Home Blog Page 14745

Zainal Arif Diincar PSPS

PEKANBARU-PSPS Pekanbaru terus melakukan persiapan guna menghadapi kompetisi yang direncanakan dimulai 8 Oktober mendatang. Selain mempertahankan hampir 70 pemain lain, tim Askar Bertuah juga berencana menambah pemain baru, termasuk mengincar Zainal Arif.
Hal tersebut dikatakan pelatih PSPS Mundari Karya ketika dihubungi Minggu (4/9).

Ia mengatakan, melihat materi pemain yang ada saat ini, dirinya sangat membutuhkan beberapa pemain lain untuk mengisi kekosangan tersebut.

“Saya telah mengajukan beberapa pemain untuk memperkuat PSPS musim ini, dan pemain yang saya hubungi sudah menyatakan siap untuk membela PSPS, tinggal saja dari pengurus PSPS apakah mau menerima mereka atau tidak,” terang Mundari.

Pemain yang telah dihubungi Mundari untuk mengisi kekosongan di tubuh PSPS diantaranya pemain nasional Zainal Arif dari Persikabo, Heru Nerli sayap kiri dari Semen Padang, Ahmad Amiruddin posisi sayap dari Arema, Michael Oho bek kiri dari Manado, Ali Khadafi gelandang bertahan dari Bontang, dan satu pemain asing asal Argentina yang musim lalu memperkuat Persih Tembilahan, Leonardo Veron.

“Kita butuh pemain ini dan kalau bisa Djumafo Herman jangan sampai lepas dari PSPS, kalau Veron tidak kita ragukan lagi selam bermain di Persih dia menjadi tumpuan Persih, begitu juga dengan Zainal Arif. Pemain nasional ini sangat kita butuhkan. Kalau mereka semua jadi memperkuat PSPS lengkap lah skuad PSPS musim depan. Kita tunggu saja keputusan manajer karena yang menentukan manajer,” ungkap mantan pemain nasional ini.

Sementara itu, asisten manajer PSPS Boy Sabiri mengatakan pihaknya telah mengikat beberapa pemain lokal. Hanya saja, untuk pemain asing PSPS belum mencarinya, termasuk mendekati Djumafo Herman. Tim berjuluk Askar Bertuah belum melakukan pendekatan dengan Djumafo lantaran pemain ini berencana hengkang ke klub yang mau membayarnya dengan mahal.

Pemain yang sudah dipastikan memperkuat PSPS adalah, Ambrizal, Ade Suhendra, Dedi Gusmawan, Zahrul, Pance Harianto, Daniel Junaidi, April Hadi, Isnanini, Fajar Handika, Fauzal Mubarak dan ditambah dengan pemain-pemain U-21.(net/jpnn)

Tertibkan Bus di Jalan Bromo

085361400xxx

Kepada Yth Kepala Perhubungan Kota Medan, tolong tertibkan bus antar Provinsi jurusan Padang yang masuk Jalan Bromo menjadi macat dan rusak, bus masuk dari jam 08.00 pagi hingga pukul 18.00. Saya meminta agar stop saja izinnya trayeknya yang mudah mengatasinya di terminal Amplas. Apa sudah terminal Amplas ke Jalan Bromo,  kalau tidak tutup saja terminal Amplas.

Kami Teruskan

Terima kasih informasinya, kami akan teruskan laporan ini ke Dinas Perhubungan Kota Medan. Kami beritahukan, sesuai dengan SK Wali Kota Medan ada diatur tentang bus antar kota antar provinsi dilarang masuk ke Kota Medan sesuai dengan pengaturan batasannya. Bila diketahui ada masuk ke wilayah Jalan Bromo, tentunya sangat tidak dibenarkan karena bus hanya boleh masuk melalui lingkar luar Kota Medan yakni Jalan AH Nasution hingga Ring Road, kemudian di wilayah Jalan Panglima Denai hingga ke luar wilayah Kota Medan yakni ke arah Tembung.

Kami juga akan koordinasikan hal tersebut ke instansi terkait untuk mengaktifkan petugasnya di wilayah-wilayah itu.

Khairul Buhari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Ditinggal Mudik, Warnet Dibobol Maling

MEDAN- Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Medan. Kali ini dialami Iboy (20), warga Jalan AH Nasution. Warung Internat (warnet) Red and Black Net miliknya dibobol maling Minggu (4/9) malam. Akibatnya, dia mengalami kerugian berupa 21 unit monitor komputer dan 22 unit CPU senilai Rp88 juta.

Kejadian ini diketahuinya ketika dia dan istrinya Citra, baru pulang mudik Lebaran. Dia kaget melihat pintu warnetnya terbuka dan seluruh isinya sudah lenyap.

“Monitor yang hilang 21 unit dan CPU 22 unit. Kalau ditaksir, total kerugian Rp88 juta lebih dan itu belum termasuk uang voucher permainan game online point blank (PB). Yang sisa itu tinggal 1 unit monitor dan 1 CPU yang rusak. Saya yakin pasti orang yang pernah main di sini, karena dia tahu monitor yang rusak,” katanya.(jon)

Guru Bekerja Saat Ramadan tak Dihitung Lembur

082165267xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota cq Dinas Pendidikan Kota Medan, kami Kepala SD dan sebagian guru selama libur mengerjakan laporan Bos, akreditasi, pesantren kilat, laporan EDS, inventaris barang, mengerjakan SKHU, menulis ijazah dan lain-lain.

Pokoknya kami tidak ada libur. Apakah bekerja seperti ini tidak dihitung bekerja karena alasan libur puasa seperti tercantum di kalender pendidikan? Dihitung libur sehingga uang makan tidak dihitung atau tidak diberi, tolong pengertian dan pertimbangan bapak dari kepala SD dan guru-guru yang setia melaksanakan tugas demi tercapainya program bapak dan program kita semua.

Dikoordinasikan

Terima kasih, kami akan koordinasikan laporan ini ke Dinas Pendidikan Kota Medan. Tapi, untuk diketahui bersama pelaksanaan pekerjaan itu merupakan tanggung jawab kita bersama. Sehingga, kita sebagai PNS sebaik-baiknya tetap bekerja, karena bekerja itu ibadah.

Khairul Buhari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Distributor Sepeda Motor Harus Siapkan Asuransi

MEDAN- Keberadaan sepeda motor di jalan lintas luar kota dalam arus mudik maupun arus balik Lebaran membuat kenyamanan bus lintas di Sumatera Utara terganggu. Pasalnya, sepeda motor tersebut lari dalam kecepatan tinggi dan menyalip-nyalip bus sehingga pengemudi bus selalu nyaris mengalami kecelakaan karena harus menghindari sepeda motor.

Hal ini terungkap saat anggota DPD RI Asal Sumatera Utara (Sumut) Parlindungan Purba melakukan kunjungan kerja ke kantor bus ALS yang didampingi pihak Jasa Raharja Sumut dan Dishub Sumut serta Organda Sumut.

“Saya mengharapkan pihak distributor sepeda motor menyiapkan asuransi kepada konsumen terkait terus tingginya tingkat kecelakaan terhadap pengemudi kendaraan beroda dua di jalan lintas luar kota. Khususnya pada arus mudik menjelang dan setelah Lebaran, kecelakaan terbesar itu dialami pengendara sepeda motor,” ujarnya kepada wartawan di kantor ALS Medan, Senin (5/9). (ila)

Parkir Dikutip Tanpa Karcis

08126396xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan, berapa tarif parkir di Pajak Petisah karena mobil kami parkir dikutip Rp2.000 tanpa karcis. Bagaimana kalau diterapkan seperti Pusat Pasar. Terima kasih.

Kami Cek

Terima kasih informasinya, kami akan cek langsung ke lapangan. Selanjutnya, kami tetap ingatkan kepada pemilik kendaraan untuk tetap membayar parkir dan meminta karcisnya. Apabila tidak ada karcis atau alas an lainnya, maka sebaiknya komunikasikan dengan juru parkir yang ada di lapangan.

Pahmi Harahap
Kabid Perparkiran Dishub Medan

Polisi Incar Tempat Berkumpul Tengah Malam

28 Anggota Geng  Motor Dilepas

MEDAN- Pasca ditangkapnya 30 orang pemuda yang diduga anggota geng motor di tiga tempat di wilayah hukum Polsek Medan Sunggal, akhirnya sebanyak 28 orang itu dipulangkan ke orangtuanya karena tak terbukti bertindak kriminal.

Demikian disampaikan Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Budi Hendrawan  saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (5/9). Menurutnya, ke 28 orang itu dibebaskan karena sudah melalui pemeriksaan aparat kepolisian dan telah dinyatakan tak melanggar tindakan apapun.

Budi menyebutkan, dari 30 orang yang diamankan itu, ada dua yang terpaksa ditahan yakni Ade Irawan (16) dan Muhammad Rafi (16) warga Jalan Kasuari Medan. Keduanya ditahan karena terlibat pencurian sepeda motor sesuai laporan korban yang diterima di Mapolsekta Medan Sunggal.

“Setelah diperiksa Minggu (4/9) kemarin, 28 pemuda dikembalikan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan, kami berpesan orang tua pemuda tersebut jangan memberi izin kembali anak-anak itu keluar, apa lagi mengumpul di atas pukul 24.00 WIB,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan pemberantasan geng motor di wilayah Polsek Medan Sunggal terus dilakukan lebih selektif, khususnya mendatangi setiap gerombolan pemuda yang mengendarai sepeda motor di sejumlah tempat berkumpulan pemuda.

“Kami tetap melakukan secara selektif lagi terhadap gerombolan pemuda pengendara sepeda motor di wilayah hukum kami, kemudian Polsek Medan Sunggal akan bekerja sama dengan Polresta Medan membentuk tim,” tambahnya.
Sementara itu, Polresta Medan sudah memegang identitas kelompok geng motor yakni  40 kelompok geng motor  yang diketahui di Kota Medan, dan geng motor yang sering membuat kerusuhan dan membuat resah masyarakat adalah Esto, RNR07, KPN (Kami Punya Nyali) dan JPM (Jaringan Penyikut Malaikat).

Dari kelompok geng motor yang selalu membuat onar KPN yang menguasai Kota Medan. Diketahui ketuanya seorang mahasiswa berinisial D. Untuk mengantisipasinya, geng motor yang cukup meresahkan itu, Polresta Medan bekerja sama dengan DPRD Medan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Kopertis karena melibatkan mahasiswa.
Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengimbau orang tua harus berperan aktif mengawasi anaknya dan memperhatikan tingkah lakunya. “Lebih baik anak-anak itu bergabung ke IMI, dan saya akan memfasilitasinya,” tambahnya. (mag-7)

PD AMPG Sumut Minta Hakim Bertindak Adil

MEDAN- Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Sumut meminta agar hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) bertindak adil dan bijaksana saat menuntut dua terdakwa penganiayaan abang beradik, anak wakil ketua PD AMPG Sumut, Daulat Manurung.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Pembelaan Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) PD AMPG Sumut, H Solahuddin Nasution SH kepada wartawan, Senin (5/9).

Dia mengatakan kedua abang beradik yang dianiaya itu, Ganda Manurung (31) dan Gandi Manurung (28). Keduanya dianiaya oleh Bob Manurung (70) dan Bambang Manurung (47) saat menjenguk neneknya yang sedang sakit di RS Herna Medan.

Solahuddin menegaskan apalagi sesuai bukti remakan CCTV, maupun keterangan saksi-saksi di persidangan, kedua terdakwa tidak mungkin lolos dari jeratan hukum.

“Jadi kami minta hakim dan JPU agar bertindak seadil-adilnya dan bijaksana dalam memutuskan perkara ini nantinya, karena sudah ada alat buktinya,”ucapnya.

Pria yang menjabat Ketua Karang Taruna Sumut ini juga memaparkan, sidang atas penganiayaan itu masih berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sesuai jadwalnya, sidang lanjutan akan berlangsung Selasa (6/9) dalam agenda penuntutan.

Untuk itu, PD AMPG Sumut dan Karang Taruna tetap melakukan pengawasan terhadap jalannya proses persidangan yang akan digelar di PN Medan ini.

Pemukulan kedua anak pemilik Hotel Menara Lexus itu terjadi pada Januari 2011 sekira pukul 03.00 WIB dinihari di lobi hotel tersebut . Tiba-tiba didatangi kedua terdakwa dan dilakukan pemukulan dengan alasan karena menjenguk neneknya yang sakit di RS Herna. (rud)

Calon Direksi BUMD Pemko Medan Harus Serius

MEDAN- Sepuluh calon direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memenuhi persyaratan diingatkan harus mampu memimpin perusahaan yang dipimpinnya. Jika tidak, enam bulan ke depan posisinya bisa jatuh ke orang lain.
Pernyataan itu disampaikan Plt Direktur Operasional PD Pasar, Irwan Ritonga, Senin (5/9). Disebutkannya, 40 orang calon direksi itu akan di lakukan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ass Ekbang) dan Bapedda Kota Medan. Selanjutnya, dilakukan penilaian bersama panitia dari USU untuk mencari calon pemimpin yang bisa membangun Direksi itu lebih baik.

Dijelaskannya, pelatihan kepemimpinan diikuti 40 orang calon itu akan menentukan 30 orang saja.
Sedangkan untuk ke sepuluh calon Direksi akan dilakukan penilaian langsung oleh Wali Kota Medan.
“Dari 30 calon yang memenuhi persyaratan akan diberikan USU kepada Wali Kota Medan, kemudian Wali Kota  akan melihat dan segera melantik 10 calon itu,” katanya.

Irwan mengingatkan, dua puluh calon yang tidak terpilih mengisi 10 Direksi BUMD jangan berkecil hati. Kesepuluh calon yang tidak dapat memberikan perubahan selama enam bulan akan segera diganti oleh calon yang sudah disiapkan dari ke dua puluh orang tersebut.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, Tim penguji dari USU bersama Asisten Ekbang dan Bapedda akan melakukan pelatihan kepemimpinan terhadap 40 orang calon Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah lulus mengikuti test selanjutnya di USU selama tiga hari dari pada 8, 9 dan 10 September.
“Pelatihan kepemimpinan dilakukan agar tidak terulang lagi seperti yang kemarin, ke 10 Direktur PD itu dipecat semuanya. Jadi kita harus benar-benar menyeleksi ke 10 calon direktur PD tersebut,”ucapnya lagi.
Menanggapi hal itu, Ketua komisi C DPRD Medan, Jumadi mengatakan Pemko Medan harus segera melantik jajaran Direksi BUMD tersebut.

Kemudian meningkatkan kinerja dan kualitasnya. Selama ini persoalan itu ditunggu pasar itu sendiri agar melahirkan pemimpin yang berkualitas.
Menurutnya, pelatihan kepemimpinan yang dilakukan Pemko Medan melalui USU dan Bapedda Medan jangan menjadikan momentum untuk menghambat dan memperpanjang waktu kekosongan di jajaran direksi BUMD milik Pemko Medan itu. (adl)

Ratusan Guru Belum Dapat Tunjangan Sertifikasi

MEDAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut menyatakan telah menyalurkan tunjangan profesi guru di berbagai kabupaten/kota. Sementara, diketahui masih banyak guru yang mengaku belum menerima tunjangan tersebut hingga September 2011 ini.

Sekretaris Disdik Sumut Bahaudin Manik mengatakan, pihaknya telah menyalurkan tunjangan tersebut sejak Agustus lalu.

“Guru mana lagi yang belum dapat tunjangan profesi? 2011 ini tercatat sebanyak 2.755 guru di Sumut baru lulus sertifikasi. Dari 2.755 guru itu, kita sudah menyalurkan tunjangan profesi kepada 2.314 guru. Mungkin guru yang mengaku belum menerima adalah sisa dari jumlah itu,” ungkapnya, Senin (5/9).

Dia menjelaskan, memang ada sekitar 441 guru lagi belum mendapatkan tunjangan profesi itu. Hal disebabkan adanya kesalahan teknis. “Sisanya memang masih dalam pengurusan administrasi. Ada juga yang memang belum diproses karena terjadi kesalahan teknis, yakni memiliki data ganda,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembayaran tunjangan profesi guru pada 2011 ini dibagi dalam dua bagian. Yakni untuk guru yang baru pertama kali menerima dan untuk guru yang sudah pernah menerima tunjangan profesi.
“Untuk guru yang pertama kali menerima pencairannya dilakukan oleh Disdik Sumut. Sedangkan guru yang sudah pernah menerima pencairannya dilakukan oleh Disdik Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Ia meringkaskan, untuk guru yang lulus sertifikasi 2011 tunjangan profesinya dilakukan oleh Disdik Sumut. Sedangkan bagi guru yang lulus sertifikasi 2010, 2009 dan 2008 tunjangannya dilakukan oleh Disdik Kabupaten/Kota.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut, Bambang Winarji mengatakan, kuota sertifikasi guru di Sumut 2011 yang mencapai 23.900 orang, tak terserap maksimal. “Hal ini disebabkan tak sinkronnya data guru yang ada,” katanya.

Dari jumlah tersebut yang terserap hanya 23.315 atau sekitar 97,6 persen. Sementara sisanya akan dimasukkan dalam kuota 2012. Tidak terserapnya jumlah kuota sertifikasi yang diberikan pusat, karena data guru yang diajukan tak akurat. Tak akurat ini disebabkan dalam data itu ada guru yang mutasi, meninggal dan ada data yang tak sinkron,” terangnya.
Jadi, Bambang mengharapkan para guru untuk memperbarui datanya setiap saat.
“Diharapkan Disdik Kabupaten/Kota juga terus memperbarui data gurunya. Banyak data yang tidak sinkron, misalnya, data yang ada guru itu belum sarjana, sementara di tahun berikutnya di data berikutnya sudah sarjana. Maka ditemukan data ganda. Begitu juga dengan masa kerja, ada data guru yang masa kerjanya 20 tahun, padahal ketika diusulkan kembali datanya lebih dari 20 tahun,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Plt Sekda Provsu, Rahmatsyah, saat dikonfirmasi tentang hal ini mengaku belum mendapat laporan.
“Saya cek dulu ke Disdik Sumut, setahu saya tidak ada masalah lagi tentang tunjangan profesi guru ini,” tuturnya. (saz)