32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14657

Dari Olahraga hingga Ciptakan Lagu

SMPN 34 Medan Isi Kekosongan Lewat Ekstrakurikuler

SMP Negeri (SMPN) 34 Medan mengisi kekosongan siswanya dengan mengadakan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya bermain futsal dan paduan suara.

Kegiatan yang dilakukan di luar jam belajar kurikulum standar itu sebagai antisipasi agar siswanya tidak terlibat dengan hal-hal yang tidak berguna.

“Kegiatan ekskul ini sengaja kita gelar untuk mengalihkan perhatian anak-anak terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak berguna, seperti geng motor itulah. Untuk menyemarakkannya kita juga membuat perlombaan internal untuk kegiatan ekskul tersebut,” ucap Kepala SMPN 34 Medan, Lesma Naibaho SPd, didampingi Wakasek Jaya Dwipa Tarigan di kantor sekolah SMPN 34  Medan di Jalan Brigjend M Zein Hamid, Gang Perbatasan Baru, Kampung Baru Medan, Sabtu (15/10).
Untuk kegiatan futsal sendiri, Kepsek mengatakan jika saat ini pihak sekolah tengah menggelar kompetisi untuk mencari bakat. Dalam kegiatan itu setiap kelas yang terdiri dari 18 kelas harus memiliki sebuah tim untuk membela kelasnya masing-masing.

Peserta akan dibagi menjadi beberapa grup yang harus melewati babak penyisihan hingga akhirnya melaju ke final dan juara. “Nanti mereka yang juara akan mewakili sekolah ini untuk mengikuti kejuaraan antar SMP sekota Medan,” sebut Lesma.

Lesma juga mengakui dengan kegaiatan ekstrakurikuler itu selain memberikan dampak positif yakni dari segi kesehatan, prestasi membanggakan juga pernah diraih para siswanya yakni meraih juara II pada kejuaraan Futsal Mandiri Cup, di SMP Swasta Harapan Mandiri Medan, Oktober 2010 lalu.

Sedangkan untuk grup Paduan Suara SMP Negeri 34 Medan, saat ini hanya sebatas kompetisi lokal untuk menjaring siswa yang berpotensi.

Prosesnya tidak jauh berbeda dengan sistem seleksi futsal yakni setiap kelas juga mengirimkan wakilnya untuk mengikuti lomba paduan suara dan mereka yang juara nantinya akan selalu mengisi acara-acara yang digelar oleh SMP Negeri 34 Medan. “Dengan keseriusan para siswa kini kami telah memiliki lagu Mars SMP Negeri 34 Medan yang kami buat sendiri.

Lagu mars tersebut selalu dinyanyikan pada saat upacara bendera setiap hari Senin,” ujarnya, seraya menambahkan Mars SMP Negeri 34 Medan, diciptakan oleh Lesma Naibaho SPd dan Rimmaune Situmeang SPd. Perlombaan paduan suara selain menyanyikan lagu Mars SMP Negeri 34 Medan, juga menyanyikan lagu wajib nasional.(uma)

Siantar Dukung Simalungun

Soal Pembangunan University Asean

MEDAN- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bappedasu), Riadil Akhir Lubis menyebutkan jika saat ini pemerintah tengah memperjuangkan dibangunnya University ASEAN dan beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kabupaten Simalungun.

Hal ini dilakukan dalam upaya menunjang program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), khususnya di Sumatera Utara (Sumut).

“Program ini dilakukan dalam rangka menyediakan tenaga kerja terampil sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan nantinya di kabupaten  Simalungun,” ujar Riadil Akhir Lubis pada acara Roundtable Discussion Realisasi di Hotel Aston Medan, kemarin.

Soal pembangunan University ASEAN itu sendiri, bilang Riadil, masih menjadi perbincangan karena belum diketahui secara pasti apakah Sumut atau pulau Jawa yang akan mendapat proyek tersebut. Namun dirinya berharap Sumutlah yang nantinya menjadi pilihan dan dipercayakan dalam pembangunan University ASEAN nantinya.

Dia mencontohkan, seperti pembangunan proyek pengolahan CPO di Sei Mangke pasti sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keterampilan di bidang pertanian, mesin, dan industri. “Sekolah-sekolah itu bisa saja dibangun di Pematang Siantar, Simalungun atau Batubara akan tetapi  kita lihat terlebih dahulu kesiapan kabupaten/kotanya seperti apa untuk dibangun,” terang Riadil.

Menyikapi wacana tersebut, Kepala Bappeda Pematang Siantar Herowhin Sinaga mengatakan, jika selama ini Pematang Siantar dikenal dengan kota perdagangan dan pendidikan, sehingga pihaknya siap jika pembangunan SMK ataupun University ASEAN dibangun di kabupaten Simalungun. “Sampai 2030 Pematang Siantar akan tetap menjadi Kota Perdagangan dan Pendidikan,” ujarnya. (uma)

Lulusan AMIK MBP Harus Siap Pakai

MEDAN-Lulusan AMIK Mandiri Bina Prestasi (MBP) diharapkan mampu menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal, inovatif dan kreatif , serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain itu para lulusan AMIK Mandiri Bina Prestasi (MBP) bisa bergandengan tangan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam mewujudkan visi misi Gubsu, yaitu rakyat tidak bodoh, dan rakyat punya masa depan.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Gubsu Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan, Drs Zulkifly Taufik SH, pada acara wisudawan 550 lulusan AMIK MBP, di aula perguruan tinggi itu, Jalan Letjen Djamin Ginting Padang Bulan Medan, Sabtu (15/10).

Menurutnya ketersediaan SDM yang andal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Sumut saat ini, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Karenanya, Pemprovsu terus berupaya mengembangkan sistem TIK guna meningkatkan peranserta masyarakat dalam setiap pembangunan bangsa. “Perkembangan TIK di Indonesia, khususnya Sumut tidak terlepas dari peran serta masyarakat, baik lingkup akademis, maupun stakeholder seperti AMIK MBP. Karenanya, saya memberikan apresiasi kepada AMIK MBP yang terus mencetak tunas-tunas bangsa yang andal di bidang TIK,” ujarnya dalam sambutannya mewakili Plt Gubsu.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Aceh-Sumut, Prof H Moehammad Nawawiy Loebis dalam sambutannya, mengingatkan lulusan AMIK MBP agar tidak berhenti belajar, mengingat belajar yang sesungguhnya saat para tamatan terjun di tengah-tengah masyarakat.
“Saya harapkan lulusan AMIK MBP mampu mengembangkan potensi diri, dan pandai mengenal dengan baik setiap persoalan yang dihadapi di bidang pekerjaan masing-masing serta mencari solusinya. Dan yang terpenting, jaga moralitas, junjung tinggi nama baik almamater,” sebutnya. (uma)

Medan Tuntungan Layak Jadi Percontohan e-KTP

MEDAN- DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan minta Walikota Medan Rahudman Harahap menetapkan Kecamatan Medan Tuntungan sebagai pusat percontohan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Pasalnya, Kecamat Medan Tuntungan mampu melayani 300 orang per hari dalam pengurusan e-KTP.

“Kecamatan Medan Tuntungan meraih prestasi yang luar biasa dalam melakukan pembuatan e-KTP. Kinerja Camat Medan Tuntungan Gelora KP Ginting, patut diacungi jempol dan layak menjadi contoh bagi camat-camat lainnya yang ada di Kota Medan. Bayangkan, dalam sehari Kecamatan Medan Tuntungan mampu melayani 150 hingga 300 orang sehari,” ucap Wali Kota LIRA Kota Medan Ganda Manurung ST MBA didampingi Asisten I LIRA Medan Hasler Marbun, Susi Sinaga dan Resmina Sitepu dan pengurus LIRA lainnya saat melakukan kunjungan ke kantor Camat Medan Tuntungan, Minggu (16/10).

Untuk itu, sambung Ganda, LIRA Kota Medan akan merekomundasikan kepada Wali Kota Medan agar Kecamatan Medan Tuntuntangan dijadikan proyek percontohan dalam menjalankan program e KTP di Sumut.

Sementara itu Camat Kecamatan Medan Tuntungan Gelora KP Ginting mengatakan, partisipasi masyarakat Kecamatan Medan Tuntungan masih yang tertinggi di Sumut dalam program e-KTP. Hingga kini, kata Gelora, sudah 6.215 orang yang terlayani dalam pengurusan e-KTP.

“Kita masih bekerja dengan dua unit alat yang tersedia. Rencananya ada 3 unit lagi akan didatangkan dari Pemko Medan. Dengan dua unit alat saja kita sudah bisa melayani 150-300 warga per hari, dengan tambahan peralatan itu, bisa sampai 500 orang per hari yang terlayani,” ucap Gelora didampingi seorang lurahnya Topan Ginting dan Kasipem Kecamatan Medan Tuntungan Harry I Tarigan.

Gelora Ginting juga mengungkapkan, dirinya akan memanggil seluruh kepling dan lurah di Kecamatan Medan Tuntungan untuk terus mengimbau warganya. “Kepala lingkungan juga harus jemput bola, bukan hanya mengantar undangan. Sabtu dan Minggu operator tetap kerja. Target, 100 hari semua harus selesai setiap kecamatan. Partisapi warga juga sangat membantu pihak kecamatan, untuk KK 22.900 dan penduduk 73.000,” tegasnya. (rud)

Hari Ini, Wali Kota Buka Turnamen PSMS

MEDAN-Turnamen sepak bola memperebutkan Piala Wali Kota Medan yang diikuti 34 klub dari 40 klub anggota PSMS diharapkan bisa menghasilkan bibit-bibit pemain berbakat untuk PSMS.

Turnamen ini juga digelar untuk menghidupkan kembali turnamen PSMS yang selama 16 tahun tak pernah bergulir. “Artinya, kita bersyukut ketika Pak Wali Kota memprakarsai even yang sebelumnya banyak melahirkan pemain andal,” ungkap Ketua Panitia Youngky Haurissa didampingi Wakil Ketua Syafril, Jumat (14/10).

Selanjutnya Youngki membeberkan bahwa Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap telah menyatakan kesediaannya untuk membuka turnamen mulai digelar hari ini di Stadion Kebun Bunga Medan.

Agar even ini semakin meriah, rencananya panitia akan menghadirkan kelompok marching band Al Wasliyah serta melepaskan balon berhadiah televisi 29 inci.

Selanjutnya Youngki berharap agar para peserta dapat hadir di lapangan satu jam sebelum seremonial pembukaan. “Itu penting karena pada acara pembukaan nanti para peserta akan berdefile,” bilang Youngki.
Sementara itu Wakil Ketua Syafril membeberkan bahwa even yang  digagas pihaknya ini menggelar pertandingan pada malam hari, atau selepas PSMS menyelesaikan latihan. (saz)

Pemain Tidak Disiplin Bakal Dicoret

LUBUK PAKAM-Pemain yang dinilai kurang disiplin serta tidak mengindahkan intruksi panitia seleksi bakal dicoret dari daftar nama masuk seleksi pembentukan tim PSDS Junior tahap kedua.

Demikian ditegaskan, Ketua panitia seleksi pemain PSDS Jr Judiman, saat dijumpai di Stadion Baharoeddin Siregar, Minggu (16/10). “Dalam sepekan ini materi seleksi masih menerapkan sistem games. Namun begitu, bukan berarti para pemain bisa bertindak sesuka hati,”tegas Judiman.

Rencananya seleksi tahap kedua akan mengerucutkan pemain dari seratus menjadi 40 pemain. Setelah itu akan diumumkan pada Jum’at (21/10) mendatang.

Menurut Judiman, seleksi kali ini akan menilai kemampuan teknis, fisik, disiplin serta kemampuannya berintraksi dalam tim. “Apa gunanya bermain bagus namun tidak disiplin. Itu bisa merusak tim,”lanjut mantan pemain Pelita Jaya itu.
Selanjutnya Judiman mengatakan jikapun nanti telah didapat 40 nama pemain, tim pemandu bakat akan menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen PSDS untuk menindak lanjutinya.

”Biarlah manajemen PSDS yang menentukan pelatih, manager, serta pengurus tim serta pemain. Tugas kita hanya mencari pemain kemudian menyerahkanya kepada mereka,” tutup Judiman. (btr)

Medan Timur Juara Umum Panjat Tebing

MEDAN-Kontingen Kecamatan Medan Timur berhasil merebut juara umum cabang olahraga panjat tebing, Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Medan III/2011 di Kompleks Akademi Teknik & Keselamatan Penerbangan (ATKP), Jalan Jamin Ginting Medan (16/10).

Perolehan medali Kecamatan Medan Timur adalah 2 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu, disusul Kecamatan Medan Baru dengan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu.Kemudian Kecamatan Medan Helvetia dengan satu emas.
Sukses Medan Timur diperoleh lewat atlit-atlit putri yang memborong seluruh medali pada kelas, lead dan speed putri. antara lain, lead putri , Kristina (emas), Imelda (perak) dan Wiwin (perunggu). Demikian pula pada speed putri, ketiganya masih mendominasi, Imelda (emas), Kristina (perak) dan Wiwin (perunggu). Sedang medali perunggu lainnya, diperoleh dari, Ridho Syahputra (perunggu kategori speed putra).

Sedang dari Kec.Medan Baru, Didi Wahyudi, memperoleh dua medali, 1 medali emas (speed putra) dan 1 medali perak (lead putra). sementara rekannya, Riduan Rama, memperoleh medali perak speed dan perunggu di lead putra.
Sementara, Eko Prabowo dari Kecamatan Medan Helvetia, berhasil merebut medali emas dari final lead putra.
Koordinator lomba panjat tebing, Fitra cukup puas dengan pelaksanaan tersebut. Dijelaskan, peserta yang mengikuti cabor ini sebanyak 25 atlet dari 7 kecamatan.  (jun)

PKBM Dira’s Masuk Nominasi

MEDAN- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dira’s Jalan Bajak IV Ujung No 28 Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas masuk nominasi PKBM terbaik tingkat nasional. Hal ini sesuai dengan penilaian dewan juri dari Dinas Pendidikan Sumut dibantu dari Dinas Pendidikan Kota Medan.

Pimpinan PKBM Dira’s Dra Hj. Dewi Iriani, MPd mengaku bersyukur atas prestasi yang mereka raih. Tapi dia belum merasa puas karena PKBM yang dipimpinnya nanti akan ditandingkan lagi di tingkat nasional bersama PKBM lain di Indonesia. “Meski begitu kita tetap bersyukur. Apalagi sainganya di tingkat provinsi hingga terpilih sebagai nominasi PKBM terbaik ke tingkat nasional juga sangat bersyukur sekali dan saya tidak menyangka sebelumnya,” ungkap Dewi Iriani.

Dia mengaku hal ini bisa tercapai berkat adanya kerjasama antar-tutor, swasta dan masyarakat sekitar PKBM.
Terpilihnya PKBM Dira’s sebagai nomonasi tingkat nasional didasaran atas beberapa program yang menonjol dan terobosan yang signifikan yang dilaksanakan kegiatan-kegiatan di PKBM Diras’s. (dra)

Lebih Rutin Lebih Baik

ROC Sasar Pantai Cermin

MEDAN- Keluarga besar Ruby Owner Club (ROC) Sumut, Minggu (16/10), kembali menggelar touring. Kali ini lokasi yang disasar adalah Pantai Gudang Garam, Pantai Cermin, Serdang Bedagai. Kegiatan ini merupakan jawaban atas permintaan sebagian besar anggota agar touring jarak pendek lebih rutin dilakukan, sehingga jalinan silaturahmi antar sesama angota semakin erat. Lebih rutin lebih baik.

Sekira pukul 08.30 WIB suara gahar mulai membahana di Cafe Harley, Jalan Multatuli. Satu per satu anggota klub moge (motor gede) itu memasuki halaman parkir cafe yang rutin dijadikan sebagai titik kumpul sekaligus titik start. Tiga pekan sebelumnya saat touring ke Tanah Karo, start pun dilakukan di titik kumpul yang sama. “Meski tadi sempat hujan, namun anggota yang ikut tetap banyak,” ujar Ketua ROC Sumut, Agus Suherman, didampingi Sekjen, Arifin saat briefing sebelum keberangkatan.

Kepada semua anggota, Agus Suherman, yang akrab dipanggil Chip oleh anggotanya tetap meminta agar peraturan lalulintas dipatuhi dan diutamakan. Selain kelengkapan kendaraan, helm juga wajib dikenakan. “Ini merupakan touring kita yang kesekian kali. Saya harap safety riding tetap diutamakan,” katanya.

Dia juga menginformasikan tentang rencana touring ke Kilometer Nol, Sabang, Aceh. Menurutnya, sekitar Desember tahun ini rombongan ROC dari beberapa Chapter di Pulau Jawa bakal touring ke Sabang. “Kita harus mempersiapkan penyambutan dan kita berharap banyak anggota kita yang bisa turut serta,” tambahnya.

Sementara itu, Sekjen ROC Sumut, Arifin menambahkan, touring ke Pantai Gudang Garam selain untuk bersilaturahmi, juga untuk berwisata. “Istilahnya wisata kuliner. Karena aneka seafood sudah menunggu kita,” ujarnya. PNS di Sekretariat DPRD Sumut memang paling akrab dengan semua anggota, karena pemberitahuan kegiatan kepada seluruh anggota, dia yang melakukannya. (her)

Tahun Ini, Harapan Square Beroperasi

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera merealisasikan pembangunan Harapan Square di sekitar Perguruan Harapan Medan. Kawasan ini nantinya akan menjadi lokasi wisata kuliner di Kota Medan.

Dengan berdirinya Harapan Square ini, akan ada empat pusat jajanan yang bakal menjadi ikon Kota Medan. Keempatnya yakni, Pagaruyung, Titi Gantung, kawasan RS Elisabeth dan Harapan Square.

Rencananya, Harapan Square ini akan direalisasikan tahun ini juga. Sedangkan sumber dananya dari Coorporate Social Responsibility (CSR) BUMN maupun sponsor dan investasi atau kerjasama dengan pihak swasta.

“Untuk Harapan Square ini akan bekerjasama dengan pihak BNI dan saat ini program itu sedang dimatangkan. MoU sudah ditandatangani,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap di rumah dinasnya Jalan Sudirman Medan, akhir pekan lalu.

Dikatakan Rahudman, Harapan Square ini nantinya akan menjadi pusat jajanan bagi masyarakat Kota Medan dan luar Medan termasuk wisatawan asing.

“Di sana nanti akan ada untuk tahap awal sebanyak 50 pedagang, dan para pedagang ini nantinya akan langsung dibina. BNI akan membentuk koperasi, mereka tidak hanya diberikan kredit modal usaha, tapi juga akan diberikan bimbingan untuk manajemen usahanya. Kita harap dengan dibangunnya kawasan ini maka daerah Perguruan Harapan akan indah, tidak asal-asalan dan banyak sampah,” ucap Rahudman.

Diketahui, keempat kawasan wisata kuliner ini sepenuhnya didanai dari pihak ketiga. Untuk Pagaruyung dibangun BNI, Titi Gantung dibangun Indomaret dan Elisabeth Walk dibangun oleh Perusahaan Gas Negara (PGN), begitu juga dengan Harapan Square dibangun oleh BNI.

Untuk itu, Rahudman sangat berterima kasih atas kepedulian BNI untuk membantu membangun Kota Medan ke depan.
“BNI telah mencatat sejarah baru dalam rangka mewujudkan kota medan yang berdaya saing dan nyaman. Sebelumnya, kita juga sudah meneken MoU dengan BNI untuk membangun ruang terbuka hijau di Candika, Medan Johor yang nantinya akan menjadi hutan kota,” terang Rahudman.(adl)