27 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 14562

Lonjakan Penduduk Ganggu Ekosistem Alam

Peringatan Kewaspadaan Penduduk Dunia 7 Miliar

Puncak peringatan Kewaspadaan Penduduk Dunia 7 miliar Tingkat Sumatera Utara berlangsung di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (30/10) pagi. Keberagaman kegiatan menarik dirangkai untuk memeriahkan pelaksanaan acara tersebut.

Dalam acara itu, banyak kegiatan menarik yang di hadirkan seperti pembagian hadiah melalui lucky draw, road show sejumlah kendaraan Keluarga Berencana (KB) berupa sepeda motor dan mobil, sepeda santai, gerak jalan massal, pawai pakaian adat multietnis dan pencanangan dan ikrar para pelajar untuk Gerakan Siap Kawin (Gersaka) usia 20-25.

Menyikapi itu, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM mengatakan, jumlah penduduk dunia telah mencapai 7 miliar tanpa disadari menimbulkan gangguan ekosistem alam, yang semakin serius. Sehingga, keberadaan  manusia cenderung mengganggu habitan lainnya seperti flora dan fauna. Pada hakikatnya merupakan bagian penting dari ekosistem alam secara keseluruhan.

“Masalah kependudukan tidak semata-mata berkaitan dengan masalah kualitas, tapi kuantitas seperti kesehatan, pendidikan maupun ekonomi,” katanya dalam kata sambutan.

Dia menyebutkan, satu kebijakan pokok digerakkan dalam rangka pengendalian jumlah penduduk adalah gerakan norma keluarga kecil sejahtera. Di mana, pemerintah  dalam jangka waktu yang lama terus gencar melaksanakan program ini secara terpadu. “Sasarannya  bukan hanya kaum ibu, tetapi kaum bapak. Gerakan ini harus didukung  tokoh-tokoh agama maupun adat secara keseluruhan guna memberhasilkan kebijakan pemerintah di bidang kependudukan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan upaya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya norma keluarga kecil sejahtera serta upaya mendorong perubahan cara pandang masyarakat. Sehingga tidak ada lagi pemikiran dengan cara pandang banyak anak, banyak rezeki.

“Alhamdulillah, melalui upaya-upaya ini, tren laju pertumbuhan penduduk di Sumut dan Kota Medan dalam kurun waktu lima tahun  menunjukkan kecenderungan menurun. Untuk Kota Medan, capaian laju pertumbuhan penduduk  rata-rata 0,9 persen per tahun,” ungkapnya.

Agar angka kelahiran dapat lebih rendah, paparnya tentunya perlu peningkatan komitmen bersama  dengan semua unsur, terutama kader serta PLKB di tingkat kecamatan dan kelurahan yang merupakan ujung tombak di masyarakat.  “Kemudian butuh dukungan Pemprovsu dan pemerintahan di bawahnya demi  keberhasilan program pada masa mendatang,” katanya.
Ketua Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan, Dr Sonny B Harmady mewakili Kepala BKKBN Pusat  menyampaikan rasa takjubnya karena acara ini dikemas luar biasa. Untuk itu, apa yang dilakukan Wali Kota Medan perlu diapresiasi.

Dia merinci, pertambahan penduduk saat ini sangat tinggi sekali, penduduk dunia pada 1800 hanya 1 miliar. Kisaran 130 tahun kemudian, penduduk dunia bertambah 1 miliar sehingga jumlahnya menjadi 2 miliar. Pada tahun 1996, jumlah penduduk dunia bertambah lagi hingga berjumlah 6 miliar. Akan tetapi kini hanya dalam tempo 12 tahun, penduduk dunia kini berjumlah 7 miliar. Melihat fenomena ini, dia mengkhawatirkan hanya dalam kurun waktu 5 tahun, penduduk dunia bisa bertambah 1 miliar.

“Indonesia masuk dalam 5 besar penyumbang penduduk terbanyak. Satu upaya untuk mengendalikan jumlah pertambahan penduduk adalah dengan melaksanakan program KB. Kami minta seluruh kepala daerah harus memiliki komitmen yang kuat dalam mengatasi masalah lonjakan penduduk ini,” harapnya.

Acara ini dihadiri Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Ketua Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Dr Sonny B Harmady mewakili Kepala BKKBN Pusat, Sekda Ir Syaiful Bahri, Dandim 0201/BS Letkol Inf Doni Hutabarat, Kajari Medan Raja Nofrizal SH, Pangdam I/BB diwakili Aster Kolonel Sofyan Chandra, Kepala BKKBN Sumut H Novrizal SP MA, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Medan Abdul Muluk, Pimpinan SKPD Kota Medan, camat, lurah dan kepala lingkungan serta pengurus PKK. (adl)

Ajang Meningkatkan Kualitas Pereli

North Sumatera Rally Championship 2011 Seri III

Kemeriahan kembali mewarnai penutupan North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 Seri III yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (30/10).

Dalam kata sambutannya, Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) atas suksesnya kegiatan.

“Saya imbau agar pelaku ekonomi kreatif dan pelaku industri pariwisata dapat berperan menjadikan kegiatan reli ini sebagai calender of event. Dengan mengkapitalisasikan kegiatan ini untuk membangkitkan pariwisata Sumatera Utara. Ini yang saya maksud dengan multy player effect,” kata Gatot Pujo Nugroho.

Turut hadir untuk menyerahkan hadiah, Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, Kapoldasu Irjen Wisjnu Atma Sastra, Pangkosek Hanudnas III Medan Marsma Bonar H Hutagaol, Kadispora, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Dandim, PT PP Lonsum, dan seluruh pendukung kegiatan.
Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus mengatakan, selain memajukan dunia pariwisata, dengan meningkatkan kualitas, pereli Sumut diharapkan dapat turun pada Asia Pacific Rally Championship (APRC) membela nama Indonesia dan Sumut pada khususnya.

Serie III NSRC 2011 dimenangkan oleh pereli FBRT Sport Subhan Aksa/Webb Bernie diikuti Ijeck/Uche (BlaBlaBla), Benny Lautan/Boy Martadinata (Speedline Rally Team), Sadikin Aksa/Adi Wibowo (FBRT Sport), Dian AP Harahap/Edwin Nasution (Net Motorsport Rally Team), Ahmad Taufik Harahap/Lanang Damarjati (MMRT Rally Team), Eddy WS/Syariful Adil Daulay (Suzuki Spectra Indocafe), Rino Oestara/Kusuma Bagja, Andi Jachmoon/Arji (BlaBlaBla), dan Akbar Hadianto/Arianto Sjarief (BlaBlaBla).

Seperti yang disampaikan Ketua Pengprov IMI Sumut H Musa Rajeckshah, NSRC 2011 merupakan persiapan untuk kejuaraan nasional yang disiapkan 2012 mendatang. Dengan harapan 2013, Sumut dapat menjadi tuan rumah Asia Pasifik Rally Championship (APRC).  (*)

Target Medali Emas PON XVIII

MEDAN-Tak main-main gebrakan yang dilakukan Ir H Kamaluddin Harahap MSi sebagai Ketua Pengprov PSSI Sumut yang dipilih oleh 23 Pengcab/Klub.
Usai mengantarkan  tim sepakbola Sumut lolos pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII mendatang, pria yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut itu menargetkan medali emas pada PON nantinya.

Hal itu diungkapkannya setiba di Bandara Polonia Medan, kemarin (30/10). Ditambahkannya bahwa untuk mewujudkan ambisinya tadi, seluruh pemain akan dipertahankan dan diberdayakan kepada klub asal Sumatera Utara yang berkiprah di ajang Divisi Utama ataupun Divisi I.

“Ini penting agar  para pemain memiliki mental berkompetisi yang teruji. Di sisi lain, keberadaan anak-anak ini diharapkan mampu mendongkrak prestasi tim yang dibelanya,” bilang Kamaluddin didampingi Manejer Tim Dr M Nur Rasyid Lubis dan Drs Azzam Nasution MAP.

Selanjutnya pria yang menjadi donatur tetap tim sepak bola Sumut ini mengatakan bahwa pihaknya juga berencana menggelar pertandingan ujicoba dengan tim-tim elit negara sahabat, seperti Malaysia ataupun Thailand.

“Laga ini akan menambah jam terbang mereka. Buktinya, Sabtu (29/10) lalu, selepas mengalahkan Bengkulu pada babak playoff Pra PON, kesebelasan Sumut menjajal Persija. Meski kalah, namun anak-anak mampu merepotkan tim elit itu,” tambahnya.

Kamaluddin Harahap terpilih sebagai Ketua PSSI Sumut setelah didukung 23 Pengcab/Klub yang merasa tidak puas dengan gelaran Musdalub yang menetapkan Darwin Syamsul sebagai Ketua PSSI.
Imbas dari semuanya itu, hingga kini KONI Sumut selaku induk organisasi seluruh cabang olahraga belum merekomdasikan siapa Ketua PSSI Sumut yang sah.

Hal itu tertuang dalam surat bernomor 1139/KONI-SU/X/2011 tertanggal 27 Oktober 2011 yang berbunyi bahwa KONI Sumut belum dapat memberikan rekomendasi kepengurusan Pengprov PSSI Sumut sebelum ada keputusan dari Badan Arbitrase Olahraga KONI Pusat.

Hal itu ditempuh karena adanya surat permohonan penyelesaian sengketa pelaksanaan Musdalub PSSI Sumut yang dilontarkan pihak Kamaluddin Harahap kepada Ketua Umum KONI Pusat c.q Badan Arbitrase Olahraga KONI Pusat tertanggal 24 Oktober 2011.

Selain itu KONI Sumut juga menerima surat penolakan hasil Musdalub PSSI Sumut dari sebelas Pengcab, yaitu Kabupaten Serdang Badagai, Kabupaten Batu Bara, Labuhan Batu Selatan, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kota Pematang Siantar, Kota Tebing Tinggi, PS Rapel, Badan Pengurus Harian PS Kabupaten Humbang  Hasundutan. (jun)

Kadisdukcapil dan Camat Diminta Atasi Antrean Panjang

Wali Kota Kecewa Layanan e-KTP

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengaku kecewa dengan pelayanan program Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang hingga kini belum bisa berjalan maksimal. Karenanya, dia meminta Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Darussalam Pohan untuk benar-benar bekerja.

“e-KTP ini program nasional yang harus terwujud secara baik. Saya minta kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) supaya benar-benar bekerja,” kata Rahudman Harahap kepada wartawan, Minggu (30/10).

Karenanya, dia menginstruksikan kepada Kadisdukcapil untuk mobile, setiap saat ke kantor-kantor camat untuk memantau perkembangan pelaksanaan e-KTP. Termasuk melakukan upaya antisipasi antrean panjang, sehingga warga yang mengurus e-KTP tak mengeluh, apalagi sampai terjadi kericuhan akibat antrean panjang seperti yang terjadi di Medan Tuntungan belum lama ini.

“Saya minta kadis dan stafnya supaya mobile ke kantor-kantor camat memantau pelaksanaan e-KTP ini. Jangan duduk saja kerja kalian di dalam kantor, sehingga keresahan masyarakat tidak kalian ketahui. Bila dalam bulan ini pelayanan e-KTP belum maksimal, saya akan buat perhitungan,” ungkapnya dengan nada tinggi.

Dikatakannya, Disdukcapil dan seluruh camat se Kota Medan harus mampu menyusun strategi dalam pelayanan e-KTP, supaya masyarakat tidak terlalu lelah mengantre. “Susun secara baik sistem dalam pemanggilan warga untuk e-KTP. Jangan diundang sekaligus, sehingga terjadi antrian panjang. Saya tidak ingin lagi ada keluhan warga soal pelayanan e-KTP. Kalau camat tidak bisa membuat pelayanan e-KTP dengan baik, saya anggap camat gagal dan akan buat perhitungan,” ujarnya.

Sedangkan untuk kericuhan yang terjadi di Medan Tuntungan, Rahudman akan memanggil Kadisdukcapil dan Camat Medan Tuntungan untuk memberikan penjelasan, kenapa hal tersebut bisa terjadi. “Saya akan minta pejelasan mereka, kenapa bisa terjadi kericuhan. Kalau nantinya camat bersangkutan yang salah, akan ditindak tegas,” ungkapnya.

Sementara, Kadisdukcapil Kota Medan Darussalam Pohan ketika dikonfirmasi membenarkan kekecewaan Wali Kota Medan terhadap pelayanan e-KTP. Sampai saat ini pihaknya terus berupaya meningkatkan kinerja dalam pelayanan e-KTP terhadap masyarakat.

“Teguran yang diberikan Pak Wali akan menjadi motivasi kami dalam perbaikan. Saat ini, kita sedang berupaya menjalankan sistem yang dibuat supaya pelayanan e-KTP tidak melelahkan bagi masyarakat. Untuk itu, kita juga berharap supaya warga yang diundang mentaati peraturan yang dibuat,” katanya.

Selain itu, dia juga menjelaskan, pelayanan e-KTP di seluruh kecamatan di Kota Medan sudah bisa dilakukan, karena setiap kecamatan sudah terhubung ke pusat. Sedangkan rekapituliasi jumlah entri yang terhubung ke pusat sudah mencapai 80 ribu lebih. Sedangkan mengenai, kapan waktunya untuk seluruh masyarakat di Kota Medan terdata dalam program e-KTP, Darusalam belum bisa memastikannya karena perangkat belum masuk seluruhnya.

“Seluruh kecamatan sudah bisa melayani e-KTP. Jadi, kalau seluruh peralatan sudah masuk, baru bisa diprediksi kapan selesai pelayanan e-KTP ini. Sampai saat ini, perlatan di Kota Medan hanya 42 set, sedangkan yang akan dipinjamkan sebanyak 106 set untuk wajib e-KTP di Kota Medan,” ujarnya.

Sedangkan untuk, mengatasi antrean panjang, dia mengaku sudah mencari solusinya yakni dengan memprogramkan dalam per jam terhadap wajib e-KTP. “Untuk camat dan lurah harus bisa mengimbau warganya dengan menggiring seluruh masyarakat melalui kepling guna mengatasi antrian secara bertahap,” bebernya.(adl)

Dispora Medan Gelar Pelatihan

MEDAN-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan akan menggelar pelatihan peningkatan jumlah dan kualitas serta kompetensi pelatih, peneliti, praktisi dan teknisi olahraga tahun 2011  untuk cabang olahraga atletik dan gulat. Even ini rencananya akan berlangsung 1-5 November 2011 nanti.

Kadispora Medan Drs Hanas Hasibuan didampingi Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Drs Azam Nasution MAP serta Kasi Kemitraan Olahraga Mangasi Simangunsong mengungkapkan hal tersebut Sabtu (29/10).

Gelombang pertama pelatihan yang melibatkan pelatih atletik akan berlangsung di Gedung dan Stadion Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (FIK Unimed) Jalan Williem Iskandar Medan.

Sementara untuk pelatihan pelatih gulat yang berlangsung pada gelombang II dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Sumatera Utara (PPLP Sumut), Jalan Pembangunan Medan Sunggal.
“Kita berharap agar lewat kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas dan keseragaman serta standar kompetensi pelatih, khususnya di cabang atletik dan gulat,” ujar Hanas.

iterangkannya bahwa pada pelatihan kali ini diikuti 80 peserta yang terdiri dari 40 peserta cabang atletik dan 40 peserta cabang olahraga gulat. “Para pesera aterdiri dari guru-guru olahraga dan pelatih klub-klub sekolah binaan Dispora Kota Medan,” bilang Hanas.

Adapun materi pelatihan meliputi Dasar Ilmu Kepelatihan, Ilmu Gizi, Fisiologi Olahraga, Bio Mekanika, Cedera Olahraga, Kondisi Fisik, Perencanaan Program Latihan dan yang terakhir Teori dan Praktek yang akan disampaikan Dr Didik Jafar M.Pd dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. (omi)

Rahmad Kantongi 20 Nama

JAKARTA-Setelah melalui pertimbangan matang, tim pelatih timnas U-23 sudah menetapkan 20 nama yang didaftarkan masuk dalam skuad SEA Games XXVI. Artinya ada 20 nama yang “disisihkan”.

“Ada 20 nama sudah kami pilih. Soal nama-namanya nanti lihat saja saat pertandingan. Tapi kita sudah tetapkan jika 27 pemain yang ada akan tetap bersama-sama hingga SEA Games usai,” kata Rahmad Darmawan kepada Koran ini kemarin.

Tujuh pemain  yang tidak didaftarkan statusnya adalah cadangan. Jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada pemain yang sudah didaftarkan, tujuh pemain tersebut bisa menggantikan.

Sebelum menentukan 20 nama pemain Rahmad Darmawan mengaku bingung memilih. Sebab kualitas pemain yang ada nyaris sama. “Saya bingung menentukan pemain mana yang harus saya daftarkan. Mereka sama bagusnya. Tapi bagaimanapun saya harus memilih. Ini tidak muda bagi saya,” beber Rahmad.

Sementara itu, untuk mengurangi tekanan mental pemain setelah sekitar tiga bulan menjalani latihan keras, dalam empat hari terakhir timnas diberi kesempatan berkumpul bersama keluaganya.
Para pemain tidak dipulangkan, tapi keluarga para pemain yang diundang untuk datang. Mereka menginap di hotel yang sama dengan para pemain. “Saat berujicoba melawan Persikota Jumat kemarin, manajemen timnas menyediakan satu bis khusus untuk mengangkut keluarga pemain ke Stadion Krakatau Steel Cilegon.

Acara kangen-kangenan pemain dengan keluarga ini berlanjut kemarin malam. Dimana manajemen timnas dan tim pelatih menggelar pesta kambing guling di pantai Marbela Cilegon sekaligus menginap disana.
“Kemarian sore keluarga para pemain harus sudah pulang karena mulai hari ini timnas U-23 akan mulai menjalani karantina di Hotel Sultan Jakarta.

“Acara rileks seperti ini sangat penting dilakukan. Ini bisa meredakan ketegangan pemain yang sudah lama berlatih keras dan akan menghadapi pertandingan penting. Ini bisa menimbulkan semangat yang berlebih para pemain,” kata Rahmad Darmawan. (ali/jpnn)

Deltras tak Peduli Hukuman

SIDOARJO – Keputusan Delta Putra Sidoarjo (Deltras) menolak Indonesia Premier League (IPL) berujung petaka. Sebab, oleh PSSI, tim asal Sidoarjo itu dihukum degradasi ke Divisi Utama Liga Indonesia. Kompetisi yang levelnya satu tingkat berada dibawah IPL bentukan PSSI itu.

Deltras tidak sendirian, tapi ada enam tim yang mengalami nasib sama. Tim-tim yang juga mendapat hukuman tersebut adalah, Persisam Putra Samarinda, Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, Persela Lamongan dan Persiba Balikpapan.

Manajemen Deltras menuding, keputusan tersebut sarat kontroversi. “Karena mengapa hanya ada enam tim yang dihukum. Padahal, ada sekian banyak klub yang menolak ikut IPL,” ujar direktur utama PT Delta Raya Sidoarjo, Mafirion Syamsuddin, kemarin (30/10).

Dia lantas mencontohkan tim-tim besar seperti Sriwijaya FC, Persiwa Wamena, dan Persipura Jayapura yang telah terang-terangan menolak kompetisi dibawah bendera PT Liga Prima Indonesia Sportindo itu. “Persipura contohnya, mereka juga tidak ikut IPL, tapi tidak dihukum tuh. Apakah, ini karena ada ketakutan dari PSSI, bila Persipura dihukum maka Papua akan minta merdeka,” tambah dia.

Meskipun begitu, manajemen The Lobster, julukan Deltras tidak menggubris keputusan otoritas tertinggi sepak bola tanah air itu. Bahkan, keputusan tersebut dianggap lucu dan serta tidak bijak dalam menyelesaikan konflik persepak bolaan Indonesia.

“Kami sejak awal telah mengambil keputusan untuk tidak ikut IPL, tapi Indonesia Super League (ISL, Red). Karena kompetisi IPL tidak sesuai dengan statuta dan amanah kongres PSSI,” kata Mafirion.
Jadi, lanjut Mafirion, Deltras tidak mau reaktif dengan keputusan yang dikeluarkan oleh PSSI tersebut. (dik/jpnn)

Ganti Rugi Lahan Fly Over Simpang Pos

Pemko Hindari Konsinyasi

MEDAN- Sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan masih berupaya melakukan pendekatan terhadap pemilik 21 persil (bidang tanah) yang belum mau menerima ganti rugi. Hal itu dilakukan Pemko Medan untuk menghindari konsinyasi (menitipkan uang ganti rugi) ke pengadilan.

“Sampai saat ini, tinggal 10 persil lagi bangunan yang belum mau menerima ganti rugi. Sedangkan 11 persil lagi tanah kosong. Jadi, kita terus berupaya melakukan pendekatan terhadap warga agar mereka mau menerima ganti rugi tersebut,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap usai membuka Peringatan Kewaspadaan Penduduk Dunia 7 miliar tingkat Sumatera Utara di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (30/10).

Diakui Rahudman, sebelum peletakan batu pertama pembangunan dimulai awal tahun depan, pemko berupaya menghindari konsinyasi ke pengadilan “Saat ini kita tetap upayakan pendekatan untuk menghindarkan konsinyasi, kita selesaikan dengan musyawarah,” ujar Rahudman.

Sedangkan Sekda Kota Medan Syaiful Bahri menambahkan, 21 persil lagi lahan warga yang belum diganti rugi oleh tim apresial karena masih kesulitan untuk menemukan ahli waris pemilik tanah tersebut. “Saat ini kan yang sulit itu menemukan ahli waris pemilik tanah tersebut. Ada yang ahli warisnya tidak berada di sini, ada yang di Jakarta. Tapi rata-rata saya yakin mereka mau menerima untuk diganti rugi,” terang Syaiful.

Sementara, warga yang masih bertahan tidak menerima ganti rugi dari Pemko Medan beralasan, harga ganti rugi yang diberikan tidak sesuai dengan harga pasaran. “Kami akan bertahan terus dengan harga yang pantas. Karena harga yang diberikan Pemko Medan tidak cukup untuk membangun tempat tinggal yang baru,” kata seorang wanita yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dia mengakui, tim pembebasan lahan terus membujuk mereka agar mau menerima ganti rugi. “Kemarin saja orang dari Kelurahan Kwala Bekala datang, mereka menawarkan ganti rugi dengan harga yang kemarin juga. Saya tidak mau menerima kalau harganya tidak sesuai. Tanah saya sebelum ada pembangunan jembatan layang ini dihargai empat juta per meter. Masa mereka menghargainya dengan harga di bawah itu,” cetusnya.

Dijelaskanya, rumah yang mempunyai ukuran 3×6 meter ini bila menerima ganti rugi dari Pemko Medan akan hilang semuanya dan tidak ada yang tersisa. “Kalau rumah saya ini kan kecil, kalau menerima ganti rugi habis rumah saya. Tidak seperti rumah lainnya, mereka diambil empat meter untuk pembangunan fly Over masih ada sisa ke belakang lagi. Kalau saya harus angkat kaki,” ungkap wanita paruh baya yang sehari-hari berjualan di Jalan AH Nasution ini. (adl)

Kalahkan Mayang Putra, Generasi Kosek Berjaya

Pra Danone FKPSBSU Seri IV

MEDAN- SSB Generasi Kosek berjaya di ajang Pra Danone Forum Komunikasi Pelatih Sepak Bola Sumatera Utara (FKPSBSU) seri ke IV. Mereka jadi kampiun usai mengandaskan SSB Mayang Putra lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3, Minggu (30/10) di Lapangan Sepak Bola Bumi Serdang Damai Deli Serdang.

Pencapaian SSB Generasi Kosek menjadi yang terbaik di seri IV menggambarkan grafik permainan yang meningkat dari tim asuhan Agus “Kakok”. Sebelumnya mereka hanya mampu menjadi juara keempat. “Kita bersyukur dan amat bangga dengan penampilan yang ditunjukkan anak-anak. Mereka mampu tampil semakin baik dari satu seri ke seri lainnya. Mereka tampil luar biasa sore ini,” ucap Ketua SSB Generasi Kosek Ardi Zafri didampingi pelatih Kakok dan Sucipto Hadi.

Lebih lanjut Ardi juga menyampaikan bahwa kesuksesan menjadi yang terbaik di ajang Pra Danone ini adalah sebuah langkah maju yang dilakukan untuk merealisasikan impian menjadi juara Danone Cup 2012.

“Kami sedang serius menatap Danone Cup. Itulah mengapa kami selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan Pra Danone yang digelar Forum Pelatih. Kami harap lewat kebiasaan berkompetisi mampu membuat tim semakin baik. Sukses ini merupakan sebuah langkah maju yang telah dilakukan anak-anak,” sambung sosok yang pernah berkiprah di PS Bengkulu ini.

Sementara itu, dalam laga yang berlangsung ketat tersebut, masing-masing tim sempat membuahkan peluang. Namun baik Mayang Putra yang mengandalkan Reidondo dan Generasi Kosek yang mengandalkan Wildan di lini depan tak mampu menciptakan gol hingga pertandingan usai.

Hasil seri pun memaksa pemenang ditentukan lewat adu penalti. Terjadi sebuah drama menegangkan saat tiga algojo dari kedua tim sukses menjalankan tugasnya. Undian pun dilakukan untuk menentukan penendang terakhir. Sebegai pemenang undian, Mayang Putra memilih Hari sebagi algojo.  Sayangnya eksekusi yang dilakukan Hari Fatwa Nasution berhasil di halau kiper Aldi Syahbana. Keberhasilan Aldi pun langsung mendaulat Generasi Kosek sebagai juara pertama dan Mayang Putra di tempat kedua.

Sementara itu pada perebutan tempat ketiga dimenangkan Kompas yang mengalahkan SSB Bintang Taruna Langkat dengan skor 1-0. Seri IV ini diikuti oleh 24 SSB yang berasal dari Binjai, Langkat, Medan dan Deli Serdang. (ful)

Kecepatannya Bagus

Untuk kesekian kalinya, Jenson Button harus mengakui keunggulan Sebastian Vettel. Secara terbuka, The Briton pun memberikan ucapan selamat kepada kompetitor sekaligus yuniornya tersebut.

Melihat catatan ke belakang, di F1GP Korea dua pekan silam, Button juga terlibat baku salip dengan Vettel. Sayang, Button harus mengakhiri balapan di posisi ke-4, sedangkan Vettel kembali menguasai persaingan di Yeongam.

“Balapan terakhir (di GP Korea) saya benar benar berjuang untuk di lap pertama dan kehilangan banyak tempat. Jadi saya ingin menebus (kesalahan) di sini dan kemudian saya hanya mencoba menempel Vettel,” kata Button.

Juara dunia 2009 itu pun tidak memungkiri, kecepatan RB7 milik Vettel masih sulit tertandingi. Salah satu faktor yang menghalanginya menjadi juara dalam balapan di GP India akhir pekan ini.
“Kecepatannya sangat bagus. Dia tidak membuat banyak kesalahan. Ketika saya keluar pit dengan ban, saya meresa baik dan kompetitif. Tapi ketika mengikuti ritme Vettel saya tidak bisa berbuat apa-apa,” tutur Button di Autosport, Minggu (30/10) selepas balapan.

Mantan pembalap Brawn GP itu pun tidak lupa memberikan atensi atas segenap upaya timnya yang membantu meraih hasil impressif di Buddh International Circuit kali ini. “Sebagai tim, kami telah melakukan pekerjaan sempurna dan kami tidak bisa melakukan hal lain.”

Walau masih diliputi rasa kecewa, Button mengaku tetap menikmati balapan yang berlangsung di GP India, terutama saat dirinya juga bersaing ketat dengan Fernando Alonso di tempat kedua dan Mark Webber. “Memulai start di luar garis, tidak terasa baik. Tetapi saat saya mendapatkan grip rendah, saya mampu menyalip Alonso di urutan 1 ketika dia (mengemudi) sedikit ke dalam (di tikungan),” tutur Button.(bbs/jpnn)