26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14830

El Loco Dekat ke Persisam

SAMARINDA – Striker timnas Christian Gonzales digadang-gadang akan membela Persisam Putra pada Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012.  Apalagi manajemen tim berjulukan Pesut Mahakam itu sudah mengambil langkah-langkah strategis.

Awalnya, manajemen mulai mendekati Daniel Roekito (DR) yang musim lalu melatih Persib Bandung. Kalau DR berhasil diikat kontrak, maka hampir pasti Gonzales akan bergabung di Persisam Putra. Termasuk 2 rekan setim El Loco — julukan Christian Gonzales – di Persib Bandung yakni Miljan Radovic dan Abanda Herman.

Kalau keinginan itu terwujud, banyak yang yakin, Persisam Putra mampu bersaing merebut takhta kasta tertinggi sepak bola Tanah Air. Termasuk menarik minat penonton memenuhi Stadion Segiri kala pertandingan kandang.
Ronald Fagundez misalnya. Gelandang yang membela Persisam Putra 2 musim terakhir ini mengaku yakin Gonzales bakal bergabung.   “Siapa yang tidak setuju pemain seperti dia (Christian Gonzales, Red) bergabung ke Persisam. Tapi belum pasti juga, dia kan harus berbicara terlebih dahulu dengan manajemen,” tutur Ronald.

Publik sepak bola pastinya mengetahui hubungan personal antara keduanya. Gonzales dan Ronald adalah sahabat dekat. Hal ini didasari pada latar historis yakni dilahirkan di Uruguay. Keduanya juga pernah membela Persik Kediri di Liga Indonesia 2005/2006. Baik Gonzales dan Ronald merupakan generasi emas yang sukses mengantarkan Persik Kediri juara musim tersebut.

“Saya kasih tahu ke dia, suasana Persisam sangat kondusif, manajemenya di sini bagus. Saya juga dapat kabar, Gonzales didekati tim-tim besar. Tapi saya yakin, dia mau main di Persisam,” kata Ronald optimistis. (er/ica2/jpnn)

BAZ Sumut Serahkan Zakat Kepada Anak Yatim dan Lansia

MEDAN – Sebanyak 174 anak yatim dan 128 orangtua lanjut usia (lansia) menerima uang zakat yang disalurkan Badan Amil Zakat (BAZ) Sumut di sekretariat Jalan Williem Iskandar Medan, Kamis (4/8).

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua BAZ Sumut Drs H Amansyah Nasution MSP didampingi Kepala Dispenda Sumut H Sjafaruddin dan mantan Pj Wali Kota Tebing Tinggi Drs H Eddy Sofyan Purba MAP.

Selain menerima zakat dari BAZ Sumut, ratusan kaum muslimin ini juga mendapatkan siraman rohani dari Drs Milhan Yusuf MA yang menyampaikan tausiah seputar zakat.  Milhan berharap anak yatim yang menerima bantuan dapat memanfaatkan untuk mengatasi biaya pendidikan seperti membeli buku dan perlengkapan sekolah atau membayar uang sekolah. ‘’Nantinya dengan tetap bersekolah, mereka dapat meraih kesuksesan dan masa depan lebih baik. Semoga jadi anak yang sukses,’’ katanya.

Sedangkan Ketua BAZ Sumut Drs H Amansyah Nasution MSP berharap dukungan doa dari para penerima zakat agar BAZ Sumut dapat lebih banyak mengumpulkan zakat, infaq dan sadaqah sehingga akan lebih banyak warga kurang mampu yang dapat ditolong.

Amansyah mengutarakan adanya dukungan pegawai negeri sipil (PNS) di Pemprovsu yang memberikan infaq setiap bulan berupa dana Rp.5.000 hingga Rp.20.000 per bulan. ‘’Dalam tujuh bulan di tahun 2011 telah terkumpul infaq PNS pemprovsu senilai Rp581 juta,’’ terangnya.

Ia menambahkan, nantinya infaq yang terkumpul dari PNS Pemprovsu sebagian lagi akan disalurkan kepada PNS golongan I dan II sehingga dapat membantu pegawai tersebut membayarkan zakat fitrah.
Armansyah juga berharap agar selama bulan Ramadan, umat Islam dapat semakin banyak memberikan zakat, infaq dan sadaqah yang sangat berarti bagi warga kurang mampu. (*/rel)

CSR Jadi Salah Satu Strategi Bisnis

MEDAN  – Sukses perusahaan tidak hanya diukur dari berapa keuntungan yang dihasilkan, tetapi juga seberapa besar kontribusi yang bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar.  Hal ini disadari penuh oleh manajemen Asian Agri Group.  Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) nya, perusahaan perkebunan sawit yang memiliki lahan di tiga propinsi yakni Sumatera Utara, Riau dan Jambi ini, terus berupaya memberi nilai tambah kepada masyarakat sekitar kebun. Tidak  hanya sebagai kewajiban  dan tanggung jawab sosial,  program CSR yang dilakukan Asian Agri juga merupakan salah satu strategi bisnis. ‘’Ini menjadi langkah konkrit memberdayakan masyarakat,”ujar
Head CSR Asian Agri, Rafmen, dalam acara buka puasa bersama insan pers di Medan, Sabtu (6/8)
Keberhasilan  Asian Agri dalam menjadikan CSR sebagai strategi bisnis bisa terlihat dari program kemitraan berupa pola perusahaan inti rakyat (PIR Trans) dan kredit kepada koperasi primer untuk anggota (KKPA) seluas 60.000 hektare dengan sekitar 29.000 kepala keluarga (KK) yang sudah menunjukkan hasil.

Petani binaan program PIR Trans dan KKPA di Kebun Ukui dan Buatan, Riau dibawah pengelolaan  perusahaan group Asian Agri yakni PT Inti Indosawit Subur misalnya, saat ini   sudah 100 persen melunasi kredit  ke bank pelaksana.  Demikian pula   dengan  program sapi bergulir juga sudah berhasil meningkatkan pendapatan  petani.
Asian Agri, lanjutnya, juga membantu petani dalam menghadapi masa replanting. ‘’Termasuk membantu merumuskan pola replanting yang tepat,”ujarnya.

Ditambahkan  Rafmen,  sepanjang tahun 2011 ini berbagai program CSR telah digulirkan mulai dari bidang pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Untuk bidang pendidikan salah satunya,  kerjasama dengan Tanoto Foundation, Asian Agri melakukan renovasi sekolah SD Negeri 117870 Pondok Kuning, yang berlokasi di Desa Teluk Panji, Kec. Kampung Rakyat,  Kabupaten. Labuhan Batu Selatan.  Kemudian di Kecamatan Bilah Hulu Kan Labuhan Batu dilakukan pembangunan Polindes yang dilengkapi dengan sarana air bersih.

Selain memperhatikan sosial kemasyarakatan, Asian Agri juga memiliki komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan, dimana salah satu Kebun Asian Agri di Buatan, Riau, pada tahun 2010 telah mendapatkan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).  Tahun 1992 Asian Agri membangun pusat penelitian kelapa sawit di Riau dan  telah menghasilkan bibit unggul Topaz I, II, III dan IV. ‘’ Bibit unggul ini tidak hanya digunakan untuk keperluan internal, tapi juga diproduksi untuk masyarakat petani mandiri yang diharapkan bisa meningkat produksi petani,” kata Direktur Asian Agri Group, Semion Tarigan.

Turut hadir dalam acara tersebut beberapa unsur pimpinan Asian Agri Group. Seperti Hadi Susanto, Ricky Chandra, Laksamana Adiyaksa, Lamsaudin Situmeang dan Humas Fiona Manalu dan Lidya Veronika. (*/sih)

Timnas Jajal Jordania

JAKARTA- Akhirnya Lawan timnas dalam laga uji coba diumumkan. Sejauh ini, baru dua negara yang telah mengkonfirmasi kesedian dan memastikan tanggal untuk melakukan uji coba melawan Firman Utina dkk.
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengungkapkan bahwa tim yang sudah memastikan bisa itu adalah Jordania. Timnas dijadwalkan akan bertanding melawan tim negara timur tengah itu pada 27 Agustus mendatang.
“Kami akan terbang ke Amman (ibu kota Jordania, Red). Disana kami bakal mendapatkan training camp (TC) sendiri ,” katanya saat ditemui di kantor PSSI di kawasan Senayan, Jakarta, kemarin siang (9/8).

Fasilitas yang didapat selama di Jordania menurut Djohar cukup memadai untuk persiapan timnas karena mereka berkomitmen membantu Indonesia. Itu karena selama ini PSSI memiliki hubungan yang baik dengan Jordania setelah Prince Ali datang beberapa kali ke Indonesia.

Nah, selain Jordania, Djohar menyebut ada tiga negara lain yang berminat untuk uji kemampuan melawan tim merah putih di Indonesia. Mereka adalah Tajikistan, Palestina, dan Timor Leste.  Mengenai jadwal, saat ini PSSI sedang mengkomunikasikan dengan pihak pelatih untuk mendapatkan waktu yang tepat.
“Pokoknya kami berusaha agar ada dua kali uji coba lagi selain lawan Jordania. Dua kali itu didalam negeri,” tutur lelaki dengan rambut memutih tersebut.

Terpisah, Sekjen PSSI Tri Goestoro menyebutkan bahwa Negara lain yang sudah memastikan jadwal untuk bertandang  ke Indonesia adalah Palestina.  Mereka dijadwalkan melakukan uji coba pada 24 Agustus mendatang .
Hanya, bertanding pada tanggal itu kemungkinan besar akan sulit terpenuhi karena timnas dijadwalkan berangkat ke Jordania pada 25 Agustus. Untuk itu, PSSI akan melobi federasi sepak bola palestina untuk bisa diajukan pada 22 agustus.

“Bermain pada 24 agustus itu terlalu mepet dengan keberangkatan timnas meskipun sudah pasti. Jadi kami sudah mengirim surat untuk dimajukan. Kami juga akan bertemu kedubes Palestina nanti malam (tadi malam, Red),” tuturnya.

Untuk lokasi pertandingan, memang masih belum bisa dipastikan. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sendiri tak bsia dipakai dalam waktu dekat karena bakal direnovasi untuk persiapan SEA Games XXV/2011. Besar kemungkinan, pertandingan bakal berlangsung di luar ibu kota. (aam/jpnn)

DPD RI Dukung Percepatan Pemindahan Ibu Kota Tapsel ke Sipirok

MEDAN-Anggota DPD RI DR H Rahmat Shah menuturkan, dari hasil evaluasi perjalanan reformasi yang dilakukan para pakar, dapat disimpulkan bahwa revisi terhadap Undang-undang Dasar NRI 1945 yang telah dilakukan melalui empat (4) kali amandemen masih memperlihatkan beberapa kelemahan untuk suatu penyelenggaraan negara yang ideal.
Ada ketidakseimbangan dan ketimpangan yang dapat menghambat pencapaian tujuan kebangsaan dan kenegaraan kita, termasuk  salah satunya adalah harapan mensejahterakan masyarakat. Untuk itu masih diperlukan upaya untuk melakukan amandemen kelima UUD NRI 1945.

Rahmat mengutarakan hal tersebut di depan kelompok masyarakat Tapanuli Selatan pada suatu pertemuan yang berlangsung di kantor Bupati Tapanuli Selatan, (22/07). Pertemuan itu sendiri merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja anggota DPD RI pada masa reses kali ini. Rahmat menambahkan, paling tidak terdapat tiga (3) isu sentral dalam rencana amandemen kelima UUD NRI 1945, yang masing-masingnya adalah; (1) memperkuat sistem presidensial (2) memperkuat lembaga perwakilan dan (3) memperkuat otonomi daerah.

Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan yang diwakili Wakil Bupati Ir Aldinz Rapolo Siregar, menyampaikan beberapa permasalahan krusial yang ada di Tapsel, yakni permasalahan jalan negara lintas tengah Sumatera.
Jalan ini sepanjang 18,64 Km dari dari Kota Sipirok – Aek Latong – Hutaimbaru – Batas Kabupaten Tapanuli Utara. Diakui bahwa pada ruas ini sering terjadi longsoran dan badan jalan turun/amblas, namun yang paling kritis adalah  di Kawasan Aek Latong Km133,000 -133,900 dari Sibolga. Turunnya badan jalan pada kawasan ini telah terjadi sejak tahun 1998 sepanjang + 1 Km

Permasalahan lain adalah proses percepatan pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan yang selama ini berada di Kota Panyabungan ke Sipirok. Terkait dengan hal tersebut, disampaikan bahwa telah keluat SK Menhut 244/Menhut-II/2011. Dengan demikian dasar hukum dan izin prinsip pelepasan sebagian kawasan hutan produksi Sipirok untuk pembangunan pertapakan kantor bupati Tapanuli Selatan dan sarana prasana lainnya telah ada.

Terkait pembangunan Kantor Bupati Tapsel sesuai dengan SK Menhut 244/Menhut-II/2011, pihaknya mendukung percepatan pemindahan Kantor Bupati di Desa Kilang Papan-Dano Situmba Sipirok dengan alasan dan pertimbangan antara lain berada di wilayah Sipirok, sangat strategis dan berada di koridor jalan nasional. (*/ila)

Porkot Medan 2011 Digelar Oktober

MEDAN-Perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan yang telah bergulir sejak 2009 lalu. Untuk tahun 2011 ini merupakan Porkot kualitas yang bakal digelar 15 hingga 22 Oktober 2011 mendatang.

Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis bersama Wakil Ketua II Drs Eddy H Sibarani, Selasa (9/8) ini mengungkapkan bahwa pada pagelaran Porkot 2009 lalu merupakan even pembelajaran dan untuk tahun 2010 merupakan Porkot evaluasi.

“Memasuki Porkot 2011 ini kita tekankan kepada seluruh pengurus cabang olahraga yang dipertandingkan hendaknya bisa bekerjasama untuk mencari atlet yang benar-benar berkualitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa “Opunk Ladon” ini menyebutkan, dengan gelaran Porkot Medan 2011 mengembil tema melakukan pembinaan yang bertujuan menggali potensi atlet yang akan dibina pada PON XIX tahun 2016 mendatang.

“Kita sengaja untuk menjaring atlet jangka panjang guna dipersiapkan pada PON XIX 2016 mendatang. Untuk itu saya mengharapkan agar Porkot nanti menjadi ajang penjaringan atlet sesuai dengan paraturan usia yang telah ditetapkan oleh KONI Pusat dan pengurus olahraga pusat,” ucapnya.

Senada dengan Opunk Ladon, Wakil Ketua II KONI Kota Medan Drs Eddy H Sibarani mengharapkan agar Porkot 2011 ini nanti pihak panitia dan seluruh pengurus cabor olahraga yang dipertandingkan benar-bener selektif melakukan pemantauan.

“Kami berharap para atlet yang terpilih untuk program jangka panjang nanti memiliki kemampuan yang bisa diandalkan,” harap Edi. (jun)

Salurkan Zakat Mal Produktif

Sekerumunan ibu-ibu di tiga lokasi di Medan dan Deli Serdang seperti tak sabar menanti kedatangan Gus Irawan Pasaribu, Sabtu (6/8).

Mereka adalah para mustahiq pelaku dan calon pelaku usaha mikro yang telah terdaftar oleh yayasan Murni Gus Irawan Foundation untuk menerima zakat mal yang bersifat produktif, yakni digunakan untuk membuka atau mengembangkan usaha.

Dalam kondisi berpuasa, seharian penuh Gus Irawan beserta istri Ny Murni Asrida Gus Irawan selaku Ketua Yayasan Murni Gus Irawan Foundation dan Sekretaris Ny Linda Azmar  menyambangi satu per satu kelompok perempuan mustahiq (yang berhak menerima zakat) itu dimulai dari Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, dilanjutkan ke Jalan STM Medan dan diakhiri di Desa Batu Penjemuran, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang.

“Saya merasa prihatin dengan kehidupan banyak  kaum perempuan prasejahtera yang selama ini sulit bangkit dari kemiskinan dan seringkali terjerat rentenir. Kalaupun mereka sering menerima zakat, namun pemanfaatannya cenderung bersifat konsumtif sehingga habis begitu saja. Karena itu saya berpikir, kehidupan mereka akan bisa terangkat jika kita menyalurkan zakat yang bersifat produktif,” ujar Gus Irawan yang juga dikenal sebagai Dirut PT Bank Sumut.

Hari itu, Ny Murni Asrida Gus Irawan selaku ketua yayasan menyerahkan secara langsung zakat mal sebesar Rp69 juta untuk 96 orang, masing-masing Rp39 juta untuk 46 orang kaum perempuan prasejahtera di Jalan Gaharu Medan, Rp10 juta untuk 10 orang di  Jalan STM dan Rp20 juta untuk 40 orang di kawasan Namorambe. Setiap mustahiq menerima zakat mal sebesar Rp500 ribu s/d Rp1 juta.

Guna menjamin dana yang digunakan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menjalankan usaha, para penerima zakat tersebut berada di bawah pengawasan salah seorang kordinator pendamping kelompok mustahiq yang bekerja secara sukarela. Koordinator tersebut bukan dari kalangan mustahiq, melainkan pemuka masyarakat di lingkungan mustahiq yang dengan ikhlas hati bersedia menjadi pendamping para mustahiq.

Hubungan koordinator pendamping kelompok mustahiq dengan pihak Murni Gus Irawan Foundation juga tidak bersifat struktural, melainkan bersifat hubungan fungsional dan sukarelawan.

Selain mengawal dan memastikan pemanfaatan dana zakat mal benar-benar untuk modal usaha, kordinator pendamping kelompok mustahiq ini pula yang menjalankan pola modal bergulir. Caranya, para mustahiq yang menerima dana dari Murni Gus Irawan Foundation bersepakat untuk mengumpulkan kembali dana yang digunakannya untuk usaha sebesar dana zakat mal yang ia terima pertama kali.

Dana tersebut dikutip oleh salah seorang relawan dan diserahkan kepada koordinator. Besar dana yang dikutip setiap hari tergantung besarnya dana zakat mal yang ia terima.

Seluruh dana yang terkumpul dari pengembalian selanjutnya digulirkan kembali kepada para mustahiq baru yang membutuhkan modal usaha maupun kepada mustahiq sebelumnya yang masih membutuhkan modal untuk pengembangan usaha mikronya.

“Dengan zakat produktif, mereka yang selama ini tergolong penerima zakat (mustahiq) diharapkan bisa terangkat ekonominya sehingga kelak kemudian mereka bisa masuk dalam golongan orang-orangyang mampu mengeluarkan zakat,” kata Hj Maimunah selaku Koordinator Pengelola Modal Bergulir di kawasan Namorambe.
Sekretaris Yayasan Murni Gus Irawan Foundation Ny Linda Azmar mengungkapkan, Murni Gus Irawan Foundation sejak Oktober 2010 hingga Agustus 2011 telah menyalur zakat mal secara langsung kepada 348 orang dengan total Rp230,2 juta.

Sedangkan modal bergulir yang sedang berjalan telah dinikmati oleh 900 kaum perempuan prasejahtera yang tersebar di kawasan Jalan Karya Wisata (Medan Johor), Bandar Setia (Tembung), Belawan, Helvetia, Tuntungan, Jalan Gaharu (Medan Timur), Jalan STM dan kawasan Namorambe,” katanya.

Zakat produktif yang diinisiasi oleh Yayasan Murni Gus Irawan Foundation terilhami setelah mencermati pola pembiayaan Kredit Sumut Sejahtera (KSS) Bank Sumut.

“Bedanya, kalau pembiayaan dari bank bersifat komersial, sebaliknya yang dirintis oleh Yayasan Murni Gus Irawan Foundation lebih bersifat bantuan murni dari zakat produktif dalam bentuk bantuan modal bergulir. Dengan pola ini, bantuan modal usaha yang disalurkan kepada setiap orang yang berhak menerima zakat atau para mustahiq, khususnya kaum perempuan prasejahtera, selanjutnya akan digulirkan kembali kepada mustahiq lainnya,” terang Gus Irawan yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). (her)

Cari Informasi Tentang Srilanka

JAKARTA- Performa yang terus meningkat membuat kepercayaan diri Timnas basket putri Indonesia melambung. Pelatih Bill McCammon pun berani memberikan target tinggi pada Wulan Ayu Ningrum dkk saat tampil di kejuaraan FIBA Asia di Omura, Jepang 21-28 Agustus mendatang. Wulan dkk ditargetkan mampu menembus level I. Di FIBA Asia nanti, timnas basket putri bakal bertanding di level II.

“Itu target yang memang ingin kami capai. Tapi kami sadar bahwa target tersebut tak akan mudah dicapai. Terutama jika melihat bagaimana lawan-lawan yang akan kami hadapi,” terang Bill McCammon.
Wulan dkk memang bakal berjibaku di grup yang termasuk berat. Mereka akan bersua Singapura, Malaysia, Kazhakstan, Uzbekistan serta Sri Lanka. Dari semua lawan itu, Singapura adalah yang paling familiar. Terakhir, Wulan dkk sukses dua kali memukul timnas negeri singa. Masing-masing dengan skor 87-31 dan 79-42.

“Susah mencari video tentang permainan tim Sri Lanka. Kalau Uzbekistan maupun Kazhakstan bermain seperti tim Eropa,” tambah pelatih asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Timnas sendiri menyatakan membutuhkan minimal dua kali uji coba lagi sebelum bertolak ke Jepang. Menurut rencana, semua lawan tersebut adalah tim putra, sehingga mampu memberi tekanan pada Wulan dkk.
“Selama ini anak-anak memang sering bertanding dengan tim putra,” terang Hasan Gozali, manajer timnas. (ru/jpnn)

PASI Medan Tetap Genjot Atletnya

MEDAN-Walau seluruh atlet sedangn menjalani ibadah puasa, namun Pengurus Cabang Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Medan tetap menggenjot 27 atletnya yang tergabung dalam pemusatan latihan yang berlangsung  di Universitas Negeri Medan Medan Jalan Williem Iskandar/Pancing  Medan.

“Selama bulan Ramadan ini kualitas dan intensitas latihan kita kurangi dari biasanya,” bilang Drs Suharjo MPd, pengurus PASI Medan kepada Sumut Pos, Selasa (9/8).

Adapun atlet yang tergabung dalam pemusatan latihan itu terdiri dari 17 atlet putra dan 10 atlet putri. Ke tujuh belas atlet putranya adalah Intel Nainggolan (100 M / 4x 100 M), I Nyoman Sudana (400 M/800 M),  Yudi Febriansyah (1500 M/800 M), Japer Sinurat (5000 M), Tumpak Manik (10.000 M/5000 M), Syafriadi SPd (110 M Gawang/400 M Gawang), Irawan Syahputra (20 Km Jalan Cepat),  Nurhadi Pratama (Lompat Tinggi), Dedi Suheri (Lompat Jauh/Lompat Jangkit), Roy Sukbir Singh (Lempar Cakram/Tolak Peluru), Andi Ramadhan Ginting (Lempar Cakram/Lontar Martil), Ari Oni Andika (4×100 M/ 400 M), Roni Binsar Siregar (3000 M Gawang ), Wanda Islana Manurung (100 m), Ardianto (4×100 M), Yogi Triono(3000 M Gawang/1500 M) dan Misnan (lompat jauh).

Sedangkan 10 atlet putri adalah Afri Rahayu (100 M/ Lompat Jauh), Gita Laras Sati (200 M/100 M), Annisa Aprilia (400 M/800 M), Roma Marantha Panjaitan (1500 M/800 M), Hemaviton Siregar (5000 M/10.000 M), Yuni Sarah (5 Km Jalan cepat), Theresia Oktviani Lumy (Lontar Martil/Tolak Peluru), Sofle (Lompat Tinggi), Rotua Mayadani (Lompat Jangkit/Lompat Jauh) dan Retta Florida Siahaan (Lempar Cakram). (omi)

Ramadan sebagai Tonggak Perubahan Cara Berpakaian (2)

Akhir-akhir ini banyak masyarakat yang menganggap bahwa jilbab artinya kerudung, padahal dalam Al Qur‘an perintah jilbab (pakaian) dan khimar(kerudung) diungkapkan dalam ayat yang berbeda.

Kewajiban jilbab diterangkan dalam Al Quran surat Al Ahzab (33): 59 yang artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Jilbab adalah pakaian yang merupakan budaya orang Arab.  Akan tetapi dengan turunnya ayat ini maka jilbab menjadi budaya Islam dan menjadi pakaian wajib bagi muslimah di seluruh dunia ketika keluar rumah.  Karena jilbab berasal dari budaya Arab maka orang Arablah yang paling tahu penggambaran jilbab itu seperti apa.  Maka definisi jilbab harus diambil dari kamus lengkap ataupun buku yang dikeluarkan oleh orang yang ahli Bahasa Arab.
Adapun definisi jilbab yang diterangkan dalam kamus Al Muhith adalah pakaian yang luas untuk wanita yang dapat menutupi pakaian rumahnya (pakaian harian yang biasa dipakai ketika berada di dalam rumah), bentuknya seperti malhafah (kain penutup dari atas kepala sampai ke bawah). Apa yang dapat menutupi seperti seprai atas tubuh wanita hingga mendekati tanah.  Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq jilid 7 ( edisi Indonesia ) menerangkan jilbab adalah baju mantel.Dalam kitab Muljam Al Wasith hal 128 jilbab diartikan sebagai pakaian yang menutupi seluruh tubuh atau pakaian luar yang dikenakan diatas pakaian rumah seperti mantel.

Kewajiban penggunaan jilbab ketika keluar rumah ditunjukkan oleh hadist dari Ummu Athiyah “Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kami(para perempuan) untuk keluar rumah (menuju lapangan) pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, baik wanita tua, yang sedang haid, maupun perawan.  Wanita yang sedang haid menjauh dari kerumunan orang yang shalat, tetapi mereka menyaksikan kebaikan dan seruan (khutbah) yang ditujukan kepada kaum muslim.

Aku lantas berkata: ”Ya Rasulullah SAW, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab. ”Beliau kemudian bersabda,”Hendaklah salah seorang saudaranya meminjamkan jilbabnya.

Dari hadist ini ada 2 point pemahaman yang bisa diambil, pertama semua muslimah di sunnahkan untuk menghadiri sholat Idul Adha tapi WAJIB memakai jilbab.  Di tegaskan bahwa jika ada yang tidak memiliki jilbab, maka temannya harus meminjamkannya.  Berarti jilbab itu wajib dipakai ketika keluar rumah.  Kedua, hadist diatas menyiratkan tentang jilbab adalah pakaian luar yang dikenakan wanita diatas pakaian kesehariannnya ( yang biasa digunakan di dalam rumah ).

Karena ketika Ummu Athiyah menyatakan  tentang seseorang yang tidak mempunyai jilbab, tapi ingin shalat idul fitri berarti dia memiliki pakaian yang bias menutupi aurat untuk shalat tapi tidak memenuhi syarat sebagaimana jilbab, sehingga dia dikatakan tidak memiliki jilbab. Rasul tidak memberi izin baginya untuk keluar rumah melainkan harus meminjam jilbab kepada saudaranya atau temannya.  Jika saudaranya tidak bisa meminjamkannya, maka yang bersangkutan tidak boleh keluar rumah. Hal ini menunjukkan kewajiban jilbab bagi perempuan untuk keluar rumah dan kewajiban para muslimah untuk meminjamkan atau memberikan jilbab pada saudara atau temannya yang tidak punya jilbab.

Jilbab harus dikenakan diatas pakaian rumah.   Jadi seorang wanita yang keluar rumah harus memakai pakaian rangkap yaitu jilbab dan pakaian rumahnya.  Pakaian rumah itu bisa berupa baju dan rok, baju dan kulot, baju dan celana panjang, daster berlengan pendek dan lain-lain.

Bagi perempuan  yang sudah tua yang sudah menopause tidak wajib lagi mengenakan jilbab (pakaian luar ) tapi masih harus menutup aurat berdasarkan ayat Al Quran surat An Nuur ayat 60 yang artinya :” Dan perempuan-perempuan tua ( Yang telah berhenti dari haid, yang tiada ingin menikah lagi, tidaklah dosa atas mereka meninggalkan pakaian luar mereka(jilbab) dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan (kecantikan) dan berlaku sopan adalah baik bagi mereka.  Dan Allah maha Mendengar lagi maha mengetahui.”

Pakaian yang dimaksud adalah jilbab (pakaian luar) hal ini sesuai dengan footnote yang dibuat dalam terjemahan Depag tahun 1990.  Sementara Buya Hamka ketika menafsirkan ayat ini mengatakan “maka tidaklah mengapa jika wanita qawaid (tua) ini tidak berpakaian lengkap artinya meninggalkan pakaian luarnya yang dipakai untuk menutupi daya tarik tubuhnya ( tafsir al Azhar juz XVIII 223).  Sedangkan tafsir Jalalain hal 1484 mengartikan pakaian  mereka dengan “jilbab mereka”.

Jadi perempuan yang menopause tidak lagi wajib memakai jilbab tapi cukup menutup auratnya dan tidak menonjolkan kecantikannya. Berarti perempuan yang sudah menopause tak wajib keluar rumah dengan pakaian rangkap. Boleh mereka keluar dengan rok panjang,baju kurung dan kerudung atau celana panjang,baju kurung panjang dan kerudung tanpa jilbab.

Seberapa panjang jilbab?.Ummu Salamah berkata : “Bagaimana cara wanita menurunkan ujung kain jilbab mereka ?Rasulullah SAW bersabda :“Mereka turunkan satu jengkal” ummu Salamah berkata : “kalau begitu terbuka telapak kaki mereka (aqdamahunna) Rasulullah SAW bersabda: ”Turunkan satu hasta tidak boleh lebih dari itu “(HR Abu Dawud dan At Turmuzi).  Dari hadist di atas maka panjang jilbab harus sampai ke bawah menutup telapak kaki (aqdamahunna).(bersambung)

Oleh: Hj.Yulienni SP,
Aktivis Muslimah HTI Medan