26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14827

Libya Kekurangan Air, Warga Somalia tak Makan Sahur

TRIPOLI- Warga Libya yang tinggal di Tripoli makin kesulitan sepanjang bulan suci Ramadan. Pasalnya, hingga kini warga tak bisa menikmati listrik lantaran stok bensin di wilayah itu mulai menipis. Tak hanya itu, warga juga kekurangan air minum.

Sebagian besar warga Libya tak merasa kekurangan bahan pangan, karena persedian pangan selama bulan Ramadan sudah cukup. Hanya saja, semua bahan pangan yang dikumpulkan itu menjadi sia-sia lantaran
pasokan listrik terhenti. “Makanan yang disimpan itu tidak bisa bertahan lama,  jadi busuk,” ucap Ahmad warga Tripoli dikutip dari ABNA, Selasa (9/8).

Sebelumnya, warga sudah menyampaikan keluhan terkait kekurangan bensin. Bahkan, prediksi warga semakin benar imbas dari kelangkaan bensin itu berdampak kepada krisis listrik dan air makin berkurang di Libya. “Sejak masuknya Ramadan, kami berbuka puasa dengan lilin. Kami tidak dapat menyalakan kulkas karena kekurangan pasokan listrik,” ujarnya.

Di pedesaan Janzur, Khaled  (20)  menyebutkan warga Tripoli tak dapat pasokan air akibat listrik mati.
Sementara itu, seorang ibu di Somalia tetap menjalankan ibadah puasa meski tubuhnya lemah. Apa yang dialami ibu itu juga dilakoni warga Somalia lainnya di pengungsian.
Seorang Imam masjid di Mogadishu Sheikh Ali mengungkapkan rasa cemasnya karena banyak warga Somalia tidak dapat berpuasa lantaran terlalu lemah  “Kami sudah minta umat Muslim agar membantu warga Somalia yang kelaparan. Warga Muslim tak boleh diam melihat ini,” ujarnya. (bbs/jpnn)

Yingluck: Saya Bekerja untuk Rakyat Thailand

BANGKOK – Sensitifnya suhu politik di Thailand tak membuat Perdana Menteri (PM) Thailand, Yingluck Shi nawatra mengeluh. Melainkan, wanita ber usia 44 tahun itu siap bekerja ekstra untuk seluruh lapisan warga. Bahkan, dia berjanji tak akan bekerja untuk satu kelompok saja.

“Saya tak akan bekerja untuk satu kelompok tertentu, melainkan kerja saya untuk satu negara dan seluruh rakyat Thailand,” tegas Yingluck seperti dikutip The Nation, Selasa (9/8).

PM berparas cantik itu mengaku menjadi perdana menteri perempuan tentunya dihadapkan pada tantangan yang berat. Tapi, hal itu bukanlah sesuatu yang menjadi halangan. Karena bekerja untuk seluruh masyarakat adalah komitmen sejak awal maju sebagai PM Thailand.

Tak hanya itu, adik mantan PM Thaksin Shinawatra itu mengakui dirinya memimpin dengan memadukan kekuatan dengan kelembutan serta bersedia mendengarkan keluhan rakyat. “Karena mendengarkan keluhan rakyat bisa lebih kuat,” sebutnya.

PM Thai land ini mendapatkan dukungan dari Kerajaan Thailand, menilai kelembutannya akan membantu dalam memecahkan masalah yang terjadi di Thailand.
Yingluck diusung Partai Puea Thai, menjadi calon kuat karena partainya tersebut menguasai 60 persen kursi Parlemen Thailand.

Dia dianggap bisa membawa kebijakan-kenijakan yang diusung kakaknya Thaksin Shinawatra saat berkuasa. (bbs/jpnn)

Israel Kerahkan Pesawat Pengebom

GAZA – Pasukan Israel mengerahkan pesawat pengebom tak berawak. Sejumlah pesawat itu dikerahkan mengawasi lokasi pertambangan gas alam. Israel khawatir serangan dari pejuang Hizbullah di wilayah itu.

Pesawat pengebom tak berawak akan menjalankan misi pengawasan dan pengintaian di lokasi tambang gas Israel yang terletak di Laut Mediterania. Juli lalu, Israel menyetujui rancangan demarkasi perbatasan maritim di bagian utara Israel yang berbatasan dengan Lebanon. Wilayah itu dinilai kaya akan sumber daya alam berupa gas.
“Lebanon akan tetap hati-hati demi mendapatkan kembali haknya,” ujar Wakil Pimpinan Hizbullah Naim Qassem, seperti dikutip KUNA, Selasa (9/8). (net/jpnn)

Cina Rugi Rp4 Triliun Akibat Topan Muifa

BEIJING -Topan Muifa di Cina tak hanya merugikan korban jiwa, tapi merugikan banyak harta benda. Diperkirakan, akibat bencana itu Cina mengalami kerugian sekitar 3,1 miliar yuan atau lebih dari empat triliun rupiah. Jumlah itu belum tidak termasuk ratusan rumah yang hancur.

Berdasarkan hitungan Komite Pengurangan Bencana Nasional Cina yang diumumkan, Selasa (9/8), bencana menyebabkan 1,35 juta orang dievakuasi, 4800 rumah rusak di pantai timur Cina. Kendati demikian, tak ada laporan korban jiwa. Tapi seorang dinyatakan hilang setelah sebuah perahu tenggelam.

Menurut badan cuaca Cina, kekuatan badai tropis Muifa menurun setelah jatuh di daratan Korea Utara pagi hari ini (kemarin, Red). Dengan berkurangnya kekuatan Muifa, kota pusat bisnis Cina, Shanghai, terhindar dari hantaman langsung Muifa. (net/jpnn)

Rusia Diwarnai Kampanye Bugil

MOSKOW – Sejumlah wanita di Moskow menanggalkan pakaian dan hanya berbikini untuk mendukung Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Dukungan itu dilakukan di tengah meningkatnya kampanye cabul.

Para aktifis menamakan dirinya Gadis Medvedev mengatakan mereka melepas pakaian demi mendukung inisiatif presiden yang akan memotong anggaran terhadap minuman bir. Mereka juga mengundang para warga untuk datang ke Alun-Alun Pushkin menuangkan kaleng bir mereka ke dalam ember-ember yang sudah disediakan. Ketika bir  itu sudah penuh, para wanita ini menanggalkan pakaiannya. Para gadis itu menari-nari mengelilingi ember layaknya penari striptis dengan mengenakan kaus bertuliskan pilih kami atau bir!

“Kami melepaskan pakaian karena acara itu memang dikhususkan bagi para pria muda dan slogannya adalah, Pilih kami atau bir!,” ujar satu Gadis Medvedev.

Seperti dilansir Orange, Selasa (9/8), tak mau kalah dengan para pendukung Medvedev, sekelompok wanita yang menjuluki dirinya Kelompok Pasukan Putin, menanggalkan pakaiannya dan melakukan adegan mencuci mobil yang ditujukan bagi Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin.

Di sisi lain, pihak oposisi menayangkan video yang mendukung Eduard Limonov, satu kelompok oposisi menampilkan wanita dengan mengenakan pakaian mini hitam yang ketat, serta kacamata dan high heels. (net/jpnn)

Rugikan Rp1 Triliun, Proyek E-KTP Diusut

JAKARTA- Proyek pengadaan KTP elektronik (E-KTP) yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dicurigai bermasalah. Polda Metro Jaya mulai menyelidiki setelah menerima pengaduan sebuah LSM yang melaporkan adanya potensi kerugian negara dalam proses tender proyek tersebut.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombespol Sufyan Syarif membenarkan bahwa pihaknya menyelidiki proyek Rp5,8 triliun tersebut.  “Masih dalam penyelidikan. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan, mulai penyelidikan hingga penyidikan. Sudah ada beberapa saksi yang kami periksa, namun belum ada tersangkanya,” kata Sufyan kemarin (9/8).
Sebelumnya, Kemendagri melakukan tender pengadaan barang terkait E-KTP pada Maret 2011. Dalam tender tersebut, ada sembilan perusahaan yang mengikuti lelang. Di antara sembilan perusahaan itu, hanya dua perusahaan, yakni Astra Information Technology dan Percetakan Negara Republik Indonesia, yang memenangkan lelang. Tujuh peserta tender lainnya kalah dalam lelang tersebut. Beberapa pihak menuding panitia lelang tidak melakukan prosedur yang benar dalam proses lelang sehingga panitia memenangkan dua perusahan itu.  Dugaan penyimpangan prosedur  mengakibatkan kerugian negara Rp 1 triliun dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya. (ind/jpnn)

Menikmati Macet saat Mudik

SALIM SEGAF AL JUFRI

Siapa pun pernah terjebak kemacetan saat mudik Lebaran. Tak terkecuali Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri. Menteri asal PKS itu mengatakan pernah terjebak kemacetan hingga berjam-jam saat mudik ke kota kelahirannya, Solo. “Saya pulang (mudik) ke Solo pakai mobil,” kata Salim kepada Indopos (Sumut Pos Group) kemarin.

Dia lantas membeberkan pengalamannya mudik sekitar 10 tahun lalu. Saat itu Salim mudik Lebaran. “Kita kalau macet asik juga meski macet sepuluh kilometer. Sebab, memang sudah kita prediksi akan terjadi macet,” kata Salim.  Salim mudik ke Solo dengan menggunakan mobil karena tidak sempat membeli tiket pesawat maupun kereta. Selain itu, ujar Salim, ada kenikmatan tersendiri mudik dengan menggunakan mobil. Dia bisa berhenti  dan melihat pemandangan indah.(ded/c4/agm/jpnn)

Pemkab Harus Rancang Perda Tata Ruang

MEDAN-Dalam rangka mensukseskan pembangunan Bandara Internasional Kualanamu yang ditarget selesai dan mulai beroperasi pada 2012 mendatang, tentu harus ada rencana-rencana yang digagas Pemprovsu untuk memuluskan pembangunan hingga pengoperasiannya di masa yang akan datang.

Untuk itu Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis menerangkan, pihaknya sudah mendesak Pemkab Deli Serdang untuk segera merencanakan dan membuat Perda tentang tata ruang di sekitar bandara.

“Pemkab Deliserdang harus merancang Perda Tata Ruang untuk menyempurnakan operasional di bandara. Seperti peraturan tinggi bangunan di radius aman penerbangan agar tak mengganggu pesawat saat landing maupun take off,” jelasnya, Selasa (9/8).

Menurut Riadil, pihaknya juga sudah mengajukan pembentukan konsep kerjasama antara Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo (Mebidangro) ke masing-masing pemkab/pemko tersebut.

“Kita berharap pemkab/pemko Mebidangro bisa mengemukakan kerjasama pembangunan kawasan strategik nasional, dalam hal ini daerah sekitar Bandara Internasional Kualanamu. Seperti mendukung pembangunan jalan tol, non tol, arteri maupun pelabuhan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, untuk mendukung hal ini pula, pihak Pemprov sudah mengajukan rancangan aturan pembentukan kerjasama Mebidangro ini ke Presiden. “Rancangannya sudah di pusat, tepatnya sudah di Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). Dan ini sudah memasuki tahap finalisasi, diharapkan dengan terbentuknya konsep ini, pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan strategik nasional bisa menjadi prioritas nantinya,” ujar Riadil.
Sambil menunggu pengesahan tersebut, penyelesaian proyek jalan Medan-Kualanamu tinggal teken kontrak. “Kita harapkan pada Oktober 2011 ini kontraknya sudah diteken oleh pusat. Khususnya Seksi I yakni Pakam-Kualanamu, sedangkan Seksi II Pakam Tebing Tinggi pada 2012 nanti diharapkan semuanya rampung sebelum bandara selesai, baik jalan tol, non  tol juga arteri. Sehingga pada 2012 semuanya sudah bisa dioperasionalkan,” ungkap Riadil.

Riadil kembali mengimbau kepada panitia pengadaan dan pembebasan tanah agar bekerja maksimal. “Kita sedang mempersiapkan penyelesaian administratif, fisik lapangan dan payung hukum. Kita juga berharap Pemkab Deli Serdang mempercepat rencana tata ruang sekitar bandara,” harapnya.

Sementara itu, meski belum selesai dikerjakan dan beroperasi secara resmi, tetapi kapasitas Bandara Internasional Kualanamu yang ditargetkan sebanyak 10 juta penumpang pertahun akan terpenuhi pada 2014, atau dua tahun setelah target beroperasi pada 2012 mendatang.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II  Laurensius Manurung mengatakan, tingginya pertumbuhan penumpang  menjadi faktor utama cepatnya terpenuhi kapasitas terpasang. “Percepatan pengoperasian Bandara Internasional Kualanamu sudah sangat mendesak. Mengingat, Bandara Polonia Medan sudah over kapasitas,” katanya.
Laurensius menjelaskan, over kapasitas tersebut bukan berarti mengabaikan keselamatan penerbangan di Bandara Polonia. “Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap dipastikan aman dari gangguan. Yang tidak bisa hindari dari over kapasitas ini hanya lah dari segi pelayanan yang tidak memadai,” katanya.

Bandara Polonia Medan sendiri memiliki kapasitas terpasang 900 ribu penumpang pertahun. Tapi, seiring dengan pertumbuhan, hingga Juni 2011, jumlah penumpang yang memanfaatkan Bandara Polonia Medan sudah mencapai 3,3 juta orang. (saz)

Usia 70, Calon Jamaah Tak Antre

JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) diimbau lebih optimal dalam menangani jamaah haji. Dari tahun ke tahun, usia jamaah semakin banyak yang tua. Kondisi tersebut membuat mereka masuk dalam kategori resiko tinggi (risti) kesehatannya. Diperparah lagi dengan daftar tunggu yang kian lama.

Hasil paparan survei Badan Pusat Statistik (BPS) mencoba membandingkan kondisi usia jamaah haji pada 2010 dengan 2000. Untuk kelompok jamaah umur 50 hingga  60 tahun, pada 2000 sebanyak 21,64 persen dari total kuota 210 ribu. Sedangkan pada 2010, jamaah kelompok umur 51 hingga  60 tahun melonjak menjadi 30, 59 persen dari total kuota sejumlah 211 ribu.

Peningkatan umur jamaah juga terjadi pada kelompok usia 61 hingga  70 tahun. Pada musim haji 2000, jamaah haji kelompok umur ini sebanyak 11,16 persen. Selanjutnya pada musim haji 2010 jamaah haji dengan usia lebih dari satu abad ini meningkat menjadi 16,41 persen. Berkaitan dengan itu petugas haji harus memberikan perlakuan khusus, semisal tidak antre  d an kemudahan lainnya .(wan/jpnn)

Tertimbun Longsor, 1 Hilang

MEDAN– Sugianto (45), seorang pemancing di aliran Sungai Belawan, Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, hilang tertimbun longsor dari tebing sungai sejak Minggu (7/8).  Hingga Selasa (9/8) sekitar pukul 17.00 WIB, masyarakat sekitar masih melakukan pencarian terhadap korban di lokasi longsor dan aliran Sungai Belawan.

Menurut N.Sembiring, warga disekitar tempat kejadian dan ikut melakukan pencarian mengatakan, ada satu orang yang hilang di lokasi longsor tersebut. Saat itu, sebutnya,  Sugianto bersama keponakannya Andi, asyik memancing ditepi  sungai. Sewaktu larut dalam aktivitas memancingnya, tiba-tiba tanah berbentuk batu besar dari bibir sungai jatuh menimpa korban.

“Dia pergi mancing pada minggu sore, tiba-tiba saja tanah-tanah yang berbentuk batu besar terjatuh dan menimpanya. Sampai saat ini, belum diketahui keberadannya,” sebut Sembiring.

Hal serupa diucapkan Suhartini adik korban, dia mengatakan, minggu sore itu, abangnya pergi mancing bersama keponakannya Andi sembari menungu waktu berbuka puasa. Namun, pada malam harinya, Andi tiba di rumah mengatakan, pamannya tertimbun tanah dari atas bukit Sungai Belawan.

“Malam senin itu, si Andi pulang dan memberi kabar ke saya, katanya paman dia tertimbun tanah dari turunan bukit Sungai Belawan dan kami malam itu langsung turun ke sungai untuk melihat langsung,” terangnya.

Sementara itu, Andi yang merupakan korban selamat saat itu tidak bisa dimintai keterangan terkait hilangnya Sugianto.
Hingga sore kemarin, pencarian korban masih dilakukan oleh masyarakat dengan alat seadaanya.
Direncanakan, pencarian akan dihentikan hingga menjelang magrib, karena saat magrib tiba, air sungai akan meninggi. Warga yang mencari korban di reruntuhan tersebut, hanya 10 orang saja, sehingga evakuasi sedikit terlambat. Keluarga sendiri berharap, Tim Sar turun untuk membantu evakuasi sehingga saudara mereka bisa ditemukan.(dri)