Home Blog Page 14757

Pacquiao Bisa Hancurkan Marquez

LAS VEGAS – Kekuatan dan kondisi Manny Pacquiao menurut pelatih tinju Alex Ariza terlalu unggul bagi Juan Manuel Marquez untuk menjalani pertarungan jilid tiga di MGM Grand di Las Vegas, Nevada 12 November mendatang.
Usia Marquez yang kini tengah menginjak 38 tahun bakal membuat petinju asal Meksiko itu kesulitan berhadapan dengan Pacman yang berusia 32 tahun.

“Marquez akan dapat dihancurkan oleh Pacquiao jika dia ingin pergi ke sana dan menghadapinya dengan terbuka, dia (Pacquiao) akan mampu melakukan itu. Dia memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk melakukan itu,” ungkap Ariza seperti dilansir Fighthype, Kamis (25/8).

“Saya pikir Pacquiao memiliki keuntungan dalam berat badan sedangkan Marquez harus naik dua divisi berat untuk menjalani pertandingan ini. Usia cukup berpengaruh, walaupun saya yakin pertarungan nanti akan tetap seru,”ucapnya.

Sementara itu, menurut pengamat tinju AS Chris Williams, Pacquiao tak akan mudah menjatuhkan Marquez. Kalaupun petinju asal Filipina itu berhasil menang, kemenangan akan diraih melalui 12 ronde atau kemenangan angka.
“Pacquiao tidak bisa menjatuhkan Antonio Margarito, Joshua Clottey dan Shane Mosley. Apa yang membuat Anda yakin tentang kekuatan Pacquiao di kelas welter? Terakhir kali ia menang KO dua tahun lalu melawan Miguel Cotto, di welter ringan,” terangnya.

“Saya tidak berpikir Marquez akan jatuh sebelum ronde 12. Pacquiao tidak akan dapat menghentikan petinju yang lebih baik seperti Marquez. Itu tidak terjadi, dan dia tidak akan menghancurkan Marquez atau omong kosong seperti seperti itu,” tukasnya.

Ketika tampil di kelas welter, mulai banyak yang meragukan kemampuan Pacman untuk menjatuhkan lawan-lawannya seperti di kelas-kelas sebelumnya. Pacquiao dianggap kehilangan kemampuannya dalam bergerak di atas ring.
Pertandingan jilid pertama antara Pacquiao dan Marquez berakhir imbang.  Parta jilid kedua, Pacquiao hanya menang angka. (net/jpnn)

Momok di Indianapolis

INDIANAPOLIS – Sirkuit Indianapolis Motor Speedway, atau biasa disebut Indy, sudah tiga musim menggelar balapan MotoGP. Namun, sejumlah insiden sudah lahir di sana.

Indy mulai menggelar balapan MotoGP sejak 2008 lalu, dengan melahirkan tiga pembalap berbeda setiap musimnya: Valentino Rossi (2008), Jorge Lorenzo (2009) dan Dani Pedrosa (2010).

Selain lahirnya suka cita tatkala merayakan kemenangan, Indy juga memunculkan sejumlah peristiwa. Berikut kejadian di Indy yang pernah melibatkan lima pembalap teratas di klasemen saat ini, seperti dikutip Eurosport.

Casey Stoner finis di posisi empat di Indianapolis pada 2008 setelah memulai dari posisi dua. MotoGP Indianapolis 2009 adalah satu dari tiga seri balapan yang tidak bisa dilakoni Stoner karena cedera. Tahun lalu Stoner start di posisi enam, menyamai hasil kualifikasi terburuknya tahun itu. Stoner menjalani start buruk di Indy tahun lalu dan ia mengakhiri lap pertama di posisi sembilan, lalu crash di lap tujuh setelah sempat naik ke posisi enam.

Jorge Lorenzo. Pembalap Yamaha ini dari tiga seri di Indy sejauh ini, selalu mampu hadir di podium. Finis ketiga Lorenzo di 2008 adalah podium pertama untuknya dalam sebah balapan basah untuk kelas balapan Grand Prix. Pada tahun 2009, Lorenzo menang dengan selisih sembilan detik lebih setelah mulai memimpin balapan sedari lap sembilan. Tahun lalu Lorenzo start dari posisi dua dan memulai balapan dengan buruk sehingga mengakhiri lap pertama di posisi lima. Ia akhirnya bisa finis di posisi tiga.

Andrea Dovizioso. Pada 2009 Dovizioso finis di posisi empat, tertinggal setengah detik dari pembalap yang naik podium, setelah hanya menuntaskan kualifikasi di posisi delapan. Tahun lalu Dovizioso finis di posisi lima setelah melakukan start bagus dan mengakhiri lap pertama di posisi dua, sebelum akhirnya tercecer perlahan-lahan.

Valentino Rossi. Kemenangan Rossi di Indy pada 2008 membuatnya mencatat kemenangan ke-69 di kelas primer, satu kemenangan lebih banyak dari Giacomo Agostini yang sebelumnya memegang rekor dalam hal ini untuk 32 tahun. Di 2009, Rossi crash di tikungan kedua pada lap 10, setelah kehilangan posisi terdepan dari Jorge Lorenzo di lap sebelumnya. Tahun lalu Rossi crash tiga kali di Indy di FP2, di sesi kualifikasi dan pemanasan Minggu pagi. Rossi finis di posisi empat di Indy tahun lalu, setelah start dari posisi tujuh. (net/jpnn)

Mudik, Lapor Kepling

Camat Diperintahkan Data Warganya

MEDAN-Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui setiap kecamatan mengimbau kepada seluruh warganya untuk melaporkan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat bila akan meninggalkan rumah untuk mudik. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian, kebakaran dan tindak kejahatan lainnya.

“Itu semua sudah di perintahkan kepada setiap camat di wilayahnya masing-masing untuk mendata warganya yang akan mudik, karena meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong,” ujar Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri, Kamis (25/8).

Camat Medan Amplas, Eldiyati sudah memberitahukan kepada setiap keplingnya untuk mendata warga. “Warga yang mau mudik harus melapor ke kepling. Hal itu juga untuk mengetahui warganya mudik kemana dan itu membantu keplingnya apabila adan kekurangan,”kata Eldiyanti.

Diharapkannya, partisipasi masyarakat untuk melaporkan dan memberikan data yang diperlukan kepada kepling. “Bila warga nantinya tak ada yang mau melapor, terpaksa kepling akan melakukan pendataan door to door,”bebernya seraya menambahkan kalau datanya nanti diperoleh akan dolaporkan kepling ke kecamatan.

Sedangkan Camat Medan Area, Aidal Fitra menambahkan kalau pihaknya sudah melakukan pendataan yang diperintahkannya dari lurah sampai ke kepling. “Kita sudah melakukan pendataan, imbauan yang dilakukan dari lurah sampai ke kepling sudah berjalan. Imbauan yang kami lakukan adalah memberitahukan kepada warga yang akan mudik untuk melaporkan tujuan kemana dan bila perlu kunci rumah mau dititip ke tetangga atau ke kepling kita juga harus tahu,”ucapnya singkat.

Sementara, Ahmad Rinaldi, warga lingkungan I Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia mengatakan mendukung program yang dilakukan Pemko Medan dengan melakukan pendataan terhadap warganya yang ingin mudik.
“Kalau warga sudah didata itu sangat membantu mengurangi tindak kejahatan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Dimana, bila rumah sedang kosong kita tak tahu apa saja yang terjadi di rumah tersebut. Jadi kita bisa mengantisipasinya,” kata Inal.(adl)

Gindo Dipanggil Usai Lebaran

Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Berat Dinas Bina Marga Medan

MEDAN-Setelah diperiksa selama 11 jam, terhitung sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB, dan dijejali dengan 19 pertanyaan oleh Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat, Selasa (24/8) lalu, Tipikor Polda Sumut kembali berencana melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Mantan Kadis Bina Marga Medan Gindo Maraganti Hasibuan.

Sayangnya, pemanggilan itu terbentur dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah.

“Pemanggilan dan pemeriksaan tetap akan dilakukan. Namun berdekatan dengan Lebaran, kemungkinan setelah Lebaran baru kita panggil lagi,” terang Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus)n Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos, Kamis (25/8).
Ditegaskannya, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Gindo setelah Lebaran itu, masih dalam kapasitasnya sebagai saksi. Namun bukan tidak mungkin, status itu bisa segera naik menjadi tersangka. Apalagi, kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gindo bukan hanya kasus pengadaan alat berat, tapi juga aspal dan drainase.

“Gindo ini bukan hanya kasus pengadaan alat berat saja, tapi kasus dugaan korupsi aspal dan drainase. Dimana di ketiga kasus tersebut, Gindo merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Satu kasus selesai, akan masuk ke kasus yang lainnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, dugaan korupsi pengadaan alat berat seperti tiga unit backhoe loader, satu unit motor grader dan satu unit asphalt mixing plat yang bersumber dari APBD-PAPBD Pemko Medan TA 2009, dengan kerugian negara sebesar Rp2 miliar di Dinas Bina Marga Medan.(ari)

PLN Harus Bangun Pembangkit

Surya Tarmizi Kasim

Selama Ramadan arus listrik terkadang padam. Padahal, jika ditilik ulang PT PLN pernah bilang bila selama Ramadan ini pihaknya tidak akan memadamkan listrik demi kekhusukan umat Islam dalamn menjalankan bulan puasa. Apa tanggapan pengamat? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Sumut Pos Ari Sisworo dengan Pengamat Kelistrikan Sumut Surya Tarmizi  Kasim.

Apa pendapat Anda tentang matinya aliran listrik saat Ramadan?
Dalam hal ini kita harus memberi penilaian yang fair. Persoalan padamnya listrik itu wajar. Karena hal ini berkaitan dengan teknis. Mesin pembangkit bisa mati, rusak atau sebagainya. Kemudian, dari daya yang dialirkan ke masyarakat atau pelanggan lebih banyak, dari daya yang dimiliki. Konsumen misalnya ada 1.000, sementara cakupan atau persedian daya listrik hanya bisa diberikan kepada 500 konsumen. Itu misalnya.

Bagaimana dengan janji PLN untuk tidak memadamkan listrik selama Bulan Ramadan?
Ini yang kita sayangkan. Seharusnya PLN atau pun pemerintah, tidak usah mengumbar janji. Pahami dulu kondisi yang ada. Kalau memang kita masih defisit, kenapa harus memberikan janji-janji segala.

Siapa yang harus bertanggungjawab?
Pemerintah dan PLN harus bertanggungjawab. Bukan hanya pemerintah atau PLN di pusat saja, tapi pemerintah atau PLN yang ada di tingkat daerah. Karena apa, hal ini secara otomatis merugikan masyarakat.

Apa yang harus dilakukan PLN?
Mau tidak mau menambah daya yang dibutuhkan. Yang pastinya, pembangunan pembangkit-pembangkit listrik. Nah, di sini lah letak persoalannya. Ketika pemerintah atau PLN hendak membangun pembangkit listrik, tapi malah banyak tentangan dari berbagai pihak. Jadi, bagaimana mau diselesaikan kalau terus-terusan ada konflik. Maka dari itu mari kita bersikap dewasa, bersih serta jujur. Agar semua persoalan, terutama mengenai listrik ini bisa teratasi.(*)

Tertibkan Orang Kurang Waras

08126395xxx

Yang terhormat Bapak Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan, di masjid Al-Istiqamah Jalan dr Mansyur Medan, ada orang tidak waras tinggal (menginap) sejak 3 bulan yang lalu, semakin hari semakin meresahkan jamaah dan beraroma tak sedap, sudah kami upayakan untuk menyuruhnya pergi namun dia melawan, untuk itu kami mohon kiranya Bapak dapat membantu kami mengatasinya. Atas bantuan bapak, kami ucapkan terima kasih. (Amran Sinulingga / Sekr. BKM Al-Istiqamah).

Laporkan ke Camat

Terima kasih informasinya, kami segera koordinasikan hal itu ke instansi terkait. Selanjutnya orang kurang waras itu akan dibawa ke panti rehabilitasi. Kemudian, kami juga minta kepada warga untuk berkoordinasi ke camat setempat.

Khairul Buchari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Sangita Pramuka Akasha Juara Pukul Bedug

MEDAN-Kelompok siswa dan mahasiswa yang tergabung dalam Sangita Pramuka Akasha Perbaungan berhasil menjuarai lomba memukul bedug yang diselenggarakan di Ramadhan Fair.

Kemenangan tersebut tak disangka-sangka oleh 6 penggebuk beduk. Pasalnya, keikutsertaan mereka awalnya hanya untuk coba-coba dan tidak mengharapkan untuk menjadi pemenang. “Kita jauh-jauh datang ke mari (Ramadhan Fair) hanya ingin mendengar gema Ramadhan Fair yang sudah sangat terkenal,” ujar Fachdial, salah satu anggota Sangita Pramuka Akasha.

Tapi, katanya, ternyata mereka berhasil meraih juara pertama. Kelompok ini mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan voucher.

“Perlombaan memukul beduk selalu kita adakan, bahkan sejak Ramadhan Fair hadir, perlombaan ini selalu masuk dalam agenda,” ujar panitia Ramadhan Fair, Ichan. Untuk tahun 2011 ini ada 7 kelompok yang mengikuti lomba pukul beduk. Semua peserta tak hanya memukul beduk tetapi suara dan teknik memukul beduk juga harus diselaraskan. Selain lomba memukul beduk juga ada lomba busana muslim, azan dan lainnya. (mag-9)

Malam Ganjil, Dianjurkan Itikaf

MEDAN- Seribuan umat muslim menggelar itikaf (berdiam di masjid) bersama Menteri Komunikasi dan Informasi Ir H Tiffatul Sembiring dan Plt Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho ST, Selasa (23/8) dinihari di Masjid Agung Medan.

Prosesi itikaf itu merupakan bagian agenda kedatangan Menkominfo ke Medan, dalam rangkaian peringatan Nuzul Quran yang digelar di Masjid Agung Medan. Usai mendengarkan ceramah dari Tifatul Sembiring, Senin (22/8) malam, ratusan jamaah baik laki-laki maupun perempuan mulai mempersiapkan diri melaksanakan itikaf di sisi bagian dalam maupun bagian teras luar masjid.

Imam Masjid Agung Medan, Dr H Abdullah AS mengatakan, di setiap malam ganjil, sepuluh hari terakhir Ramadan, Masjid Agung Medan memang memfasilitasi jamaah yang ingin beritikaf di Masjid. Mulai dari panduan zikir, baca Al Quran, salat tahajud berjamaah hingga makan sahur.

“Khusus malam ini, karena bersama Pak Menteri dan Pak Plt Gubernur, jumlah jamaah yang hadir lebih ramai. Biasanya pada malam ganjil sebelumnya hanya berkisar 340 jamaah, malam ini jumlahnya hampir seribu jamaah,” ujarnya.(ril)
Khusus untuk malam itikaf bersama Menkominfo dan Plt Gubsu tersebut, proses zikir berjamaah hanya dilakukan satu gelombang sebelum tahajud. Sementara setelah salat tahajud, proses zikir berjamaah diganti dengan bertahannuz (menyendiri). Yakni proses menyendiri bermuhasabah maupun berdoa memohon keampunan dan mendekatkan diri kepada Allah di dalam Masjid.

Pada pelaksanaan salat tahajud berjamaah pada malam itikaf itu, Tifatu bertindak sebagai imam. Usai melaksanakan salat tahajud berjamaah, Plt Gubsu dan Menkominfo melanjutkan ibadah dengan membaca Al Quran di mihrab bagian depan dalam masjid, hingga menjelang sahur.

Selain diikuti hampir seribuan jamaah, itikaf malam ke-23 Ramadan di Masjid Agung Medan itu diikuti Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Anshori Siregar dan Chairul Apt. Terlihat hadir sejumlah pengurus DPW PKS Sumut, Ketua Umum HM Hafez Lc MA, Sekretaris Umum Satrya Yudha Wibowo serta Anggota Fraksi PKS DPRD Sumut dan Kota Medan. Usai bersantap sahur dan salat subuh berjamaah, Plt Gubsu beserta masyarakat jamaah itikaf, satu per satu meninggalkan masjid, melanjukan aktivitas kerja seperti biasa.(ril)

Gagal Lebaran Bersama Keluarga

Satpam yang bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Iqbal Mubarok (29), tak bisa merayakan Lebaran bersama keluargan Pasalnya, warga Jalan Mantri, Kampung Aur, Medan Maimun itu ditangkap polisi saat mengedarkan sabu-sabu tak jauh dari kediamannya, Kamis (25/8).

Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga paket kecil sabu-sabu, satu timbangan elektrik, uang Rp28 ribu, 100 plastik kecil dan dua bong.

Pengakuan tersangka, dia nekat menjadi pengedar karena desakan kebutuhan ekonomi. Iqbal berdalih gaji sebesar Rp750 ribu per bulan yang dia peroleh sebagai satpam di BPN Sumut tidak mencukupi.
“Gaji yang diterima tidak mencukupi untuk sebulan, terpaksa mengedarkan sabu-sabu. Itupun baru dua minggu menjualnya,” kata Iqbal.

Dari keterangan yang dihimpun, tersangka sudah lama mengedarkan sabu-sabu di sekitar rumahnya hingga menimbulkan keresahan masyarakat. Hal itu membuat warga resah, dan pada akhirnya melaporkan ke polisi. Berdasarkan ciri-ciri tersangka yang dibeberkan warga polisi berpakaian sipil kemudian melakukan pengintaian dan akhirnya menangkap Iqbal saat menunggu calon pembeli.

Melihat kehadiran polisi tersangka kalang kabut dan sempat berupaya menghindar. Namun, polisi tak mau kalah sigap dan langsung melakukan penangkapan. Saat digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti.

Kepada penyidik Polsekta Medan Kota, Iqbal mengaku sabu tersebut didapat dari R, warga Perumnas Helvetia. Barang bukti dibeli dari R dengan paket seharga Rp200 ribu. Kemudian, pelaku memecahnya menjadi lima paket kecil dijual masing-masing seharga Rp50 ribu.

Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, SiK sangat menyayangkan oknum satpam merangkap sebagai pengedar sabu. “Padahal seorang satpam tugasnya membantu polisi, tetapi malah melanggar hukum,” sebutnya.(ari)

Pemeriksaan Saksi Ahli Dua Hari

Kasus Dugaan Korupsi di Politeknik Negeri Medan

MEDAN- Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut yang berangkat ke Jakarta hingga Kamis (25/8), masih meminta keterangan saksi ahli di Jakarta terkait kasus dugaan korupsi di Politenik Negeri Medan (Polmed).
“Sampai hari ini (kemarin, Red), kami masih memintai keterangan saksi ahli. Jadi belum bisa menyimpulkan. Besok (hari ini, Red), saya baru pulang ke Medan. Besok baru ada perkembangannya,” ujar Kasubdit III/Tipikor Polda Sumut AKBP Verdy Kalele, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (25/8).

Saat ditanya, siapa saksi ahli yang diperiksa itu, Verdy enggan menyebutkannya.
Hal tersebut juga dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, yang ditemui Sumut Pos di Mapoldasu pada hari yang sama.

“Pemeriksaan saksi ahlinya masih berlangsung. Kita tunggu hasilnya nanti setelah pulang,” jawabnya.
Saat ditanya, kapan rencana pemanggilan kembali terhadap Direktur Polmed ZL, Sadono menyatakan, kemungkina pemanggilan tersebut dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri 1423 Hijriyah.

Dalam kasus ini, diketahui adanya dugaan penyelewengan dana proyek pengadaan alat peraga laboratorium Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan senilai Rp2,1 miliar.

Ditemukan adanya kejanggalan pada proses tender pengadaan alat peraga laboratorium dan bengkel Jurusan Elektro Polmed tersebut. Dimana, pemenang tender CV Karya Medika tidak melakukan tugasnya melaksanakan proyek secara benar. Panitia juga dinilai melanggar Keputusan Presiden RI nomor 80 tahun 1983.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumut menyatakan proyek ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar dari total Rp4,5 miliar yang dianggarkan.
Penyidik menilai telah terjadi pelanggaran sebagaimana diatur pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 sub pasal 11 sub pasal 12 huruf a dan b UU RI No 31 tahun 1999 perubahan atas UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara itu, pihak Polmed Medan berdalih seluruh proses proyek berjalan sesuai keputusan presiden (Kepres) Nomor 80 tahun 1983.(ari)