28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14839

Banjir Rendam Ratusan Rumah

LUBUK PAKAM- Hujan deras yang mengguyur Kota Lubuk Pakam selama dua Sabtu (6/8) sekitar pukul 21.30 WIB, mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir.

Semula warga tidak menyangka hujan deras yang disertai petir tersebut menyebabkan banjir. Pasalnya hujan turun hanya sekitar dua jam. Bahkan, sejumlah warga terjebak di sejumlah jalan utama di Lubuk Pakam saat pulang tarawih.
”Ketinggian air mencapai 40 sentimeter, kami terpaksa berteduh. Bila dipaksakan, bisa-bisa sepedamotor mogok,” ucap Agusnedi warga Lubuk Pakam.

Bagi warga yang nekat melanjutkan perjalananya, terpaksa mendorong kendarannya digenangan air. ”Kalau ditunggu sampai airnya kering, bisa-bisa sampai larut, mau-mau tak mau harus mendorong,” beber warga lainnya.
Kemudian warga yang rumahnya terendam air, berupaya membuat benteng dari pasir yang dimasukkan ke karung. Tetapi sebagian warga yang tidak membuat benteng di kediamanya, terpaksa merelakan perabot serta rumahnya terendam banjir.

Bahkan sebagian warga ada yang pasrah dengan kondisi tersebut. Pasalnya, selain hujan deras, sejumlah parit besar yang ada di Lubuk Pakam tidak mampu menampung luapan air yang berasal dari Kecamatan Pagar Merbau. ”Biarkan sajalah, nanti kalu sudah surut baru diberesi,” sebut P Pasaribu pasrah. (btr)

Pensiunan TNI Tewas Ditabrak

SERGAI- Pensiunan TNI, Masmudi Jamaluddin (71) tewas tabrak lari di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 55-56, persisnya Dusun I, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (6/8) malam, sekitar pukul 20.15 WIB.

Keterangan diperoleh Sumut Pos, korban saat itu berjalan kaki hendak menyebrang jalan dari sisi kiri menuju sisi kanan jalan. Tiba tiba dari arah Tebing Tinggi menuju Medan, sebuah bus terios yang belum diketahui identitasnya langsung menabrak korban hingga menderita luka berat dan tewas di lokasi kejadian.

Polantas yang mendapat informasi kecelakaan langsung ke lokasi (TKP) dan membawa korban ke RSUD Sultan Sulaiman untuk diotopsi. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pihak keluarga korban yang datang.

Kasubag Humas Polres Sergai AKP Zainuddin Siregar ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (7/8),  mengatakan, identitas yang ditemukan hanya surat Nomor Skep Pangdam I BB TMT 01 Mei 1986. (mag-15)

Penutupan Jalan tak Efektif

08163145xxx

Yang terhormat Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, penutupan persimpangan Jalan Luku I dan simpang Jalan Sempakata tidak efektif, bukan mengurangi kemacetan malah semakin macet, karena semua kendaraan harus bertemu di Simpang Pos, parahnya durasi antar lampu merah 300 detik dan hijau  36 detik, sangat menyebalkan pak, malah gilanya, di Simpang Pos dari arah Asrama Haji tidak boleh belok kanan ke arah kota. Semua wacana tersebut hanya mengurangi kerja petugas, tolong cek langsung pak. Terima kasih.

Kami Koordinasikan

Terima kasih informasinya, kami akan koordinasikan hal ini kepada instansi terkait. Selanjutnya, kami akan mempelajari kembali terkait penutupan jalan tersebut. Karena penutupan jalan memang ada kajian yang telah dibuat, dan juga telah dilengkapinya kajian fakta lapangan.
Apabila ditemukan kendala lainnya seperti menimbulkan kemacetan baru, tentunya harus dicek kembali. Tapi, bukan seharusnya kembali ke awal melainkan akan dicari solusi baru yang lain.

Khairul Bukhari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Jangan Sembarangan Tutup Jalan

Jumlah ruas jalan di Kota Medan sejak 10 tahun terakhir tak ada yang bertambah. Bahkan, ruas jalannya tak juga menambah. Padahal jumlah penduduk dan kendaraan juga terus bertambah. Akibatnya, menimbulkkan kemacetan di sejumlah titik di Kota Medan. Persoalan ini harus segera dibenahi oleh Pemko Medan dalam hal ini Wali Kota Medan. Apabila tak segera diatasinya, atau seminimalnya dilakukan kajian penambahan ruas jalan, maka akan memunculkan Kota Medan menjadi kota mati.

Tak hanya itu, setiap perubahan arus lalulintas yang di Kota Medan atau penutupan jalan, sebaiknya ada kajian terlebih dahulu dan dilakukan evaluasi. Jangan sembarangan menutup dan menimbulkan kemacetan baru. Sehingga hal itu yang menunjukkan Kadis Perhubungan yang sekarang itu benar-benar bekerja.

Ahmad Arif SE MM
Ketua Fraksi PAN
DPRD Medan

15 Ton Gula Asal India Dibebaskan

BINJAI- Polresta Binjai melepas 15 ton gula pasir asal India yang diamankan di Kecamatan Binjai Kota, Jumat (5/8) lalu.
Pantauan Sumut Pos, Minggu (7/8) di halaman Mapolresta Binjai, gula pasir yang diangkut menggunakan mobil fuso BK 8788 LR sudah tak terlihat lagi.

Sebelumnya, mobil fuso bermuatan gula pasir itu, ditangkap petugas Polresta Binjai dan digiring ke komando, karena tak dapat menunjukkan dokumen terkait kepemilikan gla pasir tersebut.
Terkait tangkap lepas 15 ton gula pasir India tersebut, Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP Ronni Bonic, saat dikonfirmasi mengatakan, gula tersebut legal.

“Gula itu dikeluarkan dari Kayu Putih, 48 Medan. Bahkan, gula itu sebelumnya sudah diamankan Poldasu. Setelah kita koordinasi dengan Poldasu, ternyata gula itu legal, dan akhirnya kita bebaskan,” kata Ronni, seraya menambahkan, gula tersebut juga memiliki izin dari PTPN X.(dan)

Toko Pakaian Dibobol Maling

TEBING TINGGI- Toko pakaian milik Wisma (38) di Jalan Thamrin, Kelurahan Pasar Gambir, Kota Tebing Tinggi, Minggu (7/8) sekira 02.00 WIB dimasuki kawanan maling.

Kawanan maling itu, berhasil membawa kabur uang senilai Rp 10 juta lebih dari laci toko tersebut. Maling diduga lebih dari satu orang. Kehilangan itu baru diketahui oleh pemiliknya saat hendak membuka toko pagi hari.
“Kami sekeluarga tadi malam pulang ke Medan, saat hendak buka toko, ternyata pintunya rusak. Uang hasil penjualan kemarin, ludes digondol maling,” kata Wisma saat membuat laporan ke Mapolres Tebing Tinggi.

Dikatakannya, maling masuk lewat belakang dapur dengan memanjat seng, kemudian memotong seng yang terbuat dari piber dengan menggunakan pisau.

Maling turun kedalam dan merusak pintu tengah untuk masuk kedalam toko dengan menggunakan linggis. “Terlihat pintu tengah rusak, tapi pakain dan sepeda motor tidak diambil, mereka hanya mengambil uang kontan saja,” jelas Wisma.
Menurut Wisma, biasanya kalau toko tersebut ditinggal pergi, masih ada yang menjaganya, tapi malam itu tak terpikir, karena kami percaya dengan penjaga keamanan perumahan, makanya toko ditinggal kosong.

“Kebetulan tadi malam hujan deras, sehingga maling leluasa masuk kedalam toko,” keluh Wisma.
Sementara informasi dari petugas kepolisian mengatakan, setelah menerima laporan korban, petugas langsung melakukan identifikasi pemeriksaan di toko tersebut, kini pelaku masih dalam penyelidikan polisi.(mag-3)

Bagikan Paket Sahur Kepada Abang Becak

BICM Peduli Ramadan

MEDAN-  Siapa bilang klub sepeda motor indentik dengan genk yang brutal yang tidak memenuhi peraturan lalu lintas dan meresahkan masyarakat.

Di Kota Medan, ada satu komunitas penggemar sepeda motor Ninja Warrior. Komunitas yang tergabung dalam Brotherhood Independent Chapter Medan (BICM) ini menggelar road show di malam Ramadan.

Tujuannya untuk berbagi rasa pada kaum dhuafa, abang  becak serta gelandangan pengemis (gepeng).
Aksi bagi-bagi seratusan nasi bungkus yang dilakukan para anggota Brotherhood Independent Chapter Medan (BICM)  berlangsung Minggu (6/8) dinihari. Acaranya dimulai pukul 2.00 WIB, di sejumlah ruas jalan protokol di Medan dan beberapa titik, yang menjadi tempat kumpulnya gepeng dan penarik becak.

Konvoi kendaraan sepeda motor roda dua yang lebih didemonasi jenis Ninja Warrior ini, dimulai dari Markas Besar (Mabes)  BICM Komplek Helvetia Recident  Jalan Setia Budi Medan.

Lebih dari lima puluh  kendaraan roda dua dan empat, mulai melintas di jalan-jalan Kota Medan, dimana mereka mencari para penarik becak, gepeng dan masyarakat lainnya yang ingin mencari makan sahur pada saat ramadan.
Berdasarkan keterangan Humas BICM Winston, bersama dengan Ketua Umum BICM Abie, Sekretaris Ega, dan Ketua Harian Roy  Gusti, Niko dan Haikal, aksi peduli amal bulan ramadan ini dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan BICM, tanpa memandang, suku, agama dan ras di dalam komunitas BICM, untuk saling berbagi antar masyarakat yang kurang beruntung.

“Hal inilah yang kita lakukan, selain untuk merubah image yang menyatakan komunitas sepeda motor itu berandalan. Nah dengan adanya bulan ramadan ini, kita (BCIM) ingin menunjukan pada masyarakat, bahwa kita perduli terhadap masyarakat yang akan melaksanakan ibadah puasa, untuk itu kita mengambil inisatif dengan membagi-bagikan seratusan nasi bungkus, yang kita bagikan pada saudara-saudara kita yang nasibnya kurang beruntung dari pada kita,” ujar Winston. Lebih lanjut Winston mengatakan, sahur bareng dan pembagian nasi bungkus pada kaum dhuafa saat ramadan ini akan menjadi agenda tahunan.

“Saat ini jumlah anggota kita berjumlah 60 orang, yang terdiri dari 5 klub sepeda motor dan satu klub mobil, selain peduli ramadan BCIM juga menggelar agenda bulanan dengan  melakukan touring ke beberapa daerah yang dituju,” beber Winston.(rud)

Lebih lanjut dikatakan Abie dan Egi , bahwa touring yang sudah mereka lakukan diantaranya Tongging, Berastagi, Sabang, Parapat, Pantai Cermin dan Bukit Lawang.

Capres PKS Paling Cepat 2013

Bantah Pencalonan Chaerul Tanjung

Sosok bos Trans TV Chaerul Tanjung dijagokan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi calon presiden. Pencalonan itu dibantah DPP PKS dengan menyebut belum ada keputusan apapun dari internal partai terkait pencapresan.

“Paling cepat 2013, Majelis Syura PKS menetapkan capres,” kata Agus Purnomo, Wakil Ketua Kebijakan Publik DPP PKS saat dihubungi, kemarin.

Menurut Agus, mencuatnya nama-nama capres baru saat ini merupakan perkembangan dari dinamika politik. Selain Chaerul, sosok mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga disebut layak untuk menjadi capres. Dinamika politik itu menunjukkan ada sosok-sosok alternatif baru yang dimunculkan menjadi wacana.
“Itu hak setiap warga negara yang dijamin UUD 1945, termasuk siapa saja yang mendukung juga dijamin konstitusi,” ujarnya.

Sosok yang dijagokan PKS nanti, kata Agus, harus memenuhi kapasitas yang diakui publik. Dua nama yang mencuat saat ini memang memiliki kapasitas di mata publik. Namun, PKS juga mempertimbangkan kredibilitas dan akseptabilitas capres. “Faktor-faktor itu harus diuji dulu,” ujarnya.

Pembahasan pada 2013 nanti, kata Agus, merupakan forum konsolidasi jelang pemilu dan penetapan kriteria capres. Majelis Syuro nanti kemungkinan akan menetapkan sosok capres dan cawapres pilihan PKS. “Bisa saja nanti sosoknya baru ditetapkan setelah pemilu legislastif. DPP PKS tinggal mengikuti saja,” tandasnya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Mahfudz Siddiq juga membantah pencalonan Chaerul sebagai capres pilihan. Menurut dia, PKS belum membicarakan atau menjajaki perihal apapun mengenai pencalonan tersebut. “Ngomong capres saat ini tidak produktif dan kondusif,” kata Mahfudz.

Meski belum mencalonkan siapapun, Mahfudz mengaku PKS memang memiliki kedekatan dengan Chaerul. Kedua belah pihak selama ini saling membantu dalam program-program, terutama di bidang ekonomi mikro. “CT (Chaerul Tanjung, red) memang dekat dengan PKS sejak lama dan saling membantu, hanya sekedar itu saja,” ujarnya.
Menurut Mahfudz, jika ada pihak-pihak tertentu yang berminat mencalonkan diri, ia beranggapan harus bisa menunjukkan kapasitas dan kapabilitas kepemimpinannya ke rakyat. Jika nantinya ada sosok pemimpin nyata yang peduli dan melayani rakyat, PKS akan mendukung. “Bukan dengan kampanye opini,” katanya. (bay/jpnn)

Mimpikan Prabowo jadi Presiden

BEBERAPA partai politik memang sudah siap-siap untuk mengusung calonnya untuk maju dalam pilpres 2014.
Sebut saja partai Serikat rakyat Independen (SRI) yang telah mengusung Sri Mulyani sebagai capresnya. Golkar yang juga akan mengusung ketua umumnya, Aburizal Bakrie.

Partai Amanat nasional (PAN) juga diprediksi bakalnya mengusung ketua umunya, Hatta Rajasa.
Demikian juga dengan partai Gerindra yang siap mengusung Ketua Dewan Pembinanya, Prabowo Subianto.
“Gerindra merasa mimpi kita untuk menjadikan Pak Prabowo sebagai presiden semakin dekat,” ujar Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat berbincang dengan wartawan, Minggu (7/8).

Menurut Muzani, semakin yakinnya Gerindra bahwa di tahun 2014 Prabowo bisa menjadi RI 1 bukan tanpa alasan. Menurutnya dari hasil beberapa survei yang dilakukan oleh lembaga survei maupun internal partai berlambang kepala garuda ini.

“Survei-survei selama ini menempatkan Pak Prabowo sebagai capres paling kredibel. Hasil survei yang kita lakukan sendiri juga seperti itu, pak Prabowo berada di urutan tertinggi dengan jumlah antara 38 persen sampai 42 persen,” terangnya.

Namun Muzani membantah bila tingginya hasil survei dikarenakan lawan terberat yakni SBY dari Partai Demokrat tidak bisa dicalonkan kembali pada tahun 2014.

Tingginya pemilih yang menghendaki Prabowo menjadi presiden disebabkan masyarakat menghendaki pemimpin yang tegas. “Ini adalah jawaban atas persoalana bangsa dimana pemimpin saat ini selalu dikritik rakyat karena kurang tegas dan berani.

Selama hanya politik pencitraan saja, sehingga membuat keputusan selalu terlambat. Rakyat semakin sadar akan pentingnya pemimpin yang tegas dan berani dan itu semua ada pada Pak Prabowo,” terangnya.

Gerindra pun mengaku tidak khawatir dengan Sri Mulyani yang akan diusung oleh Partai SRI pada 2014 mendatang. “Gerindra tidak merasa terganggu apalagi tersaingi dengan tampilnya parpol baru dan tokoh baru seperti Sri Mulyani. Kami yakin gagasan Partai Gerindra dan Pak Prabowo masih segar untuk mengatasi permasalahan bangsa,” imbuhnya. (net/jpnn)

Buka Puasa Bersama

Oleh: Ustadz Ikrimah Hamidy, ST

Dahulu, istilah di atas diplesetkan dalam bahasa inggris dengan “Opened Together”. Tentu saja ini salah, sebab berbuka dimaksud bukanlah membuka pintu atas sejenisnya. Namun agar tidak terlalu serius, dibuat istilah di atas. Ya, akhir-akhir ini kegiatan berbuka puasa bersama sudah semakin marak dilakukan. Bahkan sudah melewati batas-batas keyakinan.

Gubernur, wakil gubernur, wali kota dan pejabat lainnya mengundang banyak kalangan dalam kegiatan tersebut. Maka hadirlah para pejabat dari agama berbeda, demikian pula pengusaha. Tentu hal ini menarik sebab dalam banyak kegiatan, bahkan saudara-saudara dari etnis tionghoa membagi hadiah bagi masyarakat yang diundang dalam acara “opened together “ itu.

Nah, tentu di bulan puasa penuh berkah ini, kita harus berpositif thinking, demikian pula di bulan yang lain. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, banyak manfaat yang diperoleh dari acara tersebut berupa, silaturahmi menguat, pintu saling memaafkan terjadi, mendapat pencerahan dari ustadz yang berceramah, dan  mendapat rezeki dengan makanan yang nikmat.

Satu hal yang mengganjal adalah,”Semoga Allah melindungi orang-orang yang mengadakan buka puasa di rumahnya dari sifat riya dan tidak terjebak kepada entertainment ibadah, agar mendapat pahala berlipat ganda dari orang-orang yang memakan dan meminum hidangan perbuka yang ada. Amin (*)

Safari Ramadan ke Pantai Labu

LUBUK PAKAM- Momentum Ramadan dimanfaatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk lebih dekat dengan kadernya.
Hal inilah yang dilakukan Anggota DPR RI asal PKS Drs Muhammad Idris Lutfi MSc  saat memberikan bantuan kepada  kader yang dinilai memberikan kontribusi terhadap kemajuan partai.

Sebelum melakukan safari ramadan ke Pantai Labu,  Idris Lutfi terlebih dahulu bersilaturrahim ke rumah  Zainal Abidin Nasution (Ketua Seksi Kaderisasi DPC PKS Lubuk Pakam) di Bakaran Batu Lubuk Pakam. Di sana rombongan sempat bertemu dengan kader PKS yang berada di Lubuk Pakam. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk berdiskusi dengan kader partai.

Setelah berdiskusi, kemudian rombongan yang terdiri Sekum DPW PKS Sumut H Satrya Yudha Wibowo, Sekretaris  Daerah Dakwah I  Misno Adi Syahputra serta Ketua DPD PKS Deli Serdang H Mara Jaksa Harahap langsung menuju lokasi safari Ramadan. Rombongan disambut  Sekretaris Kecamatan.(btr)

Hendak Melahirkan

Sultan Harun Al-Rasyid merasa berat, konon, penyebabnya sudah tujuh bulan Abu Nawas tidak menghadap ke Istana. Akibatnya, suasana Balairung jadi lengang, sunyi senyap. Sejak dilarang datang ke Istana, Abu Nawas memang benar-benar tidak pernah muncul di Istana.

“Mungkin Abu Nawas marah kepadaku,” pikir Sultan, maka diutuslah seorang punggawa ke rumah Abu Nawas.
“Tolong sampaikan kepada Sultan, aku sakit hendak bersalin,” jawab Abu Nawas kepada punggawa yang datang ke rumah Abu Nawas menyampaikan pesan Sultan. “Aku sedang menunggu dukun beranak untuk mengelurkan bayiku ini,” kata Abu Nawas lagi sambil mengelus-elus perutnya yang buncit.

“Ajaib benar,” kata Baginda dalam hati, setelah mendengar laporan punggawa setianya. “Baru hari ini aku mendengar kabar seorang lelaki bisa hamil dan sekarang hendak bersalin.

Dulu mana ada lelaki melahirkan. Aneh, maka timbul keinginan Sultan untuk menengok Abu Nawas. Maka berangkatlah dia diiringi sejumlah menteri dan para punggawa ke rumah Abu Nawas.

Begitu melihat Sultan datang, Abu Nawas pun berlari-lari menyamabut dan menyembah kakinya, seraya berkata, “Ya tuanku Syah Alam, berkenan juga rupanya tuanku datang ke rumah hamba yang hina dina ini.”
Sultan dipersilahkan duduk di tempat yang paling terhormat, sementara Abu Nawas duduk bersila di bawahnya. “Ya tuanku Syah Alam, apakah kehendak Syah Alam datang ke rumah hamba ini? Rasanya betapa selama bertahun-tahun baru kali ini tuanku datang ke rumah hamba,” tanya Abu Nawas.

“Aku kemari karena ingin tahu keadaanmu,” jawab Sultan, “Engkau dikabarkan sakit hendak melahirkan dan sedang menunggu dukun beranak, sejak zaman nenek moyangku hingga sekarang, aku belum pernah mendengar ada seorang lelaki mengandung dan melahirkan, itu sebabnya aku datang kemari.”
Abu Nawas tidak menjawab, ia hanya tersenyum.

“Coba jelaskan perkatanmu. Siapa lelaki yang hamil dan siapa dukun beranaknya,” tanya Sultan lagi.
Maka dengan senang hati berceritalah Abu Nawas. “Konon, ada seorang raja mengusir seorang pembesar istana. Tetapi setelah lima bulan berlalu, tanpa alasan yang jelas, sang Raja memanggil kembali pembesar tersebut ke Istana, ini ibarat hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian hamil tanpa menikah. Tentu saja itu melanggar adat dan agama, menggegerkan seluruh negeri.
Lagi pula apabila seorang mengeluarkan titah, tidak boleh mencabut perintahnya lagi, jika itu dilakukan, ibarat menjilat air ludah sendiri, itulah tanda-tanda pengecut. Oleh karena itu harus berpikir masak-masak sebelum bertindak. Itulah tamsil seorang lelaki yang hendak bersalin, adapun dukun beranak yang ditumggu, adalah baginda kemari,” kata Abu Nawas, adapun beranak yang ditunggu kedatangan Baginda kemari, adalah Abu Nawas. ”Dengan kedatangan baginda kemari, berarti hamba sudah melahirkan, yang dimaksud dengan bersalin adalah hilangnya rasa sakit atau takut hamba kepada Baginda.”
“Bukan begitu, kata Sultan. “Ketika aku melarang kamu datang lagi ke istana, itu tidak sungguh-sungguh, melainkan hanya bergurau. Besok datanglah engkau ke istana, aku ingin bicara denganmu. Memang di sana banyak menteri, tetapi tidak seperti kamu. lagipula selama engkau tidak hadir di istana, selama itu pula hilanglah cahaya Balairungku”.
“Segala titah baginda, patik junjung tinggi tuanku,” sembah Abu Nawas dengan takdzim. Tetapi Sutan cuma geleng-geleng kepala. Dan tidak seberapa lama kemudian Sultan pun kembali ke Istana dengan perasaan heran bercampur geli.(net/jpnn)