Home Blog Page 14520

Akhir Tragis Diktator Flamboyan

Menyerah di Terowongan, Kadhafi Tewas Tanpa Ampun

SIRTE-Dengan suara gemetar, pria sepuh berbaju militer dengan warna khaki yang terpojok di sebuah selokan air bersama beberapa  orang dekatnya itu berteriak, “Jangan tembak, jangan tembak.” Tangannya yang masih menggenggam pistol berwarna keemasan terangkat tanda menyerah. Kelima orang yang bersamanya terkurung di saluran air di bawah jalan di Distrik 2 yang mengarah keluar Sirte, kota di pesisir Mediterania, sebelah barat Tripoli, Libya, tersebut, juga melakukan hal yang sama.

Tapi, belasan tentara yang mengepungnya kemarin (20/10) seakan tak mendengar teriakan itu. Pistol emasnya direbut dan kedua kaki si pria tadi ditembak. Ada pula yang menembak perut dan kepalanya. Pria itu pun mengembuskan napas terakhir.

Pria tersebut adalah Muammar Kadhafi. Sebuah akhir yang amat tragis untuk seorang diktator flamboyan berpangkat kolonel yang selama sekitar 42 tahun menguasai negeri bekas jajahan Italia itu.

Turut tewas bersama pria 69 tahun tersebut di selokan itu salah seorang anaknya, Mutassim, dan Kepala Intelijen Abd Allah al-Sanusi.

Mutassim dan al-Sanusi juga tewas ditembak tentara pemberontak yang telah berjuang mendongkel kekuasaan Kadhafi sejak Februari silam. Sedangkan tiga orang lainnya yang ada di selokan itu ditangkap, yakni juru bicara pemerintahan Kadhafi, Moussa Ibrahim; sepupu sekaligus penasihat Kadhafi Ahmed Ibrahim; dan Mansour Daw, asisten pribadi sang diktator

Mereka berombongan menggunakan lima mobil bermaksud melarikan diri dari Sirte. Tapi, di tengah perjalanan, mereka dihentikan hajaran dari udara dua pesawat NATO. Serangan tersebut mengakibatkan mantan Menteri Pertahanan Libya Abu Bakr Yunis tewas seketika, begitu pula dengan tiga pengawal yang mengawal konvoi mantan penguasa negeri kaya minyak tersebut.

Kabar tewasnya Kadhafi yang telah hidup dalam pelarian sejak jatuhnya Tripoli pada 23 Agustus lalu itu langsung disambut gembira pasukan pemberontak dan mayoritas warga Libya, mulai ibu kota Tripoli hingga ke Benghazi, kota tempat revolusi Libya bermula. Mereka turun ke jalan, menembakkan senapan ke udara, dan membunyikan klakson mobil. Teriakan “Allahu Akbar” terdengar dimana-mana.

“Kami sudah lama menunggu momen ini. Muammar Kadhafi telah tewas,” kata Perdana Menteri Libya (versi pemberontak yang dinaungi Dewan Transisi Nasional atau NTC) Mahmoud Jibril dalam jumpa pers di Tripoli tadi malam WIB, seperti dikutip Associated Press.  Terpisah, pejabat NTC lainnya, Abdel Madjid Mlegta, juga mengonfirmasi kematian pria yang oleh mantan Presiden Amerika Serikat dijuluki sebagai “si Anjing Gila” itu. “(Selain di kaki) dia (Kadhafi) juga ditembak di kepala. Banyak tembakan diarahkan kepada rombongannya dan dia tewas,” katanya, seperti dikutip Al-Arabiya.net.

Sebelum jumpa pers itu, sempat terjadi kesimpangsiuran. Ada yang menyebut Kadhafi tertangkap hidup-hidup. Ada pula yang mengatakan pria yang berkuasa setelah memimpin kudeta terhadap Raja Idris pada 1969 itu tertangkap tapi terluka dan dirawat di rumah sakit di Misrata, kota di sebelah barat Sirte. Tapi, banyak juga yang mengabarkan Kadhafi telah tewas.

NTC awalnya hanya menyatakan ada “tangkapan besar” yang dibawa ke Misrata. Tapi, kemudian beredar foto seorang pria yang wajah dan tubuhnya berlumuran darah yang diduga kuat sebagai Kadhafi. Televisi Al-Jazeera juga menayangkan potongan gambar yang memperlihatkan pria yang sama, dikelilingi tentara pemberontak yang terlihat merayakan momen tersebut dengan menembakkan senjata mereka ke udara.

Bahkan setelah jumpa pers yang dihelat Jibril pun, banyak pihak yang belum yakin, termasuk Amerika Serikat. Belum ada kepastian juga bagaimana sebenarnya Kadhafi tewas. CNN, misalnya, menyebut diktator eksentrik dan orang-orang dekatnya digerebek di rumah tempat persembunyiannya di Sirte. Dia ditembak karena berusaha melarikan diri.
Namun, versi yang banyak diyakini kebenarannya adalah Kadhafi tewas di selokan ketika berusaha meninggalkan Sirte tadi. NATO, seperti dikutip The Guardian, sudah mengonfirmasi dua pesawat mereka berhasil menghajar konvoi mobil yang kemudian diketahui ditumpangi Kadhafi.

Sejak kompleks kediamannya yang megah dan kokoh di Tripoli, Bab Al Aziziya, direbut pemberontak, Kadhafi bersama sejumlah orang dekatnya memang bersembunyi di Sirte, kota kelahiran yang sangat dicintai pria yang ditetapkan Pengadilan Kriminal Internasional sebagai penjahat perang itu. Sejumlah keluarganya juga mengungsi ke Aljazair.
Sedangkan anaknya yang paling terkenal, Saif al-Islam, hingga berita ini ditulis, dikabarkan masih berkeliaran di wilayah gurun pasir sebelah selatan negeri itu. Pasukan pemberontak terus memburu pria yang Agustus lalu sempat dikabarkan tertangkap di Tripoli itu.

Dengan tewas di kota kelahiran, Kadhafi bernasib sama seperti eks diktator Iraq Saddam Hussein yang juga tertangkap di sebuah gudang pertanian tak jauh dari kota kelahirannya, Tikrit, pada 13 Desember 2003. Hanya bedanya, Saddam ditangkap hidup-hidup dan baru dihukum gantung pada 5 November 2006.

Tewasnya Kadhafi tersebut sekaligus bisa diartikan bahwa perang di Libya telah berakhir. Sebelumnya, meski Tripoli telah jatuh, pasukan pro-Kadhafi terus melakukan perlawanan, terutama dari Sirte. Akibatnya, konflik bersenjata yang berlangsung selama delapan bulan itu mengakibatkan setidaknya 25 ribu nyawa melayang.

Perang berakhir, tapi bukan berarti persoalan telah selesai. Libya yang kini di bawah kendali NTC masih harus menghadapi segunung masalah. Mulai membangun kembali infrastruktur yang porak poranda, memulihkan perekonomian, hingga membentuk pemerintahan baru yang bisa mewakili berbagai faksi yang tergabung dalam NTC. Di Sirte, misalnya, mayoritas fasilitas kota hancur dan hampir seluruh penduduknya yang berjumlah 100 ribu orang mengungsi.

Kepala NTC Mustafa Abdel Jalil sudah berjanji akan memberi kompensasi kepada keluarga 25 ribu warga Libya yang tewas akibat perang yang disulut revolusi Arab yang lebih dulu berkobar di dua negara tetangga, Tunisia dan Mesir itu.  “Keluarga para martir, juga yang terluka serta para pejuang sendiri akan kami beri kompensasi,” kata Jalil kepada AFP.
Meski kemenangan kaum pemberontak anti-Kadhafi tak lepas dari bantuan pasukan NATO, sejumlah pihak di luar Libya sudah mewanti-wanti agar nasib negeri itu sepenuhnya diserahkan kepafa rakyat Libya sendiri. “Jangan ada intervensi,” ujar Presiden Rusia Dmitry Medvedev, seperti dikutip AFP.

Mantan kandidat presiden AS, senator John McCain juga mendukung warga Libya agar fokus menyelesaikan masalah mereka sendiri. “Warga Libya bisa fokus pada penguatan persatuan nasional dan membangun perekonomian,” katanya. (ttg/jpnn)

KRONOLOGIS TEWASNYA KADHAFI

16.05 WIB:
Sirte, kota tempat Muammar Kadhafi bersembunyi, jatuh ke tangan pemberontak.

18.01:
Dua pesawat NATO membombardir rombongan mobil Kadhafi; anaknya, Mutassim; mantan menteri pertahanan Abu Bakr Younis; juru bicara Kadhafi, Moussa Ibrahim; kepala intelijen Abd Allah Al Sanusi; sepupu sekaligus penasihat Kadhafi Ahmed Ibrahim; asisten pribadi Kadhafi, Mansour Daw, dan tiga pengawal.

18.07:
Younis dan tiga pengawal tewas akibat hajaran pesawat Nato. Kadhafi dan anggota rombongan bersembunyi di selokan di bawah jalan. Pasukan pemberontak mengepungnya.

18.25:
Terkepung, Kadhafi yang menggenggam pistol berwarna keemasan berteriak, “jangan tembak, jangan tembak.” Tapi, seorang tentara pemberontak menembaknya di kedua kaki dengan senjata kaliber 9 milimeter. Ada pula yang menyebut dia ditembak di bagian perut.

18.53:
Reuters melaporkan, Kadhafi tewas karena luka tembak. Mutassim juga tewas. Sedangkan anggota rombongan lainnya ditangkap.

18.56:
Televisi Al-Libiya yang pro-Kadhafi membantah sang kolonel tewas.

17.03:
Seorang tentara pemberontak yang turut menangkap Kadhafi memastikan diktator itu telah tewas. Dia mengaku merampas pistol emasnya.

Sumber: Reuters, The Guardian, Daily Telegraph, AFP

Puteri Indonesia tak Mau Aneh-aneh, Krisdayanti Ditegur Bu Wali

Makan Malam di Rumah Dinas Wali Kota Medan

Bagi Puteri Indonesia 2011, Maria Serena, kecantikan tidak hanya dari luar atau fisik. Jadi, agar tetap cantik, seorang perempuan juga wajib melakukan perawatan dari dalam, dengan menjaga pikirannya.

“Jangan mau berpikir yang aneh-aneh, hanya akan merusak penampilan saja. Tersenyum akan menambah kecantikan kita,” ujar Maria sambil tersenyum saat Grand Opening Taman Sari Royal Heritage Spa di Jalan T Amir Hamzah, Kamis (20/10).

Kalau soal melakukan perawatan dari luar, Maria mengatakan melakukan spa dengan rutin adalah satu dari sekian cara yang biasa dia lakukan. Bahkan, wanita cantik yang lahir di Palembang ini selalu melakukan perawatan tersebut minimal 2 kali dalam sebulan.

“Kalau tidak terlalu sibuk, biasanya saya melakukan spa seminggu sekali, tetapi kalau sudah banyak kegiatan minimal 1 dalam 2 minggu,” tambahnya.

Malam kemarin, Maria berkesempatan menikmati makan malam bersama Krisdayanti ‘KD’ dan Wali Kota Medan Rahudman Harahap di Pendopo rumah Dinas Wali Kota di Jalan Jenderal Sudirman. Pada kesempatan ini Maria terlihat mantap menikmati durian yang disuguhkan wali kota.

Sementara KD yang didaulat bernyanyi di panggung, lancar dan sempurna melantunkan Kopi Dangdut. Tak kalah heboh, seluruh tamu yang hadir mendekati panggung untuk berjoget bersama dengan KD yang juga ikut bergoyang turun ke panggung ikut goyang bersama.

Usai menyanyikan lagu itu, istri Rahudman, Yusran Siregar mendekati KD ke atas panggung untuk melarang KD bernyanyi lagi karena Yusran tahu KD baru selesai melahirkan. “Mbak KD, saya rasa cukuplah untuk menghibur hari ini karena kami tahu Mbak KD kan baru selesai melahirkan. Tapi kalau para tamu yang lain meminta untuk menyanyi saya tidak tanggung jawab ya,” ucap Yusran dengan tertawa kecil.

Sebelumnya, dalam kata sambutannya, KD yang datang bersama suami tercintanya Rahul Lemos sangat berterimah kasih sudah mengundangnya untuk menjamu makan malam bersama di rumah dinas wali kota Medan. “Saya sudah lama tak datang ke Medan, sedangkan suami saya (Rahul Lemos) baru pertama sekali datang ke Kota Medan. Ini Medan Bung,” cetusnya.

Dikatakannya, begitu sampai di rumah dinas wali kota Medan dan turun dari mobil. KD sudah mencium aroma durian yang menjadi santapan kuliner di Kota Medan. “Pesan suami saya kalau saya makan durian, jangan kau cium muncungku nanti,” cetus KD dengan tertawa.

Rahudman Harahap dalam kata sambutannya mengatakan kalau acara tersebut bukan acara formal yang hanya untuk bersilaturahmi saja menjalin persaudaraan yang rencananya Kota Medan akan mencanangkan Visit Medan Year 2012. “Ini merupakan salah satu bentuk aspresiasi Kota Medan yang berbudaya dan multietnis,” ungkapnya. (mag-9/adl)

Inikah Kisah Kasih Tak Sampai?

Catatan Dahlan Iskan

Malam itu saya sudah berada di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Siap berangkat ke Amsterdam, Belanda. Tas sudah masuk bagasi. Saya cek lagi paspor untuk melihat dokumen imigrasi. Semua beres. Saya pun siap-siap, sebentar lagi boarding. Istri saya sudah berada di Eropa tiga hari lebih dulu. Mendampingi anak sulung saya yang menjabat Dirut Jawa Pos, yang menerima penghargaan dari persatuan koran sedunian Jawa Pos terpilih sebagai koran terbaik dunia tahun ini.

Saya pun kirim BBM kepada direksi PLN untuk memberi tahu saat boarding sudah dekat. “Kapan pulangnya, Pak Dis?” tanya seorang direktur. “Tanggal 21 Oktober. Setelah kabinet baru diumumkan,” jawab saya. “Ooh, ini kepergian untuk ngelesi ya,” guraunya.

Saya memang tidak kepengin jadi menteri. Saya sudah telanjur jatuh cinta dengan PLN. Instansi yang dulu saya benci mati-matian ini telah membuat saya sangat bergairah dan serasa muda kembali. Bukan karena tergiur fasilitas dan gaji besar, tapi saya merasa telah menemukan model transformasi korporasi yang sangat besar yang biasanya sulit berubah. Saya juga tidak habis pikir mengapa PLN bisa berubah menjadi begitu dinamis. Beberapa faktor terlintas di pikiran saya.

Pertama, mayoritas orang PLN adalah orang yang berotak encer. Problem-problem sulit cepat mereka pecahkan. Sejak dari konsep, roadmap, sampai aplikasi teknisnya. Kedua, latar belakang pendidikan orang PLN umumnya teknologi sehingga sudah terbiasa berpikir logis. Ketiga, gelombang internal yang menghendaki PLN menjadi perusahaan yang baik/maju ternyata sangat-sangat besar. Keempat, intervensi dari luar yang biasanya merusak sangat minimal. Kelima, iklim yang diciptakan Men BUMN Bapak Mustafa Abubakar sangat kondusif yang memungkinkan lahirnya inisiatif-inisiatif besar dari korporasi.

Lima faktor itu yang membuat saya hidup bahagia di PLN. Dengan modal lima hal itu pula, komitmen apa pun untuk menyelesaikan persoalan rakyat di bidang kelistrikan bisa cepat terwujud. Itulah sebabnya saya berani membayangkan, akhir 2012 adalah saat yang sangat mengesankan bagi PLN.

Pada hari itu nanti, energy mix sudah sangat baik. Berarti penghematan bisa mencapai angka triliunan rupiah. Jumlah mati lampu sudah mencapai standar internasional untuk negara sekelas Indonesia. Penggunaan meter prabayar sudah menjadi yang terbesar di dunia. Rasio elektrifikasi sudah di atas 75 persen. Provinsi-provinsi yang selama ini dihina dengan cap ‘ayam mati di lumbung’ sudah terbebas dari ejekan itu. Sumsel, Riau, Kalsel, Kaltim, dan Kalteng yang selama ini menjadi simbol ‘ayam mati di lumbung energi’ sudah surplus listrik.

Pada akhir 2012 itu nanti, tepat tiga tahun saya di PLN, saatnya saya mengambil keputusan untuk kepentingan diri saya sendiri: berhenti! Saya ingin kembali menjadi orang bebas. Tidak ada kebahagiaan melebihi kebahagiaan orang bebas. Apalagi, orang bebas yang sehat, punya istri, punya anak, punya cucu, dan he he punya uang! Bisa ke mana pun mau pergi dan bisa mendapatkan apa pun yang dimau. Saya tahu masa jabatan saya memang lima tahun, tapi saya sudah sepakat dengan istri untuk hanya tiga tahun.

Niat seperti itu sudah sering saya kemukakan kepada sesama direksi. Terutama di bulan-bulan pertama dulu. Tapi, mereka melarang saya menyampaikannya secara terbuka. Khawatir menganggu kestabilan internal PLN. Mengapa? “Takut sejak jauh-jauh hari sudah banyak yang memasang strategi mengincar kursi Dirut,” ujarnya. “Bukan strategi memajukan PLN,” tambahnya. “Lebih baik selama tiga tahun itu kita menyusun perkuatan internal agar sewaktu-waktu Pak Dis meninggalkan PLN kultur internal kita sudah baik,” katanya pula.

Saya setuju untuk menyimpan ‘dendam tiga tahun’ itu. Organisasi sebesar PLN memang tidak boleh sering guncang. Terlalu besar muatannya. Kalau kendaraannya terguncang-guncang terus, bisa mabuk penumpangnya. Kalau 50.000 orang karyawan PLN mabuk semua, muntahannya akan menenggelamkan perusahaan.

Sepeninggal saya ini pun tidak boleh ada guncangan. Saya akan mengusulkan ke menteri BUMN yang baru untuk memilih salah seorang di antara direksi yang ada sekarang, yang terbukti sangat mampu memajukan PLN. Kalau di antara direksi sendiri ada yang ternyata berebut, saya akan usulkan untuk diberhentikan sekalian. Tapi, tidak mungkin direksi yang ada sekarang punya sifat seperti itu.

Saya sudah menyelaminya selama hampir dua tahun. Saya merasakan tim direksi PLN ini benar-benar satu hati, satu rasa, dan satu tekad. Ini sudah dibuktikan, ketika PLN menerima tekanan intervensi yang luar biasa besar, direksi sangat kompak menepis.

Kekompakan seperti itu yang juga membuat saya semakin bergairah untuk bekerja keras mempercepat transformasi PLN. Saya menyadari waktu tidak banyak. Keinginan untuk bisa segera menjadi orang bebas tidak boleh menyisakan agenda yang menyulitkan masa depan PLN. Itulah sebabnya moto PLN yang lama yang berbunyi ‘listrik untuk kehidupan yang lebih baik’ kita ganti untuk sementara dengan moto yang lebih sederhana tapi nyata: Kerja! Kerja! Kerja!

Tanggal 27 Oktober 2011 nanti, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional, moto baru itu akan digemakan ke seluruh Indonesia. Kerja! Kerja! Kerja! Sebenarnya ada satu kalimat yang saya usulkan sebelum kata kerja! kerja! kerja! itu. Lengkapnya begini: Jauhi politik! Kerja! Kerja! Kerja!

Tapi, teman-teman PLN menyarankan kalimat awal itu dihapus saja agar tidak menimbulkan komplikasi politik. Tentu saya setuju. Saya tahu, berniat menjauhi politik pun bisa kena masalah politik!

Sudah lama saya ingin naik business class yang baru dari Garuda Indonesia. Kesempatan ke Eropa ini saya pergunakan dengan baik. Toh bayar dengan uang pribadi. Saya dengar business class-nya Garuda sekarang tidak kalah mewah dengan penerbangan terkenal lainnya. Saya ingin merasakannya. Saya ingin membandingkannya. Kebetulan saat umrah Lebaran lalu saya sempat naik business class pesawat terbaru Emirat A380 yang ada barnya itu.

Sejak awal, sejak sebelum menjabat CEO PLN, saya memang mengagumi transformasi yang dilakukan Garuda. Saya dengar di Singapura pun kini Garuda sudah mendarat di terminal tiga. Lambang presitise dan keunggulan. Tidak lagi mendarat di terminal 1 yang sering menimbulkan ejekan ‘ini kan pesawat Indonesia, taruh saja di terminal 1 yang paling lama itu!’

Beberapa menit lagi saya akan merasakan kali pertama business class jarak jauh Garuda yang baru. Saya seperti tidak sabar menunggu boarding. Di saat seperti itulah tiba-tiba?. “Ini ada tilpon untuk Pak Dahlan,” ujar keluarga saya yang akan sama-sama ke Eropa sambil menyodorkan HP-nya.Telepon pun saya terima. Saya tercenung. “Tidak boleh berangkat! Ini perintah Presiden!” bunyi telepon itu. “Wah, saya kena cekal,” kata saya dalam hati.
Mendapat perintah untuk membatalkan terbang ke Eropa, pikiran saya langsung terbang ke mana-mana.
Ke Wamena yang listriknya harus cukup dan 100 persen harus dari tenaga air tahun depan. Ke Buol yang baru saya putuskan segera bangun PLTGB (pembangkit listrik tenaga gas batu bara) agar dalam delapan bulan sudah menghasilkan listrik.

Ke PLTU Amurang yang Tidak Selesai-selesai.

Ke Flores yang membuat saya bersumpah untuk menyelesaikan PLTP (pembangkit listrik tenaga panas bumi) Ulumbu sebelum Natal ini. Saya tahu, teman-teman di Ulumbu bekerja amat keras agar sumpah itu tidak menimbulkan kutukan.
Pikiran saya juga terbang ke Lombok yang kelistrikannya selalu mengganggu pikiran saya. Sampai-sampai mendadak saya putuskan harus ada mini LNG di Lombok dalam waktu cepat. Ini saya simpulkan setelah kembali meninjau Lombok malam-malam minggu lalu. Saya tidak yakin, PLTU di sana bisa menyelesaikan masalah Lombok dengan tuntas.

Pikiran saya terbang ke Bali, membayangkan transmisi Bali Crossing yang akan menjadi tower tertinggi di dunia.
Ke Banten Selatan dan Jabar Selatan yang tegangan listriknya begitu rendah seperti takut menyetrum Nyi Roro Kidul.
Meski masih tercenung di ruang tunggu Garuda, pikiran saya juga terbang ke Lampung yang enam bulan lagi akan surplus listrik dengan selesainya PLTU baru dan geotermal Ulubellu.

Juga teringat GM Lampung Agung Suteja yang saya beri beban berat untuk menyelesaikan nasib 10.000 petambak udang di Dipasena dalam waktu tiga bulan. Padahal, dia baru dapat beban berat menyelesaikan 80.000 warga yang harus secara masal pindah mendadak dari listrik koperasi ke listrik PLN.

Pikiran saya juga terbang ke Manna di selatan Bengkulu. Saya kepikir apakah saya masih boleh datang ke Manna tanggal 30 Desember, seperti yang saya janjikan untuk bersama-sama rakyat setempat syukuran terselesaikannya masalah listrik yang rumit di Manna.

Saya terpikir Rengat, Tembilahan, Selatpanjang, Siak, dan Bagan Siapi-api yang saya programkan tahun depan harus beres.

Saya teringat Medan dan Tapanuli: alangkah hebatnya kawasan ini kalau listriknya tercukupi, tapi juga ingat alangkah beratnya persoalan di situ: proyek Pangkalan Susu yang ruwet, izin Asahan 3 yang belum keluar, PLTP Sarulla yang bertele-tele, dan Bandara Silangit yang belum juga dibesarkan.

Pikiran saya terus melayang ke Jambi yang akan menjadi percontohan penyelesaian problem terpelik sistem kelistrikan: problem peaker. Di sana lagi dibangun terminal compressed gas storage (CNG) yang kalau berhasil akan menjadi model untuk seluruh Indonesia. Saya ingin sekali melihatnya mulai beroperasi beberapa bulan lagi. Masihkah saya boleh menengok bayi Jambi itu nanti?

Juga ingat Seram di Maluku yang harus segera membangun minihidro. Lalu, bagaimana nasib program 100 pulau harus berlistrik 100 persen tenaga matahari. Ingat Halmahera, Sumba, Timika?

Tentu saya juga ingat Pacitan. PLTU di Pacitan belum menemukan jalan keluar. Yakni, bagaimana mengatasi gelombang dahsyat yang mencapai 8 meter di situ. Ini sangat menyulitkan dalam membangun breakwater untuk melindungi pelabuhan batu bara.

Dan Minggu 23 Oktober lusa saya janji ke Nias. Dan bermalam di situ. Empat bupati di Kepulauan Nias sudah bertekad mendiskusikan bersama bagaimana membangun Nias dengan terlebih dahulu mengatasi masalah listriknya.
Yang paling membuat saya gundah adalah ini: saya melihat dan merasakan betapa bergairahnya seluruh jajaran PLN saat ini untuk bekerja keras memperbaiki diri. Saya seperti ingat satu per satu wajah teman-teman PLN di seluruh Indonesia yang pernah saya datangi.

Dengan pikiran yang gundah seperti itulah, saya berdiri. Mengurus pembatalan terbang ke Eropa. Menarik kembali bagasi, membatalkan boarding, mengusahakan stempel imigrasi, dan meninggalkan bandara.
Hati saya malam itu sangat galau. Saya sudah telanjur jatuh cinta setengah mati kepada orang yang dulu saya benci: PLN. Tapi, belum lagi saya bisa merayakan bulan madunya, saya harus meninggalkannya.
Inikah yang disebut kasih tak sampai? (*)

KPK Didesak Percepat Proses Hukum JR Saragih

Dugaan Korupsi Insentif Guru Rp1,276 M

MEDAN- Dugaan korupsi pengalihan dana intensif para guru non PNS sebesar Rp1.276.920.000 miliar untuk membeli mobil anggota DPRD Simalungun, terus menyeret nama Bupati Simalungun JR Saragih. Sejumlah pihak mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menindaklanjuti dan memproses laporan dugaan korupsi yang sudah dilaporlan LSM Solidaritas Anak Bangsa (SAB) ke KPK dengan No Surat.001/SAB/IX/2011 Tanggal 28 September 2011.
“Kita minta kepada KPK, segera memproses semua laporan yang diterima. Termasuk dugaan pengalihan dana insentif guru yang diperuntukkan membeli mobil dinas anggota dewan,” tegas anggota Komisi A DPRD Sumut Raudin Purba kepada Sumut Pos, Kamis (20/10).

Jika dugaan itu tebukti, kata Raudin Purba, jelas menunjukkan arogansi Bupati Simalungun JR Saragihn
“Arogan karena dengan gampangnya mengalihkan dana yang diperuntukan bagi guru dan non PNS untuk beli mobil dinas,” tukasnya.

Sementara itu, Ir Sofiar Spdi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Simalungun membenarkan kalau sampai saat ini dana Rp1.276.920.000 yang diperuntukkan bagi para guru, belum diterima. “Itu dana Tahun 2010 lalu, dan sampai sekarang belum sedikit pun kami terima. Sebagai guru, itu menjadi hak kami,” terangnya.

Jumlah insentif guru sebesar Rp1.276.920.000 tersebut, diperuntukkan bagi 3.543 orang guru. Jadi, per orangnya semestinya mendapatkan Rp360 ribu.

“Tanggal 4 April lalu, kami telah bertemu bupati guna membicarakan hal ini. Tapi waktu itu, kata bupati dananya dialihkan. Kami tidak tahu dialihkan kemana. Dan sampai saat ini memang belum kita terima. Untuk 2011 ini, dana insentif guru juga katanya akan dibagikan minggu ini, tapi belum ada tanda-tandanya. Nominalnya tidak jauh berbeda. Kita berharap yang 2010 dan 2011 bisa kita terima sekaligus,” tegasnya.

Terkait laporan dugaan pengalihan hak guru ini, Wakil Ketua KPK M Jasin yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai hal itu, hanya mengatakan, laporan yang diterima KPK, masih ditelaah untuk nantinya akan segera ditindaklanjuti. “Laporannya masih ditelaah,” tegasnya.(ari)

Presiden Taiwan Tolak Berunding Damai

TAIPEI- Presiden Taiwan Ma Ying-jeou menegaskan tak akan terlibat dalam perundingan damai dengan Cina, kecuali mendapat dukungan warganya. Demikian disampaikannya dalam konferensi pers di ibukota Taiwan, Taipeh, Kamis (20/10).

“Perundingan damai dengan Cina harus ada dukungan warga,” ucapnya.
Ungkapan itu disampaikan Ma sekaligus menampik tudingan oposisi, bahwa Ma Ying-jeou telah menanda-tangani perjanjian perdamaian dengan Tiongkok untuk 10 tahun mendatang.

“Penandatanganan masih menunggu persetujuan rakyat. Karena setiap perjanjian harus disetujui legislatif,” papar Ma.
Tawaran yang disampaikan Ma langsung ditanggapai partai oposisi, Partai Demokrasi Progresif. Partai tersebut mengecam gagasan Ma sebagai langkah menuju penyatuan.

Sejak Presiden Ma terpilih pada 2008, seperti dilaporkan BBC dari ibukota Taipei. Hubungan itu masih terbatas pada kerja sama ekonomi dan politik.

Ada kekhwatiran, sikap Ma mengarah para unifikasi dengan Cina, yang masih menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang.

Para pengamat yang dekat dengan presiden mengatakan presiden ingin memanfaatkan kondisi hubungannya guna membangun perdamaian abadi antara keduanya. Apalagi, Presiden Ma disebut mengakui Cina akan menjadi semakin kuat pada tahun-tahun mendatang.

Menteri Taiwan urusan hubungan dengan Tiongkok membantah kecaman mengenai  kemungkinan perjanjian perdamaian secara resmi untuk mengakhiri perang saudara antara Tiongkok sudah berjalan lebih dari 60 tahun.
Kedua negara menghentikan peperangan pada tahun 1960-an, namun tidak pernah menandatangani kesepakatan damai secara resmi. Hubungan Taiwan dan Cina berada pada titik terbaik dalam waktu beberapa puluh tahun. (bbs/bbc/jpnn)

Parlemen Setujui UU Hemat Anggaran, Yunani Lumpuh

ATHENA – Puluhan ribu massa kembali menyemut di luar Gedung Parlemen Yunani di Athena kemarin (20/10) setelah terlibat bentrok dengan aparat keamanan sehari sebelumnya. Ini terjadi karena mereka ingin mengawal pembahasan dan pemungutan suara (voting) atas undang-undang penghematan anggaran (austerity bill).

Aksi mogok masal nasional di Yunani memasuki hari kedua kemarin. Seluruh aktivitas di Negeri Para Dewa itu kembali lumpuh. Penerbangan domestik dan luar negeri dibatalkan. Kegiatan bisnis, industri, dan kantor pemerintah terhenti karena diboikot para pekerja dan pegawai negeri.

Ribuan warga lebih memilih datang ke Lapangan Syntagma di depan gedung parlemen untuk memrotes draf UU itu. Bedanya, unjuk rasa warga kali ini berlangsung lebih damai dibandingkan sebelumnya.

Polisi menyatakan, sedikitnya 50 ribu orang membanjiri lapangan itu kemarin. Tetapi, tidak ada laporan mengenai kekerasan atau bentrok yang terjadi antara massa dan aparat keamanan.

Parlemen akhirnya memberikan persetujuan awal pada UU itu dalam pemungutan suara pertama pada Rabu malam lalu (19/10). Mereka kemarin dijadwalkan memberikan suara kembali terkait detail UU tersebut. Termasuk soal pemangkasan gaji 30 ribu pegawai negeri dan pembatalan kontrak kerja kolektif.

Para kreditor menuntut pemerintah Yunani melakukan kebijakan penghematan sebelum menyediakan paket dana talangan tambahan dari negara-negara Eurozone. Semula, Yunani mendapat kucuran EUR 110 miliar atau USD 1.320 triliun) dari IMF (Dana Moneter Internasional) dan Uni Eropa.

Mogok nasional selama dua hari di Yunani digerakkan oleh sejumlah serikat pekerja. Demonstrasi itu adalah yang terbesar kedua sejak krisis dua tahun lalu. Lebih dari 100 orang turun ke jalanan. (ap/rtr/cak/dwi/jpnn)

PM Thailand Menyerah

BANGKOK – Perdana Menteri (PM) Thailand, Yingluck Shinawarta mengaku kesulitan menghalau banjir yang melanda negaranya. Kini, pemerintahannya meminta bantuan kepada lawan politiknya untuk mengatasi banjir karena negara gajah utih sedang dilanda krisis nasional.

“Hari ini, saya mengatakan yang sebenarnya. Saya sudah berjuang mengatasi krisis ini sekuat tenaga tapi saya tidak bisa mengatasinya sendirian. Saya perlu kerjasama semua pihak,” kata Yingluck dikutip stasiun berita Channel News Asia, Kamis (20/10).

Dia mengajak seluruh pihak untuk menyikirkan perbedan politik, karena sekarang ini rakyat membutuhkan seluruh pihak bekerja dalam mengatasi banjir ini. “Mari singkirkan semua perbedaan politik. Kita harus bekerja memulihkan moral rakyat,” ujarnya sambil menitiskan air mata dan suara yang bergetar.

Perdana menteri perempuan pertama Thailand ini menambahkan, pemerintahannya terpaksa memilih beberapa bagian kota yang nantinya dipenuhi oleh air. Ini dilakukan untuk meminimalisir desakan terhadap tembok penahan banjir.

“Kami tak bisa halau datangnya air selamanya. Kami membutuhkan wilayah di mana air dapat mengalir dan langsung dialihkan ke laut,” ujarnya.

Upaya untuk melindungi pusat ekonomi dan politik Thailand ini, sebelumnya menunjukan keberhasilan. Tetapi dengan adanya ancaman gelombang tinggi yang memang datang tahunan, membuat Bangkok dalam kondisi berhati-hati.
“Air datang dari berbagai arah dan kami tidak dapat mengendalikannya, karena jumlahnya sangat banyak. Pemerintah akan terus memperingatkan warga,” lanjutnya.

Kini, pemerintah telah memperkuat tanggul banjir di kota dalam upaya untuk mencegah banjir mengalir ke kota yang padat dari dataran tengah, yang beberapa meter berada di bawah air.

Upaya-upaya untuk menjadi jantung ekonomi dan politik negara tetap kering telah disulitkan oleh air pasang musiman, yang juga mengambil korban di daerah-daerah di luar ibukota.

Banjir di Thailand merupakan imbas dari hujan muson. Banjir yang melanda telah menyebabkan 327 warga tewas dan merusak rumah dan menyebabkan sekira sembilan juta warga mengungsi ke tempat yang amat.
Kerugian akibat bencana ini juga terus bertambah. Total kerugian yang dicatat hingga saat ini dikabarkan mencapai 3 miliar dolar US atau sekira Rp26,5 triliun.

Lawan tangguh Yingluck yang menjadi pemimpin oposisi di parlemen, mantan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva, sudah terlebih menyatakan kesediaan membantu pemerintah mengatasi banjir.

Sementara itu, berbagai bantuan kemanusian dari belahan dunia berdatangan. Seperti Tim Penanggulangan Bencana Asean (ERAT) dikabarkan sudah tiba di wilayah Thailand yang dilanda banjir. Tim akan melakukan proses penyelamatan di wilayah banjir. ERAT langsung diturunkan setelah Thailand dilanda bencana banjir yang paling parah
Tim ERAT yang diturunkan ke Thailand ini, berjumlah lima yang berasal dari Brunei Darussalam, Indoneesia, Malaysia dan Singapura.  Mereka akan melakukan supervisi dari Pusat Penanggulangan Bencana Thailand. Selain itu, mereka akan melakukan koordinasi mengatasi bencana dengan Departemen Penanggulangan Bencana dan Mitigasi Thailand.
Tim Erat-Asean ini diisi oleh individu berpengalaman serta terlatih dalam menangani bencana. Mereka pada umumnya sudah memiliki pengalaman menghadapi bencana di wilayah Asean dan negara lain.

Selanjutnya, Amerika juga menyalurkan bantuannya untuk mengantisipasi banjir di Thailand. Bukan itu saja, Jepang juga bantun untuk penyelamatan industri. (bbs/jpnn)

Status Palestina Ditentukan November

NEW YORK – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera memutuskan status keanggotaan Palestina. Pemungutan suara perihal kepastian pemberian status keanggotaan penuh di PBB bagi Palestina bakal dilakukan paling cepat 11 November.

Informasi itu dibeberkan seorang diplomat Barat terkemuka, seperti diberitakan AFP, Kamis (20/10). “Akan ada pembahasan lebih lanjut soal status keanggotaan Palestina di PBB pada 11 November. Kemungkinan dilakukan pemungutan suara untuk menandai akhir proses pertimbangan,” ujar diplomat tak mau disebut identitasnya.

Menindaklanjuti pertemuan tanpa perdebatan sengit Selasa (18/10), para diplomat untuk PBB akan menggelar pertemuan lanjutan pada 3 November. (afp/rtr/cak/dwi/jpnn)

Maladewa Mundur dari Kompetisi 7 Keajaiban Dunia

MALE-  Pemerintah Maladewa mundur dalam kompetisi New7Wonders (7 keajaiban dunia). Hal itu diakibatkan munculnya kisruh Pulau Komodo, yang diajukan pemerintah Indonesia sebagai keajaiban dunia beberapa waktu lalu.
“Maladewa pilih mundur karena alasan mahalnya biaya lisensi dan mempertimbangkan masalah yang timbul saat pengacara membela  Menbudpar Indonesia, terkait partisipasi Komodo di kompetisi keajaiban dunia,” kata pemerintah Maladewa dikutip dari visitmaldives.com, Kamis (20/10).

Seperti diketahui ketika itu Menbudpar Jero Wacik menyatakan kekecewaannya terhadap ancaman panitia New7Wonders. Penolakan Indonesia sebagai tuan rumah karena permintaan fee sebesar 45 juta dolar US. Seharusnya penolakan itu, pantia tidak menghapus daftar Pulau Komodo sebagai finalis.

Alasan pertama pemerintah Maladewa menarik diri dari kompetisi itu adalah mahalnya biaya lisensi dan paket sponsor yang diminta panitia penyelenggara New7Wonders. Jumlahnya tak main-main. Contohnya saja, pemerintah Maladewa diharuskan membayar biaya lisensi untuk penerbangan Maladewa sebesar 1 juta dolar US atau sekitar Rp8,8 miliar. Belum biaya sponsor dan lainnya.

“Dengan menyesal, kami menarik diri dari kompetisi ini karena tuntutan tak terduga atas sejumlah uang yang diminta dari penyelenggara New7Wonders,” kata Menteri Negara Pariwisata, Seni dan Budaya, Thoyyib Mohamed, Kamis (20/10).
Tak hanya itu, dukungan dari badan PBB UNESCO pada kompetisi tersebut menjadi alasan kedua mundurnya pemerintah Maladewa. Pemerintah Maladewa mengaku bingung dengan pola yang tidak konsisten dari peringkat para finalis dan tidak transparansinya proses penghitungan jumlah dukungan. (net/jpnn)

Dapat Bayi, Sarkozy Dikado Bibit Pohon

PARIS – Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy kembali menjadi ayah. Rabu malam waktu setempat (19/10) atau kemarin pagi WIB (20/10), istrinya, Carla Bruni-Sarkozy, melahirkan bayi perempuan di sebuah klinik bersalin di barat Kota Paris. Ini putri pertama pasangan Sarkozy-Bruni yang sama-sama sudah punya anak dari pernikahan mereka sebelumnya.
“Kami merasa sangat beruntung dianugerahi seorang anak,” kata pemimpin 56 tahun itu di sela kunjungan kepresidenan di pabrik pengolahan limbah di wilayah barat Prancis kemarin.

Dia menambahkan, sang bayi dan ibunya dalam kondisi sehat. Sayang, dia tidak menyebut nama bayinya. Begitu juga proses kelahiran yang dijalani Bruni.

Kemarin pagi, sebelum kunjungan ke pabrik pengolahan limbah, Sarkozy mendatangi klinik itu. Tapi, tak banyak yang keluar dari mulutnya. Begitu tiba di pabrik pengolahan limbah, Sarkozy mendapatkan hadiah berupa bibit pohon oak. (ap/afp/hep/dwi/jpnn)