26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14871

Tebarkan Kebaikan Ramadan bagi Warga Sekitar

Ijeck dan HDCI Kunjungi Kabupaten Batu Bara

Berkah bulan suci Ramadan dirasakan langsung oleh warga sekitar Pantai Jono, Kecamatan Seisuka, Kabupaten Batu Bara. Musa Rajecks Shah atau yang akrab disapa Ijek bersama Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang dipimpinnya, berbagi kebaikan Ramadan dengan membagikan rezeki kepada para bilal mayat, anak yatim-piatu serta para nazir masjid di kawasan tersebut.

Tak hanya kepada masyarakat yang membutuhkannya, Ijeck dan rombongan yang bertandang ke Kabupaten Batu Bara mengendarai motor gede (moge) itu juga memberikan bantuan kepada Pemkab Batu Bara, berupa satu unit mobil pick up, dua unit perahu karet dan dan dua unit jet ski. Acara yang digelar di tengah teriknya mentari itu berlangsung di pantai Jono, Minggu (30/7) lalu.

“Memang setiap hari-hari besar keagamaan, kami dari HDCI selalu menyempatkan waktu turun ke daerah-daerah untuk melakukan ini. Hanya hal-hal kecil inilah yang hanya bisa kami lakukan, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama warga yang kurang mampu,” ujar Ijeck.

Ternyata selain memang kegiatan tersebut adalah agenda tetap HDCI dalam setiap hari besar keagamaan, kedatangan Ijeck bersama timnya ke Batu Bara juga sebagai ‘bayaran’ utangnya sebagai putra daerah asli Batu Bara. Sang nenek, yang dinikahi mendiang kakeknya yang asal Afganistan adalah putri asli Batu Bara. “Jadi nenek saya aslinya Batu Bara, yang dinikahi mendiang kakek saat beliau datang dari Afganistan.” ujarnya.

Mendapatkan kabar bahwa rombongan HDCI akan datang, tak hanya warga sekitar yang tampak antusias. Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnain juga menyempatkan diri menyiapkan menu makan siang khas Batu Bara. Usai makan siang bersama, kepala daerah yang menjabat pertama dalam pemilihan langsung itu juga menyempatkan memberi pakaian adat kepada Ijeck. “Kami berharap, anggota HDCI dan Ijeck kelak bisa menanamkan investasi di daerah kami ini,” harapnya. (*)

Air PDAM Mati di Helvetia

6283199666xxx
Sumut Pos, tolong kami coba tanyakan kepada PDAM Tirtanadi, mengapa hanya ngomong saja,  katanya tidak ada air mati dibulan Ramadan. Buktinya di Perumnas Helvetia, sejak sabtu awal sebelum bulan suci hadir, sudah mati hingga 3 hari sampai saat ini, akibatnya jamaah tergangu menjalankan ibadah dan di tanggal 1 malam, nazir masjid Al Mujairin Blok XVI memutuskan membeli pompa untuk mendapatkan air, dosa apa kalian lakukan dan kini warga sekitar tergangu hingga ada yang membeli air galon dan mesin untuk mendapatkan air. Sumut Pos mohon bantuanya, terima kasih.

Kami Bangun Dua Sumur Bor
Terima kasih informasinya, seperti apa yang telah saya sampaikan beberapa waktu lalu. Untuk beberapa kawasan ada yang belum bisa dijangkau pipa PDAM Tirtanadi, seperti kawasan Helvetia. Memang kejadiannya, sekarang air sulit di wilayah itu, tapi kami akan berbuat semaksimal mungkin agar air tak mati.

Kami buat pendistribusian air semula pompa mulai dibuka untuk kawasan tersebut pukul 17.00, kami percepat mulai pukul 15.30 pompa dibuka, sehingga warga bisa menggunakan air. Selanjutnya, kami juga akan bukan pompa air di jam-jam tertentu. Kami juga berupaya semakimal mungkin di jam-jam tertentu tidak mati, tapi kami tak bisa berbuat banyak ketika ada kendala teknis seperti mati listrik dan pipa bocor.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami sedang membangun sumur bor di Jalan Kalpataru, dan di Jalan Kampung Banten. Di perkirakan dua bulan mendatang sudah bisa digunakan.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

—–

Komunikasi Perusahaan Harus Dibenahi
Pada kesempatan ini, perlu diketahui bersama sebenarnya kondisi PDAM Tirtanadi memang sedang kekurangan saranan dan prasaran untuk pendistribusian air.

Dengan kondisi itu, sudah seharusnya pola komunikasi PDAM Tirtanadi diperbaiki, khususnya untuk complaint handling. Sebab, selama ini komunikasi perusahaan dengan pelanggan agak kurang memuaskan, seperti complaint handling lebih banyak fungsinya menunggu saja, tapi tak pernah melibatkan mencari apa yang menjadi kesalahan pelanggan.

Untuk itu, saya hanya memberikan saran sebaiknya PDAM Tirtanadi memperbaiki komunikasi khususnya segera merespon atas komplain agar masyarakat tidak mengalihkan laporannya ke pihak lain.

Farid Wajdi
Direktur LAPK

Penertiban PKL Sukaramai Ricuh

MEDAN- Petugas Satpol PP Pemko Medan dibantu pihak Kecamatan serta Dinas Perhubungan melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Sukaramai, Selasa (2/8). Pasalnya, para PKL berjualan sampai menutupi badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

Para pedagang yang merasa kesal dengan ulah petugas Satpol PP yang tidak melakukan sosialiasi sebelum melakukan penertiban, membuat para pedagang geram dan melakukan perlawanan. “Mereka melakukan penertiban sesuka hatinya saja. Dia pikir kami ini binatang,” ujar Lisman, pedagang sayur yang berjualan di pinggir jalan.

Dikatakan Lisman, para pedagang terpaksa mengalah karena pihak kecamatan bersama kelurahan datang dengan memberikan imbauan. “Kami kesalnya dengan ulah Satpol PP yang tidak manusiawi. Setelah mendapat imbauan dari kecamatan dan kelurahan kami para pedagang memindahkan seluruh dagangannya ke pinggir jalan,” ucapnya.

Ketika ditanya, adanya oknum kelurahan yang melakukan pengutipan terhadap pedagang sebesar Rp25 ribu agar bisa berjualan, Lisman mengatakan kalau mereka tidak ada dikutip seperti itu.
“Kalau kami yang berjualan di pinggir jalan hanya dikutip uang kebersihan saja. Tapi kalau pedagang yang di dalam ada dikutip Rp25 ribu. Mereka tidak ditertibkan,” katanya seraya menambahkan kalau seminggu lalu sempat juga terjadi ricuh antara pedagang di pinggir jalan dengan petugas Satpol PP karena kurangnya komunikasi.

Sementara, Camat Medan Area Aidal Fitra membantah kalau pihaknya dan kelurahan melakukan pengutipan terhadap pedagang. “Nggak ada itu, kalau ada buktikanlah. Pasti akan kita tindak kalau memang benar pihak kita melakukan pungli. Itukan pungli, laporkan ke polisi agar tahu siapa yang melakukan pengutipan. Pasti akan kita tindak,” kata Aidal.

Dia juga mengungkapkan, apa yang dilakukan Satpol PP dan Dishub bukanlah penertiban, melainkan penataan agar para pedagang jangan berjualan di badan yang dapat menyebabkan kemacetan.

“Pedagang yang berada di badan jalan kita tata agar jalan tidak macet, kita juga ada Posko penataan Sukaramai dengan seluruh personil gabungan. Jadi bila ada pedagang yang ditertibkan melawan akan kita tindak, tapi sampai saat ini pedagang tak ada yang melawan. Mereka sudah tahu kalau mereka salah. Begitu kita masuk mereka langsung bergerak menata dagangannya,” cetusnya. (adl)

Harimau Berjenggot

“Hai Abu Nawas,” seru Khalifah Harun Al-Rasyid. “Sekarang juga kamu harus dapat mempersembahkan kepadaku seekor harimau berjenggot, jika gagal, aku bunuh kau.”
Kata-kata itu merupakan perintah Sultan yang diucapkan dengan penuh tegas dan kegeraman.
“Ya tuanku Syah Alam,” jawab Abu Nawas. “Semua perintah paduka akan hamba laksanakan, namun untuk yang satu ini hamba mohon waktu delapan hari.” “Baik,” kata Baginda.

Pulanglah Abu Nawas ke rumah. Agaknya ia sudah menangkap gelagat bahwa Raja sangat marah kepadanya, dicarinya akal dapat mencelakakan  diriku, agar terbalas dendamnya,” pikir Abu Nawas.
Sesampainya di rumah dipanggilnya empat orang tukang kayu dan disuruhnya membuat kandang macan.

Hanya dalam waktu tiga hari kandang itu pun siap. Kepada istrinya ia berpesan agar menjamu orang yang berjenggot yang datang ke rumah. “Apabila adinda dengar kakanda mengetuk pintu kelak, suruh dia masuk kedalam kandang itu,” kata Abu Nawas sambil menunjuk kandang tersebut. Ia kemudian bergegas pergi ke Musalla dengan membawa sajadah.
“Baik,” kata istrinya. “Hai Abu Nawas, tumben Lu salat di sini?” bertanya Imam dan penghulu mushalla itu.

Sebenarnya saya mau menceritakan hal ini kepada orang lain, tapi kalau tidak kepada tuan penghulu kepada siapa lagi saya mengadu,” jawab Abu Nawas. “Tadi malam saya ribut dengan istri saya, itu sebabnya saya tidak mau pulang ke rumah.” “Pucuk dicinta, ulam tiba,” pikir penghulu itu. “Kubiarkan Abu Nawas tidur di sini dan aku pergi kerumah Abu Nawas menemui istrinya, sudah lama aku menaruh hati kepada perempuan cantik itu.” “Hai Abu Nawas,” kata si penghulu, “Bolehkah aku menyelesaikan perselisihan  dengan istrimu itu?” “Silakan,” jawab Abu Nawas. “Hamba sangat berterima kasih atas kebaikan hati tuan.”

Maka pergilah penghulu ke rumah Abu Nawas dengan hati berbungan-bunga, dan dengan wajah berseri-seri diketuknya pintu rumah Abu Nawas. Begitu pintu terbuka ia langsung mengamit istri Abu Nawas dan diajak duduk bersanding.

“Hai Adinda,,,” katanya. “Apa gunanya punya suami jahat dan melarat, lagi pula Abu Nawas hidupnya tak karuan, lebih baik kamu jadi istriku, kamu dapat hidup senang dan tidak kekurangan suatu apa.”

“Baiklah kalau keinginan tuan demikian,” jawab istri Abu awas.
Tak berapa lama kemudian terdengar pintu diketuk orang, ketukan itu membuat penghulu belingsatan, “Kemana aku harus bersembunyi ia bertanya kepada nyonya rumah.
“Tuan penghulu….”  Jawab istri Abu Nawas, “Silahkan bersembunyi di dalam kandang itu,” ia lalu menunjuk kandang yang terletak di dalam kamar Abu Nawas.

Tanpa pikir panjang lagi penghulu itu masuk ke dalam kandang itu dan menutupnya dari dalam, sedangkan istri Abu Nawas segera membuka pintu, sambil menengok ke kiri-kanan, Abu Nawas masuk ke dalam rumah. “Hai Adinda, apa yang ada di dalam kandang itu.?” Tanya Abu Nawas.

“Tidak ada apa-apa,” jawab Istrinya. “Apa putih-putih itu?” tanya Abu Nawas, lalu dilihatnya penghulu itu gemetar karena malu dan ketakutan. Setelah delapan hari Abu Nawas memanggil delapan kuli untuk memikul kandang itu ke Istana. Di Bagdad orang  gempar ingin melihat Harimau berjenggot. Seumur hidup, jangankan melihat,  mendengar harimau berjenggot pun belum pernah. Kini Abu Nawas malah dapat seekor. Mereka terheran-heran akan kehebatan Abu Nawas.

Tetapi begitu dilihat penghulu di dalam kandang, mereka tidak bisa bilang apa-apa selain mengiringi kandang itu sampai ke Istana hingga menjadi arak-arakan yang panjang. Si penghulu malu bukan main, arang di muka kemana hendak disembunyikan. Tidak lama kemudia sampailah iring-iringan itu ke dalam Istana. “Hai Abu Nawas, apa kabar?” tanya Baginda Sultan, “Apa kamu sudah berhasil mendapatkan harimau berjenggot?”

“Dengan berkat dan doa tuanku, Alhamdulillah hamba berhasil,” jawab Abu Nawas. Maka dibawalah kandang itu ke hadapan Baginda, ketika Baginda hendak melihat harimau tersebut, si penghulu memalingkan mukanya ke arah lain dengan muka merah padam karena malu, akan tetapi kemanapun ia menoleh, kesitu pula Baginda memelototkan matanya.

Tiba-tiba Baginda menggeleng-gelengkan kepala dengan takjub, sebab menurut penglihatan beliau yang ada di dalam kandang itu adalah penghulu Musalla. Abu Nawas buru-buru menimpali, “Ya tuanku, itulah Harimau berjenggot.”
Tapi baginda tidak cepat tanggap, beliau termenung sesaat, kenapa penghulu dikatakan harimau berjenggot, tiba-tiba baginda bergoyang kekiri dan ke kanan seperti orang berdoa. “Hm, hm, hm oh penghulu…”

Bukan main murka baginda kepada penghulu itu, sebab ia yang semestinya menegakkan hukum, ia pula yang melanggarnya.(net/jpnn)

Pencernaan Lebih Sehat, Puasa Lancar

SISTEM pencernaan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat puasa di bulan Ramadan. Pencernaan yang sehat akan berpengaruh pada kesehatan dan stamina yang Anda miliki. Tubuh pun jadi lebih fit.
Berikut beberapa tip yang dapat membuat pencernaan Anda mencapai kesehatan optimal seperti dikutip Times of India.

Jalani diet seimbang
Pilihlah berbagai makanan dari setiap kelompok makanan yang ada terutama yang kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian serta yoghurt.

Makan teratur
Makanlah secara teratur untuk membantu usus Anda selalu bergerak dengan konsisten.

Lebih lama mengunyah
Pencernaan berawal dari mulut. Jadi usahakan untuk mengunyah dengan proses yang lama untuk membuat makanan dapat terproses dengan baik.

Segera minum
Cairan dapat membantu makanan padat dapat bergerak melalui sistem pencernaan dengan baik.

Makan buah dan sayur
Makanlah setengah piring buah-buahan dan sayuran yang kaya serat sehingga dapat memberikan prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan.

Bersantai setelah makan
Beri waktu pada tubuh untuk mencerna makanan Anda sebelum akhirnya Anda beraktivitas kembali.(net/jpnn)

Kurir Sabu ke Rutan Tanjung Gusta Diringkus

MEDAN- Petugas Sat Narkoba Polresta Medan menciduk kurir narkoba jenis sabu-sabu, Sayuti Andul majid (26), dari kawasan Jalan Marelan Raya, tepatnya di depan Swalayan Mandiri, Tanah Enam Ratus Medan Marelan, Jumat (29/7) malam lalu. Dia disinyalir mengedarkan Narkoba ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan. Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita tiga bungkus plastik sabu-sabu seberat 124 gram senilai Rp155 juta sebagai barang buktinya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sumut Pos, Selasa (2/8), tertangkapnya tersangka Sayuti Abdul Madjid, warga Jalan Dusun Tangguk H Ibrahim Umar, Desa Blang Kabu, Kecamatan Samudra Aceh Utara ini berkat laporan warga yang curiga dengan gerak-geriknya.

Menurut warga, tersangka sering mengantar paket sabu-sabu kepada pemesannya. Atas informasi tersebut, Jajaran Res Narkoba Polresta Medan yang dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba, Kompol Juli Agung Pramono melakukanpengintaian.

Setelah dipastikan, dengan berpura-pura sebagai pembeli, polisi mengamankan sabu-sabu seberat 50,88 gram dari tangan tersangka. Tak puas dengan hasil tersebut, petugas mengeledah rumah kontrakan tersangka di Jalan Marelan  Gang Ayu. Di sana, polisi menemukan dua bungkus sabu-sabu. Guna penyidikan, tersangka dan sabu-sabu seberat 124 gram dibawa ke Mapolresta Medan. Di hadapan petugas, tersangka mengaku mendapat barang haram tersebut dari tersangka berinisial AD di kawasan Pondok Kelapa, Medan Sunggal. Selain itu, tersangka mengaku mendapat upah Rp3 juta setiap kali mengantar pesanan.

Tak hanya itu, tersangka juga mengaku, peredaran narkoba jenis sabu-sabu tersebut juga dikendalikan seorang narapidana berinisial Mus di Rutan Tanjung Gusta untuk diedarkan di dalam rutan. “Saya sudah tiga kali mengantarkan sabu-sabu atas perintah Mus yang berada di dalam Rutan Tanjung Gusta Medan,” aku tersangka.

Sementara itu Kasat Narkoba Polresta Medan , Kompol Juli Agung Pramono Sik SH MHum saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/8) sore membenarkan penangkapan tersangka. Dan kini pihaknya masih terus menyelidiki jaringan peredaran narkoba dari tersangka ini.

Lanjut diterangkan Kompol Juli Agung, dua  hari sebelum penangkapan tersangka sempat mengantar 25 gram sabu-sabu kepada tersangka berinisial Mus di Rutan Tanjung Gusta. Total sabu-sabu yang diterima tersangka dari Adi 150 Gram dan sudah dipergunakan tersangka 1 gram, jadi sisa yang kita amankan 124 gram senilai Rp155 juta,” tandas Juli.(mag-7)

Martabak Madras Khas Kuliner Kota Medan

Berbagai sajian unik dapat ditemui di arena Ramadan Fair, Jalan Masjid Raya Medan. Satu diantaranya adalah martabak kampoeng madras.

Martabak kampoeng madras ini dapat ditemui di sisi kanan Ramadan Fair. Ditandai dengan stan yang berwarna-warni, berisi telur, dan talam untuk memasak berbentuk bulat dan berukuran lebar.
Martabak kampoeng madras sendiri merupakan salah satu menu andalan dari salah satu pusat kuliner Kota Medan, Pagaruyung.

“Kita juga sudah dikirim mewakili Kota Medan untuk tingkat nasional di Jakarta. Di Ramadan Fair ini pun kita merupakan undangan Pemko Medan sebagai salah satu sajian kuliner yang khas Kota Medan,” jelas Soleh.

Seperti yang disampaikan Soleh, martabak kampoeng madras ini dibuat dari bahan-bahan sebagai berikut. Tepung terigu, susu, gula, air, telur, dan blue band. Terlebih dahulu seluruh bahan diaduk menjadi satu sebelum dibentuk bulat. Setelah 30 menit, bulatan adonan tadi dibanting hingga membentuk segi empat. Lalu dipanaskan di atas talam hingga mengeras. Selanjutnya lembaran adonan tersebut ditaruh bumbu sesuai dengan pilihan. Bumbu kecap atau bumbu kari.

Untuk Ramadan Fair 2011 ini, Soleh bahkan menyediakan banyak pilihan yaitu martabak mesir, martabak telur, roti cane gula, roti cane coklat, roti cane keju, dan martabak kubang. Masing-masing pilihan dapat dinikmati dengan harga Rp8000,-. “Harganya di bawah harga yang kita patok di Pagaruyung. Ini sebagai kontribusi kita untuk meramaikan Ramadan Fair 2011,” tambahnya.

Martabak kampoeng madras adalah salah satu makanan khas dari etnis tamil. Diperkenalkan di Medan dan diteruskan turun-temurun oleh keluarga Soleh. Martabak kampoeng madras yang juga dikenal dengan martabak keling ini cocok dinikmati pada sore dan malam hari, seperti halnya cemilan.(jul)

MPI Bagi-bagi Sembako Gratis

SERGAI- Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Masyarakat Pancasila Indonesia (DPKI MPI) Serdang Bedagai, Sudanto bersama anggotanya membagikan 200 paket  sembako gratis kepada anak yatim, di rumahnya Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Selasa (2/8).

Menurut Sudanta, pembagian sembako tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan MPI, Apalagi menyambut bulan suci Ramadan 1432 Hijriah . “Di bulan yang penuh berkah ini kita ingin berbagi kepada masyarakat sekitar khususnya bagi mereka yang kurang mampu, anak yatim piatu sehingga mereka dapat merasakan kegembiraan di bulan yang setiap kebajikan dilimpahkan pahala yang berlipat ganda ini,” bilangnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan dukungan dari Ketua Umum DPN MPI yang selalu peduli dengan orang miskin. Bahkan, menurut Danta kegiatan yang sama juga dilakukan di sejumlah pengurus MPI yang telah ada atau dilantik.

Sementara itu, Zuraidah (60) salah seorang warga kurang mampu yang menerima sembako gratis tersebut mengaku cukup senang dengan kegiatan yang dilaksanakan. Usai penyerahan sembako, panitia melakukan do’a bersama agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Serdang Bedagai dilimpahkan rahmat dan karunia dari Allah SWT.(mag-15)

Bulan Pendidikan

Bila kita menelaah sejarah dunia, maka kita dapati bangsa-bangsa besar yang pernah hadir di muka bumi dan menguasai peradaban. Sebut saja bangsa Yunani Kuno, Mesir, China, India, Romawi dan Islam bersama dengan bangsa Arab. Bila kita lebih teliti lgi, ternyata tidak satupun dari kebesaran bangsa di atas dapat tumbuh, tanpa kehadiran ilmu pengetahuan.

Selalu saja, kekuatan armada tempur yang tercipta, didampingi dengan munculnya para tokoh pemikir dan penemu. Hal ini menggambarkan bahwa, kekuatan suatu bangsa akan hadir bila ditopang oleh kekuatan ilmu pengetahuan di bangsa tersebut. Ilmu pengetahun yang bermuara dari sebuah proses pendidikan, yang memunculkan kaum terdidik.

Alhamdulillah, kita ummat manusia umumnya dan ummat Islam khususnya, diberi rahmat Allah dengan kehadiran bulan Ramadhan. Bulan pendidikan bagi ummat. Mengapa dikatakan bulan pendidikan (syahrut tarbiyyah). Ada beberapa alasan yang melatarinya:
1. Pada bulan Ramadan, kaum muslimin diajarkan untuk mampu mengendalikan diri.

Pada bulan Ramadan, kaum muslimin diperintahkan untuk tidak makan, minum dan berhubungan suami istri dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Sesuatu yang dihalalkan pada bulan yang lain. Semua itu, untuk mewujudkan pengendalian diri kepada pribadi muslim. Aspek pengendalian diri inilah merupakan salah satu aspek yang mendidik jiwa kaum muslimin untuk patuh dan taat kepada perintah Allah SWT.

2. Pada bulan Ramadan, kaum muslimin didorong untuk banyak mentadabbur Al Quran.
Seiring dengan masuknya Ramadan, masjid-masjid melakukan tilawatul (membaca) Quran. Seiring dengan banyaknya bacaan Quran tersebut, maka muncul pula  kajian terhadap Al Quran. Kajian inilah yang memunculkan pemahaman yang mendalam dan dorongan kuat untuk mengaplikasi Quran.

3.Pada bulan Ramadan, kaum muslimin didorong untuk lebih perhatian kepada sesama.
Di bulan ini, haus dan lapar yang dialami oleh muslim yang berpuasa sangat berpengaruh menjadi  dorongan psikis. Hal yang menjadikan seseorang lebih dermawan dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Demikian pula, rasa haus dan lapar secara kolektif, menjadi pendorong untuk dapat berbagi dengan yang lain. Demikianlah pendidikan itu sebenarnya tidak hanya berorientasi ilmiah semata, tetapi juga beriorientasi sosial.
Dengan dorongan Ramadan kepada kaum muslimin untuk belajar menjadi lebih lagi, baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, sesungguhnya menjadi bahan bakar bagi kaum muslimin untuk maju .

Bila kita belum menyaksikan hal itu tercapai saat in bila kita belum melihat Ramadan menjadi bulan pendidikan. Bila kita belum melihat kejayaan di tangan kaum muslimin. Jangan pernah kita menyalahkan bulan Ramadannya, tetapi mungkin kita belum optimal dalam menjalani puasa ramadan. Marilah saudaraku, optimalkan Ramadan guna kesuksesan pribadi, ummat dan bangsa ini. Bulan ramadan, bulan yang didalamnya diturunkan (pertama) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk itu dan sebagai pembeda  (antara haq dan bathil): Al Baqaroh:185.(*)

18 Agustus e-KTP Diterapkan

MEDAN- DPRD Kota Medan mendesak Kemendagri RI untuk tidak menunda-nunda lagi penerapan program e-KTP. Pasalnya, anggaran yang sudah dihabiskan untuk program ini sangat besar, mencapai Rp6,3 triliun.

“Kami minta kepada Kemendagri untuk tidak menunda-nunda program ini lagi. Sebab, anggaran dihabiskan terlalu besar. Jangan sampai anggaran itu jadi mubazir,” kata Anggota Komisi A DPRD Medan Faisal Nasution kepada wartawan, Selasa (2/8).

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, mundurnya penerapan e-KTP ini dinilai akibat perencanaan yang tidak matang. Apabila persiapan matang, tentunya tidak meleset dari rencana semula. Dia juga khawatir, pelkuncuran e-KTP yang dijadwalkan ulang pada 18 Agustus mendatang bisan molor lagi. Namun begitu, dia berharap hal tersebut jangan sampai terjadi. “Jangan mundur lagi. Ini semua akibat pemerintah pusat tidak mampu¸ anggaran besar terbuang percuma. Segera manfaatkan dan terapkan,” tambahnya.

Apabila tidak juga diterapkan, kata Faisal, ini akan menjadi aib bagi pemerintah pusat. Sebab, program ini sudah disosialisasikan dan digadang-gadang akan segera diterapkan. Namun kenyataannya, fasilitas pendukung belum juga bisa digunakan.

“Ini aib bagi pemerintah pusat. Pemerintah daerah sudah siap dan tidak ada masalah. Tidak hanya SDM, tapi juga sampai fasilitas listrik. SKPD terkait sudah menyiapkan genset. Artinya, pemerintah daerah lebih serius menjalankan program ini daripada pemerintah pusat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP Ahmad Parlindungan Batubara menambahkan, seharusnya dari awal pemerintah pusat tidak menggembar-gemborkan sampai semuanya sudah matang. Kejadian ini, akibat terlalu cepat disampaikan ke publik meskipun rencana belum siap. “Ini akibat pemerintah pusat terlalu banyak berangan-angan. Terlalu banyak wacana. Kenyataannya tidak siap. Perangkat yang disiapkan tidak bisa,” bebernya.

Menyikapi hal itu, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan Darussalam Pohan mengungkapkan, pada 15 Agustus mendatang seluruh perangkat keras dan lunak pendukung pelaksanaan E-KTP sudah dapat didistribusikan ke 21 kecamatan di Kota Medan. “Untuk alat pendukung, setelah kita konfirmasi ke pemerintah pusat (Kemendagri), pada 15 Agustus nanti perangkat keras dan lunak akan dikirimkan ke Medan sekaligus didrop ke 21 kecamatan di Kota Medan. Dengan masuknya alat ke Medan akan kita susun dan akan kita setel untuk mencoba jaringan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Medan Darussalam Pohan, Selasa (2/8).

Dikatakannya, sebagai upaya persiapan menyongsong penerapan e-KTP ini, pihaknya akan menggelar Bimbingan Tekhnis (Bintek) di Hotel Antares pada 4 hingga 5 Agustus mendatang, dengan narasumber dari pusat. Sedangkan pesertanya, diikuti 86 orang yang berasal dari setiap kecamatan. “Jadi persiapan kita sudah matang, kita menunggu dari pusat untuk intruksinya,” ucapnya seraya menambahkan, kalau e-KTP bukan gagal, tapi ditunda lounchingnya.

Dijelaskan Darussalam, pelaksanaannya sendiri secara serentak yang akan di jadwalkan pada 18 Agustus mendatang. Setelah persiapan matang, pihak kecamatan akan mengundang warga untuk datang ke kecamatan agar pendataan dan entry data dilakukan.

“Mudah-mudahan berjalan lancar dan sukses. Kita juga mengharapkan kepada masyarakat untuk hadir sesuai dengan undangan yang kita berikan untuk pengentrian (menginput pencetakan e-KTP). Tidak hanya itu, kita juga akan menarik KTP yang lama dengan dikeluarkannya e-KTP. Kita ikuti saja apa petunjuk dan arahan yang diberikan pemerintah pusat,” katanya.

Sementara itu, pemerintah pusat mengakui, pembuatan e-KTP di 197 kabupaten/kota, molor hingga 18 Agustus 2011. Target meleset lantaran pengiriman perangkat peralatan e-KTP ke 2.348 kecamatan di 197 kabupaten itu terlambat. Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek menjelaskan, perangkat peralatan baru akan sampai ke daerah pada 15 Agustus 2011. “Tanggal 15 Agustus sudah sampai ke kabupaten/kota. Tanggal 18 Agustus 2011 efektif dimulai pembuatannya,” kata Reydonnyzar di kantornya, Selasa (2/8).

Menanggapi molornya target itu, Mendagri Gamawan Fauzi mengancam akan mempinalti rekanan, yakni Sucofindo sebagai anggota konsorsium PNRI, yang punya tanggung jawab pendistribusian peralatan.

Dikatakan Gamawan, sebenarnya target pengadaan e-KTP ini bukan tanggal per tanggal. Tapi, katanya, akhir 2011 harus kelar di 197 kabupaten/kota. “Kontrak kita akhir tahun selesai di 197 daerah. Kita akan kawal. Jika tidak, kena pinalti,” kata Gamawan.

Gamawan menekankan pentingnya ada jaminan kepastian soal pengiriman peralatan dari Scofindo. “Pemerintah minta jaminan pengadaan. Target waktu jangan terlampaui,” kata Gamawan.(adl/sam)