26 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 14561

Diawali TB Simatupang dan Adam Malik

Ketika Tokoh-tokoh Siantarman Kumpul di Jakarta

Ikatan persaudaraan sekampung di perantauan tidak dipungkiri menjadi wadah yang asyik. Tidak sekadar menjual cerita tentang kerinduan terhadap kampung halaman, laju pembangunan pun menjadi bahan diskusi yang menarik. 

Soetomo Syamsu, Jakarta

Apalagi, dalam ikatan persaudaran terdapat orang-orang yang kini telah menjadi tokoh berpengaruh.

Begitulah ketika Siantarman berkumpul. Bukan hanya Letjen (Purn) Sudi Silalahi yang kini menjadi tokoh penting di pusat kekuasaan. Tapi, di sebuah ruangan besar di Hotel Sangrilla, Jakarta, Sabtu (29/10) malam, juga ada Surya Paloh, Cosmas Batubara, Letjen (Purn Pol) Togar Sianipar, dan masih banyak lagi.

Di lapis politisi, hadir juga para pentolan Senayan yang juga Siantarman seperti Sutan Bathoegana, Ramadhan Pohan, Martin Hutabarat, dan Anton Sihombing. Kebanggaan sebagai Siantarman langsung menyeruak tatkala foto sejumlah tokoh Siantarman yang tidak bisa hadir juga ditampilkan di layar ukuran besar. Gambar DL Sitorus dalam tampilan necis dan berwibawa, muncul berulang-ulang bersamaan dengan foto Syamsir Siregar, Sabam Sirait, Otto Hasibuan, dan Martua Sitorus, pengusaha kaya raya.

Secara khusus, tokoh Siantarman yang hadir menerima ulos secara bergiliran, termasuk Sudi Silalahi. Bahkan, DL Sitorus juga diulosi, diwakili pihak keluarga yang hadir. Maklum, bos PT Torganda itu masih menjalani masa hukuman.

Hingar-bingar musik Amigos menghibur acara yang serius itu. Hadirin yang lalu lalang, menunjukkan betapa Siantar milik semua komunitas; sebagian ibu-ibu berjilbab, sebagian berbaju cerah ala etnis Tionghoa. Bahkan, di dinding ruangan terbentang tulisan berhuruf China. Ada juga yang bertulis, ‘Home Town, Jia Xiang Mendukung  Ikatan Keluarga Siantarman Membangun Kampung Halaman Siantar”.

“Siantarman!” pekik Sudi Silalahi, saat menutup pidatonya di acara yang dihadiri 2000-an orang itu. Di panggung, Sudi mengungkapkan rasa bangga dan harunya. Lantaran di acara itu, dia bertemu dengan kawannya sewaktu SMA, tahun 1966 silam. Dia berharap, dari pertemuan ini muncul gagasan-gagasan pembangunan Siantar.

Sudi cerita, setiap pulang kampung, perasaannya gundah. Begitu melihat sungai-sungai, kini sudah keruh. “Dulu sungai-sungai jernih, saya suka meloncat ke air. Sekarang sungai keruh, tak berani lagi loncat,” ungkapnya. Malam itu, Sudi dan istri diulosi.
Ketua Panitia acara, Maruly Chang Nangky, mukanya tampak cerah. Maklum, acara sukses dengan peserta yang membludak. Kepada wartawan dia menjelaskan, 2000 undangan disebar.

Kenyataannya, yang hadir bisa lebih dari itu lantaran datang bersama keluarga. “Malam ini berkumpul, karena selama ini sibuk dan terpencar di berbagai profesi. Harapan kami, acara ini mempererat hubungan sesama orang Siantar. Bertemu saudara dan teman semasa kecil,” ujar Maruly.

“Obsesi kita adalah membangun Siantar, agar bersih lagi seperti dulu,” tambahnya, seraya menyatakan dukungannya terhadap gagasan Wali Kota Siantar Hulman Sitorus untuk memperluas wilayah Kota Siantar.

“Dulu Siantar indah teratur. Sekarang jauh berbeda. Dulu Siantar Nabalau, sekarang kacau balau,” sambung Irmadi Lubis, politisi senior asal Siantar. Irmadi mengungkapkan rasa harunya terhadap antusiasme Siantarman yang hadir, termasuk dari etnis Tionghoa. “Saya melihat, saudara-saudara kita dari etnis Tionghoa juga punya ikatan emosional yang kuat dengan kampung halaman. Ini luar biasa. Semua ingin mambantu pemda membangun Siantar,” ujar Irmadi.

Siantar memang luar biasa. Bisa melahirkan ‘man-man’ yang mumpuni. Di jajaran militer/polri, ada nama TB Simatupang, Todo Sihombing, Syamsir Siregar, Togar Sianipar, Cornel Simbolon, Suma Thaib, Bahrum Siregar, Djauhari Nadapdap, Goncang Nainggolan, Reno Silitonga, Edison Haloho, Tarida Sinambela, Sudi Silalahi, James Sitorus, Mangatas Sitorus, Managasa Saragi, dan Raja Mantan Purba.

Di sektor politik, seperti tertera di buku undangan acara, ada Surya Paloh, Irmadi Lubis, Sabam Sirait, Posdam Hutasoit, Edy Ramli Sitanggang, Martin Hutabarat, Anton Sihombing, Ramadhan Pohan, Nurdin Tampubolon, M Natsir, dan M Nazaruddin.

Di pemerintahan, ada Sudi, Bungaran Saragih, Cosman Batubara, Bunbunan Hutapea, Anthon Simbolon, Simon Sembiring, Nurdin Manurung, dan Imron Kotan Siregar. Di sektor ekonomi atau pengusaha, tercatat ada Martua Sitorus, DL Sitorus, Luasan Lie Yen San, Yoseph Susilo, Edwin Bingei, Shindo Sumidomo (Asui), Ganda Sitorus, Johan Lensa, Ramses Napitupulu, Sabar Sitorus, Abraham Leo, Maruly Chang Nagkay. Di bidang hukum, ada Otto Hasibuan. Mereka adalah sebagian Siantarman yang sukses. Lantas, darimana asal mula sebutan ‘Siantarman’?

Ketum Ikatan Keluarga Siantarman, Tarida Sinambela, bercerita. Ini bermula pada suatu pertemuan tahun 1950-an, antara TB Simatupang dengan sejumlah pejuang dan tokoh politik, termasuk Adam Malik. Sambil menunjuk Adam Malik, TB Simatupang berkata,”Siantarman….Bung?”
Adam Malik secara spontan menjawab,”Ya…Siantarman.” Sejak itu, kata ‘Siantarman’ begitu populer.(*)

Ke Resepsi Tanpa Kekasih

Asmirandah

Satu di antara artis yang datang ke pernikahan Intan Nuraini kemarin (30/10) adalah Asmirandah.
Tak seperti biasanya, Asmirandah tidak ditemani Dude Herlino, kekasihnya. Sebagai gantinya, dia menggandeng pria lain.

Eits, bukan siapa-siapa, pria lain itu tak lain adalah M Farmidji Zantman, ayahnya. Kata Asmirandah, Dude Herlino syuting sejak pagi. Karena itu, dia berhalangan hadir. Daripadan sendirian, orangtualah yang dia gandeng. Padahal, bagi kebanyakan orang, mengajak ayah, bisa jadi, adalah pilihan terakhir. Lebih baik mengajak kawan daripada orangtua.

“Memangnya kenapa? Mama juga nggak bisa nemenin,” ungkap bintang Ketika Cinta Bertasbih tersebut. Meski begitu, Asmirandah mengakui bahwa itu adalah kali pertama dirinya datang ke sebuah acara resepsi bersama ayahnya. Selain pacar, biasanya yang menemani adalah sang ibu.

Asmirandah mengatakan, dulu ketika masih ABG, pergi berdua saja dengan sang ayah pasti merasa malu. Tetapi, kini dia justru merasa nyaman. “Papaku kan orangnya gagah. Jadi, seneng aja,” ucapnya. (fed/jan/c6/dos/jpnn)

Tewas Mendadak Hendak Belanja

MEDAN- M Yunan (60), warga Pasar V Tembung, Percut Sei Tuan ditemukan tewas di pinggir jalan persis di belakang Pos Lantas Polsekta Medan Area di Jalan AR Hakim Medan, tepatnya Pajak Sukaramai, Minggu (30/10).

Menurut saksi mata, Udin (18), sebelum ditemukan tewas dia sempat melihat korban turun dari angkutan umum tak jauh di belakang Pos Lantas Polsekta Medan Area. Korban sempat terlihat duduk sebentar di depan ruko sambil merokok.

Korban tiba-tiba tumbang dengan posisi rokok masih berada di sela-sela jarinya. Hal tersebut menjadi perhatian warga, yang kemudian menghubungi polisi. Polisi tak menemukan identitas dan langsung mengevakuasinya ke kamar mayat RSU Pirngadi.

Ida (50), istri korban mengatakan sempat melarang korban untuk pergi belanja ke Sukaramai, namun korban tetap ngotot dan pergi sendirian. “Sudah kami larang jangan pergi, namun korban tetap pergi juga,” sebut Ida di instalasi jenazah RSU dr Pirngadi Medan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area, AKP J Banjarnaor saat dikonfirmasi mengatakan saat ditemukan, korban tidak membawa KTP. Diduga korban meninggal karena sakit karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda mencurigakan di tubuh korban. (gus/smg)

Penggusuran dan Okupasi PTPN II Dikecam

MEDAN-Konflik yang terjadi antara karyawan PTPN II dan pihak manajemen PTPN II mulai kasus okupasi (pembersihan lahan, Red) oleh PTPN II di Kelurahan Tunggorono, Binjai hingga kericuhan saat upaya pengosongan rumah mantan karyawan PTPN II di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Bin jai, Kabupaten Langkat membuat masyarakat Sumut gerah dan mengecam aksi atau sikap dari pihak PTPN II.

Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Binjai, Raudin Purba kepada Sumut Pos menyesalkan sikap PTPN II yang melakukan upaya pemaksaan untuk mengusir para eks karyawan PTPN II.
“Saya menyesalkan sikap pihak PTPN II yang memaksa keluar para pensiunan dari rumah di atas eks HGU,” tegasnya.

Terkait pembersihan lahan atau okupasi yang dilakukan oleh manajemen PTPN II, Raudin Purba menyatakan, seharusnya pihak PTPN II jangan mendahului kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu yang menerbitkan SK No 188 tanggal 23 September 2010, yang bertujuan untuk melakukan pemetaan lahan.

“Kita minta kepada Direksi PTPN II, agar tidak mendahului kebijakan Plt Gubsu yang menerbitkan SK, yang bertugas melakukan pemetaan atau maping lahan yang akan diperpanjang HGU-nya yang akan didistribusikan kepada rakyat. Jangan ada okupasi dan penggusuran sebelum ada keputusan bentukan Plt Gubsu. Nah, untuk menghindari konflik fisik di lapangan, sebaiknya sebelum melakukan pemetaan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi di daerah-daerah yang akan dipetakan atau diukur,” tandasnya.

Pihak PTPN II melalui Kepala Humas PTPN II, Rauddin SH yang coba dikonfirmasi Sumut Pos mengaku, penggusuran tersebut telah sesuai dengan aturan yang ada.
“Aturannya, kalau yang sudah pensiun memang harus mengosongkan rumah karena akan ditempati karyawan baru. Tapi, karyawan-karyawan yang sudah pensiun ini tidak mau mengosongkan rumahnya,” jawabnya.

Bagaimana mengenai okupasi? Mengenai itu, Rauddin SH menyatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan karena harus terlebih dahulu mengkonfirmasinya dengan pihak direksi. “Untuk yang itu, nanti saya konfirmasi dulu ke direksi baru bisa memberi jawaban,” tuturnya.(ari)

Bocah 6 Tahun Tewas Ditabrak

TEBING TINGGI-Mobil pengangkutan kota (mopen) CV Serbaguna bernomor plat polisi BK 1486 LN jurusan Tebing Tinggi-Bandar Khalifah menabrak Dita br Sihombing (6), pelajar kelas satu sekolah dasar, penduduk Desa Bandar Tengah, Dusun Silaban, Kecamatan Bandar Khalifah, Sergai hingga tewas, Sabtu (29/10).

Mopen yang dikendarai oleh Abas Nasution (49), warga Jalan SM Raja Kota Tebing Tinggi itu menabrak Dita br Sihombing saat hendak menyeberang. Saksi mata, B Simangunsong (48) mengatakan, mopen datang dari arah Tebing Tinggi. Persis ditempat kejadian perkara  mobil langsung menabrak bocah itu.
“Memang mopen kencang dan tak sempat mengerem dan langsung menghantam bocah yang ketika itu menyeberang,” jelasnya.

Akibatnya bocah itu mengalami luka koyak di bagian kepala, leher patah, rahang patah, hidung patah serta mengeluarkan darah dari kedua telinganya dan tewas di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi, AKP Juliani Prihatini  mengatakan  supir dijerat melanggar pasal 310 ayat 4 jo pasal 106 ayat 2 UU RI No 22 tahun 2009, tentang Lalulintas Angkutan Jalan.  (mag-3)

Belum Dibahas DPRD, Terancam Disclaimer

LHP APBD Deli Serdang Tahun Anggaran 2010

LUBUK PAKAM-Laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang diaudit BPK RI untuk APBD tahun anggaran 2010 Pemkab Deli Serdang, terancam disclaimer (tidak dapat diyakini keandalannya dan dianggap bermasalah).

Ketua Fraksi PAN Imran Obos didampinggi Wakil Ketua Komisi C Supardi bersama anggota Fraksi PKS Saiful Tanjung menyatakan, BPK RI telah mengintruksikan agar pimpinan membentuk pansus atau panitia kerja untuk menuntaskan permasalahan ini. Tetapi hingga kini hasilnya tidak ada. Bahkan beberapa rapat yang digelar unsur pimpinan DPRD tidak membuahkan hasil.

“Terkesan dibiarkan sehingga tidak ada penuntasannya. Bila ini dibiarkan terus menerus maka Deli Serdang akan menerima nilai disclaimer empat kali berturut turut,” bilang Obos.

Soalnya, menurut laporan LHP BPK-RI menyebutkan adanya indikasi kerugian keuangan negara setelah dilakukan uji petik terhadap 27 sekolah sama dengan hasil sebelumnya setelah sempat tidak ada kabarnya.

Anehnya hingga saat ini pimpinan DPRD belum pernah membuat penugasan terhadap komisi yang membidangi keuangan Komisi C dan Komisi D yang membidangi pendidikan.

“Seharusnya pimpinan DPRD membuat penugasan terhadap kedua komisi tersebut. bukan malah buang badan dengan menyatakan sudah diberikan kewenangan ke komisi. Kita minta surat penugasannya. Karena ini kasus yang khusus,”tegas Supardi.

Supardi beralasan komisi tidak memiliki kewenangan memanggil pihak pihak yang terkait dengan permasalahan tersebut, karena yang memiliki kewenangan mengundang pihak luar adalah pimpinan DPRD.

Dengan demikian pimpinan DPRD telah lalai membiarkan permasalahan dugaan kerugian negara Rp34.777.140.220 tanpa ada ujuang pangkalnya. Padahal, BPK-RI Cabang Sumatera Utara telah mengintruksikan agar DPRD Deli Serdang melakukan investigasi. (btr)

Ajak Menabung di Acara Jalan Santai

HUT ke-50 Bank Sumut di Tebing dan Langkat

TEBING TINGGI- Wali Kota Tebing Tinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan melepas ratusan peserta jalan santai, dalam rangka memperingati HUT Bank Sumut ke-50 di depan halamanan kantor Bank Sumut Cabang Jalan Sutomo, Kota Tebing Tinggi, Minggu (30/10).

Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi mengatakan, Bank Sumut adalah salah satu bank yang langsung berhubungan dengan masyarakat khususnya masyarakat Kota Tebing Tinggi.
“Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi Best CEO di Indonesia,” terang Ir Umar Zunaidi Hasibuan sebelum melepas peserta jalan santai.

Dikatakannya, diharapakan kepada peserta gerak jalan santai jangan hanya mengikuti kegiatan saja karena lucky drawnya, melainkan peserta diharapkan bisa menjadi nasabah Bank Sumut.
“Kegiatan gerak jalan santai ini sangat positif, ke depan diharapkan bank-bank lain yang ada di Kota Tebing Tinggi setiap bulannya mengadakan kegiatan jalan santai. Karena kegiatan ini bisa menyehatkan masyarakat Kota Tebing Tinggi,” cetus Umar Zunaidi.

Kepala Cabang Bank Sumut Kota Tebing Tinggi, Khairil Anwar mengatakan kegiatan ini untuk memperingati hari ulang tahun Bank Sumut ke-50 dan untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada masyarakat Tebing Tinggi.

Kita lebih dekat dan berbaur dengan masyarakat untuk menjalin silatuhrami, bahwa Bank Sumut hadir untuk masyarakat Kota Tebing Tinggi,” jelasnya.

Di Langkat, Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu mengaku, dengan kredibilitas yang semakin diakui saat ini, Bank Sumut juga berkontribusi untuk pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota yang notabene merupakan pemegang saham. Ke depannya, lembaga keuangan dimaksud diharap terus meningkatkan dan mendekatkan pelayanan juga kenyamanan nasabah.

Sejatinya, Bank Sumut terus menambah kantor kas atau kantor pembantu di beberapa wilayah kecamatan di Langkat, gunanya turut serta menggerakkan sektor ekonomi dengan pemberian pinjaman kredit lunak.

Kepala PT Bank Sumut Cabang Stabat HTM Jefry mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, karena menjadi bahagian keeksisan untuk terus meningkatkan kapasitas sesuai slogan yang dimiliki Memberikan yang Terbaik. (mag-4/mag-3)

Aku Sedih tak Bisa Lihat Keluargaku Dimakamkan

Pengakuan Korban Selamat Kereta Api Kontra Kijang Krista

Kecelakan maut antara mobil Toyota Kijang Krista BK 1188 WS dan kereta api Bisnis Sribilah BB 303.7303  jurusan Rantau Parapat-Medan di pintu perlintasan KA, di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai Jumat (28/10) malam lalu, menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Apriyanti alias Yanti(25).

Yanti merupakan salah seorang penumpang yang selamat dalam insiden yang menewaskan keluarganya itu. Yanti selamat dari maut bersama kedua penumpang lainnya yakni Gusti Randa balita yang masih berusia 2 tahun serta keponakannya Icha 10 tahun.

Saat ditemui di Ruang Intan 4 RSU Trianda Desa Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Sabtu (29/10), kondisi ibu satu anak ini terlihat sudah mulai membaik dan sudah bisa duduk di tempat tidurnya. Tak jauh dari Yanti terlihat putra semata wayangnya Randa terbaring merintih kesakitan akibat benturan. Kepala masih terbalut perban.

Sementara disebuah tempat tidur di sampingnya Icha Anggreani (kemanakannya) yang dijaga keluarganya masih terbaring lemas dan lengan kanannya tampak dibalut karena mengalami patah tulang.

Yanti terlihat sedih karena tidak bisa melihat keluarganya yang telah meninggal dimakamkan.
“Aku sedih tidak bisa melihat keluargaku saat dimakamkan aku ikhlas mereka meninggalkanku untuk selamanya, namun aku tak bisa melihat mereka untuk terakhir kalinya karena kondisiku masih sakit,” ucapnya.

Warga sekitar yang melihatnya terus memberikan semangat agar Yanti tegar menerima kenyataan yang  datang dari yang Maha Kuasa. Saat menghubungi salah seorang keluarga, Yanti meminta tolong agar dirinya segera dijemput.

“Kak, tolong jemput kami kak, aku mau melihat keluarga kita yang telah meninggal, aku ikhlas kak, aku nggak akan sedih kak, tapi aku ingin sekali menemui bapak, ibu, kakak dan adik kita kak untuk yang terakhir kali,” ratap Yanti.

Deraian air mata kembali menetes di pipi Yanti ketika Icha (anak Joko, Red), tiba-tiba berucap, “Buk, mamak, ayah dan adik apa sudah meninggal, kok nggak ada di sini, aku ingin melihat mereka.”
Icha yang dijaga oleh Tatik mengatakan kalau kedua orangtua dan abangnya dirawat di kamar sebelah, jika Icha sudah sembuh baru diantar melihat mereka.

Yanti ternyata menghidupi Randa seorang diri semenjak ditinggalkan suaminya Rasyid Sahputra alias Rasid sehabis lebaran Idul Fitri kemarin. Semenjak ditinggalkan suaminya yang hingga kini tak ada kabar, Yanti pun memiliki usaha doorsmeer dengan bantuan orangtuanya untuk menutupi biaya hidupnya dan anaknya.

Yanti mengatakan kalau suaminya itu sering marah-marah dan kerap menganiayanya. “Suamiku itu pergi nggak bilang-bilang dia suka bermain judi kalau marah dia ringan tangan (main pukul) hingga sekarang dia tak pernah pulang ke rumah,” kenangnya. Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gunadi SB mengatakan pihaknya telah memeriksa saksi-saksi serta Kepala Stasiun Lidah Tanah. “Senin (31/10) hari ini kita akan melakukan pemeriksaan terhadap masinis. Masinisnya akan kita mintai keterangan,” kata Gunadi.(lik/smg)

Rekrut CPNS Baru Ditangguhkan

Tidak Termasuk Pengangkatan Honorer

Program reformasi birokrasi (RB) membuat pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru kian rumit. Usul CPNS baru yang diajukan instansi pusat, pemprov, dan pemkot/pemkab Juli lalu digugurkan. Namun, hal itu tidak berlaku untuk rekrutmen CPNS dari honorer.

Data di Kementerian Pendaya gunaan Aparatur Negara dan RB (Kemen PAN dan RB) menyebutkan, pada Juli lalu seluruh permohonan dari Jatim, baik pemprov maupun pemkot/pemkab sudah komplet. Total CPNS yang diminta mencapai 67.359 orang.

Sayangnya, setelah diberlakukan program moratorium atau penghentian sementara pengangkatan CPNS pada 1 September lalu, usul tersebut buyar. Semua usul digugurkan. Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN dan RB Ramli Naibaho menjelaskan, usul CPNS dari seluruh instansi pusat maupun daerah dikembalikan lagi.

Diberlakukan mekanisme baru bagi seluruh instansi pemerintah pusat maupun daerah untuk pengangkatan CPNS. Di antaranya, ada laporan penghitungan ulang kebutuhan riil pegawai negeri baru. Penghitungan ulang ini mengacu pada kursi yang kosong karena PNS pensiun, dipecat, atau mengudurkan diri. Selain itu, permintaan harus disertai hasil analisis jabatan dan tembusan ke gubernur setempat.

Pada September dan Oktober instansi pusat hingga daerah kembali melayangkan format usul CPNS baru sebagai pengganti usul yang dilayangkan Juli lalu. Ramli mengatakan, hingga Jumat lalu (28/10) sudah ada 97 kabupaten dan kota yang mengusulkan kebutuhan CPNS baru. “Tapi, semuanya kami tahan karena persyaratan kurang,” tandas Ramli.

Syarat yang kurang itu adalah pemerintah kabupaten dan kota tidak melampirkan hasil analisis jabatan. Pemkab dan pemkot masih membuat usul CPNS baru ini dengan asal-asalan. “Mereka langsung meminta sejumlah jatah CPNS baru, tanpa memberi tahu hasil analisis jabatan,” jelasnya.

Ramli menuturkan, 97 pemkab dan pemkot yang sudah menyerahkan format baru usul CPNS ini tersebar di 22 provinsi. Misalnya, di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Banten, Bali, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Papua Barat. Usul juga datang dari Riau, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Khusus Jawa Timur, Ramli menunjukkan, ada empat pemkab dan pemkot yang sudah mengusulkan CPNS dalam format baru. Mereka adalah Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Kota Pasuruan. “Sama dengan yang lain, usul dari pemkab dan pemkot di Jawa Timur kami tangguhkan dulu,” urai Ramli.

Jumlah usul CPNS belum bisa disampaikan kepada masyarakat. Sebab, rata-rata jumlahnya menurun drastis dari usul setiap pemkab dan pemkot yang masuk ke Kemen PAN dan RB Juli lalu. Penurunan bervariasi, mulai 20 persen hingga 30 persen. “Kami bakal memaparkan langsung nanti jika kuotanya tetap. Jangan sampai muncul pelemik di masyarakat,” tutur Ramli.

Sebagai catatan, pada Juli lalu Kabupaten Bangkalan meminta jatah CPNS 3.774 orang, Pamekasan (331), Kabupaten Sampang (1.091), dan Kota Pasuruan (852). Ramli berharap, pada masa penangguhan ini seluruh pemkab dan pemkot maupun institusi pemerintah pusat dan provinsi segera melengkapi usul CPNS dengan hasil analisis jabatan.

Seperti diberitakan, Kemen PAN dan RB memberikan waktu hingga akhir Desember 2011 bagi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota untuk membuat analisis jabatan. Analisis itu dijadikan acuan Kemen PAN dan RB untuk memberikan kuota CPNS baru di setiap institusi. Jika hingga Desember belum menyetor hasil analisis jabatan, institusi yang bersangkutan tidak boleh menjalankan seleksi CPNS pada 2012.

Ramli menuturkan, Kemen PAN dan RB menyiapkan petugas yang bisa diorder untuk membantu atau mendampinging pembuatan analisis jabatan. “Kita tidak punya anggaran. Jadi, petugas kami siap jika diundang,” katanya. (wan/jpnn)

Diklat PNS Harus Ditinjau

SELAIN adanya moratorium tentang penerimaan CPNS, standar pendidikan dan pelatihan (diklat) aparatur perlu ditinjau kembali. Pasalnya, ada persepsi yang salah dalam pelaksanaan diklat. “Diklat itu tempat untuk mendidik PNS menjadi seorang pegawai profesional. Diklat merupakan salah satu cara menguji kemampuan pegawai. Namanya ujian, otomatis tidak semua PNS bisa lulus,” kata Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Asmawi  Rewansyah, Minggu (30/10).

Karena ada kesalahan persepsi, seluruh PNS yang ikut diklat pasti diluluskan. Padahal yang diharapkan hanya pegawai berwawasan luas dan berkompetensi yang lulus.
“Ada kekeliruan dalam pelaksanaan diklat terutama di daerah. Diklat hanya dijadikan sebagai formalitas saja. Setiap angkatan diklat pasti lulus. Iya kalau mereka layak lulus, kalau tidak kan repot,” tuturnya.

Dari realita inilah, menurut Asnawi, perlu peninjauan kembali standar diklatnya. Standarnya harus ditingkatkan melalui program Pembaruan Sistem Diklat Aparatur. Di antaranya pembaruan modul diklat dan peningkatan kualitas widyaiswara.

“Di sini peran Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus dioptimalkan. Karena lembaga itu yang bertugas melakukan pengembangan dan penetapan standar kompetensi jabatan serta pengendalian pemanfaatan lulusan Diklat,” terangnya.

Selain BKN, peran LAN, Pejabat Pembina  Kepegawaian (PPK), instansi yang membawahi lembaga diklat pemerintah, Tim Seleksi Peseta Diklat Instansi (TSPDI) ataupun Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat),  Instansi Pembina Jabatan Fungsional, Instansi Teknis, dan Lembaga Diklat Swasta sangat dibutuhkan dalam menciptakan diklat yang berkompetensi. (esy/jpnn)