27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14865

Jika tak Rematch, Rachman Pensiun

JAKARTA – Kepastian pertarungan ulang (rematch) Muhammad Rachman kontra juara dunia baru kelas terbang mini (47,6 Kg) WBA Pornsawan Porpramook belum jelas. Namun, Rachman mendeklarasikan telah bersiap untuk gantung sarung tinju.

Pernyataan bakal pensiun itu diungkapkan secara langsung oleh Rachman saat ditemui Jawa Pos (grup Sumut Pos) di hotel tempatnya menginap di kawasan Jakarta Barat, kemarin sore (3/8). Dia menyatakan keputusan itu akan langsung diambil seandainya pengajuannya revans-nya tidak diterima oleh WBA.

“Kalau bisa rematch, saya akan lanjut terus bertarung. Tapi, kalau ternyata tidak bisa. Maka, saya akan langsung pensiun dari tinju,” ujar petinju yang genap 40 tahun pada 23 Desember mendatang itu.

Sampai saat ini, Rachman masih menyimpan kekecewaan mendalam. Dia merasa dikalahkan oleh keputusan kontroversial dari juri pertandingan asal Jepang dan Korea Selatan.  Karena itu, dia sangat berharap untuk bisa melakukan tanding ulang demi merebut kembali sabut juara yang hanya berada di Indonesia selama tiga bulan tersebut.
“Kalau diberi kesempatan. Saya akan memaksimalkannya untuk melakukan persiapan. Saya optimistis bisa merebutnya kembali. Sekarang, biarkan sabuk itu dia (Pornsawan, Red) bawa jalan-jalan ke Thailand dulu,” tegas petinju kelahiran Merauke, Papua, tersebut.

Rachman kembali menegaskan bahwa setelah bisa rematch, bukan berarti dia akan terus bertinju. Pasalnya, dirinya sudah membulatkan tekad untuk pensiun. Syaratnya, apabila dalam rematch nanti, dia kembali mengalami kekalahan di tangan Pornsawan.

“Sebenarnya tekad saya pensiun sudah saya rencanakan di 2011 in, sebelum kembali meraih gelar juara di Thailand April lalu. Tapi, ternyata saya berhasil menang dan jadu juara dunia. Jadi, mau tidak mau saya harus lanjut,” tutur  Rachman. (aam/aww/jpnn)

PBSI Sumut Genjot 10 Atlet

MEDAN-Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumatera Utara menyiapkan 10 pebulu tangkis untuk berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang akan berlangsung di Pekanbaru Riau pada September 2011 mendatang.

Kesepuluh atlet yang dipersiapkan PBSI Sumut terdiri dari 5 atlet pelajar putra dan lim atlet pelajar putri. Kelima atlet pelajar putranya adalah Danang Hariandika (PB Indocafe Medan), Ibang Eka Bangsa (PB Indocafe Medan), Muhammad Taufik Hidayat (PB Indocafe Medan), Arya Wijaya (PBSI Binjai),Didi Chardi (PT Satu Asahan).

Sedangkan  lima atlet pelajar putrinya yakni Afni Fadillah (PB Indocafe Medan), Ayu Desi Riana (PB Indocafe Medan), Anggi Maharani (PB Indocafe Medan), Dewi Shinta (PB Indocafe Medan), dan  WidyaTiffani (Tangkas Jakarta).

Menurut sekretaris Pengda PBSI Sumut Syari Arwansyah kepada Sumut Pos, Rabu (3/8) bahwa kesepuluh atlet tadi digembleng oleh Rahmad SE dan Hendra Gunawan di GOR PBSI Sumut Jalan Williem Iskandar/Pancing Medan.

Terpisah, pelatih Rahmad SE menyebutkan bahwa pihaknya optimis jika anak asuhnya akan mampu berbuat yang terbaik pada Popnas nanti. Selanjutnya Rahmad menuturkan bahwa dari lima atlet yang dipersiapkan, satu di antarannya Widya Tifanni berlatih di Pulau Jawa karena bergabung dengan klub PB Tangkas. (omi)

Maria Sharapova Atlet Putri Terkaya

NEW YORK- Maria Sharapova didaulat jadi atlet putri terkaya dunia. Sejak jadi juara Australia Terbuka di tahun 2008, Maria Sharapova memang belum lagi memenangi seri Grand Slam. Meski begitu kekayaan petenis asal Rusia itu ternyata belum tertandingi oleh sesama atlet putri.

Demikian terungkap dalam laporan yang dirilis majalah Forbes dan diberitakan Reuters, Rabu (3/8). Untuk kali ketujuh secara beruntun Sharapova memuncaki daftar petenis putri dengan pendapatan terbesar.

Jumlah pendapatan Sharapova diprediksi mencapai US$ 25 juta atau sekitar Rp210,9 miliar. Karena sudah sangat jarang memenangi turnamen papan atas, sebagian besar pemasukan pendapatan petenis nomor lima dunia itu datang dari luar lapangan seperti kontrak dengan sponsor dan menjadi bintang iklan.

Duduk di posisi kedua daftar tersebut adalah seteru Sharapova dari dunia tenis Caroline Wozniacki. Petenis nomor satu dunia itu tercatat memiliki pendapatan US$ 12,5 juta (Rp105,4 miliar). Pembalap asal Amerika Serikat Danica Patrick menempati posisi ketiga setelah mendapatkan US $12 juta. Di belakangnya berturut-turut ada Venus Williams, Kim Clijsters dan Serena Williams.

Dari daftar 10 besar atlet putri berpendapatan terbesar tersebut, tujuh di ataranya merupakan petenis. Li Na dan Ana Ivanovic melengkapi daftar tersebut dengan masing-masing menempati posisi delapan dan sembilan. (net/jpnn)

Mau Duel di Inggris

Rencana Khan Hadapi Mayweather Jr

MANILA – Realisasi pertarungan akbar yang mempertemukan Amir Khan dan Floyd Mayweather Jr makin mendekati kenyataan. Khan mulai berani mengajukan syarat untuk duel yang rencananya berlangsung di kelas welter ringan (63,5 kg) itu. Syarat utama yang dilayangkannya adalah duel dilaksanakan di Inggris, negeri Khan.

Khan, yang saat ini menyandang sabuk juara dunia tinju kelas welter ringan versi WBA dan IBF, berkali-kali mengungkapkan niatnya melawan Mayweather. Menurut BoxingScene, duel itu bisa terjadi dalam 12 bulan ke depan, dan kemungkinan akan berlangsung di Stadion Wembley, Inggris.

“Floyd adalah lawan yang mungkin saya hadapi, dan pertarungan dengannya bisa terjadi dalam 12 bulan mendatang,” ujar Khan.

Bukan tanpa alasan Khan mengajukan syarat duel berlangsung di Inggris. Sebagai petinju kebanggaan Inggris, dia sudah lama tak bertarung di hadapan publik sendiri. Dia yakin, duel sengit itu bakal menarik perhatian para penonton dan pasti mereka akan memadati Wembley.

“Untuk membawa pertarungan itu ke Inggris, akan terjadi pertarungan hebat. Saya yakin dengan seseorang seperti Floyd dan saya sendiri, akan menarik perhatian banyak orang,” jelas Khan.

Sebelum merealisasikan keinginannya untuk melawan Mayweather, Khan masih menantikan satu pertandingan lagi di kelas welter ringan. Menurutnya, laga tersebut akan menjadi yang terakhir di 140 pon (63,5 kg).

“Saya pikir, hanya akan ada satu pertarungan lagi (bagi saya) di kelas ini, karena sulit bagi saya untuk bertarung di kelas welter ringan. Jadi, kami akan bertanding untuk terakhir kali, setelah itu akan pindah ke welter (66,6 kg), ada lebih banyak penantang yang lebih kuat,” ujar Khan.

Ada dua lawan yang siap menanti jika Khan menginginkan pertarungan terakhir itu. Ada Lamont Peterson (AS), yang merupakan penantang resmi untuk gelar IBF milik Khan, dan juga petinju Meksiko, Erik Morales, yang menjadi lawan potensial. Akan tetapi, Khan memberikan sinyal takkan bertemu Morales sebelum syaratnya terpenuhi.

“Bila Morales menjadi juara baru WBC, saya ingin bertarung dengannya,” ungkap Khan kepada BoxingScene.
Artinya, Morales harus memenangkan pertarungan melawan Lucas Matthysse pada September mendatang. Ini disebabkan duel tersebut untuk memperebutkan sabuk juara versi WBC.

Saat ini, Khan lebih sering berada di Manila. Sejak dilatih pelatih asal Amerika Serikat (AS), Freddie Roach dia mendapatkan kesempatan besar untuk berlatih bersama petinju terbaik di semua kelas Manny Pacman Pacquiao. Bahkan, kedua petinju kerap menjadi sparring partner di atas ring latihan.

Karena itulah, mustahil mengharapkan duel akbar yang mempertemukan Khan dan Pacquiao. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Khan.  “Saya tidak bisa bertarung dengan Manny karena kami latihan bersama-sama dan kami adalah teman baik,” ujar Khan. (ady/diq/jpnn)

Memasyarakatkan Ekonomi Syariah

Festival Ramadan di Home Centra Dibuka

Festival Ramadan bersama Home Centra sangat bermanfaat sebagai upaya memasyarakatkan ekonomi syariah di bulan suci Ramadan 1432 Hijriyah.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara, H Gus Irawan Pasaribu saat membuka resmi pelaksanaan Festival Ramadan 1432 Hijriyah di Home Centra Jalan Ring Road Medan, Selasa (2/8).
Peresmian acara sekaligus buka puasa bersama itu dihadiri managemen Setia Luhur Production sebagai penyelenggara Festival Ramadan, Bambang A Kuswari, Managemen Home Centra Budi A Kho, Sekretaris MES Sumut Drs Sugianto MAg, Sekretaris Dewan Riset Daerah (DRD) Sumut Azizul Kholis SE MSi, Direktur BPR Budu Arta Insani yang juga pengurus MES Sumut Drs Safaruddin Siregar.

“Kita sangat mendukung kehadiran Festival Ramadan yang digagas Setia Luhur Production bersama Home Centra, apalagi dalam rangka syiar Islam dan ekonomi syariah,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan juga mengajak seluruh ummat Islam terutama di bulan suci ini untuk berlomba-lomba berbuat baik dengan menyantuni dan bersedekah kepada anak yatim serta masyarakat yang pra sejahtera.

Managemen Setia Luhur Production sebagai penyelenggara Festival Ramadan, Bambang A Kuswari mengatakan, Festival Ramadan baru pertama kali dilaksanakan secara swadaya, namun kehadirannya mendapat sambutan yang baik dari seluruh pihak.

“Festival Ramadan mengangkat konsep religi untuk meningkatkan ketaqwaan kita selama menjalani ibadah puasa serta berbuat membantu para pelaku UKM,” jelas Bambang.

Peningkatan taqwa tersebut, lanjutnya, sasaran Festival Ramadan berupa edukasi ditandai dengan bincang Ramadan setiap Sabtu-Minggu sebelum berbuka puasa menghadirkan pembicara tokoh-tokoh agama Islam, pendidikan dan masyarakat.

Kemudian edukasi kompetisi bagi anak-anak dalam mengisi kegiatan positif selama Ramadan melalui festival budaya Islam berupa lomba kaligrafi, mewarnai, busana muslim dan lomba kreasi beduk sahur.

“Festival Ramadan juga memiliki unsur program wisata religius yakni berbuka puasa bersama,” ujarnya.
Sementara Managemen Home Centra Budi A Kho menambahkan, Festival Ramadan juga sebagai ajang untuk memperkenalkan Home Centra kepada masyarakat serta membantu para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). “Kita juga perlahan menjalani bisnis ke arah syariah dimana kami menyisihkan hasil penjualan dengan menyantuni 1000 kaum dhuafa sejak berdirinya Home Centra,” sebutnya.

Sekretaris Dewan Riset Daerah (DRD), Azizul Kholis SE MSi mengatakan, ekonomi syariah saat ini perlu dikaji dan kembangkan. Mengingat pertumbuhan bisnis syariah yang semakin pesat dan maju khususnya di sektor perbankan.
Pantauan wartawan, tampak masyarakat antusias memadati lokasi Festival Ramadan untuk membeli makanan berbuka, produk UKM dan lainnya  serta menyaksikan hiburan Islami.(mag-9)

Dilirik Persija

MEDAN- Sejumlah mantan pemain PSMS musim lalu mulai mencari-cari potensi hengkang ke klub lain. Meski masih menanti format kompetisi yang baru di bawah kendali pengurus PSSI yang baru pula, geliat bursa transfer klub Indonesia tetap layak diikuti.

Sebelumnya nama seperti Rahmat, bek kanan PSMS musim lalu kabarnya semakin dekat merapat ke klub promosi ISL, Persiraja. Meski tidak ada kepastian hingga kini karena kabarnya pula Persiraja tengah dilanda krisis keuangan, namun Rahmat nyatanya sudah berada di Banda Aceh.

Selain Rahmat, gelandang yang masuk pada putaran kedua lalu, Donny Fernando Siregar juga dikabarkan dekat dengan beberapa klub yang akan meminangnya. Begitu musim berakhir lalu, Persisam Samarinda kabarnya sudah lebih dulu mendekati Donny untuk bergabung. Namun Donny belum beri jawaban pasti. Di samping itu, kabar terbaru Donny kabarnya kembali didekati tim berkostum orange lainnya, yakni Persija Jakarta. Klub asal Ibu Kota itu masih penasaran sebab tak kunjung juara ISL. Maka itu, musim ini klub berjuluk Macan Kemayoran itu akan bertindak atraktif di bursa transfer. Salah satunya dengan mendekati Donny.

Donny yang tampil cukup baik musim lalu memang terbilang pemain yang paling laris manis. Pengalaman dua setengah musim main di ISL menjadikan nilai Donny meningkat. Sebelum gabung PSMS musim lalu, Donny yang anak asli Balige bermain untuk Persijap Jepara dan Persiba Balik Papan. “Ah cuma isu itu bang. Yang pasti memang ada beberapa klub yang ditawari sama agen,” kata Donny ketika dihubungi kemarin.

Memang beberapa agen sudah menawarinya untuk bergabung ke klub ISL. Mulai Semen Padang, Mitra Kukar hingga kemungkinan kembali ke mantan klub Persijap Jepara.

“Saya masih dingin aja menanggapinya. Karena toh kompetisi belum jelas. Nanti kalau sudah jelas baru bisa ambil keputusan,” tambahnya.

Di samping itu, Donny juga mengaku masih ingin bertahan di PSMS. Tapi dengan syarat yang hampir sama dengan para pemain lain, yakni pengurus PSMS direvolusi. “Kalau ditanya, saya lebih senang main di PSMS. Kita lihat saja nanti,” pungkasnya. (ful)

Bangun Lapangan Futsal di Balige

Donny Fernando Siregar

Donny Fernando Siregar berencana membangun lapangan futsal di kampung halamannya di Balige. Dana pembangunannya diambil dari sisa gaji di PSMS yang diperjuangkannya bersama rekan-rekannya.  “Ya syukurlah sudah keluar gajinya. Dan itu saya sumbangkan untuk pembangunan lapangan futsal di kampung saya di Balige,” kata Donny.
Meski belum diberi nama, lapangan futsal itu kabarnya segera dimulai pembangunannya bulan ini. “Kontraktornya saat ini masih memikirkan konsepnya, jadi belum sempat diberi nama. Dalam satu bulan ini udah masuk tahap pembangunan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi warga sekitar,” harapnya.

Di samping itu, Donny juga tak lupa ucapkan terimakasih kepada awak media yang telah membantu pemain PSMS menuntut haknya. Selama ini pemberitaan media massa di Kota Medan diyakini telah membantu pencairan dana gaji PSMS. KONI Medan juga sangat berperan untuk melunasi gaji pemain.

“Terimakasih kepada kawan-kawan media yang telah membantu pencairan gaji kami. Saya janji akan traktir kawan-kawan wartawan makan malam sebagai tanda persahabatan,” pungkasnya. (ful)

Trotoar Dibanderol Rp300 Ribu

Oknum Lurah Diduga Pungli PKL Sukaramai

MEDAN- Penertiban pedagang kaki lima di kawasan Pasar Sukaramai Selasa (2/8) kemarin, berbuntut panjang. Pasalnya, para pedagang yang tidak senang lapaknya digusur, mengungkapkan kalau mereka telah menyewa lapak di atas trotoar tesebut kepada Lurah Tegal Sari I, Medan Area. Tak tanggung, satu lapak dibanderol Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.

“Lurah Tegal Sari I dengan sengaja dan terang-terangan telah menyewakan trotoar di depan Pasar Sukaramai kepada para PKL. Harganya pun beragam, mulai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per bulan,” ujar seorang pedagang yang meminta namanya tidak disebutkan, Rabu (3/8) siang.

Dikatakannya, para PKL yang berjualan di atas trotoar Jalan AR Hakim itu sifatnya hanya sementara, sembari menunggu Pasar Sukaramai dibangun kembali.

“Setiap bulan para pedagang selalu mengutip uang sewa. Lurah itu langsung yang kutip, dan harganya sewa lapaknya Lurah itu juga yang mematokkannya,” ucap pedagang sayur tadi.

Lurah Tegal Sari I Batara Harahap saat dikonfirmasi Rabu (3/8) sore, ponselnya tidak aktif. Namun saat kembali dihubungi sekira pukul 19.00 WIB tadi malam, ponselnya telah aktif, namun tak bersedia mengangkat. Bahkan, saat dikirimkan pesan singkat (SMS), dia juga enggan menjawab.

Sementara, Sekretaris Kota Medan Syaiful Bahri saat dikonfirmasi mengatakan, kalau tindakan Lurah tersebut tak ada diatur dalam perda. Bahkan menurut Syaiful, Peraturan Wali Kota yang melarang PKL berjualan di atas trotoar sudah diubah. “Peraturan Wali Kota yang melarang orang berjualan di trotoar sudah diudah kemarin. Di mana, dalam peraturan tersebut dibenarkan berjualan di atas trotoar di daerah tertentu dan waktu tertentu saja,” kata Syaiful.

Syaiful juga mengungkapkan, dalam menyikapi laporan para PKL tersebut, Pemko Medan telah menurunkan tim untuk mengusut masalah itu. Namun tidak ditemukan indikasi adanya pungutan yang dilakukan oknum lurah tersebut. “Nggak ada itu. Sudah kita suruh cek Camat serta Kabag untuk ke lapangan,” katanya.

Camat Medan Area Aidal Fitra yang dikonfirmasi juga membantah adanya pungli yang dilakukan Lurah Tegal Sari I. Aidal meminta kepada para pedagang untuk membuktikan tudingan tersebut. “Nggak ada itu, kalau ada buktikan lah. Kalau ada, kita akan tindak. Itu kan pungli, laporkan ke polisi, biar tahu siapa yang mengutip,” tegasnya.(adl)

Puasa Harus Penuh

Raudhatul Akmal Zain

Gadis Melayu ini bertekad agar puasa tahun ini dapat dijalani dengan penuh, tanpa ada bolong-bolong lagi. Karena beberapa tahun belakangan ini, puasa yang dilaksanakan Raudhatul Akmal Zain tidak pernah penuh, termasuk tadarus
dan tarawih.

“Puasa  tahun ini dijalani lebih semangat, karena sudah semakin gede, sudah tamat SMA,” ujar cewek kelahiran Medan, 30 Desember 1993 ini. Raudah yang akan memasuki gerbang
kuliah ini merasa semakin memahami makna Bulan Ramadan, bukan hanya puasa, tapi juga berbagai kegiatan yang dapat menebus dosa.

“Dosa paling banyak dihapuskan pada bulan ini, karena itu saya bertekad puasa tahun ini harus full,” ujarnya lagi.
Model yang masuk dalam Manajemen Kensington Creative ini merasa tambah usia, harus dapat menambah amal ibadahnya. Karenanya, setiap Ramadan tiba, gadis ini selalu memanjatkan doa agar tetap diberikan kesehatan. Karena dengan kegiatannya sebagai model yang menuntut agar dapat tampil prima dalam setiap kesempatan, “Aku selalu meminta kesehatan, karena ini hal yang paling penting, selain itu aku juga meminta agar dapat diberikan kemudahan rezeki dan gampang jodoh,” ujar cewek yang lagi dekat dengan salah satu teman SMA ini.

Karena mengharapkan kesehatan, setiap berbuka, gadis yang akan kuliah di jurusan Perbankan Syariah ini selalu mengkonsumsi buah-buahan segar, selain itu raudah juga mengkonsumsi air putih agar dapat segar. “Dengan buah-buahan dan air putih dapat menjaga kesegaran kulit,” tutupnya. (mag-9)

Nasi Ayam Terasi Digemari

Ramadhan Fair

MEDAN- Ramadhan fair sebagai lokasi wisata kuliner yang diselenggarakan Pemko Medan selalu menyediakan makanan yang unik dan menarik. Bukan hanya enak di lidah, tapi dapat juga membuat ketagihan sehingga selalu ingin kembali untuk menikmatinya.

Salah satu kuliner yang menarik yang dapat dinikmati di Ramadhan Fair yaitu Pisang Cokelat (Piscok) dan Nasi Ayam Terasi yang dijual di outlet nomor 09. Di outlet yang dikelola beberapa anak muda ini sangat mudah dijumpai, karena terletak dibagian depan Ramadhan Fair. Selain itu, pilihan makanan yang disajikan juga sesuai dengan lidah masyarakat Kota Medan.

“Kita memilih makanan nasi ayam terasi sebagai makanan khas masyarakat Mandailing. Terasi yang disajikan pada makanan ini sangat khas kampung, dan makanan ini dipadu padankan dengan sayur rebusan atau urap, jadi penambah semina dan selera,” ujar pengelola oulet 09, Suardi Harahap.

Pada nasi ayam terasi juga diberikan lauk ayam goreng dan sambal ikan teri kacang, yang membuat makanan ini semakin meriah. “Banyak variant yang kita berikan pada makanan ini, dan semuanya seperti masakan rumah,” ujar Suardi. Selain nasi ayam terasi, di outlet 09 ini juga disediakan Piscok alias pisang cokelat dengan berbagai rasa, mulai dari keju, srikaya, cokelat dan lainnya. Selain itu, ada sebagian pisang yang isinya ayam, abon dan lainnya.

Outlet ini juga menjual berbagai minuman, baik panas dan hangat seperti jus buah dan susu. “Gulanya asli, bukan manisan dan lainnya,” ujar Suardi. Untuk harga yang ditawarkan pada outlet ini juga standar dari harga yang diberikan oleh panitia penyelanggara Ramadhan Fair. “Kita tidak buat mahal, karena harga sudah ditentukan panitia, jadi harga kita standart saja,” tutupnya.(mag-9)