya heran, sebenarnya penjaringan ini sudah terlambat. Kapan lagi terisi jabatan direksi BUMD? Inikan berpengaruh terhadap perkembanganya ke depan, yang berdampak pada pelayan masyarakat,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya 59 nama mengikuti ujian fit and proper test direksi PD Kota Medan di USU. Sayangnya, nama-nama ini masih direhasikan Pansel. Adapun 59 calon yang bakal ikut fit and proper test itu yakni dibagi PD Pasar (34 0rang), PD Pembangunan (16 orang), PD Rumah Potong Hewan (9). Dari jumlah ini, akan dijaring sepuluh orang untuk mengisi PD Pasar (4), PD Rumah Potong Hewan (3) dan PD Pembangunan (3).(adl)

Main Judi, Lima Supir Angkot Dibekuk

MEDAN- Lima supir angkutan umum dibekuk petugas saat bermain judi leng di Jalan Bilal Ujung. Kemudian, kelimanya langsung diboyong petugas ke Mapolsekta Medan Timur, Kamis (3/11) sore pukul 15.00 WIB.

Kelima supir angkot tersebut berinisal  DN (43), MN (36), AN (30), CS (37) dan TH (31). Semuanya warga Jalan Bilal Ujung, Medan Timur. Dari para tersangka, polisi menyita dua set kartu joker dan uang taruhan Rp420 ribu sebagai barang bukti.

Informasi yang diperoleh di kepolisian, sore itu petugas Reskrim Polsek Medan Timur memergoki kelima supir angkot tersebut sedang bermain judi leng di satu warung tepatnya di pangkalan bus angkutan kota di Jalan Cemara. Sangkin asyiknya bermain judi, kelima tersangka tidak menyadari kehadiran petugas kepolisian sehingga mereka tidak bisa melarikan diri.

Kepada petugas, tersangka DN mengaku bermain judi hanya iseng-iseng sembari menunggu giliran mengangkut sewa. “Kami hanya iseng-iseng bermain judi sembari menunggu sewa,” tuturnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Medan Timur AKP Nimrot Simanjuntak, Jumat (4/11) menjelaskan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap kelima supir angkot tersebut karena tertangkap basah berjudi. “Sesuai instruksi Kapolresta Medan, para pemain judi akan disikat habis. Nah, itu yang harus kita jalankan dengan serius” jelas AKP Nimrot Simanjuntak.(mag-7)

Ternak Kambing di Dalam Rumah

087868526xxx

Kepada Bapak Wali Kota Medan tolong tertibkan hewan kaki empat kambing di Jalan Tangguk Bongkar 10 Gang Samping, Kecamatan Medan Denai karena ada satu orang warga yang memelihara kambing dan tempat pemotongan kambing di dalam rumah. Soalnya kandang kambingnya pas di depan rumah warga. Warga sudah resah mencium aroma bau kotoran kambing.

Dicek ke Lapangan

Terima kasih pertanyaannya, akan kami cek ke lapangan. Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No 23/2009 tanggal 16 Oktober 2009 tentang larangan ternak kaki empat di Kota Medan untuk itu di seluruh wilayah Kota Medan dilarang adanya usaha ternak kaki empat. Bila ada usaha peternakan di Kota Medan diminta untuk dipindahkan sendiri sebelum ada upaya penertiban dari aparat Pemko Medan.

Ir H Wahid M Si
Kadistanla Kota Medan

Harus Tegas

Penertiban ternak kaki empat di Kota Medan tampaknya mulai redup dan belum memiliki penyelesaian yang baik. Padahal, aroma tak sedap dari kotoran ternak berdampak kepada kesehatan. Jadi sudah sangat wajar bila Wali Kota Medan bersama satuan pengamanan bertindak lebih tegas. Apalagi secara aturan sudah lengkap. Begitu juga anggaran untuk penertiban sudah ditampung di APBD. Untuk itu, kami meminta kepada Wali Kota Medan untuk memimpin langsung penertiban sehingga aturan bisa benar-benar berfungsi. Selanjutnya, berikan sanksi yang tegas jika masih ada yang melanggar peraturan wali kota tersebut.

Ilhamsyah
Komisi A DPRD Medan

Togel Merajalela di Desa Serdang

085372061xxx

Yth Polres Deli Serdang jangan tutup mata terhadap judi togel yang merajalela di Desa Serdang, Kecamatan Bringin. Mengapa para pengedar judi togel yang bernama Bangkinang alias Marga Sinaga (pengendara sepeda Motor Honda Fit X/BK 5403 MV) sampai sekarang tidak ditangkap? Sehingga yang bersangkutan bebas mengedarkan judi togel antar warung kopi. Apakah yang bersangkutan ada main mata dengan aparat? Kalau tidak ada, tolong yang bersangkutan tersebut segera ditangkap karena perbuatannya sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kami Teruskan

Terima kasih informasinya, kami akan teruskan laporan ini ke Polres Deli Serdang untuk segera ditindak lanjuti. Pada prinsipnya, kami dari Poldasu melarang dan komitmen memberantas judi yang ada di wilayah hukum kami. Apabila masih ada Polres yang membebaskan praktek judi di wilayah hukumnya masing-masing, diyakini akan ada penindakan selanjutnya. Untuk itu, kepada warga kami meminta untuk tetap bekerjasama memberikan informasi terkait permainan judi di sekitar lingkungannya.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu

Tinjau Ulang Perubahan Arus

0811630xxx

Penutupan persimpangan Jalan Luku I- Jalan AH Nasution resahkan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Sekarang ini harus memutar ke Jalan Ngumban Surbakti kembali ke Simpang Pos. Mohon ditinjau kembali, karena pengguna jalan terpaksa melintasi trotoar jika menyebrang ke belahan kedua, Jalan AH Nasution.

Kami Pantau Kembali

Terima kasih informasinya, kami akan menindak lanjutinya dan tetap melakukan evaluasi terlebih dahulu terkait kondisi jalan tersebut. Apabila sekarang ini dinilai tak efektif, tentunya itu dikarenakan baru dimanfaatkannya jalan tersebut.

Tapi, bila ada masyarakat yang menerobos melalui trotoar itu hanya beberapa saja. Pastinya kami minta aparat kepolisian untuk memberikan tindakan. Perubahan arus itu, untuk menghalau adanya tumpuan kemacatan di kawasan tersebut. Sedangkan kalau dipasang traffic light, jaraknya terlalu dekat dan dampaknya sangat tak baik untuk jalan ring road.

Azwanto
Sekretaris Dishub Medan

Rebutan Tanah, 2 Kelompok Ibu-ibu Saling Lempar Batu

MEDAN-  Kelompok Selambo Depan dan Selambo Toba kembali bentrok terkait perebutan tanah seluas  3 hektar.  Bentrokan saling pukul dan lempar batu  didominasi ibu rumah tangga.

Bentrokan fisik antara ibu-ibu itu, terjadi Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Jumat (4/11) sekitar Pukul 11.00 WIB. Bentrok ini dipicu perebutan lahan garapan PTPN II yang tak kunjung tuntas hingga kini.

Bentrok itu muncul ketika kelompok Selambo Depan dihalangi kelompok Selambo Toba saat hendak menanam jagung di lahan seluas 3 hektar itu. Tak senang adanya larangan itu, kelompok Selambo Depan mendatangi kelompok Selambo Toba sambil membawa kayu balok dan batu.

Sebelum rombongan Selambo Depan sampai ke tempat kumpulnya warga Selambo Toba, puluhan warga Selambo Toba langsung melawan dan terjadi adu mulut antar kedua kubu itu. Akhirnya kedua kelompok bentrok dan mengakibatkan tiga orang warga Selambo.

Ketiganya, Linda br Siregar warga Jalan Selambo mengalami luka memar di dada kiri dan sempat muntah darah, kemudian Mak Juang luka akibat pukulan benda keras dan cakaran disekujur mukanya, serta korba lainnya Br Napitupulu.  Korban di bawa ke Klinik Damayanti di Jalan Pancasila, Medan Denai mendapatkan perawatan medis.
Kapolsekta  Percut Seituan  Kompol Maringan Simanjuntak mengatakan personelnya sudah ke lokasi itu untuk meredakan bentrokan di Kawasan Selambo. “Kami sudah melakukan pengaman dan melerai kedua kubu tersebut,” ucapnya. (mag-7)

Poldasu Incar Jaringan Penipuan CPNS

MEDAN- Tim penyidik Poldasu terus mengejar marga Panjaitan yang terlibat jaringan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pengejaran itu dilakukan karena ada pengakuan dari tersangka. Sedangkan Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho meminta Poldasu terus mengusutnya, apapun hasilnya akan ditindak lanjutinya.

Pasca ditahannya pegawai out sourching Pemprovsu Tengku Hasanul Bolqiah, Poldasu juga menahan seorang oknum PNS Dinas Perhubungan Pemkab Asahan, Alexander Pandapotan Pardede (32) warga Jalan Ikan Lohan Lingkungan IV, Kelurahan Sidomukti,  Kecamatan Kisaran Barat, Asahan.

Tersangka melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan orang bisa masuk PNS untuk ditempatkan di Pemkab Asahan dan Pemprovsu. Dalam aksinya, oknum PNS yang bertugas di Dinas Perhubungan itu mengaku memiliki bos bermarga Panjaitan.

Alexandre mengakui kesalahannya dalam hal melakukan penipuan terhadap para CPNS. “Benar saya ada janjikan mereka masuk PNS, tapi saya lakukan itu karena ada seorang marga Panjaitan yang mengaku bisa masukkan PNS, uang diterimanya dari calon dan diserahkan ke orang bermarga Panjaitan itu,” ujarnya kepada wartawan.
Ketika disinggung apakah seorang yang bermarga panjaitan itu merupakan staf pribadi Plt Gubsu atau Ajudan Gubsu, Alexander mengaku tidak tahu, “ Saya tak tahu, saya tahu kerjanya wiraswasta,” katanya.

Belum jelasnya informasi jaringan penipuan para CPNS itu, Kasubdit III, Direktorat Reserse Kriminal Umum Poldasu, Kompol Andre Setiawan menyatakan sekarang ini masih dilakukan pengembangan terhadap jaringan penipuan CPNS.
“Kami selidiki jaringan  tersangka. Kemungkinan dalam aksinya memiliki jaringan. Untuk sementara kami masih mendapat satu nama bermarga Panjaitan,” terangnya.

Andre memaparkan, penahanan tersangka oknum Dishub Pemkab Asahan itu adanya laporan dari tiga korban yang tertuang dalam  LP/ 686, 687, 688 / IX/ 2011/ SPKT I, tanggal 20 September 2011.  Ketiga korbannya, Riana Br Gultom warga Percut Sei Tuan, Lasmida Br Saragih warga Jalan Garu dan Kastarina Br Saragih warga Medan Amplas.
Berdasarkan laporan itu, polisi langsung menangkap tersangkadari kantornya di  Dishub Pemkab Asahan di Kota Kisaran.

Dia menerangkan tersangka cukup cerdik dan rapi dalam mengelabui korbannya, terbukti sudah memasang tarif tergantung ijazah yang dimiliki para CPNS tersebut. Untuk tamatan Diploma-3 (D3) tarifnya Rp100 juta dan Strata-I sebesar Rp120 juta.

“Tersangka mengaku bisa melobi ke tingkat Propinsi untuk  memasukkan jadi PNS di Pemprovsu dan di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho menyatakan akan menunggu pembuktian pihak kepolisian terkait calo pengangkatan dan pemalsuan SK CPNS dan honorer di lingkungan Pemprovsu. “Apabila terbukti, saya akan menindaklanjuti temuan Poldasu itu,” katanya. (ari/mag-5)

Pengurusan e-KTP Menumpuk di Sore Hari

MEDAN- Banyaknya masyarakat di Kota Medan tak bisa meninggalkan pekerjaannya untuk mengurus e-KTP, berdampak membludaknya pengurusan e-KTP pada sore hari, usai masyarakat bekerja.

Amatan wartawan di empat kecamatan, Medan Polonia, Medan Amplas, Medan Sunggal dan Medan Belawan. Kejadiannya hampir sama, pada sore hari masyarakat banyak antrean di kantor kecamatannya masing-masing.
Seperti diakui, Edi warga Jalan Starban, Medan Polonia harus menunggu antrean di sore hari hingga malam baru bisa direkam datanya oleh operator.  “Saya bisanya sore hari,  selesai bekerja untuk mengurus e-KTP. Kalau siang nggak diizinkan bos dari kantor. Ini juga harus mengantre agak lama karena banyak masyarakat lainnya yang mengurus sore hari,” katanya saat di temui di Kantor Camat Medan Polonia, Kamis (3/11).

Menanggapi ungkapan itu, Camat Medan Polonia, Ody Dody menjelaskan penumpukan masyarakat yang ingin melakansanakan wajib e-KTP di sore hari tetap dilayani hingga malam hari, tepatnya sampai pukul 20.30 WIB.
“Untuk masyarakat yang menumpuk di sore hari kami tetap memberi pelayanan dari mulai pukul 08.00 hingga pukul 20.30 WIB. Jadi kalau ada yang tidak datang sesuai jam undangan, akan diundur ke jam berikutnya lagi disesuaikan dengan waktu yang ada,” bebernya.

Sementara itu, Camat Medan Amplas, Edliaty menyatakan pihaknya juga melayani e-KTP di hari libur (Sabtu -Minggu). “Kami terus melayani meskipun hari libur, tapi hari Minggu ini tidak karena bertepatan dengan hari raya Idul Adha, namun seterusnya tetap dibuka hari Sabtu dan Minggu,” cetusnya.

Dia mengakui, membludaknya masyarakat pada sore hari karena siang hari wajib e-KTP lebih sepi, sedangkan di pagi hari yang mengurus lebih banyak kaum ibu-ibu rumah tangga. Sedangkan di sore hari kebanyakan warga yang bekerja.
Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Medan Sunggal dan Medan Belawan. Meskipun warga terus dilayani, pada hari biasa hingga malam hari dan dilanjutkan pada hari libur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan Darussalam Pohan menjelaskan pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh kecamatan diminta untuk menerapkan sistem jam per jam untuk menghindari penumpukan.

“Masyarakat diundang dengan jadwal waktu yang telah ditentukan jadi hendaknya ditaati agar pelaksanaan program ini berjalan baik,” bebernya.

Dikatakannya, sejauh ini sistem jam per jam mampu menekan jumlah penumpukan. Meskipun kadang masih ada antrean yang disebabkan karena masyarakat tidak hadir sesuai undangan.
“Karena kadang diundang hari ini pada jam tertentu, tidak datang. Baru datang lagi beberapa jam kemudian atau besok hingga lusa,” katanya. (adl)