Home Blog Page 14569

Kepling Minta Rp800.000

082162760xxx

Kepada Bapak Wali Kota Bapak Rahudman. Terus terang Pak, saya sangat kecewa atas kinerja bawahan-bawahan Bapak yakni kepling-kepling yang bertugas di Sunggal dan Asam Kumbang Medan Selayang. Dua-duanya lebih baik dipecat saja Pak. Masa ngurus perpanjangan KTP diminta Rp800.000 trus sudah 6 bulan sampai sekarang belum siap-siap. Apakah begitu cara yang Bapak terapkan kepada mereka-mereka itu? Trims moga Bapak membaca sms kami ini. Untuk saudaraku yang di Sumut Pos yang tak pernah kenal lelah semoga sehat selalu. Bravo Sumut Pos.

Langsung Kita Berhentikan

Terimakasih untuk informasinya. Perlu saya tegaskan bila tidak ada biaya untuk pengurusan perpanjangan KTP apalagi sampai jumlah yang besar seperti itu. Tolong bagi warga yang memiliki bukti fisik berupa kwitansi segera laporkan ke kepolisian karena hal itu ilegal. Bagi kepling yang melakukan pengutipan langsung saya berhentikan. Untuk itu saya minta warga melaporkan kepling yang bersangkutan.

Preseden Buruk

Terimakasih untuk Sumut Pos yang telah membuka layanan ini sehingga membuka cakrawala bagi masyarakat. Apalagi hal seperti ini termasuk luar biasa. Ini dapat jadi preseden buruk ke depan. Kita tahu sekarang Wali Kota Medan sedang galak-galaknya melakukan penegakan peraturan di jajarannya. Jangan sampai kepling-kepling nakal yang mereka bukan pegawai ini menjadi perusak. Saya juga apresiasi kepada Camat Medan Selayang yang siap memberhentikan keplingnya yang nakal. Ini bisa jadi contoh bagi camat lainnya.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Medan

Istri Ketua DPRD Langkat akan Dipanggil Polisi

MEDAN-Laporan PLN ke polisi soal adanya temuan pencurian arus listrik di rumah Ketua DPRD Langkat, Rudi Hartono Bangun dengan nomor laporan LP/658/IX/2001/SPKT I tertanggal 14 September 2011, baru mulai diselidiki. Polda Sumut baru akan memanggil istri Rudi Hartono Bangun untuk dimintai keterangan.

“Kasus ini masih tetap jalan, saat ini masih tahap lidik. Setelah dari pihak PLN dimintai keterangan, rencananya dalam waktu dekat penyidik Ditreskrimum Polda Sumut akan memanggil istri Rudi Hartono Bangun, karena rumah tersebut atas nama istrinya. Begitu juga dengan supirnya. Karena saat PLN datang ke rumah tersebut yang ada di rumah itu cuma supir pemilik rumah,” jelas Kasubbid PID Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (13/10).

Menurutnya, selain istri Rudi Hartono Bangun, penyidik juga akan memanggil  pihak yang membangun rumah tersebut. “Pihak developer juga akan kita mintai keterangan, karena dia yang mengetahui perihal listrik yang ada di rumah tersebut,” terang MP Nainggolan.

Sebelumnya, katanya, penyidik Ditreskrimum sudah memintai keterangan empat petugas P2TL PLN Medan yang melakukan operasi penertiban listrik, dan mengamankan meteran listrik yang dicopot dari kediaman istri Rudi Hartono.
Sementara itu Komisi D DPRD Sumut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT PLN Sumbagut, Kamis (13/10). GM PLN Krisna Simabaputra megnaku, apa yang dilakukan petugas PLN di lapangan berdasarkan aturan dan ketentuan yang ada. Mengenai pemutusan arus listrik, sambung Krisna, tidak serta merta tanpa kajian. Namun, berdasarkan temuan awal yang kemudian diteliti di laboratorium PLN, barulah diambil tindakan.

“Petugas P2TL akan datang karena adanya indikasi awal. Setelah itu, barulah akan dibuktikan di laboratorium. Baru dilakukan proses selanjutnya, termasuk mengenai denda meteran,” jelasnya. (mag-5/ari/adl)

BPKD Tunggu Wali Kota

Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan disiapkan mengelola anggaran. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution dengan Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri.

Apa pendapat Anda?
Tidak ada persoalan apapun dalam teknis pencairan anggaran di bagian keuangan Proses pencairan di bagian keuangan pernah bermasalah, namun tidak lama dan sudah teratasi langsung oleh kebijakan yang diambil. Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan juga dinilai tak ada masalah dalam mengelola anggaran termasuk administrasi pencairan anggaran APBD di bagian keuangan.

Bagaimana dengan BLH Kota Medan?
Badan Limgkungan Hidup (BLH) Kota Medan yang tidak paham mengenai pencairan dan menjadikan alasan yang tidak mendasar itu pada bagian keuangan. Seharusnya BLH lebih dulu melaporkan masalah ini pada Pemko Medan jika memang berada di SKPD tertentu seperti bagian keuangan. Itu alasanya saja, tidak ada itu. Semua SKPD saja tidak ada masalah, dia (BLH) yang tidak paham teknis dan prosedurnya dengan baik. Itu masalah BLH, soal serapan rendah jangan salahkan prosedur bagian keuangan. Bawa pada saya berkasnya. Asalkan seluruh berkas dan syarat yang diminta lengkap. Bagaimana mau dicairkan anggaran kalau berkas tidak lengkap.

Kalau mengenai BPKD ?
Pemko Medan sudah sejak lama mempersiapkan seluruh struktur, bagian hingga tugas pokok dan fungsinya. Hanya saja, dalam proses tersebut personel dan petugas yang ditempatkan ke sana masih dalam tahap pembahasan lanjutan. Dalam proses sudah semuanya. tinggal lagi dipersiapkan personelnya saja. Kalau soal siapa yang akan ditugaskan ke sana, itu masih rahasia. Tahukan, kalau perintah atasan rahasia, maka itu menjadi rahasia. Untuk struktur, badan dan organisasinya sudah selesai semua, tinggal diisi oleh personel saja. Itu semua tergantung persetujuan Pak Wali Kota, siapa yang ditugaskan ke sana.

Apakah sudah dilaksanakan?
Hingga saat ini belum ada perintah Wali Kota untuk melaksanakan BPKD ini dengan personel yang sudah siap itu. Saat ini personel yang akan ditempatkan menjadi kepala badan dan mengisi seluruh struktur organisasi dan badan itu juga masih tahap pembahasan oleh Wali Kota Medan. Untuk kewenangan lainnya, BPKD juga akan berperan dalam menyusun dan mempersiapkan termasuk merancang APBD Kota Medan setiap tahunnya.(*)

Kompak Menjambret

Abang beradik Jeri dan Doni, warga Jalan Mapalindo Medan kompak menjambret tas seorang mahasiswi bernama Nur Fadillah, warga Jalan Pemda III Medan, di Jalan Muchtar Basri Medan, Kamis (13/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Sial, sepeda motornya jatuh. Akibatnya keduanya babak belur dihakimi warga dan diboyong ke Mapolsekta Medan Timur.
Informasi yang dihimpun kedua abang beradik ini mengaku anak seorang anggota polisi yang bertugas di Mapolsekta Kutalimbaru. Kedua tersangka mengaku korban saat itu sedang melintas di depan kampus UMSU berboncengan dengan temannya bernama Putri.

Melihat hal itu keduanya yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja langsung memepet korban dan merampas tas milik  Nur Fadillah, hingga korban dan temannya terjatuh dari sepeda motornya.

Korban spontan berteriak maling sehingga mengundang perhatian warga sekitar lokasi kejadian untuk mengejar kedua tersangka. Saat hendak kabur tersangka terjatuh dan menjadi bulan-bulanan warga.
Beruntung polisi cepat tiba ke lokasi dan megamankan kedua tersangka ke Mapolsekta Medan Timur. Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur AKP Nimrod A Simanjuntak saat dikonfirmasi membenarkan mengenai peristiwa ini.”Sedang kita periksa,” ujar Nimrod. (mag-7)

RPH Liar di Medan Denai Ditertibkan

MEDAN-Berdasarkan surat keputusan Wali Kota Medan Rahudman Harahap nomor 523/19928 tanggal 13 Oktober 2011, tentang penutupan rumah potong hewan (RPH) liar di Kecamatan Medan Denai, tim gabungan dari satpol PP, dishub dan kepolisian dipimpin langsung oleh Distanla Kota Medan memfokuskan di dua lokasi besar.

“Tim penertiban melakukan konsolidasi dengan sasaran penutupan di Kecamatan Medan Denai,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadistanla) Kota Medan, Wahid, Kamis (13/10).

Dikatakan Wahid, para pemilik RPH yang menerima hasil sosialisasi oleh tim penertiban dipantau selama 3×24 jam. “Bila dari waktu yang sudah ditentukan para pemilik RPH masih membandel akan dilakukan penyitaan untuk dijadikan barang bukti,” ucapnya.

Dijelaskannya, mengenai segala keluhan para pemilik RPH ilegal akan menjadi pekerjaan rumah (PR) RPH Kota Medan untuk melakukan pembenahan.

“Segala keluhan langsung disampaikan saja kepada RPH dan harus segera dibenahi dengan melakukan perbaikan, karena itu akan menjadi PR. Dengan melengkapi prasarana dan mewanti kepada anggota petugas RPH yang bermain dengan retribusi,” ungkap Wahid.

Menurutnya, politik dagang yang masuk di RPH dengan melakukan pungutan liar terhadap permainan retribusi. “Permainan yang dilakukan dengan memotong seratus ekor hewan, tetapi hanya membayar sekitar 14 ekor. Mereka (pemilik RPH liar) membayar kepada RPH Kota Medan untuk melakukan pemotongan, tetapi di sini ada politik dagang yang bermain,” bebernya.

Pemilik RPH liar Kumala Panjaitan mengaku menerima seluruh permintaan dari petugas dengan syarat fasilitas harus dibenahi. Pemilik RPH skala kecil, Busmin Dolok Saribu dan Paski Haloho mengatakan sudah tidak melakukan pemotongan sejak menerima surat dari lurah.

“Kita sudah tidak melakukan pemotongan setelah menerima surat edaran dari kelurahan, kita sudah beralih menjadi pedagang,” katanya.

Sementara petugas RPH Kota Mdan, Hendrik Sinaga menjelaskan kalau seluruh keluhan warga tidak benar dan seluruh fasilitas yang ada sudah difasilitasi. “Hanya saja kami tidak tahu dengan pemantauan di lapangan. Kalau untuk fasilitas kita tetap memfasilitasi,” katanya.(adl)

Dibangun Bertahap, Dewan Tetap Berkantor di Gedung Lama

MEDAN-Wali Kota Medan Rahudman Harahap bertemu dengan pimpinan dewan soal pembangunan gedung DPRD Medan, Kamis (13/10). Hasilnya, diputuskan kantor dewan tidak akan dipindahkan, anggota dewan tetap akan bekerja di gedung yang lama selama masa proses pembangunan berlangsung.

“Anggota dewan tetap akan berkantor di kantor yang sama selama proses pembangunan, jangan terus mau pindah. Gedung yang ada sekarang saja kita maksimalkan,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap di rumah dinas, usai penandatanganan MoU antara Pemko Medan dengan BNI, Kamis (13/10).

Dijelaskan Rahudman, selama proses pembangunan gedung kantor dewan yang baru, maka akan dilakukan proses pembangunan secara bertahap. “Pertama akan kita bangun yang samping dahulu, makanya dewan tetap akan bisa berkantor di sana dan tidak perlu dipindah. Kita manfaatkan yang ada dulu,” cetusnya.

Disinggung, soal kapan pembangunan kantor dewan yang baru ini ditenderkan, Rahudman dengan tegas mengatakan kalau pembangunan kantor dewan yang baru yang direncanakan delapan lantai ini dianggarkan tahun depan. “Pembangunan itu kan kita anggarkan tahun depan, makanya tendernya tahun depanlah,” tegas Rahudman. (adl)

Air PDAM Ngadat, Warga Komplek Perumahan Elit Ngeluh

MEDAN- Warga yang bermukim di komplek perumahan elit seperti Emerald Garden, Green Garden dan Vila Sari Mas di kawasan Jalan Putri Hijau Medan mengeluhkan pelayanan PDAM Tirtanadi. Pasalnya, selama sebulan terakhir pasokan air di kawasan tersebut tidak lancar.

Sejumlah warga mengatakan, air hanya mengalir selama satu jam dalam sehari.  “Mengalir hanya satu jam, tapi debitnya kecil. Selebihnya, air tidak jalan seharian,” ujar seorang warga. Kekecewaan warga semakin bertambah, karena mereka tidak pernah menunggak pembayaran biaya pemakaian air kepada PDAM Tirtanadi.

“Kami rutin membayar biaya pemakaian air. Bahkan ada tagihannya yang mahal. Tapi, kenapa pasokan air tidak lancar. Seharusnya, PDAM Tirtanadi memperhatikan keluhan pelanggan,” tambah warga lainnya.

Staf Humas PDAM Tirtanadi Zamankarya mengatakan, pihaknya belum pernah menerima laporan dari masyarakat tentang gangguan pasokan air di kawasan Jalan Putri Hijau terutama Kompleks Emerald Garden, Green Garden dan Vila Sari Mas.

“Dengan adanya pengaduan ini, petugas PDAM Tirtanadi segera melakukan peninjauan ke lokasi tersebut. Jika ada kerusakan pipa, maka akan diperbaiki. Mudah-mudahan pasokan air bisa lancar kembali,” ujar Zaman.(ila)

Wali Kota Minta PT Pelindo Keruk Pantai Belawan

MEDAN- Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan pembangunan kawasan Medan bagian utara tetap menjadi fokus Pemko Medan. Tapi, untuk pembangunannya  perlu ada kerjasama dengan pihak lainnya seperti PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Menurutnya, kerjasama dengan PT Pelindo penting dilakukan lantaran kawasan Medan bagian Utara memiliki pelabuhan Belawan. Sedangkan Pemko Medan hanya bisa membangun infrastrukturnya sebagai fasilitas, sedangkan pelabuhan menjadi tanggungjawab PT Pelindo.

Menyahuti adanya kesulitan kapal bersandar di pelabuhan, sebaiknya PT Pelindo mengeruk pinggiran laut di Belawan. Dengan cara itu bisa memudahkan kapal-kapal untuk bersandar.
Kemudian, dia juga meminta PT Pelindo menambah peralatan kerek di pelabuhan Belawan, sehingga pelabuhan Belawan bisa lebih efektif. Alat itu diperlukan agar CPO kelapa sawit yang hendak diekspor tidak terhambat satu minggu.

“Bila PT Pelindo siap berinvestasi, maka saya sarankan jangan banyak kali seremonial. Sebab, kalau Belawan hidup maka pengembangannya untuk masyarakat Belawan bisa lebih baik  lagi,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia memaparkan Pemko Medan sendiri, akan merencanakan pengembangan pelabuhan Belawan menjadi wisata Bahari. “Wisata Bahari itu adalah peluang. Makanya kami harus menjamin investor untuk mau berinvestasi. Kami upayakan menjamin infrastrukturnya, termasuk meminta jaminan ketersediaan air ke PDAM juga PLN,” sebutnya.

Sebelumnya,  Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Medan, Zulfahri Siagian mengatakan kawasan pantai di Belawan dinilai prospektif untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata bahari karena jaraknya relative dekat dengan pusat kota Medan.

Dia memamaparkan, letak geografis Belawan yang hanya berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Medan, diyakini memiliki prospek cerah jika di wilayah itu dibangun pusat wisata bahari.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan, Hasyim mendorong agar Pemko Medan tahun depan dapat berkonsentrasi terhadap pembangunan di kawasan satelit, seperti Medan Utara. (adl) Terutama untuk membangun wisata bahari di kawasan pantai Belawan. Pembangunan di kawasan ini diyakini akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Medan juga dapat mengembangkan sector perekonomian masyarakat. (adl)

ABG 17 Tahun Jual Dua Wanita

MEDAN- Aksi  anak baru gede (ABG) berinisial NS (17) warga Jalan Denai, Medan digagalkan petugas Unit Remaja anak dan wanita (Renakta) Reskrimum Poldasu saat menjual dua temannya kepada pria hidung belang, Selasa (11/10) sekira pukul 23.30.

Penangkapan itu bermula ketika seorang polisi menyamar sebagai pria hidung belang menghubungi NS. Polisi itu memasan dua wanita di antar ke kamar 428 di kawasan Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja, Medan.
Sesuai perjanjiannya, bila ABG itu mendapatkan dua wanita yang dipesan maka akan diberikan upah sebesar Rp1 juta. Ternyata, ABG itu cukup lihai mencari dua wanita yang hendak dipesan itu. Pasalnya, sejak lulus SMA, ABG itu sudah kost di Jalan Air Bersih, Medan.

Setelah pembicaraan dengan pria hidung belang tuntas, NS  langsung cerita dengan dua teman kostnya, KA alias Keke (20) dan L (21). Setelah keduanya sepakat untuk ditawarkan ke pria hidung belang, maka Ns langsung membawanya langsung ke kamar hotal yang sudah dijanjikan.

Naas bagi NS, ketika hendak masuk ke kamar yang dijanjikan. Ternyata yang memesan itu polisi wanita. NS  tak bisa berbuat apa-apa dan langsung diamankan ke Poldasu.

Kanit Sila Renakta Reskrimum Polda Sumut, AKP Hia  membenarkan adanya penangkapan tersebut. Tapi, dia tak memberikan penjelasan lebih jauh prihal penangkapan tersebut.

“Memang tadi (kemarin, Red) malam tim ada menangkap, lebih baik nanti saja ya konfirmasinya ke pimpinan,” ucapnya.
Pasca adanya penangkapan terhadap NS, tempat kost itu langsung sepi dan ditinggalkan penghuninya. Bahkan, seorang wanita tampak terburu-buru membungkus pakaian dan pergi meninggalkan kamar kostnya. (mag-5)

70 Pelaku Industri Sawit Ngumpul di Medan

Palm Oil Exhibition, 12-14 Oktober 2011

MEDAN-Sumatera Utara sebagai jantung industri sawit nasional dengan luas perkebunan sawit 1,2 juta hektar menjadi alasan tepat digelarnya Palmex Indonesia 2011. Di tahun ketiganya Palmex Indonesia 2011 menghadirkan setidaknya 70 perusahaan yang bergerak di industri sawit lokal dan mancanegara hadir memamerkan teknologi teranyar untuk produksi hulu dan hilir kelapa sawit.

“Ini kita lakukan dalam upaya menambah efektivitas dan efisiensi kerja pabrik kelapa sawit dan juga untuk menambah produksi dalam waktu bersamaan,” ujar Susan Tricia, Direktur Utama Fireworks Indonesia selaku penyelenggata pameran di Griya Dome Convention Center, Medan, Rabu (12/10).

Susan mengklaim, pameran ini merupakan even terbesar untuk industri minyak sawit. “Dimana para purchaser dan engineer hadir guna membeli atau mengganti mesin lama mereka dengan mesin baru serta meng-update wawasan mereka akan teknologi terbaru yang mampu meningkatkan kinerja,” ungkapnya.

Mengambil tema Increasing the Efficiency of World Palm Oil Production, Palmex Indonesia berniat menjadi wadah mencari solusi memaksimalkan kinerja dari industri minyak sawit. Sehingga dapat berkontribusi lebih banyak kepada negara dan bangsa.

“Palmex Indonesia 2011 juga menjadi peluang yang baik bagi para pelaku industri minyak sawit untuk menunjukkan keseriusan mereka terhadap upaya penyelamatan lingkungan,” terang Susan.

Dikatakannya Palmex tahun ini menghadirkan produk yang bisa mencari solusi memaksimalkan kinerja dari industri minyak sawit sehingga dapat berkontribusi lebih banyak kepada negara dan bangsa. “Palmex menjadi peluang yang baik bagi para pelaku industri minyak sawit untuk menunjukkan keseriusan mereka terhadap upaya penyelamatan lingkungan,” ucap Susan.

Transaksi tahun ini diharapkan naik Rp5 miliar dari tahun lalu sebesar Rp10 miliar. “Dengan luas perkebunan sawit terluas di Indonesia, kami yakin target tersebut tercapai,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyambut baik kegiatan pameran yang dilaksanakan Palmex Indonesia. “Kami menyambut baik pameran Palmex Indonesia 2011 di Medan. Diharapkan pameran ini memberikan inspirasi bagi para pengusaha untuk lebih meningkatkan produksi turunan minyak sawit sekaligus mempererat hubungan baik antara pengusaha dan pemerintah guna mengakselerasi pertumbuhan industri sawit,” sebutnya.

Salah satu eksibitor yang telah berpartisipasi sejak 2009, Susanto Lim, Direktur Utama PT Sarana Trimitra Solusindo mengaku cukup antusian dengan kegian pameran yang diselenggaran Fireworks Indonesia. “Partisipasi kami di Palmex Indonesia selalu berbuah hasil yang menggembirakan karena Palmex Indonesia mampu menghadirkan para penentu keputusan dari perusahaan-perusahaan yang menjadi rekanan potensial. Sehingga kamipun tidak perlu bersusah payah untuk melakukan kunjungan presentasi satu persatu,” ucapnya.

Sejumlah nama besar di Industri minyak sawit di Indonesia maupun mancanegara memamerkan produk dan teknologi mereka seperti PT Kawan Lama Sejahtera, PT Multi Mayaka, PT Jebsen and Jesses Tecgnology dan sejumlah nama industri sawit besar di Indonesia lainnya. (uma)