30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 1478

Desa BRILian Kelapa Terdampak Pandemi, Pelaku UMKM Berjuang Pulihkan Penghasilan

Pekerja memisahkan daging dari tempurung kelapa.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Ketidakpastian jenis risiko dominan terjadi pada aktivitas supply chain pelaku usaha termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Supply chain dapat diartikan jaringan antara pelaku usaha dan pemasoknya untuk memproduksi dan mendistribusikan produk tertentu kepada pembeli akhir.

Seperti halnya usaha yang ada di Desa Lubuk Palas Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan. Usahanya memproduksi kelapa bulat (sering dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil santan) diolahnya untuk mengambil daging buah, kemudian dijualnya kepada pabrik yang ada di Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara.

Usaha yang dimiliki Johan Silitonga (37) menjual produk daging kelapa yang putih saja. “Sudah dibersihkan dari kulit ari yang bewarna coklat kehitaman dan dibuang air kelapanya,” ujarnya kepada awak media (25/5)

Dua bulan terakhir, ia mengambil kelapa dari langganannya ke Kota Padang. Dua kali pengambilan diangkut menggunakan truknya bermodal 50 Juta. Proses produksi berjalan, ia mengaku mengalami kerugian 7 Juta.

“Sudah dipotong biaya upah 60 orang anggota saya bang. Mereka saya bayar per hari,” jelas pria bemarga Silitonga ini.

Sebanyak 60 orang pekerja termasuk pekerja yang tugasnya memisahkan sabut kelapa dari tempurung, lalu memisahkan daging kelapa dari tempurungnya, kemudian membersihkan kulit ari dan mencuci daging kelapa.

Desa BRILian kelapa terdampak pandemi

Dikatakan Desa BRILian jika transaksi yang dilakukan sekumpulan pelaku usaha menggunakan jasa perbankan yang sama.

Hal tersebut dijelaskan oleh Mantri BRI Unit Air Joman, Ebenezer kepada awak media.

Pelaku usaha tidak hanya satu bidang atau kami kenal dengan sebutan klaster, namun beberapa klaster juga bisa. Jika UMKM suatu desa menggunakan jasa perbankan yang sama maka sebutan inilah yang dikenal Desa BRILian.

Kemudian obrolan berlanjut ke pemilik usaha kelapa, Silitonga bercerita bahwa putaran usahanya terkendala. Saat ini harga kelapa putih 6.200/Kg sedangkan pada harga normal harganya berkisar 6.500/Kg.

Dirasa merugi, ia sepakat bersama istrinya untuk memilih menunda kegiatan bisnis sampai harga sudah mendekati harga normal. “Kalau hitungan omsetnya balik modal, kami jalankan ini bang. Karena banyak juga karyawan yang harus diperhatikan penghasilannya,” jelasnya.

Ia mengaku bahwa bisnis yang sudah ditekuninya selama 6 tahun memasuki masa-masa paling sulit. Dari masa pandemi sampai sekarang, hari ini dirasa paling anjlok. Harga pembelian tak sesuai dengan harga penjualan. “Informasi yang saya dengar bahwa pengepul kelapa di Kota Padang banyak menjualnya ke pengusaha asal Kota Pekan Baru. Jika harga pabrik penjualan kami sesuai, kami berani menawar tinggi harga kelapa bang,” ujar ayah 1 anak ini.

Pada putaran normal, selama ini ia meraup omzet 50 – 80 Juta/bulan. Omzet sebesar itu ia hitung jika pengelolaan kelapa 250 ton. Ketika itu truk yang dimilikinya pun sering pulang pergi lintas Asahan – Kota Padang untuk menjemput kelapa.

Kini, Limit pinjaman yang berasal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Air Joman Kantor Cabang Kisaran sebesar 375 Juta cukup membantu usaha yang dijalankan Silitonga. Pinjaman berjenis Kupedes Piloting diterimanya pada Bulan Januari 2023 dipergunakan dengan tujuan mengembangkan usaha dan membeli tanah bersebelahan dengan lokasi usahanya.

Permodalan dari Bank dirasa cukup membantu. Hal ini akan dimaksimalkannya untuk bangkit dari situasi sulit seperti sekarang ini. Ia berharap usahanya dapat kembali berjalan normal dan harga penjualan naik ke angka 6.500/Kg .

Selama ini, ia bersama istrinya sudah berupaya menjajaki informasi dari media sosial. Komunitas usaha dan informasi sudah sering ia gali. Hasilnya, ia menjajaki peluang pengambilan kelapa dari Provinsi Aceh.

Ia juga memiliki BRImo yang digunakan untuk transfer pembelian ke pengepul kelapa dan mengecek pembayaran dari pabrik.

Hasilkan Arang dan Jual Kulit Ari Kelapa

Selain menghasilkan daging kelapa, ia memperoleh penghasilan tambahan dari pengolahan tempurung kelapa menjadi arang. Proses pembakaran terletak di belakang lahan yang sama berukuran 20 x 80 m.

Silitonga bekerja sama dengan agen arang yang tinggal di dekat rumahnya. Saat ini harga arang 4.800/Kg. Untuk harga normalnya 5.500/Kg.

Ia sembari menunjukkan tempat pembakaran dan mengajak kami ke gudang arang tepat di belakang tempat tinggalnya. Terlihat puluhan karung yang berisi arang tersusun di gudang.

Selain arang, ia juga menjual kulit ari kelapa. Kulit dari daging buah berwarna cokelat ini ia jual dengan harga 2.700 /Kg.

Silitonga bercerita tidak akan berpangku tangan dengan kondisi usahanya saat ini. Ia sudah berkomunikasi dengan agen kelapa asal Aceh dan berencana akan berangkat dalam pekan ini. (dat/tri)

Pemko Medan Bangun Sistem Pembangunan Berbasis Anak

KEGIATAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid Evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2023 oleh pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di Hotel Santika Dyandra, Kamis (25/5). 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) terus berusaha menjadikan Medan menjadi Kota Layak Anak (KLA). Usaha ini tentunya didahului dengan membangun sistem pembangunan berbasis anak.

 Demikian dikatakan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid Evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2023 oleh pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di Hotel Santika Dyandra, Kamis (25/5/2023).

“Untuk itu kita harus bisa mengintegrasikan komitmen dan sumber daya yang dimiliki pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan, terutama dalam membuat kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak dan untuk melindungi mereka,” ujar Bobby Nasution dalam kegiatan yang diikuti unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), Kepala Bappeda Benny Iskandar, dan segenap pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan itu.

Dalam kegiatan yang dibuka Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dra Elvi Hendrani dan tim verifikator.

   Bobby Nasution menyebutkan, Pemko Medan berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin terpenuhinya minimal 10 hak anak. Kesepuluhnya meliputi hak mendapatkan identitas, mendapatkan pendidikan, bermain, mendapatkan perlindungan, rekreasi, mendapatkan makanan, mendapatkan jaminan kesehatan, mendapatkan status kebangsaan, berperan dalam pembangunan, dan mendapatkan kesamaan.

  Menurutnya, sepuluh hak ini ditambah berbagai hak yang nantinya dapat berkembang sesuai tahapan perkembangan setiap anak, akan bisa menjadi indikator untuk menjadikan Kota Medan sebagai Kota Layak Anak.

“Anak-anak merupakan bagian penting masa depan sebuah bangsa. Meskipun kini kita dalam proses pembangunan, saat ini bukan saatnya kita melupakan hak-hak anak. Kita harus berupaya untuk memberikan hak mereka melalui pembangunan Kota Layak Anak di Kota Medan,” tegas Bobby Nasution.

 Bobby Nasution menyatakan, Rencana Aksi Daerah Kota Layak Anak Kota Medan Tahun 2022-2026  bukan hanya bertujuan untuk berpartisispasi dalam pembangunan secara nasional maupun global, namun juga demi melindungi hak anak agar merasa bahagia, aman, dan nyaman selama masa tumbuh kembang mereka sehingga nantinya mereka bisa menjadi generasi emas yang akan mengisi era Indonesia Emas 2045.

 Dalam penyelenggaraan kota layak anak ini, selain mengalokasikan anggaran untuk kelembagaan dan lima kluster dalam Tim Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Medan, Pemko Medan telah menerbitkan berbagai peraturan dan kebijakan. Produk peraturan itu antara lain Perwal Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak, SK Wali Kota Medan Nomor 463/15K tentang Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Medan, Perwal tentang Rencana Aksi Daerah Kota Layak Anak Kota Medan Tahun 2022-2026.

Selain itu Pemko juga telah mempunyai peraturan/kebijakan terkait anak antara lain registrasi anak, fasilitas informasi layak anak, pengembangan anak usia dini holistik dan integratif, infrastruktur ruang bermain ramah anak, rute aman selamat dari sekolah, persalinan, di fasilitas pelayanan kesehatan.

 Selama kurun 2021 sampai 2022 juga terjadi penurunan pernikahan usia anak di Medan. Pada 2021 terdapat 28 anak di bawah usia 17 tahun yang menikah, kemudian pada 2022 menurun menjadi satu anak.

 Dalam kegiatan ini juga dipaparkan, Kota Medan memiliki ruang bermain ramah anak sebanyak delapan. Kedelapannya adalah Rakit Pandawa, Lintasan Berkuda, Delman, Lapangan Sepak Bola, Permainan Luar ruang, Lintasan Sepatu Roda yang berada di Taman Cadika Medan Johor serta Taman Bermain yang berlokasi di Lapangan Pertiwi Medan Barat dan Lapangan Balai Desa Medan Helvetia. Di samping itu, di Medan juga sudah ruang bermain ramah anak berstatus standar yakni Ruang Bermain Taman Beringin di Jalan Sudirman, Medan Polonia.

 Kegiatan ini diisi dengan diskusi sekaligus tanya jawab antara tim verifikator dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dengan pihak Pemko Medan. Setiap pertanyaan pun dijawab pimpinan perangkat daerah Pemko Medan dengan sistematis dan jelas. (rel)

Kajari Nisel Kembali Santuni Kelima Anak Terdakwa Erlina Zebua

Kasi Intelijen Kejari, Hironimus Tafanao dan Kasi Pidum, J. Kristian Telaumbanua, Jaksa, dan staf berfoto bersama dengan terdakwa Erlina Zebua dan Kelima Anaknya. Rabu, (24/5).

NISEL, SUMUTPOS.CO – Setelah berdamai antara korban dengan terdakwa penganiayaan yang telah didamaikan oleh Kajatisu dan Kapoldasu pasca viral, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nias Selatan (Nisel) dan jajarannya kembali mengunjungi keluarga terdakwa Erlina Zebua bersama kelima anaknya di Jl. Nari-Nari Kelurahan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan Rabu, (24/5).

Kunjungan ini dalam bentuk aksi sosial berupa pemberian bantuan dan tali kasih serta perhatian khusus.

Kunjungan kali ini, diinisiasi oleh kepedulian dan rasa kemanusian dari Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa, S.H., M.H dan seluruh jajajaran untuk terus memberi bantuan, support, semangat serta perhatian khusus untuk memulihkan kepercayaan diri dari kelima anak Erlina Zebua als Ina Ayu yang masih sekolah, sehingga anak-anak Erlina Zebua als Ina Ayu dapat melanjutkan kehidupan dengan baik dan menatap masa depan yang cerah serta bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik sehingga bisa menggapai cita-cita mereka.

Bantuan dan tali kasih diserahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa, S.H., M.H yang diwakili oleh Kasi Intelijen Hironimus Tafonao, S.H., M.H dan Kasi Pidum Juni Kristian Telaumbanua, S.H., M.H. Bantuan yang diberikan berupa pakaian sekolah, sepatu, buku tulis, pulpen, baju kaos dan celana diterima oleh kelima anak Erlina Zebua als Ina Ayu sedangkan bantuan sembako berupa beras, telur, minyak goreng, susu, mie instan diterima oleh Erlina Zebua als Ina Ayu.

Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa, S.H., M.H yang diwakili oleh Kasi Intelijen Hironimus Tafonao, S.H., M.H, dalam sambutannya menyampaikan “bahwa tujuan kedatangan Tim Kejaksaan adalah sebagai kepedulian dan rasa kemanusian dari Kejaksaan Negeri Nias Selatan sebagaimana telah disampaikan oleh pimpinan sebelumnya bahwa kelima anak Erlina Zebua als Ina Ayu mendapat perhatian khusus dari Kejaksaan Negeri Nias Selatan, dan akan memperhatikan ketersediaan kelengkapan sekolah, makanan dan kebutuhan lainnya,” imbuh Kasi Intelijen Kejari Nisel, Hironimus Tafanao.

Erlina Zebua als Ina Ayu pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto, S.H., M.H., Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, MSi, Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan yang telah mendamaikannya dengan korban Sowanolo Laia, sehingga ianya tidak ditahan lagi bahkan telah diantar pulang oleh Jaksa kerumahnya dan bisa hidup bersama dengan kelima anaknya, selain itu juga ia berterima kasih atas kunjungan dari Tim Kejaksaan Negeri Nias Selatan, tidak ada balasan darinya selain hanya berdoa agar Tuhan selalu memberkati sehingga kedepan Kejaksaan terus memberikan bantuan dan perhatian khusus kepada kelima anaknya yang masih kecil serta berharap persoalan ini segera selesai sehingga bisa merawat anaknya dengan baik serta kelima anaknya bisa melanjutkan sekolah dan kelak mereka bisa membawa perubahan untuk kehidupan keluarga mereka.

Sementara, kelima anak Erlina Zebua als Ina Ayu terlihat sangat bahagia dan senang dikunjungi oleh Tim dari Kejaksaan Negeri Nias Selatan terlebih atas bantuan yang telah diberikan dan terus berharap agar mereka dianggap sebagai keluarga Kejaksaan.

Kegiatan aksi sosial tersebut dihadiri oleh Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Nias Selatan Hironimus Tafonao, S.H., M.H, Kasi Pidum Juni Kristian Telaumbanua, S.H., M.H, Jaksa dan Staf pada Kejaksaan Negeri Nias Selatan, keluarga Erlina Zebua als Ina Ayu dan warga sekitar. (eud/tri)

Ahmad Zarnawi Kembali Ditunjuk sebagai Plt Bupati Palas

TERIMA: Ahmad Zarnawi menerima SK penghunjukan kembali sebagai Plt Bupati Palas dari Gubernur Sumut, Edy Ramayadi - fajar/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Dalam Negeri (Medagri) Muhammad Tito Karnavian kembali menghunjuk Wakil Bupati Padanglawas (Palas) H Ahmad Zarnawi Pasaribu menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Palas.

Atas kebijakan yang tertuang dalam Surat Mendagri Nomor 100.2.1.3/2402/SJ tanggal 8 Mei 2023 tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi kemudian menerbitkan surat penugasan No 100.1.2/5857 tanggal 23 Mei 2023 kepada Ahmad Zarnawi Pasaribu untuk kembali menjadi Plt Bupati Palas.

Surat penugasan tersebut diserahkan langsung oleh Gubsu kepada Zarnawi di rumah dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (24/5). Gubsu didampingi Sekdaprovsu Arief S Trinugroho dan Assisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung.

Penghunjukan Plt Bupati Palas ini menurut Mendagri dalam surat tersebut berdasarkan surat Plt Dirut RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo No RS.01.01/VII.4/13284/2023 tanggal 18 April 2023 yang menyatakan hasil pemeriksaan kesehatan Bupati Palas Ali Sutan Harahap (TSO) tidak memenuhi syarat untuk menjalankan tugas sebagai Bupati Palas.

Penyerahan surat penugasan oleh Gubsu tersebut disaksikan Kapolres Palas AKBP Indra Yunitra,SIk MSi, Dandim 0212 Tapsel Letkol inf Amrijal Nasution, Kajari Palas Teuku Herijal SH MH, Wakil Ketua DPRD Irsan Bangun Harahap SE dan Sekda Palas Arpan Nasution SSos.

Gubsu berpesan kepada Ahmad Zarnawi Pasaribu, agar menjalankan amanah dengan baik dan Forkopimda setempat diminta mendukung dan mengawal agar pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Palas tetap berjalan baik dan kondusif.

“Bangun kekompakan, utamakan kepentingan rakyat dan dalam mengambil kebijakan mauoun kebijaksanaan harus tetap taat azas dan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku terutama dalam cipta kondisi hendaklah dijaga baik,” pesan Gubsu sembari menegaskan dalam menyikapi kepemimpinan Palas dirinya tidak ada tendensius pribadi melainkan sepenuhnya sesuai ketentuan yang ada.

Sebelum ini Menteri Dalam Negeri meminta RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta melakukan pemeriksaan ulang terkait kondisi kesehatan Bupati Padanglawas (Palas) H Ali Sutan Harahap atau akrab disapa TSO.

Assisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung mengemukakan Intinya saat itu Mendagri minta dilakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh.

Dikemukakan pemeriksaan ulang ini dilakukan Menteri untuk memberikan kepastian hukum bagi yang bersangkutan apakah masih memiliki kemampuan atau tidak memiliki kemampuan secara fisik mau pun mental / psikis dalam melaksanakan tugas dan wewenang sebagai Bupati Palas, guna menjamin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di kabupaten tersebut. (gus/han)

Bank Sumut Perkuat Kolaborasi dengan PUD Pasar Medan Tingkatkan Kebersihan di Pasar

SILATURAHMI: Dirut PUD Pasar Medan Suwarno saat silaturahmi ke kantor Bank Sumut Capem Petisah, Rabu (24/5) - istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kegiatan PUD Pasar Medan dalam melakukan sosialisasi dan edukasi ke pedagang mengenai pen-tingnya menjaga kebersihan, diapresiasi oleh PT Bank Sumut. Oleh karena itu, Bank Sumut mengaku siap berkolaborasi dengan PUD Pasar Medan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Hal ini terungkap ketika Dirut PUD Pasar Medan Suwarno menyambangi kantor Bank Sumut Capem Petisah, Rabu (24/5)n

Kedatangan Suwarno disambut oleh Pemimpin Operasional Bank Sumut Capem Petisah, Donny Irawan.

Pada kesempatan itu, Suwarno menyebut kunjungan tersebut sebagai sarana untuk merajut silaturahmi. Terlebih, kantor Bank Sumut Capem Petisah berada di dekat kantor PUD Pasar Medan.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut, Suwarno yang didampingi jajarannya seperti Kepala Cabang II Budi F Putra Kepala Petisah I Maludin Sidebang dan Kepala Pasar Petisah II Bananda Suandi menjelaskan, saat ini PUD Pasar Medan secara berkelanjutan sosialisasi dan edukasi ke para pedagang mengenai menjaga kebersihan pasar. “Sosialisasi dan edukasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan di pasar,” ucap Suwarno.

Tak hanya mengenai kebersihan, sosialisasi dan edukasi juga dilakukan PUD Pasar Medan perihal sistem digitalisasi. Harapannya, agar pedagang bisa mengembangkan usaha lewat keberadaan market place.

Donny yang mendengar program tersebut mengapresiasi gerakan PUD Pasar Medan. Karena itulah, kata Donny, Bank Sumut siap berkolaborasi untuk mendukung kegiatan PUD Pasar Kota Medan.

“Kami rasa kegiatan positif dari PUD Pasar Medan untuk menggeliatkan kebersihan dan ekosistem digitalisasi di pasar patut di apresiasi. Kami siap berkolaborasi. Kami akan menyampaikan hal ini ke kantor pusat,” ujar Donny yang baru 3 hari menjabat sebagai Pemimpin Operasional Bank Sumut Capem Petisah tersebut. (map/ila)

Bekali Peserta PKN Tingkat II Wawasan Kepemimpinan, BPSDM Sumut Visitasi ke Kabupaten Magelang

PESERTA: BPSDM Sumut saat membawa peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II angkatan IX tahun 2023 untuk visitasi (kunjungan) ke Kabupaten Magelang, Selasa (23/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membawa peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II angkatan IX tahun 2023 melakukan visitasi (kunjungan) ke Kabupaten Magelang.

Hal ini untuk membekali kompetensi dan wawasan para peserta yang merupakan pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, dan beberapa Kabupaten/Kota tentang kompetensi kepemimpinan.

Rombongan diterima langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto di Kantor Bupati Magelang, Jalan Soekarno Hatta Nomor 59 Kota Mugkid Magelang, Selasa (23/5).

Turut hadir Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang Andi Gunawan, Kabid Pengembangan Kompetensi Teknis Inti BPSDM Sumut Gadis Melani Rusli, juga Widyaiswara BPSDM Sumut Jumsadi Damanik.

Kepala BPSDM Sumut, Aprilla Siregar diwakili Gadis Melani Rusli mengatakan, melalui visitasi ini paran

peserta akan diajak untuk memahami pola pikir dan inovasi Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui kunjungan ini, diharapkan para peserta mendapat pengalaman baru yang memiliki daya ungkit bagi peningkatan kompetensinya, terutama dalam memberikan layanan publik dan peningkatan kinerja organisasi dimana dia bekerja,” kata Aprilla dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos, Selasa (23/5) malam.

Selain itu, lanjutnya, tema utama yang diangkat dalam visitasi ini, adalah mewujudkan reformasi birokrasi yang berorientasi pada peningkatan investasi di sektor pariwisata. Tema ini dipilih mengingat kesuksesan Pemkab Magelang yang berhasil menjadikan sektor tersebut menjadi sumber pendapatan andalan daerah. “Kita harus banyak belajar dari bapak ibu Pemerintah Kabupaten Magelang,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto menyambut hangat kunjungan tersebut. Dalam sambutannya, Adi Waryanto mengucapkan selamat datang dan mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya Kabupaten Magelang sebagai tujuan visitasi ini.

“Selamat datang ke Kabupaten Magelang, satu kehormatan bagi kami karena menjadi tujuan visitasi Diklat kepemimpinan tingkat dua ini,” ungkapnya, sambil menjelaskan profil singkat daerah tersebut.

Terkait pengembangan wisata, Adi Waryanto menjelaskan, seluruh potensi pariwisata alam, religi, edukasi seni dan budaya hingga kuliner, telah dikelompokkan ke dalam empat Kawasan Strategis Pariwisata, yang dikelola agar mampu meningkatkan pendapatan asli daerah, terutama kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Blueprint sasaran pengembangan wisata di Kabupaten Magelang adalah untuk menyejahterakan masyarakat setempat. Melalui pemberdayaan sosial ekonomi komunitas, serta meletakkan nilai lebih lokasi wisata itu,” jelasnya.

Melengkapi penjelasan Adi Waryanto, Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Magelang, Andi Gunawan memaparkan strategi pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut. Diantaranya pengembangan produk wisata, peningkatan infrastruktur, promosi dan pemasaran, peningkatan kualitas layanan, wisatawan, pengembangan kemitraan, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga penatakelolaan destinasi.

Mewakili peserta pelatihan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Ilyas S Sitorus mengapresiasi berbagai inovasi sektor kepariwisataan yang telah dikembangkan Pemkab Magelang.

Menurutnya, dengan berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata, Pemkab Magelang telah berhasil mengembangkan wisata melalui pemberdayaan masyarakat.

“Kami melihat, dengan orientasi mensejahterahkan masyarakat, menjadi motivasi kuat bagi Pemkab magelang dalam mengembangkan pariwisata. Karena sektor itu yang paling dekat dengan masyarakat. Kita tentu salut dan apresiasi,” pujinya.

Selain Ilyas, peserta PKN II Kelompok IV juga diikuti Haidir Ka Balai Besar TNKS KLHK, Parlindungan Pane Kadis PMD dan Dukcapil Sumut, Benny Sinomba Ka Bapenda Kota Medan, Baginda Siregar Kadis Dukcapil Kota Medan, Subehi Kadis Kominfo Kota Metro,Tiarli Kadis Dukcapil Kab Simalungun, Teddy Ka Bapenda Kab Labura, Sofie M Saragih Kadis PTSP Kota P Siantar, Maruli Tambunan, Kadis UMKM Kab Simalungun, Said Effendi Kadishub Kab Dumai, Syahruddin Ka Bapenda Kab Bengkalis, dr Janri Dirut RSUD Tarutung Kab Taput, Munarta Ginting Kadis Budporapar Kab Karo, Djamahaen Purba Kadis Perkim Kab Simalungun. (dwi/ila)

Belum Sempat Diperiksa, Robot Akhirnya Tewas

Korban saat ditemukan kritis di Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Binjai Timur.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Suhendri alias Hendri alias Robot (44) warga Jalan dr Wahidin Nomor 42, Lingkungan VI, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai, Rabu (24/5/2023) petang. Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur, Iptu J Sitanggang membenarkan kabar tersebut.

“Ya, jam 15.30 WIB meninggal dunia,” kata Sitanggang.

Menurut dia, penyidik belum sempat mengambil keterangan terhadap korban. Artinya, korban yang mendapat perawatan medis di rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai ini, belum sadarkan diri usai mendapat penganiayaan berat.

“Korban belum sadar, jadi belum dapat ditanya,” tukasnya.

Alhasil, penyidik hanya bermodal petunjuk dari CCTV untuk mengungkap kasus tersebut. Sebab, korban yang diharap untuk digali keterangannya, dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya, korban merupakan mantan narapidana yang baru saja menghirup udara segar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai, Sabtu (20/5/2023). Peristiwa berdarah ini bermula dari korban disebut mengejar terduga pelaku yang berlari masuk ke dalam Warung Bakso Mas Yono.

Namun nahas bagi korban. Pelaku yang melihat sebilah kapak di dalam warung bakso, kemudian mengambilnya.

Kondisi pun menjadi berbalik arah. Korban yang dikejar dengan sebilah kapak, berlari hingga ke Jalan Soekarno-Hatta, Binjai Timur.

Tepat di depan Masjid Taqwa, korban kemudian dibacok di bagian belakang kepala hingga akhirnya roboh. Setelah terduga pelaku membacok korban hingga roboh dengan posisi telungkup bersimbah darah, kapak yang dijadikan alat olehnya dilemparkan ke arah depan Warung Bakso Mas Yono.

Sementara terduga pelaku melarikan diri ke arah perempatan lampu merah Km 19. Oleh warga yang melihat korban bersimbah darah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Binjai Timur.

“Dari rekaman CCTV yang didapat, terduga pelaku hanya seorang,” ujar Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP M Rian Permana, Rabu (24/5/2023).

Diduga ada unsur dendam antara korban dengan terduga pelaku. Namun demikian, polisi belum menyimpulkan hal tersebut.

Korban hingga kini masih dirawat di RSUD Djoelham Binjai. Sejauh ini belum sadarkan diri dengan kondisi 5 luka bacok di bagian kepala belakang.

Diketahui, seorang pria ditemukan dengan kondisi kritis bersimbah darah mengenakan kaus warna hitam di Jalan Soekarno-Hatta Km 18,5, Binjai Timur, Rabu (24/5/2023) pukul 01.00 WIB. Peristiwa berdarah ini menghebohkan masyarakat sekitar.

Bahkan, pengendara yang melintas di lokasi kejadian, menghentikan laju kendaraannya karena melihat gumpalan darah segar yang terus mengalir dari kepala korban. (ted/tri)