Home Blog Page 14744

Transfer Chu-Young Dramatis

LONDON – Park Chu-Young kini adalah seorang pemain Arsenal. Namun ada cerita menarik tentang drama di balik proses kepindahan Chu-Young dari AS Monaco ke London utara.

Ya, pada awalnya, Chu-Young sudah nyaris pasti menjadi milik Lille. Klub jawara Liga Prancis itu bahkan sudah melakukan tes medis kepada penyerang timnas Korea Selatan tersebut.

Ketika para pejabat berwenang sedang mendiskusikan kontrak, tiba-tiba Chu-Young ditelepon manajer Arsenal, Arsene Wenger, yang menawarinya hijrah ke Emirates Stadium.
Ditawar klub sebesar Arsenal, Chu-Young pun goyah. Ia kemudian meninggalkan hotel di Lille dan pergi menuju London.

Mengetahui kabar itu, Chairman Lille, Michel Seydoux, lantas memerintahkan anak buahnya untuk pergi ke stasiun kereta api dan bandara untuk mencegah Chu-Young pergi ke London dan memilih Arsenal.

Segala upaya yang mungkin bisa divisualisasikan bisa mendekati drama Hollywood itu kemudian gagal karena Chu-Young tidak terkejar dan akhirnya digaet Arsenal dengan harga 3 juta poundsterling. Seydoux pun melontarkan kemarahannya kepada Wenger yang dinilainya munafik dan tidak beretika. “Untuk seseorang yang selalu berkhutbah soal moral, Wenger memperlihatkan sikapnya tidak berkelas,” koar Seydoux seperti yang dikutip Metro.co.uk.
Entah berhubungan atau tidak, Lille kemudian membatalkan agenda pertandingan persahabatan dengan Arsenal dalam rangka pembukaan kandang baru mereka, Stadion Grande Metropole, tahun depan. Padahal, kesepakatan untuk menggelar laga persahabatan itu sudah disusun sejak tahun 2002 ketika Arsenal membeli Pascal Cygan dari Lille.
Bagi Arsenal bertambahnya amunisi mereka musim ini menjadi motivasi bagi pemain. Terutama bagi Theo Walcott. “Wajah baru pasti ingin langsung menyatu dengan tim. Kami semua harus mengangkat semangat kami dan semoga para pemain baru bisa menjalankan tugas mereka. Mereka punya banyak pengalaman. Arteta sendiri pemain yang fantastis. Ia pastinya bisa mengirim umpan dan saya tak sabar untuk bisa bermain dengannya,” kata Walcott.
Tidak Chu-Young saja yang didatangkan musim ini. Ada empat lagi yakni Mikel Arteta dari Everton, Andre Santos, Yossi Benayoun dan Per Mertesacker.

Menurut Walcott, bukan kebiasaan Arsenal mendatangkan lima pemain sekaligus di detik-detik akhir jendela transfer. “Saya tak pernah melihat Arsenal melihat hal itu selama bertahun-tahun saya di sini,” kata Walcott
“Banyak tim yang bertahan hingga menit-menit akhir, jadi menarik juga melihatnya. Kami sudah melepas dua pemain hebat (Samir Nasri dan Cesc Fabregas), tapi kami sudah mendatangkan beberapa pemain masuk dan saya tak sabar untuk bisa segera melihat mereka di hari Rabu,” tandasnya. (net/jpnn)

Minyak Tanah Bawa Petaka

M Tasir (40), warga Lorong Pabrik Papan, Kelurahan Nelayan Indah, Medan Labuhan, terpaksa dilarikan ke RSU Ameta Sejahtera karena mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, Minggu (4/9) pukul 09.00 WIB.

Pasalnya, minyak tanah eceran dalam jerigen yang akan dijualnya menetes ke mesin becak bermotor (betor) yang dikendarainya dan menimbulkan percikan api. Kontan, betor yang dikendarainya meledak dan membakar tubuh bapak lima anak ini.

Kejadian itu terjadi ketika M Tasir baru saja pulang mengambil minyak tanah dari gudang di Belawan. Di perjalanan menuju perumahan Nelayan Indah. Minyak tanah yang di bawanya sebanyak 8 jerigen menetes ke bagian mesin betornya sehingga mengenai busi dan menimbulkan percikan api, membuat betornya meledak.

Mendengar ledakan itu, M Tasir berusaha menyelamatkan diri dengan melompat. Namun sayang, api telah menyambar tubuh pedagang minyak tanah eceran ini. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dengan menyiramkan air ke betor yang telah terbakar. Sedangkan M Tasir yang mengalami luka bakar langsung dilarikan ke RSU Ameta Sejahtera.(ril/smg)

Ke Madrid Saja Neymar!

SANTOS – Mantan penyerang internasional Brasil, Ronaldo, menyarankan Neymar untuk berlabuh ke Real Madrid ke timbang Barcelona. Ungkapan disampaikan Ronaldo tersebut berkaitan pertanyaan yang disampaikan terhadapnya. “Keduanya adalah klub hebat, tapi saya masih berharap dia (Neymar) hengkang ke Real Madrid, di mana saya pernah menghabiskan waktu lima tahun,” ujar Ronaldo seperti dilansir ESPN Star.

“Saya pikir, itu lebih baik untuknya,” lanjut pria yang bersama Brasil sukses menjuarai Piala Dunia 2002 ini.
Ronaldo mengakui kalau prestasi Barca lebih cemerlang belakangan ini, namun itu tidak menjadi jaminan bagi Neymar bakal sukses di Barca. Ronaldo yang juga pernah membela Barca  menyarankan Neymar untuk tetap memilih Madrid.
Neymar, yang kini membela Santos, memang digadang-gadang untuk menjadi bintang sepakbola di masa depan. Beberapa klub besar di antaranya Barca, Madrid, dan juga Chelsea sempat dikabarkan mendekati dirinya. Namun, ia memilih untuk menetap dulu di Santos.

Namun, Ronaldo menyebut bahwa Brasil sudah terlalu kecil untuk Neymar. Pemuda berusia 19 tahun tersebut disarankan Ronaldo untuk mengejar kesempatan yang lebih besar lagi.

“Brasil sudah menjadi terlalu kecil untuk Neymar. Pada momen seperti ini, dia membutuhkan ambisi untuk menaklukkan dunia, ketimbang hanya menjadi yang terbaik di Brasil,” tandasnya.
Sabtu kemarin sempat tersiar berita bahwa Neymar sudah memutuskan ikatan kerja sama dengan agen Wagner Ribeiro serta sepakat bergabung ke Barcelona. Namun ayah Neymar, Neymar da Silva Santos membantah rumor yang menyebutkan anaknya sudah setuju bergabung Barcelona. “Tidak ada prakontrak, tidak ada apapun,” ujar Da Silva Santos kepada ESPN Brasil.

“Neymar sedang menantikan Piala Dunia Antarklub bersama Santos. Kabar itu hanya bersifat spekulasi, kami sudah mengatakannya selama bursa transfer lalu. Saya terkejut. Semua kabar ini sudah muncul sejak Neymar masih berusia 13 tahun,” tegasnya. Neymar senior juga memastikan anaknya masih menggunakan jasa Wagner Ribeiro sebagai agen. (net/jpnn)

Arema Terus Berburu Pelatih yang Mumpuni

MALANG-Siapa pelatih Arema dalam mengarungi kompetisi profesional musim depan belum diketahui. Penyebabnya, sampai saat ini manajemen Arema masih memburu pelatih yang akan menukangi Yongki Aribowo dan kawan-kawan. Manajemen Arema memiliki batas waktu (deadline) minggu depan untuk perburuan pelatih.

Media officer Arema Sudarmaji mengatakan, saat ini manajemen Arema masih terus mencari pelatih baru. Siapa saja nama pelatih yang dibidik, manajemen belum mau membuka data. Hanya, Sudarmaji mengatakan saat ini lima nama pelatih yang sebelumnya pernah dikabarkan menguat sedang dalam masa pembicaraan serius di jajaran manajemen.
“Kami berharap secepatnya mendapatkan pelatih. Harapannya minggu ini Arema sudah memiliki pelatih kepala. Saat ini masih ada lima nama pelatih. Kami akan melakukan pendekatan satu persatu,” ucap Sudarmaji, kemarin siang (5/9).
Hanya, seperti yang sudah-sudah, manajemen benar-benar menyimpan rapat-rapat nama pelatih yang kini diincar Singo Edan, julukan Arema. “Lima calon pelatih itu semuanya berkualitas. Karena itu, kami tidak membedakan pelatih asing atau lokal,” ucap Sudarmaji.

Bagaimana kemungkinan mantan pelatih Miroslav Janu” Sudarmaji menyatakan, pelatih asal Republik Ceko tersebut masih memiliki peluang besar untuk menjadi arsitek Arema musim depan. Dia mengakui antara manajemen dan Janu masih dalam taraf pembicaraan.

Apalagi, tadi malam kabarnya Janu sudah tiba di Malang. Tetapi, belum diketahui di mana manajemen dengan Janu bertemu.

Terpisah, agen Onana Jules Denis mengatakan, usai gagal memboyong Robert Rene Albert kembali ke Malang, sampai saat ini belum ada permintaan dari manajemen Arema untuk mendatangkan pelatih baru. “Belum ada request dari Arema. Tapi saya sudah siapkan sejumlah nama pelatih,” ucap Onana kemarin siang. (did/yn/jpnn)

Poles Sepatu Usang Jadi Menarik

Mengunjungi Sanggar Sepatu Lutju di Jalan Ade Irma Suryani

Sebagai generasi yang dinamis, energik dan fashionable, remaja metropolis memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan dirinya. Tidak hanya lewat busana yang biasa dipilih, sepatu juga dianggap dapat memberikan semangat dan bentuk ekspresi seseorang.

INDR JULI, Medan

Salah satunya, Freddy (23) yang ditemui di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Kota Medan, Senin (5/9). Mahasiswa jurusan ekonomi di salah satu perguruan tinggi swasta ini memilih pengekspresian diri melalui sepatun
Tampak lukisan tokoh komik asal Jepang, Naruto di bahagian depan yang diikuti gambar peralatan yang digunakan sang jagoan di sekeliling sepatu dengan warna dasar oranye. Sepatu tadi pun menjadi pusat perhatian siapa saja mengingat siang itu Freddy mengenakan celana pendek dengan kaos oblong polos berwarna putih. “Keren kan. Sekalipun Lebaran sudah usai, kita harus tetap semangat. Bila perlu semangat baru,” beber pengagum Naruto ini bangga.

Bagi pria asal Kisaran ini, sepatu dengan tokoh komik kesukaannya itu memberinya rasa percaya diri. Menyaksikan setiap mata yang melirik ke arah sepatunya juga memberi perasaan bangga tersendiri. “Ini buktinya untuk menjadi pusat perhatian orang tidak harus mahal. Ini sepatu cuma seratus ribuan. Tapi lukisannya ini yang buat menarik,” tuturnya.

Freddy menuturkan, untuk sepatu, dirinya memanfaatkan sepatu kets miliknya yang sudah usang. Setelah dicuci bersih, sepatu tadi pun diantar kepada seorang kenalan yang memiliki usaha di bidang painting shoes di seputaran Jalan Ade Irma Suryani Medan. Sepatu yang tadinya lusuh pun kembali menarik perhatian, dengan cara yang tidak mahal.

Sumut Pos pun mengunjungi alamat yang dimaksud, sebuah rumah sederhana dengan berbagai ornament kreatif. Sebuah plank dengan tulisan ‘Sepatu Lutju’ terpajang di depan. “Ya, di sini kita coba berkreasi menemukan motif-motif yang sedang trend sesuai dengan keinginan masyarakat,” ucap Sari Dilts mewakili kru Sepatu Lutju lainnya yang terlihat asyik dengan pekerjaannya. Memoles sepatu model flat, converse, vans, dan berbahan kanvas putih lainnya kemudian dilukis dan dicat dengan warna yang colourfull. Dari motif ikan, kue, juga figur tokoh cartoon seperti Doraemon, Superman, Joker, dan banyak lagi.

Selain sepatu kanvas putih polos tadi, cat akrilik reeves, Sari dkk juga menggunakan pensil dan spidol marker hitam dan putih untuk membuat sketsa, serta kuas berbagai ukuran. Mengawali dengan pembuatan sketsa atau gambar untuk kemudian dilukis dan diwarnai dengan cat akrilik. Design sepatu bisa saja dibuat dengan gambar yang simple seperti dots, bubbles, strips, stars, polkadots. Ada juga design yang lebih rumit tapi tetap dengan kesimpelannya, dengan motif gambar manusia, hewan, tumbuhan. Juga dengan karakter yang terdapat pada film-film kartun seperti pilihan Freddy.
“Yang rumit itu motif figure. Pasalnya dibarengi dengan improvisasi lagi. Tapi kita juga menyiapkan motif lain yang mungkin sesuai dengan selera konsumen. Kalau pembeli punya motif sendiri juga kita bisa bantu lukis kok,” katanya.
Sekalipun berupa lukisan, Sari memastikan karyanya tidak luntur bahkan dapat dicuci dengan sabun lembut tanpa pemutih dan bagian bergambarnya jangan disikat terlalu keras. Untuk perawatan, setelah bersih, sepatu hendaknya disimpan di tempat kering. Bersihkan dengan air apabila kena noda sesegera mungkin, lebih baik usap saja dengan sabun dan air bila diperlukan. Itu dilakukan agar warna serta gambar tidak pudar dan tahan lama.

Tiga tahun kehadirannya di Kota Medan, Sari mengaku mendapat respon positif. Prospek yang cukup besar itu pun menjadi dasar Sari mengajak Peter dan Koto teman-teman lain untuk menggarap bisnis ini dengan serius. “Lumayan juga Bang, cukup-cukup untuk beli BB (Blackbarry). Baru muncul dulu kita juga dapat order borongan untuk motif institusi pemerintahan,” bebernya.

Sepatu kanvas yang dimodifikasi menjadi sepatu lukis kanvas, masuk di Indonesia sekitar 2006 namun sayangnya belum semarak seperti sekarang ini. Yang menarik, tren sepatu lukis kanvas ternyata sudah ada sejak 1990-an, di negeri ‘Paman Sam’. Di Amerika Serikat sana, tepatnya di kota New York sepatu kanvas akrab dikenal dengan nama sneakers.

Sneakers yang sudah dimodifikasi berawal dari street art, seni yang dekat dengan keseharian kita atau seni jalanan. Yang mempopulerkan sepatu kanvas lukis ini para penari breakdance. Sejumlah seniman sneaker seperti Arks dan Tutu menjadi orang-orang yang kerap mempopulerkan sepatu ini. Arks dan Tutu bergabung dalam ‘Sneakers Whothinkfamous’. Tutu dan Arks memilih sepatu untuk dilukis dan mempopulerkannya kembali tahun 2006-an.(*)

Usai Menang, Nadal Ambruk

Andy Murray Menyimpan Dendam

NEW YORK – Sang jawara bertahan Amerika Serikat (AS) Terbuka, Rafael Nadal, sempat membuat shock para awak media dan para hadirin yang datang pada sesi konferensi pers, Minggu malam kemarin. Nadal sempat tumbang akibat kram kaki. Sontak, para kru medis segera memberi bantuan.

Tetapi, setelah 15 menit ditolong tim medis, Nadal kembali bangkit dan menenangkan segenap hadirin, termasuk pers bahwa hal itu hanya cedera kecil. Nadal sempat mengalami cedera itu saat dirinya menumbangkan perlawanan David Nalbandian, di babak ketiga AS Terbuka.

“Cedera ini hanya sekedar kram di kaki kanan, depan dan bagian belakan kaki saya. Sakit memang, tapi takkan apa-apa,” ungkap Nadal, seperti dikutip Sbs.com.au, Senin (5/9).

Tapi, dia bersikeras, bahwa hal ini takkan mempengaruhinya dalam menjalani babak keempat, Selasa esok di mana Nadal sudah ditunggu lawan selanjutnya asal Luksemburg, Gilles Muller, yang mengandaskan petenis Rusia, Igor Kunitsyn 6-1, 6-4 dan 6-4 di babak ketiga AS Terbuka.

“Saya akan mulai latihan normal hari Senin. Cedera ini sekadar kram biasa yang dapat terjadi di manapun, tapi saya hanya sedang sial, hal itu terjadi di ruang pers. Jika terjadi di tempat lain, tentu takkan ada yang tahu,” lanjut petenis ranking 2 itu seraya tersenyum.

Kemenangan juga diraih Andy Murray dengan mengalahkan petenis Spanyol, Faliciano Lopez 6-1 6-4 6-2 pada putaran ketiga AS Terbuka. Selanjutnya Murray bertemu dengan Donald Young yang pernah mengalahkannya di putaran kedua Indian Wells baru baru ini. Sekarang petenis Inggris Raya itu ingin menuntaskan dendamnya. “Ya, ya, saya akan melakukannya,” jawab Murray ketika ditanya soal misi balas dendam, disitat Yahoosports.

“Saya mungkin berada dalam tempat yang buruk ketika di Indian Wells. Itu kompetisi yang berat bagi saya,” Murray menambahkan.

Kendati demikian, Murray mengaku misi utamanya saat menghadapi Young lebih dari sekadar balas dendam. Murray ingin terus melaju dan melupakan kekalahan di Indian Wells.
“Ini bukan hanya balas dendam melawan Young. Saya pernah dalam situasi itu (kalah-red) dan meyakinkan diri saya mampu melupakan itu,” tutupnya. (net/jpnn)

Polisi Pembunuh Wahyuni Dipecat

MEDAN- Dalam pekan ini, lima personel kepolisian di jajaran Polresta Medan bakal di berhentikan dengan tidak hormat (PDTH) alias dipecat. Satu diantaranya Brigadir Erwin Panjaitan, pelaku perampok disertai pembunuh terhadap Sri Wahyuni Simangunsong pegawai Bank BRI Syariah di Jalan S Parman.

Hal ini yang diungkap Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, Senin (5/9). Menurut Tagam, berkas acara perkara (BAP) pembunuhan Sri Wahyuni Simangunsong sudah lengkap tinggal dilimpah ke Jaksaan negeri Medan untuk diproses selanjutnya. “Berkas acara perkara sudah lengkap kita akan serahkan kejari Medan. Dalam minggu ini, tersangka Erwin juga akan menjalani sidang PDTH bersama 4 anggota kita di Polresta Medan yang dipimpin langsung PDTH oleh Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto. Sebelumnya, Erwin Panjaitan beserta 4 anggota yang lain juga sudah kita ajukan PDTH ke Kapolda,” ungkap Tagam.

Saat ditanya mengenai rekontruksi yang sampai ini belum dilakukan terkait kasus pembunuhan terhadap Sri Wahyuni Simangunsong, Tagam menjelaskan, rekontruksi dilakukan apabila pihak Kejaksaan Negeri Medan meminta hal tersebut. Namun hingga saat ini pihak Kejari belum meminta dilakukan rekontruksi.

Sebelumnya, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengakui, Erwin Panjaitan bersama istrinya Ria Hutabarat dan rekannya Eva Lestari Surbakti alias Eva dan Suherman alias Embot, sudah melakukan hal yang sama sampai dua kali, terkait  perampokkan dan disertai penganiayaan Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumatera Utara, Rizaldi Mavi.

Selain itu, pada 2007, Brigadir Erwin Panjaitan juga pernah melakukan razia pada pasangan meseum di sejumlah tempat di Kota Medan seperti tempat meseum dan hotel kelas melati dengan meminta uang kepada pasangan tersebut. Jika tidak diberikan, akan ditangkap dan dilaporkan ke keluarganya masing.

Selanjutnya pada 2009, Erwin yang pernah bertugas di Polsek Kutalimbaru juga melakukan penjambretan handpone di wilayah hukum Medan Area, Erwin divonis kurungan penjara selama tiga bulan penjara, di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan.

Erwin juga pernah dipanggil Propam Polresta Medan untuk dilakukan pembinaan anggota polisi namun tidak dijalaninya terakhir pihak Polresta Medan mendisersi Erwin Panjaitan. (mag-7)

Gurning Pasrah

Tarik Ulur CEO PSMS

MEDAN-Lambatnya proses penentuan Chief Executive Officer (CEO) PSMS, pasca menggunakan aspek legal klub Bintang Medan, mempengaruhi banyak hal. Pasalnya, banyak nama CEO yang berseliweran. Sebut saja, Wahyu Wahab (manajer Pro Duta FC), Dityo Pramono (CEO Bintang Medan), Benny Tomasoa (mantan asisten manajer PSMS), dan Herman Bangun.

Dari nama-nama ini, Wahyu Wahab disebut bakal berpeluang.

Wahyu diketahui menjadi calon dari konsorsium yang masuk mendanai dan memiliki saham terbesar PSMS saat ini.  Nama mantan Ketua Panpel PSMS ini masuk diduga atas andil Ketua Exco, Sihar Sitorus, yang keduanya memiliki kedekatan saat menangani Pro Duta (dulu Pro Titan). Sedangkan Dityo Pramono yang juga ada kaitannya dengan konsorsium disebut bakal ditarik ke badan liga PSSI.

Sayangnya, mencuatnya nama Wahyu Wahab bakal merusak tatanan ofisial yang sedang disusun oleh pengurus, yang berani menentuan pelatih dan bakal pemain, sementara CEO belum ditunjuk. Sekum pengurus PSMS, yang juga plt ketua umum PSMS, Idris, telah menunjuk Abdurahman Gurning sebagai bakal pelatih PSMS, dan beberapa nama pemain yang diburu oleh pengurus.

Jika Wahyu Wahab terpilih sebagai CEO, maka semua yang sudah dirunut bakal runyam. Ini terkuak, saat wartawan mewawancarai Wahyu Wahab. Dia mengklaim, jika nanti menjadi CEO, dia akan menentukan susunan ofisial sendiri, di mana pelatihnya adalah Dirk Buitelaar (mantan pelatih Pro Titan). Wahyu mengklaim, bukan tidak menyukai Gurning, namun dia butuh pelatih yang bisa membina, bukan melatih skuad yang siap jadi. “Saya perwakilan konsorsium, jika nanti saya yang terpilih, ya saya akan milih head coach sekaligus pelatih jadi manajer. Dan, saya akan memilih Dirk Buitelaar, ya Gurning kan dealnya dengan orang lain bukan dengan saya,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, dia juga akan membawa pemain yang sempat deal dengannya, seperti Faisal Azmi. Pemain ini dibuang dari skuad yang dipertahankan oleh Idris, namun sempat deal bersama Wahyu untuk memperkuat Pro Duta. “Ya, kalau saya jadi di PSMS, Faisal akan saya ajak lagi. Kan kemarin deal-nya dengan saya, karena saya tidak di Pro Duta lagi, jadi dia saya bawa ke PSMS. Itu pun kalau saya jadi di PSMS, kalau enggak ya saya masih di Pro Duta,” timpalnya.

Saat ini, kata Wahyu, PSMS memang dikendalikan konsorsium dan saham PSMS milik konsorsium hampir 85 sampai 90 persen. “Jadi konsorsium punya hak lebih banyak soal CEO ini. PSMS berhak mengurangi saham konsorsium jika mereka berhasil menggaet pengusaha sendiri,” tukasnya.

Wahyu sendiri mengaku, awalnya, agenda pemilihan CEO PSMS akan dilaksanakan selesai timnas Indonesia tanding lawan Iran di Pra Piala Dunia 2014.  Namun, ketika dihubungi kembali, Wahyu mengaku belum dapat kabar pastinya. “Penentuan CEO berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), katanya selesai laga timnas, mungkin tanggal 3 September. Tapi saat ini saya belum ada kabar,” tegasnya.

Sementara itu, bakal pelatih PSMS, Abudrrahman Gurning memilih pasrah dengan kondisi klub pemilik abadi Piala Bang Yos ini. Dia mengatakan siapa pun CEO PSMS ke depan, dia siap dengan risikonya, termasuk dia bukan sosok pelatih yang diinginkan CEO baru. “Saya optimis melatih di PSMS, itu secara pribadi. Namun, jika CEO terpilih, tidak memilih saya dan sudah punya kandidat sendiri, saya enggak bisa paksakan. Karena saya juga belum teken kontrak, ya saya sebenarnya belum punya klub juga,” ungkapnya.

Gurning sendiri, belakangan mulai paham soal pemilihan CEO dan mencoba memahami kondisi. “Saya ditawari secara lisan oleh Idris dan sebelumnya oleh Pak Dityo (Pramono). Jadi, kalau bukan mereka yang jadi CEO, saya standby saja jika nanti enggak jadi,” timpalnya.
Mantan arsitek PSPS Pekanbaru ini, memilih tenang, sebab dia jauh hari memang niat ingin kembali ke keluarganya di Medan. “Niat saya mau kembali ke PSMS, juga karena ingin dekat dengan keluarga, karena enam tahun melatih di luar Medan, jadi selalu meninggalkan keluarga. Jadi enggak akan ada rasa sakit hati saya kalau enggak jadi di PSMS. Meski saya juga ingin semua cepat selesai, agar saya juga tahu bagaimana ke depannya,” tukasnya.
Selain itu, Gurning mengaku, kondisi serupa pernah dialaminya pada 2008. Saat itu kondisinya nyaris sama, saat dia diminta secara lisan, sudah deal harga, namun gagal dikontrak. “Saat itu saya sudah deal harga dengan PKT Bontang, rupanya enggak jadi dikontrak. Ya saya cari klub lain, kemudian dapat di PSPS. Jadi nanti akan cari klub lain kalau enggak jadi, kalau enggak dapat, ya nganggur dulu satu musim. Intinya saya ingin dekat dengan keluarga dulu,” pungkasnya. (net/jpnn)

Hari Ini, PSSI Bertemu FIFA dan AFC

JAKARTA – PSSI sudah mengumumkan format baru kompetisi liga profesional musim depan. Untuk level 1 PSSI akan menerapkan format dua wilayah dengan total peserta 32 tim peserta. Sedangkan level 2 memakai format empat wilayah dengan total 48 tim peserta.

Berkali-kali PSSI menegaskan bahwa format itu sudah direstui oleh AFC. Meski itu tidak sesuai dengan kaidah-kaidah kompetisi profesional. Misalnya kompetisi profesional strata teratas harus satu wilayah dengan peserta maksimal 20 klub.

Tapi PSSI bisa jadi bakal menjilat ludahnya sendiri. Kepada media di kantor PSSI kemarin sore (4/9) Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengatakan bahwa format kompetisi liga professional level 1 musim depan belulm tentu dua wilayah.
Hari ini (6/9), PSSI akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan AFC dan FIFA di kantor PSSI membicarakan kompetisi Liga Indonesia musim depan dan membahas perjanjian yang dibuat Komite Normalisasi (KN) dengan FIFA terkait kelanjutan nasib Liga Primer Indonesia (LPI) menjelang penutupan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo 9 Juli lalu.  “Kompetisi dua wilayah itu belum final. Kita masih menunggu lampu hijau dari AFC dan FIFA,” kata Djohar Arifin.
Apa yang dikatakan Ketua Umum ini mementahkan pernyataan ketua bidang kompetisi PSSI Sihar Sitorus yang sebelumnya menyatakan bahwa pembagian dua wilayah sudah atas restu AFC. “Putusan final apakah kompetisi musim depan satu atau dua wilayah akan kita lakukan dalam rapat pleno exco pada 12 atau 13 September mendatang,” sambung Djohar.

Mantan staf ahli Menpora ini mengungkapkan, PSSI tidak mau liga Indonesia tidak diakui AFC dan FIFA. “Karena itu kami akan bahas langsung persoalan itu dengan AFC dan FIFA pada Selasa pagi,” ungkap Djohar.
Perwakilan FIFA yang akan datang adalah Direktur Pengembangan dan Asosiasi Thiery Regennass serta Direktur Pengembangan FIFA untuk kawasan Asia Domeca Iribaldi, sedangkan AFC akan mengirimkan Sekjen AFC Alex Sosay serta Direktur Hukum AFC James Thomson.

Sementara itu, saat ini perwakilan PSSI dari bidang kompetisi Sihar Sitorus dan Tony Apriliani sedang ke markas AFC di Kuala Lumpur untuk membahas kompetisi musim depan dan melaporkan format kompetisi yang sudah disusun.
Keputusan PSSI yang membagi liga profesional level 1 sendiri mendapat kritikan bertubi-tubi dari berbagai pihak. Sebab banyak kejanggalan. Misalnya, banyak klub kasat mata tidak layak bertengger di kompetisi level tertinggi malah ditetapkan berkompetisi di level 1.

Klub seperti Persidafon Dafondoro yang musim lalu sudah berdarah-darah untuk promosi ke Indonesia Super League (ISL) hingga babak playoff malah terlempar ke kompetisi liga professional level 2. Sementara Bontang FC yang ditaklukkan Persidafon di babak playoff malah masuk ke level 1. (ali/ko/jpnn)

El Loco Merapat ke Persisam

SAMARINDA – Penyerang Christian ‘El Loco’ Gonzales dan pelatih Daniel Rukito, yang musim lalu bekerja di Persib Bandung, hampir dipastikan bergabung ke Persisam Putra Samarinda. Kontrak keduanya akan dilakukan dalam waktu dekat. “Gonzales dan Daniel, 99 persen bersedia ke Persisam. Tinggal kita lakukan kontrak,” kata Presiden Direktur PT Putra Samarinda Indonesia, Harbiansyah Hanafiah, kepada wartawan, Senin (5/9) sore WITA.

Harbiansyah mengatakan, manajemen masih menyesuaikan dengan jadwal El Loco yang saat ini masih berkonsentrasi memperkuat timnas Indonesia di ajang prakualifikasi Piala Dunia 2014 di Grup E. “Nanti setelah di timnas, dia (Christian Gonzales) teken kontrak dengan kita. Begitu juga dengan Daniel,” ujar Harbiansyah.

Sejauh ini, sambung Harbiansyah, rencana kontrak yang dilakukan dalam waktu sesegera mungkin kepada keduanya, tidak menemui hambatan. Tiga hingga enam bulan sebelum kontrak klub 2010/2011 berakhir, pemain berhak melakukan lobi maupun negosiasi dengan klub lain.

“Itu standar kontrak PSSI. Harus dimengerti oleh pemain dan klub,” imbuh Harbiansyah.
Selain El Loco dan Daniel, pemain lainnya yang bakal dikontrak Persisam adalah mantan stopper Semen Padang asal Korea Selatan, Park Chul Hyung.

“Park juga sudah bersedia gabung ke kita di kompetisi tahun ini,” sebut Harbiansyah.
Dijelaskan Harbiansyah, 18 pemain dan 7 pemain Persisam U21 akan memperkuat Persisam di kompetisi musim 2011/2012 mendatang. Tujuh pemain di musim lalu yang masuk dalam 18 pemain tersebut adalah Fandi Mochtar, Djayusman Triasdi, Agung Prasetyo, Akbar Rasyid, Achmad Sembiring, Isdiantoro, Irsyad Aras serta Fajar Legian dan juga Ronal Fagundez.

“Muhammad Roby ke Arema. Tidak ada masalah,” tegas Harbiansyah.
Dengan materi pemain seperti demikian, Harbiansyah menarget Persisam tampil sebagai juara musim kompetisi 2011/2012.

“Harus juara. Kalau tidak juara, buat apa ambil Gonzales. Realistis dan optimistis dengan materi pemain yang ada nanti,” tutup Harbiansyah. (net/jpnn)