Home Blog Page 14691

Pencuri Rp2,5 Miliar Belum Ditangkap

MEDAN- Muhammad Nasir SH (42), warga Jalan Sejati, Kelurahan Sidorame Barat I, Medan Perjuangan, meminta polisi segera mengkap pelaku pencurian di kantornya Jalan Kapten Patimura Medan. Atas kejadian pencurian tersebut, Nasir mengalami kerugian Rp2,5 miliar.

“Polisi harus segera menangkap para pelaku, karena barang-barang serta dokumen saya hilang semua. Padahal, domkuen itu sangat penting,” kata Nasir, Sabtu (17/9).

Menurutnya, dokumen yang hilang tersebut jika diuangkan mencapai Rp2,5 miliar. “Dokumen itu sangat penting, karena berkas-berkas asli dalam perkara tanah, yang jumlah totalnya sampai Rp2,5 milar. Jadi, kami sangat berharap polisi segera menagkap pelakunya,” pintanya. Dijelaskannya, pencurian tersebut terjadi Selasa (16/7) lalu. Lantas pada 29 Juli 2011, dia membuat laporan ke Polresta Medan.(mag-7)

Josua dan Yosie Temui Penggemar di Medan

Meet and Greet Tendangan Dari Langit

MEDAN- Film Tendangan dari Langit secara resmi diputar di seluruh bioskop di Indonesia pada 25 Agustus lalu. Antusias penonton terhadap film ini sangat luar biasa. Karenanya, PT Telkom Indonesia memfasilitasi pelanggannya di Medan mengikuti meet and greet dengan pemain-pemain film tersebut di Bakoel Ubud Sun Plaza Lantai 3, Sabtu (17/8).

Sekitar 10 pelanggan Telkom yang terpilih untuk mengikuti meet dan greet ini, Mereka merupakan para remaja yang terpilih berdasarkan hasil pengundian yang dilakukan secara internal. Ke sepuluh remaja tersebut merupakan pelanggan dari layanan Telkom Speedy Flash.

“PT Telkom sebagai satu-satunya perusahaan telekomunikasi yang 100 persen milik Indonesia, kita akan selalu mendukung hasil kreaktivitas anak negeri, salah satunya dengan mendukung film ini,” ujar Manager Marketing Regional 1 Sumatera PT Telkom Indonesia, Ma’rufin.

Dalam acara ini, pemeran utama Yosie Kristanto yang berperan sebagai Wahyu hadir bersama Joshua Suherman yang berperan sebagai Purnomo. Yosie mengatakan, perannya dalam film ini sangat cocok dengan kesehariannya yang lebih kalem dan sedikit pendiam.

Sementara Joshua, dalam film ini berperan sebagai Purnomo yang merupakan pemuda labil. Dia sok romantis dan puitis dengan berbagai puisi yang sering diucapkannya.
“Peran saya di film ini, kata Mas Hanung (sang sutradara, Red), dok suka puisi dan sok romantis, pokoknya banyak soknya lah,” ujarnya.(mag-9)

Tim Penghitung Kerugian Negara Dibentuk

Salah Prosedur Pencairan Pinjaman Rp129 M

MEDAN- Untuk mengungkap kasus dugaan salah prosedur pencairan pinjaman Rp129 miliar di BNI 46 Cabang Pemuda Medan, Kejatisu melakukan gelar kasus, Jumat (16/9) hingga Sabtu (17/9) dini hari. Gelar kasus ini dilakukan untuk membentuk tim penghitung kerugian negara, yang disebabkan kredit tanpa SOP yang dikeluarkan BNI 46 Cabang Pemuda Medan.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu Jufri Nasution SH MH kepada wartawan, Jumat (16/9). Jufri mengatakan, tim yang dibentuk ini nantinya bertugas, melakukan penghitungan atas kerugian negara yang selanjutkan akan dilaporkan pada Kejagung RI.

“Saat ini tim yang dibentuk terdiri dari Pidsus dan beberapa pejabat yang terkait dalam penyidikan kasus ini di Kejatisu. Sejauh ini kita belum bisa menyimpulkan hasil penghitungan berapa kerugian negera dari kredit tanpa SOP ini,” tegas Jufri.

Lebih lanjut dikatakan Jufri, penghitungan akan dilakukan timnya, dengan mengumpulkan beberapa keterangan dan admintrasi yang diperoleh Kejatisu, baik dari keterangan atau secara admintrasi.
“Penghitungan baru akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. Hasil dari penghitungan kerugian negera ini nanti akan diketahui dalam beberapa pekan, mengingat kita akan memakai SDM, baik dari pihak Kejatisu berkoordianasi dengan instansi terkait,” beber Jufri.

Kasi Pidsus ini juga berjanji akan mengekspos hasil penghitungan kerugian tersebut. Penghitungan kerugian negera ini juga hasilnya nantinya akan di jadikan bukti untuk dimasukan dalam BAP.
“Hasil penghitungan nantinya akan kita masukan dalam BAP. Hasil penghitungan kerugian negara ini akan menjadi bukti kuat soal adanya indikasi penyaluran kredit yang tidak benar, yang mengakibatkan negera dirugikan dalam hal ini,” tegas Jufri menutup.(rud)

Kejagung tak Tahan Tersangka e-KTP

JAKARTA- Selain terancam tak rampung tahun depan, proyek pengadaan sistem identitas berbasis elektronik juga bermasalah dalam kasus hukum. Kendati sudah menetapkan empat tersangka, Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak menahan mereka. Alasannya, mereka masih ingin menguatkan unsur korupsi dalam kasus tersebut.
“Alat bukti awal sudah ditemukan. Tapi itu masih belum cukup. Kami masih mencari unsur kerugian negara untuk meyakinkan bahwa indikasi korupsi memang kuat di proyek ini,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Andhi Nirwanto kemarin.

Kejagung memang terkesan lamban dalam menyelesaikan kasus itu. Padahal, sudah empat orang ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun lalu. Mereka adalah Dirjen Kependudukan Irman, Ketua Panitia Pengadaan Barang Paket P11 Dwi Setyantono, Direktur PT Karsa Wira Utama Suhardjijo, dan Direktur Utama PT Inzaya Raya Indra Wijaya.

Andhi mengakui bahwa kasus tersebut memakan waktu cukup lama. Namun, dia berkilah bahwa lamanya waktu penyidikan itu karena pihaknya masih kesulitan mencari unsur-unsur korupsi. “Unsur-unsurnya kan banyak. Misalnya, melawan hukum, menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dan kerugian negara. Untuk mencari alat bukti ini kan butuh waktu,” katanya.

Mantan Sesjampidsus itu menambahkan, penyidikan difokuskan pada proyek percontohan yang ada di lima daerah. Yakni, Cirebon, Padang, Bali, Makassar, dan Jogjakarta. “Bukan di tempat-tempat lain, hanya di proyek-proyek percontohan,” tegasnya.

Di tempat terpisah, salah seorang tersangka, Irman, tetap bersikukuh akan melanjutkan proyek tersebut kendati dirinya menjadi tersangka. Pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk merampungkan proyek tersebut sesuai target. “Itu sudah kewajiban kami. Tapi dengan adanya ini (kasus), ya silahkan dinilai sendiri. Yang penting, kita sudah berupaya dengan baik dan bekerja secara maksimal,” katanya dalam diskusi di Jakarta kemarin.

Seperti diketahui, Kejagung mengusut pengadaan alat-alat untuk mendukung program KTP elektronik. Di antaranya pengadaan perangkat lunak dan keras, sistem teknologi informasi, chip, dan blangko KTP. Proyek tersebut sudah dirintis sejak 2009 lalu dengan menggelarnya di daerah-daerah percontohan dengan anggaran Rp 15 miliar.
Konsorsium PT Karsa Wisesa Utama dan PT Inzaya Raya sebagai dinyatakan sebagai pemenang lelang. Dalam pelaksanaannya, terjadi perbedaan antara barang yang tercantum dalam dokumen penawaran dengan barang yang direalisasikan.(aga/ken/jpnn)

Jerigen Meledak, Tubuh Ibu Rumah Tangga Terbakar

BANDA ALAM- Peristiwa naas dialami Nuraini (26) warga Desa Blang Rambong Kecamatan Banda Alam Aceh Timur, Jumat (16/9) sekira pukul 21:00 WIB. Saat mengisikan minyak ke lampu teplok, tiba-tiba jerigen minyak tanah yang diduga dicampur minyak bensin tersebut meledak.

Akibat kondisi ini tubuh Nuraini terbakar dan kini dirawat di Rumah Sakit Umum Graha Bunda Idi Rayeuk.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh (grup Sumut Pos), kejadian yang menimpa Nuraini itu terjadi, saat dirinya  sedang mengisi minyak tanah kedalam lampu teplok.

Mengisi minah ke lampu teplok sedang hidup biasa dilakukan istri saya, namun sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini, namun malam itu api lampu teplok yang masih hidup langsung menyambar jerigen isi 3 liter tersebut.
“Kita perkirakan minah tersebut bercampur bensin sehingga menyambar begitu cepat dan meledakkan jerigen di tangan isteri saya,” ujar Hasbi Abdullah (30) suami korban saat ditemui di RS Graha Bunda. Dikatakannya saat kejadian dirinya berada di kios yang hanya berjarak 25 meter dari rumahnya.

“Saat kejadian itu saya sempat mendengar suara ledekan jerigen,  begitu saya lihat suara tersebut berasal dari rumah saya, dengan cepat saya dan warga langsung lari dan memberi bantuan terhadap istri saya dan anak saya yang sedang tidur, dalam kobaran api yang telah membakar ruangan rumah, saya bergegas cepat  menolong dua anak saya yang masih tidur di kamar,” sebut Hasbi Abdullah.(yas/jpnn)

2 Unit Rumah Terbakar

MEDAN- Dua unit rumah milik A Hanampun (70), warga Jalan Murni, Setia Budi, Tanjung  Rejo, Medan Sunggal, dilalap sijago merah, Sabtu (17/9) malam. Dugaan sementara kebakaran diduga dari asap rokok yang menyambar tabung gas.
Pantauan wartawan di lokasi kejadian, Jalan Murni, Sunggal, terlihat warga beramai-ramai mendatangi lokasi kebakaran dua unit rumah milik A Hanampun. Pengakuan anak pemilik rumah, P Hanampun (38), dia tidak mengetahui persis penyebab kebakaran karena saat kebakaran terjadi sedang tidak berada di rumah.

“Saat terjadi kebakaran saya sedang menghadiri pesta dan saya mendapat kabar rumah orang tua saya terbakar. Lalu saya pun pulang dan langsung ikut memadamkan api bersama dengan warga. Tidak ada korban jiwa tapi tangan saya tadi sempat terkena api sedikit saat memadamkan api,” katanya didepan rumah milik ayahnya itu.

Lebih lanjut ditambahkannya, semua penghuni rumah berhasil keluar dan yang terbakar hanya isi rumah saja. “Yang terbakar itu satu unit betor Yamaha Scorpio, dan isi rumah lainnya. Kalau kerugian, saya belum bisa perkirakan,” terangnya.

Muhalim (56), Kepala Lingkungan XII, Tajung  Rejo mengaku, sementara kebakaran diduga dari puntungan rokok yang langsung menyambar tabung gas. “Dugaan sementara kebakaran karena puntungan rokok yang menyambar tabung gas karena rumah ini juga dijadikan gudang tabung gas kecil-kecilan. Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.15 WIB tadi,” terangnya.

Ditambahkan Kepling XII itu, pemadam kebakaran yang tiba dilokasi sekitar 45 menit. “Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam dan pemadam yang turun sebanyak 5 unit mobil pemadam,” ujarnya.

Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Budi Hendrawan mengatakan, kebakaran masih dalam penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan dan anggota sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi. Saksi-saksi saat ini masih kita mintai keterangan. Saya belum tahu pasti penyebab kebakaran karena saya sedang memimpin apel siaga di Citra Garden untuk razia malam ini hingga dini hari nanti terhadap geng motor,” ungkapnya.(jon/omi)

Kadhafi Lengser, Muslim Sierra Leone Batal Naik Haji

TRIPOLI- Ratusan warga Muslim Sierra Leone harus menghapus mimpi mereka untuk melakukan ibadah haji tahun ini, akibat kehilangan sponsor dari negeri seperti Libya. Ini disebabkan karena terjadi kekisruhan politik di Libya.
Menurut Syekh Minkalu Adams dari Liga Persekutuan Muslim (AML), negara seperti Libya, Mesir dan Suriah dilanda revolusi Arab di wilayah mereka masing-masing. Mereka umumnya menyediakan biaya gratis untuk umat Muslim dari negara miskin untuk melakukan ibadah haji.

“Mereka (umat) khawatir karena tidak memiliki biaya (untuk haji) dan mengharapkan tiket gratis dari ketiga negara ini Libya, Mesir dan Suriah,” ucap Syekh Adams seperti dikutip AFP, Sabtu (17/9).
Menurutnya, sekira 300 umat Muslim yang sekarang sudah terdaftar untuk diberikan fasilitas haji gratis kini terancam batal naik haji.

“Negara-negara itu sudah disibukan dengan masalah politik yang terjadi di negara mereka. Dikabarkan, mereka tidak akan memperpanjang bantuan tersebut,” ungkap seorang warga yang kebetulan mendapat tiket haji gratis tahun lalu.
Selama bertahun-tahun Libya menjadi donor bagi umat Muslim yang ingin menjalani ibadah haji tetapi tidak memiliki biaya. Pada 2010 lalu, Libya memberangkatkan sekira 350 warga Sierra Leone yang diterbangkan melalui Libya.(net/jpnn)

Korban Tewas Banjir Nepal Tujuh Orang

NEPAL- Hingga Sabtu (17/9), korban tewas banjir di kawasan barat Nepal menjadi tujuh orang. Dari jumlah itu, seturut warta AFP,  ada dua orang anak-anak.

Banjir membuat tanah di desa terpencil di kawasan tersebut longsor. Alhasil, sembilan rumah pun tertimbun tanah.
Sementara, hujan masih terus turun di situ. Makanya, penduduk khawatir terjadinya longsor susulan.

“Kami telah menemukan tujuh mayat selama proses pencarian,” kata Inspektur Polisi Bibek Kumar Sha, petugas kepolisian yang menangani pencarian bantuan korban.

Di samping korban tewas, ada 17 warga yang terluka gara-gara tanah longsor tersebut. Toko-toko dan permukiman di kawasan itu juga mengalami kerusakan.

Di Nepal, musim hujan pada Juni sampai dengan September biasanya menimbulkan banjir dan tanah longsor. Ratusan orang tewas setiap tahun.(net/jpnn)

Ketua Banggar: Silakan Tunjuk Nama

Transaksi Mencurigakan

JAKARTA- Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Melchias Marcus Mekeng meminta agar nama anggota Banggar yang memiliki rekening dengan transaksi mencurigakan segera ditunjuk.
“Tinggal tunjuk saja siapa yang dimaksud,” katanya saat ditanya soal temuan 21 transaksi tidak wajar dalam rekening salah seorang anggota Banggar, Sabtu (17/9).

Menurut Mekeng, temuan transaksi tidak wajar pada rekening anggota Banggar itu cukup untuk menampik tudingan bahwa pimpinan Banggar terlibat praktik mafia anggaran. “Paling tidak itu menegasikan bahwa ada yang bilang pimpinan Banggar macam-macam,” ujarnya.

Hal itu membuktikan yang melakukan pelanggaran atau penyelewengan adalah oknum Banggar, bukan Banggar secara keseluruhan dan Banggar sebagai lembaga. Oleh karena itu, ia meminta PPATK untuk menyerahkan data ke penegak hukum, untuk ditindaklanjuti.(net/jpnn)

Menpora Tepis Motif Mekanisme PL

BOGOR- Adanya selentingan bahwa munculnya Keppres dan Perpres adalah sebuah kesengajaan pemerintah ditepis oleh Menpora Andi Mallarangeng. Dia menegaskan bahwa Mekanisme penunjukkan langsung yang akan dijalankan dalam pengadaan barang dan jasa untuk SEA Games XXVI dan ASEAN Para Games VI tahun 2011 tidak ada motif tertentu.
Selentingan tersebut berupa anggapan dari beberapa pihak bahwa pihak pemerintah sengaja memeprlembat masalah pencairan hingga mendekati pelaksanaan SEA Games pada November. Dengan alasan waktu yang mepet tersebut, akhirnya bisa dipaksakan adanya aturan penunjukan langsung.

Dengan aturan tersebut, maka ada garansi keamanan untuk meloloskan pihak yang yang dekat dengan pemerintah untuk memenangi pengadaan barang dan jasa yang ditentukan. Andi membantah dan menegaskan itu murni untuk kepetingan SEA Games.

“Itu tidak benar, Karena memang ada kebutuhan mendesak yang dimintakan oleh Inasoc (Indonesia SEA Games Organizing Committee, Red),” kata Andi di sela Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional 2011 di Istana Bogor, kemarin (17/9). Dia menolak anggapan ada keterlambatan sehingga dilakukan mekanisme penunjukkan langsung tersebut. “Jadi kami kan juga sudah mengusahakannya,” katanya.(fal/aam/kuh/jpp)